17 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sekelumit Catatan SPMB SMK 2025, Antara Gengsi, Ketidaktahuan, dan Anomali Minat Jurusan

I Wayan Yudana by I Wayan Yudana
July 24, 2025
in Khas
Sekelumit Catatan SPMB SMK 2025, Antara Gengsi, Ketidaktahuan, dan Anomali Minat Jurusan

Suasana Lapor Diri/Dok. SMKN 1 Petang

MUSIM Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025 kembali menyapa dunia pendidikan kita. SPMB seolah menjadi siklus tahunan yang menggairahkan, namun sekaligus penuh ironi dan anomali. Ribuan siswa SMP dan sederajat berlomba menentukan pilihan sekolah dan jurusan yang akan menjadi jalan hidup mereka. Namun benarkah semuanya paham betul akan apa yang sedang mereka pilih?

Tidak terkecuali dalam pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk jenjang SMK. Di balik gegap gempita semangat masuk sekolah kejuruan, terselip problematika sistemik yang patut menjadi catatan kritis. Apakah itu? Ya, pemilihan jurusan yang sepi peminat, jurusan yang justru melonjak tanpa logika industri terkini, serta pengambilan keputusan oleh siswa yang kerap hanya berdasarkan gengsi atau ajakan teman.

Salah satu keanehan paling mencolok adalah fenomena anomali jurusan Hospitality. Di tengah melesunya sektor pariwisata Bali pascapandemi Covid 19 dan menurunnya permintaan tenaga kerja hotel secara nyata, jurusan Perhotelan masih menjadi primadona pilihan siswa. Bahkan, sekolah-sekolah yang baru saja membuka jurusan ini langsung dibanjiri peminat—meskipun belum memiliki sarana praktik lengkap, apalagi guru yang memadai ataupun relasi DUDI yang kuat. Fakta ini menggelitik dan mengusik akal sehat. Mengapa jurusan yang infrastruktur dan SDM-nya masih minim bisa begitu menarik di mata calon siswa?

Jawabannya mungkin ada pada imajinasi glamor yang melekat pada dunia pariwisata, bahwa dunia pariwisata itu bersih, berbau harum, seragam rapi, dan (katanya) cepat menghasilkan dollar. Sebuah fantasi yang tentu saja membuat lulusan SMP sangat tergiur. Fantasi yang ditawarkan lewat media sosial dan narasi gaya hidup yang glamor. Namun kenyataannya, belum mutlak sesuai dengan realitas dunia kerja. Sementara itu, jurusan-jurusan seperti Agribisnis Tanaman, Peternakan, dan Perikanan—yang sejatinya sangat potensial dalam mendukung kemandirian pangan dan ketahanan ekonomi Bali—justru minim peminat. Ini merupakan sinyal bahaya bagi masa depan pertanian dan keberlanjutan pulau ini.

Boleh dikatakan, setiap tahun ajaran baru, pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMK di Provinsi Bali menjadi medan pertarungan senyap antar satuan pendidikan kejuruan. Tahun 2025 tidak terkecuali. Data terbaru dari dashboard Dinas Pendidikan menunjukkan ketimpangan yang mencolok antara jurusan-jurusan favorit dan jurusan yang sepi peminat. Bahkan beberapa kompetensi keahlian seperti Agribisnis Tanaman, Agribisnis Ternak, dan Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan seolah kehilangan daya tariknya. Sementara itu, jurusan Perhotelan dan Tata Boga justru dibanjiri pendaftar meski sarana, prasarana, bahkan gurunya masih belum lengkap.

Sekali lagi, ini sebuah anomali. Jurusan-jurusan agribisnis yang jelas-jelas menjadi tulang punggung ketahanan pangan dan masa depan ekologi Bali justru makin terpinggirkan. Pada hal, banyak hotel dan restoran kelas dunia saat ini justru membutuhkan tenaga kerja yang paham pertanian organik, florikultura, peternakan berkelanjutan, dan pengolahan hasil pangan lokal. Apakah ini tidak terbaca oleh para calon siswa dan orang tua?

Fenomena ini juga diperparah oleh rendahnya pemahaman siswa terhadap pilihan jurusan. Banyak siswa meng-klik dua sampai tiga jurusan tanpa mengetahui dengan benar apa yang mereka pilih. Bahkan ada yang asal pilih sekolah hanya karena nama atau popularitasnya, tanpa mempertimbangkan jarak dan aksesibilitasnya. Ini jelas bukan keputusan berbasis bakat, minat, dan kemampuan, melainkan karena ikut-ikutan teman karib semasa SMP. Fenomena “asal bersama teman” ini justru memperbesar risiko salah jurusan, salah asuhan, dan pada akhirnya salah jalan hidup.

Belum lagi soal bagaimana SPMB menjadi semacam ajang “pamer performa” sekolah. Setiap sekolah, negeri maupun swasta, berlomba-lomba menampilkan citra terbaiknya. Mereka aktif melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah asal, memproduksi konten visual dan narasi yang menarik, bahkan menggaet alumni sukses sebagai role model. Namun, keputusan akhir tetap ada di tangan siswa dan orang tua. Tanpa literasi karier yang kuat, semua promosi itu bisa justru memperparah kebingungan.

Dalam konteks ini, perlu ada evaluasi sistemik. Literasi karier harus dimasukkan sejak dini dalam kurikulum SMP. Para guru Bimbingan Konseling misalnya, tidak boleh bekerja sendirian. Perlu sinergi antar Dinas Pendidikan, sekolah asal, dan sekolah tujuan agar siswa mendapatkan informasi yang utuh. Pendampingan pemilihan jurusan harus berbasis data psikologis, minat, dan proyeksi masa depan, bukan sekadar ikut arus.

Selain itu, citra pertanian, peternakan, dan perikanan harus diperbaiki. Jangan lagi dilabeli sebagai dunia “kotor dan miskin”. Sebenarnya sudah banyak alumni SMK bidang agribisnis yang sukses sebagai entrepreneur, eksportir tanaman hias, hingga influencer edukatif berbasis pertanian di media sosial. Bahkan, dengan sentuhan teknologi, sektor agribisnis menjadi seksi dan strategis untuk generasi muda.

Jika pola rekrutmen siswa hanya berpijak pada popularitas jurusan, bukan pada relevansi kebutuhan daerah dan daya saing global, maka pendidikan vokasi kehilangan arah. SMK bukan tempat mengejar mimpi glamor semata, melainkan ruang tumbuh untuk mewujudkan Indonesia sebagai kekuatan industri, pangan, dan teknologi masa depan.

Data dari Dashboard Dinas Pendidikan Provinsi Bali Tahun 2025 menunjukkan bahwa jurusan agribisnis hanya menempati kurang dari 10% dari total pilihan jurusan yang dipilih oleh calon siswa. Bahkan di kabupaten-kabupaten penyangga yang memiliki potensi pertanian tinggi, jurusan pertanian justru dilirik sebelah mata.

Fenomena ini semakin pelik saat dikaitkan dengan mekanisme sistem pemilihan jurusan yang bersifat digital dan terbuka. Banyak siswa yang memilih jurusan karena mengikuti pilihan teman atau sekadar ingin “coba-coba” alias “iseng”. Mereka memilih 2–3 jurusan tanpa pemahaman memadai akan bidang tersebut. Bukan hanya itu, mereka bahkan mendaftar ke sekolah yang secara geografis sangat jauh dari tempat tinggal mereka—sehingga kemungkinan untuk benar-benar bersekolah di sana sangat kecil. Pilihan ini bukan hanya membingungkan tetapi juga membuang potensi kuota sekolah dan menyulitkan pemetaan kebutuhan sarana belajar oleh Dinas.

Kondisi ini benar-benar menunjukkan bahwa literasi karier siswa SMP terhadap dunia vokasi masih sangat perlu untuk ditingkatkan. Mungkin saja, sosialisasi dan career guidance masih bersifat formalistik dan belum menyentuh pemahaman mendalam tentang dunia kerja berbasis kejuruan. Akibatnya, banyak siswa memilih jurusan hanya berdasarkan ikut-ikutan teman atau karena terdengar keren, tanpa mempertimbangkan minat, bakat, kemampuan dan prospek jangka panjangnya.

Sebenarnya, banyak lulusan SMK pertanian, perikanan dan peternakan sebenarnya sangat dibutuhkan industri, termasuk sektor pariwisata. Hotel-hotel kini mulai mencari tenaga kerja yang paham hidroponik, pertanian organik, landscape gardening, hingga pengelolaan limbah berbasis kompos. Konsep hotel eco-friendly bahkan menjamur dan mencari lulusan SMK bidang pertanian dan lingkungan hidup. Demikian juga sektor perhotelan berbasis farm-to-table, sangat mengandalkan lulusan agribisnis dan peternakan.

Oleh karena itu, perlu ada strategi sistemik yang solutif. Pertama, Pemerintah Daerah dan Dinas Pendidikan wajib memperkuat sistem bimbingan karier sejak jenjang SMP. Kedua, perlu keterlibatan nyata dunia usaha dan industri (DUDI) untuk mempromosikan prospek cerah jurusan agribisnis, perikanan, dan peternakan secara konkret, bukan sekadar narasi. Ketiga, sekolah vokasi perlu membangun narasi baru yang mengangkat harga diri petani modern—yang melek teknologi, berdaya saing, dan berorientasi ekspor.

Jika hal ini tidak segera ditangani, maka bagi sebagian siswa,  SPMB hanya akan menjadi ajang coba-coba, bukan pilihan pendidikan yang strategis dan berkelanjutan. Dunia pendidikan vokasi akan terjebak dalam ilusi glamor yang menyesatkan, sementara sektor pangan dan ketahanan ekonomi yang sudah pasti dibutuhkan, akan terus kehilangan generasi penerusnya.

Saatnya menyelamatkan sektor strategis dengan narasi yang kuat dan sistem yang berpihak. Pendidikan vokasi bukan soal ikut-ikutan, tetapi tentang masa depan. Perlu akarnya diperkuat agar batang dan rantingnya juga kuat untuk menghasilkan buah yang manis dan menarik bagi kehidupan pendidikan vokasi itu sendiri. [T]

Penulis: I Wayan Yudana
Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain dari penulis I WAYAN YUDANA

SMKN 1 Petang: Dari Lahan Sekolah, Mencetak Generasi Muda Cinta Pertanian
Padupadan Pariwisata dan Pertanian di SMKN 1 Petang: Membangun Masa Depan Berkelanjutan
Mengelola Pertanian di Sela Riuh Pariwisata — Catatan Perjuangan dari SMKN 1 Petang
Belajar dari SMK Fest:  Ruang Kontemplatif untuk Merefleksikan Arah Pendidikan Vokasi di Bali
Tags: PendidikanSMKN 1 Petang
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kampusku Sarang Hantu [25]: Tangis Bayi di Tangga Kampus

Next Post

Parade Lagu Pop Bali di Festival Seni Bali Jani 2025: Nada-nada yang Bertutur

I Wayan Yudana

I Wayan Yudana

Kepala SMKN 1 Petang, Badung, Bali

Related Posts

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

by Emi Suy
May 11, 2026
0
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

Read moreDetails

Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
0
Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

LAMPU-lampu ruangan mendadak padam. Suasana di ballroom yang sedari awal riuh perlahan berubah sunyi. Ratusan pasang mata menoleh ke belakang...

Read moreDetails

Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

by Gading Ganesha
May 2, 2026
0
Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

JUMAT sore, bertepatan dengan Hari Buruh, 1 Mei, saya mampir ke Bichito sebuah kafe baru di Jalan Gajah Mada, Singaraja,...

Read moreDetails

Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

by I Nyoman Darma Putra
May 1, 2026
0
Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

PERINGATAN 100 tahun kelahiran sastrawan Bali modern I Made Sanggra diselenggarakan secara khidmat di kediamannya di Sukawati, bertepatan dengan hari...

Read moreDetails

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026
0
Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

Read moreDetails

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

Read moreDetails

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails
Next Post
Parade Lagu Pop Bali di Festival Seni Bali Jani 2025: Nada-nada yang Bertutur

Parade Lagu Pop Bali di Festival Seni Bali Jani 2025: Nada-nada yang Bertutur

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Perkuat Toleransi dan Semangat Persatuan’ —Begitu Kata Ketua MPR Ahmad Muzani saat Beri Kuliah Umum Kebangsaan di Institut Mpu Kuturan
Pendidikan

‘Perkuat Toleransi dan Semangat Persatuan’ —Begitu Kata Ketua MPR Ahmad Muzani saat Beri Kuliah Umum Kebangsaan di Institut Mpu Kuturan

KETUA MPR RI, Ahmad Muzani memberikan Kuliah Umum Kebangsaan kepada sivitas akademika Institut Mpu Kuturan (IMK) pada Jumat (15/5) sore....

by Son Lomri
May 15, 2026
Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo
Esai

Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo

“The man who wears the shoe knows best that it pinches and where it pinches, even if the expert shoemaker...

by Faris Widiyatmoko
May 15, 2026
Hikayat Rempah dalam Prasasti dan Lontar Bali
Liputan Khusus

Hikayat Rempah dalam Prasasti dan Lontar Bali

LIMA tahun lalu, kawan saya, Dian Suryantini—jurnalis sekaligus akademisi yang tinggal di Singaraja, Bali—bercerita tentang neneknya, Nyoman Landri, warga Banjar...

by Jaswanto
May 15, 2026
Leak Tanah Bali: Kiprah Teranyar Amplitherapy Nan Garang & Swakendali
Hiburan

Leak Tanah Bali: Kiprah Teranyar Amplitherapy Nan Garang & Swakendali

ALBUM penuh terbaru Amplitherapy bertajuk Leak Tanah Bali yang dijadwalkan terbit pada 16 Mei 2026 menandai babak baru perjalanan musikal...

by Nyoman Budarsana
May 15, 2026
Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan
Bahasa

Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan

PERNAHKAH Anda memperhatikan penulisan atau ejaan konten seseorang saat sedang berselancar di media sosial? Kesalahan tik atau saltik yang populer...

by I Made Sudiana
May 15, 2026
Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital
Ulas Musik

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital

DALAM lanskap rock progresif 1970-an, “Castle Walls” tampil sebagai balada megah yang sarat ketegangan emosional. Ditulis dan dinyanyikan oleh vokalis...

by Ahmad Sihabudin
May 14, 2026
Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
Ulas Buku

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
Esai

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
Panggung

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
Pop

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

by tatkala
May 14, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co