14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Padupadan Pariwisata dan Pertanian di SMKN 1 Petang: Membangun Masa Depan Berkelanjutan

I Wayan Yudana by I Wayan Yudana
October 31, 2024
in Esai
Padupadan Pariwisata dan Pertanian di SMKN 1 Petang: Membangun Masa Depan Berkelanjutan

Kegiatan PKL Siswa di Apurva Kempinsky Bali

BALI dikenal sebagai destinasi wisata kelas dunia yang menawarkan keindahan alam, budaya, dan keunikan tradisi. Di tengah kemegahan pariwisata, sektor pertanian yang merupakan dasar kehidupan masyarakat Bali semakin terlupakan, terutama oleh generasi muda. Di sinilah SMKN 1 Petang, sebuah sekolah menengah kejuruan yang berkomitmen awal mengembangkan pendidikan di bidang pertanian.

Seiring perkembangan dunia pariwisata, selanjutnya SMKN 1 Petang hadir dengan visi menyatukan kedua sektor ini, yakni pertanian dan pariwisata. Konsep sinergitas antara pariwisata dan pertanian yang sedang dikembangkan di SMKN 1 Petang bertujuan untuk mempersiapkan generasi muda yang paham akan nilai penting pertanian sekaligus mampu memanfaatkan peluang di bidang pariwisata. Sinergi ini diyakini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi tetapi juga berkontribusi dalam pelestarian lingkungan dan budaya lokal.

Kegiatan PKL Siswa di Sent Regis Hotel | Foto: Dok. SMKN 1 Petang

Mengintegrasikan Keindahan Alam dan Pertanian Berbasis Wisata

SMKN 1 Petang terletak di tengah keindahan alam yang memukau, dengan potensi pertanian yang luas dan bervariasi. Melalui program pariwisata berbasis pertanian, sekolah ini memperkenalkan konsep agrowisata. Di area ini para wisatawan dapat menyaksikan langsung proses budidaya tanaman, menikmati hasil panen segar dan terlibat dalam kegiatan seperti memetik buah atau merangkai bunga dalam florikultura.

Kegiatan Pembelajaran Industri di Secana Hotel, Brawa | Foto: Dok. SMKN 1 Petang

Dengan memanfaatkan keindahan alam sekitar, seperti lahan hijau dan udara sejuk di kawasan Petang, agrowisata ini diharapkan dapat menjadi daya tarik unik bagi para wisatawan yang mencari pengalaman wisata berbeda dan lebih mendalam. Pengalaman ini menghubungkan wisatawan dengan aktivitas pertanian lokal yang otentik dan –di sisi lain– menciptakan apresiasi lebih mendalam terhadap usaha petani lokal dalam menyediakan pangan.

Peran Pendidikan dalam Mempersiapkan SDM Terampil

Sebagai lembaga pendidikan, SMKN 1 Petang bertanggung jawab mempersiapkan siswa-siswanya untuk menjadi tenaga kerja yang tidak hanya kompeten di bidang pertanian tetapi juga memahami aspek-aspek hospitality dan pelayanan dalam pariwisata. Program pelatihan dan kurikulum yang diterapkan di sekolah ini mencakup keterampilan dalam mengelola agrowisata, manajemen wisata berbasis lingkungan, hingga kemampuan pemasaran digital yang sangat relevan untuk menarik wisatawan masa kini. Melalui pengalaman praktik langsung di lapangan, siswa SMKN 1 Petang dipersiapkan untuk menjadi sumber daya manusia yang tangguh dan berwawasan luas, mampu mengelola lahan sekaligus berinteraksi dengan wisatawan secara profesional.

Kolaborasi antara Dunia Usaha dan Dunia Pendidikan

Sinergitas pariwisata dan pertanian ini tidak dapat terwujud tanpa adanya kolaborasi dengan berbagai pihak, khususnya dunia usaha pariwisata dan perhotelan. SMKN 1 Petang telah menjalin kerja sama dengan berbagai agen wisata, hotel, dan restoran di sekitar Bali. Melalui kerja sama ini, diharapkan lulusan pertanian dapat memasuki industri Horeka (Hotel, Restoran, dan Kafe) sebagai pemasok hasil pertanian lokal ataupun sebagai tenaga terampil yang paham cara mengelola dan menyajikan produk lokal berkualitas. Selain itu, sinergi ini memberi siswa pengalaman untuk melihat langsung kebutuhan dan permintaan di industri, sehingga mereka dapat merancang program kerja pertanian yang lebih efektif. Kolaborasi ini menjadi harapan besar bagi kebangkitan sektor pertanian sebagai bagian integral dalam pariwisata.

Membangun Kesadaran Wisatawan untuk Mendukung Pertanian Lokal

Pariwisata berperan sebagai jembatan untuk mempromosikan keberlanjutan pertanian lokal. Dalam hal ini, SMKN 1 Petang juga memainkan peran penting dalam mengedukasi wisatawan mengenai pentingnya produk lokal dan praktik pertanian yang berkelanjutan. Dengan memberikan akses kepada wisatawan untuk mencoba dan menikmati produk-produk pertanian lokal, diharapkan ada peningkatan kesadaran untuk mendukung sektor pertanian. Selain itu, melalui agrowisata, wisatawan dapat memahami lebih dalam tentang sistem subak yang mencerminkan kearifan lokal Bali dalam mengelola sumber daya alam secara bijak. Sistem ini tidak hanya berfungsi sebagai irigasi tetapi juga merupakan bukti nyata hubungan manusia dengan alam yang saling menjaga.

Menyiapkan Insan Pariwisata yang Paham Pertanian

Sebagai institusi pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan kebutuhan industri, SMKN 1 Petang Tengah berusaha mencetak SDM yang memiliki keterampilan di bidang pariwisata (baca: perhotelan) sekaligus pemahaman mendalam tentang sektor pertanian. Di era di mana wisatawan semakin menghargai aspek keberlanjutan dan pengalaman lokal, kemampuan ini menjadi sangat bernilai.

Siswa program Perhotelan di SMKN 1 Petang tidak hanya dilatih dalam aspek hospitality dan layanan profesional, tetapi juga dibekali pengetahuan tentang produk-produk pertanian lokal, rantai pasok, dan manfaat produk segar yang dapat langsung didistribusikan ke hotel atau restoran. Pemahaman tentang pertanian ini memberi mereka keunggulan kompetitif saat bekerja di industri Horeka (Hotel, Restoran, dan Kafe), karena mereka mampu mendukung konsep farm-to-table atau sajian dari hasil tani ke meja makan yang sedang berkembang di berbagai tempat wisata. Dengan demikian, lulusan SMKN 1 Petang tidak hanya siap bekerja di bidang perhotelan, tetapi juga berperan sebagai duta keberlanjutan yang memperkenalkan serta mendukung produk pertanian lokal ke dunia pariwisata.

 

Kegiatan PKL Siswa di Apurva Kempinsky Bali | Foto: Dok. SMKN 1 Petang

Penutup

Sinergitas pariwisata dan pertanian di SMKN 1 Petang adalah sebuah gagasan yang menawarkan masa depan berkelanjutan. Di sini generasi muda dapat memainkan peran besar dalam menjaga dan mempromosikan kekayaan alam dan budaya Indonesia. Konsep ini bukan hanya sebagai strategi pendidikan, akan tetapi sebagai jalan untuk mewujudkan keseimbangan antara sektor pariwisata dan pertanian yang saling menguatkan.

Dengan dukungan dari semua pihak, termasuk masyarakat dan industri pariwisata, diharapkan program ini dapat menjadi model dalam mengembangkan sektor pariwisata yang lebih inklusif dan berkelanjutan, tanpa melupakan akar dan identitas lokal yang berharga, yakni budaya Bali. SMKN 1 Petang hadir bukan hanya sebagai sekolah tetapi sebagai pusat inovasi dan inspirasi bagi masyarakat Bali dan Indonesia untuk tetap menghargai serta melestarikan nilai-nilai budaya dan lingkungan melalui pendidikan. [T]

Mengelola Pertanian di Sela Riuh Pariwisata — Catatan Perjuangan dari SMKN 1 Petang
Pengabdian Masyarakat Dosen Prodi DIV Manajemen Bisnis Pariwisata Politeknik Negeri Bali di Desa Adat Ole, Marga, Tabanan
Beragam Peran Cendikiawan Mengawal Ilmu Pariwisata Indonesia
Tags: PariwisataPendidikanpertanianSMKN 1 Petang
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Soesilo Toer, 100 Tahun Pramoedya Ananta Toer, dan Cerita Tak Biasa  di UWRF 2024

Next Post

Horeee, Kantin FBS Undiksha Muncul  Lagi, Tapi Soto-Bakso Masih Tertinggal di Fakultas Kedokteran

I Wayan Yudana

I Wayan Yudana

Kepala SMKN 1 Petang, Badung, Bali

Related Posts

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

Read moreDetails

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

by Sugi Lanus
May 9, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

Read moreDetails

Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

by Jro Gde Sudibya
May 8, 2026
0
Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

Tanggapan terhadap esai "Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama", tatkala.co, 8 Mei 2026 --- PENDIDIKAN...

Read moreDetails
Next Post
Horeee, Kantin FBS Undiksha Muncul  Lagi, Tapi Soto-Bakso Masih Tertinggal di Fakultas Kedokteran

Horeee, Kantin FBS Undiksha Muncul  Lagi, Tapi Soto-Bakso Masih Tertinggal di Fakultas Kedokteran

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co