16 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Horeee, Kantin FBS Undiksha Muncul  Lagi, Tapi Soto-Bakso Masih Tertinggal di Fakultas Kedokteran

Son Lomri by Son Lomri
October 31, 2024
in Khas
Horeee, Kantin FBS Undiksha Muncul  Lagi, Tapi Soto-Bakso Masih Tertinggal di Fakultas Kedokteran

Kantin FBS Undiksha buka lagi, ramai lagi

SEORANG mahasiswa datang, sepertinya habis kelas. Tanpa basa-basi ia langsung todong Rapunsel dengan soto, “Ada sotonya?” kata lelaki itu dengan nada berat seperti menahan lapar.

“Sotonya gak ada. Ketinggalan di FK (Fakultas Kedokteran,” balas Rapunsel. Kemudian yang lain menyaut sambil merokok. “Kalau asbak?”

“Di FK juga!”  sahut Rapunsel sambil tertawa kecil, dan yang lain tertawa besar. “HAHA!”

Itu adalah secuil percakapan dari hasil—begitu tiba-tibanya Kantin FBS (Fakultas Bahasa dan Seni) itu kembali dibuka Kamis, 31 Oktober 2024, setelah beberapa hari sebelumna tertutup dan tertimbun debu dan sunyi. Percakapan yang renyah, tentu saja.  

Kantin FBS buka lagi, ramai lagi | Foto: tatkala.co/Son

Seperti yang saya tulis sebelumnya di tatkala.co. Kantin FBS di kampus bawah Undiksha Singaraja sempat tutup sejak dua minggu, konon karena kontraknya habis dan tak bisa diperpanjang. Kantin itu pindah ke basement di Fakultas Kedokteran, dan mahasiswa FBS pun kelimpungan.

Tulisan tentang “hilang”-nya kantin itu menebar begitu cepat di media sosial dan jadi perbincangan hingga Kamis dinihari. Lalu, entah apa pertimbangan pihak kampus, pemilik kantin itu tiba-tiba dipanggil untuk buka kembali di tempat semula di kampus FBS.

Kamis siang kantin itu pun buka kembali di tempat semula, meski pengelola kantin tampak sangat terburu-buru untuk buka kembali. Ya, akibatnya, itu tadi, kantin sudah ramai tapi soto dan bakso masih ketinggalan di kantin di Fakultas Kedokteran.

Selain itu, Mek Yan, yang sudah akrab dengan mahasiswa tak ikut pindah ke FBS. Ia masih “ditugaskan” untuk menjaga kantin yang ternata tetap buka di Fakultas Kedokteran. Tapi mahasiswa masih bisa dilayani oleh Rapunsel. Nama Rapunsel itu sendiri adalah nama panggilan dari mahasiswa, entah siapa nama aslinya.

Meski barang-barang jualan kantin belum sepenuhnya pindah, Kamis pagi kantin yang buka kembali di FBS itu langsung diserbu mahasiswa. Ada juga beberapa dosen.

Ramainya mahasiwa dan dosen nongkrong, tentu, karena ramai juga yang memperbincangkan kembali perbincangan di sosial media tentang kantin yang sempat “hilang” itu. Kalau tidak diperbincangkan?  Ini jawabannya : @#$%^$@$%&*#$%$#%&..

Proses penataan kembali kantin FBS | Foto: tatkala.co/Son

Para mahasiswa kembali nongkrong, dosen-dosen juga. Ini pertanda, kantin itu sudah melekat di antara mereka sebagai, lagi-lagi harus dikatakan, PUSAT PERTEMUAN!—jadi, masih beranikah kantin itu tidak diperhatikan? Atau dibiarkan tidak dibuka?

Pagi menjelang siang itu ramai. Rapunsel seperti memiliki gairah baru kembali ke dapurnya yang lama. Di celah jendela, terlihat begitu semangatnya Rapunsel melayani mahasiswa, juga meladeni mereka berbincang. Walaupun tipis-tipis agak menggoda-goda Rapunsel dengan kata-kata kerindu-rinduan, “Asik! Balik lagi, nih!” kata salah satu mahasiwa sebelum memesan.

“Hahah..iya..” balas Rapunsel, tentu—masih dengan tersenyum. Rapunsel tidak pelit tersenyum. Semua orang berbahagia. Semua orang terlayani dengan baik. Dengan ramah. Para mahasiwa sudah dekat—bercanda dengan Rapunsel.

“Ada bakso?” lanjut mahasiswa tadi.

“Duh…, sama juga tertinggal di FK!”

“Haha.” Nyaris sebagian tertinggal, dan akhirnya ia memesan yang lain. “Nasi aja!”

Di tengah Rapunsel melayani, Kadek Antik Taruning (31), pemilik kantin, masih terlihat sibuk mengepel teras menyingkirkan noda. Tai cicak hilang dipelnya jadi kinclong dengan sabun yang wangi. Debu-debu disapunya—telah bersih lebih dulu dari noda. Tanpa fufufafa, ruangan itu kembali bersih seketika. Satset.

“Saya berterima kasih ke teman-teman yang bantu meneyebarkan lewat media sosial. Barangkali karena itu kami kembali ke sini, walaupun bukanya dengan buru-buru hehe!” kata Kadek Antik Taruning, pemilik kantin.

Kantin FBS yang buka lagi, ramai lagi | Foto: tatkala.co/Son

Kadek Antik bercerita, sekitar jam 9 malam-an itu, kalau tidak salah, menguar isu akan dibukanya kantin itu lagi—pasca deras orang memposting artikel berjudul “Syahdan, Kantin di FBS Undiksha “Hilang”, Mahasiswa Seperti Kehilangan Kasih Sayang”, terbitan tatkala.co. DM masuk juga begitu deras ke laman Instagram milik Antik Taruning.

“Nanti saya bantu angkat-angkat barang, yah, Mbok. Begitulah kira-kira isi chat-nya. Saya terharu!” lanjut Antik Taruning.

Dolar, alias Rai semester 5 anak seni rupa itu, tanpa melalui DM, ia bersama teman-temannya—juga sesama anak seni, ikut menurunkan kulkas, kenceng, sendok, garpu, piring, hingga mangkok dari mobil pick up. Ember juga, yah, pokoknya dan lain-lain.

Soal ini, Presiden Prabowo atau Setingkat Dekan pun, mestilah angkat topi untuk teman-teman yang respek. HORMAT!

Bila perlu, kasih nilai A deh mereka yang ikut bantu-bantu. Juga yang ngegambar pamflet bagus sekali di kaca dengan, juga sama, kalimatnya menohok seperti lukisan sebelumnya:

“KANTIN PERGI! KAMPUS MATI! Dengan gambar semangkuk tengkorak cap ayam. Serem!

Saya Berhutang

Rabu, 30 Oktober sore. Telpon berdering sebelum senja tinggal sepotong. “Dekan FBS menelepon saya. Dia gak tahu kalo saya sudah pindah dua mimggu yang lalu. Dia tahu dari postingan-postingan teman-teman itu di Instagram,” kata Gede Suardana (40), suami dari Kadek Antik Taruning, bercerita tentang telepon berdering itu.

Tulisan di kantin | Foto: tatkala.co/Son

Seorang Dekan dari FBS menelponnya, ia dipinta untuk segera buka kantin lagi. Selain alasan karena tidak tahu kalau ia sudah tutup karena habis kontrak juga karena kasihan dengan mahasiswa. “Karena kasian mahasiwanya, katanya begitu. Jadi harus buka secepatnya,” lanjut ia bercerita.

Masih dengan sarang laba-laba di telinga dan rambut di bagian kanan sehabis beres-beres, tampaknya, lelaki dengan bendera merah putihnya di lengan baju polo itu juga ikut terburu-buru bersama sang istri membersihkan ruangan. Tapi dalam cerita terburu-burunya, terdapat perjuangan yang tidak buru-buru.

Tiga bulan sebelumnya dari bulan ini, Oktober, lelaki dengan rokok lagi sepotong itu telah mencari pinjaman ke dua bank yang berbeda, untuk bisa meminjam uang, memperpanjang kontrak kantin. Ternyata kontrak tak bisa diperpanjang.

Gede Suardana pun kelimpungan membayar bunga yang terus berkembang itu harus ngapain. Sebab itulah, katanya, ia terima saja ngontrak di FK—di sebuah basement, agar ada pemasukan yang lain selain jadi pegawai honor.

 “Tapi syukurnya sekarang bisa (buka), walaupun kami sudah terlanjur ngontrak di basement FK,” katanya.

Rapunsel melayani pembeli | Foto: tatkala.co/Son

Sampai di sini, ia juga menyayangkan, sebenarnya, di basement FK itu, agaknya kurang layak untuk dijadikan sebuah kantin, selain air masuk ke basement kalau hujan, juga agak sepi. “Tapi ada saja kok mahasiswa kedokteran ke sana. Dan mahasiswa seni juga,” jelasnya sambil tertawa.

Rai alias Dolar, mahasiswa seni, barangkali termasuk salah satu mahasiswa yang paling senang kantin itu bisa kembali ke FBS.

Dolar dengan mengenakan kaos yang di bagian dada kirinya ada huruf kapital dengan kalimat melengkung “PEMUDA BINGUNG BALI UTARA” itu, tampaknya ia tak seperti tulisan di kaosnya. Ia tak bingung. Solidaritas untuk kantin itu kembali buka, ia justru ikut serta pindah-pindah barang tanpa bengong-bengongan.  

Dengan perawakannya agak besar, dan tenaganya kuat. “Saya bantu angkat kulkas!” kata Dolar. “Juga yang lain,” katanya.

Dolar datang setelah jam kuliah selesai. Ia memesan makanan. Kami berkenalan, kemudian jadi teman baru. Setelah semua makanan kami habis, kopi habis, nasi habis, lalu ia terperanjat dari duduknya menyusul teman-temannya ke ruang kelas.

“Kantin ini harus tetap ada. Sudah seperti rumah sendiri soalnya. Saya pergi dulu, Bang,” kata Dolar sambil pegang permen kaki. Hati-hati di jalan, Dolar. Salam kenal. [T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

Syahdan, Kantin di FBS Undiksha “Hilang”, Mahasiswa Seperti Kehilangan Kasih Sayang
Dirah dan Pilkada dalam Mozaik Asik,  Sebuah Pameran Kebebasan Seniman Muda Undiksha
“Warung Friend”,  Warung Legend bagi Mahasiswa di Kampus Bawah Undiksha Singaraja
Dari Flores ke Kampus Impian: Cerita dari PKKMB Undiksha Singaraja 2024
Tags: Fakultas Bahasa dan Seni Undikshakantinkantin kampusUndiksha
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Padupadan Pariwisata dan Pertanian di SMKN 1 Petang: Membangun Masa Depan Berkelanjutan

Next Post

Gelombang Penerjemahan Tantri di Bali

Son Lomri

Son Lomri

Kontributor tatkala.co

Related Posts

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

by Emi Suy
May 11, 2026
0
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

Read moreDetails

Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
0
Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

LAMPU-lampu ruangan mendadak padam. Suasana di ballroom yang sedari awal riuh perlahan berubah sunyi. Ratusan pasang mata menoleh ke belakang...

Read moreDetails

Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

by Gading Ganesha
May 2, 2026
0
Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

JUMAT sore, bertepatan dengan Hari Buruh, 1 Mei, saya mampir ke Bichito sebuah kafe baru di Jalan Gajah Mada, Singaraja,...

Read moreDetails

Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

by I Nyoman Darma Putra
May 1, 2026
0
Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

PERINGATAN 100 tahun kelahiran sastrawan Bali modern I Made Sanggra diselenggarakan secara khidmat di kediamannya di Sukawati, bertepatan dengan hari...

Read moreDetails

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026
0
Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

Read moreDetails

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

Read moreDetails

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails
Next Post
Gelombang Penerjemahan Tantri di Bali

Gelombang Penerjemahan Tantri di Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Perkuat Toleransi dan Semangat Persatuan’ —Begitu Kata Ketua MPR Ahmad Muzani saat Beri Kuliah Umum Kebangsaan di Institut Mpu Kuturan
Pendidikan

‘Perkuat Toleransi dan Semangat Persatuan’ —Begitu Kata Ketua MPR Ahmad Muzani saat Beri Kuliah Umum Kebangsaan di Institut Mpu Kuturan

KETUA MPR RI, Ahmad Muzani memberikan Kuliah Umum Kebangsaan kepada sivitas akademika Institut Mpu Kuturan (IMK) pada Jumat (15/5) sore....

by Son Lomri
May 15, 2026
Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo
Esai

Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo

“The man who wears the shoe knows best that it pinches and where it pinches, even if the expert shoemaker...

by Faris Widiyatmoko
May 15, 2026
Hikayat Rempah dalam Prasasti dan Lontar Bali
Liputan Khusus

Hikayat Rempah dalam Prasasti dan Lontar Bali

LIMA tahun lalu, kawan saya, Dian Suryantini—jurnalis sekaligus akademisi yang tinggal di Singaraja, Bali—bercerita tentang neneknya, Nyoman Landri, warga Banjar...

by Jaswanto
May 15, 2026
Leak Tanah Bali: Kiprah Teranyar Amplitherapy Nan Garang & Swakendali
Hiburan

Leak Tanah Bali: Kiprah Teranyar Amplitherapy Nan Garang & Swakendali

ALBUM penuh terbaru Amplitherapy bertajuk Leak Tanah Bali yang dijadwalkan terbit pada 16 Mei 2026 menandai babak baru perjalanan musikal...

by Nyoman Budarsana
May 15, 2026
Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan
Bahasa

Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan

PERNAHKAH Anda memperhatikan penulisan atau ejaan konten seseorang saat sedang berselancar di media sosial? Kesalahan tik atau saltik yang populer...

by I Made Sudiana
May 15, 2026
Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital
Ulas Musik

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital

DALAM lanskap rock progresif 1970-an, “Castle Walls” tampil sebagai balada megah yang sarat ketegangan emosional. Ditulis dan dinyanyikan oleh vokalis...

by Ahmad Sihabudin
May 14, 2026
Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
Ulas Buku

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
Esai

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
Panggung

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
Pop

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

by tatkala
May 14, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co