12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Horeee, Kantin FBS Undiksha Muncul  Lagi, Tapi Soto-Bakso Masih Tertinggal di Fakultas Kedokteran

Son Lomri by Son Lomri
October 31, 2024
in Khas
Horeee, Kantin FBS Undiksha Muncul  Lagi, Tapi Soto-Bakso Masih Tertinggal di Fakultas Kedokteran

Kantin FBS Undiksha buka lagi, ramai lagi

SEORANG mahasiswa datang, sepertinya habis kelas. Tanpa basa-basi ia langsung todong Rapunsel dengan soto, “Ada sotonya?” kata lelaki itu dengan nada berat seperti menahan lapar.

“Sotonya gak ada. Ketinggalan di FK (Fakultas Kedokteran,” balas Rapunsel. Kemudian yang lain menyaut sambil merokok. “Kalau asbak?”

“Di FK juga!”  sahut Rapunsel sambil tertawa kecil, dan yang lain tertawa besar. “HAHA!”

Itu adalah secuil percakapan dari hasil—begitu tiba-tibanya Kantin FBS (Fakultas Bahasa dan Seni) itu kembali dibuka Kamis, 31 Oktober 2024, setelah beberapa hari sebelumna tertutup dan tertimbun debu dan sunyi. Percakapan yang renyah, tentu saja.  

Kantin FBS buka lagi, ramai lagi | Foto: tatkala.co/Son

Seperti yang saya tulis sebelumnya di tatkala.co. Kantin FBS di kampus bawah Undiksha Singaraja sempat tutup sejak dua minggu, konon karena kontraknya habis dan tak bisa diperpanjang. Kantin itu pindah ke basement di Fakultas Kedokteran, dan mahasiswa FBS pun kelimpungan.

Tulisan tentang “hilang”-nya kantin itu menebar begitu cepat di media sosial dan jadi perbincangan hingga Kamis dinihari. Lalu, entah apa pertimbangan pihak kampus, pemilik kantin itu tiba-tiba dipanggil untuk buka kembali di tempat semula di kampus FBS.

Kamis siang kantin itu pun buka kembali di tempat semula, meski pengelola kantin tampak sangat terburu-buru untuk buka kembali. Ya, akibatnya, itu tadi, kantin sudah ramai tapi soto dan bakso masih ketinggalan di kantin di Fakultas Kedokteran.

Selain itu, Mek Yan, yang sudah akrab dengan mahasiswa tak ikut pindah ke FBS. Ia masih “ditugaskan” untuk menjaga kantin yang ternata tetap buka di Fakultas Kedokteran. Tapi mahasiswa masih bisa dilayani oleh Rapunsel. Nama Rapunsel itu sendiri adalah nama panggilan dari mahasiswa, entah siapa nama aslinya.

Meski barang-barang jualan kantin belum sepenuhnya pindah, Kamis pagi kantin yang buka kembali di FBS itu langsung diserbu mahasiswa. Ada juga beberapa dosen.

Ramainya mahasiwa dan dosen nongkrong, tentu, karena ramai juga yang memperbincangkan kembali perbincangan di sosial media tentang kantin yang sempat “hilang” itu. Kalau tidak diperbincangkan?  Ini jawabannya : @#$%^$@$%&*#$%$#%&..

Proses penataan kembali kantin FBS | Foto: tatkala.co/Son

Para mahasiswa kembali nongkrong, dosen-dosen juga. Ini pertanda, kantin itu sudah melekat di antara mereka sebagai, lagi-lagi harus dikatakan, PUSAT PERTEMUAN!—jadi, masih beranikah kantin itu tidak diperhatikan? Atau dibiarkan tidak dibuka?

Pagi menjelang siang itu ramai. Rapunsel seperti memiliki gairah baru kembali ke dapurnya yang lama. Di celah jendela, terlihat begitu semangatnya Rapunsel melayani mahasiswa, juga meladeni mereka berbincang. Walaupun tipis-tipis agak menggoda-goda Rapunsel dengan kata-kata kerindu-rinduan, “Asik! Balik lagi, nih!” kata salah satu mahasiwa sebelum memesan.

“Hahah..iya..” balas Rapunsel, tentu—masih dengan tersenyum. Rapunsel tidak pelit tersenyum. Semua orang berbahagia. Semua orang terlayani dengan baik. Dengan ramah. Para mahasiwa sudah dekat—bercanda dengan Rapunsel.

“Ada bakso?” lanjut mahasiswa tadi.

“Duh…, sama juga tertinggal di FK!”

“Haha.” Nyaris sebagian tertinggal, dan akhirnya ia memesan yang lain. “Nasi aja!”

Di tengah Rapunsel melayani, Kadek Antik Taruning (31), pemilik kantin, masih terlihat sibuk mengepel teras menyingkirkan noda. Tai cicak hilang dipelnya jadi kinclong dengan sabun yang wangi. Debu-debu disapunya—telah bersih lebih dulu dari noda. Tanpa fufufafa, ruangan itu kembali bersih seketika. Satset.

“Saya berterima kasih ke teman-teman yang bantu meneyebarkan lewat media sosial. Barangkali karena itu kami kembali ke sini, walaupun bukanya dengan buru-buru hehe!” kata Kadek Antik Taruning, pemilik kantin.

Kantin FBS yang buka lagi, ramai lagi | Foto: tatkala.co/Son

Kadek Antik bercerita, sekitar jam 9 malam-an itu, kalau tidak salah, menguar isu akan dibukanya kantin itu lagi—pasca deras orang memposting artikel berjudul “Syahdan, Kantin di FBS Undiksha “Hilang”, Mahasiswa Seperti Kehilangan Kasih Sayang”, terbitan tatkala.co. DM masuk juga begitu deras ke laman Instagram milik Antik Taruning.

“Nanti saya bantu angkat-angkat barang, yah, Mbok. Begitulah kira-kira isi chat-nya. Saya terharu!” lanjut Antik Taruning.

Dolar, alias Rai semester 5 anak seni rupa itu, tanpa melalui DM, ia bersama teman-temannya—juga sesama anak seni, ikut menurunkan kulkas, kenceng, sendok, garpu, piring, hingga mangkok dari mobil pick up. Ember juga, yah, pokoknya dan lain-lain.

Soal ini, Presiden Prabowo atau Setingkat Dekan pun, mestilah angkat topi untuk teman-teman yang respek. HORMAT!

Bila perlu, kasih nilai A deh mereka yang ikut bantu-bantu. Juga yang ngegambar pamflet bagus sekali di kaca dengan, juga sama, kalimatnya menohok seperti lukisan sebelumnya:

“KANTIN PERGI! KAMPUS MATI! Dengan gambar semangkuk tengkorak cap ayam. Serem!

Saya Berhutang

Rabu, 30 Oktober sore. Telpon berdering sebelum senja tinggal sepotong. “Dekan FBS menelepon saya. Dia gak tahu kalo saya sudah pindah dua mimggu yang lalu. Dia tahu dari postingan-postingan teman-teman itu di Instagram,” kata Gede Suardana (40), suami dari Kadek Antik Taruning, bercerita tentang telepon berdering itu.

Tulisan di kantin | Foto: tatkala.co/Son

Seorang Dekan dari FBS menelponnya, ia dipinta untuk segera buka kantin lagi. Selain alasan karena tidak tahu kalau ia sudah tutup karena habis kontrak juga karena kasihan dengan mahasiswa. “Karena kasian mahasiwanya, katanya begitu. Jadi harus buka secepatnya,” lanjut ia bercerita.

Masih dengan sarang laba-laba di telinga dan rambut di bagian kanan sehabis beres-beres, tampaknya, lelaki dengan bendera merah putihnya di lengan baju polo itu juga ikut terburu-buru bersama sang istri membersihkan ruangan. Tapi dalam cerita terburu-burunya, terdapat perjuangan yang tidak buru-buru.

Tiga bulan sebelumnya dari bulan ini, Oktober, lelaki dengan rokok lagi sepotong itu telah mencari pinjaman ke dua bank yang berbeda, untuk bisa meminjam uang, memperpanjang kontrak kantin. Ternyata kontrak tak bisa diperpanjang.

Gede Suardana pun kelimpungan membayar bunga yang terus berkembang itu harus ngapain. Sebab itulah, katanya, ia terima saja ngontrak di FK—di sebuah basement, agar ada pemasukan yang lain selain jadi pegawai honor.

 “Tapi syukurnya sekarang bisa (buka), walaupun kami sudah terlanjur ngontrak di basement FK,” katanya.

Rapunsel melayani pembeli | Foto: tatkala.co/Son

Sampai di sini, ia juga menyayangkan, sebenarnya, di basement FK itu, agaknya kurang layak untuk dijadikan sebuah kantin, selain air masuk ke basement kalau hujan, juga agak sepi. “Tapi ada saja kok mahasiswa kedokteran ke sana. Dan mahasiswa seni juga,” jelasnya sambil tertawa.

Rai alias Dolar, mahasiswa seni, barangkali termasuk salah satu mahasiswa yang paling senang kantin itu bisa kembali ke FBS.

Dolar dengan mengenakan kaos yang di bagian dada kirinya ada huruf kapital dengan kalimat melengkung “PEMUDA BINGUNG BALI UTARA” itu, tampaknya ia tak seperti tulisan di kaosnya. Ia tak bingung. Solidaritas untuk kantin itu kembali buka, ia justru ikut serta pindah-pindah barang tanpa bengong-bengongan.  

Dengan perawakannya agak besar, dan tenaganya kuat. “Saya bantu angkat kulkas!” kata Dolar. “Juga yang lain,” katanya.

Dolar datang setelah jam kuliah selesai. Ia memesan makanan. Kami berkenalan, kemudian jadi teman baru. Setelah semua makanan kami habis, kopi habis, nasi habis, lalu ia terperanjat dari duduknya menyusul teman-temannya ke ruang kelas.

“Kantin ini harus tetap ada. Sudah seperti rumah sendiri soalnya. Saya pergi dulu, Bang,” kata Dolar sambil pegang permen kaki. Hati-hati di jalan, Dolar. Salam kenal. [T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

Syahdan, Kantin di FBS Undiksha “Hilang”, Mahasiswa Seperti Kehilangan Kasih Sayang
Dirah dan Pilkada dalam Mozaik Asik,  Sebuah Pameran Kebebasan Seniman Muda Undiksha
“Warung Friend”,  Warung Legend bagi Mahasiswa di Kampus Bawah Undiksha Singaraja
Dari Flores ke Kampus Impian: Cerita dari PKKMB Undiksha Singaraja 2024
Tags: Fakultas Bahasa dan Seni Undikshakantinkantin kampusUndiksha
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Padupadan Pariwisata dan Pertanian di SMKN 1 Petang: Membangun Masa Depan Berkelanjutan

Next Post

Gelombang Penerjemahan Tantri di Bali

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
0
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

Read moreDetails

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
0
Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

Read moreDetails

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

by Dian Suryantini
September 1, 2026
0
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

Read moreDetails

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
0
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

Read moreDetails

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
0
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

Read moreDetails

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails
Next Post
Gelombang Penerjemahan Tantri di Bali

Gelombang Penerjemahan Tantri di Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co