23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Syahdan, Kantin di FBS Undiksha “Hilang”, Mahasiswa Seperti Kehilangan Kasih Sayang

Son Lomri by Son Lomri
October 30, 2024
in Khas
Syahdan, Kantin di FBS Undiksha “Hilang”, Mahasiswa Seperti Kehilangan Kasih Sayang

Pamplet di kantin FBS Undiksha yang sudah tutup | Foto: tatkala.co/Son

Di Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Undiksha–atau biasa disebut Kampus Bawah–di Jalan A Yani Singaraja, pada jam-jam rawan perut lapar, seperti siang atau di jam setelah kuliah selesai itu, banyak mahasiswa menyerbu dan nongkrong di kantin.

Mereka itu adalah mahasiswa dari prodi seni dan prodi desain, prodi Bahasa Indonesia, terus Bahasa Jepang, Inggris hingga Bahasa Bali. Mereka sudah biasa nongkrong di kantin, selain mengisi perut, juga mengobrol tentang materi kuliah, atau sekadar ngobrol kangin-kauh. Kadang ada dosen juga ikut nimbrung.

Mereka, atau mahasiswa di luar kampus bawah, biasa menyebut kantin itu dengan nama Kantin FBS. Ya, karena lokasinya memang di areal kampus FBS.

Pengelola kantin itu, oleh mahasiswa dipanggil Mek Yan. Artinya, Bu Yan. Seakan-akan Mek Yan itu, ibu atau bibi dari mahasiswa yang sedang kelaparan.

Barangkali karena mahasiswa kebanyakan dari program seni, kantin itu kadang-kadang mirip art space. Di situ mahasiswa sekadar ngobrol biasa—untuk ngopi, ngerokok, musikan dan makan. Apalagi, di kantin FBS—yang dijaga oleh Mek Yan itu, mahasiswa bisa belanja dengan senang, karena dekat, juga karena jauh lebih murah daripada harus pergi ke luar kampus.

Selain itu, juga mereka merasa bebas nongkrong di sana. Kantin bagi mereka seolah menjadi pusat pertemuan, bahkan pusat diskusi yang sebenarnya. Gosip-gosip juga bertebaran di sana, seliweran seperti angin tanpa kekhawatiran apapun.

Syahdan. Sejak sekitar dua minggu terakhir ini, aktivitas itu tidak ada lagi. Kantin itu telah “hilang”. Bangunan masih ada, tapi aktivitas jual-beli dan nongkrong tak ada lagi.

Mek Yan dan Rapunsel (nama gaul dari seorang penjaga kantin yang enggan disebut nama aslinya itu), entah karena apa, pindah ke Fakultas Kedokteran yang lokasinya di kampus tengah. Kantin itu berada di sebuah basement.

Banyak mahasiswa merasa kehilangan. Kehilangan makanan murah ang dekat dari kelas, kehilangan tempat nongkrong, kehilangan titik kumpul ketika jam-jam sudah menunjukkan tanda lapar.

Padahal sudah tujuh tahun Mek Yan berjualan di sana. Sudah banyak langgananannya di sana, dan bahkan sangat setia. Humanis dan manis-manis, mungkin juga Marxis-Marxis.

“Habis kontrak!” kata Mek Yan ketika saya, dari tatkala.co, menemuinya di tempatnya kini di Fakultas Kedokteran, Selasa (29/10/2024).

Kantin di FBS Undiksha Singaraja tutup | Foto: tatkala.co/Son

Ruangan bekas kantin di kampus FBS itu sendiri sudah ditutup rapat. Tak ada celah masuk ke ruangan itu, dikunci, dikosongkan barang-barangnya. Tak ada apa-apa. Tampak tiga mahasiswa melewati kantin itu, barangkali maunya belanja, tapi urung karena kantin tak ada lagi.

“Mau dijadikan galeri katanya. Jadi (kontrakna) gak bisa diperpanjang. Harus pindah,” kata Mek Yan didampingi Rapunsel.

Mek Yan sudah pindah sedari hari Jumat dua minggu yang lalu, tepatnya 18 Oktober 2024. Sejumlah mahasiswa FBS mengaku kelimpungan setelah itu. Mereka mesti berjalan—atau membawa motor untuk pergi membeli makan, kopi, atau sekadar beli rokok eceran ke luar kampus.

Mek Yan dan Rapunsel masih ingin meladeni para mahasiswa di ruangan yang dikunci itu. Tetapi karena ruangan itu rumornya, akan digunakan sebagai galeri seni, ia tak lagi mendapat izin perpanjangan kontrak.

Itu baru katanya-katanya saja, kata Mek Yan. Informasi lebih liar lagi, salah seorang mahasiswa menututurkan, FBS akan membuka kantin yang lebih bersih bernama Coffe Shop.

Yang lucu, banyak mahasiswa FBS, terutama prodi pendidikan seni rupa, mengikuti Mek Yan. Mereka belanja ke kantin Mek Yan di Fakultas Kedokteran yang jaraknya cukup jauh dari kampus FBS—tempat mereka kuliah. Mereka seperti menyayangi Mek Yan, dan setelah Mek Yan pindah mereka seakan kehilangan kasih sayang.

Kantin Mek Yan: Pusat Perkumpulan Selain Kelas

Terasa sekali mahasiswa di FBS kehilangan kantin yang mereka cintai.

Dari pantauan di kampus FBS, terlihat bangunan bekas kantin Mek Yan itu sepui. Di kaca ruangan bekas Mek Yan buka kantin itu, tertempel lukisan pamflet, entah dibuat oleh siapa.

Kalimat dalam pamplet itu cukup menohok “KAMI PERLU KANTIN!”—dan diisi gambar tangan mengepal menambah ketegasan perasaan kalau seluruh warga FBS ingin segera memiliki kantin. Segera!

“Satu atau dua minggu lalu, beberapa teman dari Seni dan Desain—yang biasa nongkrong di sana, ikut bantu-bantu Mek Yan pindahan ke Fakultas Kedokteran,” kata Ketut Sastrawan, Semester 5 prodi Pendidikan Seni Rupa.

Rasa sulit mulai mereka rasakan ketika kantin itu tak ada lagi. Rasa sulit dari hati sampai ke perut.

Pamplet di kaca dengan tulisan DICARI KANTIN BARU | Foto: tatkala.co/Son

Astina Dewi, seorang mahasiswa juga mengakui hal yang sama. “Saya sendiri, juga kesulitan, harus keluar kampus buat cari ganjalan perut,” kata Asitina Dewi.

Setelah Mek Yan dan Rapunsel pindah, Ketut Sastrawan telah kehilangan sesuatu bernama “kedekatan emosional”. Mek Yan sudah seperti ibu kedua bagi mereka. Tak hanya itu, keramahan Mek Yan juga benar-benar telah terpacak di hati para mahasiswa FBS. Sangat dekat.

“Dari pengalaman aku sampai semester 5 sekarang, kantin FBS itu kaya tempat buat kumpul sama teman-teman. Selain itu, ibu kantin juga ramah. Setiap ada anak-anak Seni dan Desain (SDD) wisuda, pasti dirayain kaya makan gratis, apalagi kalau udah kenal deket sama ibu kantin. Jangankan ngebon, minta pun dikasih!” jelas Ketut Sastrawan.

Jadi, cukup beralasan kenapa para mahasiswa itu sampai menyusul Mek Yan hingga ke Fakultas Kedokteran.

Hendra, semester 9, anak seni—mesti menggelandang ke sebuah Basement Fakultas Kedokteran menemui Mek Yan yang membuka lapak di sana. Bersama teman-temannya, ia memboyong gitarnya sendiri, dan memainkannya di sana sebagaimana biasa mereka melakukannya di FBS sambil ngopi dan ngalor kidul ngobrol.

“Kalau misalkan benar jadi coffe shop yang kopinya mahal itu, jebol kantong kami,” kata Hendra membayangkan sebuah kantin lebih mahal.

Kantin Mek Yan di areal Fakultas Kedokteran Undiksha dan mahasiswa FBS yang nongkrong di situ | Foto: tatkala.co/Son

Hendra justru merasa nyaman adanya Mek Yan di FBS. Tapi sayang, Mek Yan sudah pindah bersama rekannya yang lebih muda—bernama Rapunsel tadi. Mereka membuka kantin, bukan sekadar tempat antara pembeli dan penjual. Lebih dari itu.

Orang-orang benar-benar dibebaskan mengambil camilan, bayar belakangan. Tanpa takut, kalau camilan itu dibawa kabur tanpa dibayar, atau uang mereka dicopet karena selalu simpan uang terbuka di etalase.

Dengan gaya warung semacam ini, Mek Yan seperti hendak memberikan sebuah kepercayaan lebih kepada pelanggannya. Bukan sekadar hubungan penjual atau pembeli.

Selain memberikan harga murah, apakah nanti FBS memiliki kantin seasik Mek Yan lagi? Tunggu saja. [T]  

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

Dirah dan Pilkada dalam Mozaik Asik,  Sebuah Pameran Kebebasan Seniman Muda Undiksha
“Warung Friend”,  Warung Legend bagi Mahasiswa di Kampus Bawah Undiksha Singaraja
Dari Flores ke Kampus Impian: Cerita dari PKKMB Undiksha Singaraja 2024
Tags: Fakultas Bahasa dan Seni UndikshaSingarajaUndiksha
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menyaksikan Wujud Neoliberalisme Ekonomi melalui Perkembangan Arsitektur di Bali: Sebuah Autokritik

Next Post

Canang Sari : Budaya Positif Dari Toska     

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
Canang Sari : Budaya Positif Dari Toska     

Canang Sari : Budaya Positif Dari Toska     

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co