2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Syahdan, Kantin di FBS Undiksha “Hilang”, Mahasiswa Seperti Kehilangan Kasih Sayang

Son Lomri by Son Lomri
October 30, 2024
in Khas
Syahdan, Kantin di FBS Undiksha “Hilang”, Mahasiswa Seperti Kehilangan Kasih Sayang

Pamplet di kantin FBS Undiksha yang sudah tutup | Foto: tatkala.co/Son

Di Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Undiksha–atau biasa disebut Kampus Bawah–di Jalan A Yani Singaraja, pada jam-jam rawan perut lapar, seperti siang atau di jam setelah kuliah selesai itu, banyak mahasiswa menyerbu dan nongkrong di kantin.

Mereka itu adalah mahasiswa dari prodi seni dan prodi desain, prodi Bahasa Indonesia, terus Bahasa Jepang, Inggris hingga Bahasa Bali. Mereka sudah biasa nongkrong di kantin, selain mengisi perut, juga mengobrol tentang materi kuliah, atau sekadar ngobrol kangin-kauh. Kadang ada dosen juga ikut nimbrung.

Mereka, atau mahasiswa di luar kampus bawah, biasa menyebut kantin itu dengan nama Kantin FBS. Ya, karena lokasinya memang di areal kampus FBS.

Pengelola kantin itu, oleh mahasiswa dipanggil Mek Yan. Artinya, Bu Yan. Seakan-akan Mek Yan itu, ibu atau bibi dari mahasiswa yang sedang kelaparan.

Barangkali karena mahasiswa kebanyakan dari program seni, kantin itu kadang-kadang mirip art space. Di situ mahasiswa sekadar ngobrol biasa—untuk ngopi, ngerokok, musikan dan makan. Apalagi, di kantin FBS—yang dijaga oleh Mek Yan itu, mahasiswa bisa belanja dengan senang, karena dekat, juga karena jauh lebih murah daripada harus pergi ke luar kampus.

Selain itu, juga mereka merasa bebas nongkrong di sana. Kantin bagi mereka seolah menjadi pusat pertemuan, bahkan pusat diskusi yang sebenarnya. Gosip-gosip juga bertebaran di sana, seliweran seperti angin tanpa kekhawatiran apapun.

Syahdan. Sejak sekitar dua minggu terakhir ini, aktivitas itu tidak ada lagi. Kantin itu telah “hilang”. Bangunan masih ada, tapi aktivitas jual-beli dan nongkrong tak ada lagi.

Mek Yan dan Rapunsel (nama gaul dari seorang penjaga kantin yang enggan disebut nama aslinya itu), entah karena apa, pindah ke Fakultas Kedokteran yang lokasinya di kampus tengah. Kantin itu berada di sebuah basement.

Banyak mahasiswa merasa kehilangan. Kehilangan makanan murah ang dekat dari kelas, kehilangan tempat nongkrong, kehilangan titik kumpul ketika jam-jam sudah menunjukkan tanda lapar.

Padahal sudah tujuh tahun Mek Yan berjualan di sana. Sudah banyak langgananannya di sana, dan bahkan sangat setia. Humanis dan manis-manis, mungkin juga Marxis-Marxis.

“Habis kontrak!” kata Mek Yan ketika saya, dari tatkala.co, menemuinya di tempatnya kini di Fakultas Kedokteran, Selasa (29/10/2024).

Kantin di FBS Undiksha Singaraja tutup | Foto: tatkala.co/Son

Ruangan bekas kantin di kampus FBS itu sendiri sudah ditutup rapat. Tak ada celah masuk ke ruangan itu, dikunci, dikosongkan barang-barangnya. Tak ada apa-apa. Tampak tiga mahasiswa melewati kantin itu, barangkali maunya belanja, tapi urung karena kantin tak ada lagi.

“Mau dijadikan galeri katanya. Jadi (kontrakna) gak bisa diperpanjang. Harus pindah,” kata Mek Yan didampingi Rapunsel.

Mek Yan sudah pindah sedari hari Jumat dua minggu yang lalu, tepatnya 18 Oktober 2024. Sejumlah mahasiswa FBS mengaku kelimpungan setelah itu. Mereka mesti berjalan—atau membawa motor untuk pergi membeli makan, kopi, atau sekadar beli rokok eceran ke luar kampus.

Mek Yan dan Rapunsel masih ingin meladeni para mahasiswa di ruangan yang dikunci itu. Tetapi karena ruangan itu rumornya, akan digunakan sebagai galeri seni, ia tak lagi mendapat izin perpanjangan kontrak.

Itu baru katanya-katanya saja, kata Mek Yan. Informasi lebih liar lagi, salah seorang mahasiswa menututurkan, FBS akan membuka kantin yang lebih bersih bernama Coffe Shop.

Yang lucu, banyak mahasiswa FBS, terutama prodi pendidikan seni rupa, mengikuti Mek Yan. Mereka belanja ke kantin Mek Yan di Fakultas Kedokteran yang jaraknya cukup jauh dari kampus FBS—tempat mereka kuliah. Mereka seperti menyayangi Mek Yan, dan setelah Mek Yan pindah mereka seakan kehilangan kasih sayang.

Kantin Mek Yan: Pusat Perkumpulan Selain Kelas

Terasa sekali mahasiswa di FBS kehilangan kantin yang mereka cintai.

Dari pantauan di kampus FBS, terlihat bangunan bekas kantin Mek Yan itu sepui. Di kaca ruangan bekas Mek Yan buka kantin itu, tertempel lukisan pamflet, entah dibuat oleh siapa.

Kalimat dalam pamplet itu cukup menohok “KAMI PERLU KANTIN!”—dan diisi gambar tangan mengepal menambah ketegasan perasaan kalau seluruh warga FBS ingin segera memiliki kantin. Segera!

“Satu atau dua minggu lalu, beberapa teman dari Seni dan Desain—yang biasa nongkrong di sana, ikut bantu-bantu Mek Yan pindahan ke Fakultas Kedokteran,” kata Ketut Sastrawan, Semester 5 prodi Pendidikan Seni Rupa.

Rasa sulit mulai mereka rasakan ketika kantin itu tak ada lagi. Rasa sulit dari hati sampai ke perut.

Pamplet di kaca dengan tulisan DICARI KANTIN BARU | Foto: tatkala.co/Son

Astina Dewi, seorang mahasiswa juga mengakui hal yang sama. “Saya sendiri, juga kesulitan, harus keluar kampus buat cari ganjalan perut,” kata Asitina Dewi.

Setelah Mek Yan dan Rapunsel pindah, Ketut Sastrawan telah kehilangan sesuatu bernama “kedekatan emosional”. Mek Yan sudah seperti ibu kedua bagi mereka. Tak hanya itu, keramahan Mek Yan juga benar-benar telah terpacak di hati para mahasiswa FBS. Sangat dekat.

“Dari pengalaman aku sampai semester 5 sekarang, kantin FBS itu kaya tempat buat kumpul sama teman-teman. Selain itu, ibu kantin juga ramah. Setiap ada anak-anak Seni dan Desain (SDD) wisuda, pasti dirayain kaya makan gratis, apalagi kalau udah kenal deket sama ibu kantin. Jangankan ngebon, minta pun dikasih!” jelas Ketut Sastrawan.

Jadi, cukup beralasan kenapa para mahasiswa itu sampai menyusul Mek Yan hingga ke Fakultas Kedokteran.

Hendra, semester 9, anak seni—mesti menggelandang ke sebuah Basement Fakultas Kedokteran menemui Mek Yan yang membuka lapak di sana. Bersama teman-temannya, ia memboyong gitarnya sendiri, dan memainkannya di sana sebagaimana biasa mereka melakukannya di FBS sambil ngopi dan ngalor kidul ngobrol.

“Kalau misalkan benar jadi coffe shop yang kopinya mahal itu, jebol kantong kami,” kata Hendra membayangkan sebuah kantin lebih mahal.

Kantin Mek Yan di areal Fakultas Kedokteran Undiksha dan mahasiswa FBS yang nongkrong di situ | Foto: tatkala.co/Son

Hendra justru merasa nyaman adanya Mek Yan di FBS. Tapi sayang, Mek Yan sudah pindah bersama rekannya yang lebih muda—bernama Rapunsel tadi. Mereka membuka kantin, bukan sekadar tempat antara pembeli dan penjual. Lebih dari itu.

Orang-orang benar-benar dibebaskan mengambil camilan, bayar belakangan. Tanpa takut, kalau camilan itu dibawa kabur tanpa dibayar, atau uang mereka dicopet karena selalu simpan uang terbuka di etalase.

Dengan gaya warung semacam ini, Mek Yan seperti hendak memberikan sebuah kepercayaan lebih kepada pelanggannya. Bukan sekadar hubungan penjual atau pembeli.

Selain memberikan harga murah, apakah nanti FBS memiliki kantin seasik Mek Yan lagi? Tunggu saja. [T]  

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

Dirah dan Pilkada dalam Mozaik Asik,  Sebuah Pameran Kebebasan Seniman Muda Undiksha
“Warung Friend”,  Warung Legend bagi Mahasiswa di Kampus Bawah Undiksha Singaraja
Dari Flores ke Kampus Impian: Cerita dari PKKMB Undiksha Singaraja 2024
Tags: Fakultas Bahasa dan Seni UndikshaSingarajaUndiksha
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menyaksikan Wujud Neoliberalisme Ekonomi melalui Perkembangan Arsitektur di Bali: Sebuah Autokritik

Next Post

Canang Sari : Budaya Positif Dari Toska     

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Canang Sari : Budaya Positif Dari Toska     

Canang Sari : Budaya Positif Dari Toska     

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co