23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dari Flores ke Kampus Impian: Cerita dari PKKMB Undiksha Singaraja 2024

Son Lomri by Son Lomri
August 16, 2024
in Khas
Dari Flores ke Kampus Impian: Cerita dari PKKMB Undiksha Singaraja 2024

Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di Undiksha Singaraja | Foto: tatkala.co/Son

HARI mulai panas. Deretan panjang mahasiswa baru, sekitar jam 11.00 Wita, bubar, dan mereka keluar lapangan. Mereka baru saja mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru atau disingkat  PKKMB.

Di trotoar dan jalan utama di tengah kampus, para peserta berjalan pulang. Dari kejauhan, begitu terpacaknya wajah ceria dari James Doo dan Afris Tukan—mahasiswa baru asal Flores.

Langkah kakinya seperti menari gembira ketika meninggalkan lapangan itu.

Berdua mereka berbincang, sepanjang jalan tanpa ragu karena hari pertamanya ia rasa begitu menyenangkan. Mereka telah mengantongi sedikit-sedikit informasi tentang kampus impiannya.

Pemandangan itu terjadi di kampus Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja, Kamis, 15 Agustus 2024. Saat itu, adalah pembukaan secara seremonial sebuah acara yang kini disebut Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru  (PKKMB).

Memang, PKKMB ini dirancang untuk mengenalkan sedikitnya tentang yang berkaitan dengan kampus—seperti struktural dan hal-hal lainnya. Sehingga menjadi serangkaian kegiatan mahasiswa baru yang wajib untuk diikuti.

Di Undiksha, saat acara pembukaan itu, sebanyak 3.942 peserta memadati lapangan hijau yang tak jauh dari perpustakaan kampus. Terdiri dari 3.925 baru (lebih banyak dari tahun 2023 yang hanya 2.975) dan 24 mahasiswa yang mengulang. Pula sebab itulah barangkali barisan mesti diperlebar ke ruas jalan di belakang lapangan itu.

James Doo dan Afris Tukan berjalan berdua | Foto: tatkala.co/Son

Acara ini diikuti dengan cukup antusias oleh para peserta dan 445 panitia—dengan penuh semangat sejak pagi. Dengan tema “Harmony in Diversity: Creating an Inclusive Campus”, tak ada perpeloncaan di sana. Hal demikian memang satu penekanan kampus pada kegiatan ini baik di hari pertama maupun seterusnya.

Nah, di tengah ribuan mahasiswa itu terseliplah dua mahasiswa dari Flores; James Dhoo, mahasiswa baru prodi Teknologi Rekayasa Pengindraan Jarak Jauh, dan Afris Tukan, mahasiswa baru Pendidikan Seni Rupa.

Seperti juga yang lain, dua mahasiswa itu khusyuk mengikuti acara. Mereka tampak senantiasa berdua, barangkali karena mereka satu daerah. Bahkan hingga acara bubar, mereka tampak berjalan berdua.

Walaupun panas menyengat menembak mereka sepanjang berjalan dan sejak di lapangan itu, James Doo dan Afris Tukan berjalan berdua. Walaupun berbeda prodi, sebagai teman satu daerah, mereka memiliki tekad kuat yang sama sebagai perantau.

“Saya memang berniat untuk pergi ke Bali. Karena di Bali itu banyak sekali seniman. Saya pergi kuliah ke sini ingin pulang menjadi seniman,” kata Afris Tukan dengan wajah tersenyum malu.

Begitupun dengan James Doo, sebelumnya ia tak menyangka jika dirinya akan berlabuh di Bali yang sangat jauh dari kampung halamannya itu. Dalam menyongsong mimpi, katanya, “Saya akan tetap belajar dan semangat untuk sampai lulus.”

James Doo menunjukkan air muka gembira dan percaya diri.

Mahasiswa baru di Undiksha itu membawa harapan dari rumah kampung halaman. Mimpi dan atau cita-cita itu. Saat acara, anak bangsa dari berbagai daerah di Indonesia berbaris di Lapangan Upacara Kampus Tengah Undiksha.

Foto: tatkala.co/Son

Mereka mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun ajaran 2024/2025 ini. Sesekali mereka mengharapkan angin datang memberi sejuk di sela-sela menyimak para civitas akademika berbicara.

“PKKMB dulu namanya OKK. Kalau dulu Ospek ada kesan atau ada stigma bahwa ada unsur perpeloncoan, ada unsur kekerasan. Pada PKKMB sekarang kegiatannya lebih ditekankan aspek edukatifnya,” kata Wakil Rektor Prof. Ketut Sudiana kepada wartawan usai acara.

Oleh karena itu, kegiatan ini nantinya akan lebih banyak di dalam kelas, katanya. Dengan berbagai materi terutama terkait dengan implementasi Kurikulum Merdeka Belajar (KMB), dan terkait dengan transformasi pendidikan.

“Inti dari transformasi pendidikan itu adalah implementasi kurikulum merdeka. Kemudian juga penekanan pada 4 (empat) Pilar Kebangsaan. Bebas narkoba, bebas dari kekerasan seksual. dsb..” lanjutnya.

PKKMB tahun ini dilaksanakan selama tiga hari di tingkat Universitas yang dimulai hari ini Kamis, 15 Agustus 2024 dengan pembagian dua waktu: paruh pagi dan paruh siang. Kemudian dilanjutkan kembali pada 16 Agustus dengan sistem yang sama terbagi menjadi dua paruh seperti tadi.

Setelah itu mahasiswa baru akan dilimpahkan ke fakultas dan juga jurusan pada tanggal 18-21 Agustus dan akan dikembalikan lagi ke tingkat Universitas pada tanggal 22 agustus 2024 untuk acara penutupan.

Foto: tatkala.co/Son

Mengawal agar acara itu tetap berjalan dengan semestinya, Ketut Sudiana selaku wakil rektor ia sudah meyakinkan jika pihak kampus telah memantapkan secara komitmen. Selain keamanan melalui pantauan security berbadan tegap, juga sarana dan prasaranan telah ditingkatkan lagi keamanan dan kenyamanannya oleh pihak kampus.

Seperti di beberapa titik yang dianggap rawan kejahatan atau tindakan tak senonoh misalnya, pihak kampus sudah memasang CCTV di berbagai sudut untuk memantau jika terjadi tindak kejahatan baik perpeloncoan ataupun kekerasan seksual yang akhir-akhir ini sedang banyak dibicarakan di Buleleng.

“Selain itu, tentu penekanan-penekanan melalui pendekatan menyampaikan etika kehidupan di kampus. Termasuk etika berbusana. Itu kan penting. Kadang-kadang masalah busana menjadi faktor pemicu kekerasan seksual.  Kemudian Dharma Wanita Persatuan (DWP) Undiksha nanti bekerja sama dengan Satgas PPKS akan memberikan sosialisasi terkait dengan pencegahan tindak kekerasan seksual,” kata Prof. Ketut Sudiana. [T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

Dewi Sri dan Spirit Kemerdekaan dalam Pameran Seni Rupa di Undiksha Singaraja
Arja “Alas Langit Peteng”: Manis & Pangus — Catatan TA Mahasiswa Pendidikan Bahasa Bali Undiksha
Prima Jyoti, Mahasiswi Undiksha, Juara Satu Lomba Keroncong Putri di Peksimida Bali
Tags: kampusmahasiswa baruPendidikanUndiksha
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Relasi Ekosistem Kesenian dan Festival

Next Post

Ni Made Mira Cahyani, Lulusan Terbaik yang Suka Laki-laki Berbahasa Bali

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
Ni Made Mira Cahyani, Lulusan Terbaik yang Suka Laki-laki Berbahasa Bali

Ni Made Mira Cahyani, Lulusan Terbaik yang Suka Laki-laki Berbahasa Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud
Panggung

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co