14 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ni Made Mira Cahyani, Lulusan Terbaik yang Suka Laki-laki Berbahasa Bali

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
August 16, 2024
in Persona
Ni Made Mira Cahyani, Lulusan Terbaik yang Suka Laki-laki Berbahasa Bali

Ni Made Mira Cahyani, | Foto: Dok. Mira

“Sekarang belum ada pasangan, tapi kalau bisa, pinginnya yang bisa bahasa Bali yang sopan, alus. Biar kayak Kelian Adat!”

Begitulah jawaban Ni Made Mira Cahyani ketika ditanya soal pacar. Itu jawaban yang menarik. Mira—begitu panggilan akrabnya—ternyata suka pada lelaki berbahasa Bali seperti ketua adat.

Barangkali, Mira sedang bercanda. Namun, jika melihat bagaimana Mira begitu cintanya pada bahasa Bali, maka keiinginannya itu bukanlah sekadar kata-kata kosong.

Kami bertemu di sebuah coffee shop di daerah Peguyangan, Denpasar, dan berbincang tentang banyak hal, terutama tentang kuliah dan bahasa Bali. Ditemani Coffee Cappucino Hot dan Taro Latte Ice, obrolan terasa akrab dan khusyuk.

Meski sibuk, Mira masih bisa diajak janjian untuk ngobrol. Ia baru saja menjalani yudisium pada Rabu, 7 Agustus 2024, bersamaan dengan teman-temannya  di Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI)

Mira memang terdaftar sebagai mahasiswa di FBS UPMI, program studi (Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah) PBID dengan konsentrasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Bali. 

Yudisium ini merupakan Yudisium pertama FBS setelah dipisah dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Selain mahasiswa PBID, mahasiswa lain yang juga diwisuda berasal dari program studi PBID Pendidikan Sendratasik (Seni, Drama, Tari, dan Musik) dan Pendidikan Seni Rupa.

Gadis kelahiran 29 Juli 2002 yang berasal Angantaka, Abiansemal, Badung itu adalah lulusan terbaik FBS UPMI tahun 2024 yang berasal dari program studi PBID.

Jadi, Mira memang layak disebut gadis hebat. Meski sibuknya minta ampun saat kuliah, ia tetap bisa konsentrasi belajar dan lulus dengan predikat terbaik.

Saat ini ia menjadi guru bahasa Bali di salah satu sekolah dasar di Pemecutan, Denpasar. Selain itu ia juga menjadi beauty consultan di sebuah perusahaan kecantikan ternama. Sebelumnya, ia aktif mengajar bimbel (bimbingan belajar) dan mengajar les private. 

“Saat kuliah saya memilih konsentrasi bahasa Bali, karena saya memang suka dan cinta pada bahasa Bali,” kata Mira tentang betapa cintanya ia pada bahasa Bali.

Sedari awal memilih perguruan tinggi, ia memang sudah berniat untuk menempuh pendidikan S1 di UPMI, yang dulunya bernama IKIP PGRI Bali. 

Menurut Mira, lulusan bahasa Bali adalah yang paling dicari-cari sekarang ini, di tengah kelangkaan guru bahasa Bali, hal itu tentu menjadi peluang yang bagus. 

Barangkali karena alasan-alasan itulah, maka kriteria pasangannya adalah pria yang bisa berbahasa Bali dengan baik, terutama bahasa Bali alus atau sopan.

Ketika menginjak semester 7, Mira memilih meninggalkan profesinya sebagai pengajar bimbel dan pengajar les private karena kelelahan dan pekerjaannya sebagai beauty consultan semakin padat. Saat ini ia hanya fokus mengajar di sekolah dasar dan menjadi beauty consultan di salah satu perusahaan kecantikan. 

Sebelum menjadi beauty consultan, ia memulai kariernya di perusahaan kecantikan tersebut dengan menjadi sales yang mempromosikan dan menjual produk lewat sosial medianya. Ia mulai melakoninya sejak duduk di bangku sekolah menengah atas. Ia begitu konsisten menjajakan produk kecantikan tersebut di sosial medianya, tak ada rasa gengsi ataupun malu. 

Setelah bertahun-tahun menjadi sales, saat ini ia dipercaya menjadi beauty consultan. Sekarang ia sudah menerima gaji tetap, tidak lagi tergantung dari hasil penjualan seperti dahulu ketika awal ia memulainya.

‘“Karena memang udah suka berbisnis dari SMA, jadi ya tidak ada capeknya sih apalagi malu, enggak ada sama sekali, jadi seneng aja jalaninnya,” ujar Mira.

Mira mengatakan tidak ada kesulitan sama sekali dalam mengatur waktu, menurutnya hanya diperlukan konsistensi dan time management yang baik. 

“Apalagi pas awal semester 7, jadwal kuliah tidak terlalu padat. Jadi bisalah nyambi lebih aktif lagi untuk menuhin biaya buat Yudisium dan Wisuda,” ungkapnya.

Mira Cahyani menerima sertifikat penghargaan saat Yudisium FBS, | Foto: Dok. UPMI

Selama menjadi mahasiswa, Mira juga aktif mengikuti organisasi intra kampus, mulai dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) sebagai anggota periode 2020-2021, Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) PBID sebagai Ketua periode 2022-2023, dan Persatuan Mahasiswa Hindu Dharma (PMHD) sebagai Sekretaris periode 2022-2023.

Di luar kampus ia tergabung dalam organisasi kepemudaan, yaitu Sekaa Teruna Teruni Canti Bhuana, Banjar Kekeran, Angantaka, Abiansemal, Badung sebagai Sekretaris periode 2022-2023.

Selain itu selama menjadi mahasiswi, Mira juga beberapa kali berhasil menjuarai berbagai kompetisi. Seperti juara 1 Film Pendek Nasional yang diselenggarakan oleh FKIP Universitas Negeri Semarang (UNS) tahun 2021, dan juara 3 Lomba Pidato Daring Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Universitas Dwijendra tahun 2021.

Ia juga mencatatkan prestasi sebagai juara Harapan 1 LKTI Nasional yang diselenggarakan oleh Universitas Sebelas Maret tahun 2021, Juara 2 Lomba Pidato Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Universitas Dwijendra tahun 2022, Juara 3 Fotografi Nasional yang diselenggarakan oleh Imbasadi (Ikatan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Daerah se-Indonesia) tahun 2023,  dan masih banyak lagi.

Mira Cahyani ketika menyampaikan kesan dan pesan | Foto: Dok. UPMI

Mira juga memiliki keahlian menjadi pembawa acara dan moderator. Tak hanya jago di kandang, ia juga kerap diundang menjadi pembawa acara dan moderator di berbagai event di luar kampus. 

Dengan segudang prestasi dan produktivitasnya, Mira bisa dikatakan memang layak menjadi lulusan terbaik Fakultas Bahasa dan Seni, UPMI 2024. Ia meraih predikat cumlaude, dengan indeks prestasi komulatif (IPK) 3,96. Mira mengatakan, sebetulnya yang ia takutkan ketika mendapatkan IPK tinggi adalah tanggung jawabnya yang besar.

“Saya teringat dengan kata-kata salah satu dosen yang menguji skripsi saya waktu itu, mendapatkan nilai yang sempurna adalah hal yang mudah, yang sulit adalah mempertanggungjawabkannya. Begitu katanya,” kata Mira. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Kadek Windari, Juara Penulisan Cerpen di Peksimida, Siap Wakili Bali ke Peksiminas di Jakarta
Putu Shinta Aiswarya, Pecinta Kucing, Calon Pendidik, Lulus Cumlaude
Berbincang dengan Kunti Afrida Maharani, Pemenang Putri Hijabfluencer Bali 2024
Kadek Angga Wahyu Pradana, Pemuda Pelopor Bali dan Revitalisasi Tabuh Lelonggoran Buleleng
Juni Widiantari, Gadis Pengawas Pemilu di Tigawasa: Kadang Susuri Jalan Rusak di Tengah Gelap Malam
Tags: Bahasa BalimahasiswaUniversitas PGRI Mahadewa Indonesia
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dari Flores ke Kampus Impian: Cerita dari PKKMB Undiksha Singaraja 2024

Next Post

Enam Sastrawan Bali Mengumandangkan Semangat Kepahlawanan dalam Puspa Suara Pujangga

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Rumah Kata di Jalan Nangka

by Angga Wijaya
July 9, 2026
0
Rumah Kata di Jalan Nangka

SIANG itu, rolling door Pustaka Bali Seni di Jalan Nangka No. 103,  Denpasar, Bali, terbuka lebar. Dari luar, tempat itu...

Read moreDetails

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

by Jaswanto
June 24, 2026
0
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

Read moreDetails

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

Read moreDetails

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

Read moreDetails

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
0
Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

Read moreDetails

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
0
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

Read moreDetails

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

Read moreDetails

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026
0
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

Read moreDetails

I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

by Made Susanta Dwitanaya
March 26, 2026
0
I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

NYALUK Sandi Kala (memasuki peralihan dari siang ke malam) di hari Pangrupukan di Desa  Tampaksiring, yang semakin tahun  semakin dikenal...

Read moreDetails
Next Post
Enam Sastrawan Bali Mengumandangkan Semangat Kepahlawanan dalam Puspa Suara Pujangga

Enam Sastrawan Bali Mengumandangkan Semangat Kepahlawanan dalam Puspa Suara Pujangga

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Kekuatan Warna, I Wayan Santrayana dan I Wayan Gede Budayana
Ulas Rupa

Kekuatan Warna, I Wayan Santrayana dan I Wayan Gede Budayana

MASIH berlanjut soal pameran The Power of Colours , perhelatan ini berlangsung 25 hingga 31 Agustus mendatang. Pameran digelar  di...

by Hartanto
August 13, 2026
Duta SMA, Pelantang Sebaya Perkuat Peradaban Bangsa   
Esai

Duta SMA, Pelantang Sebaya Perkuat Peradaban Bangsa   

PROGRAM Duta SMA pada 2026 telah memasuki Angkatan ke-5 sejak dimulai pada 2022. Program ini menjadi program prioritas Kemendikdasmen  yang...

by I Nyoman Tingkat
August 13, 2026
Filosofi Sabun Ala Umar Haen: Semakin Dikucek, Semakin Perih
Ulas Musik

Filosofi Sabun Ala Umar Haen: Semakin Dikucek, Semakin Perih

“Mitos tentang Jogja, hantui orang tua lepas anaknya jadi mahasiswa.” PERKENALAN pertamaku dengan Umar Haen adalah pada lagu “Di Jogja...

by Mahesa Putra
August 13, 2026
Dodot Trio di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 dan Cerita Empat Dekade Jazz di Balik ‘The Story of White Piano’
Panggung

Dodot Trio di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 dan Cerita Empat Dekade Jazz di Balik ‘The Story of White Piano’

MALAM di Subak Stage, Sthala Ubud Village Jazz Festival (SUVJF) 2026, berjalan dalam suasana tenang ketika Dodot Trio mulai memainkan...

by Dede Putra Wiguna
August 13, 2026
Sekali Lagi tentang Dirgahayu
Bahasa

Sekali Lagi tentang Dirgahayu

SETIAP menjelang bulan Agustus, ruang publik kita dipenuhi oleh baliho, spanduk, dan ucapan digital dengan berbagai variasi kalimat selamat hari...

by I Made Sudiana
August 13, 2026
Nak Badung, Nak Desa, Nak Dimel   
Esai

Nak Badung, Nak Desa, Nak Dimel   

PEMERINTAH Kabupaten Badung resmi meluncurkan beasiswa motivasi Nak Badung mulai Tahun 2026. Beasiswa ini diniatkan untuk meringankan biaya bagi siswa...

by I Nyoman Tingkat
August 12, 2026
International Youth Day, Menemukan Potensi dan Menjadi Orisinal
Esai

International Youth Day, Menemukan Potensi dan Menjadi Orisinal

Dari Gagasan Perdamaian Menuju International Youth Day Setiap 12 Agustus dunia memperingati International Youth Day. Hari ini mungkin tampak seperti...

by Agung Sudarsa
August 12, 2026
“Janda Metaksu”: Menyoal Tubuh Janda dalam Mitos “Perempuan Penggoda”
Opini

“Janda Metaksu”: Menyoal Tubuh Janda dalam Mitos “Perempuan Penggoda”

ADA hasil percakapan yang masih mengusik ingatan penulis sampai saat ini, ketika 5 tahun yang lalu bercakap dalam suatu wawancara...

by Luh Putu Sendratari
August 12, 2026
Penguatan Kesadaran Kesehatan Mental Berbasis Digital bagi Pendukung Sebaya Orang Dengan HIV (ODHIV) di Kota Denpasar
Kesehatan

Penguatan Kesadaran Kesehatan Mental Berbasis Digital bagi Pendukung Sebaya Orang Dengan HIV (ODHIV) di Kota Denpasar

Saat Pendukung Sebaya Juga Butuh Didukung DI sebuah ruangan sederhana di Kota Denpasar, lima belas orang duduk melingkar. Mereka bukan...

by tatkala
August 12, 2026
Dari Rarud Batur Menuju Rena: Merawat Ingatan, Merayakan Kebangkitan
Panggung

Dari Rarud Batur Menuju Rena: Merawat Ingatan, Merayakan Kebangkitan

"Seratus tahun setelah Rarud Batur, sebuah karya intermedium membawa kembali ingatan tentang kehidupan, bencana, pengungsian, dan kebangkitan masyarakat Batur ke...

by AA Ayu Mayun Artati
August 12, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Larangan Alih Fungsi Sawah: Tegas di Atas Kertas, Longgar di Lapangan?

PEMERINTAH sedang berada di persimpangan yang tidak sederhana. Pembangunan tanpa merusak alam. Di satu sisi, negara harus menjaga lahan sawah...

by I Made Pria Dharsana
August 12, 2026
Dari Bahasa Bali ke Personal Branding: Fungsi Bahasa Bali dalam Konstruksi Identitas Konten Kreator Bali Di Ruang Digital
Esai

Dari Bahasa Bali ke Personal Branding: Fungsi Bahasa Bali dalam Konstruksi Identitas Konten Kreator Bali Di Ruang Digital

PERKEMBANGAN media sosial telah mengubah cara bahasa digunakan, diproduksi, dan diberi makna dalam kehidupan sosial. Bahasa tidak lagi hanya digunakan...

by I Ketut Suar Adnyana
August 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co