14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Canang Sari : Budaya Positif Dari Toska     

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
October 31, 2024
in Khas
Canang Sari : Budaya Positif Dari Toska     

Canang Sari : Budaya Positif Dari Toska

SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) membuat sejumlah Program Sekolah berbasis kearifan lokal Bali.Untuk Program Literasi, Toska membuat program Gelis Diksi (Gerakan Literasi Bersama Pendidik dan Siswa), untuk penguatan toleransi beragama ada Program Sadhar Nama (Berbuka Puasa, Dharma Shanti, dan Natal) bersama,  untuk Program Makan Siang Bersama disebut Masima Krama Toska, Jumat Bersinar untuk Jumat Bergerak, Resik, dan Harmoni.

Selanjutnya ada pula Program “Taksu Cinta” yang diniatkan untuk menjadikan siswa sebagai Duta Karakter Siswa Unggul berdasarkan Creativity, Integrity, Norm, Think, Apreciation. Untuk memperkuat mental spiritual dibuat Program Canang Sari (Mencari Tenang Setiap Hari).

Program Canang Sari diinsiasi oleh Toska sejak dua tahun lalu dengan pertimbangan belum optimalnya pelaksanaan sembahyang Tri Sandhya di kelas masing-masing setiap pagi. Saat sembahyang Tri Sandhya di kelas, sejumlah siswa Hindu tidak melaksanakan kewajiban dengan baik. Itu berlangsung hampir pada semua kelas.

Sementara itu, guru yang mengajar pada jam pertama juga sering tidak mendampingi siswa ber-Tri Sandhya di kelas. “Guru kencing berdiri, murid kencing berlari”, demikianlah kata peribahasa. Mengatasi persoalan itu, sebagai Kepala Sekolah  saya berupaya mencari solusi dengan Program Canang Sari melibatkan siswa, guru, dan tenaga kependidikan secara bersama-sama.

Mengapa Canang Sari?

Pertama, setiap hari Pemangku Sekolah di Toska mengaturkan Canang Sari mengawali kegiatan pembelajaran seraya memohon penyertaan-Nya. Canang Sari adalah banten paling kecil tetapi paling lengkap unsur-unsurnya. Gebogan paling besar dan tinggi  sekali pun, paling  atas adalah Canang Sari. Tanpa Canang Sari, gebongan itu selain kurang menarik juga menjadi tidak lengkap. Dengan kalimat lain, Canang Sari adalah ringkasan utama dari banten gede. Ibarat paragraf kompleks, Canang Sari adalah ide pokoknya.

Siswa Toska melakukan puja trisandya sebelum mengikuti pelajaran di kelas | Foto: Dok. penulis 

Kedua, selain bermakna banten (baan enten ‘sadar’), Canang Sari dalam konteks Program Toska adalah akronim dari Mencari Tenang Setiap Hari. Ini dimaknai sebagai mendidik yang tidak mendadak. Mendidik tidak seperti lalah tabia, begitu digigit langsung terasa pedasnya. Perlu proses menjadi dan harus dikondisikan secara terus-menerus agar menjadi habitus yang pada akhirnya membatin sebagai karakater sesuai dengan semboyan Toska ; Wiweka Jaya Sadhu (arif bijaksana dalam memenangkan persaingan berdasarkan kebudayaan bangsa). Untuk mewujudkan hal itu, perlu dilakukan secara bersama-sama oleh siswa, guru, dan tenaga kependidikan.

Ketiga, selain sebagai banten terkecil terlengkap dan akronim, Canang Sari adalah kearifan lokal Bali yang perlu diangkat dan diperkenalkan kepada seluruh warga sekolah yang multikultural. Siswa, guru, dan tenaga kependidikan di Toska beragam dari segi suku, agama, sosial budaya, strata ekonomi, dan perbedaan lainnya. Dengan menjadikan Canang Sari sebagai program, di satu sisi memuliakan kearifan lokal, di sisi lain menasionalkan bahkan mengglobalkan Canang Sari di antara budaya-budaya besar dunia. Pembelajaran yang mem-Bali bagi keluarga besar Toska yang berasal dari luar Bali. “Datanglah kau ke Bali sebelum kau mati karena Bali Pulau Sorga. Sebelum kau mati, kau sudah masuk sorga”, demikian pujian yang dilekatkan pada Bali oleh para pelancong. Maka banggalah menjadi warga Toska di Bali.

Keempat, Canang Sari sebagai kearifan lokal dapat menjadi katalis antara budaya nasional dan budaya global sesuai dengan Trikon Ki Hadjar Dewantara. Dalam konteks Bali sebagai destinasi pariwisata dunia, warganya termasuk warga Toska bisa melanglang buana sampai ke ujung dunia, tanpa kehilangan jati diri ke-Bali-annya. Oleh karena itu, orang Bali harus menyadari dirinya sebagai sumber kreativitas. Canang Sari adalah sarana untuk memuja-Nya untuk menumbuhkan kesadaran diri dengan budaya disiplin positif.

Dalam praktik keseharian, Program Canang Sari di Toska dilaksanakan dengan mengadakan sembahyang Tri Sandhya bersama siswa, guru, dan tenaga kependidikan di lapangan sekolah dengan sikap berdiri, yang disebut pada asana. Oleh karena warga Toska tidak semuanya beragama Hindu, maka toleransi beragama pun tampak teraplikasi dengan sendirinya.

Paparan “Canang Sari” | Foto: dok penulis

Mereka yang beragama Hindu melaksanakan Puja Tri Sandhya,sedangkan yang non-Hindu berdoa dengan caranya masing-masing. Bahkan guru non Hindu membantu mengatur barisan secara tertib sehingga lantunan Puja Trisandhya pun berlangsung lebih khusuk merasuki seluruh anggota tubuh yang melantunkannnya. Gambaran toleransi beragama nyata tampak di Toska. “Mereka saling menghormati   dan saling menghargai hak asasi. Mereka bernaung di bawah Garuda Pancasila…”, seperti dipopulerkan Jamal Mirdad dalam lagu “Nusantaraku” karya A.Riyanto.

Sebagai Kepala Sekolah yang menginisiasi Program Canang Sari, saya pertama-tama membayangkan aura postif akan tervibrasi di tengah perbedaan yang saling menguatkan bila program ini dilaksanakan dengan sungguh-sunguh secara tulus ikhlas.

Keikhlasan melakukan Puja Tri Sandhya yang terdiri atas enam bait itu bila dilantunkan secara bersama-sama dengan suara penuh kesadaran (eling), tidak saja membuat pelantunnya tenang tetapi juga membuat aura sekolah dan sekitarnya positif. Bertemunya energi positif membuat lingkungan sekolah menjadi aman, nyaman, dan menyenangkan berkat warganya mengaturkan Canang Sari melatih diri dengan disiplin positif Mencari Tenang Setiap Hari.

 Selain itu, disiplin siswa, guru, dan tenaga kependidikan juga terpantau dari kehadiran dan keikutsertaan dalam Program Canang Sari. Kebersamaan juga menjadi atensi sebagai penguatan disiplin yang coba dimulai dengan mengondisikan suasana hati yang tenang dengan  kearifan lokal segilik seguluk selunglung sabayantaka. paras paros sarpa na ya. Berdasarkan sisi-sisi positif itulah, saya presentasikan Program Canang Sari sebagai bentuk Praktik Baik di hadapan 30 Kepala SMA se-Kabupaten Badung, pada Selasa, 29 Oktober 2024 di SMA Negeri 1 Abiansemal. Respon peserta secara umum positif.

Pada akhir puja Tri Sandhya, selaku Kepala Sekolah juga memberikan penguatan terkait dengan Program Canang Sari sebagai Gerakan disiplin bersama untuk melatih kesadaran diri sesuai dengan hakikat Pendidikan. Hakikat mendidik adalah mendidik diri-sendiri  menumbuhkan kesadaran untuk belajar sepanjang hayat. Hal ini selaras dengan 4 K dalam menumbuhkan budaya disiplin positif : Konsentrasi, Kesadaran, Kesabaran, dan Kebijaksanaan. Semua itu hanya dapat dilakukan dengan mengendalikan musuh-musuh dalam diri-sendiri.

Guru-guru Toska | Foto: dok penulis

Untuk mengendalikan musuh-musuh dalam diri, dapat dilakukan dengan menghargai dan berterima kasih kepada seluruh organ tubuh  dari ujung rambut sampai ujung kaki di bagian depan dan dari ujung kaki sampai ke ujung rambut di bagian belakang. Mengucapkan terima kasih dan mengirimkan energi positif ke seluruh bagian tubuh atas berfungsinya seluruh organ akan membangkitkan kesadaran, rasa eling dan waspada ke dalam diri. Bila hal itu dilakukan dengan penuh cinta kasih dan tekad kuat, selain akan menyehatkan juga dapat menginspirasi dan membangkitkan kreativitas dan inovasi.

Benar kata Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, “Orang Bali hendaknya menyadari dirinya  sebagai sumber kreativitas”. Dan, Program Canang Sari diniatkan untuk mengembangkan diri sesuai dengan semangat Merdeka Belajar. Hanya orang yang tenang jiwanya dapat belajar dengan sungguh-sungguh menggali mutiara ilmu di samudera luas. Inilah hakikat Program Canang Sari untuk menumbuhkan budaya positif dengan kesadaran diri. Ini selaras dengan puisi Chairil Anwar berjudul, “Doa” yang ditujukan kepada Pemeluk Teguh. “… Tuhanku, Di pintu-Mu aku mengetuk/Aku tak bisa berpaling”. [T]

BACA artikel lain dari penulis NYOMAN TINGKAT

Bincang Buku Karya Siswa Toska : Menulis Untuk Keabadian    
Maju Bersama Indonesia Raya | Catatan Bulan Bahasa di SMAN 2 Kuta Selatan
OSIS SMAN 2 Kuta dan SMAN 2 Kuta Selatan, Dari Diklatpim ke Wisata Spiritual   
Berguru ke Universitas Gadjah Mada Yogyakarta
Festival Tunas Bahasa Ibu : Bahasa, Aksara  dan Sastra Bali Makin Menyala
Tags: BudayaBudaya BaliPendidikanSMAN 2 Kuta Selatan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Syahdan, Kantin di FBS Undiksha “Hilang”, Mahasiswa Seperti Kehilangan Kasih Sayang

Next Post

Soesilo Toer, 100 Tahun Pramoedya Ananta Toer, dan Cerita Tak Biasa  di UWRF 2024

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

by Emi Suy
May 11, 2026
0
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

Read moreDetails

Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
0
Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

LAMPU-lampu ruangan mendadak padam. Suasana di ballroom yang sedari awal riuh perlahan berubah sunyi. Ratusan pasang mata menoleh ke belakang...

Read moreDetails

Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

by Gading Ganesha
May 2, 2026
0
Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

JUMAT sore, bertepatan dengan Hari Buruh, 1 Mei, saya mampir ke Bichito sebuah kafe baru di Jalan Gajah Mada, Singaraja,...

Read moreDetails

Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

by I Nyoman Darma Putra
May 1, 2026
0
Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

PERINGATAN 100 tahun kelahiran sastrawan Bali modern I Made Sanggra diselenggarakan secara khidmat di kediamannya di Sukawati, bertepatan dengan hari...

Read moreDetails

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026
0
Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

Read moreDetails

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

Read moreDetails

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails
Next Post
Soesilo Toer, 100 Tahun Pramoedya Ananta Toer, dan Cerita Tak Biasa  di UWRF 2024

Soesilo Toer, 100 Tahun Pramoedya Ananta Toer, dan Cerita Tak Biasa  di UWRF 2024

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co