2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Canang Sari : Budaya Positif Dari Toska     

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
October 31, 2024
in Khas
Canang Sari : Budaya Positif Dari Toska     

Canang Sari : Budaya Positif Dari Toska

SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) membuat sejumlah Program Sekolah berbasis kearifan lokal Bali.Untuk Program Literasi, Toska membuat program Gelis Diksi (Gerakan Literasi Bersama Pendidik dan Siswa), untuk penguatan toleransi beragama ada Program Sadhar Nama (Berbuka Puasa, Dharma Shanti, dan Natal) bersama,  untuk Program Makan Siang Bersama disebut Masima Krama Toska, Jumat Bersinar untuk Jumat Bergerak, Resik, dan Harmoni.

Selanjutnya ada pula Program “Taksu Cinta” yang diniatkan untuk menjadikan siswa sebagai Duta Karakter Siswa Unggul berdasarkan Creativity, Integrity, Norm, Think, Apreciation. Untuk memperkuat mental spiritual dibuat Program Canang Sari (Mencari Tenang Setiap Hari).

Program Canang Sari diinsiasi oleh Toska sejak dua tahun lalu dengan pertimbangan belum optimalnya pelaksanaan sembahyang Tri Sandhya di kelas masing-masing setiap pagi. Saat sembahyang Tri Sandhya di kelas, sejumlah siswa Hindu tidak melaksanakan kewajiban dengan baik. Itu berlangsung hampir pada semua kelas.

Sementara itu, guru yang mengajar pada jam pertama juga sering tidak mendampingi siswa ber-Tri Sandhya di kelas. “Guru kencing berdiri, murid kencing berlari”, demikianlah kata peribahasa. Mengatasi persoalan itu, sebagai Kepala Sekolah  saya berupaya mencari solusi dengan Program Canang Sari melibatkan siswa, guru, dan tenaga kependidikan secara bersama-sama.

Mengapa Canang Sari?

Pertama, setiap hari Pemangku Sekolah di Toska mengaturkan Canang Sari mengawali kegiatan pembelajaran seraya memohon penyertaan-Nya. Canang Sari adalah banten paling kecil tetapi paling lengkap unsur-unsurnya. Gebogan paling besar dan tinggi  sekali pun, paling  atas adalah Canang Sari. Tanpa Canang Sari, gebongan itu selain kurang menarik juga menjadi tidak lengkap. Dengan kalimat lain, Canang Sari adalah ringkasan utama dari banten gede. Ibarat paragraf kompleks, Canang Sari adalah ide pokoknya.

Siswa Toska melakukan puja trisandya sebelum mengikuti pelajaran di kelas | Foto: Dok. penulis 

Kedua, selain bermakna banten (baan enten ‘sadar’), Canang Sari dalam konteks Program Toska adalah akronim dari Mencari Tenang Setiap Hari. Ini dimaknai sebagai mendidik yang tidak mendadak. Mendidik tidak seperti lalah tabia, begitu digigit langsung terasa pedasnya. Perlu proses menjadi dan harus dikondisikan secara terus-menerus agar menjadi habitus yang pada akhirnya membatin sebagai karakater sesuai dengan semboyan Toska ; Wiweka Jaya Sadhu (arif bijaksana dalam memenangkan persaingan berdasarkan kebudayaan bangsa). Untuk mewujudkan hal itu, perlu dilakukan secara bersama-sama oleh siswa, guru, dan tenaga kependidikan.

Ketiga, selain sebagai banten terkecil terlengkap dan akronim, Canang Sari adalah kearifan lokal Bali yang perlu diangkat dan diperkenalkan kepada seluruh warga sekolah yang multikultural. Siswa, guru, dan tenaga kependidikan di Toska beragam dari segi suku, agama, sosial budaya, strata ekonomi, dan perbedaan lainnya. Dengan menjadikan Canang Sari sebagai program, di satu sisi memuliakan kearifan lokal, di sisi lain menasionalkan bahkan mengglobalkan Canang Sari di antara budaya-budaya besar dunia. Pembelajaran yang mem-Bali bagi keluarga besar Toska yang berasal dari luar Bali. “Datanglah kau ke Bali sebelum kau mati karena Bali Pulau Sorga. Sebelum kau mati, kau sudah masuk sorga”, demikian pujian yang dilekatkan pada Bali oleh para pelancong. Maka banggalah menjadi warga Toska di Bali.

Keempat, Canang Sari sebagai kearifan lokal dapat menjadi katalis antara budaya nasional dan budaya global sesuai dengan Trikon Ki Hadjar Dewantara. Dalam konteks Bali sebagai destinasi pariwisata dunia, warganya termasuk warga Toska bisa melanglang buana sampai ke ujung dunia, tanpa kehilangan jati diri ke-Bali-annya. Oleh karena itu, orang Bali harus menyadari dirinya sebagai sumber kreativitas. Canang Sari adalah sarana untuk memuja-Nya untuk menumbuhkan kesadaran diri dengan budaya disiplin positif.

Dalam praktik keseharian, Program Canang Sari di Toska dilaksanakan dengan mengadakan sembahyang Tri Sandhya bersama siswa, guru, dan tenaga kependidikan di lapangan sekolah dengan sikap berdiri, yang disebut pada asana. Oleh karena warga Toska tidak semuanya beragama Hindu, maka toleransi beragama pun tampak teraplikasi dengan sendirinya.

Paparan “Canang Sari” | Foto: dok penulis

Mereka yang beragama Hindu melaksanakan Puja Tri Sandhya,sedangkan yang non-Hindu berdoa dengan caranya masing-masing. Bahkan guru non Hindu membantu mengatur barisan secara tertib sehingga lantunan Puja Trisandhya pun berlangsung lebih khusuk merasuki seluruh anggota tubuh yang melantunkannnya. Gambaran toleransi beragama nyata tampak di Toska. “Mereka saling menghormati   dan saling menghargai hak asasi. Mereka bernaung di bawah Garuda Pancasila…”, seperti dipopulerkan Jamal Mirdad dalam lagu “Nusantaraku” karya A.Riyanto.

Sebagai Kepala Sekolah yang menginisiasi Program Canang Sari, saya pertama-tama membayangkan aura postif akan tervibrasi di tengah perbedaan yang saling menguatkan bila program ini dilaksanakan dengan sungguh-sunguh secara tulus ikhlas.

Keikhlasan melakukan Puja Tri Sandhya yang terdiri atas enam bait itu bila dilantunkan secara bersama-sama dengan suara penuh kesadaran (eling), tidak saja membuat pelantunnya tenang tetapi juga membuat aura sekolah dan sekitarnya positif. Bertemunya energi positif membuat lingkungan sekolah menjadi aman, nyaman, dan menyenangkan berkat warganya mengaturkan Canang Sari melatih diri dengan disiplin positif Mencari Tenang Setiap Hari.

 Selain itu, disiplin siswa, guru, dan tenaga kependidikan juga terpantau dari kehadiran dan keikutsertaan dalam Program Canang Sari. Kebersamaan juga menjadi atensi sebagai penguatan disiplin yang coba dimulai dengan mengondisikan suasana hati yang tenang dengan  kearifan lokal segilik seguluk selunglung sabayantaka. paras paros sarpa na ya. Berdasarkan sisi-sisi positif itulah, saya presentasikan Program Canang Sari sebagai bentuk Praktik Baik di hadapan 30 Kepala SMA se-Kabupaten Badung, pada Selasa, 29 Oktober 2024 di SMA Negeri 1 Abiansemal. Respon peserta secara umum positif.

Pada akhir puja Tri Sandhya, selaku Kepala Sekolah juga memberikan penguatan terkait dengan Program Canang Sari sebagai Gerakan disiplin bersama untuk melatih kesadaran diri sesuai dengan hakikat Pendidikan. Hakikat mendidik adalah mendidik diri-sendiri  menumbuhkan kesadaran untuk belajar sepanjang hayat. Hal ini selaras dengan 4 K dalam menumbuhkan budaya disiplin positif : Konsentrasi, Kesadaran, Kesabaran, dan Kebijaksanaan. Semua itu hanya dapat dilakukan dengan mengendalikan musuh-musuh dalam diri-sendiri.

Guru-guru Toska | Foto: dok penulis

Untuk mengendalikan musuh-musuh dalam diri, dapat dilakukan dengan menghargai dan berterima kasih kepada seluruh organ tubuh  dari ujung rambut sampai ujung kaki di bagian depan dan dari ujung kaki sampai ke ujung rambut di bagian belakang. Mengucapkan terima kasih dan mengirimkan energi positif ke seluruh bagian tubuh atas berfungsinya seluruh organ akan membangkitkan kesadaran, rasa eling dan waspada ke dalam diri. Bila hal itu dilakukan dengan penuh cinta kasih dan tekad kuat, selain akan menyehatkan juga dapat menginspirasi dan membangkitkan kreativitas dan inovasi.

Benar kata Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, “Orang Bali hendaknya menyadari dirinya  sebagai sumber kreativitas”. Dan, Program Canang Sari diniatkan untuk mengembangkan diri sesuai dengan semangat Merdeka Belajar. Hanya orang yang tenang jiwanya dapat belajar dengan sungguh-sungguh menggali mutiara ilmu di samudera luas. Inilah hakikat Program Canang Sari untuk menumbuhkan budaya positif dengan kesadaran diri. Ini selaras dengan puisi Chairil Anwar berjudul, “Doa” yang ditujukan kepada Pemeluk Teguh. “… Tuhanku, Di pintu-Mu aku mengetuk/Aku tak bisa berpaling”. [T]

BACA artikel lain dari penulis NYOMAN TINGKAT

Bincang Buku Karya Siswa Toska : Menulis Untuk Keabadian    
Maju Bersama Indonesia Raya | Catatan Bulan Bahasa di SMAN 2 Kuta Selatan
OSIS SMAN 2 Kuta dan SMAN 2 Kuta Selatan, Dari Diklatpim ke Wisata Spiritual   
Berguru ke Universitas Gadjah Mada Yogyakarta
Festival Tunas Bahasa Ibu : Bahasa, Aksara  dan Sastra Bali Makin Menyala
Tags: BudayaBudaya BaliPendidikanSMAN 2 Kuta Selatan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Syahdan, Kantin di FBS Undiksha “Hilang”, Mahasiswa Seperti Kehilangan Kasih Sayang

Next Post

Soesilo Toer, 100 Tahun Pramoedya Ananta Toer, dan Cerita Tak Biasa  di UWRF 2024

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Soesilo Toer, 100 Tahun Pramoedya Ananta Toer, dan Cerita Tak Biasa  di UWRF 2024

Soesilo Toer, 100 Tahun Pramoedya Ananta Toer, dan Cerita Tak Biasa  di UWRF 2024

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co