24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Maju Bersama Indonesia Raya | Catatan Bulan Bahasa di SMAN 2 Kuta Selatan

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
October 27, 2024
in Khas
Maju Bersama Indonesia Raya | Catatan Bulan Bahasa di SMAN 2 Kuta Selatan

Foto : Dayu Dena OSIS SMAN 2 Kuta Selatan

TIBA-TIBA saja saya ingat puisi berjudul “Menyesal” dari H. Hasjmy ketika saya membuka kegiatan Bulan Bahasa serangkaian Peringatan Sumpah Pemuda ke-96 di SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska, Jumat Kliwon Pujut, 25 Oktober 2024.   

Tiga baris terakhir puisi itu penuh pesan harapan kepada para pemuda. ‘… Kepada yang muda kuharap/Atur barisan di pagi hari/Menuju arah padang bakti”.

Dalam sejarahnya, Indonesia memang dilahirkan oleh pemuda pejuang yang embrionya dimulai dari tumbuhnya kesadaran Nasional sejak berdirinya organisasi modern yang bernama Boedi Oetomo. Sebuah organisasi yang didirikan oleh kaum muda literat dengan nama penuh wibawa, ber-taksu menurut kamus orang Bali. Betapa tidak, dari nama organisasinya saja, yang dipentingkan adalah keutamaan budi. Keutamaan budi hanya dimiliki oleh mereka yang memiliki kesadaran bersama untuk memerdekakan bangsanya dari kaum kolonial dengan menanggalkan sekat suku,agama,ras, dan antargolongan. Boedi Oetomo adalah Jalan Raya Kebangsaan menuju Indonesia Raya. 

Foto-foto oleh Dayu Dena, OSIS SMAN 2 Kuta Selatan

“Maju bersama Indonesia Raya” adalah tema Peringatan 96 Tahun Sumpah Pemuda, yang empat tahun lagi memasuki usia seabad. Tema ini menarik dikulik, di tengah gelombang tsunami informasi yang mahaderas. Pertama, memberikan pesan kepada generasi muda yang hari ini sedang belajar di kelas-kelas sekolah.

Kehadiran mereka di kelas hari ini adalah wajah Indonesia pada 2045, saat seabad Indonesia Merdeka. Maka tugas mereka adalah menyiapkan diri dengan sungguh-sungguh meniru para pemuda pejuang dengan semangat pantang menyerah merambah bacaan agar menjadi literat supaya tidak ada celah untuk dibohongi atau di-bully dengan informasi yang menyesatkan.

Kedua, sebagai refleksi dari semangat Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 yang mengimajinasikan Indonesia merdeka dengan Indonesia Raya. Kelak lagu  “Indonesia Raya”  ciptaan W.R. Supratman ini menjadi lagu kebangsaan.

Sedihnya, saat Indonesia diproklamasikan oleh Bung Karno, W.R. Supratman sudah meninggal dunia 7 tahun sebelum Indonesia Merdeka. Ia lahir 9 Maret 1903 dan meninggal dalam usia 35 tahun pada 17 Agustus 1938.  Namun, gema Indonesia Raya telah mendahului 17 tahun sebelum Proklamasi dibacakan Bung Karno.  

Ajakan W.R. Supratman tentang Indonesia Merdeka dengan membangun jiwa bangsa lebih dahulu sebelum membangun fisiknya. “…bangunlah jiwanya bangunlah badannya untuk Indonesia Raya…”.  Membangun jiwa bangsa tidak ada pilihan lain kecuali dengan pembangunan SDM melalui Pendidikan yang membebaskan. Pendidikan yang memerdekakan.

Ketiga, untuk mewujudkan tema Sumpah Pemuda ke-96 ini perlu kerja sama dan gotong royong yang padu dengan semangat kolaboratif bersama Tri Pusat Pendidikan. Pemerintah sesuai dengan kewenangannya sebagai guru wisesa akan menentukan masa depan Pendidikan Indonesia. Sekolah sudah tentu berada di garda terdepan menerjemahkan program  pemerintah dengan muatan Kurikulum yang berpihak kepada sang anak.

Foto-foto oleh Dayu Dena, OSIS SMAN 2 Kuta Selatan

Kurikulum yang menghamba kepada sang anak dengan keunikan masing-masing. Begitu pula orang tua dan masyarakat seyogyanya satu bahasa dalam mendukung pendidikan anak-anaknya. Penyatuan sikap dan bahasa itu adalah bagian dari upaya membumikan semangat Sumpah Pemuda yang dicita-citakan Muhammad Yamin.  Ki Hadjar Dewantara menyebutnya sebagai konsentris dalam ajaran Trikon-nya.

Demikianlah, ketika memperingati Hari Sumpah Pemuda, kita mesti menyebut dan memuliakan para pemuda yang gagah berani melawan kolonial Belanda. Dua nama yang monumental itu adalah Muhammad Yamin dan W.R. Supratman. Keduanya adalah pemuda yang literat dengan darah seni meng-Indonesia. W.R. Supratman menyiapkan Jalan Indonesia Raya yang dinyanyikan pertama kali pada 28 Oktober 1928.

Pencapaiannya sangat hebat dalam usia 28 tahun, W.R. Supratman telah memanggungkan syair lagunya dihadapan para pemuda dari berbagai daerah yang berkongres di Jakarta.  Sementara itu, Muhamad Yamin yang kala itu berusia 25 tahun  (lahir 24 Agustus 1903 dan meninggal 17 Oktober 1962) dan kawan-kawan menyiapkan puisi kebangsaan yang mahaakbar bernama Sumpah Pemuda.

Dengan merunut kesejarahan itu, sejak  Boedi Oetomo berdiri hingga Indonesia Merdeka bahkan hingga Reformasi bergulir 1998, peran pemuda selalu membakar api semangat. Pantang api Sumpah Pemuda dipadamkan, apalagi menjadi abu. Nyalanya harus dirawat generasi kini untuk menerangi wajah gelap informasi negatif yang dominan viral menutupi informasi yang benar dan tervalidasi. Sumpah Pemuda sebagai api suci kebangsaan  dilahirkan para pemuda literat yang meleburkan diri menjadi Indonesia, melepaskan identitas kesukuan melalui ikrar mahasakti :

Kami Putra dan Putri Indonesia
Mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia
Kami Putra dan Putri Indonesia
Mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia
Kami Putra dan Putri Indonesia
Menjunjung Bahasa persatuan, Bahasa Indoesia.

Sumpah Pemuda yang menjadi inspirasi kemerdekaan mengajak kita semua untuk melepaskan ego SARA demi Indonesia Jaya. Peta Jalan Indonesia Merdeka telah dibuka  kaum muda intelek literat dengan bacaan mahaluas sehingga berhasil melahirkan sari rasa kebangsaan dari saripati ke-Indonesia-an yang berbhineka. Perbedaan adalah jembatan emas menuju kemajuan Indonesia Merdeka. Kini, generasi muda  bisa bercermin dari semangat ini melalui aneka kegiatan sesuai dengan tema Sumpah Pemuda 2024, Maju Bersama Indonesia Raya.

Foto-foto oleh Dayu Dena, OSIS SMAN 2 Kuta Selatan

Di SMA Negeri 2 Kuta Selatan misalnya, tema itu diterjemahkan melalui aneka lomba, seperti Lomba Membaca Berita, Lomba Bercerita, Lomba Menulis Cerpen, Lomba Peragaan Busana Batik, dan Bincang Buku “Siswa Merdeka Menulis” sebagai produk  program Gelis Diksi (Gerakan Literasi bersama Pendidik dan Siswa).

Buku “Siswa Merdeka Menulis” adalah buku ketiga yang terbit di Toska pada 2024, setelah buku “Sekolah Penggerak : Sebuah Refleksi” oleh Kepala Sekolah (I Nyoman Tingkat) dan “Guru Merdeka Menulis” oleh guru-guru yang sudah dibedah menjelang Lustrum Toska pada 3 September 2024.

Pembedahnya Ida Bagus Wayan Widiasa Keniten (Sastrawan yang Pengawas SMA Provinsi Bali) dan Ida Bagus Pawana Suta (Sastrawan yang guru SMA Negeri 2 Semarapura, Klungkung)

Selain itu, bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda pada Senin, 28 Oktober 2024 juga dilaksanakan upacara bendera yang dirangkaikan dengan Pelantikan OSIS masa bakti 2024/2025.

OSIS SMA hari ini adalah wajah Indonesia 2045, yang diproyeksikan menjadi  generasi emas. Semoga Semangat Sumpah Pemuda selalu menjadi inspirasi mengisi dan mengasah diri agar tidak menyesal kelak sebagaimana diingatkan H. Hasjmy dalam puisi berjudul, “Menyesal”.

Kepada yang muda kuharap,
Atur barisan di pagi hari
Menuju arah padang bakti.

OSIS SMAN 2 Kuta dan SMAN 2 Kuta Selatan, Dari Diklatpim ke Wisata Spiritual   
Berguru ke Universitas Gadjah Mada Yogyakarta
Festival Tunas Bahasa Ibu : Bahasa, Aksara  dan Sastra Bali Makin Menyala
Tags: bulan bahasaPendidikanSMAN 2 Kuta Selatansumpah pemuda
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Memanen Hasil Belajar di Lokakarya Program Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 10 Kabupaten Buleleng

Next Post

Politik Uang Mengotori Demokrasi, Sampah Baliho Mengotori Bumi

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails

Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
April 8, 2026
0
Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

HARI itu, Jumat, 3 April 2026, menjadi hari yang tak biasa bagi siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam). Sehari...

Read moreDetails

Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

by Putu Gangga Pradipta
April 5, 2026
0
Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

MATAHARI baru saja beranjak dari peraduannya pada Kamis (2/4/2026), namun aspal di sepanjang jalan menuju Pura Segara, Buleleng, sudah mulai...

Read moreDetails

Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

by Helmi Y Haska
March 31, 2026
0
Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

TIGA buku terbaru menjadi pokok soal diskusi malam itu diselenggarakan Toko Buku Partikular di Pasar Suci, Denpasar, Sabtu, 28 Maret...

Read moreDetails

Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

by Dian Suryantini
March 24, 2026
0
Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

Minggu pagi, 8 Maret 2026, Pasar Intaran terasa agak beda. Biasanya, pasar ini nongkrong manis di pinggir pantai, tepat di...

Read moreDetails

Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

by Gading Ganesha
March 24, 2026
0
Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

Sabtu 21 Maret. Tepat pukul lima sore, saya tiba di SMA Negeri 1 Singaraja—dua belas jam sebelum Alumni Smansa Charity...

Read moreDetails

Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

by Agus Suardiana Putra
March 20, 2026
0
Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

SANG surya mulai turun mengistirahatkan diri setelah seharian bersinar, dan kegelapan perlahan menyelimuti bumi. Tibalah kita pada sandikala, waktu yang...

Read moreDetails
Next Post
Politik Uang Mengotori Demokrasi, Sampah Baliho Mengotori Bumi

Politik Uang Mengotori Demokrasi, Sampah Baliho Mengotori Bumi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co