24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bincang Buku Karya Siswa Toska : Menulis Untuk Keabadian    

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
October 29, 2024
in Khas
Bincang Buku Karya Siswa Toska : Menulis Untuk Keabadian    

Bincang Buku Karya Siswa Toska : Menulis Untuk Keabadian

SENIN Pon Pahang, 28 Oktober 2024, dalam rangka memperingati 96 Tahun  Sumpah Pemuda, SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) menggelar acara bincang buku karya siswa. Sebuah antologi karya 41 siswa Toska dibincangkan oleh dua guru SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Dewa Ayu Candra Kirana dan Made Santiasa, dimoderatori oleh Made Segiri Putra. Bincang buku berlangsung dua jam itu menarik perhatian dan menggugah para siswa bertanya terkait trik dan tantangan melahirkan tulisan serta solusinya.

Bagi siswa SMA Negeri 2 Kuta Selatan, buku antologi ini adalah buku ketiga. Buku pertama berjudul “Pandemi : Antara Fakta dan Fiksi” (2021), Antologi Puisi (2022), dan “Siswa Merdeka Menulis” (2024) berkisah tentang pengalaman siswa. Bincang Buku karya siswa oleh guru adalah ciri pemerlain bagi Toska memperingati 96 Tahun Sumpah Pemuda, yang dirangkaikan dengan Lomba Membaca Berita, Lomba Bercerita, Lomba Menulis Cepen, Lomba Peragaan Busana Batik bagi para siswa, di samping Pelanikan Pengurus OSIS dan Musyawarah Perwakilan Kelas (MPK) masa bakti 2024/2025.

Acara Bincang Buku serangkaian 96 Sumpah Pemuda menarik dicermati karena beberapa alasan.

Pertama, Kebijakan Toska merelasikan Program Gelis Diksi (Gerakan Literasi bersama Pendidik dan Siswa)  dengan semangat Sumpah Pemuda. Terimplisit maksud, mengambil inspirasi semangat pemuda yang berjuang dengan gigih secara literat dengan bacaan yang mahaluas sebagai bekal mewujudkan Indonesia Merdeka yang dicita-citakan bersama para kaum muda dari berbagai daerah dengan menanggalkan SARA. Melalui bacaan yang luas, para pemuda dari berbagai daerah membangun kesadaran nasionalisme secara kolektif. Ada keyakinan yang ditumbuhkan dan dibangkitkan bersama pasti bisa.

Kedua, membayangkan wajah Indonesia Emas pada 2045 saat seabad Kemerdekaan Republik Indonesia melalui aplikasi Program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang di Toska disebut Gelis Diksi. Kebersamaan pendidik dan siswa dalam mengembangkan literasi akan mempercepat proses menjadi literat sebagaimana yang telah dicontohkan kaum muda tempo doeloe sebelum Indonesia Merdeka. Kaum muda tempo doeloe tidak mengenal gerakan literasi tetapi telah muncul kesadaran literasi yang terbukti dari kemampuannya merumuskan Sumpah Pemuda yang menjadi puisi kebangsaan hingga kini.

Ketiga, memanggungkan guru dan siswa dalam pergulatan akademik fase awal. Memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada guru Toska sebagai narasumber terkait produk literasi yang dihasilkan siswa. Tidak tertutup pula peluang untuk memuliakan karya siswa sebagai bahan ajar dengan bahasanya sendiri. Manfaatnya, siswa merasa dihargai dan berpeluang untuk menghasilkan narasi yang lebih bernas. Guru juga dapat berguru pada murid sekaligus ujian bagi guru sepanggung dengan siswanya disaksikan oleh siswa dari sekolah lain yang diundang (Peserta Ekstrakurikuler Jurnalistik SMAN 2 Kuta).

Mencari guru dengan kesadaran diri membincangkan karya para siswanya ternyata tidak mudah. Dari 3 guru yang saya minta menjadi pembahas secara panel, hanya dua orang yang bersedia. Mereka yang tidak bersedia beralasan belum punya pengalaman padahal saya menyiapkan panggung untuk membuat pengalaman.

Namun demikian, saya bersyukur, dua guru yang membincangkan buku ini menguasai medan literasi walaupun baru tahap awal. Setidaknya, pembahas dan moderator telah dibukukan karyanya dalam buku “Guru Merdeka Menulis” yang dibedah pada akhir Agustus 2024 menjelang Lustrum Toska. Segiri Putra yang guru Matematika berhasil menjadi moderator dengan baik dan merangsang pembahas mengeluarkan ketajaman analisisnya terhadap narasi produksi para siswa.

Dewa Ayu Candra Kirana yang guru Bahasa Indonesia juga berhasil mengulik karya para siswa dengan pendekatan pragmatik. Ia menekankan seorang penulis diharapkan mampu menyampaikan pesan sesuai dengan maksud penulisnya. Maka, penulis perlu membangun dialog dengan dirinya sendiri atau dengan orang lain sebagai pembaca awal bagi teks yang dibuat. “Suruh teman lain membaca tulisan yang kita buat untuk menilainya. Bila perlu lebih dari satu orang untuk menanggapinya. Dari situ akan diperoleh masukan dan penilaian, layak tidaknya tulisan itu tayang secara on line atau cetak”, demikian kata Candra Kirana yang  mengaku segera menerbitkan novel dan telah melahirkan 5 cerpen.

Pengakuan Candra Kirana ini memberikan vibrasi positip bagi tumbuh suburnya semangat Gelis Diksi di Toska. Kemampuannya menulis Cerpen dan Novel berelasi dengan darah seni yang mengalirkan jiwa Candra Kirana hingga berhasil melahirkan Tari Ambar Sisya dan Tari Jagat Nusantara sebagai produk Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P-5) dalam tema keanekaragamana budaya. Baik produk tulisan dan tari sesungguhnya adalah karya seni yang mensyaratkan adanya komposisi. Ibarat seni fotografi, memenuhi semua bidang secara simetris berkeseimbangan yang mengesankan hubungan harmonis secara artistik.

Model demikian pula yang ditangkap Made Santiasa yang mencoba membaca karya pengalaman siswa Toska dari sudut pandang seni lukis. Seperti halnya, seni fotografi, sebuah lukisan yang baik perlu komposisi yang simetris agar tampak estetis selain perpaduan warna yang menarik sesuai dengan karakter yang digambarkan. Oleh karena itu, pilihan tema dalam lukisan, mirip dengan pilihan tema dalam tulisan. Seorang pelukis bisa meringkas isi teks dengan sebuah lukisan yang indah berdasarkan interpretasi secara subjektif, tentunya. Itulah yang memberikan ruang gerak apresiasi secara demokratis. Jadi, baik menulis maupun melukis, adalah latihan membangun  semangat demokrasi dengan warna perbedaan yang tidak perlu dipertentangkan, tetapi ditempatkan secara proporsional memberikan warna keindahan yang mencerahkan.

“Tulisan yang baik memenuhi kaidah-kaidah seni pada umumnya. Karena menulis pada hakikatnya adalah seni menuangkan ide bermodalkan kelincahan gerak memainkan kata-kata. Ibarat penari, ia menguasai medan yang mampu memukau penonton tanpa meninggalkan penari sebelum tarian berakhir. Begitu pula tulisan yang baik, mampu menggugah pembacanya suntuk menyelesaikan membaca sampai tuntas,” demikian Santiasa menggugah siswa yang bersemangat menyimak dari awal sampai akhir.

Acara bincang buku ini mendapat tanggapan beragam dari para siswa sebagai bentuk apresiasi terhadap produk Program Gelis Diksi Toska. Ada yang menyebut buku “Siswa Merdeka Menulis” ini keren dan menarik dengan isi beragam. Toska patut bersyukur punya Program Gelis Diksi yang melahirkan sejumlah buku dalam usia lima tahun. Di sini yang menulis buku adalah Kepala Sekolah, guru, dan siswa. Literasi bukan dalam umbaran kata-kata pemanis bibir untuk mendapatkan follower demi power. Literasi diwujudkan dalam bangunan Candi Bahasa sebagai monumen abadi, sebagai mana disebutkan peribahasa, harimau mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan nama karena karyanya.

Dalam konteks ini pantas diapresiasi puisi Wiji Thukul berjudul “puisi untuk adik” dalam Kumpulan Nyanyian Akar Rumput (2019).  Bait terakhir puisinya begini ;

apakah nasib kita akan terus seperti
sepeda rongsokan karatan itu ?
o… tidak, dik
kita harus membaca lagi
agar bisa menuliskan isi kepala
dan memahami dunia

Begitulah         Wiji     Thukul yang dinyatakan hilang pada akhir Orde Baru sampai kini belum ditemukan tetapi namanya abadi dan terus diapresiasi karya puisinya sebagai cermin zaman. “Tanpa menulis, kau akan hilang dari pusaran sejarah,” tulis Pramudya Ananta Toer. [T]

BACA artikel lain dari penulis NYOMAN TINGKAT

Maju Bersama Indonesia Raya | Catatan Bulan Bahasa di SMAN 2 Kuta Selatan
OSIS SMAN 2 Kuta dan SMAN 2 Kuta Selatan, Dari Diklatpim ke Wisata Spiritual   
Berguru ke Universitas Gadjah Mada Yogyakarta
Festival Tunas Bahasa Ibu : Bahasa, Aksara  dan Sastra Bali Makin Menyala
Tags: BukuPendidikanSMAN 2 Kuta Selatansumpah pemuda
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Berawal dari Musik, Puisi, Lalu Puisi-Musik: Perjumpaan Pertama dengan Tan Lioe Ie

Next Post

Ketika Cinta Seni Bersemi di Jakarta Design Center

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails
Next Post
Ketika Cinta Seni Bersemi di Jakarta Design Center

Ketika Cinta Seni Bersemi di Jakarta Design Center

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co