23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bincang Buku Karya Siswa Toska : Menulis Untuk Keabadian    

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
October 29, 2024
in Khas
Bincang Buku Karya Siswa Toska : Menulis Untuk Keabadian    

Bincang Buku Karya Siswa Toska : Menulis Untuk Keabadian

SENIN Pon Pahang, 28 Oktober 2024, dalam rangka memperingati 96 Tahun  Sumpah Pemuda, SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) menggelar acara bincang buku karya siswa. Sebuah antologi karya 41 siswa Toska dibincangkan oleh dua guru SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Dewa Ayu Candra Kirana dan Made Santiasa, dimoderatori oleh Made Segiri Putra. Bincang buku berlangsung dua jam itu menarik perhatian dan menggugah para siswa bertanya terkait trik dan tantangan melahirkan tulisan serta solusinya.

Bagi siswa SMA Negeri 2 Kuta Selatan, buku antologi ini adalah buku ketiga. Buku pertama berjudul “Pandemi : Antara Fakta dan Fiksi” (2021), Antologi Puisi (2022), dan “Siswa Merdeka Menulis” (2024) berkisah tentang pengalaman siswa. Bincang Buku karya siswa oleh guru adalah ciri pemerlain bagi Toska memperingati 96 Tahun Sumpah Pemuda, yang dirangkaikan dengan Lomba Membaca Berita, Lomba Bercerita, Lomba Menulis Cepen, Lomba Peragaan Busana Batik bagi para siswa, di samping Pelanikan Pengurus OSIS dan Musyawarah Perwakilan Kelas (MPK) masa bakti 2024/2025.

Acara Bincang Buku serangkaian 96 Sumpah Pemuda menarik dicermati karena beberapa alasan.

Pertama, Kebijakan Toska merelasikan Program Gelis Diksi (Gerakan Literasi bersama Pendidik dan Siswa)  dengan semangat Sumpah Pemuda. Terimplisit maksud, mengambil inspirasi semangat pemuda yang berjuang dengan gigih secara literat dengan bacaan yang mahaluas sebagai bekal mewujudkan Indonesia Merdeka yang dicita-citakan bersama para kaum muda dari berbagai daerah dengan menanggalkan SARA. Melalui bacaan yang luas, para pemuda dari berbagai daerah membangun kesadaran nasionalisme secara kolektif. Ada keyakinan yang ditumbuhkan dan dibangkitkan bersama pasti bisa.

Kedua, membayangkan wajah Indonesia Emas pada 2045 saat seabad Kemerdekaan Republik Indonesia melalui aplikasi Program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang di Toska disebut Gelis Diksi. Kebersamaan pendidik dan siswa dalam mengembangkan literasi akan mempercepat proses menjadi literat sebagaimana yang telah dicontohkan kaum muda tempo doeloe sebelum Indonesia Merdeka. Kaum muda tempo doeloe tidak mengenal gerakan literasi tetapi telah muncul kesadaran literasi yang terbukti dari kemampuannya merumuskan Sumpah Pemuda yang menjadi puisi kebangsaan hingga kini.

Ketiga, memanggungkan guru dan siswa dalam pergulatan akademik fase awal. Memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada guru Toska sebagai narasumber terkait produk literasi yang dihasilkan siswa. Tidak tertutup pula peluang untuk memuliakan karya siswa sebagai bahan ajar dengan bahasanya sendiri. Manfaatnya, siswa merasa dihargai dan berpeluang untuk menghasilkan narasi yang lebih bernas. Guru juga dapat berguru pada murid sekaligus ujian bagi guru sepanggung dengan siswanya disaksikan oleh siswa dari sekolah lain yang diundang (Peserta Ekstrakurikuler Jurnalistik SMAN 2 Kuta).

Mencari guru dengan kesadaran diri membincangkan karya para siswanya ternyata tidak mudah. Dari 3 guru yang saya minta menjadi pembahas secara panel, hanya dua orang yang bersedia. Mereka yang tidak bersedia beralasan belum punya pengalaman padahal saya menyiapkan panggung untuk membuat pengalaman.

Namun demikian, saya bersyukur, dua guru yang membincangkan buku ini menguasai medan literasi walaupun baru tahap awal. Setidaknya, pembahas dan moderator telah dibukukan karyanya dalam buku “Guru Merdeka Menulis” yang dibedah pada akhir Agustus 2024 menjelang Lustrum Toska. Segiri Putra yang guru Matematika berhasil menjadi moderator dengan baik dan merangsang pembahas mengeluarkan ketajaman analisisnya terhadap narasi produksi para siswa.

Dewa Ayu Candra Kirana yang guru Bahasa Indonesia juga berhasil mengulik karya para siswa dengan pendekatan pragmatik. Ia menekankan seorang penulis diharapkan mampu menyampaikan pesan sesuai dengan maksud penulisnya. Maka, penulis perlu membangun dialog dengan dirinya sendiri atau dengan orang lain sebagai pembaca awal bagi teks yang dibuat. “Suruh teman lain membaca tulisan yang kita buat untuk menilainya. Bila perlu lebih dari satu orang untuk menanggapinya. Dari situ akan diperoleh masukan dan penilaian, layak tidaknya tulisan itu tayang secara on line atau cetak”, demikian kata Candra Kirana yang  mengaku segera menerbitkan novel dan telah melahirkan 5 cerpen.

Pengakuan Candra Kirana ini memberikan vibrasi positip bagi tumbuh suburnya semangat Gelis Diksi di Toska. Kemampuannya menulis Cerpen dan Novel berelasi dengan darah seni yang mengalirkan jiwa Candra Kirana hingga berhasil melahirkan Tari Ambar Sisya dan Tari Jagat Nusantara sebagai produk Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P-5) dalam tema keanekaragamana budaya. Baik produk tulisan dan tari sesungguhnya adalah karya seni yang mensyaratkan adanya komposisi. Ibarat seni fotografi, memenuhi semua bidang secara simetris berkeseimbangan yang mengesankan hubungan harmonis secara artistik.

Model demikian pula yang ditangkap Made Santiasa yang mencoba membaca karya pengalaman siswa Toska dari sudut pandang seni lukis. Seperti halnya, seni fotografi, sebuah lukisan yang baik perlu komposisi yang simetris agar tampak estetis selain perpaduan warna yang menarik sesuai dengan karakter yang digambarkan. Oleh karena itu, pilihan tema dalam lukisan, mirip dengan pilihan tema dalam tulisan. Seorang pelukis bisa meringkas isi teks dengan sebuah lukisan yang indah berdasarkan interpretasi secara subjektif, tentunya. Itulah yang memberikan ruang gerak apresiasi secara demokratis. Jadi, baik menulis maupun melukis, adalah latihan membangun  semangat demokrasi dengan warna perbedaan yang tidak perlu dipertentangkan, tetapi ditempatkan secara proporsional memberikan warna keindahan yang mencerahkan.

“Tulisan yang baik memenuhi kaidah-kaidah seni pada umumnya. Karena menulis pada hakikatnya adalah seni menuangkan ide bermodalkan kelincahan gerak memainkan kata-kata. Ibarat penari, ia menguasai medan yang mampu memukau penonton tanpa meninggalkan penari sebelum tarian berakhir. Begitu pula tulisan yang baik, mampu menggugah pembacanya suntuk menyelesaikan membaca sampai tuntas,” demikian Santiasa menggugah siswa yang bersemangat menyimak dari awal sampai akhir.

Acara bincang buku ini mendapat tanggapan beragam dari para siswa sebagai bentuk apresiasi terhadap produk Program Gelis Diksi Toska. Ada yang menyebut buku “Siswa Merdeka Menulis” ini keren dan menarik dengan isi beragam. Toska patut bersyukur punya Program Gelis Diksi yang melahirkan sejumlah buku dalam usia lima tahun. Di sini yang menulis buku adalah Kepala Sekolah, guru, dan siswa. Literasi bukan dalam umbaran kata-kata pemanis bibir untuk mendapatkan follower demi power. Literasi diwujudkan dalam bangunan Candi Bahasa sebagai monumen abadi, sebagai mana disebutkan peribahasa, harimau mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan nama karena karyanya.

Dalam konteks ini pantas diapresiasi puisi Wiji Thukul berjudul “puisi untuk adik” dalam Kumpulan Nyanyian Akar Rumput (2019).  Bait terakhir puisinya begini ;

apakah nasib kita akan terus seperti
sepeda rongsokan karatan itu ?
o… tidak, dik
kita harus membaca lagi
agar bisa menuliskan isi kepala
dan memahami dunia

Begitulah         Wiji     Thukul yang dinyatakan hilang pada akhir Orde Baru sampai kini belum ditemukan tetapi namanya abadi dan terus diapresiasi karya puisinya sebagai cermin zaman. “Tanpa menulis, kau akan hilang dari pusaran sejarah,” tulis Pramudya Ananta Toer. [T]

BACA artikel lain dari penulis NYOMAN TINGKAT

Maju Bersama Indonesia Raya | Catatan Bulan Bahasa di SMAN 2 Kuta Selatan
OSIS SMAN 2 Kuta dan SMAN 2 Kuta Selatan, Dari Diklatpim ke Wisata Spiritual   
Berguru ke Universitas Gadjah Mada Yogyakarta
Festival Tunas Bahasa Ibu : Bahasa, Aksara  dan Sastra Bali Makin Menyala
Tags: BukuPendidikanSMAN 2 Kuta Selatansumpah pemuda
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Berawal dari Musik, Puisi, Lalu Puisi-Musik: Perjumpaan Pertama dengan Tan Lioe Ie

Next Post

Ketika Cinta Seni Bersemi di Jakarta Design Center

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
Ketika Cinta Seni Bersemi di Jakarta Design Center

Ketika Cinta Seni Bersemi di Jakarta Design Center

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co