20 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menelisik Napas Puisi di Bali, Ketika Kata-Kata Bertahan Melawan Zaman

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
July 20, 2026
in Khas
Menelisik Napas Puisi di Bali, Ketika Kata-Kata Bertahan Melawan Zaman

Pertemuan bertajuk "Penyair dan Ketangguhan Kata: Menelisik Napas Puisi di Bali" di Beranda Pustaka Festival Seni Bali Jani 2026 | Foto: Istimewa

DI Beranda Pustaka Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII tahun 2026 yang dipenuhi percakapan hangat pada Sabtu (18/7), para penyair dari berbagai generasi duduk melingkar tanpa sekat. Tak ada gegap gempita panggung atau sorot lampu pertunjukan. Yang terdengar justru kisah-kisah tentang kegelisahan, proses kreatif, dan keyakinan bahwa puisi masih memiliki tempat di tengah dunia yang semakin bising oleh arus digital.

Pertemuan bertajuk “Penyair dan Ketangguhan Kata: Menelisik Napas Puisi di Bali” itu mempertemukan alumni Sanggar Minum Kopi (SMK) dengan penyair lintas generasi. Mereka tidak sekadar membahas buku-buku puisi terbaru, tetapi juga menelusuri perjalanan sastra Bali yang tumbuh dari ruang-ruang komunitas hingga akhirnya menemukan pembacanya melalui halaman-halaman buku. Diskusi ini juga mengajukan pertanyaan yang terus relevan: Masih layakkah puisi diperjuangkan di era sekarang?

Jawaban atas pertanyaan itu tidak disampaikan melalui teori-teori yang rumit. Ia lahir dari pengalaman para penyair yang telah bertahun-tahun menulis, menerbitkan karya, sekaligus membangun ekosistem sastra. Bagi mereka, puisi bukan sekadar rangkaian kata indah, melainkan cara memahami zaman dan merawat kepekaan.

Percakapan kemudian mengalir menuju jejak Sanggar Minum Kopi, sebuah komunitas yang telah menjadi salah satu simpul penting dalam perjalanan sastra Bali.

Didirikan pada Juni 1985 oleh Sthiraprana Duarsa, Dige Amertha, dan Boping Suryadi, Sanggar Minum Kopi lahir dari kegelisahan tiga mahasiswa Universitas Udayana terhadap kehidupan sastra pada masanya. Dari ruang perjumpaan yang sederhana, sanggar itu berkembang menjadi tempat belajar bersama bagi penyair, pembaca puisi, dan pelaku seni, sekaligus melahirkan banyak nama yang kemudian memberi warna dalam perkembangan sastra Indonesia.

Pertemuan bertajuk “Penyair dan Ketangguhan Kata: Menelisik Napas Puisi di Bali” di Beranda Pustaka Festival Seni Bali Jani 2026 | Foto: Istimewa

Perjalanan komunitas tersebut juga tidak dapat dipisahkan dari sosok Umbu Landu Paranggi. Melalui dorongannya, sastra dipahami bukan sebagai kerja yang sunyi dan individual, melainkan praktik kolektif yang terus dirawat bersama. Forum apresiasi puisi digelar secara rutin setiap pekan, mempertemukan pembacaan karya, diskusi, hingga kritik sastra yang berlangsung terbuka.

Tradisi itu terus hidup melalui kehadiran para pinisepuh, Umbu Landu Paranggi dan Frans Nadjira, yang secara berkala datang mendampingi anggota sanggar. Dari ruang-ruang sederhana itulah lahir semangat berkesenian yang terus diwariskan lintas generasi.

Kehadiran para alumni bersama penyair muda dalam diskusi ini menjadi penanda bahwa sastra tidak pernah berhenti pada satu angkatan. Ia terus bergerak melalui perjumpaan, dialog, dan kesediaan untuk saling belajar.

Di tengah perubahan zaman, para penyair juga berbagi pengalaman tentang bagaimana kegelisahan perlahan berubah menjadi buku puisi. Menurut mereka, menulis puisi hari ini tidak berhenti pada proses kreatif semata. Sebuah buku lahir melalui tahapan panjang, mulai dari pemilihan tema, penyuntingan, hingga memikirkan cara agar karya dapat menemukan pembacanya, baik melalui media cetak maupun platform digital.

Mereka memandang proses tersebut sebagai ikhtiar menangkap denyut kehidupan, lalu menerjemahkannya ke dalam bahasa puitis yang berakar pada kebudayaan Bali, namun tetap terbuka terhadap realitas modern.

Bagi para penyair, pekerjaan mereka bukan sekadar merangkai kata-kata. Menulis puisi membutuhkan ketekunan, disiplin, dan kesabaran. Di balik setiap larik terdapat proses panjang yang sering kali tidak terlihat oleh pembaca.

Suasana diskusi yang cair membuat pembahasan meluas pada posisi puisi sebagai praktik kebudayaan. Puisi dipandang tidak hanya menghadirkan keindahan bahasa, tetapi juga menjadi ruang untuk menyimpan ingatan kolektif, merekam perubahan zaman, dan menjembatani dialog antargenerasi.

Pertemuan bertajuk “Penyair dan Ketangguhan Kata: Menelisik Napas Puisi di Bali” di Beranda Pustaka Festival Seni Bali Jani 2026 | Foto: Istimewa

Di tengah derasnya arus informasi yang serba cepat, para peserta justru melihat puisi semakin relevan. Ketika dunia bergerak semakin tergesa, puisi menghadirkan kesempatan bagi manusia untuk berhenti sejenak, merenung, dan kembali menemukan kedalaman pengalaman hidup.

Mereka juga melihat buku puisi sebagai artefak budaya yang merekam cara suatu masyarakat memahami zamannya. Pada saat yang sama, penyair masa kini tidak menutup diri terhadap perkembangan teknologi. Media sosial, visual, hingga berbagai platform digital dimanfaatkan sebagai ruang baru untuk memperluas jangkauan pembaca tanpa kehilangan kedalaman karya.

Namun, satu hal yang dianggap tetap menjadi fondasi adalah komunitas. Pengalaman Sanggar Minum Kopi menunjukkan bahwa ekosistem sastra bertahan bukan semata karena hadirnya buku-buku baru, melainkan karena adanya ruang perjumpaan yang terus mempertemukan penyair, pembaca, dan penikmat sastra dalam tradisi berdiskusi, membaca karya, saling mengkritik, dan melakukan regenerasi.

Menjelang akhir diskusi, optimisme terasa memenuhi ruangan. Di tengah berbagai perubahan, para peserta meyakini puisi akan selalu menemukan jalannya sendiri. Selama manusia masih memiliki perasaan, kegelisahan, dan harapan, selama itu pula puisi akan tetap hidup.

Bagi para penyair Bali, memperjuangkan puisi bukan semata-mata demi memperoleh panggung atau pengakuan. Yang jauh lebih penting adalah menjaga bahasa, merawat kepekaan, dan menghadirkan ruang refleksi bagi masyarakat.

“Puisi tidak akan pernah mati selama masih ada penyair yang berani jujur pada keresahannya dan pembaca yang mau meluangkan waktu untuk berhenti sejenak dan merenung,” pungkas moderator diskusi, Wayan Juniartha.[T]

Sumber/Penulis: Rilis/Nyoman Budarsana
Editor: Jaswanto

Tags: Beranda PustakaFestival Bali Janifestival seni bali jani 2026
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Lomba Lagu Pop Bali Festival Seni Bali Jani VIII 2026 Bak “Perang Bintang”

Next Post

Nasib Antek-Antek Ronaldo dan Real Madrid di Piala Dunia 2026

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
0
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

Read moreDetails

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
0
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

Read moreDetails

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
0
Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

Read moreDetails
Next Post
Nasib Antek-Antek Ronaldo dan Real Madrid di Piala Dunia 2026

Nasib Antek-Antek Ronaldo dan Real Madrid di Piala Dunia 2026

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali
Budaya

Puncak Minikino Film Week 12: Rayakan Pemenang Penghargaan Utama, Dorong Industri Film Pendek, dan Perkuat Edukasi Generasi Muda di Bali

Perhelatan festival film pendek internasional Minikino Film Week 12 (MFW12) yang diselenggarakan oleh Yayasan Kino Media sukses digelar pada 11–18 September 2026 di Bali....

by Rusdy Ulu
September 20, 2026
Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikir Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire
Esai

Pendidikan yang Membebaskan: Membaca Kembali Pemikir Ki Hadjar Dewantara dan Paulo Freire

PENDIDIKAN terlalu sering kita pahami sebatas kegiatan mengajar. Guru menjelaskan, siswa mendengarkan, mengerjakan tugas, dan mengikuti ujian. Keberhasilan belajar pun...

by I Kadek Adhi Dwipayana
September 20, 2026
Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek
Esai

Kolaborasi Tari Sanghyang Jaran dengan Genjek

WALAUPUN Desa Adat Kutuh di wilayah Kuta Selatan termasuk desa kecil, desa ini memiliki pagar spiritual di setiap tapal batasnya...

by I Nyoman Tingkat
September 20, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

PEMIMPIN SAKIT JIWA MENURUT HINDU DHARMA

— Sugi Lanus, Catatan Harian, 20 September 2026 * Vāk-Pāruṣya (Sanskerta: वाक्पारुष्य) secara harfiah diterjemahkan sebagai "kekerasan verbal", "kata-kata kasar",...

by Sugi Lanus
September 20, 2026
Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3
Budaya

Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2026: DKI Jakarta Terbaik 1, Jawa Timur Terbaik 2, Bali Terbaik 3

JAKARTA – TATKALA.CO –  Pasangan dari Provinsi DKI Jakarta, Adventhius Immanuel Karo Karo dan Dania Zahra Ayusti, resmi dinobatkan sebagai...

by tatkala
September 20, 2026
Birokrasi Bisik-Bisik — Catatan Seorang Jurnalis
Buku Tatkala

Birokrasi Bisik-Bisik — Catatan Seorang Jurnalis

Judul: Birokrasi Bisik-Bisik --- Catatan Seorang Jurnalis Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: I Ketut Parwata ISBN: Masih dalam proses...

by Buku Tatkala
September 20, 2026
Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma
Ulas Rupa

Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma

Menelisik foto karya yang tampak pada pameran, bidang kanvas dipenuhi figur-figur wayang, makhluk mitologis, ornamen, tetumbuhan, dan jaringan garis yang...

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026
Khas

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
Ketika Logika Mengaburkan Jati Diri – [Refleksi Lagu ”The Logical Song” karya Supertramp]
Ulas Musik

Ketika Logika Mengaburkan Jati Diri – [Refleksi Lagu ”The Logical Song” karya Supertramp]

ADA suatu fase dalam kehidupan manusia ketika dunia terasa sederhana dan penuh makna. Masa kecil adalah ruang di mana pengalaman...

by Ahmad Sihabudin
September 20, 2026
Himpunan Perupa Payangan Perluas Eksplorasi Artistik, Gelar Pameram Bersama di Santrian Art Gallery, Sanur
Pameran

Himpunan Perupa Payangan Perluas Eksplorasi Artistik, Gelar Pameram Bersama di Santrian Art Gallery, Sanur

Sore itu, suasana hotel sudah semakin gelap. Pameran bertajuk “Udhar Banda Karma: Unshackling the Karma of Tradition” belum juga dibuka....

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026
Panggung

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
Pengurus KPBU Dikukuhkan —Bupati Buleleng Dukung Perempuan Bali Utara yang Berdaya, Bergerak dan Berdampak
Budaya

Pengurus KPBU Dikukuhkan —Bupati Buleleng Dukung Perempuan Bali Utara yang Berdaya, Bergerak dan Berdampak

BULELENG | TATKALA.CO -- Barisan perempuan duduk berderet dengan gaung berwarna krem dan riasan diri yang lengkap. Perempuan-perempuan itu tampak...

by Rusdy Ulu
September 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co