31 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Nasib Antek-Antek Ronaldo dan Real Madrid di Piala Dunia 2026

Rusdy Ulu by Rusdy Ulu
July 20, 2026
in Esai
Nasib Antek-Antek Ronaldo dan Real Madrid di Piala Dunia 2026

Ilustrasi dari penulis

ISTILAH antek-antek Ronaldo bukan saya yang bikin. Saya mencurinya dari unggahan akun virdian_aurellio di media sosial. Waktu Argentina comeback melawan Inggris di semifinal, dia menulis, “Biasakan menonton Messi sampai menit terakhir.”

Saya baca itu sambil menarik napas panjang. Saya ada di lokasi nobar saat itu, melihat para decul (istilah untuk antek-antek Messi dan Barcelona) itu berjingkrak-jingkrak dan berteriak di depan mata kita. Sambil mengejek dengan muka songongnya.

Sebagai fans Real Madrid, saya sebenarnya sudah mulai kena mental sejak beberapa hari sebelumnya. Saat Mbappe bersama Prancis tumbang di tangan Spanyol. Mbappe adalah pemain Real Madrid dari Prancis, mendukung Prancis sama dengan mendukung Real Madrid. Akan tetapi, harapan terakhir untuk menghentikan Argentina ikut ambruk.

Portugal sudah gugur sejak babak 16 besar, dihentikan oleh Spanyol dengan skor 1-0.

Yang bikin tambah pening, Spanyol yang kini masuk final ini bukan Spanyol sembarangan. Di sana ada Lamine Yamal—bocah tengil sekaligus pemain Barcelona yang sedang ingin menyaingi Ronaldo dan Mpappe.

Spanyol masuk final setelah mengalahkan Prcancis. Di Squad Spanyol saat ini banyak pemain Barcelona. Ada pemain Atletico Madrid juga—dua club rival Real Madrid. Pokoknya kalau fans Real Madrid melihat susunan pemain Spanyol, rasanya seperti lagi buka daftar musuh.

Tidak bisa dimungkiri, secara tidak langsung di Piala Dunia 2026 ini, pertarungan fans Madrid dan fans Barcelona terjadi. Ada irisan antara pendukung kedua club itu dengan keberpihakan pada negara yang bermain di Piala Dunia 2026. Kalau pun bukan antara kedua club ini, maka irisan yang terjadi yaitu di antara antek-antek Ronaldo dan antek-antek Messi.

Saya ini fans Real Madrid. Fans Ronaldo juga. Tentu akan memilih portugal, dan akan menolak mendukung Argentina juga negara-negara yang diisi oleh pemain Barcelona. Sebab, rivalitas antara Real Madrid dan Barcelona ini abadi seperti sajak-sajak Sapardi.

Tahun lalu Madrid puasa gelar. Di Piala Dunia kali ini para pemain Madrid juga berguguran satu per satu. Mau cari hiburan ke mana lagi coba? Begitu Portugal tersingkir, penderitaan belum selesai. Justru di situlah masalah baru dimulai. Karena setelah tim kesayangan pulang, muncul pertanyaan yang lebih sulit daripada soal ujian matematika.

Sekarang dukung siapa?

Yang jelas, bukan Argentina. Kalau mendukung Argentina, siap-siap jadi korban bullying satu tongkrongan, bahkan ke mana pun kita pergi. Ini soal harga diri. Lebih baik tidak mendukung siapa-siapa dari pada harus dukung Messi.

Dan akhirnya saya mengamati. Ada tiga tipe antek-antek Ronaldo belakangan ini. Dan ini yang bisa dilakukan sepertinnya. Bahkan setelah Piala Dunia 2026 ini berakhir. Ini dia.

Pertama, ahli teori konspirasi

Inilah fase paling produktif. Tiba-tiba semua orang berubah jadi analis FIFA.

Ada yang mulai menghitung bagan turnamen. Ada yang membandingkan jalur Portugal dengan jalur Argentina. Ada yang menghitung jumlah peluit wasit. Ada yang menghitung berapa kali Messi lolos VAR. Pokoknya semua dihitung.

Kalimat yang paling sering muncul adalah “Argentina anak FIFA”, “Messi dilindungi FIFA.”, “Kalau bukan karena FIFA…” bla-bla-bla. Biar pertandingan sudah selesai, bahkan piala dunia berakhir, antek-antek Ronaldo akan tetap menggembar-gemborkan isu ini. Karena yang belum selesai barangkali rasa sakit hati.

Kedua, mendukung Spanyol sambil menahan malu

Ini pilihan yang berat. Karena di sana ada Lamine Yamal. Ada banyak pemain Barcelona. Ada aroma Camp Nou yang cukup kuat.

Sebagai fans Madrid, mendukung Spanyol rasanya seperti memesan es teh di club malam. Bisa diminum sambil seolah-olah itu bir dan seolah-seolah tidak ada yang melihat.

Tapi mau bagaimana lagi? Daripada melihat Messi mengangkat Piala Dunia lagi, yah, Spanyol juga tidak apa-apa lah. Kalimat “tidak apa-apa” diucapkan sambil menggertakkan gigi.

Ketiga, menghilang

Kalaupun pada akhirnya Argentina jadi juara Piala Dunia 2026, maka ini jalan ninja yang bisa kita lakukan.

Ini yang paling bijaksana. Tidak usah buka Facebook. Jangan buka TikTok. Instagram seperlunya.

Kalau ada teman mengirim meme Messi, cukup baca notifikasinya. Jangan dibuka.

Kalau ada yang menandai kita di komentar, pura-pura sinyal jelek.

Kalau ditanya, “Bang, kok sepi?”

Jawab saja, “Lagi fokus memperbaiki diri,” atau “Fokus skrispi, fokus kerjaan, fokus bikin puisi” atau apa pun terserah kalian. Yang penting jangan ladeni. Camkan itu.

Percayalah. Pendukung Messi ketika sedang juara itu tenaganya luar biasa. Mereka bisa menemukan komentar kita tahun 2022. Mereka bisa mengingat status yang bahkan kita sendiri sudah lupa pernah menulisnya.

Mereka bisa membuat utas sepanjang novel hanya untuk membalas satu kalimat kita.

Jadi, untuk sementara, diam adalah ibadah. Biarkan mereka menikmati pesta. Nanti kalau musim liga dimulai lagi, kita ribut lagi seperti biasa

Tetapi saya bersyukur—meski setengah-setengah—Spanyol mampu menumbangkan Argentina. Setidaknya lini masa tidak akan dipenuhi foto Messi mengangkat trofi Piala Dunia keduanya sambil diiringi caption, “GOAT tidak perlu dibantah lagi.”[T]

Penulis: Rusdy Ulu
Editor: Jaswanto

Tags: ArgentinaBarcelonaCristiano RonaldoLionel MessiPiala DuniaReal Madridspanyol
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menelisik Napas Puisi di Bali, Ketika Kata-Kata Bertahan Melawan Zaman

Next Post

Trauma KUD dan Hasrat Politik 2029 Lewat KDMP

Rusdy Ulu

Rusdy Ulu

Kontributor tatkala.co

Related Posts

Anak-anak yang Beruntung: Mendengar Cerita Klasik Barat atau Cerita Klasik Timur?

by Teguh Wahyu Pranata,
August 30, 2026
0
Anak-anak yang Beruntung: Mendengar Cerita Klasik Barat atau Cerita Klasik Timur?

SAYA memiliki seorang keponakan perempuan, ia kini memasuki umur 5 tahun. Beberapa bulan terakhir keponakan saya mulai belajar membaca, menggabungkan...

Read moreDetails

Apa yang (Sebaiknya) Kita Bicarakan saat Membicarakan Masa Depan Transportasi Publik di Bali?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 30, 2026
0
Apa yang (Sebaiknya) Kita Bicarakan saat Membicarakan Masa Depan Transportasi Publik di Bali?

KAMI duduk di ruangan auditorium. Di atas panggung, seorang moderator memandu diskusi dengan empat orang narasumber yang secara bergantian memaparkan...

Read moreDetails

Demo Kok Cepat Pulang? Jangan-Jangan Kita Gagal Paham Soal Demonstrasi

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

Ada yang kecewa setelah massa aksi AMPB dari Pati bubar. “Baru juga datang, kok sudah pulang?”  Komentar semacam itu berseliweran...

Read moreDetails

Siapa Membiayai Pangan Kita? ——Membuka Jalan Investasi Syariah ke Sektor Pangan

by Muhammad Farras Hanif
August 29, 2026
0
Siapa Membiayai Pangan Kita? ——Membuka Jalan Investasi Syariah ke Sektor Pangan

MAKANAN sehari-hari yang kita konsumsi tentu tidak hadir begitu saja di atas meja makan kita. Sepiring nasi tidak lahir begitu...

Read moreDetails

Sebelum Bali Dituduh Rasis, Ada Seorang Ibu yang Sedang Makan

by Angga Wijaya
August 29, 2026
0
Telenovela

SEBELUM Bali dituduh rasis, ada seorang ibu yang sedang makan. Kalimat itu mungkin terdengar terlalu sederhana untuk sebuah perkara yang...

Read moreDetails

LEVEL PERDEBATAN DALAM HINDU

by Sugi Lanus
August 29, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 29 Agustus 2026 Hindu mengenal struktur epistemologi yang berjenjang. Artinya apa? Hindu tidak memaksakan satu...

Read moreDetails

Di Bawah Lampu Kerlap-Kerlip: Membaca Fenomena “Coffee Shop” sebagai Teks Budaya

by Tri Nugroho Adi
August 28, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Segelas kopi tidak pernah hanya berisi kopi. Di dalamnya terseduh sejarah, identitas, percakapan, bahkan cara manusia memahami dirinya sendiri." MENJELANG...

Read moreDetails

BARONG BRUTUK: Dari Tarian Sakral ke Cerita Bergambar

by I Ketut Suar Adnyana
August 27, 2026
0
BARONG BRUTUK: Dari Tarian Sakral ke Cerita Bergambar

Kebudayaan tidak pernah benar-benar hidup hanya karena diwariskan. Sebuah tradisi akan tetap hidup apabila pengetahuan, nilai, simbol, dan ingatan yang...

Read moreDetails

Destinasi “Detour”: Tren Wisata Alternatif Menyimpang Rute Utama

by Chusmeru
August 27, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERWISATA kadang berjalan tidak sesuai dengan yang direncanakan. Di awal perjalanan sudah ditentukan destinasi wisata mana yang akan dikunjungi. Namun...

Read moreDetails

Melampaui Ingatan di Batas-batas Desa ——Catatan dari Karya Agung Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini Desa Sibanggede

by Dharma Yuda
August 26, 2026
0
Melampaui Ingatan di Batas-batas Desa ——Catatan dari Karya Agung Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini Desa Sibanggede

RANGKAIAN Karya Pedudusan Agung, Ngusaba Desa, dan Ngusaba Nini yang berpusat di Pura Puseh Sibanggede sudah mencapai akhir melalui upacara...

Read moreDetails
Next Post
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Trauma KUD dan Hasrat Politik 2029 Lewat KDMP

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Perkara Anarkis dan Anarkistis
Bahasa

Perkara Anarkis dan Anarkistis

Pernahkah Anda berpikir bahwa kata anarkis dan anarkistis itu sama saja? Walaupun kedua kata anarkis dan anarkistis sudah banyak ditulis,...

by I Made Sudiana
August 30, 2026
Anak-anak yang Beruntung: Mendengar Cerita Klasik Barat atau Cerita Klasik Timur?
Esai

Anak-anak yang Beruntung: Mendengar Cerita Klasik Barat atau Cerita Klasik Timur?

SAYA memiliki seorang keponakan perempuan, ia kini memasuki umur 5 tahun. Beberapa bulan terakhir keponakan saya mulai belajar membaca, menggabungkan...

by Teguh Wahyu Pranata,
August 30, 2026
Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto
Cerpen

Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

Sahabatku, Di tempatku yang baru kini, jauh dari pelukan kabut tebal dan wangi dupa Hyang Dwipa, aku sering duduk terdiam...

by Ari Murdimanto
August 30, 2026
Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas
Puisi

Puisi-puisi Supali Kasim | Air di Daun Talas

Air di Daun Talas seberapa waktu bertahanair di daun talas dapat menerimakenyataan demi kenyataan tarian anginlantai licin dan tetabuhan riuhtanpa...

by Supali Kasim
August 30, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [8]: Ketika AI Ikut Menulis: Kata-kata Tanpa Manusia

SETIAP era memiliki ancamannya masing-masing terhadap proses berpikir yang dalam. Pada masa otoritarianisme, ancamannya adalah sensor. Negara menentukan apa yang...

by Andre Syahreza
August 30, 2026
Apa yang (Sebaiknya) Kita Bicarakan saat Membicarakan Masa Depan Transportasi Publik di Bali?
Esai

Apa yang (Sebaiknya) Kita Bicarakan saat Membicarakan Masa Depan Transportasi Publik di Bali?

KAMI duduk di ruangan auditorium. Di atas panggung, seorang moderator memandu diskusi dengan empat orang narasumber yang secara bergantian memaparkan...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 30, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Demo Kok Cepat Pulang? Jangan-Jangan Kita Gagal Paham Soal Demonstrasi

Ada yang kecewa setelah massa aksi AMPB dari Pati bubar. “Baru juga datang, kok sudah pulang?”  Komentar semacam itu berseliweran...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 30, 2026
Reka Biambara dan Perjalanan Mengenal Kembali Material Sendiri
Pameran

Reka Biambara dan Perjalanan Mengenal Kembali Material Sendiri

SELAMA hampir tiga bulan, sejak awal Juni 2026, empat perupa muda asal Bali yaitu Made Ari, Made Arsana, Reka Biambara...

by Satria Aditya
August 30, 2026
Siapa Membiayai Pangan Kita? ——Membuka Jalan Investasi Syariah ke Sektor Pangan
Esai

Siapa Membiayai Pangan Kita? ——Membuka Jalan Investasi Syariah ke Sektor Pangan

MAKANAN sehari-hari yang kita konsumsi tentu tidak hadir begitu saja di atas meja makan kita. Sepiring nasi tidak lahir begitu...

by Muhammad Farras Hanif
August 29, 2026
Seni Rupa Anomali Cokot dan Putu Fajar Arcana
Ulas Rupa

Seni Rupa Anomali Cokot dan Putu Fajar Arcana

PADA tulisan kali ini, saya ingin menekuni proses kreatif karya rupa Putu Fajar Arcana yang bagi saya cukup menarik. Pasalnya,...

by Hartanto
August 29, 2026
Telenovela
Esai

Sebelum Bali Dituduh Rasis, Ada Seorang Ibu yang Sedang Makan

SEBELUM Bali dituduh rasis, ada seorang ibu yang sedang makan. Kalimat itu mungkin terdengar terlalu sederhana untuk sebuah perkara yang...

by Angga Wijaya
August 29, 2026
Duta Bahasa Provinsi Bali Serahkan Model Pembelajaran Serasi kepada SLB Negeri 2 Denpasar
Pendidikan

Duta Bahasa Provinsi Bali Serahkan Model Pembelajaran Serasi kepada SLB Negeri 2 Denpasar

DENPASAR | TATKALA.CO -- Duta Bahasa Provinsi Bali menyerahkan Model Pembelajaran Serasi (Strategi Berbasis Multimodal bagi Disabilitas Rungu untuk Menyusun...

by Rusdy Ulu
August 29, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co