1 November 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Nasib Antek-Antek Ronaldo dan Real Madrid di Piala Dunia 2026

Rusdy Ulu by Rusdy Ulu
July 20, 2026
in Esai
Nasib Antek-Antek Ronaldo dan Real Madrid di Piala Dunia 2026

Ilustrasi dari penulis

ISTILAH antek-antek Ronaldo bukan saya yang bikin. Saya mencurinya dari unggahan akun virdian_aurellio di media sosial. Waktu Argentina comeback melawan Inggris di semifinal, dia menulis, “Biasakan menonton Messi sampai menit terakhir.”

Saya baca itu sambil menarik napas panjang. Saya ada di lokasi nobar saat itu, melihat para decul (istilah untuk antek-antek Messi dan Barcelona) itu berjingkrak-jingkrak dan berteriak di depan mata kita. Sambil mengejek dengan muka songongnya.

Sebagai fans Real Madrid, saya sebenarnya sudah mulai kena mental sejak beberapa hari sebelumnya. Saat Mbappe bersama Prancis tumbang di tangan Spanyol. Mbappe adalah pemain Real Madrid dari Prancis, mendukung Prancis sama dengan mendukung Real Madrid. Akan tetapi, harapan terakhir untuk menghentikan Argentina ikut ambruk.

Portugal sudah gugur sejak babak 16 besar, dihentikan oleh Spanyol dengan skor 1-0.

Yang bikin tambah pening, Spanyol yang kini masuk final ini bukan Spanyol sembarangan. Di sana ada Lamine Yamal—bocah tengil sekaligus pemain Barcelona yang sedang ingin menyaingi Ronaldo dan Mpappe.

Spanyol masuk final setelah mengalahkan Prcancis. Di Squad Spanyol saat ini banyak pemain Barcelona. Ada pemain Atletico Madrid juga—dua club rival Real Madrid. Pokoknya kalau fans Real Madrid melihat susunan pemain Spanyol, rasanya seperti lagi buka daftar musuh.

Tidak bisa dimungkiri, secara tidak langsung di Piala Dunia 2026 ini, pertarungan fans Madrid dan fans Barcelona terjadi. Ada irisan antara pendukung kedua club itu dengan keberpihakan pada negara yang bermain di Piala Dunia 2026. Kalau pun bukan antara kedua club ini, maka irisan yang terjadi yaitu di antara antek-antek Ronaldo dan antek-antek Messi.

Saya ini fans Real Madrid. Fans Ronaldo juga. Tentu akan memilih portugal, dan akan menolak mendukung Argentina juga negara-negara yang diisi oleh pemain Barcelona. Sebab, rivalitas antara Real Madrid dan Barcelona ini abadi seperti sajak-sajak Sapardi.

Tahun lalu Madrid puasa gelar. Di Piala Dunia kali ini para pemain Madrid juga berguguran satu per satu. Mau cari hiburan ke mana lagi coba? Begitu Portugal tersingkir, penderitaan belum selesai. Justru di situlah masalah baru dimulai. Karena setelah tim kesayangan pulang, muncul pertanyaan yang lebih sulit daripada soal ujian matematika.

Sekarang dukung siapa?

Yang jelas, bukan Argentina. Kalau mendukung Argentina, siap-siap jadi korban bullying satu tongkrongan, bahkan ke mana pun kita pergi. Ini soal harga diri. Lebih baik tidak mendukung siapa-siapa dari pada harus dukung Messi.

Dan akhirnya saya mengamati. Ada tiga tipe antek-antek Ronaldo belakangan ini. Dan ini yang bisa dilakukan sepertinnya. Bahkan setelah Piala Dunia 2026 ini berakhir. Ini dia.

Pertama, ahli teori konspirasi

Inilah fase paling produktif. Tiba-tiba semua orang berubah jadi analis FIFA.

Ada yang mulai menghitung bagan turnamen. Ada yang membandingkan jalur Portugal dengan jalur Argentina. Ada yang menghitung jumlah peluit wasit. Ada yang menghitung berapa kali Messi lolos VAR. Pokoknya semua dihitung.

Kalimat yang paling sering muncul adalah “Argentina anak FIFA”, “Messi dilindungi FIFA.”, “Kalau bukan karena FIFA…” bla-bla-bla. Biar pertandingan sudah selesai, bahkan piala dunia berakhir, antek-antek Ronaldo akan tetap menggembar-gemborkan isu ini. Karena yang belum selesai barangkali rasa sakit hati.

Kedua, mendukung Spanyol sambil menahan malu

Ini pilihan yang berat. Karena di sana ada Lamine Yamal. Ada banyak pemain Barcelona. Ada aroma Camp Nou yang cukup kuat.

Sebagai fans Madrid, mendukung Spanyol rasanya seperti memesan es teh di club malam. Bisa diminum sambil seolah-olah itu bir dan seolah-seolah tidak ada yang melihat.

Tapi mau bagaimana lagi? Daripada melihat Messi mengangkat Piala Dunia lagi, yah, Spanyol juga tidak apa-apa lah. Kalimat “tidak apa-apa” diucapkan sambil menggertakkan gigi.

Ketiga, menghilang

Kalaupun pada akhirnya Argentina jadi juara Piala Dunia 2026, maka ini jalan ninja yang bisa kita lakukan.

Ini yang paling bijaksana. Tidak usah buka Facebook. Jangan buka TikTok. Instagram seperlunya.

Kalau ada teman mengirim meme Messi, cukup baca notifikasinya. Jangan dibuka.

Kalau ada yang menandai kita di komentar, pura-pura sinyal jelek.

Kalau ditanya, “Bang, kok sepi?”

Jawab saja, “Lagi fokus memperbaiki diri,” atau “Fokus skrispi, fokus kerjaan, fokus bikin puisi” atau apa pun terserah kalian. Yang penting jangan ladeni. Camkan itu.

Percayalah. Pendukung Messi ketika sedang juara itu tenaganya luar biasa. Mereka bisa menemukan komentar kita tahun 2022. Mereka bisa mengingat status yang bahkan kita sendiri sudah lupa pernah menulisnya.

Mereka bisa membuat utas sepanjang novel hanya untuk membalas satu kalimat kita.

Jadi, untuk sementara, diam adalah ibadah. Biarkan mereka menikmati pesta. Nanti kalau musim liga dimulai lagi, kita ribut lagi seperti biasa

Tetapi saya bersyukur—meski setengah-setengah—Spanyol mampu menumbangkan Argentina. Setidaknya lini masa tidak akan dipenuhi foto Messi mengangkat trofi Piala Dunia keduanya sambil diiringi caption, “GOAT tidak perlu dibantah lagi.”[T]

Penulis: Rusdy Ulu
Editor: Jaswanto

Tags: ArgentinaBarcelonaCristiano RonaldoLionel MessiPiala DuniaReal Madridspanyol
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menelisik Napas Puisi di Bali, Ketika Kata-Kata Bertahan Melawan Zaman

Next Post

Trauma KUD dan Hasrat Politik 2029 Lewat KDMP

Rusdy Ulu

Rusdy Ulu

Kontributor tatkala.co

Related Posts

Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik

by I Ketut Suar Adnyana
November 1, 2026
0
Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik

ADA yang ganjil dalam kehidupan demokrasi kita ketika identitas mahasiswa dapat dipakai sebagaimana seseorang mengenakan kostum untuk memainkan sebuah peran....

Read moreDetails

Sapi Bali, Ayah, dan Kenangan yang Tak Pernah Dijual

by I Wayan Artika
November 1, 2026
0
Sapi Bali, Ayah, dan Kenangan yang Tak Pernah Dijual

SETIAP kali melihat lukisan sapi, ingatan saya selalu kembali ke masa kecil di Desa Batungsel, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Bali....

Read moreDetails

Saraswati dan Kenaikan Kelas

by I Wayan Yudana
October 31, 2026
0
Saraswati dan Kenaikan Kelas

ADA suasana yang hampir selalu sama setiap kali tahun pelajaran berakhir. Wajah-wajah murid tampak sumringah ketika menerima rapor. Sebagian tersenyum...

Read moreDetails

Duta Pustaka Bergerak: Dosen UPNVJ Dorong Gen-Z SMAN 7 Kota Bengkulu Jatuh Cinta pada Perpustakaan Digital

by tatkala
October 31, 2026
0
Duta Pustaka Bergerak: Dosen UPNVJ Dorong Gen-Z SMAN 7 Kota Bengkulu Jatuh Cinta pada Perpustakaan Digital

BAGAIMANA jika perpustakaan sekolah tidak lagi sekadar ruang sunyi berisi rak buku, tetapi tempat yang "hidup" dan ada di genggaman...

Read moreDetails

Buku-Buku yang Dipuja, Sudahkah Kita Baca?

by Dede Putra Wiguna
October 31, 2026
0
Buku-Buku yang Dipuja, Sudahkah Kita Baca?

ADA satu hari ketika buku-buku diupacarai. Buku pelajaran, buku cerita, kitab suci, hingga lontar-lontar tua mendapat perlakuan istimewa. Semuanya ditata...

Read moreDetails

Saraswati dan Wajah Kedamaian Bali — Ketika Ilmu Pengetahuan Diuji oleh Realitas Kehidupan

by Luh Irma Susanthi
October 31, 2026
0
Saraswati dan Wajah Kedamaian Bali — Ketika Ilmu Pengetahuan Diuji oleh Realitas Kehidupan

BALI dikenal sebagai Pulau Dewata, sebuah pulau yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga kekayaan tradisi, spiritualitas, dan nilai-nilai...

Read moreDetails

Di Ruang Tunggu Kehidupan

by Ahmad Sihabudin
October 30, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

PAGI itu, saya kembali terbangun dengan pikiran yang sama: hari ini harus ke rumah sakit mana lagi? Hampir setengah tahun...

Read moreDetails

Elegi Rumah Pusaka Bernama Papua

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, saya mengajak anda semua main ke sebuah rumah yang sangat luas. Rumah ini sangat asri, halamannya...

Read moreDetails

Alvin Tedjo: Potensi, Kesadaran, dan Ujian Waktu

by Agung Sudarsa
October 29, 2026
0
Alvin Tedjo: Potensi, Kesadaran, dan Ujian Waktu

Potensi Manusia dan Lingkungan yang Membentuknya Kisah Alvin Tedjo menarik untuk direnungkan, bukan semata-mata karena ia merupakan keturunan Indonesia yang...

Read moreDetails

Dari Ujian Menuju Kedewasaan: Saat  Cinta Tidak Lagi Menuntut Kesempurnaan

by Tri Nugroho Adi
October 29, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Tidak semua masalah dalam hubungan dapat diselesaikan dengan percakapan ringan atau kompromi sederhana. Fase Ujian Perjalanan relasi cinta pasangan yang...

Read moreDetails
Next Post
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Trauma KUD dan Hasrat Politik 2029 Lewat KDMP

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menakar Diksi “Pemuda Bersuara dan Berdaya”: Refleksi Kebahasaan di Panggung KPB 2026
Bahasa

Menakar Diksi “Pemuda Bersuara dan Berdaya”: Refleksi Kebahasaan di Panggung KPB 2026

SAYA merasa bangga dan terharu melihat pemuda Bali dalam ajang Konferensi Pemuda Bali (KPB 2026). Betapa tidak, tagar #PemudaBersuaraBerdaya ini membuat...

by I Made Sudiana
November 1, 2026
Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik
Esai

Mahasiswa Akal-Akalan alias Mahasewa  dan Komodifikasi Identitas Akademik

ADA yang ganjil dalam kehidupan demokrasi kita ketika identitas mahasiswa dapat dipakai sebagaimana seseorang mengenakan kostum untuk memainkan sebuah peran....

by I Ketut Suar Adnyana
November 1, 2026
Sapi Bali, Ayah, dan Kenangan yang Tak Pernah Dijual
Esai

Sapi Bali, Ayah, dan Kenangan yang Tak Pernah Dijual

SETIAP kali melihat lukisan sapi, ingatan saya selalu kembali ke masa kecil di Desa Batungsel, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Bali....

by I Wayan Artika
November 1, 2026
Kota, Ingatan, dan Warisan Kebudayaan — Membaca Kembali Ali Sadikin di Tengah Jakarta yang Terus Bergerak
Khas

Kota, Ingatan, dan Warisan Kebudayaan — Membaca Kembali Ali Sadikin di Tengah Jakarta yang Terus Bergerak

SEBUAH kota tidak hanya dibangun dari beton, aspal, jembatan, dan gedung-gedung yang meninggi. Ada sesuatu yang tidak selalu terlihat dalam...

by Emi Suy
November 1, 2026
Saraswati dan Kenaikan Kelas
Esai

Saraswati dan Kenaikan Kelas

ADA suasana yang hampir selalu sama setiap kali tahun pelajaran berakhir. Wajah-wajah murid tampak sumringah ketika menerima rapor. Sebagian tersenyum...

by I Wayan Yudana
October 31, 2026
Duta Pustaka Bergerak: Dosen UPNVJ Dorong Gen-Z SMAN 7 Kota Bengkulu Jatuh Cinta pada Perpustakaan Digital
Esai

Duta Pustaka Bergerak: Dosen UPNVJ Dorong Gen-Z SMAN 7 Kota Bengkulu Jatuh Cinta pada Perpustakaan Digital

BAGAIMANA jika perpustakaan sekolah tidak lagi sekadar ruang sunyi berisi rak buku, tetapi tempat yang "hidup" dan ada di genggaman...

by tatkala
October 31, 2026
Legenda Warung Kopi Tak Bernama di Kota Pelabuhan, Seberang Gardu Listrik Belanda
Kuliner

Legenda Warung Kopi Tak Bernama di Kota Pelabuhan, Seberang Gardu Listrik Belanda

PAGI-PAGI, Jalan Surapati di Singaraja memiliki kehidupan yang berbeda. Di antara bangunan-bangunan tua yang menyimpan ingatan masa kolonial, ada sebuah...

by I Wayan Artika
October 31, 2026
Ketika Novel “Yang Mulia (The Majesties)” karya Tiffany Tsao Pulang Kampung
Panggung

Ketika Novel “Yang Mulia (The Majesties)” karya Tiffany Tsao Pulang Kampung

HUJAN deras mengguyur Ubud pada Sabtu sore, 24 Oktober 2026. Namun, di Rumah Kayu, Taman Baca Ubud, suasana tetap hangat...

by Dede Putra Wiguna
October 31, 2026
Buku-Buku yang Dipuja, Sudahkah Kita Baca?
Esai

Buku-Buku yang Dipuja, Sudahkah Kita Baca?

ADA satu hari ketika buku-buku diupacarai. Buku pelajaran, buku cerita, kitab suci, hingga lontar-lontar tua mendapat perlakuan istimewa. Semuanya ditata...

by Dede Putra Wiguna
October 31, 2026
Saraswati dan Wajah Kedamaian Bali — Ketika Ilmu Pengetahuan Diuji oleh Realitas Kehidupan
Esai

Saraswati dan Wajah Kedamaian Bali — Ketika Ilmu Pengetahuan Diuji oleh Realitas Kehidupan

BALI dikenal sebagai Pulau Dewata, sebuah pulau yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga kekayaan tradisi, spiritualitas, dan nilai-nilai...

by Luh Irma Susanthi
October 31, 2026
Taman Pecangakan Disulap Jadi Playground Kreatif, Jembrana Creative Festival Digelar Dua Hari
Budaya

Taman Pecangakan Disulap Jadi Playground Kreatif, Jembrana Creative Festival Digelar Dua Hari

AKHIR pekan ini, Taman Pecangakan di jantung Kota Negara, Jembrana, punya agenda yang berbeda dari biasanya. Selama dua hari, Sabtu–Minggu,...

by tatkala
October 30, 2026
Belanda Menyebutnya Ekspedisi, Bali Menyebutnya Agresi: Pertarungan Narasi tentang Perang di Bali 1846-1950 — Dari Tur dan Diskusi Buku “Merebut Bali” karya Anne-Lot Hoek
Khas

Belanda Menyebutnya Ekspedisi, Bali Menyebutnya Agresi: Pertarungan Narasi tentang Perang di Bali 1846-1950 — Dari Tur dan Diskusi Buku “Merebut Bali” karya Anne-Lot Hoek

SETIDAKNYA 7,05 juta wisatawan mancanegara melintasi pintu gerbang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai setiap tahunnya. Bali telah lama...

by Wahyu Mahaputra
October 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co