11 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Trauma KUD dan Hasrat Politik 2029 Lewat KDMP

Chusmeru by Chusmeru
July 20, 2026
in Esai
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Chusmeru

POLEMIK seputar Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) hingga kini belum juga surut. Namun the show must go on. Program andalan Prabowo-Gibran tetap berjalan di tengah banyaknya kritik berbagai kalangan. Targetnya satu desa satu koperasi dengan total 40.000 KDMP berdiri di tahun 2026.

Muncul dua kubu yang pro atau mendukung KDMP dan kubu yang mencoba bersikap kritis. Mereka yang mendukung sepertinya hendak bernostalgia dengan Orde Baru, di mana koperasi dianggap sebagai soko guru ekonomi Indonesia. Karenanya KDMP dipercaya dapat mengembalikan kejayaan ekonomi kerakyatan.

Kubu yang bersikap kritis berangkat dari trauma terhadap Koperasi Unit Desa (KUD) yang hidup di rezim Orde Baru. Saat itu KUD banyak gagal dan gulung tikar, juga menjadi sarang korupsi dan nepotisme kepala desa. Oleh sebab itu KDMP dikhawatirkan akan mengulang kegagalan KUD. Jika KUD di era 1980-1990an saja gagal, lantas buat apa KDMP? Apakah sudah disiapkan katup pengaman agar tak terulang kegagalan itu?

Proses pembentukan KDMP sendiri memang penuh drama. Banyak KDMP yang didirikan di Lahan Sawah Dilindungi (LSD) dan di Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), bahkan ada pula yang dibangun di perbukitan. Pelatihan bergaya militer pun dilakukan bagi calon manajer KDMP, hingga disetop lantaran menimbulkan lima korban jiwa.

Trauma KUD

Belum sirna rasa trauma masyarakat terhadap KUD di era Presiden Soeharto, kini Presiden Prabowo Subianto mencanangkan KDMP yang skenarionya mirip dengan lembaga perekonomian desa Orde Baru itu. Jika KUD dibentuk berdasarkan Inpres Nomor 4 Tahun 1984, maka KDMP lahir dari Inpres Nomor 9 Tahun 2025. Artinya kedua koperasi itu terbentuk atas Instruksi Presiden.

Keberadaan KUD di masa lalu sejatinya bisa menjadi pelajaran berharga. Kehadiran KDMP saat ini justru dapat membuka kuburan lama KUD. Tahun 1980-an terdapat sekitar 9.000 KUD di seluruh Indonesia. Setelah tahun 1998 KUD runtuh dan tersisa sekitar 2.000 saja. Dampak yang ditimbulkan adalah kerugian negara akibat kredit macet sejumlah 3 triliun rupiah dan aset mangkrak sebesar 1,4 triliun rupiah (The Kupang Times Newsroom, 31 Mei 2025).

Banyak faktor yang menyebabkan KUD tumbang. Koperasi itu bersifat semu dan top-down, bukan tumbuh dari inisiatif rakyat, namun lebih bersifat proyek pemerintahan Soeharto. Hal yang sama juga terjadi pada KDMP. Koperasi ini lahir dari janji politik Prabowo Subianto, tanpa didahului studi mendalam tentang kebutuhan koperasi macam apa di pedesaan.

Ketergantungan pada pemerintah membuat KUD tidak pernah mandiri secara finansial. KUD lebih banyak disusui oleh pemerintah. Menyimak proses pembentukan KDMP saat ini, tendensi ketergantungan itu juga sangat besar. Apalagi pembentukan KDMP melibatkan unsur militer, boleh jadi KDMP hanya akan bertahan sepanjang militer masih intervensi terhadap koperasi itu. Satu hal aneh tentunya ketika koperasi di desa dalam binaan tentara.

Korupsi dan salah kelola pengurus juga menjadi penyebab tumbangnya KUD. Banyak KUD disalahgunakan, terutama saat menjadi sarana distribusi pupuk dan kredit. Selain itu, KUD dibentuk bukan berdasarkan kebutuhan anggota, tapi lebih karena terbentuk secara administratif pemerintahan Orde Baru. Bagaimana pula dengan KDMP? Sepertinya sebangun dan serupa dengan KUD.

Lubang hitam dan menganga akan dapat dilihat pada KDMP bila belajar dari kegagalan KUD. Koperasi itu akan menjadi beban bagi desa. Apalagi 58 persen Dana Desa 2026 dikunci untuk KDMP. Desa akan kehilangan fleksibilitas pada program-program penting, seperti stunting, jalan desa, irigasi, dan sebagainya, karena anggaran dipaksa untuk menyukseskan KDMP.

Trauma KUD dapat saja terulang pada KDMP. Persoalan koperasi desa ini bukanlah investasi, tapi sebuah “perjudian”. Pemerintah sedang bertaruh puluhan triliun rupiah dengan pola yang nyaris sama dengan KUD yang membuat rugi negara. Perbedaannya, KUD gagal secara perlahan selama 20 tahun, KDMP bisa gagal serentak dari 40.000 titik di desa.

Hasrat Politik

Keberadaan KDMP sering dicurigai sebagai bagian dari agenda politik tahun 2029. Hasrat untuk kembali berkuasa di tahun 2029 menjadikan KDMP sebagai mesin politik rezim saat ini. Kecurigaan itu barangkali masuk akal bila mencermati keberadaan KUD di masa lalu. KUD kerap dianggap menjalankan fungsi politik, sebagai simpul Golkar di desa. Distribusi pupuk menjadi langkah untuk menggalang loyalitas kepada penguasa Orde Baru.

Kecurigaan pada KDMP akan menjadi simpul baru bagi penguasa saat ini pun bukan isapan jempol. Presiden dan para menteri di dalam koalisi kekuasaan akan dengan mudah melakukan mobilisasi massa. Bila masing-masing KDMP berisi 10 orang pengurus, maka akan terdapat 400.000 orang dalam jaringan kekuasaan. Dan jumlah itu masih bisa bertambah bila dalam perjalanannya akan mengacu pada skenario awal dengan mendirikan 80.000 KDMP. Sebuah ekosistem ekonomi politik yang menjanjikan.

Narasi ideologis yang dibangun dan timing politik pendirian KDMP juga dianggap strategis. Jika KUD mengusung narasi “Soko Guru Ekonomi dan Swasembada Pangan”, maka narasi KDMP adalah “Soko Guru Ekonomi, Swasembada Pangan, dan Ekonomi Kerakyatan”. Nyaris sama seratus persen. Hanya ditambah embel-embel “Merah Putih”.

Angka 83 trilun rupiah yang rencananya akan dikucurkan untuk KDMP dapat dipandang bukan hanya bernilai ekonomis, tetapi juga merupakan infrastruktur politik untuk mesin logistik di Pemilu 2029. Institusionalisasi jaringan akan terbentuk melalui Dana Desa, struktur pengurus koperasi, dan ketergantungan pada kucuran anggaran pemerintah pusat.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkikifli Hasan seusai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto mengatakan, KDMP nantinya untuk menyampaikan barang-barang bantuan, bantuan sosial, dan barang subsidi. Selain itu, KDMP juga akan menjadi offtaker komoditas yang dihasilkan masyarakat, seperti gabah, jagung, dan yang lain, di mana harganya sudah ditentukan oleh pemerintah (CNBC Indonesia, 15 Juli 2026).

Koperasi desa ini dengan demikian dianggap lebih efektif ketimbang bantuan sosial (bansos). KDMP dapat direkayasa menjadi “politik sembako” serta “politik institusi”. Jika bansos akan langsung habis begitu dicairkan, maka KDMP lebih bersifat permanen. Data pengurus dan anggota koperasi dapat menjadi acuan data pemilih level mikro yang mahal harganya.

Bukan berarti KDMP akan berjalan mulus sebagai mesin politik 2029. Sekali lagi, kegagalan KUD di masa lalu dapat saja terulang. Apalagi daya kritis masyarakat kini tumbuh dengan baik melalui diskusi publik di media sosial. KDMP tak bisa lagi seperti KUD yang memonopoli distribusi pupuk. Cerita sukses Golkar lewat politisasi KUD tak lagi bisa dimainkan oleh partai penguasa saat ini untuk politisasi KDMP.

Hasrat politik Prabowo untuk tahun 2029 dapat terganggu bila kelak KDMP tak berjalan sesuai skenario. Koperasi desa yang dikorupsi pengurusnya, misalnya, akan menjadi narasi politik yang buruk bagi penguasa. Lawan politik akan menjadikannya peluru dengan berteriak “korupsi berjamaah” di KDMP.

Operasionalisasi KDMP kemungkinan juga akan mendapat perlawanan dari oligarki retail, sehingga sulit melawan Indomart, Alfamart, Shopee, maupun pinjol. Ketika KDMP tak mampu bersaing, maka loyalitas masyarakat pada koperasi desa akan lemah.

Batu ujian masih akan dihadapi KDMP sebagai mesin politik Prabowo. Sederet pertanyaan menanti jawaban KDMP. Apakah koperasi itu mampu menurunkan harga beras, gula pasir, telor ayam, daging, minyak, dan sembako lain di semua daerah. Akankah KDMP hanya akan menjadi bangunan kosong dengan spanduk Prabowo?

Karena politik itu soal hasil, bukan spanduk. Koperasi Unit Desa berada di tempat strategis di desa, sehingga mobilisisasi massa kala itu sukses. Sedangkan Koperasi Desa Merah Putih tidak jelas arah dan posisinya, bahkan ada yang letaknya jauh dari pemukiman penduduk. Maka, jika KUD adalah produk kadaluwarsa rezim Soeharto, boleh jadi KDMP akan menjadi produk gagal rezim Prabowo. [T]

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

Tags: ekonomikoperasikoperasi merah putih
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Nasib Antek-Antek Ronaldo dan Real Madrid di Piala Dunia 2026

Next Post

Anak Sang Zaman —[Tafsir ‘Child in Time’ dari Deep Purple]

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin

by Raka Prama Putra
October 10, 2026
0
Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin

KEPEMIMPINAN sejati bukan sekadar kemampuan memerintah, melainkan kesanggupan mengendalikan diri. Sebab, tantangan terbesar seorang pemimpin sering kali bukan datang dari...

Read moreDetails

“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara

by Angga Wijaya
October 10, 2026
0
“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara

"De Liunan Lala-Lele!" Kalimat itu sering saya dengar sebagai orang Bali, terutama ketika maksud lawan bicara dianggap kurang jelas, berputar-putar,...

Read moreDetails

China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga

by Agung Sudarsa
October 10, 2026
0
China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga

China yang Membuat Dunia Terpesona China hari ini sulit untuk tidak dikagumi. Dalam beberapa dekade, negeri itu berubah menjadi salah...

Read moreDetails

“In Money We Trust”, Kembalikan Baliku Padaku

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 9, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, akhir-akhir ini ramai dibicarakan orang, menyoal lontaran Arya Wedakarna (AWK). Di tengah polemik tentang pengalaman sejumlah...

Read moreDetails

Kita Semua Sehat, Sampai Tubuh Menuntut Tagihannya

by Tri Nugroho Adi
October 8, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

KAPAN terakhir kali kita bertanya, "Gimana kabar mental gue hari ini?" Kita hafal jadwal servis motor. Kita ingat tanggal bayar...

Read moreDetails

Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca

by I Kadek Adhi Dwipayana
October 8, 2026
0
Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca

MEMBACA selama ini kerap diposisikan sebagai keterampilan reseptif dalam pembelajaran bahasa. Bersama menyimak, membaca dipahami sebagai keterampilan untuk menerima bahasa,...

Read moreDetails

Independensi Ceng-Ceng dalam Lomba Ceng-Ceng Kreasi Kelurahan Kapal

by Wayan Diana Putra
October 8, 2026
0
Independensi Ceng-Ceng dalam Lomba Ceng-Ceng Kreasi Kelurahan Kapal

LOMBA ceng-ceng kreasi diselenggarakan oleh Kelurahan Kapal sebagai bagian dari rangkaian Porseni dan Jong Fest 2026. Sebagai salah satu tangkai...

Read moreDetails

Gen Alpha sebagai Penentu Destinasi Wisata

by Chusmeru
October 7, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

MEMBINCANG pariwisata, nyaris tak pernah dibahas keberadaan generasi Alpha atau Gen Alpha. Padahal secara statistik Gen Alpha di Indonesia memiliki...

Read moreDetails

Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi

by I Gede Yuni Eka Primawata
October 6, 2026
0
Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi

PERNIKAHAN dalam kosmologi Hindu bukan sekadar sebuah legitimasi hukum sipil atau konsensus sosial sekuler antara dua individu. Lebih jauh, pernikahan...

Read moreDetails

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

by Putu Eka Guna Yasa
October 5, 2026
0
Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

malih kawruhakna uṅgwanira saṅ hyaṅ sūrya śaśaṅka, mwaṅ haranya, yan riṅ bhuwana aguṅ saṅ hyaṅ wulan riṅ lwaṅiṅ bukit batūr,...

Read moreDetails
Next Post
Anak Sang Zaman —[Tafsir ‘Child in Time’ dari Deep Purple]

Anak Sang Zaman ---[Tafsir ‘Child in Time’ dari Deep Purple]

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin
Esai

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin

KEPEMIMPINAN sejati bukan sekadar kemampuan memerintah, melainkan kesanggupan mengendalikan diri. Sebab, tantangan terbesar seorang pemimpin sering kali bukan datang dari...

by Raka Prama Putra
October 10, 2026
Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?
Ulas Rupa

Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?

KITA yang terlampau serius atau memang ongkos sebuah industri adalah kekakuan kreatifitas. Barangkali unek-unek semacam ini yang berputar-putar di kepalaku...

by Made Chandra
October 10, 2026
“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara
Esai

“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara

"De Liunan Lala-Lele!" Kalimat itu sering saya dengar sebagai orang Bali, terutama ketika maksud lawan bicara dianggap kurang jelas, berputar-putar,...

by Angga Wijaya
October 10, 2026
China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga
Esai

China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga

China yang Membuat Dunia Terpesona China hari ini sulit untuk tidak dikagumi. Dalam beberapa dekade, negeri itu berubah menjadi salah...

by Agung Sudarsa
October 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

“In Money We Trust”, Kembalikan Baliku Padaku

SIDANG pembaca yang budiman, akhir-akhir ini ramai dibicarakan orang, menyoal lontaran Arya Wedakarna (AWK). Di tengah polemik tentang pengalaman sejumlah...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 9, 2026
Sandyakalaning Demokrasi — Sekumpulan Esai Sosial dan Politik
Buku Tatkala

Sandyakalaning Demokrasi — Sekumpulan Esai Sosial dan Politik

Judul: Sandyakalaning Demokrasi - Sekumpulan Esai Sosial dan Politik Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Teddy Chrisprimanata Putra ISBN: Masih...

by Buku Tatkala
October 9, 2026
 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki
Ulas Film

 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki

SUDAH bertahun-tahun semenjak film ini lahir, saya tak pernah sekalipun menonton film-film Ghibli. Karena terhalang kendala biaya, juga karena saya...

by Wisnu Oktaditya
October 9, 2026
Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University
Persona

Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

APA yang terjadi ketika tradisi dipakai sebagai ruang dialog dan ruang untuk bertanya secara kritis? Pertanyaan semacam itu terasa penting...

by Wayan Jengki Sunarta
October 9, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya
Panggung

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Kita Semua Sehat, Sampai Tubuh Menuntut Tagihannya

KAPAN terakhir kali kita bertanya, "Gimana kabar mental gue hari ini?" Kita hafal jadwal servis motor. Kita ingat tanggal bayar...

by Tri Nugroho Adi
October 8, 2026
Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca
Esai

Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca

MEMBACA selama ini kerap diposisikan sebagai keterampilan reseptif dalam pembelajaran bahasa. Bersama menyimak, membaca dipahami sebagai keterampilan untuk menerima bahasa,...

by I Kadek Adhi Dwipayana
October 8, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co