2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

SMKN 1 Petang: Dari Lahan Sekolah, Mencetak Generasi Muda Cinta Pertanian

I Wayan Yudana by I Wayan Yudana
December 14, 2024
in Esai
SMKN 1 Petang: Dari Lahan Sekolah, Mencetak Generasi Muda Cinta Pertanian

Praktik pembibitan di SMKN 1 Petang

PENDIDIKAN pertanian di era modern ini benar-benar menghadapi tantangan besar. Tantangan tersebut mulai dari rendahnya minat generasi muda hingga minimnya fasilitas di sekolah-sekolah yang mengajarkan agribisnis. Namun demikian, keterbatasan ini tidak menjadi penghalang bagi SMKN 1 Petang untuk terus berinovasi. Dengan semangat ingin mencetak generasi muda yang cinta pertanian, sekolah ini selalu berjuang dengan memanfaatkan setiap peluang yang ada walaupun dengan kondisi tanpa memiliki lahan pertanian yang luas.

Keterbatasan lahan pertanian di SMKN 1 Petang bukanlah hambatan. Sebagai gantinya, sekolah ini memanfaatkan lahan-lahan kecil di area sekolah. Setiap beranda depan sekolah dijadikan planter box. Planter box ini dijadikan media pembelajaran dan ternyata sangat praktis dan efektif bagi siswa. Di sini, siswa diajak memulai kegiatan pertanian dari tahap awal, seperti pembibitan di rumah bibit, memindahkan bibit ke planter box, hingga merawat dan memanen hasil pertanian. Intinya, SMKN 1 Petang telah melakukan transformasi lahan sekolah menjadi lahan edukasi.

Tanaman di lahan sekolah | Dok. SMKN 1 Petang

Keseluruhan proses kegiatan di lahan edukasi dilakukan dengan metode pertanian organik.  Metode organik ini tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga memperkenalkan siswa pada konsep keberlanjutan. Seluruh aktivitas ini memberikan pengalaman langsung kepada siswa untuk memahami bahwa pertanian tidak harus dimulai dari lahan luas. Akan tetapi yang terpenting dapat dikelolanya lahan dengan baik meskipun di ruang terbatas.

Selain planter box, SMKN 1 Petang juga memperkenalkan teknologi hidroponik dan greenhouse kepada siswa. Di lab hidroponik sekolah, siswa diajarkan teknik bercocok tanam tanpa tanah. Budidaya tanaman dilakukan dengan memanfaatkan air yang diperkaya dengan nutrisi. Pendekatan ini tidak hanya memperluas wawasan siswa tentang teknologi pertanian modern, tetapi juga menjawab tantangan keterbatasan lahan, seperti di wilayah perkotaan.

Siswa SMKN 1 Petang siap bertani | Dok. SMKN 1 Petang

Hidroponik di SMKN 1 Petang dijalankan dengan prinsip ramah lingkungan dan mendorong kreativitas siswa dalam memanfaatkan barang bekas sebagai komponen sistem hidroponik, seperti menggunakan botol plastik atau pipa pvc yang tidak terpakai. Selain itu di lab greenhouse, siswa diajarkan model budidaya tanaman hortikultura dengan kualitas premium. Hal ini tidak hanya memberikan pelajaran tentang pertanian saja. Akan tetapi juga diupayakan untuk dapat menyisipkan edukasi penting tentang tentang pengelolaan limbah dan kesadaran pelestarian lingkungan.

Prosesing Organik

Selain teknik bercocok tanam, SMKN 1 Petang mengajarkan siswa tentang cara pengendalian hama dengan pestisida hayati. Pestisida ini dibuat menggunakan bahan-bahan alami yang mudah ditemukan di lingkungan siswa, seperti berbagai jenis bumbu dapur (cabai, bawang putih, kunyit, dll.). Tidak ketinggalan juga memanfaatkan ekstrak tumbuhan lokal, seperti tembakau, daun sirsak, daun papaya, bawang putih, kapur sirih dll. Proses pembuatannya pun relatif sederhana. Dengan mengikuti prosedur dan komposisi yang telah diuji sebelumnya, siswa dapat dengan mudah menerapkannya di rumah atau di kebun mereka sendiri.

Keuntungan penggunaan pestisida hayati, selain ramah lingkungan, juga mengurangi ketergantungan pada bahan kimia berbahaya. Melalui penggunaan pestisida hayati, siswa diajarkan untuk menghargai dan memanfaatkan sumber daya alam lokal. Siswa juga diberikan pemahaman bahwa pertanian modern tidak harus merusak lingkungan.

Pengendalian hama dengan pestisida hayati menjadi bagian integral dari kurikulum. Siswa tidak hanya belajar teori tetapi juga praktik nyata dalam menjaga kesehatan tanaman secara berkelanjutan. Melengkapi program pertanian ramah lingkungan, SMKN 1 Petang secara rutin pula mengajarkan siswa melakukan pembuatan ecoenzim. Dengan ini, mereka memahami pentingnya menjaga ekosistem sekaligus menciptakan hasil pertanian yang aman dan sehat untuk dikonsumsi.

Melalui berbagai kegiatan dengan memanfaatkan lahan sempit sekolah, SMKN 1 Petang berusaha menanamkan kecintaan siswa terhadap dunia pertanian. Mereka tidak hanya diajarkan keterampilan teknis tetapi juga diperkenalkan pada nilai-nilai lingkungan dan keberlanjutan. Dengan cara ini, diharapkan stigma “gengsi” terhadap profesi di bidang pertanian dapat dikikis, digantikan dengan kebanggaan menjadi bagian dari generasi yang turut menjaga ketahanan pangan dan melestarikan lingkungan.

SMKN 1 Petang telah membuktikan bahwa meskipun dengan sumber daya terbatas, pendidikan pertanian tetap bisa relevan, menarik, dan memberi dampak besar bagi siswa, lingkungan, dan masyarakat. Dari lahan kecil yang terkelola di sekolah ini, lahirlah harapan besar untuk masa depan pertanian yang lebih baik.

Agar siswa lebih termotivasi dalam belajar pertanian, SMKN 1 Petang menjadikan Praktik Kerja Lapangan (PKL) sebagai salah satu strategi utama untuk memperkenalkan mereka pada pertanian modern sekaligus dunia pariwisata. Kegiatan PKL ini dilakukan di berbagai farm yang telah memanfaatkan teknologi pertanian terkini, terutama yang konsisten menerapkan sistem pertanian organik.

Beberapa lokasi unggulan untuk PKL siswa SMKN 1 Petang meliputi Strawberry Stop, The Sila’s, Mimba Farm, dan Bekanzee Farm. Di farm-farm ini, siswa belajar tentang teknik budidaya organik, manajemen kebun modern, hingga penggunaan teknologi untuk meningkatkan efisiensi produksi. Setiap pengalaman tersebut memberikan siswa wawasan luas tentang bagaimana mengelola pertanian secara berkelanjutan sambil tetap menjaga kualitas hasil panen.

Siswa SMKN 1 Petang praktik pembibitan | Dok. SMKN 1 Petang

Selain itu, siswa juga ditempatkan di hotel yang memiliki farm organik, seperti Secana  Beachtown Resort & Residences, The St. Regis dan The Apurva Kempinski Bali. Di hotel-hotel tersebut siswa tidak hanya mempraktikkan teknik pertanian organik tetapi juga diperkenalkan pada standar kerja profesional di industri pariwisata. Hal ini membuka wawasan mereka tentang hubungan erat antara sektor pertanian dan pariwisata, serta bagaimana keduanya dapat saling mendukung.

Menariknya, di beberapa lokasi PKL, siswa tidak hanya terlibat dalam aktivitas pertanian tetapi juga diberi kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan wisatawan. Mereka memainkan peran ganda, baik sebagai pelaku pertanian sekaligus pemandu wisata dalam bidang pertanian. Peran ganda ini sering dilakukan berkat kerja sama SMKN 1 Petang dengan PT Bagus Agro Pelaga dan Pelaga Glamping & Resto (Pelaga Eco Park). Dengan peran ini, siswa belajar cara berkomunikasi dengan wisatawan, menjelaskan proses pertanian organik, dan mempromosikan pentingnya keberlanjutan lingkungan. Interaksi ini tidak hanya meningkatkan kepercayaan diri siswa tetapi juga memperkenalkan mereka pada peluang di sektor agrowisata. Melalui agrowisata, pertanian dapat menjadi daya tarik wisata yang edukatif.

Melalui pengalaman PKL yang terarah ini, siswa tidak hanya mengembangkan keterampilan teknis dalam pertanian tetapi juga memahami nilai tambah dari sektor pariwisata. Mereka diajarkan untuk melihat pertanian sebagai bagian integral dari perekonomian Bali yang bersinergi dengan budaya dan pariwisata. Hal ini menjadi bekal penting bagi siswa untuk menghadapi tantangan masa depan dengan inovasi dan kepercayaan diri yang tinggi.

Dengan berbagai pendekatan yang telah dilakukan, SMKN 1 Petang membuktikan bahwa pertanian dapat menjadi sesuatu yang menarik, relevan, dan bermanfaat bagi siswa. Tidak hanya membekali mereka dengan keterampilan praktis, sekolah juga membuka peluang bagi siswa untuk memahami dinamika pariwisata, menjalin hubungan lintas budaya, dan menjadi generasi muda yang mencintai serta bangga dengan pertanian. Ini adalah nyata untuk mencetak ‘orang sukses’ melalui sektor pertanian sekaligus pelopor agrowisata yang akan membawa Bali menuju masa depan yang lebih maju. [T]

Padupadan Pariwisata dan Pertanian di SMKN 1 Petang: Membangun Masa Depan Berkelanjutan
Mengelola Pertanian di Sela Riuh Pariwisata — Catatan Perjuangan dari SMKN 1 Petang
Mengintegrasikan Pertanian dan Pariwisata, Kurikulum Agrowisata Berkelanjutan untuk Masa Depan
Tags: Pendidikanpendidikan pertanianpertanianSMKN 1 Petang
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pura Karang Boma, Benteng Penyelamatan  di Gumi Delod Ceking   

Next Post

Demokrasi itu Kesetaraan dan Kebebasan — Dari Kuliah Umum di UPMI Bali

I Wayan Yudana

I Wayan Yudana

Kepala SMKN 1 Petang, Badung, Bali

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Demokrasi itu Kesetaraan dan Kebebasan — Dari Kuliah Umum di UPMI Bali

Demokrasi itu Kesetaraan dan Kebebasan --- Dari Kuliah Umum di UPMI Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co