13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

SMKN 1 Petang: Dari Lahan Sekolah, Mencetak Generasi Muda Cinta Pertanian

I Wayan Yudana by I Wayan Yudana
December 14, 2024
in Esai
SMKN 1 Petang: Dari Lahan Sekolah, Mencetak Generasi Muda Cinta Pertanian

Praktik pembibitan di SMKN 1 Petang

PENDIDIKAN pertanian di era modern ini benar-benar menghadapi tantangan besar. Tantangan tersebut mulai dari rendahnya minat generasi muda hingga minimnya fasilitas di sekolah-sekolah yang mengajarkan agribisnis. Namun demikian, keterbatasan ini tidak menjadi penghalang bagi SMKN 1 Petang untuk terus berinovasi. Dengan semangat ingin mencetak generasi muda yang cinta pertanian, sekolah ini selalu berjuang dengan memanfaatkan setiap peluang yang ada walaupun dengan kondisi tanpa memiliki lahan pertanian yang luas.

Keterbatasan lahan pertanian di SMKN 1 Petang bukanlah hambatan. Sebagai gantinya, sekolah ini memanfaatkan lahan-lahan kecil di area sekolah. Setiap beranda depan sekolah dijadikan planter box. Planter box ini dijadikan media pembelajaran dan ternyata sangat praktis dan efektif bagi siswa. Di sini, siswa diajak memulai kegiatan pertanian dari tahap awal, seperti pembibitan di rumah bibit, memindahkan bibit ke planter box, hingga merawat dan memanen hasil pertanian. Intinya, SMKN 1 Petang telah melakukan transformasi lahan sekolah menjadi lahan edukasi.

Tanaman di lahan sekolah | Dok. SMKN 1 Petang

Keseluruhan proses kegiatan di lahan edukasi dilakukan dengan metode pertanian organik.  Metode organik ini tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga memperkenalkan siswa pada konsep keberlanjutan. Seluruh aktivitas ini memberikan pengalaman langsung kepada siswa untuk memahami bahwa pertanian tidak harus dimulai dari lahan luas. Akan tetapi yang terpenting dapat dikelolanya lahan dengan baik meskipun di ruang terbatas.

Selain planter box, SMKN 1 Petang juga memperkenalkan teknologi hidroponik dan greenhouse kepada siswa. Di lab hidroponik sekolah, siswa diajarkan teknik bercocok tanam tanpa tanah. Budidaya tanaman dilakukan dengan memanfaatkan air yang diperkaya dengan nutrisi. Pendekatan ini tidak hanya memperluas wawasan siswa tentang teknologi pertanian modern, tetapi juga menjawab tantangan keterbatasan lahan, seperti di wilayah perkotaan.

Siswa SMKN 1 Petang siap bertani | Dok. SMKN 1 Petang

Hidroponik di SMKN 1 Petang dijalankan dengan prinsip ramah lingkungan dan mendorong kreativitas siswa dalam memanfaatkan barang bekas sebagai komponen sistem hidroponik, seperti menggunakan botol plastik atau pipa pvc yang tidak terpakai. Selain itu di lab greenhouse, siswa diajarkan model budidaya tanaman hortikultura dengan kualitas premium. Hal ini tidak hanya memberikan pelajaran tentang pertanian saja. Akan tetapi juga diupayakan untuk dapat menyisipkan edukasi penting tentang tentang pengelolaan limbah dan kesadaran pelestarian lingkungan.

Prosesing Organik

Selain teknik bercocok tanam, SMKN 1 Petang mengajarkan siswa tentang cara pengendalian hama dengan pestisida hayati. Pestisida ini dibuat menggunakan bahan-bahan alami yang mudah ditemukan di lingkungan siswa, seperti berbagai jenis bumbu dapur (cabai, bawang putih, kunyit, dll.). Tidak ketinggalan juga memanfaatkan ekstrak tumbuhan lokal, seperti tembakau, daun sirsak, daun papaya, bawang putih, kapur sirih dll. Proses pembuatannya pun relatif sederhana. Dengan mengikuti prosedur dan komposisi yang telah diuji sebelumnya, siswa dapat dengan mudah menerapkannya di rumah atau di kebun mereka sendiri.

Keuntungan penggunaan pestisida hayati, selain ramah lingkungan, juga mengurangi ketergantungan pada bahan kimia berbahaya. Melalui penggunaan pestisida hayati, siswa diajarkan untuk menghargai dan memanfaatkan sumber daya alam lokal. Siswa juga diberikan pemahaman bahwa pertanian modern tidak harus merusak lingkungan.

Pengendalian hama dengan pestisida hayati menjadi bagian integral dari kurikulum. Siswa tidak hanya belajar teori tetapi juga praktik nyata dalam menjaga kesehatan tanaman secara berkelanjutan. Melengkapi program pertanian ramah lingkungan, SMKN 1 Petang secara rutin pula mengajarkan siswa melakukan pembuatan ecoenzim. Dengan ini, mereka memahami pentingnya menjaga ekosistem sekaligus menciptakan hasil pertanian yang aman dan sehat untuk dikonsumsi.

Melalui berbagai kegiatan dengan memanfaatkan lahan sempit sekolah, SMKN 1 Petang berusaha menanamkan kecintaan siswa terhadap dunia pertanian. Mereka tidak hanya diajarkan keterampilan teknis tetapi juga diperkenalkan pada nilai-nilai lingkungan dan keberlanjutan. Dengan cara ini, diharapkan stigma “gengsi” terhadap profesi di bidang pertanian dapat dikikis, digantikan dengan kebanggaan menjadi bagian dari generasi yang turut menjaga ketahanan pangan dan melestarikan lingkungan.

SMKN 1 Petang telah membuktikan bahwa meskipun dengan sumber daya terbatas, pendidikan pertanian tetap bisa relevan, menarik, dan memberi dampak besar bagi siswa, lingkungan, dan masyarakat. Dari lahan kecil yang terkelola di sekolah ini, lahirlah harapan besar untuk masa depan pertanian yang lebih baik.

Agar siswa lebih termotivasi dalam belajar pertanian, SMKN 1 Petang menjadikan Praktik Kerja Lapangan (PKL) sebagai salah satu strategi utama untuk memperkenalkan mereka pada pertanian modern sekaligus dunia pariwisata. Kegiatan PKL ini dilakukan di berbagai farm yang telah memanfaatkan teknologi pertanian terkini, terutama yang konsisten menerapkan sistem pertanian organik.

Beberapa lokasi unggulan untuk PKL siswa SMKN 1 Petang meliputi Strawberry Stop, The Sila’s, Mimba Farm, dan Bekanzee Farm. Di farm-farm ini, siswa belajar tentang teknik budidaya organik, manajemen kebun modern, hingga penggunaan teknologi untuk meningkatkan efisiensi produksi. Setiap pengalaman tersebut memberikan siswa wawasan luas tentang bagaimana mengelola pertanian secara berkelanjutan sambil tetap menjaga kualitas hasil panen.

Siswa SMKN 1 Petang praktik pembibitan | Dok. SMKN 1 Petang

Selain itu, siswa juga ditempatkan di hotel yang memiliki farm organik, seperti Secana  Beachtown Resort & Residences, The St. Regis dan The Apurva Kempinski Bali. Di hotel-hotel tersebut siswa tidak hanya mempraktikkan teknik pertanian organik tetapi juga diperkenalkan pada standar kerja profesional di industri pariwisata. Hal ini membuka wawasan mereka tentang hubungan erat antara sektor pertanian dan pariwisata, serta bagaimana keduanya dapat saling mendukung.

Menariknya, di beberapa lokasi PKL, siswa tidak hanya terlibat dalam aktivitas pertanian tetapi juga diberi kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan wisatawan. Mereka memainkan peran ganda, baik sebagai pelaku pertanian sekaligus pemandu wisata dalam bidang pertanian. Peran ganda ini sering dilakukan berkat kerja sama SMKN 1 Petang dengan PT Bagus Agro Pelaga dan Pelaga Glamping & Resto (Pelaga Eco Park). Dengan peran ini, siswa belajar cara berkomunikasi dengan wisatawan, menjelaskan proses pertanian organik, dan mempromosikan pentingnya keberlanjutan lingkungan. Interaksi ini tidak hanya meningkatkan kepercayaan diri siswa tetapi juga memperkenalkan mereka pada peluang di sektor agrowisata. Melalui agrowisata, pertanian dapat menjadi daya tarik wisata yang edukatif.

Melalui pengalaman PKL yang terarah ini, siswa tidak hanya mengembangkan keterampilan teknis dalam pertanian tetapi juga memahami nilai tambah dari sektor pariwisata. Mereka diajarkan untuk melihat pertanian sebagai bagian integral dari perekonomian Bali yang bersinergi dengan budaya dan pariwisata. Hal ini menjadi bekal penting bagi siswa untuk menghadapi tantangan masa depan dengan inovasi dan kepercayaan diri yang tinggi.

Dengan berbagai pendekatan yang telah dilakukan, SMKN 1 Petang membuktikan bahwa pertanian dapat menjadi sesuatu yang menarik, relevan, dan bermanfaat bagi siswa. Tidak hanya membekali mereka dengan keterampilan praktis, sekolah juga membuka peluang bagi siswa untuk memahami dinamika pariwisata, menjalin hubungan lintas budaya, dan menjadi generasi muda yang mencintai serta bangga dengan pertanian. Ini adalah nyata untuk mencetak ‘orang sukses’ melalui sektor pertanian sekaligus pelopor agrowisata yang akan membawa Bali menuju masa depan yang lebih maju. [T]

Padupadan Pariwisata dan Pertanian di SMKN 1 Petang: Membangun Masa Depan Berkelanjutan
Mengelola Pertanian di Sela Riuh Pariwisata — Catatan Perjuangan dari SMKN 1 Petang
Mengintegrasikan Pertanian dan Pariwisata, Kurikulum Agrowisata Berkelanjutan untuk Masa Depan
Tags: Pendidikanpendidikan pertanianpertanianSMKN 1 Petang
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pura Karang Boma, Benteng Penyelamatan  di Gumi Delod Ceking   

Next Post

Demokrasi itu Kesetaraan dan Kebebasan — Dari Kuliah Umum di UPMI Bali

I Wayan Yudana

I Wayan Yudana

Kepala SMKN 1 Petang, Badung, Bali

Related Posts

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails

KEPEMIMPINAN ‘BALANG TAMAK’: BELILAH PUJIAN KETIKA RAKYAT MEMBENCIMU

by Sugi Lanus
July 7, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

Catatan Harian Sugi Lanus, 7 Juli 2026 Alkisah Balang Tamak, tokoh cerdik sekaligus satir dalam cerita rakyat Bali, pernah berpesan...

Read moreDetails
Next Post
Demokrasi itu Kesetaraan dan Kebebasan — Dari Kuliah Umum di UPMI Bali

Demokrasi itu Kesetaraan dan Kebebasan --- Dari Kuliah Umum di UPMI Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co