23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

SMKN 1 Petang: Dari Lahan Sekolah, Mencetak Generasi Muda Cinta Pertanian

I Wayan Yudana by I Wayan Yudana
December 14, 2024
in Esai
SMKN 1 Petang: Dari Lahan Sekolah, Mencetak Generasi Muda Cinta Pertanian

Praktik pembibitan di SMKN 1 Petang

PENDIDIKAN pertanian di era modern ini benar-benar menghadapi tantangan besar. Tantangan tersebut mulai dari rendahnya minat generasi muda hingga minimnya fasilitas di sekolah-sekolah yang mengajarkan agribisnis. Namun demikian, keterbatasan ini tidak menjadi penghalang bagi SMKN 1 Petang untuk terus berinovasi. Dengan semangat ingin mencetak generasi muda yang cinta pertanian, sekolah ini selalu berjuang dengan memanfaatkan setiap peluang yang ada walaupun dengan kondisi tanpa memiliki lahan pertanian yang luas.

Keterbatasan lahan pertanian di SMKN 1 Petang bukanlah hambatan. Sebagai gantinya, sekolah ini memanfaatkan lahan-lahan kecil di area sekolah. Setiap beranda depan sekolah dijadikan planter box. Planter box ini dijadikan media pembelajaran dan ternyata sangat praktis dan efektif bagi siswa. Di sini, siswa diajak memulai kegiatan pertanian dari tahap awal, seperti pembibitan di rumah bibit, memindahkan bibit ke planter box, hingga merawat dan memanen hasil pertanian. Intinya, SMKN 1 Petang telah melakukan transformasi lahan sekolah menjadi lahan edukasi.

Tanaman di lahan sekolah | Dok. SMKN 1 Petang

Keseluruhan proses kegiatan di lahan edukasi dilakukan dengan metode pertanian organik.  Metode organik ini tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga memperkenalkan siswa pada konsep keberlanjutan. Seluruh aktivitas ini memberikan pengalaman langsung kepada siswa untuk memahami bahwa pertanian tidak harus dimulai dari lahan luas. Akan tetapi yang terpenting dapat dikelolanya lahan dengan baik meskipun di ruang terbatas.

Selain planter box, SMKN 1 Petang juga memperkenalkan teknologi hidroponik dan greenhouse kepada siswa. Di lab hidroponik sekolah, siswa diajarkan teknik bercocok tanam tanpa tanah. Budidaya tanaman dilakukan dengan memanfaatkan air yang diperkaya dengan nutrisi. Pendekatan ini tidak hanya memperluas wawasan siswa tentang teknologi pertanian modern, tetapi juga menjawab tantangan keterbatasan lahan, seperti di wilayah perkotaan.

Siswa SMKN 1 Petang siap bertani | Dok. SMKN 1 Petang

Hidroponik di SMKN 1 Petang dijalankan dengan prinsip ramah lingkungan dan mendorong kreativitas siswa dalam memanfaatkan barang bekas sebagai komponen sistem hidroponik, seperti menggunakan botol plastik atau pipa pvc yang tidak terpakai. Selain itu di lab greenhouse, siswa diajarkan model budidaya tanaman hortikultura dengan kualitas premium. Hal ini tidak hanya memberikan pelajaran tentang pertanian saja. Akan tetapi juga diupayakan untuk dapat menyisipkan edukasi penting tentang tentang pengelolaan limbah dan kesadaran pelestarian lingkungan.

Prosesing Organik

Selain teknik bercocok tanam, SMKN 1 Petang mengajarkan siswa tentang cara pengendalian hama dengan pestisida hayati. Pestisida ini dibuat menggunakan bahan-bahan alami yang mudah ditemukan di lingkungan siswa, seperti berbagai jenis bumbu dapur (cabai, bawang putih, kunyit, dll.). Tidak ketinggalan juga memanfaatkan ekstrak tumbuhan lokal, seperti tembakau, daun sirsak, daun papaya, bawang putih, kapur sirih dll. Proses pembuatannya pun relatif sederhana. Dengan mengikuti prosedur dan komposisi yang telah diuji sebelumnya, siswa dapat dengan mudah menerapkannya di rumah atau di kebun mereka sendiri.

Keuntungan penggunaan pestisida hayati, selain ramah lingkungan, juga mengurangi ketergantungan pada bahan kimia berbahaya. Melalui penggunaan pestisida hayati, siswa diajarkan untuk menghargai dan memanfaatkan sumber daya alam lokal. Siswa juga diberikan pemahaman bahwa pertanian modern tidak harus merusak lingkungan.

Pengendalian hama dengan pestisida hayati menjadi bagian integral dari kurikulum. Siswa tidak hanya belajar teori tetapi juga praktik nyata dalam menjaga kesehatan tanaman secara berkelanjutan. Melengkapi program pertanian ramah lingkungan, SMKN 1 Petang secara rutin pula mengajarkan siswa melakukan pembuatan ecoenzim. Dengan ini, mereka memahami pentingnya menjaga ekosistem sekaligus menciptakan hasil pertanian yang aman dan sehat untuk dikonsumsi.

Melalui berbagai kegiatan dengan memanfaatkan lahan sempit sekolah, SMKN 1 Petang berusaha menanamkan kecintaan siswa terhadap dunia pertanian. Mereka tidak hanya diajarkan keterampilan teknis tetapi juga diperkenalkan pada nilai-nilai lingkungan dan keberlanjutan. Dengan cara ini, diharapkan stigma “gengsi” terhadap profesi di bidang pertanian dapat dikikis, digantikan dengan kebanggaan menjadi bagian dari generasi yang turut menjaga ketahanan pangan dan melestarikan lingkungan.

SMKN 1 Petang telah membuktikan bahwa meskipun dengan sumber daya terbatas, pendidikan pertanian tetap bisa relevan, menarik, dan memberi dampak besar bagi siswa, lingkungan, dan masyarakat. Dari lahan kecil yang terkelola di sekolah ini, lahirlah harapan besar untuk masa depan pertanian yang lebih baik.

Agar siswa lebih termotivasi dalam belajar pertanian, SMKN 1 Petang menjadikan Praktik Kerja Lapangan (PKL) sebagai salah satu strategi utama untuk memperkenalkan mereka pada pertanian modern sekaligus dunia pariwisata. Kegiatan PKL ini dilakukan di berbagai farm yang telah memanfaatkan teknologi pertanian terkini, terutama yang konsisten menerapkan sistem pertanian organik.

Beberapa lokasi unggulan untuk PKL siswa SMKN 1 Petang meliputi Strawberry Stop, The Sila’s, Mimba Farm, dan Bekanzee Farm. Di farm-farm ini, siswa belajar tentang teknik budidaya organik, manajemen kebun modern, hingga penggunaan teknologi untuk meningkatkan efisiensi produksi. Setiap pengalaman tersebut memberikan siswa wawasan luas tentang bagaimana mengelola pertanian secara berkelanjutan sambil tetap menjaga kualitas hasil panen.

Siswa SMKN 1 Petang praktik pembibitan | Dok. SMKN 1 Petang

Selain itu, siswa juga ditempatkan di hotel yang memiliki farm organik, seperti Secana  Beachtown Resort & Residences, The St. Regis dan The Apurva Kempinski Bali. Di hotel-hotel tersebut siswa tidak hanya mempraktikkan teknik pertanian organik tetapi juga diperkenalkan pada standar kerja profesional di industri pariwisata. Hal ini membuka wawasan mereka tentang hubungan erat antara sektor pertanian dan pariwisata, serta bagaimana keduanya dapat saling mendukung.

Menariknya, di beberapa lokasi PKL, siswa tidak hanya terlibat dalam aktivitas pertanian tetapi juga diberi kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan wisatawan. Mereka memainkan peran ganda, baik sebagai pelaku pertanian sekaligus pemandu wisata dalam bidang pertanian. Peran ganda ini sering dilakukan berkat kerja sama SMKN 1 Petang dengan PT Bagus Agro Pelaga dan Pelaga Glamping & Resto (Pelaga Eco Park). Dengan peran ini, siswa belajar cara berkomunikasi dengan wisatawan, menjelaskan proses pertanian organik, dan mempromosikan pentingnya keberlanjutan lingkungan. Interaksi ini tidak hanya meningkatkan kepercayaan diri siswa tetapi juga memperkenalkan mereka pada peluang di sektor agrowisata. Melalui agrowisata, pertanian dapat menjadi daya tarik wisata yang edukatif.

Melalui pengalaman PKL yang terarah ini, siswa tidak hanya mengembangkan keterampilan teknis dalam pertanian tetapi juga memahami nilai tambah dari sektor pariwisata. Mereka diajarkan untuk melihat pertanian sebagai bagian integral dari perekonomian Bali yang bersinergi dengan budaya dan pariwisata. Hal ini menjadi bekal penting bagi siswa untuk menghadapi tantangan masa depan dengan inovasi dan kepercayaan diri yang tinggi.

Dengan berbagai pendekatan yang telah dilakukan, SMKN 1 Petang membuktikan bahwa pertanian dapat menjadi sesuatu yang menarik, relevan, dan bermanfaat bagi siswa. Tidak hanya membekali mereka dengan keterampilan praktis, sekolah juga membuka peluang bagi siswa untuk memahami dinamika pariwisata, menjalin hubungan lintas budaya, dan menjadi generasi muda yang mencintai serta bangga dengan pertanian. Ini adalah nyata untuk mencetak ‘orang sukses’ melalui sektor pertanian sekaligus pelopor agrowisata yang akan membawa Bali menuju masa depan yang lebih maju. [T]

Padupadan Pariwisata dan Pertanian di SMKN 1 Petang: Membangun Masa Depan Berkelanjutan
Mengelola Pertanian di Sela Riuh Pariwisata — Catatan Perjuangan dari SMKN 1 Petang
Mengintegrasikan Pertanian dan Pariwisata, Kurikulum Agrowisata Berkelanjutan untuk Masa Depan
Tags: Pendidikanpendidikan pertanianpertanianSMKN 1 Petang
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pura Karang Boma, Benteng Penyelamatan  di Gumi Delod Ceking   

Next Post

Demokrasi itu Kesetaraan dan Kebebasan — Dari Kuliah Umum di UPMI Bali

I Wayan Yudana

I Wayan Yudana

Kepala SMKN 1 Petang, Badung, Bali

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Demokrasi itu Kesetaraan dan Kebebasan — Dari Kuliah Umum di UPMI Bali

Demokrasi itu Kesetaraan dan Kebebasan --- Dari Kuliah Umum di UPMI Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co