2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Demokrasi itu Kesetaraan dan Kebebasan — Dari Kuliah Umum di UPMI Bali

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
December 14, 2024
in Khas
Demokrasi itu Kesetaraan dan Kebebasan — Dari Kuliah Umum di UPMI Bali

Kuliah Umum "Penguatan Sistem Demokrasi Indonesia" di UPMI Bali | Foto: tatkala.co/Dede

BELAKANGAN ini, Denpasar setiap hari selalu diguyur hujan deras seharian penuh. Tetapi pada hari Jumat, 13 Desember 2024 berbeda dari biasanya, hari itu hanya ada awan mendung menyelimuti langit Denpasar. Sepertinya awan sedang bimbang, ingin menurunkan hujan atau tidak.

Saat itu, cuaca di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI Bali) sedang sejuk-sejuknya. Dalam suasana kesejukan yang jarang terjadi di kota, UPMI Bali kala itu menggelar kuliah umum untuk kesekian kalinya. Kuliah umum kali ini merupakan program yang dikolaborasikan dengan program Penyerapan Aspirasi Masyarakat oleh MPR RI.

UPMI Bali sudah biasa menggelar kegiatan kuliah umum, khususnya yang bertemakan tentang pendidikan. Namun kali ini berbeda dari sebelum-sebelumnya, kuliah umum kali ini membahas tentang demokrasi dan politik.

Kuliah umum yang dilangsungkan pada pukul 10.00 Wita di Auditorium Redha Gunawan, UPMI Bali tersebut menghadirkan dua narasumber yang sudah malang melintang di dunia perpolitikan Indonesia, yaitu I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan S.T., M.Si. selaku anggota DPR RI yang juga menjadi anggota Badan Pengkajian MPR RI dan I Gusti Agung Dian Hendrawan, S.H., M.H. selaku anggota staf khusus bidang hukum Gubernur Bali. Selain itu, kuliah umum ini juga turut dipandu dengan hangat oleh I Made Adnyana, S.H., M.H. selaku dosen UPMI Bali, jurnalis, sekaligus podcaster ulung di kanal Youtube Oke Made.

I Made Adnyana, S.H., M.H. saat membuka Kuliah Umum | Foto: tatkala.co/Dede

Topik yang dibahas dan didiskusikan kali ini cukup berat dan serius, yaitu “Penguatan Sistem Demokrasi Indonesia”. Meskipun mengangkat topik yang cukup berat, diskusi yang berlangsung selama satu jam itu mengalir cair dan santai. Para dosen dan mahasiswa juga tampak menyimak pemaparan narasumber dengan saksama, beberapa mahasiswa juga aktif berpartisipasi dengan bertanya dalam sesi tanya jawab. Sayangnya, sesi tanya jawab hanya dibatasi tiga penanya oleh Made Adnyana, dikarenakan waktu yang terbatas.

Terlihat hanya beberapa mahasiswa yang berani mengacungkan tangan untuk bertanya. Sisanya terlihat hanya bengang-bengong, entah mereka mengerti atau tidak, yang jelas mereka amat memperhatikan apa yang disampaikan oleh kedua narasumber. Barangkali karena topik yang cukup berat, membuat otak mereka harus bekerja ekstra untuk bisa mencernanya.

Para mahasiswa saat menyimak Kuliah Umum | Foto: tatkala.co/Dede

Kegiatan kuliah umum pada hari itu dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor III UPMI Bali, Dr. I Wayan Sumandya, S.Pd., M.Pd. yang pada kesempatan ini mewakili Rektor UPMI Bali yang berhalangan hadir.

“Demokrasi bukan hanya sekadar pemilihan Presiden dan Kepala Daerah. Namun, demokrasi adalah suatu keharusan yang harus kita bangun bersama-sama. Tentunya, demokrasi yang baik tidak akan datang begitu saja, tetapi perlu kerja sama agar demokrasi bisa berjalan dengan baik,” ujar Sumandya dalam sambutannya.

I Wayan Sumandya juga turut berharap, melalui program kuliah umum ini, UPMI Bali akan semakin dikenal luas oleh masyarakat lewat para narasumber yang telah hadir di UPMI Bali. Ia juga berpesan agar senantiasa membawa nama UPMI Bali dan jangan sekali-kali kapok berkunjung ke UPMI Bali.

“UPMI Bali akan selalu menjadi ruang yang terbuka bagi masyarakat,” tegas Sumandya.

I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan S.T., M.Si. saat memaparkan materi | Foto: tatkala.co/Dede

Ketika sesi pemaparan materi, I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan S.T., M.Si. dan I Gusti Agung Dian Hendrawan, S.H., M.H. menyampaikan berbagai hal tentang politik secara singkat dan padat.

Menurut I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan, demokrasi itu adalah kesetaraan dan kebebasan. Namun, esensi kebebasan tidak berarti sebebas itu. “Tetapi juga ada konsensus, aturan, serta Undang-Undang sebagai alat hukum demokrasi. Jika tidak mengindahkan itu, maka sama saja mengabaikan demokrasi,” katanya.

Sejalan dengan I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan, I Gusti Agung Dian Hendrawan berpendapat, “Jika berbicara tentang demokrasi, masih banyak hal yang perlu ditingkatkan. Berbagai aturan seperti dilarang membawa handphone saat mencoblos di bilik suara, itu digunakan untuk mencegah demokrasi yang salah, terutama money politic dan lain sebagainya.”

I Gusti Agung Dian Hendrawan, S.H., M.H. saat memaparkan materi | Foto: tatkala.co/Dede

Setelah satu jam berlalu, ketika waktu tepat menunjukkan jam 12 siang, Made Adnyana menutup kuliah umum dengan meminta closing statement dari kedua narasumber.

I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan menutup dengan mengingatkan para dosen dan mahasiswa untuk senantiasa menggunakan media sosial dengan bijak, karena media sosial itu adalah sarana demokrasi yang paling terbuka, jadi harus dipergunakan dengan baik. “Manfaatkanlah ruang-ruang diskusi publik dan ruang-ruang di media sosial secara bijak, dan mari kita bersama-sama membangun demokrasi yang kuat,” tegas Kelakan.

Kemudian, I Gusti Agung Dian Hendrawan juga turut mengingatkan untuk saling meningkatkan sinergi dan berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan demokrasi. Ia juga mengingatkan agar senantiasa menghindari hoax dan hate speech. “Untuk para mahasiswa, jangan pernah takut bersentuhan dengan dunia politik. Karena anak muda itu sangat dibutuhkan, untuk menciptakan demokrasi yang berkelanjutan,” tandas Dian Hendrawan.

Setelah kedua narasumber menyampaikan closing statement-nya, Made Adnyana kemudian menutup kuliah umum dengan menyampaikan secarik pantun yang dibuatnya secara spontan.

“Pacar saya zodiaknya gemini,
Begitu diputus rasanya sakit gigi,
Terima kasih atas diskusi hari ini,
Semoga kita bisa berjumpa lagi.”

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Mahasiswa UPMI Bali Magang di tatkala.co : Mereka Belajar Menceritakan Peristiwa Nyata

“

Dua Made Adnyana Suarakan Jurnalisme Warga dan Jurnalisme Sastra di Pekan Jurnalistik UPMI Bali
Merajut Seni Merajut Kerjasama : Dari Kunjungan ISI Yogyakarta ke UPMI Bali
Janger Dag UPMI Bali: Tarian Menggembirakan, Bisa Dinikmati Semua Kalangan
Tari Mahadewa, Tarian Estetis nan Filosofis, Kebanggaan UPMI Bali
Mahasiswa Seni Rupa UPMI Bersenang-senang dengan Mural di UWRF 2021
Tags: demokrasiPendidikanUniversitas PGRI Mahadewa Indonesia
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

SMKN 1 Petang: Dari Lahan Sekolah, Mencetak Generasi Muda Cinta Pertanian

Next Post

Rum dan Tongkat Ratu Semut | Dongeng dari Papua

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Rum dan Tongkat Ratu Semut | Dongeng dari Papua

Rum dan Tongkat Ratu Semut | Dongeng dari Papua

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co