2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Demokrasi itu Kesetaraan dan Kebebasan — Dari Kuliah Umum di UPMI Bali

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
December 14, 2024
in Khas
Demokrasi itu Kesetaraan dan Kebebasan — Dari Kuliah Umum di UPMI Bali

Kuliah Umum "Penguatan Sistem Demokrasi Indonesia" di UPMI Bali | Foto: tatkala.co/Dede

BELAKANGAN ini, Denpasar setiap hari selalu diguyur hujan deras seharian penuh. Tetapi pada hari Jumat, 13 Desember 2024 berbeda dari biasanya, hari itu hanya ada awan mendung menyelimuti langit Denpasar. Sepertinya awan sedang bimbang, ingin menurunkan hujan atau tidak.

Saat itu, cuaca di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI Bali) sedang sejuk-sejuknya. Dalam suasana kesejukan yang jarang terjadi di kota, UPMI Bali kala itu menggelar kuliah umum untuk kesekian kalinya. Kuliah umum kali ini merupakan program yang dikolaborasikan dengan program Penyerapan Aspirasi Masyarakat oleh MPR RI.

UPMI Bali sudah biasa menggelar kegiatan kuliah umum, khususnya yang bertemakan tentang pendidikan. Namun kali ini berbeda dari sebelum-sebelumnya, kuliah umum kali ini membahas tentang demokrasi dan politik.

Kuliah umum yang dilangsungkan pada pukul 10.00 Wita di Auditorium Redha Gunawan, UPMI Bali tersebut menghadirkan dua narasumber yang sudah malang melintang di dunia perpolitikan Indonesia, yaitu I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan S.T., M.Si. selaku anggota DPR RI yang juga menjadi anggota Badan Pengkajian MPR RI dan I Gusti Agung Dian Hendrawan, S.H., M.H. selaku anggota staf khusus bidang hukum Gubernur Bali. Selain itu, kuliah umum ini juga turut dipandu dengan hangat oleh I Made Adnyana, S.H., M.H. selaku dosen UPMI Bali, jurnalis, sekaligus podcaster ulung di kanal Youtube Oke Made.

I Made Adnyana, S.H., M.H. saat membuka Kuliah Umum | Foto: tatkala.co/Dede

Topik yang dibahas dan didiskusikan kali ini cukup berat dan serius, yaitu “Penguatan Sistem Demokrasi Indonesia”. Meskipun mengangkat topik yang cukup berat, diskusi yang berlangsung selama satu jam itu mengalir cair dan santai. Para dosen dan mahasiswa juga tampak menyimak pemaparan narasumber dengan saksama, beberapa mahasiswa juga aktif berpartisipasi dengan bertanya dalam sesi tanya jawab. Sayangnya, sesi tanya jawab hanya dibatasi tiga penanya oleh Made Adnyana, dikarenakan waktu yang terbatas.

Terlihat hanya beberapa mahasiswa yang berani mengacungkan tangan untuk bertanya. Sisanya terlihat hanya bengang-bengong, entah mereka mengerti atau tidak, yang jelas mereka amat memperhatikan apa yang disampaikan oleh kedua narasumber. Barangkali karena topik yang cukup berat, membuat otak mereka harus bekerja ekstra untuk bisa mencernanya.

Para mahasiswa saat menyimak Kuliah Umum | Foto: tatkala.co/Dede

Kegiatan kuliah umum pada hari itu dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor III UPMI Bali, Dr. I Wayan Sumandya, S.Pd., M.Pd. yang pada kesempatan ini mewakili Rektor UPMI Bali yang berhalangan hadir.

“Demokrasi bukan hanya sekadar pemilihan Presiden dan Kepala Daerah. Namun, demokrasi adalah suatu keharusan yang harus kita bangun bersama-sama. Tentunya, demokrasi yang baik tidak akan datang begitu saja, tetapi perlu kerja sama agar demokrasi bisa berjalan dengan baik,” ujar Sumandya dalam sambutannya.

I Wayan Sumandya juga turut berharap, melalui program kuliah umum ini, UPMI Bali akan semakin dikenal luas oleh masyarakat lewat para narasumber yang telah hadir di UPMI Bali. Ia juga berpesan agar senantiasa membawa nama UPMI Bali dan jangan sekali-kali kapok berkunjung ke UPMI Bali.

“UPMI Bali akan selalu menjadi ruang yang terbuka bagi masyarakat,” tegas Sumandya.

I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan S.T., M.Si. saat memaparkan materi | Foto: tatkala.co/Dede

Ketika sesi pemaparan materi, I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan S.T., M.Si. dan I Gusti Agung Dian Hendrawan, S.H., M.H. menyampaikan berbagai hal tentang politik secara singkat dan padat.

Menurut I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan, demokrasi itu adalah kesetaraan dan kebebasan. Namun, esensi kebebasan tidak berarti sebebas itu. “Tetapi juga ada konsensus, aturan, serta Undang-Undang sebagai alat hukum demokrasi. Jika tidak mengindahkan itu, maka sama saja mengabaikan demokrasi,” katanya.

Sejalan dengan I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan, I Gusti Agung Dian Hendrawan berpendapat, “Jika berbicara tentang demokrasi, masih banyak hal yang perlu ditingkatkan. Berbagai aturan seperti dilarang membawa handphone saat mencoblos di bilik suara, itu digunakan untuk mencegah demokrasi yang salah, terutama money politic dan lain sebagainya.”

I Gusti Agung Dian Hendrawan, S.H., M.H. saat memaparkan materi | Foto: tatkala.co/Dede

Setelah satu jam berlalu, ketika waktu tepat menunjukkan jam 12 siang, Made Adnyana menutup kuliah umum dengan meminta closing statement dari kedua narasumber.

I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan menutup dengan mengingatkan para dosen dan mahasiswa untuk senantiasa menggunakan media sosial dengan bijak, karena media sosial itu adalah sarana demokrasi yang paling terbuka, jadi harus dipergunakan dengan baik. “Manfaatkanlah ruang-ruang diskusi publik dan ruang-ruang di media sosial secara bijak, dan mari kita bersama-sama membangun demokrasi yang kuat,” tegas Kelakan.

Kemudian, I Gusti Agung Dian Hendrawan juga turut mengingatkan untuk saling meningkatkan sinergi dan berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan demokrasi. Ia juga mengingatkan agar senantiasa menghindari hoax dan hate speech. “Untuk para mahasiswa, jangan pernah takut bersentuhan dengan dunia politik. Karena anak muda itu sangat dibutuhkan, untuk menciptakan demokrasi yang berkelanjutan,” tandas Dian Hendrawan.

Setelah kedua narasumber menyampaikan closing statement-nya, Made Adnyana kemudian menutup kuliah umum dengan menyampaikan secarik pantun yang dibuatnya secara spontan.

“Pacar saya zodiaknya gemini,
Begitu diputus rasanya sakit gigi,
Terima kasih atas diskusi hari ini,
Semoga kita bisa berjumpa lagi.”

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Mahasiswa UPMI Bali Magang di tatkala.co : Mereka Belajar Menceritakan Peristiwa Nyata

“

Dua Made Adnyana Suarakan Jurnalisme Warga dan Jurnalisme Sastra di Pekan Jurnalistik UPMI Bali
Merajut Seni Merajut Kerjasama : Dari Kunjungan ISI Yogyakarta ke UPMI Bali
Janger Dag UPMI Bali: Tarian Menggembirakan, Bisa Dinikmati Semua Kalangan
Tari Mahadewa, Tarian Estetis nan Filosofis, Kebanggaan UPMI Bali
Mahasiswa Seni Rupa UPMI Bersenang-senang dengan Mural di UWRF 2021
Tags: demokrasiPendidikanUniversitas PGRI Mahadewa Indonesia
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

SMKN 1 Petang: Dari Lahan Sekolah, Mencetak Generasi Muda Cinta Pertanian

Next Post

Rum dan Tongkat Ratu Semut | Dongeng dari Papua

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Rum dan Tongkat Ratu Semut | Dongeng dari Papua

Rum dan Tongkat Ratu Semut | Dongeng dari Papua

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co