13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Demokrasi itu Kesetaraan dan Kebebasan — Dari Kuliah Umum di UPMI Bali

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
December 14, 2024
in Khas
Demokrasi itu Kesetaraan dan Kebebasan — Dari Kuliah Umum di UPMI Bali

Kuliah Umum "Penguatan Sistem Demokrasi Indonesia" di UPMI Bali | Foto: tatkala.co/Dede

BELAKANGAN ini, Denpasar setiap hari selalu diguyur hujan deras seharian penuh. Tetapi pada hari Jumat, 13 Desember 2024 berbeda dari biasanya, hari itu hanya ada awan mendung menyelimuti langit Denpasar. Sepertinya awan sedang bimbang, ingin menurunkan hujan atau tidak.

Saat itu, cuaca di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI Bali) sedang sejuk-sejuknya. Dalam suasana kesejukan yang jarang terjadi di kota, UPMI Bali kala itu menggelar kuliah umum untuk kesekian kalinya. Kuliah umum kali ini merupakan program yang dikolaborasikan dengan program Penyerapan Aspirasi Masyarakat oleh MPR RI.

UPMI Bali sudah biasa menggelar kegiatan kuliah umum, khususnya yang bertemakan tentang pendidikan. Namun kali ini berbeda dari sebelum-sebelumnya, kuliah umum kali ini membahas tentang demokrasi dan politik.

Kuliah umum yang dilangsungkan pada pukul 10.00 Wita di Auditorium Redha Gunawan, UPMI Bali tersebut menghadirkan dua narasumber yang sudah malang melintang di dunia perpolitikan Indonesia, yaitu I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan S.T., M.Si. selaku anggota DPR RI yang juga menjadi anggota Badan Pengkajian MPR RI dan I Gusti Agung Dian Hendrawan, S.H., M.H. selaku anggota staf khusus bidang hukum Gubernur Bali. Selain itu, kuliah umum ini juga turut dipandu dengan hangat oleh I Made Adnyana, S.H., M.H. selaku dosen UPMI Bali, jurnalis, sekaligus podcaster ulung di kanal Youtube Oke Made.

I Made Adnyana, S.H., M.H. saat membuka Kuliah Umum | Foto: tatkala.co/Dede

Topik yang dibahas dan didiskusikan kali ini cukup berat dan serius, yaitu “Penguatan Sistem Demokrasi Indonesia”. Meskipun mengangkat topik yang cukup berat, diskusi yang berlangsung selama satu jam itu mengalir cair dan santai. Para dosen dan mahasiswa juga tampak menyimak pemaparan narasumber dengan saksama, beberapa mahasiswa juga aktif berpartisipasi dengan bertanya dalam sesi tanya jawab. Sayangnya, sesi tanya jawab hanya dibatasi tiga penanya oleh Made Adnyana, dikarenakan waktu yang terbatas.

Terlihat hanya beberapa mahasiswa yang berani mengacungkan tangan untuk bertanya. Sisanya terlihat hanya bengang-bengong, entah mereka mengerti atau tidak, yang jelas mereka amat memperhatikan apa yang disampaikan oleh kedua narasumber. Barangkali karena topik yang cukup berat, membuat otak mereka harus bekerja ekstra untuk bisa mencernanya.

Para mahasiswa saat menyimak Kuliah Umum | Foto: tatkala.co/Dede

Kegiatan kuliah umum pada hari itu dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor III UPMI Bali, Dr. I Wayan Sumandya, S.Pd., M.Pd. yang pada kesempatan ini mewakili Rektor UPMI Bali yang berhalangan hadir.

“Demokrasi bukan hanya sekadar pemilihan Presiden dan Kepala Daerah. Namun, demokrasi adalah suatu keharusan yang harus kita bangun bersama-sama. Tentunya, demokrasi yang baik tidak akan datang begitu saja, tetapi perlu kerja sama agar demokrasi bisa berjalan dengan baik,” ujar Sumandya dalam sambutannya.

I Wayan Sumandya juga turut berharap, melalui program kuliah umum ini, UPMI Bali akan semakin dikenal luas oleh masyarakat lewat para narasumber yang telah hadir di UPMI Bali. Ia juga berpesan agar senantiasa membawa nama UPMI Bali dan jangan sekali-kali kapok berkunjung ke UPMI Bali.

“UPMI Bali akan selalu menjadi ruang yang terbuka bagi masyarakat,” tegas Sumandya.

I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan S.T., M.Si. saat memaparkan materi | Foto: tatkala.co/Dede

Ketika sesi pemaparan materi, I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan S.T., M.Si. dan I Gusti Agung Dian Hendrawan, S.H., M.H. menyampaikan berbagai hal tentang politik secara singkat dan padat.

Menurut I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan, demokrasi itu adalah kesetaraan dan kebebasan. Namun, esensi kebebasan tidak berarti sebebas itu. “Tetapi juga ada konsensus, aturan, serta Undang-Undang sebagai alat hukum demokrasi. Jika tidak mengindahkan itu, maka sama saja mengabaikan demokrasi,” katanya.

Sejalan dengan I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan, I Gusti Agung Dian Hendrawan berpendapat, “Jika berbicara tentang demokrasi, masih banyak hal yang perlu ditingkatkan. Berbagai aturan seperti dilarang membawa handphone saat mencoblos di bilik suara, itu digunakan untuk mencegah demokrasi yang salah, terutama money politic dan lain sebagainya.”

I Gusti Agung Dian Hendrawan, S.H., M.H. saat memaparkan materi | Foto: tatkala.co/Dede

Setelah satu jam berlalu, ketika waktu tepat menunjukkan jam 12 siang, Made Adnyana menutup kuliah umum dengan meminta closing statement dari kedua narasumber.

I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan menutup dengan mengingatkan para dosen dan mahasiswa untuk senantiasa menggunakan media sosial dengan bijak, karena media sosial itu adalah sarana demokrasi yang paling terbuka, jadi harus dipergunakan dengan baik. “Manfaatkanlah ruang-ruang diskusi publik dan ruang-ruang di media sosial secara bijak, dan mari kita bersama-sama membangun demokrasi yang kuat,” tegas Kelakan.

Kemudian, I Gusti Agung Dian Hendrawan juga turut mengingatkan untuk saling meningkatkan sinergi dan berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan demokrasi. Ia juga mengingatkan agar senantiasa menghindari hoax dan hate speech. “Untuk para mahasiswa, jangan pernah takut bersentuhan dengan dunia politik. Karena anak muda itu sangat dibutuhkan, untuk menciptakan demokrasi yang berkelanjutan,” tandas Dian Hendrawan.

Setelah kedua narasumber menyampaikan closing statement-nya, Made Adnyana kemudian menutup kuliah umum dengan menyampaikan secarik pantun yang dibuatnya secara spontan.

“Pacar saya zodiaknya gemini,
Begitu diputus rasanya sakit gigi,
Terima kasih atas diskusi hari ini,
Semoga kita bisa berjumpa lagi.”

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Mahasiswa UPMI Bali Magang di tatkala.co : Mereka Belajar Menceritakan Peristiwa Nyata

“

Dua Made Adnyana Suarakan Jurnalisme Warga dan Jurnalisme Sastra di Pekan Jurnalistik UPMI Bali
Merajut Seni Merajut Kerjasama : Dari Kunjungan ISI Yogyakarta ke UPMI Bali
Janger Dag UPMI Bali: Tarian Menggembirakan, Bisa Dinikmati Semua Kalangan
Tari Mahadewa, Tarian Estetis nan Filosofis, Kebanggaan UPMI Bali
Mahasiswa Seni Rupa UPMI Bersenang-senang dengan Mural di UWRF 2021
Tags: demokrasiPendidikanUniversitas PGRI Mahadewa Indonesia
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

SMKN 1 Petang: Dari Lahan Sekolah, Mencetak Generasi Muda Cinta Pertanian

Next Post

Rum dan Tongkat Ratu Semut | Dongeng dari Papua

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
0
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

Read moreDetails

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
0
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

Read moreDetails

Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

FESTIVAL Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 dipastikan hadir lebih semarak. Festival yang menjadi ruang apresiasi seni modern, kontemporer,...

Read moreDetails

Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

PAGI itu, suasana Pantai Cemara, Sanur, mulai dipenuhi antusiasme. Meski sinar matahari sudah terasa menyengat, puluhan orang tetap bersemangat mengikuti...

Read moreDetails

Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

by Rohmah Nia Chandra Sari
July 9, 2026
0
Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

RANGKAIAN ajang bergengsi Pekan Seni Mahasiswa FISIP (PEKSIMASIF) 2026 yang berlangsung selama tiga hari, sejak 28 hingga 30 April 2026,...

Read moreDetails

Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

by Chandra Manikan
July 9, 2026
0
Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

SAMPAI HARI INI, pupuh itu mengendap lebih lama di pikiranku. Buku “Bali, Pandemi, Refleksi: Dinamika Politik Kebijakan dan Kritisme Komunitas”,...

Read moreDetails

Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 8, 2026
0
Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

“SETIAP penyair kalau ia menyuarakan lukanya, ia sebenarnya menyuarakan luka manusia.” Kalimat itu meluncur dari Yahya Umar, Sabtu, 4 Juli...

Read moreDetails

Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 7, 2026
0
Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

AROMA kopi yang baru diseduh bercampur dengan wangi siobak dan tipat santok menyambut setiap langkah pengunjung di belakang panggung utama...

Read moreDetails

Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

by Agung Sudarsa
July 7, 2026
0
Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

MINGGU, 21 Juni 2026, di Griya Yangloni milik Dokter Ida Bagus Kesnawa, MM, di Banjar Buruan, Gianyar, sebuah pengalaman sederhana...

Read moreDetails

Bagai Pasukan Perang, Tim Volunteer AVIRAMA “Kejar Sampah” di Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 6, 2026
0
Bagai Pasukan Perang, Tim Volunteer AVIRAMA “Kejar Sampah” di Singaraja Literary Festival 2026

BAGAI pasukan di medan perang, petugas kebersihan dalam ajang Singaraja Literary Festival (SLF) 2026 tak membiarkan sepotong sampah pun tertinggal....

Read moreDetails
Next Post
Rum dan Tongkat Ratu Semut | Dongeng dari Papua

Rum dan Tongkat Ratu Semut | Dongeng dari Papua

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co