14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Janger Dag UPMI Bali: Tarian Menggembirakan, Bisa Dinikmati Semua Kalangan

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
September 8, 2024
in Panggung
Janger Dag UPMI Bali: Tarian Menggembirakan, Bisa Dinikmati Semua Kalangan

Pementasan Janger Dag saat Wisuda UPMI Bali ke-47, Foto: dok. Dede

Kami janger mahasiswa UPMI Bali, kami janger mahasiswa UPMI Bali

Datang untuk menghibur semeton sami, datang untuk menghibur semeton sami

PENGGALAN syair dari pertunjukkan Janger Dag itu rasanya masih terngiang-ngiang sampai sekarang. Kala itu, Janger Dag dipentaskan di Aston Denpasar Hotel & Convention Center, pada 4 September 2024 yang lalu. Pertunjukkan yang ditampilkan oleh mahasiswa program studi Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik (Sendratasik) itu menjadi penampilan pamungkas pada acara Wisuda UPMI Bali ke-47.

Tarian yang berdurasi sekitar 10 menit itu ditampilkan dengan nuansa yang menggembirakan. Para penonton nampak tersenyum sembari mengabadikan tarian itu dengan kamera ponsel.

Janger Dag UPMI Bali merupakan tari janger kreasi atau pengembangan dari tari janger tradisional yang diberikan sentuhan kreativitas baru. Syair atau lirik Janger Dag UPMI Bali menggunakan perpaduan bahasa Indonesia dan bahasa Bali. Selain itu, diselipkan juga beberapa kosakata asing seperti pada penggalan lirik, “UPMI Bali Yes (Inggris)” dan “Sayonara (Jepang) sampai jumpa”.

Tarian estetis nan menghibur itu merupakan garapan I Ketut Lanus, S.Sn., M.Si. (Seniman, Dosen program studi Pendidikan Sendratasik). Ia mengatakan, pertunjukkan Janger Dag yang ditampilkan saat Wisuda UPMI Bali ke-47 merupakan kali kedua dipentaskan. Sebelumnya, Janger Dag dipentaskan perdana pada Wisuda UPMI Bali ke-46.

“Sebetulnya, janger yang di wisuda itu irisan dari janger panjang yang pernah saya buat. Biasanya kalau orang membuat janger durasinya itu sangat panjang, bisa satu setengah jam sampai dua jam dengan banyak cerita. Tetapi Janger Dag kemarin merupakan irisan dari janger panjang yang menjadi tarian pendek. Sehingga orang-orang tetap tertarik menonton tari janger dengan durasi yang singkat,” ungkap Ketut Lanus.

Pendiri sekaligus pengelola sanggar Cahya Art itu mengungkapkan, penggunaan bahasa Indonesia yang lebih dominan pada tarian tersebut bertujuan agar orang luar Bali bisa menonton, menyimak, dan mengerti lirik tari janger itu, sehingga pesan yang hendak disampaikan dengan mudah bisa dipahami. Selain itu, tari Janger Dag juga merupakan tari janger kreasi yang masih berakar pada janger tradisional, hanya saja dikemas menjadi lebih segar dan universal.

“Saya terinspirasi dengan tari janger tradisional yang lama, tetapi saya kemas kembali dengan nuansa baru. Saya selalu berprinsip, tradisi itu tidak mati, tetapi tradisi itu selalu bisa dikemas ulang bahkan diinovasi sesuai dengan zamannya. Karena tradisi itu harus terus bergulir dan berkembang sesuai dengan situasi dan kondisi saat ini.” jelasnya.

Pementasan Janger Dag saat Wisuda UPMI Bali ke-47 | Foto: dok. Dede

Tari Janger adalah tarian tradisional Bali yang lahir dari kebudayaan masyarakat. Tari Janger biasanya dibawakan oleh sekelompok penari laki-laki dan perempuan yang saling berpasangan. Tarian ini mengekspresikan keceriaan, kekompakan, dan keakraban melalui gerakan-gerakan yang dinamis. Tari Janger juga sering disertai dengan nyanyian atau lantunan syair yang dinyanyikan oleh para penari atau pengiringnya.

Tak banyak orang yang mengetahui jika ‘Janger’ merupakan sebutan untuk penari perempuan, sedangkan ‘Dag’ merupakan sebutan untuk penari laki-laki atau sering juga disebut ‘Cak’ atau ‘Kecak’.

“Penari cowok dalam tari janger memang disebut dengan Dag atau Kecak, dan Janger adalah penari ceweknya. Tetapi Dag itu sendiri adalah pemeran khusus, biasanya menjadi pemimpin dalam tari janger, biasanya dia ada dialog, dialog khusus sebagai pemimpin. Dag biasanya menyampaikan pesan-pesan sosial di sana, tetapi bukan bondres. Dag lebih kepada sisi edukatif, bukan untuk melucu. Dag memimpin dalam pertunjukkan yang panjang, tetapi karena Janger Dag UPMI Bali hanya 10 menit, peran Dag sangat sedikit terlihat,” kata Ketut Lanus.

Menurutnya, tidak banyak tantangan dan hambatan yang dihadapi selama proses penggarapan maupun latihan. Ia mengatakan, yang kerap menjadi hambatan dalam prosesnya adalah waktu yang minim untuk latihan, terlebih lagi mahasiswa yang terlibat banyak memiliki kesibukan masing-masing.

“Janger itu suatu kesenian yang menggembirakan, orang bahagia saat belajar tari janger, pancing sedikit saja mereka pasti tertarik. Dalam tari janger ada lagu yang bernuansa estetik, sehingga ketika mereka menari sambil bernyanyi, menjadi sesuatu yang sangat menarik. Sekali latihan, mereka biasanya tertarik untuk melanjutkan latihan-latihan berikutnya. Tetapi yang menjadi hambatan adalah waktu, apalagi mahasiswa ada banyak kegiatan, sehingga waktu latihan yang tersedia tidak cukup,” jelasnya.

Ni Kadek Dewi Setiari, mahasiswi program studi Pendidikan Sendratasik adalah salah satu penari Janger Dag UPMI Bali. Gadis yang akrab disapa Cantika ini mengatakan sangat merasa senang bisa dilibatkan menari Janger Dag untuk yang kedua kalinya di Wisuda UPMI Bali.

“Janger garapan Pak Ketut Lanus ini setahu saya sudah digarap sejak lama, tetapi untuk pementasan Janger Dag UPMI Bali, saya dan teman-teman menampilkannya dengan koreografi serta lirik yang beda dan baru. Liriknya begitu unik dan bernuansa ceria, saya tidak pernah bosan mendengarkannya,” ujar Cantika.

Kadek Wahyu Arianda, mahasiswa dari program studi Pendidikan Sendratasik, yang juga salah satu penari Janger Dag UPMI Bali mengungkapkan, dirinya merasa sangat bersemangat dan bangga bisa menarikan tari Janger Dag untuk pertama kalinya.

“Ini merupakan pertama kalinya saya menarikan Janger Dag, rasanya sangat bersemangat dan bangga bisa turut menghibur di acara Wisuda kemarin. Bagi saya tidak ada kesulitan ataupun hambatan dalam prosesnya, semua berjalan dengan menyenangkan,” kata Wahyu.

Tari Janger Dag pada hari itu berhasil memukau penonton. Di akhir pementasan, riuh tepuk tangan penonton mengiringi langkah para penari yang beranjak meninggalkan panggung. Sembari berjalan, mereka menari perlahan dan menyanyikan lirik, “Sayonara sampai jumpa, sayonara sampai jumpa, sampai jumpa lain hari, bila ada kesempatan, kita akan menari lagi”. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain dari penulis DEDE PUTRA WIGUNA

Tari Mahadewa, Tarian Estetis nan Filosofis, Kebanggaan UPMI Bali
Ika Agustina, Keterbatasan Bukan Alasan untuk Tidak Berkarya
Belajar dan Berbagi di Yayasan Bhakti Senang Hati: Cerita dari PIKM Widyadari UPMI
Lisawati, Perempuan Penjual Bendera: 10 Tahun Merantau di Bali, Pernah Dikira Sudah Meninggal
Belajar Kebermaknaan Hidup di PKP Community Centre, di Payangan-Gianyar
Tags: jangerjanger baliseni jangerUniversitas PGRI Mahadewa Indonesia
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mengenal Kembali Bahasa Daerah dalam Bentuk Sastra Bali Modern

Next Post

Membicarakan Ekosistem Sastra Bali Modern: Dulu, Kini, dan Nanti

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
0
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

Read moreDetails

Komunitas Seni Baturenggong Ulas Sejarah dan Keunikan Desa Mengwi Lewat Seni untuk PKB 2026

by Nyoman Budarsana
May 10, 2026
0
Komunitas Seni Baturenggong Ulas Sejarah dan Keunikan Desa Mengwi Lewat Seni untuk PKB 2026

DESA Mengwi yang dulunya sebagai pusat kerajaan mewarisi berbagai kebudayaan, tradisi dan nilai-nilai luhur yang sangat penting bagi kehidupan bermasyarakat...

Read moreDetails

Lomba Tapel Ogoh-ogoh di UPMI Bali: Menumbuhkan Kreativitas Tanpa Batas

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Lomba Tapel Ogoh-ogoh di UPMI Bali: Menumbuhkan Kreativitas Tanpa Batas

“Ogoh-ogoh itu bukan lagi kesenian musiman. Tetapi kesenian yang dikerjakan sepanjang masa.” Kalimat pembuka itu meluncur dari Dr. I Made...

Read moreDetails

Dialog Dini Hari Rilis ‘Di Jumah’: Lagu Tentang Rumah yang Tak Sederhana  

by Dede Putra Wiguna
April 30, 2026
0
Dialog Dini Hari Rilis ‘Di Jumah’: Lagu Tentang Rumah yang Tak Sederhana  

SEJAK dibentuk pada 2008 di Bali, Dialog Dini Hari konsisten mempertahankan pendekatan musik yang tenang dan reflektif. Kini, band indie...

Read moreDetails

Diseminasi dan Penayangan Perdana Film Dokumenter “Dibia – Hanuman Hitam”: Menelusuri Laku Kesenian Bali melalui Sosok Maestro

by Dede Putra Wiguna
April 29, 2026
0
Diseminasi dan Penayangan Perdana Film Dokumenter “Dibia – Hanuman Hitam”: Menelusuri Laku Kesenian Bali melalui Sosok Maestro

CINEPOLIS Plaza Renon menjadi titik temu antara ingatan, penghormatan, dan refleksi. Di sanalah BALIDOC menggelar diseminasi sekaligus penayangan perdana film...

Read moreDetails

Peringatan Hari Tari Sedunia di UPMI: Lomba Tari Bali Jadi Ruang Menjaga Tradisi dan Menggerakkan Generasi

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Peringatan Hari Tari Sedunia di UPMI: Lomba Tari Bali Jadi Ruang Menjaga Tradisi dan Menggerakkan Generasi

LOMBA Tari Bali yang digelar pada 25–26 April 2026 di Auditorium Redha Gunawan, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI Bali), menjadi...

Read moreDetails

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
0
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

Read moreDetails

Ketika Musik, Lukisan, dan Kesadaran Bertemu dalam Nyanyian Dharma

by Pranita Dewi
April 20, 2026
0
Ketika Musik, Lukisan, dan Kesadaran Bertemu dalam Nyanyian Dharma

Pertunjukan Nyanyian Dharma digelar di Ruang Taksu, Gedung Dharma Negara Alaya (DNA), Denpasar, Minggu (19/4) malam, menampilkan kolaborasi musik dengan...

Read moreDetails

‘Wellnes Conference’ di Bali Spirit Festival: Preventif Ciri ‘Wellness Tourism’, Kuratif Tujuan ‘Medical Tourism’

by I Nyoman Darma Putra
April 19, 2026
0
‘Wellnes Conference’ di Bali Spirit Festival: Preventif Ciri ‘Wellness Tourism’, Kuratif Tujuan ‘Medical Tourism’

Perbedaan antara wellness tourism dengan medical tourism menjadi salah satu pertanyaan dalam dalam Wellness Conference (Wellness Talk Show), Kamis, 16 April 2026, di Pelataran Hotel, Ubud....

Read moreDetails

Eksplorasi Material dan Gerak, Serangkai Inovasi Komunitas Wayang Ental di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Komang Puja Savitri
April 14, 2026
0
Eksplorasi Material dan Gerak, Serangkai Inovasi Komunitas Wayang Ental di Festival Wayang Bali Utara 2026

SEJAK awal, ada rasa penasaran yang menggantung di antara penonton yang duduk lesehan di wantilan Museum Soenda Ketjil. Wayang, dalam...

Read moreDetails
Next Post
Membicarakan Ekosistem Sastra Bali Modern: Dulu, Kini, dan Nanti

Membicarakan Ekosistem Sastra Bali Modern: Dulu, Kini, dan Nanti

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital
Ulas Musik

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital

DALAM lanskap rock progresif 1970-an, “Castle Walls” tampil sebagai balada megah yang sarat ketegangan emosional. Ditulis dan dinyanyikan oleh vokalis...

by Ahmad Sihabudin
May 14, 2026
Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
Ulas Buku

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
Esai

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
Panggung

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
Pop

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

by tatkala
May 14, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co