24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Janger Dag UPMI Bali: Tarian Menggembirakan, Bisa Dinikmati Semua Kalangan

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
September 8, 2024
in Panggung
Janger Dag UPMI Bali: Tarian Menggembirakan, Bisa Dinikmati Semua Kalangan

Pementasan Janger Dag saat Wisuda UPMI Bali ke-47, Foto: dok. Dede

Kami janger mahasiswa UPMI Bali, kami janger mahasiswa UPMI Bali

Datang untuk menghibur semeton sami, datang untuk menghibur semeton sami

PENGGALAN syair dari pertunjukkan Janger Dag itu rasanya masih terngiang-ngiang sampai sekarang. Kala itu, Janger Dag dipentaskan di Aston Denpasar Hotel & Convention Center, pada 4 September 2024 yang lalu. Pertunjukkan yang ditampilkan oleh mahasiswa program studi Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik (Sendratasik) itu menjadi penampilan pamungkas pada acara Wisuda UPMI Bali ke-47.

Tarian yang berdurasi sekitar 10 menit itu ditampilkan dengan nuansa yang menggembirakan. Para penonton nampak tersenyum sembari mengabadikan tarian itu dengan kamera ponsel.

Janger Dag UPMI Bali merupakan tari janger kreasi atau pengembangan dari tari janger tradisional yang diberikan sentuhan kreativitas baru. Syair atau lirik Janger Dag UPMI Bali menggunakan perpaduan bahasa Indonesia dan bahasa Bali. Selain itu, diselipkan juga beberapa kosakata asing seperti pada penggalan lirik, “UPMI Bali Yes (Inggris)” dan “Sayonara (Jepang) sampai jumpa”.

Tarian estetis nan menghibur itu merupakan garapan I Ketut Lanus, S.Sn., M.Si. (Seniman, Dosen program studi Pendidikan Sendratasik). Ia mengatakan, pertunjukkan Janger Dag yang ditampilkan saat Wisuda UPMI Bali ke-47 merupakan kali kedua dipentaskan. Sebelumnya, Janger Dag dipentaskan perdana pada Wisuda UPMI Bali ke-46.

“Sebetulnya, janger yang di wisuda itu irisan dari janger panjang yang pernah saya buat. Biasanya kalau orang membuat janger durasinya itu sangat panjang, bisa satu setengah jam sampai dua jam dengan banyak cerita. Tetapi Janger Dag kemarin merupakan irisan dari janger panjang yang menjadi tarian pendek. Sehingga orang-orang tetap tertarik menonton tari janger dengan durasi yang singkat,” ungkap Ketut Lanus.

Pendiri sekaligus pengelola sanggar Cahya Art itu mengungkapkan, penggunaan bahasa Indonesia yang lebih dominan pada tarian tersebut bertujuan agar orang luar Bali bisa menonton, menyimak, dan mengerti lirik tari janger itu, sehingga pesan yang hendak disampaikan dengan mudah bisa dipahami. Selain itu, tari Janger Dag juga merupakan tari janger kreasi yang masih berakar pada janger tradisional, hanya saja dikemas menjadi lebih segar dan universal.

“Saya terinspirasi dengan tari janger tradisional yang lama, tetapi saya kemas kembali dengan nuansa baru. Saya selalu berprinsip, tradisi itu tidak mati, tetapi tradisi itu selalu bisa dikemas ulang bahkan diinovasi sesuai dengan zamannya. Karena tradisi itu harus terus bergulir dan berkembang sesuai dengan situasi dan kondisi saat ini.” jelasnya.

Pementasan Janger Dag saat Wisuda UPMI Bali ke-47 | Foto: dok. Dede

Tari Janger adalah tarian tradisional Bali yang lahir dari kebudayaan masyarakat. Tari Janger biasanya dibawakan oleh sekelompok penari laki-laki dan perempuan yang saling berpasangan. Tarian ini mengekspresikan keceriaan, kekompakan, dan keakraban melalui gerakan-gerakan yang dinamis. Tari Janger juga sering disertai dengan nyanyian atau lantunan syair yang dinyanyikan oleh para penari atau pengiringnya.

Tak banyak orang yang mengetahui jika ‘Janger’ merupakan sebutan untuk penari perempuan, sedangkan ‘Dag’ merupakan sebutan untuk penari laki-laki atau sering juga disebut ‘Cak’ atau ‘Kecak’.

“Penari cowok dalam tari janger memang disebut dengan Dag atau Kecak, dan Janger adalah penari ceweknya. Tetapi Dag itu sendiri adalah pemeran khusus, biasanya menjadi pemimpin dalam tari janger, biasanya dia ada dialog, dialog khusus sebagai pemimpin. Dag biasanya menyampaikan pesan-pesan sosial di sana, tetapi bukan bondres. Dag lebih kepada sisi edukatif, bukan untuk melucu. Dag memimpin dalam pertunjukkan yang panjang, tetapi karena Janger Dag UPMI Bali hanya 10 menit, peran Dag sangat sedikit terlihat,” kata Ketut Lanus.

Menurutnya, tidak banyak tantangan dan hambatan yang dihadapi selama proses penggarapan maupun latihan. Ia mengatakan, yang kerap menjadi hambatan dalam prosesnya adalah waktu yang minim untuk latihan, terlebih lagi mahasiswa yang terlibat banyak memiliki kesibukan masing-masing.

“Janger itu suatu kesenian yang menggembirakan, orang bahagia saat belajar tari janger, pancing sedikit saja mereka pasti tertarik. Dalam tari janger ada lagu yang bernuansa estetik, sehingga ketika mereka menari sambil bernyanyi, menjadi sesuatu yang sangat menarik. Sekali latihan, mereka biasanya tertarik untuk melanjutkan latihan-latihan berikutnya. Tetapi yang menjadi hambatan adalah waktu, apalagi mahasiswa ada banyak kegiatan, sehingga waktu latihan yang tersedia tidak cukup,” jelasnya.

Ni Kadek Dewi Setiari, mahasiswi program studi Pendidikan Sendratasik adalah salah satu penari Janger Dag UPMI Bali. Gadis yang akrab disapa Cantika ini mengatakan sangat merasa senang bisa dilibatkan menari Janger Dag untuk yang kedua kalinya di Wisuda UPMI Bali.

“Janger garapan Pak Ketut Lanus ini setahu saya sudah digarap sejak lama, tetapi untuk pementasan Janger Dag UPMI Bali, saya dan teman-teman menampilkannya dengan koreografi serta lirik yang beda dan baru. Liriknya begitu unik dan bernuansa ceria, saya tidak pernah bosan mendengarkannya,” ujar Cantika.

Kadek Wahyu Arianda, mahasiswa dari program studi Pendidikan Sendratasik, yang juga salah satu penari Janger Dag UPMI Bali mengungkapkan, dirinya merasa sangat bersemangat dan bangga bisa menarikan tari Janger Dag untuk pertama kalinya.

“Ini merupakan pertama kalinya saya menarikan Janger Dag, rasanya sangat bersemangat dan bangga bisa turut menghibur di acara Wisuda kemarin. Bagi saya tidak ada kesulitan ataupun hambatan dalam prosesnya, semua berjalan dengan menyenangkan,” kata Wahyu.

Tari Janger Dag pada hari itu berhasil memukau penonton. Di akhir pementasan, riuh tepuk tangan penonton mengiringi langkah para penari yang beranjak meninggalkan panggung. Sembari berjalan, mereka menari perlahan dan menyanyikan lirik, “Sayonara sampai jumpa, sayonara sampai jumpa, sampai jumpa lain hari, bila ada kesempatan, kita akan menari lagi”. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain dari penulis DEDE PUTRA WIGUNA

Tari Mahadewa, Tarian Estetis nan Filosofis, Kebanggaan UPMI Bali
Ika Agustina, Keterbatasan Bukan Alasan untuk Tidak Berkarya
Belajar dan Berbagi di Yayasan Bhakti Senang Hati: Cerita dari PIKM Widyadari UPMI
Lisawati, Perempuan Penjual Bendera: 10 Tahun Merantau di Bali, Pernah Dikira Sudah Meninggal
Belajar Kebermaknaan Hidup di PKP Community Centre, di Payangan-Gianyar
Tags: jangerjanger baliseni jangerUniversitas PGRI Mahadewa Indonesia
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mengenal Kembali Bahasa Daerah dalam Bentuk Sastra Bali Modern

Next Post

Membicarakan Ekosistem Sastra Bali Modern: Dulu, Kini, dan Nanti

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
0
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

Read moreDetails

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
0
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

Read moreDetails

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
0
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

Read moreDetails

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
0
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

Read moreDetails

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
0
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

Read moreDetails

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails
Next Post
Membicarakan Ekosistem Sastra Bali Modern: Dulu, Kini, dan Nanti

Membicarakan Ekosistem Sastra Bali Modern: Dulu, Kini, dan Nanti

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co