5 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ika Agustina, Keterbatasan Bukan Alasan untuk Tidak Berkarya

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
September 2, 2024
in Persona
Ika Agustina, Keterbatasan Bukan Alasan untuk Tidak Berkarya

Putri Suastini Koster bersama Ika Agustina, Foto: dok. Ika Agustina

KARYA sastra dapat menjadi medium bagi siapa saja yang ingin mencurahkan rasa, cipta, dan karsanya. Setiap insan bisa berkarya, semua kalangan bisa menulis. Tak terkecuali Ika Agustina, ia adalah penyair penyandang disabilitas dari Yayasan Bhakti Senang Hati.

Waktu itu saya berkesempatan bergabung bersama Pusat Informasi dan Konseling Mahasiswa (PIKM) Widyadari, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) yang melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Yayasan Bhakti Senang Hati (YBSH), Siangan, Gianyar.

Saya sempat berbincang-bincang dengan beberapa anggota dari YBSH. Salah satunya bersama Ika Agustina, ia penyandang disabilitas yang gemar bersastra. Saat itu, juga ada Dewa Ayu Eka Purba Dharma Tari, M.Psi., Psikolog. (Psikolog, Dosen UPMI) atau akrab disapa Ibu Dewa Ayu, ia merupakan salah satu volunteer di YBSH.

Kami bertiga berbincang setelah kegiatan pengabdian masyarakat selesai dilaksanakan. Derasnya hujan turut menyertai obrolan kami. Saking asyiknya mengobrol, waktu terasa bergulir begitu cepat. Ibu Dewa Ayu menceritakan banyak hal tentang Ika, begitupun Ika menceritakan banyak hal tentang Ibu Dewa Ayu.

Ika menunjukkan beberapa puisinya yang diunggah di media sosial. Ia juga memperlihatkan buku kumpulan puisi miliknya, buku itu berjudul “Suaraku dari Atas Kursi Roda“. Ika mengatakan buku tersebut sudah pernah diulas dan dibedah oleh Alm. Arief Budiman atau akrab disapa Ayip (Co-Founder Rumah Sanur Creative Hub) dan Made Adnyana Ole (sastrawan, founder Tatkala.co), saat peluncuran bukunya di Rumah Sanur.

Saya (penulis) bersama dengan Ika Agustina | Foto: dok. Dewa Ayu Eka

Bagi Ika, menulis adalah terapi menenangkan diri, ia bisa mencurahkan isi hati dan pikirannya dalam puisi. Ika juga mengatakan sangat senang apabila ada yang membaca dan mengapresiasi karyanya.

“Saya mulai terbiasa mengungkapkan perasaan lewat tulisan. Menenangkan, sebab tatkala tak mampu mencurahkan isi hati melalui ucapan, saya bisa menuangkannya lewat aksara,” ujarnya.

Nama lengkapnya Ni Wayan Ika Agustina, biasa dipanggil Ika. Ia lahir di Rendang, Karangasem, 15 Agustus 1998. Dari pasangan I Wayan Kertiyasa dan Ni Wayan Sukasih. Ika merupakan anak pertama dari dua bersaudara.

Ika lahir secara prematur, baru enam bulan dalam kandungan, ia sudah lahir. Ika juga mengidap penyakit Cerebral Palsy, yaitu kondisi yang memengaruhi otot dan saraf. Penyakit tersebut mengharuskannya menggunakan alat bantu kursi roda. Jadi memang dari kecil ia tidak pernah merasakan bagaimana rasanya berjalan. Penyakit tersebut bukan bawaan, tapi dimulai dari tahap awal kehidupan, yaitu sejak lahir.

            Setiap orang pasti memiliki kelebihan dan keunikannya tersendiri, begitupun dengan Ika. Ia memiliki bakat dalam menulis puisi. Ika kerap menulis puisi-puisinya di media sosial Facebook, yang kemudian berhasil dibukukan menjadi kumpulan puisi pertamanya, yaitu “Suaraku dari Kursi Roda” yang diterbitkan oleh CV. Tinta Emas Perkasa pada tahun 2019.

Karya keduanya adalah buku kumpulan puisi “Menyuarakan Jiwa dengan Cinta” yang diterbitkan oleh CV. Tinta Emas Perkasa pada tahun 2021. Buku ini merupakan hasil kolaborasi Ika bersama Kadek Agus yang juga penyandang disabilitas. Kadek Agus sendiri telah berhasil menerbitkan tiga buku.

Ika mengatakan, Ibu Dewa Ayu memiliki andil besar dalam proses kreatifnya. Berkat motivasi dan dorongannya, ia menjadi percaya diri untuk menerbitkan puisi-puisi yang selama ini hanya mengendap di status Facebook. Selain itu, Dewa Ayu Eka juga menjadi editor dan turut membantu mencari penerbit buku yang bersedia menerbitkan karyanya.

Ibu Dewa Ayu mengatakan, Ika memiliki potensi yang bagus, dengan kondisinya yang di atas kursi roda, ia mampu menuangkan imajinasinya dalam bentuk tulisan-tulisan.

“Ika ini punya kemampuan yang baik dan imajinasinya bagus. Ia juga punya potensi yang bagus untuk berkembang, sehingga Ika harus diberi kesempatan untuk menunjukkannya. Siapa tahu dengan pergerakan Ika, teman-teman penyandang disabilitas lain yang memiliki potensi jadi terinspirasi,” ujar Dewa Ayu Eka.

            Setelah mengeluarkan dua buku kumpulan puisi, kini Ika tengah menabung cerpen-cerpen untuk dikemas menjadi kumpulan cerpen. Ia ingin mencoba sesuatu yang baru dalam proses kreatifnya menulis.

Ika Agustina (depan) bersama tiga member YBSH | Foto: dok. Ika Agustina

Sebelum tinggal di YBSH, Ika sempat mengeyam pendidikan di salah satu sekolah dasar negeri di Rendang, Karangasem. Setelah lulus, ia sangat ingin melanjutkan pendidikannya ke jenjang berikutnya, tapi ia terhalang oleh akses, karena jalan menuju sekolah SMP sulit dan jaraknya sangat jauh. Akibatnya ia terpaksa putus sekolah.

Ika menceritakan, setelah satu tahun diam di rumah tanpa bersekolah. Suatu hari datang Ibu Putu Suriati, ia juga penyandang disabilitas yang duduk di kursi roda. Putu Suriati merupakan pendiri dari Yayasan Bhakti Senang Hati (YBSH). Ketika itu, ia datang bersama beberapa orang, dengan maksud ingin mengajak Ika untuk bergabung di YBSH. Ibu Suriati mengatakan kepada Ika dan Keluarganya, di YBSH terdapat asrama yang mengasramakan para penyandang disabilitas. Waktu itu tempatnya masih di Tampaksiring, Gianyar.

“Awalnya, jelas saya menolak, saya tidak pernah jauh dari orang tua dan keluarga sebelumnya, bahkan saya tidak pernah membayangkannya. Tetapi mereka terus merayu, saya meminta waktu satu bulan untuk mempertimbangkannya. Akhirnya mereka pergi dengan lega, namun menjadi beban bagi saya,” ungkap Ika.

Akhirnya Ika menyetujui ajakan tersebut, ia pun mulai bergabung dengan YBSH pada tahun 2012. Awalnya sangat sulit baginya untuk hidup mandiri tanpa bantuan orang tuanya, namun lama-kelamaan ia menjadi terbiasa, dan mampu beradaptasi dengan lingkungan barunya.

“Semua pengurus dan anggota yayasan merupakan penyandang disabilitas, karena yayasan ini berfokus memandirikan para anggotanya. Tidak mudah beradaptasi di dalam sebuah organisasi, dengan semua peraturan. Terlebih kita diharuskan untuk bisa mandiri,” ungkapnya .

 Setelah satu tahun tidak melanjutkan pendidikan, akhirnya Ika bisa kembali bersekolah di salah satu SMP swasta di Tampaksiring. Tetapi, tak lama bersekolah di Tampaksiring, YBSH harus pindah karena telah habis masa kontrak.

“Pada bulan September 2014, yayasan ini pindah ke Siangan, Gianyar. Saya pun juga harus pindah sekolah. Berat rasanya berpisah dengan teman-teman sekolah di Tampaksiring, tetapi apa boleh buat,” kata Ika.

“Yayasan juga mengubah namanya menjadi Yayasan Bhakti Senang Hati. Sebab sebelumnya belum terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM. Kepengurusannya pun berpindah tangan. Ibu Putu Suriati memilih pensiun dari jabatannya, kemudian digantikan oleh bapak Nyoman Sukadana,” jelasnya.

Ika mengaku gemar menulis puisi sejak SMP, dari situlah awalnya ia bermimpi untuk memiliki buku karya sendiri. Setelah lulus SMA, ia tidak melanjutkan pendidikannya, ia memilih untuk bekerja di yayasan. Di yayasan ada sebuah restoran, itu menjadi salah satu program agar bisa memandirikan para member yayasan.

“Bali terkenal dengan pariwisatanya. Jadi, yayasan juga memanfaatkan hal itu. Para wisatawan asing bisa datang ke restoran kami untuk mencicipi berbagai masakan Bali, yang memasak juga para anggota yayasan. Semuanya sudah memiliki tugas masing-masing, tugas saya menyambut para tamu serta presentasi tentang semua program yayasan. Para wisatawan hampir dari seluruh dunia sudah pernah datang ke restoran kami,” jelas Ika

Suatu ketika ada beberapa relawan yang datang ke yayasan. Mereka mengajari kami cara meditasi. Itulah menjadi awal pertemuan Ika dengan Ibu Dewa Ayu. Ika mengatakan, beliau datang bersama rombongan relawan lainnya. Ika bercerita banyak hal kepada Ibu Dewa Ayu. Meskipun baru saling mengenal, entah mengapa ia sudah merasa sangat dekat.

Swafoto Ika Agustina dan Dewa Ayu Eka | Foto: dok. Dewa Ayu Eka

Beberapa hari berlalu, Ibu Dewa Ayu pun membaca sejumlah puisi-puisinya di Facebook, beliau pun mengungkapkan kekagumannya kepada Ika lewat telepon. Beliau juga mengatakan akan membantu Ika untuk menerbitkan puisi-puisinya menjadi buku. Kemudian, Ibu Dewa Ayu meminta Ika untuk mengirimkan semua puisinya.

“Mungkin Ibu Dewa Ayu adalah sebuah jawaban atas semua doa saya selama ini,” kata Ika sembari tersenyum memandang Ibu Dewa Ayu.

Setelah sekian bulan berlalu, akhirnya Ibu Dewa Ayu kembali ke yayasan memberikan kabar baik, ia mengatakan sudah mendapatkan penerbit yang bersedia untuk menerbitkan karya Ika, yaitu CV. Tinta Emas Perkasa, yang terletak di Kuta, Badung.

“Ibu Dewa Ayu sudah lebih dari sahabat bagi saya, sudah seperti keluarga, seperti kakak. Saya sangat bersyukur karena Ibu Dewa Ayu selalu bersama saya, juga mendampingi saya agar bisa melewati semua proses saya dalam berkarya,” ungkapnya.

Setelah melalui proses yang cukup panjang. Akhirnya pada 23 agustus 2019, atas dukungan dari berbagai pihak. Ika melangsungkan peluncuran dan bedah buku kumpulan puisi pertamanya, yaitu “Suaraku dari Atas Kursi Roda” yang dilaksanakan di Rumah Sanur, Denpasar.

“Tidak ada satu kata pun yang bisa mewakili perasaan saya waktu itu. Hari itu adalah hari yang sangat membahagiakan, saya bisa melihat mimpi yang sudah lama terpendam akhirnya terwujud, dan saya bisa melihat dengan mata terbuka,” tandasnya mengakhiri cerita.

Seusai bercerita, saya diberi dua buku kumpulan puisi oleh Ika, “Suaraku dari Atas Kursi Roda” dan “Menyuarakan Jiwa dengan Cinta” (buku kolaborasinya bersama Kadek Agus).

Tak berselang lama, hujan pun akhirnya mereda. Ketika saya dan skuad PIKM Widyadari yang lain beranjak pulang, Ika memanggil dengan nada sedikit kencang, “De, jangan lupa dibaca ya!”. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain dari penulis DEDE PUTRA WIGUNA

Belajar dan Berbagi di Yayasan Bhakti Senang Hati: Cerita dari PIKM Widyadari UPMI
Lisawati, Perempuan Penjual Bendera: 10 Tahun Merantau di Bali, Pernah Dikira Sudah Meninggal
Belajar Kebermaknaan Hidup di PKP Community Centre, di Payangan-Gianyar
Kartunis I Wayan Tama dan Profesinya yang Jarang Dapat Perhatian
Tags: disabelitasPuisisosial
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ketika WNA Pemelajar BIPA Beradu Pantun Berbahasa Indonesia

Next Post

Film “Cening Nepukin I Kawa” Siap Diproduksi, Menyasar Penonton Anak-anak

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Rumah Kata di Jalan Nangka

by Angga Wijaya
July 9, 2026
0
Rumah Kata di Jalan Nangka

SIANG itu, rolling door Pustaka Bali Seni di Jalan Nangka No. 103,  Denpasar, Bali, terbuka lebar. Dari luar, tempat itu...

Read moreDetails

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

by Jaswanto
June 24, 2026
0
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

Read moreDetails

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

Read moreDetails

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

Read moreDetails

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
0
Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

Read moreDetails

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
0
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

Read moreDetails

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

Read moreDetails

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026
0
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

Read moreDetails

I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

by Made Susanta Dwitanaya
March 26, 2026
0
I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

NYALUK Sandi Kala (memasuki peralihan dari siang ke malam) di hari Pangrupukan di Desa  Tampaksiring, yang semakin tahun  semakin dikenal...

Read moreDetails
Next Post
Film “Cening Nepukin I Kawa” Siap Diproduksi, Menyasar Penonton Anak-anak

Film “Cening Nepukin I Kawa” Siap Diproduksi, Menyasar Penonton Anak-anak

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  
Khas

Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  

SAYA bersyukur  menjadi Panyarikan Majelis Desa Adat (MDA) Kecamatan Kuta Selatan merangkap sebagai Kepala Sekolah yang membina  remaja SMA. Posisi...

by I Nyoman Tingkat
August 4, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

NOL KILOMETER ̶S̶I̶N̶G̶A̶R̶A̶J̶A̶ BULELENG : Titik Start Berbenah, Bukan Sekadar Bersolek dan Beautifikasi

ADA banyak sambutan positif dan keceriaan di tengah peresmian tugu Nol Kilometer di depan Kantor Bupati Buleleng. Titik yang dibenahi...

by Sugi Lanus
August 4, 2026
Dwi Dvara: Antara Keagungan Ciptaan dan Hasrat Merusak dalam Diri Kita
Ulas Pentas

Dwi Dvara: Antara Keagungan Ciptaan dan Hasrat Merusak dalam Diri Kita

Di Ambang Dualitas Eksistensial Dalam ruang pertunjukan yang temaram, pendar cahaya proyektor perlahan menghidupkan bidang panggung. Karya pertunjukan bertajuk DWI...

by Dewa Made Ari Kurniawan
August 4, 2026
Kader Dilatih Manfaatkan Ekosistem Google untuk Sistem Pelaporan Digital Kesehatan Balita dan Lansia
Khas

Kader Dilatih Manfaatkan Ekosistem Google untuk Sistem Pelaporan Digital Kesehatan Balita dan Lansia

TIM Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, yang diketuai oleh Ashlikhatul Fuaddah, pada Sabtu, 25 Juli 2026 menyelenggarakan kegiatan...

by Ashlikhatul Fuaddah
August 4, 2026
SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd
Ulas Buku

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

by IRZI
August 3, 2026
Presiden di Dalam Kepala Saya
Esai

Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

by Angga Wijaya
August 3, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

by Chusmeru
August 3, 2026
Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co