16 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ika Agustina, Keterbatasan Bukan Alasan untuk Tidak Berkarya

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
September 2, 2024
in Persona
Ika Agustina, Keterbatasan Bukan Alasan untuk Tidak Berkarya

Putri Suastini Koster bersama Ika Agustina, Foto: dok. Ika Agustina

KARYA sastra dapat menjadi medium bagi siapa saja yang ingin mencurahkan rasa, cipta, dan karsanya. Setiap insan bisa berkarya, semua kalangan bisa menulis. Tak terkecuali Ika Agustina, ia adalah penyair penyandang disabilitas dari Yayasan Bhakti Senang Hati.

Waktu itu saya berkesempatan bergabung bersama Pusat Informasi dan Konseling Mahasiswa (PIKM) Widyadari, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) yang melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Yayasan Bhakti Senang Hati (YBSH), Siangan, Gianyar.

Saya sempat berbincang-bincang dengan beberapa anggota dari YBSH. Salah satunya bersama Ika Agustina, ia penyandang disabilitas yang gemar bersastra. Saat itu, juga ada Dewa Ayu Eka Purba Dharma Tari, M.Psi., Psikolog. (Psikolog, Dosen UPMI) atau akrab disapa Ibu Dewa Ayu, ia merupakan salah satu volunteer di YBSH.

Kami bertiga berbincang setelah kegiatan pengabdian masyarakat selesai dilaksanakan. Derasnya hujan turut menyertai obrolan kami. Saking asyiknya mengobrol, waktu terasa bergulir begitu cepat. Ibu Dewa Ayu menceritakan banyak hal tentang Ika, begitupun Ika menceritakan banyak hal tentang Ibu Dewa Ayu.

Ika menunjukkan beberapa puisinya yang diunggah di media sosial. Ia juga memperlihatkan buku kumpulan puisi miliknya, buku itu berjudul “Suaraku dari Atas Kursi Roda“. Ika mengatakan buku tersebut sudah pernah diulas dan dibedah oleh Alm. Arief Budiman atau akrab disapa Ayip (Co-Founder Rumah Sanur Creative Hub) dan Made Adnyana Ole (sastrawan, founder Tatkala.co), saat peluncuran bukunya di Rumah Sanur.

Saya (penulis) bersama dengan Ika Agustina | Foto: dok. Dewa Ayu Eka

Bagi Ika, menulis adalah terapi menenangkan diri, ia bisa mencurahkan isi hati dan pikirannya dalam puisi. Ika juga mengatakan sangat senang apabila ada yang membaca dan mengapresiasi karyanya.

“Saya mulai terbiasa mengungkapkan perasaan lewat tulisan. Menenangkan, sebab tatkala tak mampu mencurahkan isi hati melalui ucapan, saya bisa menuangkannya lewat aksara,” ujarnya.

Nama lengkapnya Ni Wayan Ika Agustina, biasa dipanggil Ika. Ia lahir di Rendang, Karangasem, 15 Agustus 1998. Dari pasangan I Wayan Kertiyasa dan Ni Wayan Sukasih. Ika merupakan anak pertama dari dua bersaudara.

Ika lahir secara prematur, baru enam bulan dalam kandungan, ia sudah lahir. Ika juga mengidap penyakit Cerebral Palsy, yaitu kondisi yang memengaruhi otot dan saraf. Penyakit tersebut mengharuskannya menggunakan alat bantu kursi roda. Jadi memang dari kecil ia tidak pernah merasakan bagaimana rasanya berjalan. Penyakit tersebut bukan bawaan, tapi dimulai dari tahap awal kehidupan, yaitu sejak lahir.

            Setiap orang pasti memiliki kelebihan dan keunikannya tersendiri, begitupun dengan Ika. Ia memiliki bakat dalam menulis puisi. Ika kerap menulis puisi-puisinya di media sosial Facebook, yang kemudian berhasil dibukukan menjadi kumpulan puisi pertamanya, yaitu “Suaraku dari Kursi Roda” yang diterbitkan oleh CV. Tinta Emas Perkasa pada tahun 2019.

Karya keduanya adalah buku kumpulan puisi “Menyuarakan Jiwa dengan Cinta” yang diterbitkan oleh CV. Tinta Emas Perkasa pada tahun 2021. Buku ini merupakan hasil kolaborasi Ika bersama Kadek Agus yang juga penyandang disabilitas. Kadek Agus sendiri telah berhasil menerbitkan tiga buku.

Ika mengatakan, Ibu Dewa Ayu memiliki andil besar dalam proses kreatifnya. Berkat motivasi dan dorongannya, ia menjadi percaya diri untuk menerbitkan puisi-puisi yang selama ini hanya mengendap di status Facebook. Selain itu, Dewa Ayu Eka juga menjadi editor dan turut membantu mencari penerbit buku yang bersedia menerbitkan karyanya.

Ibu Dewa Ayu mengatakan, Ika memiliki potensi yang bagus, dengan kondisinya yang di atas kursi roda, ia mampu menuangkan imajinasinya dalam bentuk tulisan-tulisan.

“Ika ini punya kemampuan yang baik dan imajinasinya bagus. Ia juga punya potensi yang bagus untuk berkembang, sehingga Ika harus diberi kesempatan untuk menunjukkannya. Siapa tahu dengan pergerakan Ika, teman-teman penyandang disabilitas lain yang memiliki potensi jadi terinspirasi,” ujar Dewa Ayu Eka.

            Setelah mengeluarkan dua buku kumpulan puisi, kini Ika tengah menabung cerpen-cerpen untuk dikemas menjadi kumpulan cerpen. Ia ingin mencoba sesuatu yang baru dalam proses kreatifnya menulis.

Ika Agustina (depan) bersama tiga member YBSH | Foto: dok. Ika Agustina

Sebelum tinggal di YBSH, Ika sempat mengeyam pendidikan di salah satu sekolah dasar negeri di Rendang, Karangasem. Setelah lulus, ia sangat ingin melanjutkan pendidikannya ke jenjang berikutnya, tapi ia terhalang oleh akses, karena jalan menuju sekolah SMP sulit dan jaraknya sangat jauh. Akibatnya ia terpaksa putus sekolah.

Ika menceritakan, setelah satu tahun diam di rumah tanpa bersekolah. Suatu hari datang Ibu Putu Suriati, ia juga penyandang disabilitas yang duduk di kursi roda. Putu Suriati merupakan pendiri dari Yayasan Bhakti Senang Hati (YBSH). Ketika itu, ia datang bersama beberapa orang, dengan maksud ingin mengajak Ika untuk bergabung di YBSH. Ibu Suriati mengatakan kepada Ika dan Keluarganya, di YBSH terdapat asrama yang mengasramakan para penyandang disabilitas. Waktu itu tempatnya masih di Tampaksiring, Gianyar.

“Awalnya, jelas saya menolak, saya tidak pernah jauh dari orang tua dan keluarga sebelumnya, bahkan saya tidak pernah membayangkannya. Tetapi mereka terus merayu, saya meminta waktu satu bulan untuk mempertimbangkannya. Akhirnya mereka pergi dengan lega, namun menjadi beban bagi saya,” ungkap Ika.

Akhirnya Ika menyetujui ajakan tersebut, ia pun mulai bergabung dengan YBSH pada tahun 2012. Awalnya sangat sulit baginya untuk hidup mandiri tanpa bantuan orang tuanya, namun lama-kelamaan ia menjadi terbiasa, dan mampu beradaptasi dengan lingkungan barunya.

“Semua pengurus dan anggota yayasan merupakan penyandang disabilitas, karena yayasan ini berfokus memandirikan para anggotanya. Tidak mudah beradaptasi di dalam sebuah organisasi, dengan semua peraturan. Terlebih kita diharuskan untuk bisa mandiri,” ungkapnya .

 Setelah satu tahun tidak melanjutkan pendidikan, akhirnya Ika bisa kembali bersekolah di salah satu SMP swasta di Tampaksiring. Tetapi, tak lama bersekolah di Tampaksiring, YBSH harus pindah karena telah habis masa kontrak.

“Pada bulan September 2014, yayasan ini pindah ke Siangan, Gianyar. Saya pun juga harus pindah sekolah. Berat rasanya berpisah dengan teman-teman sekolah di Tampaksiring, tetapi apa boleh buat,” kata Ika.

“Yayasan juga mengubah namanya menjadi Yayasan Bhakti Senang Hati. Sebab sebelumnya belum terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM. Kepengurusannya pun berpindah tangan. Ibu Putu Suriati memilih pensiun dari jabatannya, kemudian digantikan oleh bapak Nyoman Sukadana,” jelasnya.

Ika mengaku gemar menulis puisi sejak SMP, dari situlah awalnya ia bermimpi untuk memiliki buku karya sendiri. Setelah lulus SMA, ia tidak melanjutkan pendidikannya, ia memilih untuk bekerja di yayasan. Di yayasan ada sebuah restoran, itu menjadi salah satu program agar bisa memandirikan para member yayasan.

“Bali terkenal dengan pariwisatanya. Jadi, yayasan juga memanfaatkan hal itu. Para wisatawan asing bisa datang ke restoran kami untuk mencicipi berbagai masakan Bali, yang memasak juga para anggota yayasan. Semuanya sudah memiliki tugas masing-masing, tugas saya menyambut para tamu serta presentasi tentang semua program yayasan. Para wisatawan hampir dari seluruh dunia sudah pernah datang ke restoran kami,” jelas Ika

Suatu ketika ada beberapa relawan yang datang ke yayasan. Mereka mengajari kami cara meditasi. Itulah menjadi awal pertemuan Ika dengan Ibu Dewa Ayu. Ika mengatakan, beliau datang bersama rombongan relawan lainnya. Ika bercerita banyak hal kepada Ibu Dewa Ayu. Meskipun baru saling mengenal, entah mengapa ia sudah merasa sangat dekat.

Swafoto Ika Agustina dan Dewa Ayu Eka | Foto: dok. Dewa Ayu Eka

Beberapa hari berlalu, Ibu Dewa Ayu pun membaca sejumlah puisi-puisinya di Facebook, beliau pun mengungkapkan kekagumannya kepada Ika lewat telepon. Beliau juga mengatakan akan membantu Ika untuk menerbitkan puisi-puisinya menjadi buku. Kemudian, Ibu Dewa Ayu meminta Ika untuk mengirimkan semua puisinya.

“Mungkin Ibu Dewa Ayu adalah sebuah jawaban atas semua doa saya selama ini,” kata Ika sembari tersenyum memandang Ibu Dewa Ayu.

Setelah sekian bulan berlalu, akhirnya Ibu Dewa Ayu kembali ke yayasan memberikan kabar baik, ia mengatakan sudah mendapatkan penerbit yang bersedia untuk menerbitkan karya Ika, yaitu CV. Tinta Emas Perkasa, yang terletak di Kuta, Badung.

“Ibu Dewa Ayu sudah lebih dari sahabat bagi saya, sudah seperti keluarga, seperti kakak. Saya sangat bersyukur karena Ibu Dewa Ayu selalu bersama saya, juga mendampingi saya agar bisa melewati semua proses saya dalam berkarya,” ungkapnya.

Setelah melalui proses yang cukup panjang. Akhirnya pada 23 agustus 2019, atas dukungan dari berbagai pihak. Ika melangsungkan peluncuran dan bedah buku kumpulan puisi pertamanya, yaitu “Suaraku dari Atas Kursi Roda” yang dilaksanakan di Rumah Sanur, Denpasar.

“Tidak ada satu kata pun yang bisa mewakili perasaan saya waktu itu. Hari itu adalah hari yang sangat membahagiakan, saya bisa melihat mimpi yang sudah lama terpendam akhirnya terwujud, dan saya bisa melihat dengan mata terbuka,” tandasnya mengakhiri cerita.

Seusai bercerita, saya diberi dua buku kumpulan puisi oleh Ika, “Suaraku dari Atas Kursi Roda” dan “Menyuarakan Jiwa dengan Cinta” (buku kolaborasinya bersama Kadek Agus).

Tak berselang lama, hujan pun akhirnya mereda. Ketika saya dan skuad PIKM Widyadari yang lain beranjak pulang, Ika memanggil dengan nada sedikit kencang, “De, jangan lupa dibaca ya!”. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain dari penulis DEDE PUTRA WIGUNA

Belajar dan Berbagi di Yayasan Bhakti Senang Hati: Cerita dari PIKM Widyadari UPMI
Lisawati, Perempuan Penjual Bendera: 10 Tahun Merantau di Bali, Pernah Dikira Sudah Meninggal
Belajar Kebermaknaan Hidup di PKP Community Centre, di Payangan-Gianyar
Kartunis I Wayan Tama dan Profesinya yang Jarang Dapat Perhatian
Tags: disabelitasPuisisosial
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ketika WNA Pemelajar BIPA Beradu Pantun Berbahasa Indonesia

Next Post

Film “Cening Nepukin I Kawa” Siap Diproduksi, Menyasar Penonton Anak-anak

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

Read moreDetails

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026
0
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

Read moreDetails

I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

by Made Susanta Dwitanaya
March 26, 2026
0
I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

NYALUK Sandi Kala (memasuki peralihan dari siang ke malam) di hari Pangrupukan di Desa  Tampaksiring, yang semakin tahun  semakin dikenal...

Read moreDetails

Tak Sekadar Bertanding, Gus Joni Rayakan Kreativitas di Kasanga Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
March 13, 2026
0
Tak Sekadar Bertanding, Gus Joni Rayakan Kreativitas di Kasanga Festival 2026

DI dalam stan pameran Kasanga Festival 2026 di Lapangan Puputan Badung, Denpasar, deretan ogoh-ogoh mini berdiri rapi menunggu penilaian. Suasana...

Read moreDetails

Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

RASA senang dan bangga tampak dalam wajahnya. Ketika namanya disebut untuk menerima penghargaan Bali Kerthi Nugraha Mahottama, kakinya melangkah dengan...

Read moreDetails

Wahyu Ardi Putra dan Bulan Bahasa Bali: Dari Drama Bali Modern ke Cerpen Bali Modern

by Made Adnyana Ole
February 28, 2026
0
Wahyu Ardi Putra dan Bulan Bahasa Bali: Dari Drama Bali Modern ke Cerpen Bali Modern

SUDAH sejak lama Wahyu Ardi dikenal sebagai sutradara dan penulis naskah drama modern, baik berbahasa Bali maupun bahasa Indonesia. Lalu,...

Read moreDetails

Ni Komang Pradnyawati, Lewat Konten Media Sosial “Elek” Raih Juara 1 di Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
Ni Komang Pradnyawati, Lewat Konten Media Sosial “Elek” Raih Juara 1 di Bulan Bahasa Bali 2026

ANA seorang siswi yang tidak disebutkan secara jelas sekolahanya tidak menyukai bahasa Bali, bahkan tidak pernah memakai Bahasa itu dalam...

Read moreDetails

I Made Sunaryana Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali di Bulan Bahasa Bali 2026: Kesantunan Berbahasa Adalah Jalan Sunyi Menuju Penyempurnaan Jiwa

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
I Made Sunaryana Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali di Bulan Bahasa Bali 2026: Kesantunan Berbahasa Adalah Jalan Sunyi Menuju Penyempurnaan Jiwa

I Made Sunaryana terpilih sebagai Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali dalam ajang Bulan Bahasa Bali VIII. Itu artinya, karya...

Read moreDetails

Cerpen ‘Mangmung Langit Bukarés’ Karya Aries Pidrawan Lahir dari Riset Sejarah —-Juara Satu Lomba Cerpen Bulan Bahasa Bali 2026

by Made Adnyana Ole
February 27, 2026
0
Cerpen ‘Mangmung Langit Bukarés’ Karya Aries Pidrawan Lahir dari Riset Sejarah —-Juara Satu Lomba Cerpen Bulan Bahasa Bali 2026

Sakewala, ada ané makleteg di tangkahné. “Bagus Sutedja sané nuwé panjak akéh, tur sugih, prasida  kamatiang, apa buin kulawargan tiangé, rumasuk Ngurah, pasti sing...

Read moreDetails
Next Post
Film “Cening Nepukin I Kawa” Siap Diproduksi, Menyasar Penonton Anak-anak

Film “Cening Nepukin I Kawa” Siap Diproduksi, Menyasar Penonton Anak-anak

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Perkuat Toleransi dan Semangat Persatuan’ —Begitu Kata Ketua MPR Ahmad Muzani saat Beri Kuliah Umum Kebangsaan di Institut Mpu Kuturan
Pendidikan

‘Perkuat Toleransi dan Semangat Persatuan’ —Begitu Kata Ketua MPR Ahmad Muzani saat Beri Kuliah Umum Kebangsaan di Institut Mpu Kuturan

KETUA MPR RI, Ahmad Muzani memberikan Kuliah Umum Kebangsaan kepada sivitas akademika Institut Mpu Kuturan (IMK) pada Jumat (15/5) sore....

by Son Lomri
May 15, 2026
Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo
Esai

Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo

“The man who wears the shoe knows best that it pinches and where it pinches, even if the expert shoemaker...

by Faris Widiyatmoko
May 15, 2026
Hikayat Rempah dalam Prasasti dan Lontar Bali
Liputan Khusus

Hikayat Rempah dalam Prasasti dan Lontar Bali

LIMA tahun lalu, kawan saya, Dian Suryantini—jurnalis sekaligus akademisi yang tinggal di Singaraja, Bali—bercerita tentang neneknya, Nyoman Landri, warga Banjar...

by Jaswanto
May 15, 2026
Leak Tanah Bali: Kiprah Teranyar Amplitherapy Nan Garang & Swakendali
Hiburan

Leak Tanah Bali: Kiprah Teranyar Amplitherapy Nan Garang & Swakendali

ALBUM penuh terbaru Amplitherapy bertajuk Leak Tanah Bali yang dijadwalkan terbit pada 16 Mei 2026 menandai babak baru perjalanan musikal...

by Nyoman Budarsana
May 15, 2026
Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan
Bahasa

Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan

PERNAHKAH Anda memperhatikan penulisan atau ejaan konten seseorang saat sedang berselancar di media sosial? Kesalahan tik atau saltik yang populer...

by I Made Sudiana
May 15, 2026
Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital
Ulas Musik

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital

DALAM lanskap rock progresif 1970-an, “Castle Walls” tampil sebagai balada megah yang sarat ketegangan emosional. Ditulis dan dinyanyikan oleh vokalis...

by Ahmad Sihabudin
May 14, 2026
Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
Ulas Buku

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
Esai

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
Panggung

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
Pop

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

by tatkala
May 14, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co