26 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ika Agustina, Keterbatasan Bukan Alasan untuk Tidak Berkarya

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
September 2, 2024
in Persona
Ika Agustina, Keterbatasan Bukan Alasan untuk Tidak Berkarya

Putri Suastini Koster bersama Ika Agustina, Foto: dok. Ika Agustina

KARYA sastra dapat menjadi medium bagi siapa saja yang ingin mencurahkan rasa, cipta, dan karsanya. Setiap insan bisa berkarya, semua kalangan bisa menulis. Tak terkecuali Ika Agustina, ia adalah penyair penyandang disabilitas dari Yayasan Bhakti Senang Hati.

Waktu itu saya berkesempatan bergabung bersama Pusat Informasi dan Konseling Mahasiswa (PIKM) Widyadari, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) yang melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Yayasan Bhakti Senang Hati (YBSH), Siangan, Gianyar.

Saya sempat berbincang-bincang dengan beberapa anggota dari YBSH. Salah satunya bersama Ika Agustina, ia penyandang disabilitas yang gemar bersastra. Saat itu, juga ada Dewa Ayu Eka Purba Dharma Tari, M.Psi., Psikolog. (Psikolog, Dosen UPMI) atau akrab disapa Ibu Dewa Ayu, ia merupakan salah satu volunteer di YBSH.

Kami bertiga berbincang setelah kegiatan pengabdian masyarakat selesai dilaksanakan. Derasnya hujan turut menyertai obrolan kami. Saking asyiknya mengobrol, waktu terasa bergulir begitu cepat. Ibu Dewa Ayu menceritakan banyak hal tentang Ika, begitupun Ika menceritakan banyak hal tentang Ibu Dewa Ayu.

Ika menunjukkan beberapa puisinya yang diunggah di media sosial. Ia juga memperlihatkan buku kumpulan puisi miliknya, buku itu berjudul “Suaraku dari Atas Kursi Roda“. Ika mengatakan buku tersebut sudah pernah diulas dan dibedah oleh Alm. Arief Budiman atau akrab disapa Ayip (Co-Founder Rumah Sanur Creative Hub) dan Made Adnyana Ole (sastrawan, founder Tatkala.co), saat peluncuran bukunya di Rumah Sanur.

Saya (penulis) bersama dengan Ika Agustina | Foto: dok. Dewa Ayu Eka

Bagi Ika, menulis adalah terapi menenangkan diri, ia bisa mencurahkan isi hati dan pikirannya dalam puisi. Ika juga mengatakan sangat senang apabila ada yang membaca dan mengapresiasi karyanya.

“Saya mulai terbiasa mengungkapkan perasaan lewat tulisan. Menenangkan, sebab tatkala tak mampu mencurahkan isi hati melalui ucapan, saya bisa menuangkannya lewat aksara,” ujarnya.

Nama lengkapnya Ni Wayan Ika Agustina, biasa dipanggil Ika. Ia lahir di Rendang, Karangasem, 15 Agustus 1998. Dari pasangan I Wayan Kertiyasa dan Ni Wayan Sukasih. Ika merupakan anak pertama dari dua bersaudara.

Ika lahir secara prematur, baru enam bulan dalam kandungan, ia sudah lahir. Ika juga mengidap penyakit Cerebral Palsy, yaitu kondisi yang memengaruhi otot dan saraf. Penyakit tersebut mengharuskannya menggunakan alat bantu kursi roda. Jadi memang dari kecil ia tidak pernah merasakan bagaimana rasanya berjalan. Penyakit tersebut bukan bawaan, tapi dimulai dari tahap awal kehidupan, yaitu sejak lahir.

            Setiap orang pasti memiliki kelebihan dan keunikannya tersendiri, begitupun dengan Ika. Ia memiliki bakat dalam menulis puisi. Ika kerap menulis puisi-puisinya di media sosial Facebook, yang kemudian berhasil dibukukan menjadi kumpulan puisi pertamanya, yaitu “Suaraku dari Kursi Roda” yang diterbitkan oleh CV. Tinta Emas Perkasa pada tahun 2019.

Karya keduanya adalah buku kumpulan puisi “Menyuarakan Jiwa dengan Cinta” yang diterbitkan oleh CV. Tinta Emas Perkasa pada tahun 2021. Buku ini merupakan hasil kolaborasi Ika bersama Kadek Agus yang juga penyandang disabilitas. Kadek Agus sendiri telah berhasil menerbitkan tiga buku.

Ika mengatakan, Ibu Dewa Ayu memiliki andil besar dalam proses kreatifnya. Berkat motivasi dan dorongannya, ia menjadi percaya diri untuk menerbitkan puisi-puisi yang selama ini hanya mengendap di status Facebook. Selain itu, Dewa Ayu Eka juga menjadi editor dan turut membantu mencari penerbit buku yang bersedia menerbitkan karyanya.

Ibu Dewa Ayu mengatakan, Ika memiliki potensi yang bagus, dengan kondisinya yang di atas kursi roda, ia mampu menuangkan imajinasinya dalam bentuk tulisan-tulisan.

“Ika ini punya kemampuan yang baik dan imajinasinya bagus. Ia juga punya potensi yang bagus untuk berkembang, sehingga Ika harus diberi kesempatan untuk menunjukkannya. Siapa tahu dengan pergerakan Ika, teman-teman penyandang disabilitas lain yang memiliki potensi jadi terinspirasi,” ujar Dewa Ayu Eka.

            Setelah mengeluarkan dua buku kumpulan puisi, kini Ika tengah menabung cerpen-cerpen untuk dikemas menjadi kumpulan cerpen. Ia ingin mencoba sesuatu yang baru dalam proses kreatifnya menulis.

Ika Agustina (depan) bersama tiga member YBSH | Foto: dok. Ika Agustina

Sebelum tinggal di YBSH, Ika sempat mengeyam pendidikan di salah satu sekolah dasar negeri di Rendang, Karangasem. Setelah lulus, ia sangat ingin melanjutkan pendidikannya ke jenjang berikutnya, tapi ia terhalang oleh akses, karena jalan menuju sekolah SMP sulit dan jaraknya sangat jauh. Akibatnya ia terpaksa putus sekolah.

Ika menceritakan, setelah satu tahun diam di rumah tanpa bersekolah. Suatu hari datang Ibu Putu Suriati, ia juga penyandang disabilitas yang duduk di kursi roda. Putu Suriati merupakan pendiri dari Yayasan Bhakti Senang Hati (YBSH). Ketika itu, ia datang bersama beberapa orang, dengan maksud ingin mengajak Ika untuk bergabung di YBSH. Ibu Suriati mengatakan kepada Ika dan Keluarganya, di YBSH terdapat asrama yang mengasramakan para penyandang disabilitas. Waktu itu tempatnya masih di Tampaksiring, Gianyar.

“Awalnya, jelas saya menolak, saya tidak pernah jauh dari orang tua dan keluarga sebelumnya, bahkan saya tidak pernah membayangkannya. Tetapi mereka terus merayu, saya meminta waktu satu bulan untuk mempertimbangkannya. Akhirnya mereka pergi dengan lega, namun menjadi beban bagi saya,” ungkap Ika.

Akhirnya Ika menyetujui ajakan tersebut, ia pun mulai bergabung dengan YBSH pada tahun 2012. Awalnya sangat sulit baginya untuk hidup mandiri tanpa bantuan orang tuanya, namun lama-kelamaan ia menjadi terbiasa, dan mampu beradaptasi dengan lingkungan barunya.

“Semua pengurus dan anggota yayasan merupakan penyandang disabilitas, karena yayasan ini berfokus memandirikan para anggotanya. Tidak mudah beradaptasi di dalam sebuah organisasi, dengan semua peraturan. Terlebih kita diharuskan untuk bisa mandiri,” ungkapnya .

 Setelah satu tahun tidak melanjutkan pendidikan, akhirnya Ika bisa kembali bersekolah di salah satu SMP swasta di Tampaksiring. Tetapi, tak lama bersekolah di Tampaksiring, YBSH harus pindah karena telah habis masa kontrak.

“Pada bulan September 2014, yayasan ini pindah ke Siangan, Gianyar. Saya pun juga harus pindah sekolah. Berat rasanya berpisah dengan teman-teman sekolah di Tampaksiring, tetapi apa boleh buat,” kata Ika.

“Yayasan juga mengubah namanya menjadi Yayasan Bhakti Senang Hati. Sebab sebelumnya belum terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM. Kepengurusannya pun berpindah tangan. Ibu Putu Suriati memilih pensiun dari jabatannya, kemudian digantikan oleh bapak Nyoman Sukadana,” jelasnya.

Ika mengaku gemar menulis puisi sejak SMP, dari situlah awalnya ia bermimpi untuk memiliki buku karya sendiri. Setelah lulus SMA, ia tidak melanjutkan pendidikannya, ia memilih untuk bekerja di yayasan. Di yayasan ada sebuah restoran, itu menjadi salah satu program agar bisa memandirikan para member yayasan.

“Bali terkenal dengan pariwisatanya. Jadi, yayasan juga memanfaatkan hal itu. Para wisatawan asing bisa datang ke restoran kami untuk mencicipi berbagai masakan Bali, yang memasak juga para anggota yayasan. Semuanya sudah memiliki tugas masing-masing, tugas saya menyambut para tamu serta presentasi tentang semua program yayasan. Para wisatawan hampir dari seluruh dunia sudah pernah datang ke restoran kami,” jelas Ika

Suatu ketika ada beberapa relawan yang datang ke yayasan. Mereka mengajari kami cara meditasi. Itulah menjadi awal pertemuan Ika dengan Ibu Dewa Ayu. Ika mengatakan, beliau datang bersama rombongan relawan lainnya. Ika bercerita banyak hal kepada Ibu Dewa Ayu. Meskipun baru saling mengenal, entah mengapa ia sudah merasa sangat dekat.

Swafoto Ika Agustina dan Dewa Ayu Eka | Foto: dok. Dewa Ayu Eka

Beberapa hari berlalu, Ibu Dewa Ayu pun membaca sejumlah puisi-puisinya di Facebook, beliau pun mengungkapkan kekagumannya kepada Ika lewat telepon. Beliau juga mengatakan akan membantu Ika untuk menerbitkan puisi-puisinya menjadi buku. Kemudian, Ibu Dewa Ayu meminta Ika untuk mengirimkan semua puisinya.

“Mungkin Ibu Dewa Ayu adalah sebuah jawaban atas semua doa saya selama ini,” kata Ika sembari tersenyum memandang Ibu Dewa Ayu.

Setelah sekian bulan berlalu, akhirnya Ibu Dewa Ayu kembali ke yayasan memberikan kabar baik, ia mengatakan sudah mendapatkan penerbit yang bersedia untuk menerbitkan karya Ika, yaitu CV. Tinta Emas Perkasa, yang terletak di Kuta, Badung.

“Ibu Dewa Ayu sudah lebih dari sahabat bagi saya, sudah seperti keluarga, seperti kakak. Saya sangat bersyukur karena Ibu Dewa Ayu selalu bersama saya, juga mendampingi saya agar bisa melewati semua proses saya dalam berkarya,” ungkapnya.

Setelah melalui proses yang cukup panjang. Akhirnya pada 23 agustus 2019, atas dukungan dari berbagai pihak. Ika melangsungkan peluncuran dan bedah buku kumpulan puisi pertamanya, yaitu “Suaraku dari Atas Kursi Roda” yang dilaksanakan di Rumah Sanur, Denpasar.

“Tidak ada satu kata pun yang bisa mewakili perasaan saya waktu itu. Hari itu adalah hari yang sangat membahagiakan, saya bisa melihat mimpi yang sudah lama terpendam akhirnya terwujud, dan saya bisa melihat dengan mata terbuka,” tandasnya mengakhiri cerita.

Seusai bercerita, saya diberi dua buku kumpulan puisi oleh Ika, “Suaraku dari Atas Kursi Roda” dan “Menyuarakan Jiwa dengan Cinta” (buku kolaborasinya bersama Kadek Agus).

Tak berselang lama, hujan pun akhirnya mereda. Ketika saya dan skuad PIKM Widyadari yang lain beranjak pulang, Ika memanggil dengan nada sedikit kencang, “De, jangan lupa dibaca ya!”. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain dari penulis DEDE PUTRA WIGUNA

Belajar dan Berbagi di Yayasan Bhakti Senang Hati: Cerita dari PIKM Widyadari UPMI
Lisawati, Perempuan Penjual Bendera: 10 Tahun Merantau di Bali, Pernah Dikira Sudah Meninggal
Belajar Kebermaknaan Hidup di PKP Community Centre, di Payangan-Gianyar
Kartunis I Wayan Tama dan Profesinya yang Jarang Dapat Perhatian
Tags: disabelitasPuisisosial
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ketika WNA Pemelajar BIPA Beradu Pantun Berbahasa Indonesia

Next Post

Film “Cening Nepukin I Kawa” Siap Diproduksi, Menyasar Penonton Anak-anak

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Dari Wayang Wong Tejakula, Hoga Wiratmaja Ciptakan Logo Porprov Bali 2027, dan Ia Juara

by Made Adnyana Ole
October 17, 2026
0
Dari Wayang Wong Tejakula, Hoga Wiratmaja Ciptakan Logo Porprov Bali 2027, dan Ia Juara

APA hubungan wayang wong Tejakula dengan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali tahun 2027 yang akan digelar di Buleleng? Secara langsung,...

Read moreDetails

Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

by Wayan Jengki Sunarta
October 9, 2026
0
Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

APA yang terjadi ketika tradisi dipakai sebagai ruang dialog dan ruang untuk bertanya secara kritis? Pertanyaan semacam itu terasa penting...

Read moreDetails

Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

by Yohana Purnama Fajar
September 2, 2026
0
Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

“Saya adalah seorang anak yang tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah,” kata Maria Margarheta Indrawati dengan wajah sendu ketika mengenang...

Read moreDetails

Rumah Kata di Jalan Nangka

by Angga Wijaya
July 9, 2026
0
Rumah Kata di Jalan Nangka

SIANG itu, rolling door Pustaka Bali Seni di Jalan Nangka No. 103,  Denpasar, Bali, terbuka lebar. Dari luar, tempat itu...

Read moreDetails

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

by Jaswanto
June 24, 2026
0
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

Read moreDetails

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

Read moreDetails

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

Read moreDetails

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
0
Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

Read moreDetails

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
0
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

Read moreDetails

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails
Next Post
Film “Cening Nepukin I Kawa” Siap Diproduksi, Menyasar Penonton Anak-anak

Film “Cening Nepukin I Kawa” Siap Diproduksi, Menyasar Penonton Anak-anak

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital
Liputan Khusus

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital

TELEPON belum lama ditutup ketika Luh Sukerti kembali sibuk di depan tungku. Puluhan tusuk sate dibolak-balik di atas bara, dilumuri...

by Jaswanto
October 26, 2026
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan
Esai

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026
Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”
Bahasa

Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”

ADA seorang guru sekaligus penulis senior asal Bali yang bernama Nyoman Tingkat. Suatu ketika, dengan permainan kata yang cerdas dan menggelitik, melalui unggahan...

by I Made Sudiana
October 26, 2026
Belajar dari Senat, Menyapa Semeru
Tualang

Belajar dari Senat, Menyapa Semeru

ADA perjalanan yang kita tempuh karena tugas. Ada perjalanan yang kita jalani karena kewajiban. Namun, sering kali justru di balik...

by Ahmad Sihabudin
October 26, 2026
Mungkinkah Korut Serang AS?
Esai

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026
Olahraga

Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026

SUASANA siang di kawasan dekat Pantai Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, mendadak bergemuruh pada Minggu 25 Oktober 2026....

by Nyoman Budarsana
October 26, 2026
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan
Esai

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026
Khas

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co