27 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengenal Kembali Bahasa Daerah dalam Bentuk Sastra Bali Modern

Son Lomri by Son Lomri
September 8, 2024
in Khas
Suara Saking Bali dan Usaha Membumikan Sastra Bali Modern

Sampul-sampul majalah Suara Saking Bali yang dipamerkan | Foto: tatkala.co/Son

DI antara ramai orang masuk ke ruang aula STAHN Mpu Kuturan, Singaraja di Jl. Kresna Gg. III No. 2B, Kendran, Buleleng, seorang perempuan muda tampak kebingungan. Di sebelah kiri tempat ia berdiri, cetakan majalah berbahasa Bali dari berbagai edisi, sebagaimana menggelarkan sebuah arsip untuk dikenalkan, ditata di atas meja panjang.

Majalah-majalah dengan sampul warna gambar yang tajam dan semiotis—barangkali khas majalah tersebut—telah menarik perhatian Kadek Puspa Lestari Dewi, perempuan muda yang bingung itu. Mahasiswi semester 5 STAHN Mpu Kuturan itu berdiri lebih lama di meja panjang tempat di mana majalah-majalah itu digelar dan boleh dibaca.

Sebelumnya, ia mendekati cover-cover majalah yang berderet di tembok, satu persatu. Dengan langkahnya yang anggun, ia berhenti kemudian di meja panjang tempat di mana majalah-majalah itu digelar, dan kemudian membuka salah satu majalah di sana—penuh penasaran.

Di tengah orang-orang saling mendekat, merasakan majalah dalam bentuk fisiknya itu, Puspa Lestari sesekali membagi jarak kepada siapa saja didekatnya, membuka celah untuk yang lain juga berdiri di sampingnya itu—membaca majalah dengan cermat.

Kadek Puspa Lestari (berkacamata), Mahasiswa semester 5 STAH Mpu Kuturan, sedang membaca salah satu edisi majalah Suara Saking Bali | Foto: tatkala.co/Son

Ya, Puspa sedang berada di pameran arsip Suara Saking Bali, salah satu mata program Festival Sastra Bali Modern 2024 yang diselenggarakan majalah Suara Saking Bali di STAHN Mpu Kuturan Singaraja, 7-8 September 2024.

Jika selama ini majalah Suara Saking Bali hanya mengeluarkan edisi elektronik, maka sekitar 87 cover majalah dalam bentuk print out dari edisi pertama sampai terakhir, mantap dipamerkan dalam festival tersebut.

Acara festival semacam ini, maksudnya festival sastra berbahasa Bali, adalah pengalaman pertama bagi Puspa. Sehingga ia cukup lama bertahan di sana, mengamati bagaimana cerita kekinian dituliskan dalam bentuk bahasa Bali itu terasa lain dari cerita yang biasanya ia temukan dalam bentuk bahasa Indonesia atau bahasa Inggris.

“Terasa asing saja datang di acara pameran semacam ini,” katanya sambil memegang majalah yang baru saja ditutup—selesai dibaca itu. “Suara Saking Bali ini baru saya dengar. Dan datang di acara pamerannya saya senang, dan ini yang pertama kalinya bagi saya. Saya datang dari jam 5 sore untuk ini,” lanjutnya.

Kadek Puspa Lestari (berkacamata), Mahasiswa semester 5 STAH Mpu Kuturan, sedang mengamati salah satu sampul edisi majalah Suara Saking Bali | Foto: tatkala.co/Son

Secara sederhana, bagaimana sastra dalam bahasa daerah, dalam hal ini bahasa Bali, memang sangat mengedukasi, dan memberikan satu kemungkinan sangat besar terkait sastra dan bahasa itu sendiri. Di mana bahasa daerah dapat kembali dipandang tidak lebih rendah dari bahasa nasional atau asing.

Melalui bahasa daerah juga, sastra dapat dicicipi secara lokalitas dan sederhana dengan isu yang kental dijumpai di masayarakat. Artinya, bahasa lokal di sini menjadi keunikan untuk menebarkan pengetahuan dan wawasan lebih intim kepada yang muda, atau yang lanjut usia.

Tak dinyana, kemungkinan semacam itu berawal dari obrolan dari kedai kopi biasa. Putu Supartika, pendiri majalah Suara Saking Bali itu. bersama teman-temannya menggagas festival semacam ini pada moment hari ulang tahun Suara Saking Bali yang-5 pada tahun 2022 lalu.

“Ini Festival Sastra Bali Modern yang kedua. Yang pertama kami selenggarakan secara daring, itu tahun 2022. Tahun 2023 kami sempat jeda—karena, ya, persoalan klasik: urusan dana. Tahun ini, karena Suara Saking Bali mendapat bantuan Dana Indonesiana, FSBM ini kami gelar kembali,” ungkapnya, sebagaimana tatkala.co memberitakannya.

Pengunjung sedang membaca majalah Suara Saking Bali cetak yang dipamerkan di Festival Sastra Bali Modern 2024 | Foto: takala.co/Son

Suara Saking Bali tak hanya bergelut di bidang bagaimana cerita itu diproduksi melalui cerita pendek atau prosa lainnya. Tetapi juga kritik sastra. Artinya, suara media ini tak sekadar menjadi alternatif, tetapi menjiwai kota ini dengan perhatian sangat kuat dengan sastra daerah.

Mengutip apa yang telah dituliskan Jaswanto di tatkala.co, meski di Bali, sastra Bali modern sampai hari ini masih dianaktirikan. Ia berada di antrean paling belakang untuk diperhatikan. Selama ini, sastra Bali modern berusaha hidup dan menjaga nyala keberlangsungannya dengan terseok-seok, berdarah-darah, dan swadaya. Ia seperti anak yatim-piatu yang dipaksa tumbuh dan besar tanpa tali-kasih orang tua.

Perhatian Supartika terhadap sastra bahasa Bali memang begitu besar. Hal demikian bukan hanya dilihat dari berdirinya Suara Saking Bali, tetapi juga bagaimana cerpen dan novelnya kerap menunjukkan fenomena sosial-kultur tentang Bali.

Walaupun ia tergolong masih muda, tapi di dunia sastra, namanya kerap bersanding dengan sastrawan kawakan seperti Seno Gumira Aji Darma, Made Adnyana Ole, dan lainnya dalam buku kumpulan cerita pendek pilihan Kompas.

Di hari kedua ini, Minggu 8 September 2024, Anda bisa datang berkunjung ke Festival Sastra Bali Modern untuk sekadar melihat-lihat. Datang tanpa membacanya barangkali adalah bentuk kepedulian. Sedangkan membacanya adalah sebenar-benarnya bentuk kepedulian, tentu—seperti Kadek Puspa Lestari Dewi dan yang lainnya yang tak sempat saya tanyakan. Apakah kamu datang dan membaca?[T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Jaswanto

Suara Saking Bali dan Usaha Membumikan Sastra Bali Modern
“Malajah Sambil Malali Ka Nusa Panida” : Menakar Kelayakan Buku “Ngetelang Getih Kaang Putih” sebagai Media Ajar Bahasa Bali
Paling Muda Paling Tua Menulis Kritik | Dari Diskusi Festival Sastra Bali Modern
Perihal Betapa Gagah dan Kece Festival Sastra Bali Modern Pertama dan Terbesar di Dunia
Tags: Festival Sastra Bali ModernFestival Sastra Bali Modern 2024Suara Saking Bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Membaca Narasi, Menggali Potensi Khazanah Rempah

Next Post

Janger Dag UPMI Bali: Tarian Menggembirakan, Bisa Dinikmati Semua Kalangan

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
0
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

Read moreDetails

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
0
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

Read moreDetails

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails
Next Post
Janger Dag UPMI Bali: Tarian Menggembirakan, Bisa Dinikmati Semua Kalangan

Janger Dag UPMI Bali: Tarian Menggembirakan, Bisa Dinikmati Semua Kalangan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Ditutup, Samarasā Dirayakan lewat Tari, Puisi, dan Musik
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Ditutup, Samarasā Dirayakan lewat Tari, Puisi, dan Musik

HUJAN mengguyur Ubud ketika malam penutupan Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) hendak dimulai. Namun, hujan perlahan mereda seiring berlangsungnya...

by Dede Putra Wiguna
October 27, 2026
Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital
Liputan Khusus

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital

TELEPON belum lama ditutup ketika Luh Sukerti kembali sibuk di depan tungku. Puluhan tusuk sate dibolak-balik di atas bara, dilumuri...

by Jaswanto
October 26, 2026
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan
Esai

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026
Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”
Bahasa

Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”

ADA seorang guru sekaligus penulis senior asal Bali yang bernama Nyoman Tingkat. Suatu ketika, dengan permainan kata yang cerdas dan menggelitik, melalui unggahan...

by I Made Sudiana
October 26, 2026
Belajar dari Senat, Menyapa Semeru
Tualang

Belajar dari Senat, Menyapa Semeru

ADA perjalanan yang kita tempuh karena tugas. Ada perjalanan yang kita jalani karena kewajiban. Namun, sering kali justru di balik...

by Ahmad Sihabudin
October 26, 2026
Mungkinkah Korut Serang AS?
Esai

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026
Olahraga

Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026

SUASANA siang di kawasan dekat Pantai Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, mendadak bergemuruh pada Minggu 25 Oktober 2026....

by Nyoman Budarsana
October 26, 2026
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan
Esai

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026
Khas

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co