6 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengenal Kembali Bahasa Daerah dalam Bentuk Sastra Bali Modern

Son Lomri by Son Lomri
September 8, 2024
in Khas
Suara Saking Bali dan Usaha Membumikan Sastra Bali Modern

Sampul-sampul majalah Suara Saking Bali yang dipamerkan | Foto: tatkala.co/Son

DI antara ramai orang masuk ke ruang aula STAHN Mpu Kuturan, Singaraja di Jl. Kresna Gg. III No. 2B, Kendran, Buleleng, seorang perempuan muda tampak kebingungan. Di sebelah kiri tempat ia berdiri, cetakan majalah berbahasa Bali dari berbagai edisi, sebagaimana menggelarkan sebuah arsip untuk dikenalkan, ditata di atas meja panjang.

Majalah-majalah dengan sampul warna gambar yang tajam dan semiotis—barangkali khas majalah tersebut—telah menarik perhatian Kadek Puspa Lestari Dewi, perempuan muda yang bingung itu. Mahasiswi semester 5 STAHN Mpu Kuturan itu berdiri lebih lama di meja panjang tempat di mana majalah-majalah itu digelar dan boleh dibaca.

Sebelumnya, ia mendekati cover-cover majalah yang berderet di tembok, satu persatu. Dengan langkahnya yang anggun, ia berhenti kemudian di meja panjang tempat di mana majalah-majalah itu digelar, dan kemudian membuka salah satu majalah di sana—penuh penasaran.

Di tengah orang-orang saling mendekat, merasakan majalah dalam bentuk fisiknya itu, Puspa Lestari sesekali membagi jarak kepada siapa saja didekatnya, membuka celah untuk yang lain juga berdiri di sampingnya itu—membaca majalah dengan cermat.

Kadek Puspa Lestari (berkacamata), Mahasiswa semester 5 STAH Mpu Kuturan, sedang membaca salah satu edisi majalah Suara Saking Bali | Foto: tatkala.co/Son

Ya, Puspa sedang berada di pameran arsip Suara Saking Bali, salah satu mata program Festival Sastra Bali Modern 2024 yang diselenggarakan majalah Suara Saking Bali di STAHN Mpu Kuturan Singaraja, 7-8 September 2024.

Jika selama ini majalah Suara Saking Bali hanya mengeluarkan edisi elektronik, maka sekitar 87 cover majalah dalam bentuk print out dari edisi pertama sampai terakhir, mantap dipamerkan dalam festival tersebut.

Acara festival semacam ini, maksudnya festival sastra berbahasa Bali, adalah pengalaman pertama bagi Puspa. Sehingga ia cukup lama bertahan di sana, mengamati bagaimana cerita kekinian dituliskan dalam bentuk bahasa Bali itu terasa lain dari cerita yang biasanya ia temukan dalam bentuk bahasa Indonesia atau bahasa Inggris.

“Terasa asing saja datang di acara pameran semacam ini,” katanya sambil memegang majalah yang baru saja ditutup—selesai dibaca itu. “Suara Saking Bali ini baru saya dengar. Dan datang di acara pamerannya saya senang, dan ini yang pertama kalinya bagi saya. Saya datang dari jam 5 sore untuk ini,” lanjutnya.

Kadek Puspa Lestari (berkacamata), Mahasiswa semester 5 STAH Mpu Kuturan, sedang mengamati salah satu sampul edisi majalah Suara Saking Bali | Foto: tatkala.co/Son

Secara sederhana, bagaimana sastra dalam bahasa daerah, dalam hal ini bahasa Bali, memang sangat mengedukasi, dan memberikan satu kemungkinan sangat besar terkait sastra dan bahasa itu sendiri. Di mana bahasa daerah dapat kembali dipandang tidak lebih rendah dari bahasa nasional atau asing.

Melalui bahasa daerah juga, sastra dapat dicicipi secara lokalitas dan sederhana dengan isu yang kental dijumpai di masayarakat. Artinya, bahasa lokal di sini menjadi keunikan untuk menebarkan pengetahuan dan wawasan lebih intim kepada yang muda, atau yang lanjut usia.

Tak dinyana, kemungkinan semacam itu berawal dari obrolan dari kedai kopi biasa. Putu Supartika, pendiri majalah Suara Saking Bali itu. bersama teman-temannya menggagas festival semacam ini pada moment hari ulang tahun Suara Saking Bali yang-5 pada tahun 2022 lalu.

“Ini Festival Sastra Bali Modern yang kedua. Yang pertama kami selenggarakan secara daring, itu tahun 2022. Tahun 2023 kami sempat jeda—karena, ya, persoalan klasik: urusan dana. Tahun ini, karena Suara Saking Bali mendapat bantuan Dana Indonesiana, FSBM ini kami gelar kembali,” ungkapnya, sebagaimana tatkala.co memberitakannya.

Pengunjung sedang membaca majalah Suara Saking Bali cetak yang dipamerkan di Festival Sastra Bali Modern 2024 | Foto: takala.co/Son

Suara Saking Bali tak hanya bergelut di bidang bagaimana cerita itu diproduksi melalui cerita pendek atau prosa lainnya. Tetapi juga kritik sastra. Artinya, suara media ini tak sekadar menjadi alternatif, tetapi menjiwai kota ini dengan perhatian sangat kuat dengan sastra daerah.

Mengutip apa yang telah dituliskan Jaswanto di tatkala.co, meski di Bali, sastra Bali modern sampai hari ini masih dianaktirikan. Ia berada di antrean paling belakang untuk diperhatikan. Selama ini, sastra Bali modern berusaha hidup dan menjaga nyala keberlangsungannya dengan terseok-seok, berdarah-darah, dan swadaya. Ia seperti anak yatim-piatu yang dipaksa tumbuh dan besar tanpa tali-kasih orang tua.

Perhatian Supartika terhadap sastra bahasa Bali memang begitu besar. Hal demikian bukan hanya dilihat dari berdirinya Suara Saking Bali, tetapi juga bagaimana cerpen dan novelnya kerap menunjukkan fenomena sosial-kultur tentang Bali.

Walaupun ia tergolong masih muda, tapi di dunia sastra, namanya kerap bersanding dengan sastrawan kawakan seperti Seno Gumira Aji Darma, Made Adnyana Ole, dan lainnya dalam buku kumpulan cerita pendek pilihan Kompas.

Di hari kedua ini, Minggu 8 September 2024, Anda bisa datang berkunjung ke Festival Sastra Bali Modern untuk sekadar melihat-lihat. Datang tanpa membacanya barangkali adalah bentuk kepedulian. Sedangkan membacanya adalah sebenar-benarnya bentuk kepedulian, tentu—seperti Kadek Puspa Lestari Dewi dan yang lainnya yang tak sempat saya tanyakan. Apakah kamu datang dan membaca?[T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Jaswanto

Suara Saking Bali dan Usaha Membumikan Sastra Bali Modern
“Malajah Sambil Malali Ka Nusa Panida” : Menakar Kelayakan Buku “Ngetelang Getih Kaang Putih” sebagai Media Ajar Bahasa Bali
Paling Muda Paling Tua Menulis Kritik | Dari Diskusi Festival Sastra Bali Modern
Perihal Betapa Gagah dan Kece Festival Sastra Bali Modern Pertama dan Terbesar di Dunia
Tags: Festival Sastra Bali ModernFestival Sastra Bali Modern 2024Suara Saking Bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Membaca Narasi, Menggali Potensi Khazanah Rempah

Next Post

Janger Dag UPMI Bali: Tarian Menggembirakan, Bisa Dinikmati Semua Kalangan

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails
Next Post
Janger Dag UPMI Bali: Tarian Menggembirakan, Bisa Dinikmati Semua Kalangan

Janger Dag UPMI Bali: Tarian Menggembirakan, Bisa Dinikmati Semua Kalangan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra
Esai

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

malih kawruhakna uṅgwanira saṅ hyaṅ sūrya śaśaṅka, mwaṅ haranya, yan riṅ bhuwana aguṅ saṅ hyaṅ wulan riṅ lwaṅiṅ bukit batūr,...

by Putu Eka Guna Yasa
October 5, 2026
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop
Panggung

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik
Ulas Musik

”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik

DALAM khazanah progresif rock 1970-an, “Questions” dari Manfred Mann's Earth Band menempati ruang reflektif yang khas: ia bukan sekadar komposisi...

by Ahmad Sihabudin
October 5, 2026
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co