23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Paling Muda Paling Tua Menulis Kritik | Dari Diskusi Festival Sastra Bali Modern

Jong Santiasa Putra by Jong Santiasa Putra
February 16, 2022
in Khas
Paling Muda Paling Tua Menulis Kritik | Dari Diskusi  Festival Sastra Bali Modern

Pembicara dan para peserta diskusi Festival Sastra Bali modern lewat zoom

Diskusi virtual “Yang Muda Yang Tua Menulis Kritik Sastra Bali Modern” oleh Festival Sastra Bali Modern – Pertama dan Terbesar di Dunia, diawali dengan musikalisasi puisi oleh Komunitas Cemara Angin dengan judul Puisi Margarana karya Wayan Rugeg Nataran dan Musikalisasi puisi oleh Sastra Welang – Puisi Gendingan Buung karya Tatukung.

Sembari menunggu peserta diskusi yang memasuki ruangan virtual. Saya, sebagai moderator, merasa seperti berbelanja ke toko oleh-oleh yang iringi lagu syahdunya Gus Teja. Ah tapi sayang , toko oleh-oleh tidak seperti penulis kritik sastra Bali Modern, belum menjamur di mana-mana. Untuk itu diskusi-diskusi pematik seperti ini diharapkan dapat memberi pupuk bergizi kepada kawan yang mungkin saja saat ini tengah belajar untuk menulis kritik.

Diskusi ini dilaksanakan setelah adanya lomba kritik sastra Bali Modern yang dilaksanakan oleh Suara Saking Bali. Lomba ini tidak berhenti pada tataran juara saja, namun mencoba menjabarkan di atas meja, siapa saja peserta yang terlibat, latar belakang peserta, wilayah tinggal, rentangan usia, serta karya yang dianggap bagus dan kurang bagus, atau jelek saja belum.

Kemudian dari menata data tersebut, bertemulah kawan-kawan penggagas dengan diksi “paling”. Memang dengan sangat mudah untuk menggunakan ke”palingan” ini, karena selalu berada pada pemahaman oposisi biner. Dalam diskusi yang berlangsung pada Sabtu, 12 Februari 2022, digunakan konteks seberangan umur, yakni Paling Muda dengan Paling Tua. Mengundang  Nabila  kelahiran 2005 yang masih duduk di bangku SMA dengan I Komang Warsa kelahiran 1969 yang berprofesi sebagai guru.

Nabila dalam paparannya mengatakan, ini kali pertama mengikuti lomba menulis kritik, dan menjadi pengalaman menarik dalam melakukan eksplorasi ide dan gagasan dalam menulis. Dirinya juga mendapat bimbingan dan dorongan dari guru Bahasa Bali di SMA Bali Mandara, Weda Sanjaya. Selain itu ia kerap membaca majalah Suara Saking Bali, yang memberikan stimulus pemikirannya untuk mulai menulis.

“Di sekolah saya belum ada kelompok, jadi masih sama mentor, tapi deg deg an juga ternyata yang ikut lomba banyak, dan usianya jauh di atas saya” ujarnya

Bapak Komang Warsa juga mengapresiasi lomba kritik semacam ini, adalah sebuah pemantik untuk memunculkan nama-nama baru dalam skena kepenulisan kritik terutama untuk karya Sastra Bali Modern. Baginya ekosistem sastra tidak akan berjalan jika tidak adanya tukang kritik yang menulis. Agar para penulis buku mengetahui celah, lubang, dan kemungkinan pembacaan lain jika ingin menulis lagi dikemudian hari.

Lebih jauh Pak Komang juga mengkritik terkait tidak adanya kategorisasi umur pada lomba kritik ini. Sebab ia merasa tidak adil karena pertarungan karyanya jadi jomplang, tentu hal ini mengacu pada layer ilmu pengetahuan seseorang di usia tertentu. Mungkin saja hal ini menjadi pertimbangan ke depan, agar yang muda dapat bertarung pada usia yang sama.

“Penting itu, kalau gini kan, saya bertemu dan bertarung dengan anak saya jadinya (mengacu Nabila) , jika tidak ada kategorisasi usia yang ditetapkan” kata pak Komang.

Kritik ini langsung ditanggapi oleh Putu Supartika selaku penyelanggara lomba, ia membebaskan siapapun yang mengikuti lomba. Tidak terpaut umur sekalipun. Baginya lomba ini adalah stimulus untuk menumbuhkan ruang-ruang kritik di segala lini. Baginya tidak menjadi masalah pertarungan tulisan itu berbaur, yang jadi masalahnya jika kawan-kawan berhenti di lomba saja, kemudian tidak bergerak pada kritik-kritik selanjutnya.

“Kami memang tidak membatasi kok, hal ini menjadi bebas saja, siapa saja boleh ikut, tentu ini memiliki kemungkinan lain waktu lomba berlangsung. Belum tentu yang muda tulisannya kalah sama yang senior, begitu juga sebaliknya. Saya ingin melihat hal tersebut.” ujar Putu

Hal ini juga ditanggapi oleh Wayan Sumahardika, tentu pertimbangan kategori ini tidak bisa dibebankan ke Suara Saking Bali. Bisa jadi kepada kawan-kawan yang ingin membuat hal serupa di luar konteks lomba, seperti jaringan guru bahasa Bali antar sekolah. Mungkin saja jaringan kerja kreatif  ini  dapat menumbuhkan ruang kesusastraan Bali Modern melalui hegemoni sekolah. Pertanyaanya adalah ;

“Apakah  guru bahasa Bali berjejaring dan bagaimana pergerakan jaringannya, sejauh mana kemudian gerakannya?” tanya Suma

Langsung ditanggap oleh Weda Sanjaya selaku Guru Bahasa Bali, ia menjelaskan jaringan perlahan sedang terbentuk melalui diskusi-diskusi kecil yang ia lakukan antar sekolah bahkan antar kabupaten. Sayangnya, guru Bahasa Bali yang menulis sastra masih tergolong sedikit. Malah yang menulis Sastra Bali Modern dari jurusan berbeda. Sebagai guru ia sudah melakukan pembinaan di sekolahnya, agar tampil dan unjuk kebolehan dalam lomba-lomba semacam ini.

“Saya mulai dari sekolah saya, agar anak-anak percaya diri, saya yang mendorong, sekaligus mendampingi. Jaringan kerja guru Bahasa Bali sedang mengarah pada jalur yang sedang dibicarakan, memang dibutuhkan sistem komunitas juga di luar kerja guru.” tanggapnya.

Bagi saya sebagai seorang moderator, titik berat diskusi kemarin ialah pada kategorisasi usia lomba dan bagaimana kerja jaringan para pelaku Sastra Bali Modern bergerak. Dalam setiap kesenian apapun itu, memang dibutuhkan modal sosial untuk membangun ruang yang luas, modal sosial ini merupakan analisis-analisis hubungan diluar yang turut mengembangkan sastra Bali Modern.

Sebut saja ada penulis, kritikus, hegemoni sekolah, dinas kepemerintahan terkait, penerbit, yayasan, majalah bahasa Bali, komunitas antar daerah, pencinta lontar, bahkan di luar keilmuan sastra seperti ekonomi, sejarah, antropolog, sosiolog, dan lain sebagainya. Hubungan hubungan setiap lini inilah yang harus dipetakan secara jernih, agar mengetahui apakah hubungan tersebut memiliki kerja yang baik, menguntungkan, atau merugikan.

Data hubungan ini kemudian perlahan dapat dipraktekkan menjadi satu gerakan bersama. Sehingga nantinya dapat menciptakan lingkungan kesenian yang sehat – bugar dan tetap berkelanjutan. Nak sing nawang masih, suara saking Bali ne, kel nu ape sing, yen tokoh utamanya merasa bosan. Bisa gen suud lomba care kene. Maka ……. ?

Diskusi sore itu berjalan 2 jam, mungkin yang saya catat di tulisan ini tidak sepenuhnya saya jabarkan. Penutupnya ialah Musikalisasi Kelompok Sekali Pentas dengan puisi berjudul Gendingan Buung karya Tatukung. Kelompok Sekali Pentas dimotori oleh Heri Windi Anggara – kawan saya  yang sering tampil membawakan musikalisasi puisi di berbagai event di Bali.[T]

Tags: BukuFestival Sastra Bali ModernLomba Esai Timbang Buku Sastra Bali Modernsastra bali modern
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pameran Gagasan – Ngejot, Rong di Fraksi Epos

Next Post

“Agility” Bali untuk Lolos dari Disrupsi Pandemi

Jong Santiasa Putra

Jong Santiasa Putra

Pedagang yang suka menikmati konser musik, pementasan teater, dan puisi. Tinggal di Denpasar

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
Waspada, “Branding” Bali Kadaluwarsa!

“Agility” Bali untuk Lolos dari Disrupsi Pandemi

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co