2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Paling Muda Paling Tua Menulis Kritik | Dari Diskusi Festival Sastra Bali Modern

Jong Santiasa Putra by Jong Santiasa Putra
February 16, 2022
in Khas
Paling Muda Paling Tua Menulis Kritik | Dari Diskusi  Festival Sastra Bali Modern

Pembicara dan para peserta diskusi Festival Sastra Bali modern lewat zoom

Diskusi virtual “Yang Muda Yang Tua Menulis Kritik Sastra Bali Modern” oleh Festival Sastra Bali Modern – Pertama dan Terbesar di Dunia, diawali dengan musikalisasi puisi oleh Komunitas Cemara Angin dengan judul Puisi Margarana karya Wayan Rugeg Nataran dan Musikalisasi puisi oleh Sastra Welang – Puisi Gendingan Buung karya Tatukung.

Sembari menunggu peserta diskusi yang memasuki ruangan virtual. Saya, sebagai moderator, merasa seperti berbelanja ke toko oleh-oleh yang iringi lagu syahdunya Gus Teja. Ah tapi sayang , toko oleh-oleh tidak seperti penulis kritik sastra Bali Modern, belum menjamur di mana-mana. Untuk itu diskusi-diskusi pematik seperti ini diharapkan dapat memberi pupuk bergizi kepada kawan yang mungkin saja saat ini tengah belajar untuk menulis kritik.

Diskusi ini dilaksanakan setelah adanya lomba kritik sastra Bali Modern yang dilaksanakan oleh Suara Saking Bali. Lomba ini tidak berhenti pada tataran juara saja, namun mencoba menjabarkan di atas meja, siapa saja peserta yang terlibat, latar belakang peserta, wilayah tinggal, rentangan usia, serta karya yang dianggap bagus dan kurang bagus, atau jelek saja belum.

Kemudian dari menata data tersebut, bertemulah kawan-kawan penggagas dengan diksi “paling”. Memang dengan sangat mudah untuk menggunakan ke”palingan” ini, karena selalu berada pada pemahaman oposisi biner. Dalam diskusi yang berlangsung pada Sabtu, 12 Februari 2022, digunakan konteks seberangan umur, yakni Paling Muda dengan Paling Tua. Mengundang  Nabila  kelahiran 2005 yang masih duduk di bangku SMA dengan I Komang Warsa kelahiran 1969 yang berprofesi sebagai guru.

Nabila dalam paparannya mengatakan, ini kali pertama mengikuti lomba menulis kritik, dan menjadi pengalaman menarik dalam melakukan eksplorasi ide dan gagasan dalam menulis. Dirinya juga mendapat bimbingan dan dorongan dari guru Bahasa Bali di SMA Bali Mandara, Weda Sanjaya. Selain itu ia kerap membaca majalah Suara Saking Bali, yang memberikan stimulus pemikirannya untuk mulai menulis.

“Di sekolah saya belum ada kelompok, jadi masih sama mentor, tapi deg deg an juga ternyata yang ikut lomba banyak, dan usianya jauh di atas saya” ujarnya

Bapak Komang Warsa juga mengapresiasi lomba kritik semacam ini, adalah sebuah pemantik untuk memunculkan nama-nama baru dalam skena kepenulisan kritik terutama untuk karya Sastra Bali Modern. Baginya ekosistem sastra tidak akan berjalan jika tidak adanya tukang kritik yang menulis. Agar para penulis buku mengetahui celah, lubang, dan kemungkinan pembacaan lain jika ingin menulis lagi dikemudian hari.

Lebih jauh Pak Komang juga mengkritik terkait tidak adanya kategorisasi umur pada lomba kritik ini. Sebab ia merasa tidak adil karena pertarungan karyanya jadi jomplang, tentu hal ini mengacu pada layer ilmu pengetahuan seseorang di usia tertentu. Mungkin saja hal ini menjadi pertimbangan ke depan, agar yang muda dapat bertarung pada usia yang sama.

“Penting itu, kalau gini kan, saya bertemu dan bertarung dengan anak saya jadinya (mengacu Nabila) , jika tidak ada kategorisasi usia yang ditetapkan” kata pak Komang.

Kritik ini langsung ditanggapi oleh Putu Supartika selaku penyelanggara lomba, ia membebaskan siapapun yang mengikuti lomba. Tidak terpaut umur sekalipun. Baginya lomba ini adalah stimulus untuk menumbuhkan ruang-ruang kritik di segala lini. Baginya tidak menjadi masalah pertarungan tulisan itu berbaur, yang jadi masalahnya jika kawan-kawan berhenti di lomba saja, kemudian tidak bergerak pada kritik-kritik selanjutnya.

“Kami memang tidak membatasi kok, hal ini menjadi bebas saja, siapa saja boleh ikut, tentu ini memiliki kemungkinan lain waktu lomba berlangsung. Belum tentu yang muda tulisannya kalah sama yang senior, begitu juga sebaliknya. Saya ingin melihat hal tersebut.” ujar Putu

Hal ini juga ditanggapi oleh Wayan Sumahardika, tentu pertimbangan kategori ini tidak bisa dibebankan ke Suara Saking Bali. Bisa jadi kepada kawan-kawan yang ingin membuat hal serupa di luar konteks lomba, seperti jaringan guru bahasa Bali antar sekolah. Mungkin saja jaringan kerja kreatif  ini  dapat menumbuhkan ruang kesusastraan Bali Modern melalui hegemoni sekolah. Pertanyaanya adalah ;

“Apakah  guru bahasa Bali berjejaring dan bagaimana pergerakan jaringannya, sejauh mana kemudian gerakannya?” tanya Suma

Langsung ditanggap oleh Weda Sanjaya selaku Guru Bahasa Bali, ia menjelaskan jaringan perlahan sedang terbentuk melalui diskusi-diskusi kecil yang ia lakukan antar sekolah bahkan antar kabupaten. Sayangnya, guru Bahasa Bali yang menulis sastra masih tergolong sedikit. Malah yang menulis Sastra Bali Modern dari jurusan berbeda. Sebagai guru ia sudah melakukan pembinaan di sekolahnya, agar tampil dan unjuk kebolehan dalam lomba-lomba semacam ini.

“Saya mulai dari sekolah saya, agar anak-anak percaya diri, saya yang mendorong, sekaligus mendampingi. Jaringan kerja guru Bahasa Bali sedang mengarah pada jalur yang sedang dibicarakan, memang dibutuhkan sistem komunitas juga di luar kerja guru.” tanggapnya.

Bagi saya sebagai seorang moderator, titik berat diskusi kemarin ialah pada kategorisasi usia lomba dan bagaimana kerja jaringan para pelaku Sastra Bali Modern bergerak. Dalam setiap kesenian apapun itu, memang dibutuhkan modal sosial untuk membangun ruang yang luas, modal sosial ini merupakan analisis-analisis hubungan diluar yang turut mengembangkan sastra Bali Modern.

Sebut saja ada penulis, kritikus, hegemoni sekolah, dinas kepemerintahan terkait, penerbit, yayasan, majalah bahasa Bali, komunitas antar daerah, pencinta lontar, bahkan di luar keilmuan sastra seperti ekonomi, sejarah, antropolog, sosiolog, dan lain sebagainya. Hubungan hubungan setiap lini inilah yang harus dipetakan secara jernih, agar mengetahui apakah hubungan tersebut memiliki kerja yang baik, menguntungkan, atau merugikan.

Data hubungan ini kemudian perlahan dapat dipraktekkan menjadi satu gerakan bersama. Sehingga nantinya dapat menciptakan lingkungan kesenian yang sehat – bugar dan tetap berkelanjutan. Nak sing nawang masih, suara saking Bali ne, kel nu ape sing, yen tokoh utamanya merasa bosan. Bisa gen suud lomba care kene. Maka ……. ?

Diskusi sore itu berjalan 2 jam, mungkin yang saya catat di tulisan ini tidak sepenuhnya saya jabarkan. Penutupnya ialah Musikalisasi Kelompok Sekali Pentas dengan puisi berjudul Gendingan Buung karya Tatukung. Kelompok Sekali Pentas dimotori oleh Heri Windi Anggara – kawan saya  yang sering tampil membawakan musikalisasi puisi di berbagai event di Bali.[T]

Tags: BukuFestival Sastra Bali ModernLomba Esai Timbang Buku Sastra Bali Modernsastra bali modern
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pameran Gagasan – Ngejot, Rong di Fraksi Epos

Next Post

“Agility” Bali untuk Lolos dari Disrupsi Pandemi

Jong Santiasa Putra

Jong Santiasa Putra

Pedagang yang suka menikmati konser musik, pementasan teater, dan puisi. Tinggal di Denpasar

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Waspada, “Branding” Bali Kadaluwarsa!

“Agility” Bali untuk Lolos dari Disrupsi Pandemi

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co