4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Agility” Bali untuk Lolos dari Disrupsi Pandemi

Gede Suardana by Gede Suardana
February 16, 2022
in Opini
Waspada, “Branding” Bali Kadaluwarsa!

“Yang bertahan hidup bukanlah yang paling kuat, tapi yang paling responsif,” kata Charles Darwin.

Era disrupsi milenial, digital, dan pandemi telah menggilas semua aspek kehidupan yang tidak memiliki agility (kelenturan/kelincahan/luwes) bergerak untuk berdaptasi.

Banyak contoh yang menjadi bukti perusahaan besar yang tidak punya agility akhirnya remuk, perlahan hilang  terdisrupsi.

Blackberry misalnya. Brand handpone yang begitu besar dan digdaya (tak terkalahkan) sekarang punah oleh dirinya sendiri. Ia punah karena tidak mau bergerak untuk relevan dengan kemajuan teklologi digital dan perubahan perilaku penggunanya. Tidak mau berubah menyesuaikan diri dengan komptetitornya.

Blackberry yang begitu angkuh dengan kecanggihan teknologi qwerty-nya justru memandang remeh teknologi layar sentuh milik iphone ketika itu.

Brand yang besar, jejaring yang kuat,  pangsa pasar yang luas membuat ia terlalu percaya diri untuk bisa menggilas teknologi layar sentuh iphone.

Sikap itu tetap dijaga kuat meskipun banyak bermunculnya brand baru di dunia teknologi telepon pintar. Samsung, Oppo, Xiomi, Vivo, hingga raksasa dari Cina Huawei. Mereka berlomba mengadopsi teknologi layar sentuh iphone dengan memanfaatkan teknologi operating system android.

Blackberry mulai tersadar teknologi telah berkembang meninggalkannya. Ia melihat perilaku pengguna telepon pintar berubah meninggalkan qwerty menuju layar sentuh.

Kesadaran Blackberry itu telah terlambat. Dengan posturnya yang kokoh, besar, kuat ditambah keangkuhannya untuk enggan beradaptasi, Blackberry semakin susah bergerak untuk relevan dengan teknologi dan perilaku konsumen. Ia tetap mengadopsi layar qwerty.

Akhirnya, Blackberry menyusul kompetitor lainnya yang telah lebih dahulu punah, seperti Nokia, Sonny, Motorollla, dan Siemens. Itu akibat mereka tidak memiliki agility (kelenturan) dan telah terlambat bergerak. Mereka semua tergilas oleh disrupsi digital dan milenial.

Analogi tadi rasanya bisa jadi cermin Bali menghadapi ancaman bahaya disrupsi Pandemi. Pandemi tidak hanya akan menjadi ancaman kesehatan, tapi yang lebih parah menghacurkan pondasi ekonomi, pendidikan, sosial, dan budaya.

Agility Bali

Perubahan itu kekal. Siapa yang tidak lincah, lentur, adaptif akan tergilas oleh perubahan. Era disrupsi pandemi bersamaan dengan disrupsi digital dan milenial mempercepat proses perubahan itu.

Bali memang telah memiliki daya tahan yang kuat untuk tetap bertahan dari berbagai bencana. Bom Bali I dan II (2002-2005) yang memakan ratusan korban jiwa warga Bali, wisatawan domestik dan mancanegara tidak menggoyahkan pulau dewata.

Hanya saja situasi saat ini beda. Hantaman terhadap pariwisata Bali di era pandemi  berbeda dengan aksi serangan teroris ketika itu.

Era pandemi tidak hanya menuntut daya tahan tinggi tapi kelincahan (agility) yang luar biasa. Gerak yang lentur dan serta adaptasi yang tinggi.

Hanya saja gerak Bali untuk menghadapi disrupsi pandemi sangat terbatas. Tidak tampak kelenturan atau kelincahan (agility = keluwesan) Bali. Hal ini tampak dari kebijakan-kebijakan yang diambil oleh pemerintah.

Misalnya saja, bagaimana kebijakan pembukaan pariwisata asing ke Bali pasca gelombang kedua varian delta pada bulan Oktober-November 2021. Ketika itu PPKM Bali sudah turun ke level 3. Bali sudah turun dari zona merah ke oranye. Vaksinasi I dan II sudah melampau target 100 persen dari yang dicanangkan.

Pemerintah membuka penerbangan mancanegara ke Bali pada 14 Oktober 2021, namun diberikan embel-embel syarat yang begitu ketat. Kesehatan menjadi syarat utama turis asing ke Bali. Jaminan asuransi kesehatan Rp 1 miliar. Menjalani karantina 5×24 jam begitu tiba di Bali. Selanjutnya menjalani isolasi terpusat jika hasil PCR dinyatakan positif.

Syarat tersebut dirasakan terlampau berat oleh industri pariwisata Bali dan calon wisman. Pemerintah berkilah, aturan PCR dan karantina bagi wisman bertujuan agar Bali tetap aman jelang tahun baru 2022 serta menjelas ajang G-20 di Bali. Meskipin selanjutnya, lokasi side event G-20 dipindahkan dari Bali ke Jakarta.

Kebijakan yang kontras justru dilakukan oleh Pemerintah Thailand. Pada masa yang sama, Thailand membuka negaranya untuk dikunjungi negara lain. Kebijakan ini dikeluarkan 30 Oktober 2021.

Hasilnya, tidak ada kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali pada masa itu. Jumlah kunjungan wisman ke Bali tahun 2021, hasilnya nyaris nol (53 orang). Bandingkan dengan Thailand, jumlah kunjungan tahun 2020 sebanyak 7 juta dan 2021 mencapai sebanyak 73 ribu orang. “Meski Bali sudah dibuka, belum berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan mancanegara [wisman],” ungkap BPS.

Struktur dan pondasi pariwisata Bali yang besar dan kokoh bisa berbalik menjadi kelemahan. Infrastruktur pariwisata Bali sudah mapan, baik hotel serta daya dukungnya jika tidak digerakkan bersama maka akan menjadi bumerang.

BACA JUGA:

  • Taktik Adu Narasi Valentine vs Tumpek Krulut
  • Lombok Disrupsi Bali?
  • Waspada, “Branding” Bali Kadaluwarsa!

Bali mesti memiliki agility (kecepatan, kelincahan/keluwesan, dan ketepatan) yang dalam menghadapi era disrupsi pandemi. Kecepatan, yaitu kemampuan mendahului pesaing untuk menemukan momentum. Kelincahan, yaitu kemampuan manfaatkan sumber daya secara efektif dan efisien menghadapi disrupsi. Serta ketepatan, yaitu kemampuan menentukan opsi strategi sesuai dengan tantangan dan peluang yang dihadapi.

Jika tidak dapat  beradaptasi dengan era disrupsi pandemi, Bali (masyarakat dan pemerintah) tidak memiliki kelincahan dan adaptasi yang tinggi (agility) maka akan bisa bernasib sama dengan brand besar di dunia. Terlupakan oleh dunia  kemudian lenyap oleh disrupsi dan ketakutan dirinya. Pilihannya, berubah atau punah. [T]

Singaraja, 16/2/2021

Tags: balipandemi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Paling Muda Paling Tua Menulis Kritik | Dari Diskusi Festival Sastra Bali Modern

Next Post

Anak-anak Berlomba Menulis Aksara Bali | Tim Klungkung Jayanti

Gede Suardana

Gede Suardana

Mantan wartawan, kini akademisi Undiknas Denpasar

Related Posts

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
0
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

Read moreDetails

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
0
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

Read moreDetails

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
0
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

Read moreDetails

66 Tahun UUPA —Di Tengah 81 Tahun Kemerdekaan, Antara Cita-Cita dan Realitas Agraria Menakar Konsistensi Negara dalam Mewujudkan Keadilan, Kepastian Hukum, dan Kesejahteraan Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

Enam puluh enam tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan 81 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum penting untuk kembali bertanya: sejauh...

Read moreDetails

Mengantisipasi Mafia Tanah di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
September 23, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Land and investment. Nowadays, it not only has a social function, but has become an economic and political commodity. Mendengar...

Read moreDetails

BANK TANAH DAN KITA —Antara Reforma Agraria, Kepentingan Investasi, dan Masa Depan Ruang Hidup Rakyat

by I Made Pria Dharsana
September 16, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH yang dikuasai negara bukan sekadar benda tidak bergerak yang dapat dipindahkan dari satu tangan ke tangan lain. Di atasnya...

Read moreDetails

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

Read moreDetails

Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

by I Ketut Suar Adnyana
September 5, 2026
0
Menimbang Kata Sebelum Berbicara: Bercermin dari Ucapan Gubernur Bali ’’Diam Kamu’’

DI ruang publik, sebuah pernyataan dapat menjadi lebih berbahaya daripada sebuah kebijakan yang keliru. Kebijakan yang keliru masih mungkin diperbaiki...

Read moreDetails

Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

by Made Bryan Mahararta
September 4, 2026
0
Mengubah Paradigma Penanggulangan Bencana

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kerentanan bencana yang tinggi. Letak geografis, kondisi geologis, karakter kepulauan, perubahan iklim,...

Read moreDetails

“Anti-Dilution Protection” dalam Perseroan Terbatas:  Menjaga Kepastian Hukum dan Nilai Investasi Pemegang Saham

by I Made Pria Dharsana
September 2, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DALAM praktik bisnis modern, kebutuhan perseroan untuk memperoleh tambahan modal sering kali diwujudkan melalui penerbitan saham baru. Langkah tersebut lazim...

Read moreDetails
Next Post
Anak-anak Berlomba Menulis Aksara Bali | Tim Klungkung Jayanti

Anak-anak Berlomba Menulis Aksara Bali | Tim Klungkung Jayanti

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co