4 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Agility” Bali untuk Lolos dari Disrupsi Pandemi

Gede Suardana by Gede Suardana
February 16, 2022
in Opini
Waspada, “Branding” Bali Kadaluwarsa!

“Yang bertahan hidup bukanlah yang paling kuat, tapi yang paling responsif,” kata Charles Darwin.

Era disrupsi milenial, digital, dan pandemi telah menggilas semua aspek kehidupan yang tidak memiliki agility (kelenturan/kelincahan/luwes) bergerak untuk berdaptasi.

Banyak contoh yang menjadi bukti perusahaan besar yang tidak punya agility akhirnya remuk, perlahan hilang  terdisrupsi.

Blackberry misalnya. Brand handpone yang begitu besar dan digdaya (tak terkalahkan) sekarang punah oleh dirinya sendiri. Ia punah karena tidak mau bergerak untuk relevan dengan kemajuan teklologi digital dan perubahan perilaku penggunanya. Tidak mau berubah menyesuaikan diri dengan komptetitornya.

Blackberry yang begitu angkuh dengan kecanggihan teknologi qwerty-nya justru memandang remeh teknologi layar sentuh milik iphone ketika itu.

Brand yang besar, jejaring yang kuat,  pangsa pasar yang luas membuat ia terlalu percaya diri untuk bisa menggilas teknologi layar sentuh iphone.

Sikap itu tetap dijaga kuat meskipun banyak bermunculnya brand baru di dunia teknologi telepon pintar. Samsung, Oppo, Xiomi, Vivo, hingga raksasa dari Cina Huawei. Mereka berlomba mengadopsi teknologi layar sentuh iphone dengan memanfaatkan teknologi operating system android.

Blackberry mulai tersadar teknologi telah berkembang meninggalkannya. Ia melihat perilaku pengguna telepon pintar berubah meninggalkan qwerty menuju layar sentuh.

Kesadaran Blackberry itu telah terlambat. Dengan posturnya yang kokoh, besar, kuat ditambah keangkuhannya untuk enggan beradaptasi, Blackberry semakin susah bergerak untuk relevan dengan teknologi dan perilaku konsumen. Ia tetap mengadopsi layar qwerty.

Akhirnya, Blackberry menyusul kompetitor lainnya yang telah lebih dahulu punah, seperti Nokia, Sonny, Motorollla, dan Siemens. Itu akibat mereka tidak memiliki agility (kelenturan) dan telah terlambat bergerak. Mereka semua tergilas oleh disrupsi digital dan milenial.

Analogi tadi rasanya bisa jadi cermin Bali menghadapi ancaman bahaya disrupsi Pandemi. Pandemi tidak hanya akan menjadi ancaman kesehatan, tapi yang lebih parah menghacurkan pondasi ekonomi, pendidikan, sosial, dan budaya.

Agility Bali

Perubahan itu kekal. Siapa yang tidak lincah, lentur, adaptif akan tergilas oleh perubahan. Era disrupsi pandemi bersamaan dengan disrupsi digital dan milenial mempercepat proses perubahan itu.

Bali memang telah memiliki daya tahan yang kuat untuk tetap bertahan dari berbagai bencana. Bom Bali I dan II (2002-2005) yang memakan ratusan korban jiwa warga Bali, wisatawan domestik dan mancanegara tidak menggoyahkan pulau dewata.

Hanya saja situasi saat ini beda. Hantaman terhadap pariwisata Bali di era pandemi  berbeda dengan aksi serangan teroris ketika itu.

Era pandemi tidak hanya menuntut daya tahan tinggi tapi kelincahan (agility) yang luar biasa. Gerak yang lentur dan serta adaptasi yang tinggi.

Hanya saja gerak Bali untuk menghadapi disrupsi pandemi sangat terbatas. Tidak tampak kelenturan atau kelincahan (agility = keluwesan) Bali. Hal ini tampak dari kebijakan-kebijakan yang diambil oleh pemerintah.

Misalnya saja, bagaimana kebijakan pembukaan pariwisata asing ke Bali pasca gelombang kedua varian delta pada bulan Oktober-November 2021. Ketika itu PPKM Bali sudah turun ke level 3. Bali sudah turun dari zona merah ke oranye. Vaksinasi I dan II sudah melampau target 100 persen dari yang dicanangkan.

Pemerintah membuka penerbangan mancanegara ke Bali pada 14 Oktober 2021, namun diberikan embel-embel syarat yang begitu ketat. Kesehatan menjadi syarat utama turis asing ke Bali. Jaminan asuransi kesehatan Rp 1 miliar. Menjalani karantina 5×24 jam begitu tiba di Bali. Selanjutnya menjalani isolasi terpusat jika hasil PCR dinyatakan positif.

Syarat tersebut dirasakan terlampau berat oleh industri pariwisata Bali dan calon wisman. Pemerintah berkilah, aturan PCR dan karantina bagi wisman bertujuan agar Bali tetap aman jelang tahun baru 2022 serta menjelas ajang G-20 di Bali. Meskipin selanjutnya, lokasi side event G-20 dipindahkan dari Bali ke Jakarta.

Kebijakan yang kontras justru dilakukan oleh Pemerintah Thailand. Pada masa yang sama, Thailand membuka negaranya untuk dikunjungi negara lain. Kebijakan ini dikeluarkan 30 Oktober 2021.

Hasilnya, tidak ada kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali pada masa itu. Jumlah kunjungan wisman ke Bali tahun 2021, hasilnya nyaris nol (53 orang). Bandingkan dengan Thailand, jumlah kunjungan tahun 2020 sebanyak 7 juta dan 2021 mencapai sebanyak 73 ribu orang. “Meski Bali sudah dibuka, belum berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan mancanegara [wisman],” ungkap BPS.

Struktur dan pondasi pariwisata Bali yang besar dan kokoh bisa berbalik menjadi kelemahan. Infrastruktur pariwisata Bali sudah mapan, baik hotel serta daya dukungnya jika tidak digerakkan bersama maka akan menjadi bumerang.

BACA JUGA:

  • Taktik Adu Narasi Valentine vs Tumpek Krulut
  • Lombok Disrupsi Bali?
  • Waspada, “Branding” Bali Kadaluwarsa!

Bali mesti memiliki agility (kecepatan, kelincahan/keluwesan, dan ketepatan) yang dalam menghadapi era disrupsi pandemi. Kecepatan, yaitu kemampuan mendahului pesaing untuk menemukan momentum. Kelincahan, yaitu kemampuan manfaatkan sumber daya secara efektif dan efisien menghadapi disrupsi. Serta ketepatan, yaitu kemampuan menentukan opsi strategi sesuai dengan tantangan dan peluang yang dihadapi.

Jika tidak dapat  beradaptasi dengan era disrupsi pandemi, Bali (masyarakat dan pemerintah) tidak memiliki kelincahan dan adaptasi yang tinggi (agility) maka akan bisa bernasib sama dengan brand besar di dunia. Terlupakan oleh dunia  kemudian lenyap oleh disrupsi dan ketakutan dirinya. Pilihannya, berubah atau punah. [T]

Singaraja, 16/2/2021

Tags: balipandemi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Paling Muda Paling Tua Menulis Kritik | Dari Diskusi Festival Sastra Bali Modern

Next Post

Anak-anak Berlomba Menulis Aksara Bali | Tim Klungkung Jayanti

Gede Suardana

Gede Suardana

Mantan wartawan, kini akademisi Undiknas Denpasar

Related Posts

Insolvensi dan Kewajiban Debitur Pailit

by I Made Pria Dharsana
July 31, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PUTUSAN Mahkamah Konstitusi Nomor 181/PUU-XXIII/2025 menjadi salah satu penegasan penting dalam perkembangan hukum kepailitan di Indonesia. Melalui putusan tersebut, Mahkamah...

Read moreDetails

Ketika Warisan Baru Dianggap Sah Setelah Dicatat Negara —Membongkar Distorsi Administrasi dalam Peralihan Hak Waris di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
July 22, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Kematian seseorang tidak hanya mengakhiri eksistensi biologis, tetapi sekaligus memicu konsekuensi hukum yang kompleks dalam sistem hukum perdata. Salah satu...

Read moreDetails

Potensi Ekonomi yang Menguap di Titik 0 Singaraja

by I Gede Sena Putrawan
July 20, 2026
0
Membangun Buleleng, Membangun Ingatan Sejarah dan Membangun Masa Depan Kota dari Kawasan Titik Nol Singaraja

PADA awal tahun 2026, sebuah proyek bernilai fantastis menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan masyarakat Buleleng. Nama proyek itu sebenarnya...

Read moreDetails

Lelang Bank dan Kepastian Hukum: Antara Peluang Investasi dan Risiko Lapangan

by I Made Pria Dharsana
July 15, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

BARANG lelang bank sering dipandang sebagai peluang mendapatkan aset murah dengan potensi keuntungan besar. Rumah, tanah, ruko, kendaraan, hingga aset...

Read moreDetails

AJB atau Pelepasan Hak: Menguji Rasionalitas Perolehan Tanah oleh Perseroan Terbatas di Era KKPR dan Lahan Sawah yang Dilindungi

by I Made Pria Dharsana
July 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERDEBATAN mengenai mekanisme perolehan tanah oleh Perseroan Terbatas (PT) sesungguhnya tidak lagi hanya berkisar pada pilihan antara Akta Jual Beli...

Read moreDetails

Notaris di Tengah Gelombang Disrupsi: Antara Kepastian Hukum, Iklim Investasi, dan Ancaman Kriminalisasi

by I Made Pria Dharsana
July 1, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

NOTARIS pada hakikatnya merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga kepastian hukum, khususnya dalam lalu lintas perdata, investasi, pembentukan badan...

Read moreDetails

Topeng Politik dan Ujian Demokrasi Indonesia

by I Made Pria Dharsana
June 24, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan...

Read moreDetails

Penangguhan Tahanan dan Ujian Kesetaraan Hukum

by Ruben Cornelius Siagian
June 24, 2026
0
Bubarkan DPR: Amarah Publik, Krisis Representasi, dan Ancaman Demokrasi

PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam...

Read moreDetails

Sertifikat Ganda dan Pertanyaan yang Tak Kunjung Terjawab  —Dokumen Negara Bisa Dipalsukan, Menutup Celah Mafia Tanah

by I Made Pria Dharsana
June 19, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

DI tengah modernisasi layanan pertanahan dan penerapan sertifikat elektronik, kasus sertifikat palsu dan sertifikat ganda masih terus bermunculan. Fenomena ini...

Read moreDetails

Klausula ADR Pada PPJB Belum Lunas dan Akta Jual Beli PPAT

by I Made Pria Dharsana
June 10, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

APA yang paling dikhawatirkan oleh para pebisnis atau penanam modal di Indonesia selama era  reformasi bukan pada keamanan akan tetapi...

Read moreDetails
Next Post
Anak-anak Berlomba Menulis Aksara Bali | Tim Klungkung Jayanti

Anak-anak Berlomba Menulis Aksara Bali | Tim Klungkung Jayanti

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd
Ulas Buku

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

by IRZI
August 3, 2026
Presiden di Dalam Kepala Saya
Esai

Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

by Angga Wijaya
August 3, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

by Chusmeru
August 3, 2026
Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co