24 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Waspada, “Branding” Bali Kadaluwarsa!

Gede Suardana by Gede Suardana
February 13, 2022
in Opini
Waspada, “Branding” Bali Kadaluwarsa!

Tes MotoGP Mandalika, Lombok, membawa berkah bagi pariwisata Lombok. Begitu jejak kaki di Lombok, para rider motogp update status aktivitasnya di media sosial (instagram).

Pembalap top semacam Marq Marquez sama adiknya Alex Marques, tandemnya di Honda Pol Espargaro bersama saudaranya Aleix Espargaro, juara dunia 2021 Fabio Quartararo dari Yamaha, pembalap Suzuki juara dunia 2020 Joan Mir, pembalap Suzuki Alex Rins, Johann Zarco asal Perancis, pembalap rokie Enea Bastianini, mereka semua ramai-ramai unggah keindahan dan keunikan Lombok.

Marques paling jadi sorotan pascacedera mata dan patah tulang. Begitu mendarat ia langsung selfie di depan tulisan besar Lombok di bandara. Sontak statusnya jadi viral di dunia maya. Tak hanya di Bali, foto selfie Marc Marquez dijamin bakal tersiar ke seluruh pelosok dunia.

Lihat saja akun instagram miliknya @marqmarquez93 sontak dikerumuni ribuan para folowersnya. Hampir satu juta pengikutnya klik like buat juara dunia delapan kali ini. Kolom komentarnya lebih heboh lagi, percakapan mencapai 41.320 (per tanggal 11 Februari).

Selanjutnya ia buat kehebohan dunia maya lewat berbagai aktivitasnya di Mandalika. Berlari sambil bertelanjang dada di atas bukit kecil di tengah sirkuit yang aspalnya diklaim terbaik  di dunia. Serta asik serumput air kelapa muda sembari olah raga ringan di tepi pantai tempatnya menginap. “Jatuh cinta dengan Lombok,” ujar Marc di akunnya.

Screenshoot instagram.com

Tak kalah heboh sambutan para penggila balap terhadap para idolanya. Lihat saja aksi kocak Enea Bastianini yang takjub melihat kelelawar terbang di dalam kamarnya. “Arrivo in Indonesia e trovo batman in camera (Saya tiba di Indonesia dan menemukan batman di kamar saya),” unggah Enea di insta story @bestia23.

Lihat juga deh unggahan pembalap Spanyol Maverick Vinales di akun instagram. Begitu tina di Lombok ia langsung menyap penggemarnya. “We are in Lombok. Great to be in Indonesia,” sapa dia di akun @maverick12official. Esoknya Ia melanjutkan aktivitas berolah raga push up di pasir putih berlatar pantai indah dan bebukitan di belakangnya.

Pembalap lainnya yang takjub dengan keindahan dan aktivitas masyarakat Lombok adalah Aleix Espargaro. Ia begitu terkesan melihat empat orang anak kecil berseragam sekolah merah putih yang berjalan kaki pulang sekolah. Mengabadikan tumpukan kelapa dan kios bahan bakar premiun di pinggir jalan. Ia kagum dengan keunikan dan alaminya Lombok.

“Selamat pagi Indonesia. What a beautiful island is Lombok, wild and nature,” serunya kagum di akun @aleixespargaro.

Kekagumannya tidak berhenti di situ. Ia pun tak kalah takjub dengan aksi emak-emak yang membonceng empat orang anak kecil berseragam sekolah dengan sepeda motor. “The power of emak-emak,” tulisnya. Lucu bukan.

Namun, sebagai seorang pembalap profesional ia tentunya tahu standar keselamatan. Ia mengingatkan pengikutnya tidak meniru aksi emak-emak Lombok ini. “The power of emak-emak motogp version!. Don’t try at home, only at Indonesia,” ingatnya.

Begitulah kehebohan para pembalap di dunia maya. Tentu saja mengundang perhatian besar dari jutaan pengikutnya di seluruh dunia. Bisa dibayangkan dalam hitungan dua hari saja, seluruh dunia mengenal kata Lombok dan mengetahui keindahan dan keunikan Mandalika, Lombok.

Screenshoot instagram.com

Kehebohan ini belum mencapai puncak karena kedatangan ke sirkut Motogp Pertamina Mandalika, Lombok baru sebatas tes jelang kompetisi balap motor terbesar di dunia. Bisa kembali dibayangkan bagaimana kehebohan dunia menyambut mereka saat adu kecepatan di Lombok. 

Top of Mind

Tulisan ini tentunya tidak akan membahas detail aksi hasil tes balap dari masing-masing tim. Namun mencoba melihatnya dari perspektif branding pariwisata Bali.

Keriuhan di dunia maya tentang Lombok, tentu berdampak signifikan terhadap pulau gadis cantik Mandalika Lombok.

Lombok. Kata ini sontak menjadi kata yang paling sering diucapkan orang-orang di Indonesia dan seluruh dunia. Yang tidak suka balap motogp pun akan menonton, mendengar, dan membaca kata Lombok berkali-kali. Lombok mereka serap melalui media sosial, seperti unggahan di instagram, youtube, facebook, dan tiktok.

Dalam waktu singkat kata Lombok menjadi kata yang jika diurutkan maka akan berada paling atas. Dalam waktu sekejap pula, kata Lombok menggeser Bali di otak manusia Indonesia dan dunia.

Jika ditanya saat ini, pulau apa yang ada kenal di Indonesia, mungkin saja para turis mancanegara dan nusantara akan menjawab pertama kali Lombok. Setelah itu barulah mereka mengucapkan kata Bali.

Screenshoot instagram.com

Dari sudut pandang branding, maka Lombok telah mendisrupsi Bali. Pulau kecil di timur Bali ini telah menggeser Bali dari urutan teratas yang ada di benak (otak) wisatawan. Lombok telah memuncaki Top of Mind-nya benak wisatawan. Bali setelahnya.

Top of mind itu adalah sebuah kata yang mewakili benda, merek, produk yang berada pada urutan teratas di benak manusia. Manusia setiap hari terpapar ribuan kata, merek, benda, logo, produk, tagline melalui, misalnya entah di jalan raya, televisi, baliho, minimarket, mall, pasar, bahkan telepon pintar. Namun dari ribuan dari satu kategori, otak manusia hanya mampu mengingat maksimal tujuh kata. Nah, tujuh urutan inilah yang disebut sebagai “top of mind”.

Sederhana saja, secaa umum, jika kita diminta menyebut merek mie yang ada di Indonesia, maka mie merek Indomie ada paling pertama kita ucapkan. Setelah itu barulah menyebutkan Sarimi, Mie Sedaap, Supermi. Mie-mie lainnya tidak bisa kita ingat dengan segera. Nah, Indomie inilah yang di sebit sebagai Top of Mind dalam kategori mie.

Begitu juga Lombok. Ia berada pada top of mind orang-orang seluruh dunia saat ini. Menggusur Bali. Jika kita sebutkan dalam kategori pulau di Indonesia.

Branding Bali Kadaluwarsa!

Judul tulisan ini memang saya buat provokatif. Tujuannya agar kita sadar bahwa jika tak berbuat sesuatu maka branding Bali sebagai pulai terindah di Indonesia (dunia) bakal lenyap. Digeser oleh Lombok. Lenyap dari benak (otak) wisatawan.

Bayangkan saja, baru singgah untuk tes motogp saja, aktivitas para pembalap telah mengangkat Lombok berada pada top of mind. Bagaimana jika gelaran seri kedua motogp bulan Maret 2022. Lombok bakal lebih dikenal lagi seantero dunia. Akan lebih dahsyat lagi gaungnya jika gelaran motogp di Mandalika Lombok terjadi kontroversi.

Jika diingat-ingat, pola dikenalnya Lombok dan Bali serupa tapi tak sama. Serupanya, Lombok dan Bali dikenalkan ke dunia oleh orang asing. Lombok dikenalkan oleh para pembalap top dunia semacam Marq Marquez.

Sementara Bali dahulu kala dikenalkan ke dunia oleh para peneliti, antropolog, dan pelukis mancanegara, semacam Walter Spies asal Jerman. Ia bersama I Wayan Limbak memperkenalkan Tari Kecak dari hasil komodifikasi Tari Sang Hyang pada tahun 1930-an.

Mereka lah yang berjasa besar memperkenalkan Bali sebagai pulau surga, pukau seribu pura, pulau para dewata.  Pulau kecil yang indah, unik, dan natural. Pulau yang budaya dna alam sangat memikat hati wisatawan mancanegar. Dunia pun tahu dan jutaan wisatawan asing berduyun-duyun berkunjung ke Bali. Bali kenalkan melalui buku, hasil riset, dan lukisan.

Itu dulu. Begitu dihantam pandemi Covid-19, Bali menjadi sepi. Sepanjang 2020, turis asing yang ke Bali hanya satu juta orang. Tahun 2021, nyaris nol wisatawan asing ke Bali. Tahun 2022, wisatawan asing yang ke Bali hanya sebanyak 12 orang dari Jepang.

Bedanya, Marc Marquez dkk memperkenalkan Lombok dengan cara dan melalui dunia digital. Unggahan di insta story tentang keindahan dan keunikan Lombok menjalar ke seluruh benak orang melalui telepon pintar. Lombok dikenal sebagai pulau yang indah, unik, dan natural.

Kembali ke topik Branding Bali jelang memasuki senja kala.

Sebelum 2020, Bali masih dikenal dunia. Bali ada di top of mind wisatawan asing. Bahkan aktor pemeran film Rambo memilih Bali sebagai destinasi utama saat ia disodorkan pilihan akan berkunjung ke pulau-pulau indah di dunia.

Itu saat branding Bali masih kuat. Bali pulau surga. Branding Bali yang dibuatkan oleh para pelukis dan peneliti Walter Spies dkk.

Hanya saja brand itu memiliki kadaluwarsanya. Brand sebuah produk akan memudar seiring berubahnya perilaku konsumen. Era disrupsi digital, pandemi, dan milenial mempercepat sebuah brand kadaluwarsa. Tengok saja brand-brand besar dunia bertumbangan di masa pandemi ini.

Branding Bali pun terancam akan mengalami hal hang sama. Branding Bali sebagai pulau surga berpotensi akan memudar. Jika ini terjadi maka Bali akan tertinggal jauh dari destinasi wisata dunia lainnya. Bahkan, bisa jadi, Bali bisa disalip oleh Lombok. Itu akan menjadi nyata jika branding Bali mengalami kadaluwarsa.

Kecemasan ini ada alasannya. Dua tahun masa pandemi, Bali tak banyak lagi menjadi topik hangat dunia. Tidak diperbincangkan para turis. Sementara Lombok digunjingkan dunia.  Persepsi Lombok sebagai pulau yang indah dan naturak akan tercipta melakui efek domino aktivitas para pembalap top dunia.

Jika kita, penduduk Bali tidak berbuat lebih untuk menjaga branding Bali (yang hasil warisan orang asing), memperkuat branding Bali, maka Bali akan tergusur dari top of mind wisatawan. Begitu hilang dari benak wisatawan maka akan sulit untuk mendapatkan momentum mengkatrol branding Bali kembali.

Bali yang telah terpuruk akibat ambruknya pariwisata sebagai pondasi ekonomi akan sangat sulit untuk dibangkitkan kembali.

Waspada!! [T]

Tags: LombokMotoGP Mandalikapariwisata baliPariwisata Lombok
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

HINDU & KEJAWEN BERHALA?

Next Post

Puisi Berbahasa Bali Di-Musikalisasi, Tantangan Baru yang Indah

Gede Suardana

Gede Suardana

Mantan wartawan, kini akademisi Undiknas Denpasar

Related Posts

Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

by I Ketut Suar Adnyana
August 23, 2026
0
Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

IRONI yang sulit diterima ketika seseorang yang berdiri di puncak lembaga pendidikan justru berhadapan dengan hukum karena dugaan praktik yang...

Read moreDetails

Pewarisan di Persimpangan Konstitusi: Tantangan Hukum Waris Indonesia Pasca Putusan MK

by I Made Pria Dharsana
August 19, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

KEMATIAN seseorang seharusnya mengakhiri kehidupan, bukan memulai ketidakpastian hukum bagi keluarganya. Namun dalam praktik hukum Indonesia, kematian justru kerap menjadi...

Read moreDetails

“Janda Metaksu”: Menyoal Tubuh Janda dalam Mitos “Perempuan Penggoda”

by Luh Putu Sendratari
August 12, 2026
0
“Janda Metaksu”: Menyoal Tubuh Janda dalam Mitos “Perempuan Penggoda”

ADA hasil percakapan yang masih mengusik ingatan penulis sampai saat ini, ketika 5 tahun yang lalu bercakap dalam suatu wawancara...

Read moreDetails

Larangan Alih Fungsi Sawah: Tegas di Atas Kertas, Longgar di Lapangan?

by I Made Pria Dharsana
August 12, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PEMERINTAH sedang berada di persimpangan yang tidak sederhana. Pembangunan tanpa merusak alam. Di satu sisi, negara harus menjaga lahan sawah...

Read moreDetails

BENEFICIAL OWNERSHIP (BO) ——Ketika Perseroan Menjadi Topeng Kepemilikan

by I Made Pria Dharsana
August 5, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

"Di atas kertas, pemegang saham dapat berganti. Namun kendali sesungguhnya sering kali tetap berada di tangan orang yang tidak pernah...

Read moreDetails

Insolvensi dan Kewajiban Debitur Pailit

by I Made Pria Dharsana
July 31, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PUTUSAN Mahkamah Konstitusi Nomor 181/PUU-XXIII/2025 menjadi salah satu penegasan penting dalam perkembangan hukum kepailitan di Indonesia. Melalui putusan tersebut, Mahkamah...

Read moreDetails

Ketika Warisan Baru Dianggap Sah Setelah Dicatat Negara —Membongkar Distorsi Administrasi dalam Peralihan Hak Waris di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
July 22, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Kematian seseorang tidak hanya mengakhiri eksistensi biologis, tetapi sekaligus memicu konsekuensi hukum yang kompleks dalam sistem hukum perdata. Salah satu...

Read moreDetails

Potensi Ekonomi yang Menguap di Titik 0 Singaraja

by I Gede Sena Putrawan
July 20, 2026
0
Membangun Buleleng, Membangun Ingatan Sejarah dan Membangun Masa Depan Kota dari Kawasan Titik Nol Singaraja

PADA awal tahun 2026, sebuah proyek bernilai fantastis menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan masyarakat Buleleng. Nama proyek itu sebenarnya...

Read moreDetails

Lelang Bank dan Kepastian Hukum: Antara Peluang Investasi dan Risiko Lapangan

by I Made Pria Dharsana
July 15, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

BARANG lelang bank sering dipandang sebagai peluang mendapatkan aset murah dengan potensi keuntungan besar. Rumah, tanah, ruko, kendaraan, hingga aset...

Read moreDetails

AJB atau Pelepasan Hak: Menguji Rasionalitas Perolehan Tanah oleh Perseroan Terbatas di Era KKPR dan Lahan Sawah yang Dilindungi

by I Made Pria Dharsana
July 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERDEBATAN mengenai mekanisme perolehan tanah oleh Perseroan Terbatas (PT) sesungguhnya tidak lagi hanya berkisar pada pilihan antara Akta Jual Beli...

Read moreDetails
Next Post
Puisi Berbahasa Bali Di-Musikalisasi, Tantangan Baru yang Indah

Puisi Berbahasa Bali Di-Musikalisasi, Tantangan Baru yang Indah

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah
Ulas Pentas

Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah

SEBAGAI penari, aku bergerak dari kode satu ke kode gerak lainnya, sementara ayahku yang merupakan seorang pematung, bergerak dalam duduknya....

by Yanik Parta
August 24, 2026
Tikungan Desa Taro Dilengkapi Reflektor, Mahasiswa KKN-PPM XXXIII Udayana Dorong Keselamatan Pengguna Jalan
Pendidikan

Tikungan Desa Taro Dilengkapi Reflektor, Mahasiswa KKN-PPM XXXIII Udayana Dorong Keselamatan Pengguna Jalan

TIKUNGAN dengan jarak pandang terbatas menjadi titik yang membutuhkan perhatian lebih dari pengguna jalan. Karena itu, sejumlah tikungan di Desa...

by Dede Putra Wiguna
August 24, 2026
“Jangan Lupakanku”, Single Kedua Thalia Gunawan dalam Balutan Koplo
Pop

“Jangan Lupakanku”, Single Kedua Thalia Gunawan dalam Balutan Koplo

SETELAH pop upbeat menjadi langkah pertamanya, Thalia Gunawan memilih koplo untuk melanjutkan perjalanan. Penyanyi muda asal Denpasar, Bali, itu menghadirkan...

by Dede Putra Wiguna
August 24, 2026
Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma
Esai

Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma

Bali Sebagai Rumah yang Terbuka Bali sejak dahulu dikenal sebagai ruang perjumpaan. Laut yang mengelilinginya bukanlah tembok yang memisahkan, melainkan...

by Agung Sudarsa
August 24, 2026
Telenovela
Esai

Mengantar Saut Situmorang ke Salon

MENJADI panitia Kongres Cerpen II di Negara, Jembrana, Bali, pada 2001, ada satu kejadian yang hingga kini masih saya ingat....

by Angga Wijaya
August 24, 2026
Keringnya Iklim Diskursif Seni Rupa Bali Hari Ini
Kritik Seni

Keringnya Iklim Diskursif Seni Rupa Bali Hari Ini

“Everybody In Bali Seems to be an artist” Kutipan itu persis terlontar 89 tahun lalu dari Miguel Covarrubias. Seorang seniman...

by Made Chandra
August 24, 2026
Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026
Budaya

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

Semarak Buleleng Festival 2026 terus memuncak. Pada malam kelima, suasana Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja dipenuhi canda, musik, dan...

by tatkala
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [5]: Penerbit yang Tidak Pernah Menolak

Buka KBM App, atau Wattpad, atau NovelToon, atau GoodNovel, atau salah satu dari selusin platform serupa yang tumbuh dalam ekosistem...

by Andre Syahreza
August 23, 2026
PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers
Pendidikan

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers

SEBANYAK 102 anggota dan calon anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali mengikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) di Gedung PWI...

by Dede Putra Wiguna
August 23, 2026
Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   
Opini

Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

IRONI yang sulit diterima ketika seseorang yang berdiri di puncak lembaga pendidikan justru berhadapan dengan hukum karena dugaan praktik yang...

by I Ketut Suar Adnyana
August 23, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Wajah Indonesia Bopeng

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas
Kritik Sastra

Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas

ADA satu kesalahpahaman yang terlalu lama mengiringi cara kita memandang Tuli: seolah-olah Tuli hanya dapat dibicarakan dari apa yang tidak...

by Bagja Wiranandhika Prawira
August 23, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co