2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Suara Saking Bali dan Usaha Membumikan Sastra Bali Modern

Jaswanto by Jaswanto
September 8, 2024
in Khas
Suara Saking Bali dan Usaha Membumikan Sastra Bali Modern

Pengunjung sedang membaca majalah Suara Saking Bali cetak yang dipamerkan di Festival Sastra Bali Modern 2024 | Foto: takala.co/Son

FESTIVAL Sastra Bali Modern (FSBM) 2024 telah dibuka. Festival yang digarap secara kecil saja dan sederhana ini dibuka dan digelar di STAHN Mpu Kuturan, Singaraja, Bali, Sabtu (7/9/2024) malam. Inisiator dan pelaksana festival, Suara Saking Bali (SSB), seperti sengaja membuat festival tersebut jauh dari kata glamor, yang serba gemerlapan, sebagaimana kondisi realitas sastra Bali modern hari ini.

Namun, meski tampak kecil dan sederhana, festival ini tetap menarik orang-orang untuk datang dan berpartisipasi. Mereka datang berbondong-bondong sejak sore hari. Di aula sekolah tinggi itulah mereka bergerombol sambil bercakap-cakap dan melihat-lihat arsip majalah Suara Saking Bali yang dipamerkan.

Di dinding bambu (bedeg) yang ditempel di tembok aula STAHN Mpu Kuturan, terpasang sampul majalah Suara Saking Bali edisi pertama sampai hari ini—edisi yang ke-94. Sedangkan di sebuah meja panjang yang terletak tepat di tengah-tengah di mana sampul-sampul itu dipajang, majalah cetak ditata rapi dan dapat dibaca oleh siapa pun.

Sampul-sampul majalah Suara Saking Bali yang dipamerkan dan seorang pengunjung yang sedang mengamatinya | Foto: tatkala.co/Son

Sampul-sampul dan cetakan majalah yang dipamerkan tersebut seolah menjadi riwayat hidup [baca: perjalanan] Suara Saking Bali. Pengunjung dapat melihat transformasi SSB dari tahun 2016 sampai sekarang—yang setia memuat karya sastra Bali modern, seperti cerpen, puisi, dan esai berbahasa Bali.

SSB merupakan majalah daring pertama di Bali yang memuat karya sastra berbahasa Bali. Majalah yang didirikan oleh I Putu Supartika itu sudah terbit sejak delapan tahun yang lalu. Setiap bulan SSB mencoba menghadirkan beragam karya sastra Bali modern maupun karya lain yang berbahasa Bali.

Majalah daring yang dapat diunduh secara gratis ini terbit setiap sebulan sekali. Dan jangan salah, tak semua karya yang dimuat lahir dari penulis yang sudah memiliki nama, pula karya mereka yang baru belajar menulis—SSB bahkan pernah memuat puisi anak SD.

Selain menerbitkan majalah daring berbahasa Bali, SSB juga memiliki satu program yang diinisiasi pada tahun 2022. Program tersebut bertajuk Festival Sastra Bali Modern—festival yang membicarakan seluk-beluk, pernak-pernik perjalanan sejarah, ekosistem, dan keberlanjutan sastra Bali modern. FSBM pertama dilaksanakan secara daring pada tahun 2022. Sedangkan yang kedua ini diselenggarakan secara luring di Singaraja.

“Ini Festival Sastra Bali Modern yang kedua. Yang pertama kami selenggarakan secara daring, itu tahun 2022. Tahun 2023 kami sempat jeda—karena, ya, persoalan klasik: urusan dana. Tahun ini, karena Suara Saking Bali mendapat bantuan Dana Indonesiana, FSBM ini kami gelar kembali,” ujar I Putu Supartika, pendiri majalah Suara Saking Bali, di aula STAHN Mpu Kuturan, Sabtu (7/8/2024) malam.

Tahun ini, menurut Supartika, yang juga seorang wartawan cum sastrawan itu, FSBM berusaha atau sedang mencoba mengaktivasi perguruan tinggi dan sekolah supaya merasa dekat dan kembali mengenal sastra Bali modern. Atas dasar itulah SSB memilih menggelar festival tersebut di STAHN Mpu Kuturan—yang notabene sebagai perguruan tinggi yang mempelajari dan memiliki jurusan bahasa Bali.

Pengunjung sedang membaca majalah Suara Saking Bali cetak yang dipamerkan di Festival Sastra Bali Modern 2024 | Foto: takala.co/Son

Meski di Bali, sastra Bali modern sampai hari ini masih dianaktirikan. Ia berada di antrean paling belakang untuk diperhatikan. Selama ini, sastra Bali modern berusaha hidup dan menjaga nyala keberlangsungannya dengan terseok-seok, berdarah-darah, dan swadaya. Ia seperti anak yatim-piatu yang dipaksa tumbuh dan besar tanpa tali-kasih orang tua.

Mendengar ucapan Supartika, Sastra Bali modern seolah hanya noktah kecil—yang mungkin tak terlihat sama sekali—di pinggiran kesenian dan kebudayaan Bali yang adiluhung, yang dielu-elukan. Di tengah hingar-bingar kesenian Bali yang lain, sastra Bali modern bisa jadi hanya zarah yang terhempas oleh kalkulasi atau hitung-hitungan politik semata.

Rasanya, sastra Bali modern—termasuk Suara Saking Bali—sudah sah menyandang status yatim piatu. Tak lagi punya sosok [baca: pemangku kebijakan] yang begitu kasih melindungi dan mengembangkan. Yang tersisa tinggal orang-orang asing. Sebagian kecil mungkin masih mendesiskan perjuangan meski tak bisa berbuat banyak. Namun, yang lain sepertinya tidak lagi punya kepedulian tentang apa pun, apalagi capek-capek memikirkan keberlanjutannya di masa depan.

Jadi, agak berlebihan bila mengharap akan ada mata yang tertusuk oleh kondisi ekosistemnya hari ini, telinga yang tergetar keluh kesah orang-orang yang memperjuangkannya, dan hati yang terguncang sumpah serapah dan doa-doa mereka yang masih setia, sekali lagi, mempertahankan eksistesinya.

I Putu Supartika, pendiri Suara Saking Bali | Foto: tatkala.co/Son

Meski banyak yang lantas mencoba bermain peran selayaknya “ayah-ibu” yang bertindak demi dan atas nama “anak-anaknya”; namun, dengan satu dan lain cara, ini semua diam-diam malah makin meyakinkan bahwa sebenarnya tak pernah ada yang serius memikirkan sastra Bali modern.

Yang ada justru para pemimpin, dari nasional sampai lokal, yang sibuk dengan kepentingannya sendiri. Lembaga-lembaga pendidikan yang lebih mementingkan seremonial daripada sesuatu yang subtansial. Tak salah bila pada akhirnya mereka sekadar menjadi slilit yang ketlingsut di kegaduhan retorika dan tumpukan hitung-hitungan.

“Kami mencoba membumikan atau mendekatkan kembali sastra Bali modern kepada mahasiswa dan siswa. Karena kami merasa selama ini sastra Bali modern terkesan eksklusif. Hampir seratus tahun lebih sejak pertama kali diperkenalkan, sampai sejauh ini, kondisi sastra Bali modern seperti jalan di tempat,” kata Supartika, menggebu-gebu. Ada sedikit nada kejengkelan saat ia mengatakan hal tersebut.

Terkait penyelenggaraan Festival Sastra Bali Modern 2024 di STAHN Mpu Kuturan, menurut I Putu Ardiyasa, akademisi STAHN Mpu Kuturan, festival ini telah memberi energi baru bagi kampus dan civitas STAHN Mpu Kuturan Singaraja. Akademisi sekaligus dalang itu merasa harus berterima kasih kepada Suara Saking Bali karena telah berkenan berkolaborasi dengan perguruan tinggi tempatnya mengabdi.

Festival Sastra Bali Modern 2024 diselenggarakan selama dua hari, 7-8 September 2024 di STAHN Mpu Kuturan Singaraja. Dan setidaknya ada lima mata program yang dilaksanakan, yakni pameran arsip Suara Saking Bali, diskusi arsip dan ekosistem sastra Bali modern, parade musikalisasi puisi, diskusi proses kreatif musikalisasi puisi, dan bedah buku puisi, cerpen, dan kritik sastra. Hari ini festival akan berakhir.[T]

Reporter/Penulis: Jaswanto
Editor: Adnyana Ole

Paling Muda Paling Tua Menulis Kritik | Dari Diskusi Festival Sastra Bali Modern
Catatan Festival Sastra Bali Modern: Pembuktian Juara dan Hal-hal Lain dalam Sastra Bali Modern
Perihal Betapa Gagah dan Kece Festival Sastra Bali Modern Pertama dan Terbesar di Dunia
“Malajah Sambil Malali Ka Nusa Panida” : Menakar Kelayakan Buku “Ngetelang Getih Kaang Putih” sebagai Media Ajar Bahasa Bali
Tags: apresiasi sastraFestival Sastra Bali ModernFestival Sastra Bali Modern 2024sastra balisastra bali modernSuara Saking Bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Di Puncak Tegeh Buhu  

Next Post

Jalur Rempah, Mumi dan “Isin Ceraken I Dadong”

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Jalur Rempah, Mumi dan “Isin Ceraken I Dadong”

Jalur Rempah, Mumi dan "Isin Ceraken I Dadong"

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co