24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Catatan Festival Sastra Bali Modern: Pembuktian Juara dan Hal-hal Lain dalam Sastra Bali Modern

Agus Wiratama by Agus Wiratama
February 7, 2022
in Khas
Catatan Festival Sastra Bali Modern: Pembuktian Juara dan Hal-hal Lain dalam Sastra Bali Modern

Wulan dan Nurjaya

Festival Sastra Bali Modern—pertama dan terbesar di dunia—dibuka dengan diskusi kelayakan sekaligus pertanggungjawaban karya oleh juara satu dan dua lomba Timbang Buku Sastra Bali Modern. Peserta duskusi yang merupakan masyarakat pembaca, penikmat dan pelaku, dan peserta umum bisa menanyakan hal-hal terkait karya yang berbentuk esai kritik sastra atau proses atau kemantapan diri menerima juara. Secara garis besar, festival yang digelar selama satu bulan (tak penuh) dan melibatkan 74 pelaku sastra ini diniatkan untuk merespon dan memberikan apresiasi, sekaligus memelihara hubungan baik, dan hubungan kreatif dengan 60 orang peserta Lomba Esai Timbang Buku.

Pada umumnya, lomba akan selesai pada penjurian lalu pengumuman kemudian penyerahan hadiah; juara biasanya secara langsung dianggap terbaik—juara satu lebih baik dari juara dua, juara dua lebih baik dari juara tiga, dan menurun sampai akhir. Tentu Festival ini berniat lebih. Juara tidak selesai sebagai juara, bahkan tidak menutup kemungkinan untuk mendiskusikan, layak-tidaknya juara, dan penting-tidaknya juara khususnya dalam ekosistem Sastra Bali Modern hari ini.

Meskipun telah melewati perdebatan paling sengit sejagat sastra Bali Modern, dengan juri kawakan, yaitu Made Adnyana Ole, sastrawan, wartawan, dan founder Tatkala.co; Gde Aryantha Soethama yang merupakan wartawan, penulis esai, dan cerpenis; serta akademisi, kritikus, dan penulis, yaitu I Made Sujaya, tentu masih ada residu yang patut untuk diperdebatkan kembali.

Diskusi yang berlangsung pada 5 Februari 2022, melalui zoom meeting ini berlangsung dengan percakapan dan pertanyaan-pertanyaan menarik dari peserta—akhirnya, obrolan tidak hanya pada karya timbang buku, tapi juga menyinggung situasi Sastra Bali Modern dan sistem penjurian pada lomba terkait kumpulan karya yang dikupas oleh pembicara. Dalam konteks ini, juara dianggap sebagai satu strategi untuk melontarkan wacana tertentu. Alhasil, pertanyaan ini mengantar peserta dan pembicara untuk mempercakapkan lomba sebagai satu ekosistem pembangun wacana, di mana lomba, sedikit tidak, berperan dalam konstruksi wacana dalam kepenulisan.

Di awal diskusi, pembicara sempat melempar satu pernyataan, bahwa tema yang diangkat dalam karya sastra Bali Modern cenderung pada kisah mistik, seolah-olah, untuk membicarakan Bali harus melalui konteks itu, sebagaimana narasi yang mengatakan bahwa membicarakan Bali mesti membicarakan adat, padahal ada berbagai isu kontemporer yang tidak kalah penting untuk dibahas, begitu juga dengan tatapan penulis dalam penokohan yang hampir serupa. Tampaknya, ada satu kemapanan cara pandang dalam dunia kepenulisan Sastra Bali Modern yang mesti diguncang untuk beranjak pada pengangkatan isu dan teknik menulis.

Ada pula satu terma yang layak untuk direnungkan, yaitu realitas Bali hari ini yang tidak lagi hidup dalam kerangka berpikir bahasa yang tunggal. Masyarakat Bali sebagaimana masyarakat belahan dunia lainnya merupakan masyarakat bilingual, dan rupanya, dalam analisis karya ditemukan bahwa ada berbagai pengaruh dari bahasa lain yang masuk dalam karya sastra Bali Modern. Tentu saja, jika karya sastra dipandang sebagai satu representasi realitas, tentu cara pandang ini perlu ditimbang dalam penulisan karya sastra Bali Modern.

Rupanya peserta memiliki  berbagai hal menarik untuk dibicarakan dalam forum ini, semisal satu lemparan protes oleh peserta lain terkait pandangan juara yang dianggap begitu-begitu saja. Peserta tersebut mengatakan sebagai berikut: “Hal yang saudara sampaikan itu sudah pernah dibahas para pelaku sastra Bali Modern, adakah tatapan lain yang saudara temukan?” Protes peserta tersebut. Tentu saja, kemampuan Made Nurjaya dan Wulan Dewi Saraswati tidak perlu diragukan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dari para peserta. Tapi sebelum itu, mari kita lihat latar belakang dua juara ini.

Made Nurjaya adalah seorang guru. Ia menulis hal-hal post positifistik tentang kebudayaan serta religiusitas masyarakat Bali, aktif dalam mempublikasi jurnal ilmiah, salah satunya Gama Tirtha Ideology, Hegemoni Kekusaan Raja Klungkung Melalui Pemahaman Mitos Ratu Gede Nusa Penida, dan lain sebagainya. Naskahnya yang dibincangkan dalam Festival Sastra Bali Modern ini berjudul “menaja risalah maya: antara popularisme dan hedonisme dalam nyujuh langit duur bukit” mendapat juara satu.

Wulan Dewi Saraswati yang merupakan juara dua dalam lomba ini merupakan penulis, sutradara, pendiri sekaligus creative director Komunitas Aghumi. Naskah dramanya dihimpun dalam antologi “Penjarah” terbitan Dinas Kebudayaan Provinsi Bali 2017, menulis naskah film pendek “Samsara”. Antologi puisinya bertajuk Seribu Pagi Secangkir Cinta (Mahima Institute Indonesia, 2017). Naskahnya yang dibincangkan dalam Festival Sastra Bali Modern ini berjudul “corak estetika mistik dalam kumpulan naskah drama mamula”.

Peserta yang mengharapkan tatapan lain dari peserta itu ditanggapi oleh Nurjaya dengan upaya Carma Citrawati dalam “Cerpen Dadong Raja”. Dalam cerpen itu, Nurjaya menemukan usaha Carma untuk merekonstruksi cara pandang umum terhadap konstruksi nilai yang mapan, yaitu usaha melihat sisi lain citra ilmu pengleakan. Sementara Wulan Dewi Saraswati menebalkan bahwa tidak ada hal baru di dunia ini, dan yang kita lihat baru barangkali kolaborasi dari hal-hal yang sudah ada, dan dalam buku kumpulan naskah drama yang ditemui Wulan terletak pada upaya beberapa penulis menghilangkan kadar “seram” pada hantu-hantu yang masuk dalam cerita.  Sementara itu, kebaruan lain adalah usaha penulis memandang hal-hal mistis dan pandangan hari ini.

Pecakapan yang hangat ini tampaknya mampu membuat peserta bertahan, meskipun diskusi berlangsung selama kurang lebih dua setengah jam, dengan jumlah peserta sebanyak rata-rata peserta yaitu 29 orang.

Berikut traffic peserta diskusi edisi pertama:

Tags: Festival Sastra Bali ModernLomba Esai Timbang Buku Sastra Bali Modernsastra bali modern
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Belum Sempat Ditiduri Mahasiswa, Asrama Baru STAH Mpu Kuturan Jadi Tempat Isoter

Next Post

Ubud Artisan Market, Berpameran Sambil Menuntut Ilmu

Agus Wiratama

Agus Wiratama

Agus Wiratama adalah penulis, aktor, produser teater dan pertunjukan kelahiran 1995 yang aktif di Mulawali Performance Forum. Ia menjadi manajer program di Mulawali Institute, sebuah lembaga kajian, manajemen, dan produksi seni pertunjukan berbasis di Bali.

Related Posts

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
0
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

Read moreDetails

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails
Next Post
Ubud Artisan Market, Berpameran Sambil Menuntut Ilmu

Ubud Artisan Market, Berpameran Sambil Menuntut Ilmu

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co