23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tari Mahadewa, Tarian Estetis nan Filosofis, Kebanggaan UPMI Bali

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
September 6, 2024
in Khas
Tari Mahadewa, Tarian Estetis nan Filosofis, Kebanggaan UPMI Bali

Penari Tari Mahadewa saat Wisuda UPMI Bali ke-47, Foto: dok. Oka Prawira

TARI Kebesaran adalah salah satu bentuk seni tari yang mencerminkan keagungan, kebanggaan, dan semangat. Biasanya, tari ini digunakan dalam upacara formal atau perayaan penting untuk menghormati para pemimpin, tamu, atau sebagai bagian dari upacara yang sarat makna budaya. Dengan gerakan yang penuh wibawa dan simbolik, Tari Kebesaran tidak hanya menampilkan keindahan estetika, tetapi juga menyampaikan nilai-nilai dan karakteristik dari sebuah lembaga.

Hampir seluruh perguruan tinggi di Bali memiliki tari kebesaran. Salah satunya adalah Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI Bali). Tari kebesaran UPMI Bali adalah Tari Mahadewa, tarian ini biasa dipentaskan saat kegiatan-kegiatan penting atau event-event besar, seperti Wisuda, Dies Natalis, pengukuhan Guru Besar, dan lain sebagainya.

Saya menyaksikan tarian tersebut saat Wisuda UPMI Bali ke-47, yang dilaksanakan di Aston Denpasar Hotel & Convention Center, pada 4 September 2024 yang lalu. Tari Mahadewa dipentaskan setelah pembukaan acara dan pembacaan doa, tepat sebelum menyanyikan bersama lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Ide cerita dari Tari Mahadewa merupakan buah pikiran Prof. Dr. Drs. I Made Suarta, S.H., M.Hum. (Rektor UPMI Bali). Dari ide cerita tersebut, kemudian diolah menjadi tarian estetis yang digarap oleh I Gede Gusman Adhi Gunawan, S.Sn., M.Sn. (seniman, Dosen UPMI Bali). selain itu, Tari Mahadewa juga diiringi dengan tabuh kebyar enerjik yang manis garapan I Ketut Lanus, S.Sn., M.Si. (seniman, Dosen UPMI Bali) yang turut melengkapi tarian tersebut menjadi makin ciamik.

Pementasan Tari Mahadewa saat Wisuda UPMI Bali ke-47 | Foto: dok. Dede

Pementasan Tari Mahadewa saat Wisuda UPMI Bali ke-47 | Foto: dok. Dede

Ketika dipentaskan, Tari Mahadewa ditarikan oleh enam penari perempuan dan satu penari laki-laki. Tarian ini diciptakan pada tahun 2021, dan pertama kali dipentaskan saat Wisuda UPMI Bali tahun 2021 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC).  

Tari Mahadewa tak hanya sekadar pertunjukan seni semata, tetapi juga simbol dari tradisi budaya yang mendalam, cerminan nilai-nilai luhur, serta penyatuan keindahan gerak dengan makna filosofis yang kuat.

I Gede Gusman Adhi Gunawan, S.Sn., M.Sn. atau yang akrab disapa Wawan Gumiart selaku koreografer, mengungkapkan bahwa dalam proses penciptaannya tidak ada kesulitan yang begitu berarti. Kendati demikian, tantangan dalam penggarapan tetap ada.

“Dalam proses penciptaannya tidak ada kesulitan, tetapi tantangan tentu ada. Karena menjadi tari kebesaran, tentu persiapannya juga harus bagus. Yang namanya tari kebesaran haruslah menjadi ikonik dan menjadi representasi dari sebuah lembaga yang tertuang dalam sebuah karya tari,” kata Wawan.

“Sebelumnya kami melakukan riset terlebih dahulu dari deskripsi yang dihadirkan, terkait dengan tokoh Mahadewa itu sendiri dan keterkaitannya dengan lembaga pendidikan UPMI. Yang paling menjadi pemikiran kemarin adalah bagaimana tarian ini supaya secara presentasi, estetika, logika, dan etikanya bisa terjaga. Kemudian dalam proses regenerasinya juga supaya tidak mengalami kesulitan. Jadi mulai dari pemilihan bahan, konsep kostum, pemilihan warna, dan motif geraknya itu dipertimbangkan secara matang,” jelasnya.

Wawan mengaku sangat bangga karena telah dipercaya menjadi koreografer Tari Mahadewa. Dalam konteks tari kebesaran, menurutnya tidak semua seniman bisa mendapatkan kesempatan untuk menciptakan karya tari yang ikonik.

“Saya sebagai koreografer, Pak Ketut Lanus sebagai komposer, dan juga teman-teman di prodi Pendidikan Sendratasik sebagai tim pendukung, mengucapkan terima kasih banyak kepada pimpinan lembaga. Mulai dari Bapak Ketua Yayasan dan Bapak Rektor yang sudah memberikan kepercayaan kepada kami, karena sudah diberikan penghargaan yang luar biasa dan diberikan kesempatan untuk menciptakan karya Tari Mahadewa ini, serta digunakan sebagai tari kebesaran hingga saat ini,” ungkapnya.

Penari Tari Mahadewa saat Wisuda UPMI Bali ke-47 | Foto: dok. Oka Prawira

I Kadek Oka Prawira Wibawa atau akrab disapa Oka adalah mahasiswa dari program studi Pendidikan Seni, Drama, Tari dan Musik (Sendratasik). Ia merupakan salah satu penari yang berkesempatan berperan sebagai Mahadewa. Oka mengatakan, dirinya sangat merasa senang dan bangga ketika dipercaya membawakan Tari Mahadewa untuk pertama kalinya.

“Pertama kali Oka melihat Tari Mahadewa adalah ketika ada pengukuhan guru besar di kampus, saat Oka masih semester awal (mahasiswa baru). Ketika itu, Tari Mahadewa dipentaskan tepat di depan mata. Terlintas dalam benak Oka, “kapan ya saya bisa menarikan tari ini” dan Oka selalu menanamkan dalam diri, suatu saat nanti pasti akan bisa membawakan Tari Mahadewa,” ungkap Oka.

“Kemarin adalah kesempatan luar biasa, Oka akhirnya dipercaya oleh Pak Wawan untuk menarikan Tari Mahadewa dalam acara Wisuda kemarin,” ujarnya.

Oka mengaku tidak ada kesulitan dalam prosesnya, hanya saja karena jadwal yang terlalu padat, menjadi tantangan tersendiri baginya, karena ia mendapat waktu latihan yang amat terbatas.

“Di saat jadwal sedang lumayan padat, Pak Wawan memberikan Oka tantangan. yaitu menghafalkan Tari Mahadewa dan membawakannya di acara Wisuda kemarin. Nah Oka jadi punya tantangan besar, yaitu menghafalkan tari yang begitu rumit ragam geraknya. Karena saat pertama kali Oka melihat gerakannya, rasanya benar-benar susah untuk ditangkap, karena setiap detiknya ada saja perubahan. Apalagi isi palawakya, tentu saja Oka mempelajari bagaimana menggunakan vokal dalam palawakya dan bagaimana agar bisa menyesuaikan ekspresi dan gerak,” jelasnya.

Sebelum Tari Mahadewa dipentaskan, pewara membacakan sinopsis yang sarat makna dari tarian tersebut. “Tari Mahadewa mengisahkan tentang Dewa Mahadewa yang tiada lain merupakan perwujudan Dewa Siwa, sebagai sumber kekuatan intuisi dalam pancaran Tri Murti yang berhubungan dengan proses evolusi-involusi Tri Kona. Intuisi merupakan kemampuan memahami sesuatu tanpa melalui penalaran rasional dan intelektualitas, yaitu pemahaman di luar kesadaran sehingga terjadinya sebuah keajaiban. Dewa Mahadewa dengan saktinya Dewi Saci, dengan warna keemasan yang dimiliki, menganugerahkan Tirta Kundalini demi kesejahteraan seluruh alam semesta,” setelah sinopsis dibacakan, para penari pun bersiap.

“Hadirin yang berbahagia, saksikanlah tari kebesaran Universitas PGRI Mahadewa Indonesia. Tari Mahadewa!” begitulah pewara menyambut Tari Mahadewa dengan penuh semangat. Ketika gamelan dimainkan, penonton juga turut antusias dengan bertepuk tangan menyambut tari kebesaran itu mulai dipentaskan. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain dari penulis DEDE PUTRA WIGUNA

Ika Agustina, Keterbatasan Bukan Alasan untuk Tidak Berkarya
Belajar dan Berbagi di Yayasan Bhakti Senang Hati: Cerita dari PIKM Widyadari UPMI
Lisawati, Perempuan Penjual Bendera: 10 Tahun Merantau di Bali, Pernah Dikira Sudah Meninggal
Belajar Kebermaknaan Hidup di PKP Community Centre, di Payangan-Gianyar
Kartunis I Wayan Tama dan Profesinya yang Jarang Dapat Perhatian
Tags: seni pertunjukantari balitari kebesaranUniversitas PGRI Mahadewa Indonesia
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Nyapar: Tradisi dan Kearifan Lokal Desa Pengastulan

Next Post

Rempah dalam Basa Genep

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
Rempah dalam Basa Genep

Rempah dalam Basa Genep

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers
Pendidikan

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers

SEBANYAK 102 anggota dan calon anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali mengikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) di Gedung PWI...

by Dede Putra Wiguna
August 23, 2026
Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   
Opini

Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

IRONI yang sulit diterima ketika seseorang yang berdiri di puncak lembaga pendidikan justru berhadapan dengan hukum karena dugaan praktik yang...

by I Ketut Suar Adnyana
August 23, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Wajah Indonesia Bopeng

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas
Kritik Sastra

Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas

ADA satu kesalahpahaman yang terlalu lama mengiringi cara kita memandang Tuli: seolah-olah Tuli hanya dapat dibicarakan dari apa yang tidak...

by Bagja Wiranandhika Prawira
August 23, 2026
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud
Panggung

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co