2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tari Mahadewa, Tarian Estetis nan Filosofis, Kebanggaan UPMI Bali

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
September 6, 2024
in Khas
Tari Mahadewa, Tarian Estetis nan Filosofis, Kebanggaan UPMI Bali

Penari Tari Mahadewa saat Wisuda UPMI Bali ke-47, Foto: dok. Oka Prawira

TARI Kebesaran adalah salah satu bentuk seni tari yang mencerminkan keagungan, kebanggaan, dan semangat. Biasanya, tari ini digunakan dalam upacara formal atau perayaan penting untuk menghormati para pemimpin, tamu, atau sebagai bagian dari upacara yang sarat makna budaya. Dengan gerakan yang penuh wibawa dan simbolik, Tari Kebesaran tidak hanya menampilkan keindahan estetika, tetapi juga menyampaikan nilai-nilai dan karakteristik dari sebuah lembaga.

Hampir seluruh perguruan tinggi di Bali memiliki tari kebesaran. Salah satunya adalah Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI Bali). Tari kebesaran UPMI Bali adalah Tari Mahadewa, tarian ini biasa dipentaskan saat kegiatan-kegiatan penting atau event-event besar, seperti Wisuda, Dies Natalis, pengukuhan Guru Besar, dan lain sebagainya.

Saya menyaksikan tarian tersebut saat Wisuda UPMI Bali ke-47, yang dilaksanakan di Aston Denpasar Hotel & Convention Center, pada 4 September 2024 yang lalu. Tari Mahadewa dipentaskan setelah pembukaan acara dan pembacaan doa, tepat sebelum menyanyikan bersama lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Ide cerita dari Tari Mahadewa merupakan buah pikiran Prof. Dr. Drs. I Made Suarta, S.H., M.Hum. (Rektor UPMI Bali). Dari ide cerita tersebut, kemudian diolah menjadi tarian estetis yang digarap oleh I Gede Gusman Adhi Gunawan, S.Sn., M.Sn. (seniman, Dosen UPMI Bali). selain itu, Tari Mahadewa juga diiringi dengan tabuh kebyar enerjik yang manis garapan I Ketut Lanus, S.Sn., M.Si. (seniman, Dosen UPMI Bali) yang turut melengkapi tarian tersebut menjadi makin ciamik.

Pementasan Tari Mahadewa saat Wisuda UPMI Bali ke-47 | Foto: dok. Dede

Pementasan Tari Mahadewa saat Wisuda UPMI Bali ke-47 | Foto: dok. Dede

Ketika dipentaskan, Tari Mahadewa ditarikan oleh enam penari perempuan dan satu penari laki-laki. Tarian ini diciptakan pada tahun 2021, dan pertama kali dipentaskan saat Wisuda UPMI Bali tahun 2021 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC).  

Tari Mahadewa tak hanya sekadar pertunjukan seni semata, tetapi juga simbol dari tradisi budaya yang mendalam, cerminan nilai-nilai luhur, serta penyatuan keindahan gerak dengan makna filosofis yang kuat.

I Gede Gusman Adhi Gunawan, S.Sn., M.Sn. atau yang akrab disapa Wawan Gumiart selaku koreografer, mengungkapkan bahwa dalam proses penciptaannya tidak ada kesulitan yang begitu berarti. Kendati demikian, tantangan dalam penggarapan tetap ada.

“Dalam proses penciptaannya tidak ada kesulitan, tetapi tantangan tentu ada. Karena menjadi tari kebesaran, tentu persiapannya juga harus bagus. Yang namanya tari kebesaran haruslah menjadi ikonik dan menjadi representasi dari sebuah lembaga yang tertuang dalam sebuah karya tari,” kata Wawan.

“Sebelumnya kami melakukan riset terlebih dahulu dari deskripsi yang dihadirkan, terkait dengan tokoh Mahadewa itu sendiri dan keterkaitannya dengan lembaga pendidikan UPMI. Yang paling menjadi pemikiran kemarin adalah bagaimana tarian ini supaya secara presentasi, estetika, logika, dan etikanya bisa terjaga. Kemudian dalam proses regenerasinya juga supaya tidak mengalami kesulitan. Jadi mulai dari pemilihan bahan, konsep kostum, pemilihan warna, dan motif geraknya itu dipertimbangkan secara matang,” jelasnya.

Wawan mengaku sangat bangga karena telah dipercaya menjadi koreografer Tari Mahadewa. Dalam konteks tari kebesaran, menurutnya tidak semua seniman bisa mendapatkan kesempatan untuk menciptakan karya tari yang ikonik.

“Saya sebagai koreografer, Pak Ketut Lanus sebagai komposer, dan juga teman-teman di prodi Pendidikan Sendratasik sebagai tim pendukung, mengucapkan terima kasih banyak kepada pimpinan lembaga. Mulai dari Bapak Ketua Yayasan dan Bapak Rektor yang sudah memberikan kepercayaan kepada kami, karena sudah diberikan penghargaan yang luar biasa dan diberikan kesempatan untuk menciptakan karya Tari Mahadewa ini, serta digunakan sebagai tari kebesaran hingga saat ini,” ungkapnya.

Penari Tari Mahadewa saat Wisuda UPMI Bali ke-47 | Foto: dok. Oka Prawira

I Kadek Oka Prawira Wibawa atau akrab disapa Oka adalah mahasiswa dari program studi Pendidikan Seni, Drama, Tari dan Musik (Sendratasik). Ia merupakan salah satu penari yang berkesempatan berperan sebagai Mahadewa. Oka mengatakan, dirinya sangat merasa senang dan bangga ketika dipercaya membawakan Tari Mahadewa untuk pertama kalinya.

“Pertama kali Oka melihat Tari Mahadewa adalah ketika ada pengukuhan guru besar di kampus, saat Oka masih semester awal (mahasiswa baru). Ketika itu, Tari Mahadewa dipentaskan tepat di depan mata. Terlintas dalam benak Oka, “kapan ya saya bisa menarikan tari ini” dan Oka selalu menanamkan dalam diri, suatu saat nanti pasti akan bisa membawakan Tari Mahadewa,” ungkap Oka.

“Kemarin adalah kesempatan luar biasa, Oka akhirnya dipercaya oleh Pak Wawan untuk menarikan Tari Mahadewa dalam acara Wisuda kemarin,” ujarnya.

Oka mengaku tidak ada kesulitan dalam prosesnya, hanya saja karena jadwal yang terlalu padat, menjadi tantangan tersendiri baginya, karena ia mendapat waktu latihan yang amat terbatas.

“Di saat jadwal sedang lumayan padat, Pak Wawan memberikan Oka tantangan. yaitu menghafalkan Tari Mahadewa dan membawakannya di acara Wisuda kemarin. Nah Oka jadi punya tantangan besar, yaitu menghafalkan tari yang begitu rumit ragam geraknya. Karena saat pertama kali Oka melihat gerakannya, rasanya benar-benar susah untuk ditangkap, karena setiap detiknya ada saja perubahan. Apalagi isi palawakya, tentu saja Oka mempelajari bagaimana menggunakan vokal dalam palawakya dan bagaimana agar bisa menyesuaikan ekspresi dan gerak,” jelasnya.

Sebelum Tari Mahadewa dipentaskan, pewara membacakan sinopsis yang sarat makna dari tarian tersebut. “Tari Mahadewa mengisahkan tentang Dewa Mahadewa yang tiada lain merupakan perwujudan Dewa Siwa, sebagai sumber kekuatan intuisi dalam pancaran Tri Murti yang berhubungan dengan proses evolusi-involusi Tri Kona. Intuisi merupakan kemampuan memahami sesuatu tanpa melalui penalaran rasional dan intelektualitas, yaitu pemahaman di luar kesadaran sehingga terjadinya sebuah keajaiban. Dewa Mahadewa dengan saktinya Dewi Saci, dengan warna keemasan yang dimiliki, menganugerahkan Tirta Kundalini demi kesejahteraan seluruh alam semesta,” setelah sinopsis dibacakan, para penari pun bersiap.

“Hadirin yang berbahagia, saksikanlah tari kebesaran Universitas PGRI Mahadewa Indonesia. Tari Mahadewa!” begitulah pewara menyambut Tari Mahadewa dengan penuh semangat. Ketika gamelan dimainkan, penonton juga turut antusias dengan bertepuk tangan menyambut tari kebesaran itu mulai dipentaskan. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain dari penulis DEDE PUTRA WIGUNA

Ika Agustina, Keterbatasan Bukan Alasan untuk Tidak Berkarya
Belajar dan Berbagi di Yayasan Bhakti Senang Hati: Cerita dari PIKM Widyadari UPMI
Lisawati, Perempuan Penjual Bendera: 10 Tahun Merantau di Bali, Pernah Dikira Sudah Meninggal
Belajar Kebermaknaan Hidup di PKP Community Centre, di Payangan-Gianyar
Kartunis I Wayan Tama dan Profesinya yang Jarang Dapat Perhatian
Tags: seni pertunjukantari balitari kebesaranUniversitas PGRI Mahadewa Indonesia
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Nyapar: Tradisi dan Kearifan Lokal Desa Pengastulan

Next Post

Rempah dalam Basa Genep

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Rempah dalam Basa Genep

Rempah dalam Basa Genep

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co