23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Perilaku Umat Beragama versus Esensi Agama: Tinjauan Kritis dari Perspektif Teori Sistem Hukum Lawrence M. Friedman

Agung Sudarsa by Agung Sudarsa
July 18, 2025
in Opini
Perilaku Umat Beragama versus Esensi Agama: Tinjauan Kritis dari Perspektif Teori Sistem Hukum Lawrence M. Friedman

Ilustrasi tatkala.co | Diolah dari Canva

Abstrak

Perilaku umat beragama sering kali tidak mencerminkan esensi luhur agama itu sendiri. Dalam konteks sosial dan politik, agama kerap direduksi menjadi simbol dan identitas kelompok, bahkan digunakan sebagai justifikasi kekuasaan. Artikel ini membedah persoalan tersebut dengan menggunakan teori sistem hukum Lawrence M. Friedman yang mencakup tiga dimensi: substansi, struktur, dan kultur hukum. Pendekatan ini diperkaya oleh pemikiran Charles Kimball tentang penyalahgunaan agama, William James tentang pengalaman religius, Anand Krishna tentang spiritualitas universal, serta David R. Hawkins yang membedakan agama dan spiritualitas. Artikel ini mengajak pembaca merefleksikan makna sejati keberagamaan yang otentik—bukan sebagai formalitas, melainkan sebagai transformasi kesadaran menuju welas asih dan kedamaian.

Pendahuluan

Agama pada dasarnya hadir untuk membimbing manusia menuju pencerahan, kedamaian, dan kasih sayang. Namun dalam praktik, perilaku umat beragama kerap menyimpang dari nilai-nilai luhur tersebut. Sebagaimana diungkapkan Charles Kimball (2002), agama menjadi berbahaya ketika digunakan untuk membenarkan kekerasan, mendogmakan kebenaran tunggal, dan menolak kritik. Fenomena ini menunjukkan adanya ketimpangan antara ajaran agama sebagai substansi spiritual dan ekspresinya dalam struktur sosial dan perilaku kolektif umat.

Dalam teori sistem hukum Lawrence M. Friedman (1975), terdapat tiga unsur utama yang membentuk efektivitas hukum: substansi hukum (legal substance), struktur hukum (legal structure), dan kultur hukum (legal culture). Jika paradigma ini diterapkan dalam studi agama, maka kita dapat menganalisis bagaimana ajaran (substansi), institusi keagamaan (struktur), dan perilaku umat (kultur) sering kali tidak berjalan harmonis.

Substansi Agama: Spiritualitas sebagai Inti

Substansi hukum adalah nilai-nilai yang menjadi dasar dan tujuan hukum. Dalam konteks agama, substansi merujuk pada ajaran-ajaran inti seperti cinta kasih, keadilan, pengampunan, dan kejujuran. Namun realitas menunjukkan bahwa ajaran tersebut sering kali dilupakan atau ditafsirkan secara sempit demi kepentingan kelompok.

Kimball (2002) mengidentifikasi lima indikator agama yang menyimpang, salah satunya adalah klaim kebenaran absolut yang menutup ruang dialog. Agama dalam bentuk ini tidak lagi menjadi sumber pencerahan, melainkan alat dominasi. Sebaliknya, William James (1902/2002) menekankan bahwa pengalaman religius yang otentik adalah yang menyentuh batin, membebaskan jiwa dari penderitaan, dan memperdalam hubungan dengan realitas transenden.

Anand Krishna (2004) berpendapat bahwa agama sejatinya merupakan jalan spiritual, bukan sekadar sistem kepercayaan. Ajaran agama harus membimbing manusia untuk mengenali jati diri dan menyadari kesatuan dengan semua makhluk. Ia menegaskan bahwa “agama bukan untuk membuat kita eksklusif, tetapi untuk menjadikan kita inklusif” (Krishna, 2010).

Struktur Agama: Antara Institusi dan Otoritas

Struktur hukum menurut Friedman adalah lembaga dan mekanisme yang menjalankan hukum. Dalam agama, struktur ini merujuk pada institusi keagamaan dan otoritasnya—tokoh-tokoh agama, organisasi keagamaan, serta sistem ritus dan doktrin.

Sayangnya, struktur ini kerap menjadi terlalu dominan dan birokratis. Ketika ajaran agama diatur secara formalistik dan hierarkis, maka muncul legalisme spiritual yang mengukur religiositas dari aspek lahiriah saja. Anand Krishna (2010) mengingatkan bahwa struktur keagamaan cenderung menyibukkan diri pada “pembungkus” agama, bukan pada isinya.

Fenomena ini dapat dilihat dari banyaknya institusi keagamaan yang lebih fokus pada kekuasaan, status sosial, dan pengaruh politik daripada mengajarkan transformasi batin. Ketika institusi menjadi terlalu kuat tanpa refleksi spiritual, maka ia kehilangan rohnya.

Kultur Keberagamaan: Ritual Tanpa Transformasi

Kultur hukum adalah sikap, kebiasaan, dan persepsi masyarakat terhadap hukum. Dalam agama, ini mencerminkan bagaimana umat menjalani ajaran agamanya. Banyak umat beragama yang lebih tertarik pada simbol, ritus, dan penampilan luar daripada penghayatan batin.

Perilaku ini sejalan dengan kritik Hawkins (2002), seorang psikiater dan mistikus modern, yang mengatakan: “I lost my religion but found spirituality.” Ungkapan ini mencerminkan pengalaman banyak pencari kebenaran yang kecewa dengan agama formal tetapi justru menemukan dimensi spiritual yang lebih mendalam. Bagi Hawkins, spiritualitas adalah pengalaman langsung akan Tuhan—yang melampaui dogma dan institusi.

Dalam kerangka Friedman, hal ini menunjukkan kegagalan kultur keagamaan dalam menginternalisasi substansi ajaran. Umat lebih mementingkan apa yang tampak secara sosial daripada apa yang tumbuh secara batin. Akibatnya, agama menjadi ritual kosong yang tidak mengubah perilaku atau meningkatkan kesadaran.

Refleksi: Agama sebagai Jalan Transformasi Batin

Perbedaan mencolok antara perilaku umat dan esensi agama dapat dijelaskan melalui ketidakharmonisan antara substansi, struktur, dan kultur agama. Ketika struktur dan kultur menjadi dominan, maka substansi spiritual terpinggirkan.

Solusi dari persoalan ini bukanlah menolak agama, tetapi memulihkan spiritualitasnya. William James (1902/2002) menegaskan bahwa agama sejati harus menghasilkan transformasi batin dan membawa kedamaian jiwa. Charles Kimball (2002) mengingatkan agar agama tidak dijadikan sarana kekuasaan. Anand Krishna (2004, 2010) mendorong kesadaran bahwa semua agama mengarah pada sumber yang sama: cinta dan kesatuan. Sementara David R. Hawkins (2002) menegaskan bahwa spiritualitas dapat tumbuh di luar institusi agama, selama seseorang berusaha mengembangkan kesadaran murni dan cinta tanpa syarat.

Kesimpulan

Ketika kita menggunakan pendekatan sistem hukum Lawrence M. Friedman untuk menelaah keberagamaan, terlihat bahwa disharmoni antara ajaran, institusi, dan perilaku umat merupakan akar dari krisis religiositas saat ini. Substansi ajaran yang luhur tertutupi oleh kekakuan struktur dan superfisialitas kultur.

Dalam semangat pembebasan batin, David R. Hawkins menyatakan, “I lost my religion but found spirituality.” Ungkapan ini bukan ajakan meninggalkan agama, melainkan ajakan menggali intisarinya: kasih universal, kesadaran murni, dan penyatuan diri dengan Sang Sumber. Maka, umat beragama perlu kembali dari simbol menuju substansi, dari legalisme menuju spiritualitas, dari eksklusivisme menuju cinta yang meliputi semua. [T]

Daftar Pustaka (APA Style)

  • Friedman, L. M. (1975). The legal system: A social science perspective. Russell Sage Foundation.
  • Hawkins, D. R. (2002). Power vs. force: The hidden determinants of human behavior. Hay House.
  • James, W. (2002). The varieties of religious experience: A study in human nature. (Original work published 1902). Modern Library.
  • Kimball, C. (2002). When religion becomes evil: Five warning signs. HarperSanFrancisco.
  • Krishna, A. (2004). Soul quest: Journey from death to immortality. Gramedia Pustaka Utama.
  • Krishna, A. (2010). Life: The journey within. Gramedia Pustaka Utama.
  • Nasr, S. H. (2002). The heart of Islam: Enduring values for humanity. HarperOne.
  • Tillich, P. (1957). Dynamics of faith. Harper & Row.
  • Glock, C. Y., & Stark, R. (1965). Religion and society in tension. Rand McNally.
  • Koentjaraningrat. (2002). Kebudayaan, mentalitas dan pembangunan. Gramedia.

Penulis: Anak Agung Made Sudarsa
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Di Antara Teks dan Konteks: Re-interpretasi Agama dalam Perspektif Postmodernisme — Forbidden Questions: Dialog Eksploratif Edisi Kumaila Hakimah
Bali, di Antara Pesona dan Luka
Alexis de Tocqueville dan Tantangan Demokrasi: Mengapa Agama Sangat Penting bagi Masyarakat Demokratis?
Sad Agama:  Menelusuri Enam Aliran Kepercayaan di Bali dalam Geguritan Bali Tattwa
Islam Agama Pembebasan
Tags: agama
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Istilah Pertanian yang Hilang: “Slisihan”,  Sistem Gotong Royong dalam Menggarap Tegalan Kopi di Desa Pucaksari, Busungbiu, Buleleng

Next Post

Bocah, Bola Pasir dan Hantu Laut di Pantai Penimbangan — Cerita Kecil di Hari Libur

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa, SE, SH, MH adalah Wakil Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali bidang Sosial Budaya, Direktur LBH Manusia Merdeka, jurnalis indonesiaexpose.co.id, dan kandidat doktor di UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dengan disertasi: Inner Peace, Communal Love, Global Harmony: Yoga, Meditasi, dan Visi Anand Krishna tentang One Earth, One Sky, One Humankind

Related Posts

Pewarisan di Persimpangan Konstitusi: Tantangan Hukum Waris Indonesia Pasca Putusan MK

by I Made Pria Dharsana
August 19, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

KEMATIAN seseorang seharusnya mengakhiri kehidupan, bukan memulai ketidakpastian hukum bagi keluarganya. Namun dalam praktik hukum Indonesia, kematian justru kerap menjadi...

Read moreDetails

“Janda Metaksu”: Menyoal Tubuh Janda dalam Mitos “Perempuan Penggoda”

by Luh Putu Sendratari
August 12, 2026
0
“Janda Metaksu”: Menyoal Tubuh Janda dalam Mitos “Perempuan Penggoda”

ADA hasil percakapan yang masih mengusik ingatan penulis sampai saat ini, ketika 5 tahun yang lalu bercakap dalam suatu wawancara...

Read moreDetails

Larangan Alih Fungsi Sawah: Tegas di Atas Kertas, Longgar di Lapangan?

by I Made Pria Dharsana
August 12, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PEMERINTAH sedang berada di persimpangan yang tidak sederhana. Pembangunan tanpa merusak alam. Di satu sisi, negara harus menjaga lahan sawah...

Read moreDetails

BENEFICIAL OWNERSHIP (BO) ——Ketika Perseroan Menjadi Topeng Kepemilikan

by I Made Pria Dharsana
August 5, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

"Di atas kertas, pemegang saham dapat berganti. Namun kendali sesungguhnya sering kali tetap berada di tangan orang yang tidak pernah...

Read moreDetails

Insolvensi dan Kewajiban Debitur Pailit

by I Made Pria Dharsana
July 31, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PUTUSAN Mahkamah Konstitusi Nomor 181/PUU-XXIII/2025 menjadi salah satu penegasan penting dalam perkembangan hukum kepailitan di Indonesia. Melalui putusan tersebut, Mahkamah...

Read moreDetails

Ketika Warisan Baru Dianggap Sah Setelah Dicatat Negara —Membongkar Distorsi Administrasi dalam Peralihan Hak Waris di Indonesia

by I Made Pria Dharsana
July 22, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

 Kematian seseorang tidak hanya mengakhiri eksistensi biologis, tetapi sekaligus memicu konsekuensi hukum yang kompleks dalam sistem hukum perdata. Salah satu...

Read moreDetails

Potensi Ekonomi yang Menguap di Titik 0 Singaraja

by I Gede Sena Putrawan
July 20, 2026
0
Membangun Buleleng, Membangun Ingatan Sejarah dan Membangun Masa Depan Kota dari Kawasan Titik Nol Singaraja

PADA awal tahun 2026, sebuah proyek bernilai fantastis menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan masyarakat Buleleng. Nama proyek itu sebenarnya...

Read moreDetails

Lelang Bank dan Kepastian Hukum: Antara Peluang Investasi dan Risiko Lapangan

by I Made Pria Dharsana
July 15, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

BARANG lelang bank sering dipandang sebagai peluang mendapatkan aset murah dengan potensi keuntungan besar. Rumah, tanah, ruko, kendaraan, hingga aset...

Read moreDetails

AJB atau Pelepasan Hak: Menguji Rasionalitas Perolehan Tanah oleh Perseroan Terbatas di Era KKPR dan Lahan Sawah yang Dilindungi

by I Made Pria Dharsana
July 8, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

PERDEBATAN mengenai mekanisme perolehan tanah oleh Perseroan Terbatas (PT) sesungguhnya tidak lagi hanya berkisar pada pilihan antara Akta Jual Beli...

Read moreDetails

Notaris di Tengah Gelombang Disrupsi: Antara Kepastian Hukum, Iklim Investasi, dan Ancaman Kriminalisasi

by I Made Pria Dharsana
July 1, 2026
0
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto

NOTARIS pada hakikatnya merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga kepastian hukum, khususnya dalam lalu lintas perdata, investasi, pembentukan badan...

Read moreDetails
Next Post
Bocah, Bola Pasir dan Hantu Laut di Pantai Penimbangan — Cerita Kecil di Hari Libur

Bocah, Bola Pasir dan Hantu Laut di Pantai Penimbangan -- Cerita Kecil di Hari Libur

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co