Bali, di Antara Pesona dan Luka
DI tanah kelahiran saya, Bali, pariwisata tumbuh menjadi mesin ekonomi raksasa. Upacara keagamaan digelar dengan megah. Tapi di balik kemeriahan, ada sisi lain yang sunyi dan menyayat. Saya pernah menyurvei beberapa lokasi lahan pertanian di Tabanan. Di setiap tempat—Selabih, Jelijih, Adeng, Tegaljadi—ceritanya serupa: tanah dijual karena ada kebutuhan mendesak, keempatnya mengaku untuk membiayai upacara ngaben. … Continue reading Bali, di Antara Pesona dan Luka
Copy and paste this URL into your WordPress site to embed
Copy and paste this code into your site to embed