23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bali, di Antara Pesona dan Luka

Agung Sudarsa by Agung Sudarsa
July 10, 2025
in Esai
Bali, di Antara Pesona dan Luka

Lelakut buatan Nengah Darmika Yasa di Subak Spirit Festival 2024 | Foto: tatkala.co/Jaswanto

DI tanah kelahiran saya, Bali, pariwisata tumbuh menjadi mesin ekonomi raksasa. Upacara keagamaan digelar dengan megah. Tapi di balik kemeriahan, ada sisi lain yang sunyi dan menyayat.

Saya pernah menyurvei beberapa lokasi lahan pertanian di Tabanan. Di setiap tempat—Selabih, Jelijih, Adeng, Tegaljadi—ceritanya serupa: tanah dijual karena ada kebutuhan mendesak, keempatnya mengaku  untuk membiayai upacara ngaben. Sertifikat sudah digadaikan ke bank. Tradisi yang sakral berubah menjadi beban finansial. Dalam kasus kami, saya dan dua teman sesama pensiunan mendapatkan sebidang lahan seluas 2.135 meter persegi. Di depan, embung atau danau kecil memantulkan langit. Di sisi kiri, beji suci Panca Tirta. Di sisi kanan Pura Ulun Danu, dengan air terjun mengalir di bawahnya. Sungguh indah. Tapi diperoleh dari keterdesakan seseorang. Karena BUC: Butuh Uang Cepat.

Sementara itu, data dari Riskesdas 2018 dan Pusiknas Polri 2023 menunjukkan bahwa Bali termasuk provinsi dengan angka gangguan kejiwaan dan bunuh diri tertinggi di Indonesia. Prof. Luh Ketut Suryani, seorang psikiater terkemuka di Bali sekaligus praktisi meditasi, menyebut ini sebagai paradoks pariwisata: fisik dan bangunan budaya tampak utuh, tapi jiwa masyarakat rapuh.

Dunia yang Terbelah

Apa yang kita lihat di Bali sejatinya adalah potret mikro dari dunia. Agama begitu menonjol di ruang publik, tapi spiritualitas justru menghilang dari ruang batin.

Sindhunata mengutip Charles Kimball bahwa agama bisa menjadi sumber cinta kasih, tapi juga alat kekerasan ketika dikorupsi. Siti Musdah Mulia menyebut agama masa kini kian menjauh dari fungsi utamanya: membentuk manusia yang lebih manusiawi. Ulil Abshar-Abdalla menambahkan, agama tanpa spiritualitas menjelma dogma kaku tanpa nurani. Dan Romo Mangun menegaskan bahwa religiositas sejati lahir dari kedalaman batin, bukan hanya dari ritual dan simbol.

Guruji Anand Krishna selaras dengan semua ini. Baginya, spiritualitas adalah intisari agama. Beliau berkata: “Kita boleh saja berjubah manusia, namun jika kesadaran hewani yang muncul ke permukaan, kita tidak lebih baik dari binatang.” (Krishna, 2007)

Jalan Kesadaran

Dunia kita sedang sakit. Tubuh planet ini tergerogoti oleh keserakahan. Jiwa umat manusia didera kecemasan dan konflik. Yang kita butuhkan bukan lagi sekadar obat, tetapi kesadaran. Dan kesadaran itu tidak datang dari luar. Ia lahir dari dalam.

Para resi sejak zaman Upanishad telah mengajarkan tentang lima lapis kesadaran manusia—Pancamaya Kosha: tubuh fisik, energi (prana), gugusan  pikiran dan perasaan, intelegensia atau buddhi, dan kebahagiaan sejati. Anand Krishna menerjemahkan ajaran ini menjadi sistem pemberdayaan diri yang holistik melalui yoga dan meditasi. Inilah sumbangan terbesarnya: menjadikan kebijaksanaan kuno sebagai jalan hidup modern.

Meditasi bukan sekadar teknik, tapi tujuan dari yoga itu sendiri. Dalam Yoga Sutra Patanjali, meditasi (dhyana) adalah  angga atau bagian ketujuh menuju samadhi, the ultimate experience. Setiap bagian yoga semestinya dilakoni secara holistik. Tapi hari ini, yoga disempitkan jadi sekadar asana untuk kebugaran. Esensinya hilang.

Yoga dan meditasi seringkali dipisahkan seakan berbeda satu sama lain. Padahal dia adalah dua sisi dari satu coin yang sama. Dan seorang Meditator adalah juga seorang Yogi. Bhagavad Gita percakapan keenam disebut Dhyana Yoga, bagaimana kita dapat memisahkan keduanya?

Bhagavad Gita menyebut semua ajaran Krishna sebagai ajaran yoga. Bukan dalam arti sempit, tapi yoga sebagai penyatuan: dengan Diri Sejati, dengan sesama, dengan alam semesta. Swami Vivekananda berkata bahwa fanatisme agama telah merusak dunia. Guruji Anand Krishna menjawabnya dengan meditasi.

Menuju Harmoni Baru

Dunia baru tidak akan dibangun oleh sistem politik atau agama lama. Dunia baru akan lahir dari manusia-manusia baru—yang damai dalam diri, penuh cinta dalam hidup bersama, dan harmoni dengan dunia. Beyond Religion, begitu Yang Mulia Dalai Lama menyebutkan dan mengingatkan kita semua, “I am a man of religion, but religion alone cannot answer all our problems.” Namun tanpa perlu mengikuti jejak David Hawkins: saya kehilangan agama, tetapi menemukan spiritualitas (Hawkins, 2002)

Visi Guruji Anand Krishna bukanlah utopia. Ia adalah panggilan bagi kita semua. Untuk menjadi versi terbaik dari diri kita. Untuk menghidupkan spiritualitas, bukan sekadar mengamalkan agama. Untuk kembali ke dalam—dan dari situ, membawa damai keluar.

Inner Peace, Communal Love, Global Harmony. Itulah panggilan zaman. [T]

Penulis: Agung Sudarsa
Editor: Adnyana Ole

Setelah Destar Raja Dikenakan, Apa Selanjutnya?—Renungan tentang Raja-raja Bali di Abad 21
Bali, Pulau Surga yang Lelah
Sebuah Tinjauan Budaya Bentuk terhadap Wujud Arsitektur Bali dalam Abad Pasca-Tradisi
Bali pada Persimpangan Budaya: Bunuh Diri hingga Mahalnya Harga Buah Kelapa
Slinat: Wajah Bali Kini Dalam Parodi “I ❤ Bali”
Kawasan Bali Selatan Kini Berkembang Menjadi Perkotaan Tanpa Pusat dan Aksis
Tags: balipariwisata balipertanian
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kampusku Sarang Hantu [23]: Keracunan Massal di Kampus

Next Post

Menuai Badai di Surabaya—Dari Diskusi Novel “Menuai Badai” Karya Putu Juli Sastrawan

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa, SE, SH, MH adalah Wakil Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali bidang Sosial Budaya, Direktur LBH Manusia Merdeka, jurnalis indonesiaexpose.co.id, dan kandidat doktor di UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dengan disertasi: Inner Peace, Communal Love, Global Harmony: Yoga, Meditasi, dan Visi Anand Krishna tentang One Earth, One Sky, One Humankind

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Menuai Badai di Surabaya—Dari Diskusi Novel “Menuai Badai” Karya Putu Juli Sastrawan

Menuai Badai di Surabaya—Dari Diskusi Novel “Menuai Badai” Karya Putu Juli Sastrawan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co