2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bali, di Antara Pesona dan Luka

Agung Sudarsa by Agung Sudarsa
July 10, 2025
in Esai
Bali, di Antara Pesona dan Luka

Lelakut buatan Nengah Darmika Yasa di Subak Spirit Festival 2024 | Foto: tatkala.co/Jaswanto

DI tanah kelahiran saya, Bali, pariwisata tumbuh menjadi mesin ekonomi raksasa. Upacara keagamaan digelar dengan megah. Tapi di balik kemeriahan, ada sisi lain yang sunyi dan menyayat.

Saya pernah menyurvei beberapa lokasi lahan pertanian di Tabanan. Di setiap tempat—Selabih, Jelijih, Adeng, Tegaljadi—ceritanya serupa: tanah dijual karena ada kebutuhan mendesak, keempatnya mengaku  untuk membiayai upacara ngaben. Sertifikat sudah digadaikan ke bank. Tradisi yang sakral berubah menjadi beban finansial. Dalam kasus kami, saya dan dua teman sesama pensiunan mendapatkan sebidang lahan seluas 2.135 meter persegi. Di depan, embung atau danau kecil memantulkan langit. Di sisi kiri, beji suci Panca Tirta. Di sisi kanan Pura Ulun Danu, dengan air terjun mengalir di bawahnya. Sungguh indah. Tapi diperoleh dari keterdesakan seseorang. Karena BUC: Butuh Uang Cepat.

Sementara itu, data dari Riskesdas 2018 dan Pusiknas Polri 2023 menunjukkan bahwa Bali termasuk provinsi dengan angka gangguan kejiwaan dan bunuh diri tertinggi di Indonesia. Prof. Luh Ketut Suryani, seorang psikiater terkemuka di Bali sekaligus praktisi meditasi, menyebut ini sebagai paradoks pariwisata: fisik dan bangunan budaya tampak utuh, tapi jiwa masyarakat rapuh.

Dunia yang Terbelah

Apa yang kita lihat di Bali sejatinya adalah potret mikro dari dunia. Agama begitu menonjol di ruang publik, tapi spiritualitas justru menghilang dari ruang batin.

Sindhunata mengutip Charles Kimball bahwa agama bisa menjadi sumber cinta kasih, tapi juga alat kekerasan ketika dikorupsi. Siti Musdah Mulia menyebut agama masa kini kian menjauh dari fungsi utamanya: membentuk manusia yang lebih manusiawi. Ulil Abshar-Abdalla menambahkan, agama tanpa spiritualitas menjelma dogma kaku tanpa nurani. Dan Romo Mangun menegaskan bahwa religiositas sejati lahir dari kedalaman batin, bukan hanya dari ritual dan simbol.

Guruji Anand Krishna selaras dengan semua ini. Baginya, spiritualitas adalah intisari agama. Beliau berkata: “Kita boleh saja berjubah manusia, namun jika kesadaran hewani yang muncul ke permukaan, kita tidak lebih baik dari binatang.” (Krishna, 2007)

Jalan Kesadaran

Dunia kita sedang sakit. Tubuh planet ini tergerogoti oleh keserakahan. Jiwa umat manusia didera kecemasan dan konflik. Yang kita butuhkan bukan lagi sekadar obat, tetapi kesadaran. Dan kesadaran itu tidak datang dari luar. Ia lahir dari dalam.

Para resi sejak zaman Upanishad telah mengajarkan tentang lima lapis kesadaran manusia—Pancamaya Kosha: tubuh fisik, energi (prana), gugusan  pikiran dan perasaan, intelegensia atau buddhi, dan kebahagiaan sejati. Anand Krishna menerjemahkan ajaran ini menjadi sistem pemberdayaan diri yang holistik melalui yoga dan meditasi. Inilah sumbangan terbesarnya: menjadikan kebijaksanaan kuno sebagai jalan hidup modern.

Meditasi bukan sekadar teknik, tapi tujuan dari yoga itu sendiri. Dalam Yoga Sutra Patanjali, meditasi (dhyana) adalah  angga atau bagian ketujuh menuju samadhi, the ultimate experience. Setiap bagian yoga semestinya dilakoni secara holistik. Tapi hari ini, yoga disempitkan jadi sekadar asana untuk kebugaran. Esensinya hilang.

Yoga dan meditasi seringkali dipisahkan seakan berbeda satu sama lain. Padahal dia adalah dua sisi dari satu coin yang sama. Dan seorang Meditator adalah juga seorang Yogi. Bhagavad Gita percakapan keenam disebut Dhyana Yoga, bagaimana kita dapat memisahkan keduanya?

Bhagavad Gita menyebut semua ajaran Krishna sebagai ajaran yoga. Bukan dalam arti sempit, tapi yoga sebagai penyatuan: dengan Diri Sejati, dengan sesama, dengan alam semesta. Swami Vivekananda berkata bahwa fanatisme agama telah merusak dunia. Guruji Anand Krishna menjawabnya dengan meditasi.

Menuju Harmoni Baru

Dunia baru tidak akan dibangun oleh sistem politik atau agama lama. Dunia baru akan lahir dari manusia-manusia baru—yang damai dalam diri, penuh cinta dalam hidup bersama, dan harmoni dengan dunia. Beyond Religion, begitu Yang Mulia Dalai Lama menyebutkan dan mengingatkan kita semua, “I am a man of religion, but religion alone cannot answer all our problems.” Namun tanpa perlu mengikuti jejak David Hawkins: saya kehilangan agama, tetapi menemukan spiritualitas (Hawkins, 2002)

Visi Guruji Anand Krishna bukanlah utopia. Ia adalah panggilan bagi kita semua. Untuk menjadi versi terbaik dari diri kita. Untuk menghidupkan spiritualitas, bukan sekadar mengamalkan agama. Untuk kembali ke dalam—dan dari situ, membawa damai keluar.

Inner Peace, Communal Love, Global Harmony. Itulah panggilan zaman. [T]

Penulis: Agung Sudarsa
Editor: Adnyana Ole

Setelah Destar Raja Dikenakan, Apa Selanjutnya?—Renungan tentang Raja-raja Bali di Abad 21
Bali, Pulau Surga yang Lelah
Sebuah Tinjauan Budaya Bentuk terhadap Wujud Arsitektur Bali dalam Abad Pasca-Tradisi
Bali pada Persimpangan Budaya: Bunuh Diri hingga Mahalnya Harga Buah Kelapa
Slinat: Wajah Bali Kini Dalam Parodi “I ❤ Bali”
Kawasan Bali Selatan Kini Berkembang Menjadi Perkotaan Tanpa Pusat dan Aksis
Tags: balipariwisata balipertanian
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kampusku Sarang Hantu [23]: Keracunan Massal di Kampus

Next Post

Menuai Badai di Surabaya—Dari Diskusi Novel “Menuai Badai” Karya Putu Juli Sastrawan

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa, SE, SH, MH adalah Wakil Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali bidang Sosial Budaya, Direktur LBH Manusia Merdeka, jurnalis indonesiaexpose.co.id, dan kandidat doktor di UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dengan disertasi: Inner Peace, Communal Love, Global Harmony: Yoga, Meditasi, dan Visi Anand Krishna tentang One Earth, One Sky, One Humankind

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Menuai Badai di Surabaya—Dari Diskusi Novel “Menuai Badai” Karya Putu Juli Sastrawan

Menuai Badai di Surabaya—Dari Diskusi Novel “Menuai Badai” Karya Putu Juli Sastrawan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co