14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bocah, Bola Pasir dan Hantu Laut di Pantai Penimbangan — Cerita Kecil di Hari Libur

Son Lomri by Son Lomri
July 18, 2025
in Khas
Bocah, Bola Pasir dan Hantu Laut di Pantai Penimbangan — Cerita Kecil di Hari Libur

Anak-anak bermain di pantai saat liburan | Foto: Son

“Aku hantu laut! Aku hantu laut!” teriak bocah itu memulai permainan.

BOCAH itu bernama Yoga. Ia datang dengan dua temannya Oming dan Dafa ke Pantai Penimbangan, Singaraja, Jumat, 18 Juli 2025.

Oming, Dafa dan Yoga masih sekolah SD. Mereka datang bersamaan ke pantai itu untuk bermain, untuk merayakan hari libur semester.

Rumah mereka satu sama lain sangat berjarak, alias tidak terlalu dekat. Oming tinggal di Baktiseraga, Dafa di Banjar Tegal, sedang Yoga tinggal di daerah Panji. Mereka datang dijemput-diantar kakaknya Dafa jam 9 pagi menggunakan motor.

Dari ketiga anak itu, Yoga agaknya paling tengil, dan juga paling kecil ketimbang dua temannya.

Oming dan Dafa tampak sekali kalem, tidak pecicilan. Ketika Yoga berteriak sekali lagi, “Aku hantu laut!”.

Seperti sebuah tualang main perang-perangan, mereka, Dafa dan Oming, segera menyerang hantu laut, yang diperankan Yoga, dengan mendorong sepenuh tenaga agar terjatuh, agar segera berenang.

Tapi Yoga berhasil mengelak dari serangan Dafa, tangan Dafa terlepas dan ia terjatuh kehilangan keseimbangan tubuhnya. Badannya basah kuyup. Sementara tangan Oming masih kuat di bahu Yoga dengan gerakan mendorong. Namun ia berhasil melepasnya dan kemudian berlari ke samping jukung atau perahu.

Selepas bangkit, Dafa mengejar dan meraih tangan Yoga, kemudian melakukan gerakan seperti smackdown. Brug! Hantu laut itu roboh dan ombak datang menggulungnya pelan.

Balap lari Yoga Vs Dafa | Foto Son

Ombak datang begitu kalem mendera mereka bertiga. Jukung yang jaraknya mungkin 10 kaki dari mereka bertempur, seperti sebuah properti yang mendukung perang-perangan itu tampak seperti sebuah teater lepas, tanpa setting tempat, dan sutradara juga penulis naskah.

Selepas bermain perang-perangan yang tak sepadan secara jumlah, Yoga menghentikan perang itu. Ampun, katanya. Ia pun berhenti berteriak “aku adalah laut”, berhenti memerankan hantu laut.

Mereka memilih berenang bersama.

Tapi Yoga masih belum habis tengilnya.  Kali ini ia membuat bola-bola pasir seperti bola-bola salju. Ia bawa lari bola pasir itu selepas berenang, lalu dilemparkannya ke laut sambil berkata Sharingan atau dalam ucapannya “Saringgarrr!”.

“Ayo balap lari!” tantang Dafa kepada Yoga, seolah agar Yoga berhenti menyerang laut menggunakan jurus Sasuke dalam serial anime Naruto.

Jukung-jukung masih tergoyang dihantam ombak. Udara pantai menguarkan bau pagi menjelang siang. Yoga mengiyakan tawaran Dafa.

“Ayo!” timpal Yoga sangat siap.

“Hitungin, Bang.” kata Yoga meminta bantuan ke saya saat hendak memotretnya dengan ponsel.

1…2…3…

Segera mereka berlari sambil tertawa-tawa mengejar garis finish yang belum sempat ditentukan entah dimananya, mereka berlari seperti mengejar angin.

Dafa berlari sedikit lebih kencang dari Yoga. Terlihat hidung Dafa kembang kempis-dada pengap-wajah cape setelah berlari itu. Lalu ia mengacungkan kedua tangannya, menandakan ia sudah menang.

“Aku yang menang, Bang,” kata si Dafa sambil menarik nafas panjang dan mengeluarkannya sekaligus. Hushh! Lalu ia tersenyum dengan pasir masih menempel di pipinya.

Sementara Yoga duduk sebentar mengatur nafas juga sambil tersenyum. Tidak ada menang kalah tampak di wajah mereka berdua. Hanya tampak keseruan yang mencair dari senyum-senyum yang terlempar ketika mereka lanjut bermain yang lain.

Mencari Kerang-kerang

Pagi itu, di Pantai Indah, panas matahari tidak terlalu menyengat walaupun sudah di waktu menjelang siang, sekitar 40 menit lagi siang akan tiba. Angin pantai yang datang pun masih terasa hangat, masih enak rasanya di kulit, tidak terlalu membakar. Ini hari yang bagus barangkali untuk mereka pergi berlibur; tualang sebentar—refresh otak di sela libur.

Mengumpulkan kerang | Foto: Son

Sementara Dafa, terlihat masih sibuk di sela Yoga dan Oming berenang.

Dafa mencari kerang-kerangan lalu memindahkannya ke wadah terbuat dari daun pisang.

“Untuk dibawa ke rumah,” kata Dafa sambil memboyongnya ke daratan dekat pohon rindang, ya, dekat warung Ibu Susi, namanya.

Menutup Permainan dengan Tipat

Melihat mereka asik-bermain di pantai sangatlah asik. Di pantai mereka bisa berenang. Bisa bersenda gurau bersama teman. Main lari-larian di sepanjang-panjang pantai berpasir. Mencari kerang.

Terakhir yang dilakukan tiga sekawan itu, makan tipat di warung Ibu Susi ditraktir kakaknya Dafa, dan memakannya di bibir pantai nyambil memandang laut biru.

Angin sepoi pantai menerpa mereka, suasananya menjadi syahdu ketika tipat itu disantapnya.

Apalagi angin di laut sedang bagus-bagusnya membuat gulungan ombak tidak terlalu besar. Pas. Juga, laut tidak mengantarkan sampah-sampah ke daratan menambah kemolekan bibir pantai jadi bersih, jadi exotic, sebagai tempat duduk.

Biasanya ada saja sampah-sampah dikirim laut ke darat, entah, laut juga mendapatkannya dari mana.

Yoga menunjukkan setengah jadi bola pasir untuk menyerang laut | Foto Son

Dari kejauhan, tiga anak itu menatap jukung-jukung dan laut biru setelah perang-perangan hantu laut dan mencari kerang-karangan | Foto Son

Dafa di sela mencari kerang-karangan di Pantai Indah | Foto Son

Yoga berlari setelah menyerang laut dengan bola-bola pasir | Foto Son

Tapi pagi itu sampah-sampah terlihat lebih sedikit dari biasanya, atau, memang seperti inilah laut seharusnya, tidak memuntahkan sampah atau menelannya. Atau sama sekali sebaiknya tidak ada sampah-sampah di laut juga di darat.

Di hadapan laut biru. Di hadapan ombak yang menderu tidak terlalu besar. Tiga sekawan itu menikmati kudapan tipat yang dibuat Ibu Susi.

“Ini enak sekali.” kata Omang.

Harga tipat itu seporsi kisaran tujuh ribu. Isinya ada toge, tipat dan tahu dengan lumeran bumbu kacang—dan rempah bali.

Sambil menikmati tipat itu untuk istirahat sebentar sebelum pulang, Yoga, Oming dan Dafa, walaupun tidak bermata biru, tapi dari cara mereka mengeksplor permainan, keceriaan, dan menutup permainan, tampak terasa hari mereka sebiru cerita laut pagi itu: tak ada sampah, juga mereka tak ada beban-tugas sekolah.

Oming sekolah di SD Negeri 2 Tista masih kelas 4, Dafa kelas 6 di SD 1 Banjar Tegal, dan Yoga kelas 3 di SD Negeri Sepang Kelod. Tanggal 21 bulan ini mereka akan masuk sekolah hari Senin, 21 April2025.

Selamat bersekolah jika sudah masuk, dan selamat merayakan hari libur untuk sekarang. Mangats!!! [T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

Monolog Ayu Laksmi “Apabila Aku Kembali dan Mengobati Diriku Sendiri” di Rabu Puisi #10 Komunitas Mahima
Cinta dalam Puisi di Sudut Rumah Kopi Singaraja — Catatan Rabu Puisi #9 Komunitas Mahima
Autopsi Rindu di Kedai Umah Pradja Singaraja — Catatan Rabu Puisi #11 Komunitas Mahima
Sarajevo, Setelah Tahun-Tahun Buruk
Tags: liburanPantai PenimbanganSingaraja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Perilaku Umat Beragama versus Esensi Agama: Tinjauan Kritis dari Perspektif Teori Sistem Hukum Lawrence M. Friedman

Next Post

Ancaman Video AI dalam Diseminasi Informasi Kesehatan

Son Lomri

Son Lomri

Kontributor tatkala.co

Related Posts

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

by Emi Suy
May 11, 2026
0
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

Read moreDetails

Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
0
Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

LAMPU-lampu ruangan mendadak padam. Suasana di ballroom yang sedari awal riuh perlahan berubah sunyi. Ratusan pasang mata menoleh ke belakang...

Read moreDetails

Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

by Gading Ganesha
May 2, 2026
0
Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

JUMAT sore, bertepatan dengan Hari Buruh, 1 Mei, saya mampir ke Bichito sebuah kafe baru di Jalan Gajah Mada, Singaraja,...

Read moreDetails

Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

by I Nyoman Darma Putra
May 1, 2026
0
Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

PERINGATAN 100 tahun kelahiran sastrawan Bali modern I Made Sanggra diselenggarakan secara khidmat di kediamannya di Sukawati, bertepatan dengan hari...

Read moreDetails

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026
0
Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

Read moreDetails

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

Read moreDetails

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails
Next Post
Literasi Media bagi Orang Tua Saat Viralnya Anomali AI

Ancaman Video AI dalam Diseminasi Informasi Kesehatan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co