2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bocah, Bola Pasir dan Hantu Laut di Pantai Penimbangan — Cerita Kecil di Hari Libur

Son Lomri by Son Lomri
July 18, 2025
in Khas
Bocah, Bola Pasir dan Hantu Laut di Pantai Penimbangan — Cerita Kecil di Hari Libur

Anak-anak bermain di pantai saat liburan | Foto: Son

“Aku hantu laut! Aku hantu laut!” teriak bocah itu memulai permainan.

BOCAH itu bernama Yoga. Ia datang dengan dua temannya Oming dan Dafa ke Pantai Penimbangan, Singaraja, Jumat, 18 Juli 2025.

Oming, Dafa dan Yoga masih sekolah SD. Mereka datang bersamaan ke pantai itu untuk bermain, untuk merayakan hari libur semester.

Rumah mereka satu sama lain sangat berjarak, alias tidak terlalu dekat. Oming tinggal di Baktiseraga, Dafa di Banjar Tegal, sedang Yoga tinggal di daerah Panji. Mereka datang dijemput-diantar kakaknya Dafa jam 9 pagi menggunakan motor.

Dari ketiga anak itu, Yoga agaknya paling tengil, dan juga paling kecil ketimbang dua temannya.

Oming dan Dafa tampak sekali kalem, tidak pecicilan. Ketika Yoga berteriak sekali lagi, “Aku hantu laut!”.

Seperti sebuah tualang main perang-perangan, mereka, Dafa dan Oming, segera menyerang hantu laut, yang diperankan Yoga, dengan mendorong sepenuh tenaga agar terjatuh, agar segera berenang.

Tapi Yoga berhasil mengelak dari serangan Dafa, tangan Dafa terlepas dan ia terjatuh kehilangan keseimbangan tubuhnya. Badannya basah kuyup. Sementara tangan Oming masih kuat di bahu Yoga dengan gerakan mendorong. Namun ia berhasil melepasnya dan kemudian berlari ke samping jukung atau perahu.

Selepas bangkit, Dafa mengejar dan meraih tangan Yoga, kemudian melakukan gerakan seperti smackdown. Brug! Hantu laut itu roboh dan ombak datang menggulungnya pelan.

Balap lari Yoga Vs Dafa | Foto Son

Ombak datang begitu kalem mendera mereka bertiga. Jukung yang jaraknya mungkin 10 kaki dari mereka bertempur, seperti sebuah properti yang mendukung perang-perangan itu tampak seperti sebuah teater lepas, tanpa setting tempat, dan sutradara juga penulis naskah.

Selepas bermain perang-perangan yang tak sepadan secara jumlah, Yoga menghentikan perang itu. Ampun, katanya. Ia pun berhenti berteriak “aku adalah laut”, berhenti memerankan hantu laut.

Mereka memilih berenang bersama.

Tapi Yoga masih belum habis tengilnya.  Kali ini ia membuat bola-bola pasir seperti bola-bola salju. Ia bawa lari bola pasir itu selepas berenang, lalu dilemparkannya ke laut sambil berkata Sharingan atau dalam ucapannya “Saringgarrr!”.

“Ayo balap lari!” tantang Dafa kepada Yoga, seolah agar Yoga berhenti menyerang laut menggunakan jurus Sasuke dalam serial anime Naruto.

Jukung-jukung masih tergoyang dihantam ombak. Udara pantai menguarkan bau pagi menjelang siang. Yoga mengiyakan tawaran Dafa.

“Ayo!” timpal Yoga sangat siap.

“Hitungin, Bang.” kata Yoga meminta bantuan ke saya saat hendak memotretnya dengan ponsel.

1…2…3…

Segera mereka berlari sambil tertawa-tawa mengejar garis finish yang belum sempat ditentukan entah dimananya, mereka berlari seperti mengejar angin.

Dafa berlari sedikit lebih kencang dari Yoga. Terlihat hidung Dafa kembang kempis-dada pengap-wajah cape setelah berlari itu. Lalu ia mengacungkan kedua tangannya, menandakan ia sudah menang.

“Aku yang menang, Bang,” kata si Dafa sambil menarik nafas panjang dan mengeluarkannya sekaligus. Hushh! Lalu ia tersenyum dengan pasir masih menempel di pipinya.

Sementara Yoga duduk sebentar mengatur nafas juga sambil tersenyum. Tidak ada menang kalah tampak di wajah mereka berdua. Hanya tampak keseruan yang mencair dari senyum-senyum yang terlempar ketika mereka lanjut bermain yang lain.

Mencari Kerang-kerang

Pagi itu, di Pantai Indah, panas matahari tidak terlalu menyengat walaupun sudah di waktu menjelang siang, sekitar 40 menit lagi siang akan tiba. Angin pantai yang datang pun masih terasa hangat, masih enak rasanya di kulit, tidak terlalu membakar. Ini hari yang bagus barangkali untuk mereka pergi berlibur; tualang sebentar—refresh otak di sela libur.

Mengumpulkan kerang | Foto: Son

Sementara Dafa, terlihat masih sibuk di sela Yoga dan Oming berenang.

Dafa mencari kerang-kerangan lalu memindahkannya ke wadah terbuat dari daun pisang.

“Untuk dibawa ke rumah,” kata Dafa sambil memboyongnya ke daratan dekat pohon rindang, ya, dekat warung Ibu Susi, namanya.

Menutup Permainan dengan Tipat

Melihat mereka asik-bermain di pantai sangatlah asik. Di pantai mereka bisa berenang. Bisa bersenda gurau bersama teman. Main lari-larian di sepanjang-panjang pantai berpasir. Mencari kerang.

Terakhir yang dilakukan tiga sekawan itu, makan tipat di warung Ibu Susi ditraktir kakaknya Dafa, dan memakannya di bibir pantai nyambil memandang laut biru.

Angin sepoi pantai menerpa mereka, suasananya menjadi syahdu ketika tipat itu disantapnya.

Apalagi angin di laut sedang bagus-bagusnya membuat gulungan ombak tidak terlalu besar. Pas. Juga, laut tidak mengantarkan sampah-sampah ke daratan menambah kemolekan bibir pantai jadi bersih, jadi exotic, sebagai tempat duduk.

Biasanya ada saja sampah-sampah dikirim laut ke darat, entah, laut juga mendapatkannya dari mana.

Yoga menunjukkan setengah jadi bola pasir untuk menyerang laut | Foto Son

Dari kejauhan, tiga anak itu menatap jukung-jukung dan laut biru setelah perang-perangan hantu laut dan mencari kerang-karangan | Foto Son

Dafa di sela mencari kerang-karangan di Pantai Indah | Foto Son

Yoga berlari setelah menyerang laut dengan bola-bola pasir | Foto Son

Tapi pagi itu sampah-sampah terlihat lebih sedikit dari biasanya, atau, memang seperti inilah laut seharusnya, tidak memuntahkan sampah atau menelannya. Atau sama sekali sebaiknya tidak ada sampah-sampah di laut juga di darat.

Di hadapan laut biru. Di hadapan ombak yang menderu tidak terlalu besar. Tiga sekawan itu menikmati kudapan tipat yang dibuat Ibu Susi.

“Ini enak sekali.” kata Omang.

Harga tipat itu seporsi kisaran tujuh ribu. Isinya ada toge, tipat dan tahu dengan lumeran bumbu kacang—dan rempah bali.

Sambil menikmati tipat itu untuk istirahat sebentar sebelum pulang, Yoga, Oming dan Dafa, walaupun tidak bermata biru, tapi dari cara mereka mengeksplor permainan, keceriaan, dan menutup permainan, tampak terasa hari mereka sebiru cerita laut pagi itu: tak ada sampah, juga mereka tak ada beban-tugas sekolah.

Oming sekolah di SD Negeri 2 Tista masih kelas 4, Dafa kelas 6 di SD 1 Banjar Tegal, dan Yoga kelas 3 di SD Negeri Sepang Kelod. Tanggal 21 bulan ini mereka akan masuk sekolah hari Senin, 21 April2025.

Selamat bersekolah jika sudah masuk, dan selamat merayakan hari libur untuk sekarang. Mangats!!! [T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

Monolog Ayu Laksmi “Apabila Aku Kembali dan Mengobati Diriku Sendiri” di Rabu Puisi #10 Komunitas Mahima
Cinta dalam Puisi di Sudut Rumah Kopi Singaraja — Catatan Rabu Puisi #9 Komunitas Mahima
Autopsi Rindu di Kedai Umah Pradja Singaraja — Catatan Rabu Puisi #11 Komunitas Mahima
Sarajevo, Setelah Tahun-Tahun Buruk
Tags: liburanPantai PenimbanganSingaraja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Perilaku Umat Beragama versus Esensi Agama: Tinjauan Kritis dari Perspektif Teori Sistem Hukum Lawrence M. Friedman

Next Post

Ancaman Video AI dalam Diseminasi Informasi Kesehatan

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Literasi Media bagi Orang Tua Saat Viralnya Anomali AI

Ancaman Video AI dalam Diseminasi Informasi Kesehatan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co