2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bocah, Bola Pasir dan Hantu Laut di Pantai Penimbangan — Cerita Kecil di Hari Libur

Son Lomri by Son Lomri
July 18, 2025
in Khas
Bocah, Bola Pasir dan Hantu Laut di Pantai Penimbangan — Cerita Kecil di Hari Libur

Anak-anak bermain di pantai saat liburan | Foto: Son

“Aku hantu laut! Aku hantu laut!” teriak bocah itu memulai permainan.

BOCAH itu bernama Yoga. Ia datang dengan dua temannya Oming dan Dafa ke Pantai Penimbangan, Singaraja, Jumat, 18 Juli 2025.

Oming, Dafa dan Yoga masih sekolah SD. Mereka datang bersamaan ke pantai itu untuk bermain, untuk merayakan hari libur semester.

Rumah mereka satu sama lain sangat berjarak, alias tidak terlalu dekat. Oming tinggal di Baktiseraga, Dafa di Banjar Tegal, sedang Yoga tinggal di daerah Panji. Mereka datang dijemput-diantar kakaknya Dafa jam 9 pagi menggunakan motor.

Dari ketiga anak itu, Yoga agaknya paling tengil, dan juga paling kecil ketimbang dua temannya.

Oming dan Dafa tampak sekali kalem, tidak pecicilan. Ketika Yoga berteriak sekali lagi, “Aku hantu laut!”.

Seperti sebuah tualang main perang-perangan, mereka, Dafa dan Oming, segera menyerang hantu laut, yang diperankan Yoga, dengan mendorong sepenuh tenaga agar terjatuh, agar segera berenang.

Tapi Yoga berhasil mengelak dari serangan Dafa, tangan Dafa terlepas dan ia terjatuh kehilangan keseimbangan tubuhnya. Badannya basah kuyup. Sementara tangan Oming masih kuat di bahu Yoga dengan gerakan mendorong. Namun ia berhasil melepasnya dan kemudian berlari ke samping jukung atau perahu.

Selepas bangkit, Dafa mengejar dan meraih tangan Yoga, kemudian melakukan gerakan seperti smackdown. Brug! Hantu laut itu roboh dan ombak datang menggulungnya pelan.

Balap lari Yoga Vs Dafa | Foto Son

Ombak datang begitu kalem mendera mereka bertiga. Jukung yang jaraknya mungkin 10 kaki dari mereka bertempur, seperti sebuah properti yang mendukung perang-perangan itu tampak seperti sebuah teater lepas, tanpa setting tempat, dan sutradara juga penulis naskah.

Selepas bermain perang-perangan yang tak sepadan secara jumlah, Yoga menghentikan perang itu. Ampun, katanya. Ia pun berhenti berteriak “aku adalah laut”, berhenti memerankan hantu laut.

Mereka memilih berenang bersama.

Tapi Yoga masih belum habis tengilnya.  Kali ini ia membuat bola-bola pasir seperti bola-bola salju. Ia bawa lari bola pasir itu selepas berenang, lalu dilemparkannya ke laut sambil berkata Sharingan atau dalam ucapannya “Saringgarrr!”.

“Ayo balap lari!” tantang Dafa kepada Yoga, seolah agar Yoga berhenti menyerang laut menggunakan jurus Sasuke dalam serial anime Naruto.

Jukung-jukung masih tergoyang dihantam ombak. Udara pantai menguarkan bau pagi menjelang siang. Yoga mengiyakan tawaran Dafa.

“Ayo!” timpal Yoga sangat siap.

“Hitungin, Bang.” kata Yoga meminta bantuan ke saya saat hendak memotretnya dengan ponsel.

1…2…3…

Segera mereka berlari sambil tertawa-tawa mengejar garis finish yang belum sempat ditentukan entah dimananya, mereka berlari seperti mengejar angin.

Dafa berlari sedikit lebih kencang dari Yoga. Terlihat hidung Dafa kembang kempis-dada pengap-wajah cape setelah berlari itu. Lalu ia mengacungkan kedua tangannya, menandakan ia sudah menang.

“Aku yang menang, Bang,” kata si Dafa sambil menarik nafas panjang dan mengeluarkannya sekaligus. Hushh! Lalu ia tersenyum dengan pasir masih menempel di pipinya.

Sementara Yoga duduk sebentar mengatur nafas juga sambil tersenyum. Tidak ada menang kalah tampak di wajah mereka berdua. Hanya tampak keseruan yang mencair dari senyum-senyum yang terlempar ketika mereka lanjut bermain yang lain.

Mencari Kerang-kerang

Pagi itu, di Pantai Indah, panas matahari tidak terlalu menyengat walaupun sudah di waktu menjelang siang, sekitar 40 menit lagi siang akan tiba. Angin pantai yang datang pun masih terasa hangat, masih enak rasanya di kulit, tidak terlalu membakar. Ini hari yang bagus barangkali untuk mereka pergi berlibur; tualang sebentar—refresh otak di sela libur.

Mengumpulkan kerang | Foto: Son

Sementara Dafa, terlihat masih sibuk di sela Yoga dan Oming berenang.

Dafa mencari kerang-kerangan lalu memindahkannya ke wadah terbuat dari daun pisang.

“Untuk dibawa ke rumah,” kata Dafa sambil memboyongnya ke daratan dekat pohon rindang, ya, dekat warung Ibu Susi, namanya.

Menutup Permainan dengan Tipat

Melihat mereka asik-bermain di pantai sangatlah asik. Di pantai mereka bisa berenang. Bisa bersenda gurau bersama teman. Main lari-larian di sepanjang-panjang pantai berpasir. Mencari kerang.

Terakhir yang dilakukan tiga sekawan itu, makan tipat di warung Ibu Susi ditraktir kakaknya Dafa, dan memakannya di bibir pantai nyambil memandang laut biru.

Angin sepoi pantai menerpa mereka, suasananya menjadi syahdu ketika tipat itu disantapnya.

Apalagi angin di laut sedang bagus-bagusnya membuat gulungan ombak tidak terlalu besar. Pas. Juga, laut tidak mengantarkan sampah-sampah ke daratan menambah kemolekan bibir pantai jadi bersih, jadi exotic, sebagai tempat duduk.

Biasanya ada saja sampah-sampah dikirim laut ke darat, entah, laut juga mendapatkannya dari mana.

Yoga menunjukkan setengah jadi bola pasir untuk menyerang laut | Foto Son

Dari kejauhan, tiga anak itu menatap jukung-jukung dan laut biru setelah perang-perangan hantu laut dan mencari kerang-karangan | Foto Son

Dafa di sela mencari kerang-karangan di Pantai Indah | Foto Son

Yoga berlari setelah menyerang laut dengan bola-bola pasir | Foto Son

Tapi pagi itu sampah-sampah terlihat lebih sedikit dari biasanya, atau, memang seperti inilah laut seharusnya, tidak memuntahkan sampah atau menelannya. Atau sama sekali sebaiknya tidak ada sampah-sampah di laut juga di darat.

Di hadapan laut biru. Di hadapan ombak yang menderu tidak terlalu besar. Tiga sekawan itu menikmati kudapan tipat yang dibuat Ibu Susi.

“Ini enak sekali.” kata Omang.

Harga tipat itu seporsi kisaran tujuh ribu. Isinya ada toge, tipat dan tahu dengan lumeran bumbu kacang—dan rempah bali.

Sambil menikmati tipat itu untuk istirahat sebentar sebelum pulang, Yoga, Oming dan Dafa, walaupun tidak bermata biru, tapi dari cara mereka mengeksplor permainan, keceriaan, dan menutup permainan, tampak terasa hari mereka sebiru cerita laut pagi itu: tak ada sampah, juga mereka tak ada beban-tugas sekolah.

Oming sekolah di SD Negeri 2 Tista masih kelas 4, Dafa kelas 6 di SD 1 Banjar Tegal, dan Yoga kelas 3 di SD Negeri Sepang Kelod. Tanggal 21 bulan ini mereka akan masuk sekolah hari Senin, 21 April2025.

Selamat bersekolah jika sudah masuk, dan selamat merayakan hari libur untuk sekarang. Mangats!!! [T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

Monolog Ayu Laksmi “Apabila Aku Kembali dan Mengobati Diriku Sendiri” di Rabu Puisi #10 Komunitas Mahima
Cinta dalam Puisi di Sudut Rumah Kopi Singaraja — Catatan Rabu Puisi #9 Komunitas Mahima
Autopsi Rindu di Kedai Umah Pradja Singaraja — Catatan Rabu Puisi #11 Komunitas Mahima
Sarajevo, Setelah Tahun-Tahun Buruk
Tags: liburanPantai PenimbanganSingaraja
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Perilaku Umat Beragama versus Esensi Agama: Tinjauan Kritis dari Perspektif Teori Sistem Hukum Lawrence M. Friedman

Next Post

Ancaman Video AI dalam Diseminasi Informasi Kesehatan

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Literasi Media bagi Orang Tua Saat Viralnya Anomali AI

Ancaman Video AI dalam Diseminasi Informasi Kesehatan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co