24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Di Antara Teks dan Konteks: Re-interpretasi Agama dalam Perspektif Postmodernisme — Forbidden Questions: Dialog Eksploratif Edisi Kumaila Hakimah

Dr. Geofakta Razali by Dr. Geofakta Razali
January 2, 2025
in Esai
Di Antara Teks dan Konteks: Re-interpretasi Agama dalam Perspektif Postmodernisme — Forbidden Questions: Dialog Eksploratif Edisi Kumaila Hakimah

Kumaila Hakimah | Foto: Google

“Agama bukan hanya tentang teks yang terucap, tetapi juga tentang dialog yang kita ciptakan dengan diri sendiri, lingkungan, dan zaman. Dalam ruang dialog itu, kesadaran memainkan peran psikologis: memahami bukan sekadar mempercayai, dan mendengar bukan sekadar menerima.” –  Geofakta Razali

Malam itu, saya duduk di depan layar laptop dengan secangkir kopi hangat di tangan. Hujan rintik di luar menambah kesan melankolis saat saya menekan tombol play di video Forbidden Questions: Dialog Eksploratif Edisi Kumaila Hakimah di kanal Cokro TV. Awalnya, saya mengira ini hanya akan menjadi diskusi biasa tentang agama. Namun, seiring video berjalan, saya merasa seperti tengah menyaksikan percikan api yang membakar kebekuan dogma dan membuka ruang baru untuk dialog yang lebih dalam.

Sudahkah Anda menonton salah satu episode Forbidden Questions yang menampilkan Kumaila Hakimah di Cokro TV? Dialog eksploratif ini menghadirkan wawasan yang memantik diskusi tentang agama, budaya, dan identitas dalam konteks postmodernisme. Anda dapat menyaksikan percakapannya melalui tautan berikut: https://www.youtube.com/watch?v=hC-xcPnqVrk

Kumaila Hakimah, sosok perempuan muda yang pernah menjadi penghafal Al-Quran, berbicara dengan tenang tetapi penuh keyakinan. Ia menelusuri pertanyaan-pertanyaan yang banyak orang takut untuk tanyakan, tentang jilbab, usia pernikahan Aisyah, hingga relevansi kitab suci di era modern. Sebagai seorang akademisi dan lulusan studi tafsir, ia menyampaikan gagasannya dengan keilmuan yang kokoh tetapi tidak kehilangan sentuhan personal.

Kumaila tumbuh besar di lingkungan pesantren. Pada usia 10 tahun, ia sudah menghafal seluruh isi Al-Quran, sebuah pencapaian luar biasa yang membuatnya sering diundang ke berbagai forum untuk membacakan ayat-ayat suci. Namun, justru dari pengalaman itu, pertanyaan-pertanyaan besar mulai muncul. “Mengapa ini dianggap sebagai prestasi besar?” pikirnya. “Apa yang sebenarnya saya pelajari dari setiap ayat ini?” Pertanyaan-pertanyaan ini terus ia bawa hingga masa kuliah, di mana ia mendalami tafsir Al-Quran dan hadis. Dalam video tersebut, ia menceritakan bagaimana pendidikan formalnya sering kali tidak menjawab kegelisahannya. Sebaliknya, ia harus menggali sendiri konteks sejarah dan sosial di balik teks-teks suci yang selama ini ia hafal.

“Agama,” kata Kumaila, “Tidak seharusnya menjadi alat untuk menghentikan pertanyaan. Justru sebaliknya, agama ada untuk memicu dialog, memahami kehidupan, dan menjembatani realitas yang kompleks.”

Kumaila Hakimah adalah seorang perempuan muda progresif, seorang Quran nerd (sebagaimana ia menyebut dirinya) yang mendalami tafsir Quran dan hadis secara akademis. Perjalanannya dimulai dari pesantren tradisional hingga pendidikan tinggi dalam studi tafsir. Namun, alih-alih menerima teks agama secara dogmatis, ia memilih untuk menjadikannya objek dialog dengan diri sendiri, dengan orang lain, dan dengan konteks sosial.

Melalui kanal YouTube-nya, Forbidden Questions, Kumaila mengangkat isu-isu kontroversial seperti jilbab, pengharaman babi, hingga pertanyaan filosofis seperti “Apakah agama sumber konflik atau kedamaian?” Ia mengajak audiens untuk mempertanyakan, berdialog, dan mengkaji ulang pemahaman mereka, sering kali di luar koridor tradisional. Dalam episode ini, Kumaila mengusulkan re-interpretasi agama melalui lensa postmodernisme, yang menolak narasi tunggal dan mengakui keberagaman perspektif. Misalnya, ia menyoroti konteks pengharaman babi dalam tradisi Islam, mengaitkannya dengan kebutuhan ekologis masyarakat padang pasir. Bukan untuk mendiskreditkan ajaran, tetapi untuk menunjukkan bahwa setiap teks agama memiliki konteks historis dan geografis yang perlu dipahami.

Dari perspektif psikologi, ini mencerminkan prinsip cognitive flexibility, dimana kemampuan untuk menerima sudut pandang baru tanpa kehilangan nilai inti dari keyakinan seseorang. Generasi muda seperti Kumaila menunjukkan bahwa memahami agama bukan berarti meninggalkan spiritualitas, tetapi memperdalamnya melalui dialog yang kritis. Psikologi manusia, terutama dalam konteks postmodernisme, menekankan pentingnya dialog intrapersonal dan interpersonal dalam membangun identitas. Kumaila adalah contoh nyata bagaimana manusia bisa menggunakan pertanyaan eksistensial untuk membentuk pemahaman yang lebih autentik. Ia menceritakan pengalaman masa kecilnya ketika ia mempertanyakan konsep surga dan neraka, sifat Tuhan, hingga relevansi teks agama. Ini adalah proses yang menurut teori self-actualization Abraham Maslow, menjadi jalan menuju pemenuhan potensi manusia.

Kritik terhadap narasi tunggal agama juga menunjukkan pentingnya cognitive dissonance dalam proses pembelajaran. Ketika seseorang dihadapkan pada dua keyakinan yang bertentangan, mereka terpaksa merenungkan kembali nilai-nilai mereka, yang sering kali menghasilkan wawasan baru.

Re-interpretasi Agama dalam Dunia Postmodern

Episode ini adalah panggilan untuk merefleksikan kembali peran agama dalam kehidupan modern. Postmodernisme mengajarkan kita bahwa teks agama tidak dapat dipisahkan dari konteksnya. Sebagai generasi muda yang hidup di era pluralisme budaya dan kemajuan teknologi, Kumaila mengusulkan agar agama dilihat sebagai dialog yang terus berkembang.

Dalam psikologi modern, agama bukan hanya alat moralitas, tetapi juga sarana untuk memahami diri sendiri dan dunia. Kumaila menggambarkan agama sebagai sesuatu yang cair, yang dapat berubah bentuk sesuai dengan konteks zaman tanpa kehilangan esensinya. Melalui Forbidden Questions, Kumaila mengingatkan kita bahwa agama bukan tentang menemukan jawaban yang pasti, tetapi tentang mempertanyakan, mendengarkan, dan berdialog. Dalam dialog ini, manusia tidak hanya belajar tentang agama, tetapi juga tentang diri mereka sendiri.

Menonton Kumaila membuat saya berpikir, seandainya lebih banyak generasi muda yang memiliki keberanian seperti ini, mungkin dunia akan menjadi tempat yang lebih penuh pengertian. Seandainya mereka berani mempertanyakan tanpa rasa takut, melihat agama sebagai dialog yang terus berkembang, dan merangkul keragaman perspektif tanpa kehilangan esensi spiritual mereka, kita mungkin akan melihat agama benar-benar menjadi apa yang ia sebutkan sarana untuk memahami diri, orang lain, dan dunia yang terus berubah.

Hujan di luar telah reda, tetapi pikiran saya terus bergemuruh. Kumaila Hakimah bukan hanya berbicara tentang agama; ia mengingatkan kita bahwa perjalanan mencari makna adalah hak setiap manusia. Mungkin, inilah yang dibutuhkan di masa depan: generasi yang tidak hanya menerima, tetapi juga mencari. Sebagaimana Anda menyaksikan episode ini, mungkin pertanyaan berikut muncul: Apakah Anda siap untuk menjadikan agama sebagai ruang dialog yang hidup? Atau apakah Anda akan tetap pada teks tanpa melihat konteks? [T]

Elphaba-Glinda (Wicked 2024): Cermin Kontras Psikologi Identitas dalam Komunikasi Antarbudaya
Menyingkap Kekuatan Debus: Ritual Ketangguhan yang Mengungkap Keberanian, Pengakuan Sosial, dan Spiritualitas
Tags: agamaIslamyoutube
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Guru, Teknologi, dan Resolusi

Next Post

Obyek Wisata Alas Pala di Desa Sangeh: Menonton Kera, Menikmati Taman-Hutan dan Sejuk Pepohonan

Dr. Geofakta Razali

Dr. Geofakta Razali

adalah pakar komunikasi di bidang psikologi komunikasi London School of Public Relation yang punya pandangan tajam soal perilaku masyarakat urban, media, dan pemasaran. Dengan latar belakang double degree di komunikasi dan psikologi, ia memulai karier sebagai praktisi Public Relations hingga menjadi Direktur Marketing, sebelum akhirnya melangkah sebagai Associate Professor di bidang komunikasi. Berbekal sertifikasi di bidang produser TV, digital marketing, dan hipnoterapi, ia juga aktif sebagai pembicara dan terapis well-being, mengemas ilmu komunikasi dan psikologi dengan cara yang mudah dipahami dan relevan untuk kehidupan sehari-hari.

Related Posts

‘Janji-janji Jepang’

by Angga Wijaya
April 23, 2026
0
‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

Read moreDetails

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

by Chusmeru
April 23, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

Read moreDetails

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
0
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

Read moreDetails

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
0
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

Read moreDetails

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

by Petrus Imam Prawoto Jati
April 21, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BULAN April, kita kembali secara khidmat mengingat nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Tentu saja karena jasa beliau yang...

Read moreDetails

NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

by Dede Putra Wiguna
April 20, 2026
0
NATO: No Action, Talk Only ─Ketika Wacana Menjadi Pelarian dari Tindakan

PERNAHKAH Anda menjumpai situasi di mana sebuah persoalan dibicarakan berulang-ulang, diperdebatkan panjang lebar, bahkan diposting di berbagai platform, namun tidak...

Read moreDetails

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

by Agung Sudarsa
April 20, 2026
0
Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

SETIAP peringatan Raden Ajeng Kartini sering kali berhenti pada simbol: kebaya, kutipan surat, dan narasi emansipasi yang diulang. Namun jika...

Read moreDetails

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

by Asep Kurnia
April 20, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

KITA dan siapa pun, akan begitu tercengang dengan berbagai perubahan fisik (lingkungan geografis) yang begitu cepat serta sporadis termasuk perubahan...

Read moreDetails

Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

by Jro Gde Sudibya
April 20, 2026
0
Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Paradigma Baru Industri Pariwisata Pasca Pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian Bali, Industri Pariwisata Bali "mati suri", tumbuh negatif 9,3 persen...

Read moreDetails

Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

by Cindy May Siagian
April 19, 2026
0
Kata- kata pada Puisi ‘Hatiku Selembar Daun’ Karya Sapardi Djoko Damono, Bukan Makna Sebenarnya

MENURUT Suarta dan Dwipaya (2022:10), karya sastra adalah wadah untuk menuangkan gagasan dan kreativitas dari seseorang untuk mengajak pembaca mendiskusikan...

Read moreDetails
Next Post
Obyek Wisata Alas Pala di Desa Sangeh: Menonton Kera, Menikmati Taman-Hutan dan Sejuk Pepohonan

Obyek Wisata Alas Pala di Desa Sangeh: Menonton Kera, Menikmati Taman-Hutan dan Sejuk Pepohonan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co