6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gadis Kretek, Ubud, dan Sedikit Hantu-hantu: Perbincangan Singkat dengan Ratih Kumala

Kadek Sonia Piscayanti by Kadek Sonia Piscayanti
November 3, 2024
in Khas
Gadis Kretek, Ubud, dan Sedikit Hantu-hantu: Perbincangan Singkat dengan Ratih Kumala

Ratih Kumala (kiri) bersama Kadek Sonia Piscayanti | Foto: tatkala.co

MINGGU, 27 Oktober, sebelum Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) 2024 benar-benar berakhir, saya menyempatkan bertemu kembali dengan Agustinus Wibowo, penulis perjalanan yang tersohor itu dan Ratih Kumala penulis Gadis Kretek yang fenomenal itu. Saat itu, saya punya agenda singkat, ngobrol dengan Agustinus dan Ratih, di sela-sela program-program menarik di akhir UWRF.

Dengan kepadatan lalu lintas Ubud yang sering tanpa kenal lelah terjadi, berjanji bertemu kedua penulis ini pun jadi sulit. Saya mengirim whatsapp kepada Agustinus, bertanya dimanakah keberadaannya. Ketika dia menjawab masih di hotel, saya beranikan bertanya apakah bisa saya menjemputnya langsung.

Diapun setuju. Dari hotel saya menuju ke hotel Agustinus ternyata tidak jauh, dan bersama Agustinus ternyata Mbak Ratihpun ikut serta. Akhirnya pembicaraan mengalir di mobil selama perjalanan. Tentang segala hal.

Agustinus banyak bicara soal pengalamannya di Nepal. Saya dan Agustinus berbagi cerita soal Nepal, soal Pokhara dan Sarangkot, dan tentang keindahan budaya dan magisnya Nepal. Mbak Ratih di belakang tampaknya juga menyimak dan sesekali menimpali. Kami bicara soal hantu, soal mistis, soal kejadian Agustinus di Nepal yang di hotelnya kran air bergerak sendiri.

Mbak Ratih juga bicara soal TV yang menyala sendiri. Yang awalnya dikira hantu ternyata itu semacam alarm dari hotel untuk membangunkannya.

 Saya juga bicara soal kipas angin di kamar yang bergerak sendiri, lalu soal sendok yang tiba-tiba tersedia di atas meja, padahal belum diambil. Mungkin hantunya mau makan malam. Atau ibu saya yang bersama saya di kamar mulai pikun, sempat mengambil sendok tapi lupa. Intinya kami bicara hantu-hantu dengan seru.

Ratih Kumala (tengah) bersama Dee Lestari (kiri) dan saya (Kadek Sonia Piscayanti) | Foto: tatkala.co/Rusdy

Lalu mengalir ke soal karakter-karakter. Jenis-jenis karakter yang dipahami sangat mendalam oleh Agustinus dan menjadi serius kami bahas. Kami membahas tipe karakter INTJ, ENFP, campuran INTJ dan ENFP, dan atau kecenderungan lain. Keseruan itu diselingi dengan cerita soal keganjilan-keganjilan karakter tertentu yang dapat dianalisis dengan mendalam. 

Lalu kami bicara soal menulis. Tentang karakter. Tentang proses kreatif menulis. Saya sebagai sopir, merasa bersyukur bahwa Ubud macet dan kami harus memutar balik arah. Karena di dalam mobil kami jadi sempat bicara.

Saya menikmati perubahan rute yang lumayan jauh menuju venue festival. Lalu dalam tempo itu saya bertanya kepada Mbak Ratih secuil saja soal proses kreatif penulisan novel Gadis Kretek. Kurang lebih berapa lama proses riset dan menulisnya. Bagaimana Ratih menemukan karakter dan menghidupkannya.

***

Gadis Kretek adalah sebuah novel fiksi karya Ratih Kumala yang sukses membuat dunia sastra sekaligus film menjadi riuh-rendah. Difilmkan dengan judul yang sama oleh Kamila Andini, film Gadis Kretek menjadi sebuah perbincangan karena memenangkan penghargaan dimana-mana.

Ratih Kumala (kiri) di UWRF 2024 | Foto: tatkala.co/Rusdy

Gadis Kretek diterbitkan pertama kali tahun 2012 oleh Gramedia Pustaka Utama, lalu hingga akhir tahun 2023 ia telah dicetak sebanyak 12 kali, dengan cetakan bersampul series Netflix, yaitu cetakan ke 11 dan 12.

Di dalam novel ini, Ratih menyajikan sebagian sejarah dunia kretek di Indonesia, yang lekat dengan isu feminisme, ketika Jeng Yah sebagai perempuan menjadi pusat cerita, bahwa dia adalah perempuan yang tahu ingin menjadi apa, menjadi bagian dari sejarah peracik saus kretek.

Kala itu urusan rasa didominasi oleh laki-laki dan Jeng Yah dengan kesadaran sebagai perempuan memberontak tradisi itu dan bercita-cita meracik saus sendiri untuk menciptakan rasa ‘perempuan’ pada dunia kretek yang sangat laki-laki.

Perjuangan Jeng Yah sendiri sangat kompleks, ia menjadi pewaris usaha kretek ayahnya sekaligus tumbal bisnis ayahnya, sekaligus pejuang cinta sekaligus menjadi korban politik, dan menyerah pada kuasa takdirnya.

Kompleksitas konflik dalam Gadis Kretek ini sangat detail dan rumit, karena masing-masing karakter memiliki persoalan internal dan riwayat yang saling terkait. Seluruh latar historis novel ini menjadi sangat menyentuh dan mengakar pada Indonesia tahun 1960-1970an.

Ulang-alik karakter dengan segenap konflik batin mereka yang kompleks menjadikan novel ini penting dalam menautkan berbagai hal, isu feminisme, cinta, kapitalisme, politik dan budaya. Tak heran jika seriesnya di Netflix yang menghadirkan Dian Sastrowardoyo sebagai bintang menjadi perbincangan dimana-mana.

Dan series inipun diganjar penghargaan sebagai Best Mini Series di Seoul International Drama Awards 2024dan jugaAsian Contents Awards & Global OTT Awards 2024.Novel Gadis Kretek juga diberi penghargaan Chommanard Women’s Literary Award 2024dari Thailand.

***

Saya mendapat buku Gadis Kretek dari sebuah festival di Larantuka, yaitu Flores Writers Festival. Saya bertemu Eka Kurniawan, yang adalah suami dari penulis Gadis Kretek, Ratih Kumala. Saat itu Ratih tidak ikut ke Larantuka bersama Eka.

Dari perbincangan saya dengan Eka, saya tahu Ratih akan ke Ubud Writers and Readers Festival. Saya pun berjanji akan bertemu dan ngobrol dengannya di Ubud. Benar saja, kami akhirnya bertemu di Ubud. Bahkan satu mobil dan saya yang menyupirinya.

Menurut Ratih, ia menulis Gadis Kretek selama 4 tahun. Riset sekaligus menulis, menurut dia terjadi berbarengan karena dengan menulis sambil meriset dia bisa langsung membangun alur dan mengembangkan karakter.

Saya bersama Agustinus Wibowo | Foto: tatkala.co/Rusdy

Ia mengatakan bahwa ia penganut proses yang memulai dari mana saja, tidak dari introduction, middle, end. Dia bisa memulai dengan acak, tengah, akhir, depan, tengah lagi, dan seterusnya. Dia hanya punya alur dan batang cerita. Karakter ia kembangkan dengan telaten, dengan riset beberapa karakter yang ia gabungkan dan kembangkan lagi, menghidupkannya dengan fiksi.

Gadis Kretek menurut Ratih adalah sebuah fiksi, namun riset soal pabrik kretek memang benar adanya. Ia mencoba menghidupkan karakter dengan latar yang kuat dan alasan yang manusiawi. Cinta adalah penghubung memori di masa lalu dan masa depan.

Keberhasilan Ratih menurut saya adalah bahwa ia menjadikan sejarah manusia di masa lalu menjadi lebih terasa kontekstual dan menyentuh di masa kini. Fakta bahwa film ini mendapat banyak penghargaan menjadi sebuah bonus bagaimana fiksi hadir menjadi bagian dari sebuah kesaksian sejarah yang tidak dapat diabaikan posisinya.

Sesungguhnya saya masih ingin banyak menggali soal Gadis Kretek, namun kami ternyata telah tiba di parkir di venue. Dan Ratih bergegas mengejar panel yang ingin ia datangi, sementara saya dan Agustinus melanjutkan perbincangan di sebuah cafe, kami minum teh dan berbagi cerita.

Demikianlah UWRF mempertemukan kami, menautkan kami di mana-mana, di jalanan yang macet, di mobil, di cafe, di angan-benak-masa lalu-masa depan-dan masa antara yang kami coba pahami pelan-pelan. [T]

Reporter/Penulis: Kadek Sonia Piscayanti
Editor: Adnyana Ole

Melihat Fatris dari Pinggir
Saya Emerging Writer UWRF 2024, Namun Hidup Harus Tetap Berjalan: Sebuah Refleksi
Soesilo Toer, 100 Tahun Pramoedya Ananta Toer, dan Cerita Tak Biasa  di UWRF 2024
Berawal dari Musik, Puisi, Lalu Puisi-Musik: Perjumpaan Pertama dengan Tan Lioe Ie
Haru Menguar dengan Tetes atau Tanpa Tetes Air Mata : Dari Pemutaran Film Eksil di UWRF 2024
Bertemu Dee Lestari di UWRF 2024, Bertemu “Tanpa Rencana”, Sebuah Karya yang Jujur
Tags: apresiasi sastrafilmnovelRatih KumalaUbudUWRF 2024
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

 Salib | Cerpen Erik Bhiu

Next Post

Kelindan Mimpi dan Kenyataan: UWRF dari Mata Penulis Kemarin Sore

Kadek Sonia Piscayanti

Kadek Sonia Piscayanti

Penulis adalah dosen di Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja

Related Posts

Bakti Sosial Anand Ashram Youth di Yayasan Pendidikan Anak Tuna Netra Denpasar —Merayakan Kemanusiaan dalam Nada dan Kebersamaan

by Agung Sudarsa
March 2, 2026
0
Bakti Sosial Anand Ashram Youth di Yayasan Pendidikan Anak Tuna Netra Denpasar —Merayakan Kemanusiaan dalam Nada dan Kebersamaan

“Jiwa muda adalah jiwa penuh energi, penuh semangat. Maka, dengan sendirinya penuh gejolak pula. Ia bisa membangkang, bisa memberontak, bisa...

Read moreDetails

Leo Saputra, Perajin Perak Singapadu yang Bertahan di Tengah Arus Modernisasi

by Putu Ayu Ariani
February 27, 2026
0
Leo Saputra, Perajin Perak Singapadu yang Bertahan di Tengah Arus Modernisasi

DESA Singapadu, Kabupaten Gianyar, dikenal sebagai salah satu tempat kerajinan perak di Bali. Di tengah arus modernisasi dan persaingan produk...

Read moreDetails

‘Abhikkama’ – Maju Terus: Komitmen Pemuda Theravāda Indonesia (Patria) Senantiasa Bergerak dan Menumbuhkan Kebajikan

by Dede Putra Wiguna
February 23, 2026
0
‘Abhikkama’ – Maju Terus: Komitmen Pemuda Theravāda Indonesia (Patria) Senantiasa Bergerak dan Menumbuhkan Kebajikan

TIGA dasawarsa bukanlah perjalanan yang singkat. Bagi Pemuda Theravāda Indonesia (Patria), 30 tahun adalah rentang pengabdian, pembelajaran, dan konsistensi dalam...

Read moreDetails

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

by Jaswanto
February 22, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

“SAYA menangis saat survei sekolah setelah lolos seleksi P3K,” ujar Samsul Rizal bercerita kepada saya pada malam yang gerah di...

Read moreDetails

Menanam Pohon Sebelum Berlari —Catatan Menuju Alumni SMANSA Charity Fun Run 2026

by Gading Ganesha
February 22, 2026
0
Menanam Pohon Sebelum Berlari —Catatan Menuju Alumni SMANSA Charity Fun Run 2026

SABTU pagi itu datang dengan suara burung dan kokok ayam yang bersahutan. Di sela suasana yang masih lengang, telepon genggam...

Read moreDetails

Tiba-tiba Konservasi : Melihat Pentingnya Kesadaran Konservasi yang Justru Hadir dari Inisiatif Kolektif

by Made Chandra
February 21, 2026
0
Tiba-tiba Konservasi : Melihat Pentingnya Kesadaran Konservasi yang Justru Hadir dari Inisiatif Kolektif

CATATAN ini berawal dari ajakan Bli Vincent Chandra—seorang pemuda yang berapi-api ketika bercumbu dengan kebudayaan, untuk mengajakku untuk menyambangi Museum...

Read moreDetails

Menulis Opini Bahasa Bali Jangan Seperti Orang “Ngigelang Tapel”! — Dari Lomba Opini Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 19, 2026
0
Menulis Opini Bahasa Bali Jangan Seperti Orang “Ngigelang Tapel”! — Dari Lomba Opini Bulan Bahasa Bali 2026

WIMBAKARA (Lomba) Opini Berbahasa Bali serangkaian Bulan Bahasa Bali mirip sebuah ujian sekripsi atau tesis. Peserta tidak hanya menyelesaikan sebuah...

Read moreDetails

Menjadi Penolong Pertama di Usia Belia: Ketika Para Dokter Kecil Beradu Cerdas di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

by Dede Putra Wiguna
February 18, 2026
0
Menjadi Penolong Pertama di Usia Belia: Ketika Para Dokter Kecil Beradu Cerdas di Kesbam Anniversary Contest (KAC) VI

WAJAH-wajah kecil itu tampak amat serius pagi itu. Jas dokter kecil yang mereka kenakan terlihat rapi, lengkap dengan pin dan...

Read moreDetails

Buku ‘Gaya Patung Pendet di Mata Tiga Profesor’ Diluncurkan pada Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet

by I Nyoman Darma Putra
February 15, 2026
0
Buku ‘Gaya Patung Pendet di Mata Tiga Profesor’ Diluncurkan pada Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet

Perayaan HUT ke-23 Museum Pendet di Nyuhkuning, Ubud, Gianyar, Minggu, 15 Februari 2026, ditandai dengan peluncuran dan bedah empat buku...

Read moreDetails

Mang Adi, Si Penyadap Tuak, Menghadapi Musim yang Tak Pasti —Cerita Kecil dari Desa Sambirenteng

by Son Lomri
February 15, 2026
0
Mang Adi, Si Penyadap Tuak, Menghadapi Musim yang Tak Pasti —Cerita Kecil dari Desa Sambirenteng

MANG ADI memegang sebilah paku dengan gaya seperti layaknya memegang pena. Dengan ujung paku yang runcing itu, ia menggurat garis...

Read moreDetails
Next Post
Kelindan Mimpi dan Kenyataan: UWRF dari Mata Penulis Kemarin Sore

Kelindan Mimpi dan Kenyataan: UWRF dari Mata Penulis Kemarin Sore

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co