12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
June 20, 2026
in Khas
Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

Toko Kopi TUKU Renon, Bali│Foto: tatkala.co/Dede

SORE itu, Senin, 15 Juni 2026, suasana di Toko Kopi TUKU Renon tampak lebih ramai dari biasanya. Di antara antrean pelanggan yang datang silih berganti, sejumlah pegiat media dan komunitas berkumpul dalam sebuah sharing session. Tidak ada peluncuran produk baru. Tidak pula agenda promosi besar-besaran. Yang terjadi justru percakapan tentang kota, kebiasaan minum kopi, dan bagaimana sebuah merek bisa hidup berdampingan dengan lingkungan baru.

Saya berkesempatan mengikuti pertemuan tersebut. Dari obrolan yang berlangsung, terlihat bahwa bagi TUKU, kehadiran di Bali bukan semata soal memperluas jaringan bisnis. Ada upaya untuk mengenal lebih dekat masyarakat yang kini menjadi bagian dari perjalanan mereka.

TUKU memang bukan nama baru di industri kopi Indonesia. Namun, gerai di Renon, Denpasar, memiliki arti tersendiri. Inilah gerai pertama mereka di luar Pulau Jawa, yang mulai beroperasi sejak Oktober 2025. Kehadirannya menjadi langkah penting sekaligus ujian baru bagi merek yang lahir dan berkembang di Jakarta tersebut.

Pelanggan antre memesan kopi di TUKU Renon, Bali│Foto: tatkala.co/Dede

Dalam sesi berbagi itu, Senior External Relations Toko Kopi TUKU, Rury Anggi, menjelaskan bahwa sejak awal TUKU dibangun dengan filosofi “Bertetangga Baik”. Filosofi tersebut tidak hanya ditujukan kepada pelanggan yang datang membeli kopi. Tetangga, dalam pengertian TUKU, mencakup masyarakat sekitar, pelaku usaha lain, komunitas, kolaborator, hingga media lokal yang ikut membentuk ekosistem sebuah daerah.

Karena itu, ketika membuka gerai di Bali, mereka merasa perlu melakukan lebih dari sekadar menjual produk.

“Kami merasa kurang afdol kalau datang ke kota baru tanpa kenal siapa-siapa,” ujar Rury dalam sesi tersebut. Baginya, memperkenalkan diri kepada lingkungan sekitar merupakan bagian dari identitas TUKU yang tidak bisa dilepaskan dari perjalanan bisnis mereka.

Pendekatan seperti ini terasa menarik di tengah maraknya industri kopi yang tumbuh sangat cepat. Banyak kedai berlomba menghadirkan konsep ruang yang estetik, menu yang unik, atau pengalaman nongkrong yang nyaman. TUKU mengambil jalur yang sedikit berbeda. Mereka justru berusaha memahami bagaimana kopi hadir dalam keseharian masyarakat setempat.

Toko Kopi TUKU Renon, Bali│Foto: tatkala.co/Dede

Melalui sharing session yang dilakukan bersama media dan komunitas, TUKU berusaha mendengarkan cerita, menangkap kesan pelanggan, sekaligus mencari tahu peluang apa yang masih bisa dikembangkan agar keberadaan mereka memberi dampak positif bagi lingkungan sekitar.

Bali sendiri menghadirkan tantangan yang tidak sederhana. Sebagai daerah dengan budaya kopi yang sudah berkembang kuat, masyarakatnya memiliki kebiasaan dan karakter konsumsi yang berbeda dibandingkan kota-kota di Pulau Jawa. TUKU menyadari hal tersebut sejak awal. Karena itulah mereka memilih untuk banyak mendengar sebelum berbicara terlalu jauh.

Toko Kopi TUKU Renon, Bali│Foto: tatkala.co/Dede

Dari sudut pandang pelanggan, saya melihat ada satu hal yang cukup menonjol dari TUKU. Mereka tidak menawarkan pengalaman nongkrong seperti banyak kedai kopi di Bali yang menjadikan suasana sebagai daya tarik utama. TUKU justru terasa lebih sederhana.

Orang datang, memesan, menikmati kopi, lalu melanjutkan aktivitasnya.

Namun, kesederhanaan itu memiliki kekuatan tersendiri. Yang ditawarkan bukan pengalaman berlama-lama di dalam kedai, melainkan konsistensi. Konsistensi rasa, kualitas produk, dan pengalaman yang relatif serupa dari satu kunjungan ke kunjungan berikutnya. Dalam industri kopi yang acap kali mengejar tren dan sensasi baru, konsistensi justru menjadi nilai yang tidak mudah dipertahankan.

Hal tersebut tampaknya sejalan dengan cara TUKU memandang bisnisnya. Mereka tidak hanya ingin menjadi tempat membeli kopi, tetapi juga menjadi bagian dari rutinitas pelanggan. Sebuah tempat yang kehadirannya terasa akrab karena kualitas yang dapat diandalkan.

Toko Kopi TUKU Renon, Bali│Foto: tatkala.co/Dede

Di sisi lain, TUKU juga menyadari bahwa profil pelanggannya terus berubah. Jika pada masa awal pertumbuhan bisnis mereka lebih banyak dikenal oleh pelanggan usia 30-an, kini Generasi Z menjadi kelompok yang semakin dominan.

Perubahan ini membawa tantangan baru dalam berkomunikasi. Gen Z tumbuh bersama media sosial dan terbiasa mengonsumsi informasi secara digital. Karena itu, TUKU merasa perlu memahami cara berinteraksi yang lebih relevan dengan generasi tersebut tanpa kehilangan nilai-nilai yang selama ini mereka pegang.

Itulah alasan mereka mengundang pegiat media dan komunitas dalam sharing session di Bali. Bukan hanya untuk menyampaikan cerita tentang TUKU, tetapi juga mendengarkan perspektif mengenai tren, perilaku konsumen, dan perubahan cara masyarakat berinteraksi dengan sebuah merek. Insight tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi langkah bisnis mereka ke depan.

Foto bersama setelah sesi sharing session di TUKU Renon│Foto: Dok. TUKU

Yang menarik, di tengah pembicaraan mengenai strategi bisnis dan perubahan perilaku konsumen, TUKU tetap kembali pada gagasan yang sama, yakni hubungan antarmanusia.

Barangkali itulah yang membuat kehadiran mereka di Bali terasa berbeda. Mereka datang sebagai merek nasional yang sudah memiliki nama, tetapi memilih memulai perjalanan dengan memperkenalkan diri kepada ‘tetangga’. Mendengarkan cerita sebelum menawarkan terlalu banyak hal.

Bagi TUKU, setiap daerah memiliki kebiasaan dan cerita yang berbeda, termasuk dalam cara menikmati kopi. Karena itu, kehadiran Toko Kopi TUKU Renon dipandang sebagai proses saling mengenal yang masih terus berlangsung hingga hari ini.

Di tengah industri kopi yang semakin padat dan kompetitif, pendekatan tersebut mungkin terdengar sederhana. Namun justru dari kesederhanaan itulah TUKU mencoba bertumbuh. Bukan hanya dengan membuka lebih banyak gerai, melainkan dengan memahami orang-orang yang berada di sekitarnya.

Sebab pada akhirnya, secangkir kopi mungkin menjadi alasan seseorang datang untuk pertama kali. Tetapi hubungan yang terbangun dengan lingkunganlah yang menentukan apakah mereka akan kembali lagi, dan lagi. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: coffee shopdenpasarkopi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Integritas Itu Soal Salah Hitung Angka atau Salah Hitung Dosa?

Next Post

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
0
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

Read moreDetails

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
0
Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

Read moreDetails

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

by Dian Suryantini
September 1, 2026
0
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

Read moreDetails

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
0
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

Read moreDetails

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
0
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

Read moreDetails

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails
Next Post
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co