2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
June 20, 2026
in Khas
Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

Toko Kopi TUKU Renon, Bali│Foto: tatkala.co/Dede

SORE itu, Senin, 15 Juni 2026, suasana di Toko Kopi TUKU Renon tampak lebih ramai dari biasanya. Di antara antrean pelanggan yang datang silih berganti, sejumlah pegiat media dan komunitas berkumpul dalam sebuah sharing session. Tidak ada peluncuran produk baru. Tidak pula agenda promosi besar-besaran. Yang terjadi justru percakapan tentang kota, kebiasaan minum kopi, dan bagaimana sebuah merek bisa hidup berdampingan dengan lingkungan baru.

Saya berkesempatan mengikuti pertemuan tersebut. Dari obrolan yang berlangsung, terlihat bahwa bagi TUKU, kehadiran di Bali bukan semata soal memperluas jaringan bisnis. Ada upaya untuk mengenal lebih dekat masyarakat yang kini menjadi bagian dari perjalanan mereka.

TUKU memang bukan nama baru di industri kopi Indonesia. Namun, gerai di Renon, Denpasar, memiliki arti tersendiri. Inilah gerai pertama mereka di luar Pulau Jawa, yang mulai beroperasi sejak Oktober 2025. Kehadirannya menjadi langkah penting sekaligus ujian baru bagi merek yang lahir dan berkembang di Jakarta tersebut.

Pelanggan antre memesan kopi di TUKU Renon, Bali│Foto: tatkala.co/Dede

Dalam sesi berbagi itu, Senior External Relations Toko Kopi TUKU, Rury Anggi, menjelaskan bahwa sejak awal TUKU dibangun dengan filosofi “Bertetangga Baik”. Filosofi tersebut tidak hanya ditujukan kepada pelanggan yang datang membeli kopi. Tetangga, dalam pengertian TUKU, mencakup masyarakat sekitar, pelaku usaha lain, komunitas, kolaborator, hingga media lokal yang ikut membentuk ekosistem sebuah daerah.

Karena itu, ketika membuka gerai di Bali, mereka merasa perlu melakukan lebih dari sekadar menjual produk.

“Kami merasa kurang afdol kalau datang ke kota baru tanpa kenal siapa-siapa,” ujar Rury dalam sesi tersebut. Baginya, memperkenalkan diri kepada lingkungan sekitar merupakan bagian dari identitas TUKU yang tidak bisa dilepaskan dari perjalanan bisnis mereka.

Pendekatan seperti ini terasa menarik di tengah maraknya industri kopi yang tumbuh sangat cepat. Banyak kedai berlomba menghadirkan konsep ruang yang estetik, menu yang unik, atau pengalaman nongkrong yang nyaman. TUKU mengambil jalur yang sedikit berbeda. Mereka justru berusaha memahami bagaimana kopi hadir dalam keseharian masyarakat setempat.

Toko Kopi TUKU Renon, Bali│Foto: tatkala.co/Dede

Melalui sharing session yang dilakukan bersama media dan komunitas, TUKU berusaha mendengarkan cerita, menangkap kesan pelanggan, sekaligus mencari tahu peluang apa yang masih bisa dikembangkan agar keberadaan mereka memberi dampak positif bagi lingkungan sekitar.

Bali sendiri menghadirkan tantangan yang tidak sederhana. Sebagai daerah dengan budaya kopi yang sudah berkembang kuat, masyarakatnya memiliki kebiasaan dan karakter konsumsi yang berbeda dibandingkan kota-kota di Pulau Jawa. TUKU menyadari hal tersebut sejak awal. Karena itulah mereka memilih untuk banyak mendengar sebelum berbicara terlalu jauh.

Toko Kopi TUKU Renon, Bali│Foto: tatkala.co/Dede

Dari sudut pandang pelanggan, saya melihat ada satu hal yang cukup menonjol dari TUKU. Mereka tidak menawarkan pengalaman nongkrong seperti banyak kedai kopi di Bali yang menjadikan suasana sebagai daya tarik utama. TUKU justru terasa lebih sederhana.

Orang datang, memesan, menikmati kopi, lalu melanjutkan aktivitasnya.

Namun, kesederhanaan itu memiliki kekuatan tersendiri. Yang ditawarkan bukan pengalaman berlama-lama di dalam kedai, melainkan konsistensi. Konsistensi rasa, kualitas produk, dan pengalaman yang relatif serupa dari satu kunjungan ke kunjungan berikutnya. Dalam industri kopi yang acap kali mengejar tren dan sensasi baru, konsistensi justru menjadi nilai yang tidak mudah dipertahankan.

Hal tersebut tampaknya sejalan dengan cara TUKU memandang bisnisnya. Mereka tidak hanya ingin menjadi tempat membeli kopi, tetapi juga menjadi bagian dari rutinitas pelanggan. Sebuah tempat yang kehadirannya terasa akrab karena kualitas yang dapat diandalkan.

Toko Kopi TUKU Renon, Bali│Foto: tatkala.co/Dede

Di sisi lain, TUKU juga menyadari bahwa profil pelanggannya terus berubah. Jika pada masa awal pertumbuhan bisnis mereka lebih banyak dikenal oleh pelanggan usia 30-an, kini Generasi Z menjadi kelompok yang semakin dominan.

Perubahan ini membawa tantangan baru dalam berkomunikasi. Gen Z tumbuh bersama media sosial dan terbiasa mengonsumsi informasi secara digital. Karena itu, TUKU merasa perlu memahami cara berinteraksi yang lebih relevan dengan generasi tersebut tanpa kehilangan nilai-nilai yang selama ini mereka pegang.

Itulah alasan mereka mengundang pegiat media dan komunitas dalam sharing session di Bali. Bukan hanya untuk menyampaikan cerita tentang TUKU, tetapi juga mendengarkan perspektif mengenai tren, perilaku konsumen, dan perubahan cara masyarakat berinteraksi dengan sebuah merek. Insight tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi langkah bisnis mereka ke depan.

Foto bersama setelah sesi sharing session di TUKU Renon│Foto: Dok. TUKU

Yang menarik, di tengah pembicaraan mengenai strategi bisnis dan perubahan perilaku konsumen, TUKU tetap kembali pada gagasan yang sama, yakni hubungan antarmanusia.

Barangkali itulah yang membuat kehadiran mereka di Bali terasa berbeda. Mereka datang sebagai merek nasional yang sudah memiliki nama, tetapi memilih memulai perjalanan dengan memperkenalkan diri kepada ‘tetangga’. Mendengarkan cerita sebelum menawarkan terlalu banyak hal.

Bagi TUKU, setiap daerah memiliki kebiasaan dan cerita yang berbeda, termasuk dalam cara menikmati kopi. Karena itu, kehadiran Toko Kopi TUKU Renon dipandang sebagai proses saling mengenal yang masih terus berlangsung hingga hari ini.

Di tengah industri kopi yang semakin padat dan kompetitif, pendekatan tersebut mungkin terdengar sederhana. Namun justru dari kesederhanaan itulah TUKU mencoba bertumbuh. Bukan hanya dengan membuka lebih banyak gerai, melainkan dengan memahami orang-orang yang berada di sekitarnya.

Sebab pada akhirnya, secangkir kopi mungkin menjadi alasan seseorang datang untuk pertama kali. Tetapi hubungan yang terbangun dengan lingkunganlah yang menentukan apakah mereka akan kembali lagi, dan lagi. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: coffee shopdenpasarkopi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Integritas Itu Soal Salah Hitung Angka atau Salah Hitung Dosa?

Next Post

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co