31 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Agung Sudarsa by Agung Sudarsa
June 20, 2026
in Esai
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Ilustrasi tatkala.co

Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan

Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan dunia, termasuk politik. Seolah-olah semakin seseorang tidak peduli pada persoalan sosial, semakin tinggi pula kesadarannya. Akibatnya muncul pola spiritualitas yang sibuk mencari ketenangan pribadi, tetapi menutup mata terhadap penderitaan masyarakat, ketidakadilan, kemiskinan, dan kerusakan alam.

Padahal kehidupan tidak pernah terpisah-pisah. Harga beras, kualitas pendidikan, kesehatan publik, reklamasi pantai, penggusuran petani, rusaknya hutan, korupsi, hingga kebijakan ekonomi adalah bagian nyata dari kehidupan manusia sehari-hari. Semua itu dipengaruhi keputusan politik. Maka ketika seseorang berkata dirinya spiritual tetapi tidak peduli pada dampak kebijakan publik, sesungguhnya ia sedang memisahkan spiritualitas dari realitas kehidupan.

Spiritualitas sejati justru mengajarkan kepekaan. Semakin sadar seseorang, semakin ia mampu merasakan penderitaan orang lain. Kesadaran bukan membuat manusia terbang meninggalkan bumi, melainkan membuatnya hadir sepenuhnya di bumi dengan empati dan tanggung jawab. Dalam perspektif ini, spiritualitas bukan pelarian, melainkan cara memandang hidup secara utuh dan holistik.

Politik Praktis dan Political Awareness Itu Berbeda

Banyak orang alergi terhadap politik karena mereka menyamakan political awareness dengan politik praktis. Padahal keduanya berbeda secara mendasar. Politik praktis berkaitan dengan perebutan kekuasaan: partai, jabatan, kampanye, strategi, lobi, dan kepentingan elektoral. Di wilayah ini memang sering muncul konflik kepentingan, pencitraan, bahkan manipulasi. Tidak sedikit orang kecewa karena politik praktis sering terlihat kotor.

Namun political awareness atau kesadaran politik berbeda sama sekali. Political awareness adalah kemampuan memahami bagaimana kekuasaan bekerja dan bagaimana kebijakan memengaruhi kehidupan rakyat. Kesadaran politik membuat seseorang tidak apatis. Ia sadar bahwa keputusan negara dapat menentukan nasib jutaan orang.

Ketika seseorang peduli pada nasib petani yang kehilangan lahan, menolak kebijakan yang merusak lingkungan, atau mengkritik korupsi anggaran publik, itu bukan berarti ia haus kekuasaan. Itu adalah bentuk kesadaran sosial. Sama seperti seseorang yang peduli terhadap kesehatan tubuhnya, masyarakat juga perlu peduli terhadap kesehatan kehidupan berbangsa.

Masalahnya, sebagian orang memilih menyederhanakan semuanya. Sedikit saja bicara tentang kebijakan publik, langsung dicap โ€œterlalu politisโ€. Akibatnya masyarakat kehilangan keberanian moral untuk bersuara. Padahal diam terhadap ketidakadilan juga memiliki konsekuensi etis.

Kesadaran politik bukan berarti harus menjadi politisi. Sama seperti peduli kesehatan tidak berarti harus menjadi dokter. Political awareness adalah kesadaran warga negara yang memahami bahwa kehidupan sosial tidak bisa dilepaskan dari keputusan politik.

Pseudo Spiritualitas dan Kenikmatan Diri Sendiri

Di zaman sekarang muncul fenomena yang bisa disebut pseudo spiritualitas, yakni spiritualitas semu yang hanya berpusat pada kenyamanan pribadi. Yang penting meditasi, tenang, healing, bahagia sendiri, lalu merasa selesai dengan kehidupan. Persoalan rakyat dianggap โ€œenergi rendahโ€, kritik sosial dianggap โ€œkurang spiritualโ€, dan kepedulian terhadap masalah publik dianggap mencemari vibrasi batin.

Padahal spiritualitas yang hanya sibuk mencari rasa nyaman pribadi tanpa kepedulian sosial sesungguhnya sangat egoistis. Dalam bahasa yang keras, itu mirip masturbasi psikologis dan spiritual: menikmati sensasi ketenangan sendiri tanpa mau berbagi kesadaran bagi kehidupan yang lebih luas. Ada kenikmatan pribadi, tetapi tidak ada transformasi sosial. Ada rasa damai individual, tetapi tidak ada keberanian moral menghadapi ketidakadilan.

Spiritualitas seperti ini akhirnya menjadi sebuah mode. Orang berbicara tentang chakra, energi, dsn vibrasi tinggi, tetapi diam ketika alam dihancurkan, rakyat kecil dipinggirkan, atau korupsi merajalela. Bahkan ada yang merasa dirinya lebih suci karena โ€œtidak mau terlibat politikโ€.

Padahal ketidakpedulian juga adalah pilihan politik. Ketika orang baik diam, ruang publik akan diisi oleh mereka yang haus kekuasaan. Dalam banyak kasus sejarah, kerusakan sosial terjadi bukan hanya karena kejahatan orang jahat, tetapi juga karena diamnya orang-orang yang sebenarnya baik.

Spiritualitas tanpa kepedulian sosial mudah berubah menjadi narsisme rohani. Orang sibuk menyelamatkan dirinya sendiri, tetapi lupa bahwa manusia hidup dalam jaringan kehidupan yang saling terhubung.

Spiritualitas Holistik: Menyentuh Alam dan Kemanusiaan

Spiritualitas yang sehat harus bersifat holistik. Artinya, ia menyentuh seluruh aspek kehidupan: tubuh, pikiran, relasi sosial, ekonomi, budaya, politik, hingga hubungan manusia dengan alam. Kesadaran spiritual tidak berhenti di ruang meditasi, tetapi tercermin dalam cara memperlakukan sesama dan bumi tempat manusia hidup.

Karena itu menjaga lingkungan sesungguhnya juga tindakan spiritual. Sungai bukan hanya objek ekonomi. Hutan bukan sekadar komoditas. Laut bukan hanya sumber eksploitasi. Alam adalah bagian dari kehidupan yang menopang keberadaan manusia. Ketika alam dirusak demi keuntungan jangka pendek, dampaknya selalu kembali kepada rakyat kecil terlebih dahulu: banjir, kekeringan, krisis pangan, hilangnya ruang hidup, dan meningkatnya kemiskinan.

Dalam konteks ini, political awareness menjadi penting karena banyak kerusakan alam justru lahir dari keputusan politik dan ekonomi. Maka kepedulian terhadap lingkungan tidak cukup hanya dengan meditasi atau doa. Dibutuhkan juga keberanian bersuara, mengingatkan, dan mengkritik kebijakan yang destruktif.

Tokoh-tokoh besar dunia menunjukkan hal itu. Mahatma Gandhi berbicara tentang kemerdekaan sekaligus kesederhanaan hidup. Dalai Lama sering mengangkat isu kemanusiaan dan lingkungan. Gus Dur membela pluralisme dan hak kelompok kecil dengan pendekatan spiritual-humanis. Mereka tidak melihat spiritualitas sebagai pelarian dari dunia, melainkan cara memanusiakan dunia.

Kesadaran Spiritual Adalah Keberanian Moral

Pada akhirnya spiritualitas sejati bukan soal tampil suci, melainkan keberanian menjaga nurani tetap hidup di tengah dunia yang penuh kepentingan. Kesadaran spiritual tidak menuntut semua orang masuk partai politik atau terlibat politik praktis. Tetapi spiritualitas yang matang akan melahirkan political awareness: kepedulian terhadap nasib masyarakat dan masa depan bumi.

Orang spiritual boleh berbeda pilihan politik, tetapi tidak boleh kehilangan rasa kemanusiaan. Ia boleh tidak mengejar jabatan, tetapi tidak boleh apatis terhadap penderitaan sosial. Sebab ketika kebijakan publik salah arah, yang paling menderita selalu rakyat kecil dan generasi mendatang.

Kesadaran sejati bukan hanya kemampuan memejamkan mata dalam meditasi, tetapi juga kemampuan membuka mata terhadap kenyataan. Meditasi yang mendalam seharusnya melahirkan kejernihan melihat kehidupan, bukan membuat manusia mati rasa terhadap dunia.

Karena itu spiritualitas dan political awareness sesungguhnya dapat berjalan berdampingan. Yang perlu dihindari adalah keterikatan ego dalam politik praktis, bukan kesadaran sosialnya. Spiritualitas yang holistik justru membuat manusia semakin sadar bahwa seluruh kehidupan saling terhubung.

Ketika manusia menyadari keterhubungan itu, ia tidak lagi hidup hanya untuk dirinya sendiri. Ia akan peduli pada masyarakat, alam, bangsa, dan masa depan bersama. Dan di situlah spiritualitas menemukan makna terdalamnya: bukan sekadar mencapai kedamaian pribadi, tetapi ikut menghadirkan kesadaran bagi kehidupan yang lebih luas. [T]

Penulis: Agung Sudarsa
Editor: Adnyana Ole

Tags: kesadaranMahatma GandhiPolitik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi โ€˜Tetangga Baikโ€™ di Bali

Next Post

Universitas Negeri Yogyakarta di Pesta Kesenian Bali 2026: Sendratari Ciptoning Mintaraga, Beber Warna Tari Yogya

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa, SE, SH, MH adalah Wakil Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali bidang Sosial Budaya, Direktur LBH Manusia Merdeka, jurnalis indonesiaexpose.co.id, dan kandidat doktor di UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dengan disertasi: Inner Peace, Communal Love, Global Harmony: Yoga, Meditasi, dan Visi Anand Krishna tentang One Earth, One Sky, One Humankind

Related Posts

๐—ฃ๐—˜๐—ฅ๐—œ๐—ก๐—š๐—”๐—ง๐—”๐—ก ๐—š๐—จ๐—ฅ๐—จ๐—› ๐—ฆ๐—จ๐—ž๐—”๐—ฅ๐—ก๐—ข๐—ฃ๐—จ๐—ง๐—ฅ๐—” ๐—จ๐—ก๐—ง๐—จ๐—ž ๐—•๐—”๐—Ÿ๐—œ

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

โ€” ๐—–๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—ป ๐—›๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ๐—ฎ๐—ป ๐—ฆ๐˜‚๐—ด๐—ถ ๐—Ÿ๐—ฎ๐—ป๐˜‚๐˜€, ๐Ÿฏ๐Ÿฌ ๐—๐˜‚๐—น๐—ถ ๐Ÿฎ๐Ÿฌ๐Ÿฎ๐Ÿฒ. ๐—ง๐—ฎ๐—ต๐˜‚๐—ป ๐Ÿญ๐Ÿต๐Ÿณ๐Ÿฒ ๐—š๐˜‚๐—ฟ๐˜‚๐—ต ๐—ฆ๐˜‚๐—ธ๐—ฎ๐—ฟ๐—ป๐—ผ๐—ฝ๐˜‚๐˜๐—ฟ๐—ฎ ๐˜๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐—ต ๐—บ๐—ฒ๐—บ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐—ถ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฝ๐—ฒ๐—ฟ๐—ถ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—ป ๐—ฏ๐—ฎ๐—ต๐˜„๐—ฎ: ๐—•๐—ฒ๐—ป๐—ฐ๐—ฎ๐—ป๐—ฎ ๐—ธ๐—ผ๐—บ๐—ฒ๐—ฟ๐˜€๐—ถ๐—ฎ๐—น๐—ถ๐˜€๐—ฎ๐˜€๐—ถ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—ฒ๐—ธ๐˜€๐—ฝ๐—น๐—ผ๐—ถ๐˜๐—ฎ๐˜€๐—ถ...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

โ€œUNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.โ€ Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails

Seni sebagai Napas Demokrasi: Mengapa Kritik Bukan Ancaman, Melainkan Tanda Kehidupan

by Ahmad Prasetya Hady
July 28, 2026
0
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan

โ€œDemokrasi tidak hanya hidup di bilik suara. Ia juga hidup di panggung teater, di dinding mural, dalam bait puisi, dan...

Read moreDetails

Komunikasi Politik dan Krisis Komunikasi Publik Pemimpin

by Chusmeru
July 27, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DINAMIKA komunikasi politik selalu berubah pada setiap rezim. Puluhan tahun silam, para pemimpin dikenal lewat pidato di lapangan terbuka dan...

Read moreDetails

Bali di Persimpangan Kesadaran ——Membaca Tragedi Sosial Melalui Perspektif Paรฑcamaya Koล›a

by Agung Sudarsa
July 27, 2026
0
Bali di Persimpangan Kesadaran ——Membaca Tragedi Sosial Melalui Perspektif Paรฑcamaya Koล›a

SEBUAH peristiwa tragis yang baru-baru ini terjadi di Bali kembali mengguncang nurani masyarakat. Bukan semata karena adanya korban jiwa, tetapi...

Read moreDetails

Merasa Bebas, Padahal Diperbudak Ego

by T.H. Hari Sucahyo
July 26, 2026
0
Merasa Bebas, Padahal Diperbudak Ego

ADA sebuah kalimat yang telah bertahan melewati pergantian zaman, melintasi peradaban, dan terus dikutip hingga hari ini: โ€œDan kamu akan...

Read moreDetails

“Kapan Nikah?”: Ketika Usia Jadi Alat untuk Menghakimi Perempuan

by Fitria Hani Aprina
July 25, 2026
0
โ€œParasocial Relationshipโ€: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

"Kapan Nikah?" Dua kata yang terdengar ringan di telinga yang menanyakannya, tapi menjadi beban yang dibawa pulang bagi perempuan yang...

Read moreDetails
Next Post
Universitas Negeri Yogyakarta di Pesta Kesenian Bali 2026: Sendratari Ciptoning Mintaraga, Beber Warna Tari Yogya

Universitas Negeri Yogyakarta di Pesta Kesenian Bali 2026: Sendratari Ciptoning Mintaraga, Beber Warna Tari Yogya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pada Akhirnya Eksperimentasi Napas, Tubuh, dan Gerak Itu Berjudul Igel Prana ——Catatan Pasca Pertunjukan dan Sidang Tertutup Gus Sena
Ulas Pentas

Pada Akhirnya Eksperimentasi Napas, Tubuh, dan Gerak Itu Berjudul Igel Prana ——Catatan Pasca Pertunjukan dan Sidang Tertutup Gus Sena

MALAM itu, 20 Juli 2026, jam di ponsel menunjukan pukul 18:52 Wita, di depan gedung Ni Ketut Reneng, kampus Institut...

by Dewa Purwita Sukahet
July 31, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Insolvensi dan Kewajiban Debitur Pailit

PUTUSAN Mahkamah Konstitusi Nomor 181/PUU-XXIII/2025 menjadi salah satu penegasan penting dalam perkembangan hukum kepailitan di Indonesia. Melalui putusan tersebut, Mahkamah...

by I Made Pria Dharsana
July 31, 2026
Membincangkan Makna Pulang dalam Novel โ€œRumahโ€ Karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026
Panggung

Membincangkan Makna Pulang dalam Novel โ€œRumahโ€ Karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026

 โ€œRumah itu sebenarnya apa?โ€ Pertanyaan itu terus mengemuka sepanjang diskusi buku Rumah karya J.S. Khairen pada hari ketiga Singaraja Literary...

by Dede Putra Wiguna
July 31, 2026
Paradoks Pengkhianatan dan Teologi Tubuh dalam โ€˜The Last Poisonโ€™
Ulas Pentas

Paradoks Pengkhianatan dan Teologi Tubuh dalam โ€˜The Last Poisonโ€™

MALAM pembukaan Festival Bale Nagi 2026 di Taman Kota Felix Fernandez, Larantuka, Flores Timur, NTT, menyuguhkan sebuah pertunjukan yang memicu...

by Anselmus Dore Woho Atasoge
July 31, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

๐—ฃ๐—˜๐—ฅ๐—œ๐—ก๐—š๐—”๐—ง๐—”๐—ก ๐—š๐—จ๐—ฅ๐—จ๐—› ๐—ฆ๐—จ๐—ž๐—”๐—ฅ๐—ก๐—ข๐—ฃ๐—จ๐—ง๐—ฅ๐—” ๐—จ๐—ก๐—ง๐—จ๐—ž ๐—•๐—”๐—Ÿ๐—œ

โ€” ๐—–๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—ป ๐—›๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ๐—ฎ๐—ป ๐—ฆ๐˜‚๐—ด๐—ถ ๐—Ÿ๐—ฎ๐—ป๐˜‚๐˜€, ๐Ÿฏ๐Ÿฌ ๐—๐˜‚๐—น๐—ถ ๐Ÿฎ๐Ÿฌ๐Ÿฎ๐Ÿฒ. ๐—ง๐—ฎ๐—ต๐˜‚๐—ป ๐Ÿญ๐Ÿต๐Ÿณ๐Ÿฒ ๐—š๐˜‚๐—ฟ๐˜‚๐—ต ๐—ฆ๐˜‚๐—ธ๐—ฎ๐—ฟ๐—ป๐—ผ๐—ฝ๐˜‚๐˜๐—ฟ๐—ฎ ๐˜๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐—ต ๐—บ๐—ฒ๐—บ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐—ถ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฝ๐—ฒ๐—ฟ๐—ถ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—ป ๐—ฏ๐—ฎ๐—ต๐˜„๐—ฎ: ๐—•๐—ฒ๐—ป๐—ฐ๐—ฎ๐—ป๐—ฎ ๐—ธ๐—ผ๐—บ๐—ฒ๐—ฟ๐˜€๐—ถ๐—ฎ๐—น๐—ถ๐˜€๐—ฎ๐˜€๐—ถ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—ฒ๐—ธ๐˜€๐—ฝ๐—น๐—ผ๐—ถ๐˜๐—ฎ๐˜€๐—ถ...

by Sugi Lanus
July 31, 2026
“Niskala yang Menari”: Ketika Guru, Murid, dan Sebuah iPhone Melahirkan Film Juara Favorit
Ulas Film

“Niskala yang Menari”: Ketika Guru, Murid, dan Sebuah iPhone Melahirkan Film Juara Favorit

MALAM itu, gelap menggantung di langit Pantai Melasti, Ungasan, Badung, Bali. Debur ombak bersahutan dengan suara "cak... cak... cak..." yang...

by Angga Wijaya
July 31, 2026
SAMATRA: Membaca Isyarat-Isyarat Kecil dari Buki Gallery di Bumi Kinar Ubud
Ulas Rupa

SAMATRA: Membaca Isyarat-Isyarat Kecil dari Buki Gallery di Bumi Kinar Ubud

Di tepian aliran sungai Petanu, sebuah ruang seni baru tumbuh di tengah lanskap hijau Ubud. Buki Gallery di Bumi Kinar...

by Gustra Adnyana
July 31, 2026
13 Tahun Bersetia Dengan Jazz ย ——Cerita Menjelang Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026
Panggung

13 Tahun Bersetia Dengan Jazz ย ——Cerita Menjelang Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026

Di tengah menjamurnya festival musik yang kian mengaburkan batas antar-genre demi menjangkau pasar yang lebih luas, Sthala Ubud Village Jazz...

by Wahyu Mahaputra
July 30, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
Klinik Seni Taxu Itu Akhirnya Cuma Urban Legend di Bali—Tanggapan Tulisan Made Chandra
Kritik Seni

Klinik Seni Taxu Itu Akhirnya Cuma Urban Legend di Bali—Tanggapan Tulisan Made Chandra

TULISAN Made Chandra berjudul โ€œLet Them Cook: Saat Klinik Seni Taxu Hadir Mengacak-ngacak Arena Percaturan Seni Rupa Baliโ€ menyentil pemikiran...

by Savitri Sastrawan
July 30, 2026
Ketika Semut Membangun Seorang Ratu—Membaca โ€œMemayu Hayuning Bawana: Build the Queenโ€ karya Dyan Brew
Ulas Rupa

Ketika Semut Membangun Seorang Ratu—Membaca โ€œMemayu Hayuning Bawana: Build the Queenโ€ karya Dyan Brew

ADA perubahan yang menarik dalam lanskap seni kriya Indonesia dalam dua dekade terakhir. Jika dahulu kriya lebih sering dipahami sebagai...

by Angga Wijaya
July 30, 2026
Empat Jejak Abstraksi dan Figurasi Bali Kontemporer
Ulas Rupa

Empat Jejak Abstraksi dan Figurasi Bali Kontemporer

EMPAT karya dari empat pelukis Bali kontemporer yang turut berpartisipasi dalam Jogja Annual Art ke-11, yakni I Made Ruta, Ida...

by Hartanto
July 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright ยฉ 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright ยฉ 2016-2025, tatkala.co