11 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Universitas Negeri Yogyakarta di Pesta Kesenian Bali 2026: Sendratari Ciptoning Mintaraga, Beber Warna Tari Yogya

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
June 20, 2026
in Panggung
Universitas Negeri Yogyakarta di Pesta Kesenian Bali 2026: Sendratari Ciptoning Mintaraga, Beber Warna Tari Yogya

Universitas Negeri Yogyakarta di Pesta Kesenian Bali 2026: Sendratari Ciptoning Mintaraga, Beber Warna Tari Yogya

GEMERLAP cahaya panggung di Gedung Ksirarnawa mempertegas para penari tampil dengan karakter dan busana yang berbeda. Beragam busana itu tentu bukan hiasan semata, tetapi mendukung dan sesuai dengan cerita yang dibawakan. Penari perempuan mengawali pergelaran dalam formasi dinamis memadukan gerakan tenang dan terkontrol dengan filosofi keagungan, serta memiliki gaya pakaian dan iringan musik spesifik.

Itu gambaran Rekasadana (Pergelaran) Sendratari Ciptoning Mintaraga yang dipersembahkan Departemen Pendidikan Seni Tari Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya Universitas Negeri Yogyakarta dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII yang dipusatkan di Taman Budaya Provinsi Bali, Kamis 18 Juni 2026. Malam itu para penari menghadirkan perjalanan cerita melalui tiga repertoar, yakni Nir Sengkala, Beksan Langen Kusuma, dan Garisung Pinesthi.

“Universitas Negeri Yogyakarta memang rutin berpartisipasi dalam PKB setiap tahunnya. Kali ini, kami membawa tiga karya yang dikemas dalam bentuk sendratari dengan menggabungkan unsur tari dan cerita. Mahasiswa dan beberapa dosen mempergelarkan tiga repertoar, yaitu Nir Sengkala, Beksan Langen Kusuma, dan Garisung Pinesthi,” kata Dosen Program Studi Seni Tari Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya Universitas Negeri Yogyakarta, Titi Agustin.

Tari Nir Sengkala

Dalam sendratari itu, para mahasiswa Program Studi Seni Tari Fakultas Bahasa, Seni dan Budaya Universitas Negeri Yogyakarta itu mengawali dengan persembahan Nir Sengkala dengan balutan gerak tari, riasan karakter, serta busana tradisional khas Yogyakarta. Busana tari tradisional itu berupa kebaya bermotif bunga bernuansa biru muda dan merah muda, dipadukan senteng merah maroon serta kain kamen putih yang memikat.

Riasan wajah putih pekat dengan hiasan kepala sederhana yang dihiasi dedaunan hijau dan bunga memperkuat kesan klasik dalam pementasan seni tersebut. Meski diperankan mahasiswa muda, karakter yang ditampilkan dibuat menyerupai sosok perempuan paruh baya melalui riasan dan pembawaan tari. Keluwesan gerak, langkah yang teratur, serta ekspresi mata yang tajam menjadi bagian dari karakter yang dibangun dalam pertunjukan itu.

“Penampilan ini merupakan bagian dari repertoar Nir Sengkala yang terinspirasi dari tradisi edan-edanan di Keraton Yogyakarta. Dalam tradisi tersebut, tarian biasanya hadir dalam rangkaian upacara tertentu, termasuk saat prosesi pernikahan, dengan makna sebagai upaya membersihkan dan menangkal berbagai mara bahaya,” ucap Titi Agustin.

Jadi, Nir Sengkala itu penggambaran ketika ada suatu upacara di Jogyakarta, khususnya di keraton. Upacara itu biasanya menggunakan edan-edanan. “Nah, tarian ini terinspirasi dari edan-edanan keraton, yang mana tarian ini selalu dikeluarkan pada saat temanten itu mau ditemukan. Jadi untuk menghilangkan segala mara bahaya yang terlihat maupun tidak terlihat. Jadi membersihkanlah semuanya,” terangnya.

Pementasan berikutnya, berlanjut pada pergelaran Beksan Langen Kusuma, kesatuan prajurit perempuan. Gerak tari dikoreo gagah dan cenderung berkarakter kuat, lebar dan berwibawa yang membawa suasana keprajuritan. Para penari perempuan muda ini tampil membawa senjata keris dalam formasi barisan horizontal dengan gerakan tegas menggambarkan prajurit putri yang tengah berlatih perang.

Beksan Langen Kusuma

Tujuh penari perempuan itu mengenakan busana hijau tua yang mengkilap tampak gagah dipadukan dengan hiasan kepala berupa mahkota emas dengan bulu oranye yang menjulang, memperkuat karakter gagah para prajurit dalam tarian tersebut. Tari ini terkadang lembut, terkadang juga tegas layaknya prajurit yang siap bertempur. Mereka terkadang saling serang untuk menguji kemampuan. “Kalau Langen Kusuma itu tarian keprajuritan. Jadi prajurit putri yang berlatih perang,” jelas Titi Agustin.

Pada bagian ketiga, Universitas Negeri Yogyakarta juga menghadirkan Garisung Pinesthi melalui fragmen berpasangan antara penari pria dan wanita. Keduanya tampil membawa karakter berbeda dalam balutan dramatari. Penari perempuan mengenakan busana bernuansa krem dengan kain tradisional bermotif cokelat serta hiasan kepala sederhana, sementara penari pria tampil gagah dengan busana cokelat tua lengkap dengan udeng.

Ini garapan seni yang mempertemukan dua karakter. Garisung Pinesthi menggambarkan perjalanan manusia dalam menjalani kehidupan. “Kata pinesthi dalam bahasa Jawa memiliki makna sesuatu yang telah digariskan atau menjadi ketentuan dalam kehidupan manusia. Namun, perjalanan manusia tidak selalu berjalan sesuai dengan garis yang diharapkan,” jelas Titi Agustin.

Tari Garisung Pinesthi

Garisung Pinesthi tampil cukup riang, seperti keceriaan anak-anak muda di jaman ini. Tarian ini diawali dengan gerak tari Jawa yang lembut berjiwa dan khas, namun pada bagian selanjutnya tiba-tiba menyajikan gerak modern, seperti gerak bebas, namun rasa Jawa masih kental. “Garisung Pinesthi itu, ya…. menggambarkan manusia di dunia ini. Manusia yang seharusnya seperti apa tetapi dia tidak sesuai dengan harapan. Garisin Pinasdi, jadi garis yang sudah seharusnya dari kehidupan,” ujarnya.

Titi Agustin lalu mengatakan, dalam pementasan PKB XLVIII tersebut, Universitas Negeri Yogyakarta membawa sebanyak 44 orang yang terdiri dari mahasiswa berbagai semester dan sembilan dosen yang turut tampil sebagai penari. Keterlibatan mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta dalam PKB menjadi pengalaman penting karena mereka dapat merasakan langsung suasana pertunjukan di luar lingkungan kampus.

“Ini sebetulnya untuk memberikan pengalaman bagi mahasiswa untuk pentas di luar kampus, sehingga mereka bisa melihat dunia luar. Tidak hanya di kampus atau di Jogyakarta saja, tetapi mengetahui ajang Pesta Kesenian Bali tarafnya sudah internasional,” akunya polos.

Di samping itu, para mahasiswa juga mendapatkan kesempatan untuk berkolaborasi dan berinteraksi dengan para seniman dari berbagai daerah. Karena itu, untuk mempersiapkan pertunjukan tersebut, Universitas Negeri Yogyakarta melakukan latihan sekitar dua bulan sebelum tampil, mulai dari penggarapan tari, rekaman musik, hingga latihan.

“Kita memang punya persiapan khusus. Sebelum berangkat itu memang kita persiapan itu sekitar 2 bulanan untuk event ini. Karena kan membuat tarian, harus rekaman, latihan. Sampai akhirnya berangkat,” ungkap Titi Agustin seraya menyebut keikutsertaan Universitas Negeri Yogyakarta di PKB menjadi pengalaman ketiga dalam berpartisipasi di ajang seni milik masyarakat Bali itu.

Kehadiran Universitas Negeri Yogyakarta dalam PKB XLVIII juga mendapat perhatian dari sejumlah tokoh. Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ni Luh Putu Putri Suastini atau yang akrab disapa Putri Koster, turut menyaksikan langsung penampilan Sendratari Ciptoning Mintaraga yang dibawakan mahasiswa dan dosen Program Studi Seni Tari Universitas Negeri Yogyakarta itu.[T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Adnyana Ole

Tags: Pesta Kesenian BaliPesta Kesenian Bali 2026Universitas Negeri YogyakartaUNYYogyakarta
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Next Post

Ekpresi Anak-anak SLB dalam Pergelaran Tari Bali di Pesta Kesenian Bali 2026

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

‘Sanè Kantun Ring Manah’: Ketika Marlowe Bandem Menghidupkan Ingatan Budaya di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 10, 2026
0
‘Sanè Kantun Ring Manah’: Ketika Marlowe Bandem Menghidupkan Ingatan Budaya di Singaraja Literary Festival 2026

MALAM itu nyaris tak terdengar suara selain desir angin dan dialog yang mengalun dari layar. Puluhan pasang mata tertuju ke...

Read moreDetails

Bonangan Saluang, Barungan Gamelan Baru di Pesta Kesenian Bali 2026 yang Memperkaya Khazanah Karawitan Bali

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Bonangan Saluang, Barungan Gamelan Baru di Pesta Kesenian Bali 2026 yang Memperkaya Khazanah Karawitan Bali

SORE itu, suasana sakral menyelimuti Kalangan Ratna Kanda, Taman Budaya Provinsi Bali, Kamis (9/7/2026). Nada-nada yang terdengar sederhana, tetapi kokoh...

Read moreDetails

Ketika Kesenian Bali dan Korea Bersua dalam Harmoni Dramatari “I Godogan” di Pesta Kesenian Bali 2026

by Nyoman Budarsana
July 9, 2026
0
Ketika Kesenian Bali dan Korea Bersua dalam Harmoni Dramatari “I Godogan” di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA lampu panggung perlahan menyala, alunan suling tradisional Korea dengan ujung tiup pipih terdengar lirih. Di atas panggung, para penari...

Read moreDetails

Lomba Baca Puisi SLF 2026: Bukti Generasi Muda Bali Tetap Mencintai Sastra

by Nyoman Budarsana
July 6, 2026
0
Lomba Baca Puisi SLF 2026: Bukti Generasi Muda Bali Tetap Mencintai Sastra

JIKA menyaksikan Lomba Baca Puisi tingkat SMP dalam rangka Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, kekhawatiran bahwa generasi muda semakin jauh...

Read moreDetails

Tari Kontemporer “Perempuan di Sawah” Membuka Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 4, 2026
0
Tari Kontemporer “Perempuan di Sawah” Membuka Singaraja Literary Festival 2026

PEMBUKAAN Singaraja Literary Festival (SLF), Jumat, 3 Juli 2026, berlangsung berbeda dari kebiasaan. Bukannya diawali dengan tari penyambutan tradisional seperti...

Read moreDetails

Matajog, Terompah, dan Hadang Semarakkan Jantra Tradisi Bali

by Nyoman Budarsana
July 3, 2026
0
Matajog, Terompah, dan Hadang Semarakkan Jantra Tradisi Bali

Sorak-sorai penonton menyemangati temannya ketika tampil sebagai peserta lomba Matajog (egrang bambu) dalam ajang Jantra Tradisi Bali serangkaian Pesta Kesenian...

Read moreDetails

Kisah Anak Kucing Penakut dan Lukisan di Atas Batu dari Festival Cerita Rasa 0.4

by I Komang Sutirtayasa
July 2, 2026
0
Kisah Anak Kucing Penakut dan Lukisan di Atas Batu dari Festival Cerita Rasa 0.4

SETELAH sempat absen pada tahun 2025, Festival Cerita Rasa di Desa Tukadaya, Jembrana kembali hadir dengan membubuhkan angka 0.4, pada...

Read moreDetails

Tabuh, Tari, dan Sendratari Karya Wayan Berata Bangkitkan Memori Seni Bali

by Nyoman Budarsana
July 1, 2026
0
Tabuh, Tari, dan Sendratari Karya Wayan Berata Bangkitkan Memori Seni Bali

Bagi anak-anak, Rekasadana (Pergelaran) Karya Legendaris Maestro Wayan Berata yang dipersembahkan Sanggar atau Sekaa Gong Gita Bandana Praja, Banjar Belaluan...

Read moreDetails

Bangkitkan Legong Lasem Kelandis, Komunitas Ni Pollok Hidupkan Kembali Jejak Maestro di Pesta Kesenian Bali 2026

by Nyoman Budarsana
June 26, 2026
0
Bangkitkan Legong Lasem Kelandis, Komunitas Ni Pollok Hidupkan Kembali Jejak Maestro di Pesta Kesenian Bali 2026

Rasa penasaran tampak jelas dari raut wajah ribuan penonton yang memadati Kalangan Angsoka, Taman Budaya Bali, Kamis 25 Juni 2026....

Read moreDetails

‘A Night of Broadway’: Ketika Anak-Anak Janawati Academy of Performing Arts (JAPA) Bawakan Kisah-Kisah Dunia dalam Satu Panggung Musikal

by Dede Putra Wiguna
June 25, 2026
0
‘A Night of Broadway’: Ketika Anak-Anak Janawati Academy of Performing Arts (JAPA) Bawakan Kisah-Kisah Dunia dalam Satu Panggung Musikal

PERNAHKAH Anda menyaksikan kisah Aladdin, Rapunzel, atau The Little Mermaid? Pada Sabtu malam, 20 Juni 2026, kisah-kisah yang selama ini...

Read moreDetails
Next Post
Ekpresi Anak-anak SLB dalam Pergelaran Tari Bali di Pesta Kesenian Bali 2026

Ekpresi Anak-anak SLB dalam Pergelaran Tari Bali di Pesta Kesenian Bali 2026

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual
Pameran

Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual

PERUPA Bali Made Wiradana kembali menegaskan perjalanan artistiknya melalui pameran tunggal bertajuk Kacatri yang digelar di Santrian Art Gallery, Sanur....

by I Gede Made Surya Darma
July 11, 2026
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana
Esai

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka
Esai

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
‘Sanè Kantun Ring Manah’: Ketika Marlowe Bandem Menghidupkan Ingatan Budaya di Singaraja Literary Festival 2026
Panggung

‘Sanè Kantun Ring Manah’: Ketika Marlowe Bandem Menghidupkan Ingatan Budaya di Singaraja Literary Festival 2026

MALAM itu nyaris tak terdengar suara selain desir angin dan dialog yang mengalun dari layar. Puluhan pasang mata tertuju ke...

by Dede Putra Wiguna
July 10, 2026
Mahindu, Si Perempuan Tembikar
Ulas Buku

Mahindu, Si Perempuan Tembikar

Risalah Perempuan-Perempuan Tembikar yang dipakai sebagai judul kumpulan puisi ini mengisyaratkan pilihan, penilaian dan sudut pandang penyair dalam membahas masalah...

by Mas Ruscitadewi
July 10, 2026
Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali
Khas

Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

FESTIVAL Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 dipastikan hadir lebih semarak. Festival yang menjadi ruang apresiasi seni modern, kontemporer,...

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan
Khas

Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

PAGI itu, suasana Pantai Cemara, Sanur, mulai dipenuhi antusiasme. Meski sinar matahari sudah terasa menyengat, puluhan orang tetap bersemangat mengikuti...

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
Bonangan Saluang, Barungan Gamelan Baru di Pesta Kesenian Bali 2026 yang Memperkaya Khazanah Karawitan Bali
Panggung

Bonangan Saluang, Barungan Gamelan Baru di Pesta Kesenian Bali 2026 yang Memperkaya Khazanah Karawitan Bali

SORE itu, suasana sakral menyelimuti Kalangan Ratna Kanda, Taman Budaya Provinsi Bali, Kamis (9/7/2026). Nada-nada yang terdengar sederhana, tetapi kokoh...

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

by Chusmeru
July 10, 2026
Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed
Khas

Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

RANGKAIAN ajang bergengsi Pekan Seni Mahasiswa FISIP (PEKSIMASIF) 2026 yang berlangsung selama tiga hari, sejak 28 hingga 30 April 2026,...

by Rohmah Nia Chandra Sari
July 9, 2026
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK
Esai

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
Ketika Kesenian Bali dan Korea Bersua dalam Harmoni Dramatari “I Godogan” di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Kesenian Bali dan Korea Bersua dalam Harmoni Dramatari “I Godogan” di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA lampu panggung perlahan menyala, alunan suling tradisional Korea dengan ujung tiup pipih terdengar lirih. Di atas panggung, para penari...

by Nyoman Budarsana
July 9, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co