3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Universitas Negeri Yogyakarta di Pesta Kesenian Bali 2026: Sendratari Ciptoning Mintaraga, Beber Warna Tari Yogya

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
June 20, 2026
in Panggung
Universitas Negeri Yogyakarta di Pesta Kesenian Bali 2026: Sendratari Ciptoning Mintaraga, Beber Warna Tari Yogya

Universitas Negeri Yogyakarta di Pesta Kesenian Bali 2026: Sendratari Ciptoning Mintaraga, Beber Warna Tari Yogya

GEMERLAP cahaya panggung di Gedung Ksirarnawa mempertegas para penari tampil dengan karakter dan busana yang berbeda. Beragam busana itu tentu bukan hiasan semata, tetapi mendukung dan sesuai dengan cerita yang dibawakan. Penari perempuan mengawali pergelaran dalam formasi dinamis memadukan gerakan tenang dan terkontrol dengan filosofi keagungan, serta memiliki gaya pakaian dan iringan musik spesifik.

Itu gambaran Rekasadana (Pergelaran) Sendratari Ciptoning Mintaraga yang dipersembahkan Departemen Pendidikan Seni Tari Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya Universitas Negeri Yogyakarta dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII yang dipusatkan di Taman Budaya Provinsi Bali, Kamis 18 Juni 2026. Malam itu para penari menghadirkan perjalanan cerita melalui tiga repertoar, yakni Nir Sengkala, Beksan Langen Kusuma, dan Garisung Pinesthi.

“Universitas Negeri Yogyakarta memang rutin berpartisipasi dalam PKB setiap tahunnya. Kali ini, kami membawa tiga karya yang dikemas dalam bentuk sendratari dengan menggabungkan unsur tari dan cerita. Mahasiswa dan beberapa dosen mempergelarkan tiga repertoar, yaitu Nir Sengkala, Beksan Langen Kusuma, dan Garisung Pinesthi,” kata Dosen Program Studi Seni Tari Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya Universitas Negeri Yogyakarta, Titi Agustin.

Tari Nir Sengkala

Dalam sendratari itu, para mahasiswa Program Studi Seni Tari Fakultas Bahasa, Seni dan Budaya Universitas Negeri Yogyakarta itu mengawali dengan persembahan Nir Sengkala dengan balutan gerak tari, riasan karakter, serta busana tradisional khas Yogyakarta. Busana tari tradisional itu berupa kebaya bermotif bunga bernuansa biru muda dan merah muda, dipadukan senteng merah maroon serta kain kamen putih yang memikat.

Riasan wajah putih pekat dengan hiasan kepala sederhana yang dihiasi dedaunan hijau dan bunga memperkuat kesan klasik dalam pementasan seni tersebut. Meski diperankan mahasiswa muda, karakter yang ditampilkan dibuat menyerupai sosok perempuan paruh baya melalui riasan dan pembawaan tari. Keluwesan gerak, langkah yang teratur, serta ekspresi mata yang tajam menjadi bagian dari karakter yang dibangun dalam pertunjukan itu.

“Penampilan ini merupakan bagian dari repertoar Nir Sengkala yang terinspirasi dari tradisi edan-edanan di Keraton Yogyakarta. Dalam tradisi tersebut, tarian biasanya hadir dalam rangkaian upacara tertentu, termasuk saat prosesi pernikahan, dengan makna sebagai upaya membersihkan dan menangkal berbagai mara bahaya,” ucap Titi Agustin.

Jadi, Nir Sengkala itu penggambaran ketika ada suatu upacara di Jogyakarta, khususnya di keraton. Upacara itu biasanya menggunakan edan-edanan. “Nah, tarian ini terinspirasi dari edan-edanan keraton, yang mana tarian ini selalu dikeluarkan pada saat temanten itu mau ditemukan. Jadi untuk menghilangkan segala mara bahaya yang terlihat maupun tidak terlihat. Jadi membersihkanlah semuanya,” terangnya.

Pementasan berikutnya, berlanjut pada pergelaran Beksan Langen Kusuma, kesatuan prajurit perempuan. Gerak tari dikoreo gagah dan cenderung berkarakter kuat, lebar dan berwibawa yang membawa suasana keprajuritan. Para penari perempuan muda ini tampil membawa senjata keris dalam formasi barisan horizontal dengan gerakan tegas menggambarkan prajurit putri yang tengah berlatih perang.

Beksan Langen Kusuma

Tujuh penari perempuan itu mengenakan busana hijau tua yang mengkilap tampak gagah dipadukan dengan hiasan kepala berupa mahkota emas dengan bulu oranye yang menjulang, memperkuat karakter gagah para prajurit dalam tarian tersebut. Tari ini terkadang lembut, terkadang juga tegas layaknya prajurit yang siap bertempur. Mereka terkadang saling serang untuk menguji kemampuan. “Kalau Langen Kusuma itu tarian keprajuritan. Jadi prajurit putri yang berlatih perang,” jelas Titi Agustin.

Pada bagian ketiga, Universitas Negeri Yogyakarta juga menghadirkan Garisung Pinesthi melalui fragmen berpasangan antara penari pria dan wanita. Keduanya tampil membawa karakter berbeda dalam balutan dramatari. Penari perempuan mengenakan busana bernuansa krem dengan kain tradisional bermotif cokelat serta hiasan kepala sederhana, sementara penari pria tampil gagah dengan busana cokelat tua lengkap dengan udeng.

Ini garapan seni yang mempertemukan dua karakter. Garisung Pinesthi menggambarkan perjalanan manusia dalam menjalani kehidupan. “Kata pinesthi dalam bahasa Jawa memiliki makna sesuatu yang telah digariskan atau menjadi ketentuan dalam kehidupan manusia. Namun, perjalanan manusia tidak selalu berjalan sesuai dengan garis yang diharapkan,” jelas Titi Agustin.

Tari Garisung Pinesthi

Garisung Pinesthi tampil cukup riang, seperti keceriaan anak-anak muda di jaman ini. Tarian ini diawali dengan gerak tari Jawa yang lembut berjiwa dan khas, namun pada bagian selanjutnya tiba-tiba menyajikan gerak modern, seperti gerak bebas, namun rasa Jawa masih kental. “Garisung Pinesthi itu, ya…. menggambarkan manusia di dunia ini. Manusia yang seharusnya seperti apa tetapi dia tidak sesuai dengan harapan. Garisin Pinasdi, jadi garis yang sudah seharusnya dari kehidupan,” ujarnya.

Titi Agustin lalu mengatakan, dalam pementasan PKB XLVIII tersebut, Universitas Negeri Yogyakarta membawa sebanyak 44 orang yang terdiri dari mahasiswa berbagai semester dan sembilan dosen yang turut tampil sebagai penari. Keterlibatan mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta dalam PKB menjadi pengalaman penting karena mereka dapat merasakan langsung suasana pertunjukan di luar lingkungan kampus.

“Ini sebetulnya untuk memberikan pengalaman bagi mahasiswa untuk pentas di luar kampus, sehingga mereka bisa melihat dunia luar. Tidak hanya di kampus atau di Jogyakarta saja, tetapi mengetahui ajang Pesta Kesenian Bali tarafnya sudah internasional,” akunya polos.

Di samping itu, para mahasiswa juga mendapatkan kesempatan untuk berkolaborasi dan berinteraksi dengan para seniman dari berbagai daerah. Karena itu, untuk mempersiapkan pertunjukan tersebut, Universitas Negeri Yogyakarta melakukan latihan sekitar dua bulan sebelum tampil, mulai dari penggarapan tari, rekaman musik, hingga latihan.

“Kita memang punya persiapan khusus. Sebelum berangkat itu memang kita persiapan itu sekitar 2 bulanan untuk event ini. Karena kan membuat tarian, harus rekaman, latihan. Sampai akhirnya berangkat,” ungkap Titi Agustin seraya menyebut keikutsertaan Universitas Negeri Yogyakarta di PKB menjadi pengalaman ketiga dalam berpartisipasi di ajang seni milik masyarakat Bali itu.

Kehadiran Universitas Negeri Yogyakarta dalam PKB XLVIII juga mendapat perhatian dari sejumlah tokoh. Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ni Luh Putu Putri Suastini atau yang akrab disapa Putri Koster, turut menyaksikan langsung penampilan Sendratari Ciptoning Mintaraga yang dibawakan mahasiswa dan dosen Program Studi Seni Tari Universitas Negeri Yogyakarta itu.[T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Adnyana Ole

Tags: Pesta Kesenian BaliPesta Kesenian Bali 2026Universitas Negeri YogyakartaUNYYogyakarta
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Next Post

Ekpresi Anak-anak SLB dalam Pergelaran Tari Bali di Pesta Kesenian Bali 2026

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails
Next Post
Ekpresi Anak-anak SLB dalam Pergelaran Tari Bali di Pesta Kesenian Bali 2026

Ekpresi Anak-anak SLB dalam Pergelaran Tari Bali di Pesta Kesenian Bali 2026

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co