21 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Universitas Negeri Yogyakarta di Pesta Kesenian Bali 2026: Sendratari Ciptoning Mintaraga, Beber Warna Tari Yogya

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
June 20, 2026
in Panggung
Universitas Negeri Yogyakarta di Pesta Kesenian Bali 2026: Sendratari Ciptoning Mintaraga, Beber Warna Tari Yogya

Universitas Negeri Yogyakarta di Pesta Kesenian Bali 2026: Sendratari Ciptoning Mintaraga, Beber Warna Tari Yogya

GEMERLAP cahaya panggung di Gedung Ksirarnawa mempertegas para penari tampil dengan karakter dan busana yang berbeda. Beragam busana itu tentu bukan hiasan semata, tetapi mendukung dan sesuai dengan cerita yang dibawakan. Penari perempuan mengawali pergelaran dalam formasi dinamis memadukan gerakan tenang dan terkontrol dengan filosofi keagungan, serta memiliki gaya pakaian dan iringan musik spesifik.

Itu gambaran Rekasadana (Pergelaran) Sendratari Ciptoning Mintaraga yang dipersembahkan Departemen Pendidikan Seni Tari Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya Universitas Negeri Yogyakarta dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII yang dipusatkan di Taman Budaya Provinsi Bali, Kamis 18 Juni 2026. Malam itu para penari menghadirkan perjalanan cerita melalui tiga repertoar, yakni Nir Sengkala, Beksan Langen Kusuma, dan Garisung Pinesthi.

“Universitas Negeri Yogyakarta memang rutin berpartisipasi dalam PKB setiap tahunnya. Kali ini, kami membawa tiga karya yang dikemas dalam bentuk sendratari dengan menggabungkan unsur tari dan cerita. Mahasiswa dan beberapa dosen mempergelarkan tiga repertoar, yaitu Nir Sengkala, Beksan Langen Kusuma, dan Garisung Pinesthi,” kata Dosen Program Studi Seni Tari Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya Universitas Negeri Yogyakarta, Titi Agustin.

Tari Nir Sengkala

Dalam sendratari itu, para mahasiswa Program Studi Seni Tari Fakultas Bahasa, Seni dan Budaya Universitas Negeri Yogyakarta itu mengawali dengan persembahan Nir Sengkala dengan balutan gerak tari, riasan karakter, serta busana tradisional khas Yogyakarta. Busana tari tradisional itu berupa kebaya bermotif bunga bernuansa biru muda dan merah muda, dipadukan senteng merah maroon serta kain kamen putih yang memikat.

Riasan wajah putih pekat dengan hiasan kepala sederhana yang dihiasi dedaunan hijau dan bunga memperkuat kesan klasik dalam pementasan seni tersebut. Meski diperankan mahasiswa muda, karakter yang ditampilkan dibuat menyerupai sosok perempuan paruh baya melalui riasan dan pembawaan tari. Keluwesan gerak, langkah yang teratur, serta ekspresi mata yang tajam menjadi bagian dari karakter yang dibangun dalam pertunjukan itu.

“Penampilan ini merupakan bagian dari repertoar Nir Sengkala yang terinspirasi dari tradisi edan-edanan di Keraton Yogyakarta. Dalam tradisi tersebut, tarian biasanya hadir dalam rangkaian upacara tertentu, termasuk saat prosesi pernikahan, dengan makna sebagai upaya membersihkan dan menangkal berbagai mara bahaya,” ucap Titi Agustin.

Jadi, Nir Sengkala itu penggambaran ketika ada suatu upacara di Jogyakarta, khususnya di keraton. Upacara itu biasanya menggunakan edan-edanan. “Nah, tarian ini terinspirasi dari edan-edanan keraton, yang mana tarian ini selalu dikeluarkan pada saat temanten itu mau ditemukan. Jadi untuk menghilangkan segala mara bahaya yang terlihat maupun tidak terlihat. Jadi membersihkanlah semuanya,” terangnya.

Pementasan berikutnya, berlanjut pada pergelaran Beksan Langen Kusuma, kesatuan prajurit perempuan. Gerak tari dikoreo gagah dan cenderung berkarakter kuat, lebar dan berwibawa yang membawa suasana keprajuritan. Para penari perempuan muda ini tampil membawa senjata keris dalam formasi barisan horizontal dengan gerakan tegas menggambarkan prajurit putri yang tengah berlatih perang.

Beksan Langen Kusuma

Tujuh penari perempuan itu mengenakan busana hijau tua yang mengkilap tampak gagah dipadukan dengan hiasan kepala berupa mahkota emas dengan bulu oranye yang menjulang, memperkuat karakter gagah para prajurit dalam tarian tersebut. Tari ini terkadang lembut, terkadang juga tegas layaknya prajurit yang siap bertempur. Mereka terkadang saling serang untuk menguji kemampuan. “Kalau Langen Kusuma itu tarian keprajuritan. Jadi prajurit putri yang berlatih perang,” jelas Titi Agustin.

Pada bagian ketiga, Universitas Negeri Yogyakarta juga menghadirkan Garisung Pinesthi melalui fragmen berpasangan antara penari pria dan wanita. Keduanya tampil membawa karakter berbeda dalam balutan dramatari. Penari perempuan mengenakan busana bernuansa krem dengan kain tradisional bermotif cokelat serta hiasan kepala sederhana, sementara penari pria tampil gagah dengan busana cokelat tua lengkap dengan udeng.

Ini garapan seni yang mempertemukan dua karakter. Garisung Pinesthi menggambarkan perjalanan manusia dalam menjalani kehidupan. “Kata pinesthi dalam bahasa Jawa memiliki makna sesuatu yang telah digariskan atau menjadi ketentuan dalam kehidupan manusia. Namun, perjalanan manusia tidak selalu berjalan sesuai dengan garis yang diharapkan,” jelas Titi Agustin.

Tari Garisung Pinesthi

Garisung Pinesthi tampil cukup riang, seperti keceriaan anak-anak muda di jaman ini. Tarian ini diawali dengan gerak tari Jawa yang lembut berjiwa dan khas, namun pada bagian selanjutnya tiba-tiba menyajikan gerak modern, seperti gerak bebas, namun rasa Jawa masih kental. “Garisung Pinesthi itu, ya…. menggambarkan manusia di dunia ini. Manusia yang seharusnya seperti apa tetapi dia tidak sesuai dengan harapan. Garisin Pinasdi, jadi garis yang sudah seharusnya dari kehidupan,” ujarnya.

Titi Agustin lalu mengatakan, dalam pementasan PKB XLVIII tersebut, Universitas Negeri Yogyakarta membawa sebanyak 44 orang yang terdiri dari mahasiswa berbagai semester dan sembilan dosen yang turut tampil sebagai penari. Keterlibatan mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta dalam PKB menjadi pengalaman penting karena mereka dapat merasakan langsung suasana pertunjukan di luar lingkungan kampus.

“Ini sebetulnya untuk memberikan pengalaman bagi mahasiswa untuk pentas di luar kampus, sehingga mereka bisa melihat dunia luar. Tidak hanya di kampus atau di Jogyakarta saja, tetapi mengetahui ajang Pesta Kesenian Bali tarafnya sudah internasional,” akunya polos.

Di samping itu, para mahasiswa juga mendapatkan kesempatan untuk berkolaborasi dan berinteraksi dengan para seniman dari berbagai daerah. Karena itu, untuk mempersiapkan pertunjukan tersebut, Universitas Negeri Yogyakarta melakukan latihan sekitar dua bulan sebelum tampil, mulai dari penggarapan tari, rekaman musik, hingga latihan.

“Kita memang punya persiapan khusus. Sebelum berangkat itu memang kita persiapan itu sekitar 2 bulanan untuk event ini. Karena kan membuat tarian, harus rekaman, latihan. Sampai akhirnya berangkat,” ungkap Titi Agustin seraya menyebut keikutsertaan Universitas Negeri Yogyakarta di PKB menjadi pengalaman ketiga dalam berpartisipasi di ajang seni milik masyarakat Bali itu.

Kehadiran Universitas Negeri Yogyakarta dalam PKB XLVIII juga mendapat perhatian dari sejumlah tokoh. Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ni Luh Putu Putri Suastini atau yang akrab disapa Putri Koster, turut menyaksikan langsung penampilan Sendratari Ciptoning Mintaraga yang dibawakan mahasiswa dan dosen Program Studi Seni Tari Universitas Negeri Yogyakarta itu.[T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Adnyana Ole

Tags: Pesta Kesenian BaliPesta Kesenian Bali 2026Universitas Negeri YogyakartaUNYYogyakarta
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Next Post

Ekpresi Anak-anak SLB dalam Pergelaran Tari Bali di Pesta Kesenian Bali 2026

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

KEMEGAHAN menyambut malam pembukaan Buleleng Festival 2026. Sebanyak 150 penari tampil memukau dalam kolaborasi akbar, mengawali peresmian festival yang dibuka...

Read moreDetails

Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

LELAKI muda duduk di sebuah kursi panjang di bawah pohon kamboja di Palemahan Kangin, Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja,...

Read moreDetails

“Maborbor” : Menyimak Kesakralan Tari Sanghyang Janger di Desa Metra dalam Perspektif Etnoestetika

by I Putu Gede Pradipta Utama
August 17, 2026
0
“Maborbor” : Menyimak Kesakralan Tari Sanghyang Janger di Desa Metra dalam Perspektif Etnoestetika

DI tengah kehidupan masyarakat Desa Metra, Yang Api, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, masih lestari sebuah seni pertunjukan ritual yang memiliki...

Read moreDetails

Dari Matahari Terbit hingga Kecak: Sanur Menjadi Panggung Kemerdekaan

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
0
Dari Matahari Terbit hingga Kecak: Sanur Menjadi Panggung Kemerdekaan

MATAHARI perlahan muncul ketika alunan musik mulai mengisi udara pagi di Pantai Sanur. Di antara suara ombak dan cahaya matahari...

Read moreDetails

Gerak Ceria Nusantara, Menanamkan Kebhinekaan Sejak Dini Lewat Seni Tari

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
0
Gerak Ceria Nusantara, Menanamkan Kebhinekaan Sejak Dini Lewat Seni Tari

ANAK-ANAK bergerak mengikuti irama. Ada yang mengepakkan tangan seperti burung, melangkah dalam barisan, memainkan properti, hingga berpindah formasi bersama teman-temannya....

Read moreDetails

Gelar Karya “Lihat Kebunku”: Anak-Anak yang Bertumbuh melalui Permainan dan Kesenian

by Nyoman Budarsana
August 16, 2026
0
Gelar Karya “Lihat Kebunku”: Anak-Anak yang Bertumbuh melalui Permainan dan Kesenian

ANAK-ANAK itu menebar senyum ceria. Di tengah halaman hijau yang teduh, mereka berlari, bermain, bernyanyi, dan berinteraksi bersama teman-temannya. Ruang...

Read moreDetails

Nenden Shintawati di SUVJF 2026: Dari Penyanyi Cilik ke Jazz Kelas Dunia

by Dede Putra Wiguna
August 15, 2026
0
Nenden Shintawati di SUVJF 2026: Dari Penyanyi Cilik ke Jazz Kelas Dunia

SALAH satu momen menarik ketika Salamander Big Band tampil membuka Sthala Ubud Village Jazz Festival (SUVJF) 2026 pada Jumat, 7...

Read moreDetails

Sebelum Merah Putih Berkibar, SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Sudah Riuh Lebih Awal Lewat Panggung Ekspresi

by Dede Putra Wiguna
August 15, 2026
0
Sebelum Merah Putih Berkibar, SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar Sudah Riuh Lebih Awal Lewat Panggung Ekspresi

SORAK sorai suporter terdengar dari sudut aula. Tepuk tangan menyambut setiap penampilan, sementara tawa pecah di antara adegan-adegan drama yang...

Read moreDetails

Ubud FolkFest 2026: Menanam Seni dan Budaya untuk Masa Depan

by Nyoman Budarsana
August 15, 2026
0
Ubud FolkFest 2026: Menanam Seni dan Budaya untuk Masa Depan

KETIKA suling mulai dimainkan, suasana seketika berubah. Para pemain Genjek Pondok Pekak, Ubud, bergerak dengan ekspresi yang kuat. Penari laki-laki...

Read moreDetails

Dodot Trio di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 dan Cerita Empat Dekade Jazz di Balik ‘The Story of White Piano’

by Dede Putra Wiguna
August 13, 2026
0
Dodot Trio di Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 dan Cerita Empat Dekade Jazz di Balik ‘The Story of White Piano’

MALAM di Subak Stage, Sthala Ubud Village Jazz Festival (SUVJF) 2026, berjalan dalam suasana tenang ketika Dodot Trio mulai memainkan...

Read moreDetails
Next Post
Ekpresi Anak-anak SLB dalam Pergelaran Tari Bali di Pesta Kesenian Bali 2026

Ekpresi Anak-anak SLB dalam Pergelaran Tari Bali di Pesta Kesenian Bali 2026

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
Lampu Merah dan Mental Menerabas
Esai

Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

by Angga Wijaya
August 20, 2026
Meninggal Seperti Pepes Ikan
Fiksi

Ajian Jaran Goyang

MENJADI lelaki jomblo di usia yang tidak lagi muda membuat Teguh Priyono selalu menjadi perbincangan tetangga. Wajahnya tidak terlalu jelek....

by Chusmeru
August 20, 2026
Syal Endek Tunjung Ungu untuk Bupati Nyoman Sutjidra di Panggung Bulfest 2026: Dekranasda Buleleng Dorong Wastra Lokal Mendunia
Budaya

Syal Endek Tunjung Ungu untuk Bupati Nyoman Sutjidra di Panggung Bulfest 2026: Dekranasda Buleleng Dorong Wastra Lokal Mendunia

BULELENG | TATKALA – Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra tampak tersenyum bahagia ketika Ny. Wardhany Sutjidra—yang tak lain adalah istrinya—mengalungkan syal...

by tatkala
August 19, 2026
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik
Esai

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [2]: Pintu yang Terbuka, Pagar yang Runtuh

PADA tahun 1999, Seno Gumira Ajidarma menerbitkan kumpulan essay Ketika Jurnalisme Dibungkam, Sastra Harus Bicara. Judulnya adalah pernyataan sekaligus pengakuan,...

by Andre Syahreza
August 19, 2026
Penjaga Rupa Utara, Jejak Perjalanan Seni: Biografi Perjalanan Hidup dan Karya I Nyoman Suma Argawa
Buku Tatkala

Penjaga Rupa Utara, Jejak Perjalanan Seni: Biografi Perjalanan Hidup dan Karya I Nyoman Suma Argawa

Judul: PENJAGA RUPA UTAR, Jejak Warisan Seni: Biografi Perjalanan Hidup dan Karya I Nyoman Suma Argawa Penerbit: PT Tatkala Sekala...

by Buku Tatkala
August 19, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Pewarisan di Persimpangan Konstitusi: Tantangan Hukum Waris Indonesia Pasca Putusan MK

KEMATIAN seseorang seharusnya mengakhiri kehidupan, bukan memulai ketidakpastian hukum bagi keluarganya. Namun dalam praktik hukum Indonesia, kematian justru kerap menjadi...

by I Made Pria Dharsana
August 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co