11 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Bermain, Belajar, dan Mencintai Alam Lewat Kakua Buta —Catatan dari Workshop Permainan Tradisional di Tabanan

Wahyu Mahaputra by Wahyu Mahaputra
June 30, 2026
in Khas
Bermain, Belajar, dan Mencintai Alam Lewat Kakua Buta —Catatan dari Workshop Permainan Tradisional di Tabanan

Maplayanan (permainan) dalam acara Workshop Permainan Tradisional “Kakua Buta” (Penyu Buta) di Gedung Mario, Jumat 26 Juni 2026

Ketika anak-anak itu bermain riang, ruang Gedung Mario berubah menjadi area interaktif, sangat dinamis dan terkesan lebih hidup. Langit-langit tinggi dan tiang-tiang bangunan ikut berteriak, karena energi dari aktivitas anak-anak itu. Mereka adu lari dengan cara yang unik. Satu anak berlari dengan mengangkat kedua kaki temannya, satu anak lari menggunakan tangannya. Sorak dan teriakan pun pecah. Itu pertanda stres, energi negatif dan ketegangan telah lepas.

Sebanyak 80 anak-anak dari SD Negeri 1 Buahan itu sedang mengikuti Maplayanan (permainan) dalam acara Workshop Permainan Tradisional “Kakua Buta” (Penyu Buta) di Gedung Mario, Jumat 26 Juni 2026. Workshop dalam kegiatan Pemajuan Kebudayaan dari Badan Pelestarian Kebudayaan Bali yang memberikan bantuan kepada I Wayan Sumerta Dana Arta itu menghadirkan dua narasumber, yaitu I Nyoman Budarsana dan Dewa Gede Sudarma.

Anak-anak itu telah mempersiapkan diri sejak pagi. Mereka berkumpul di sekolahnya, lalu naik bus untuk bisa sampai di gedung kesenian yang terletak di jantung Kota Tabanan itu. Wajah mereka sangat senang. Mereka bermain dengan mengenakan busana adat, seperti kain, baju kaos dan udeng untuk anak laki-laki. Selama dua jam mereka menikmati permainan tradisional yang dipercaya dapat membentuk karakter. Melalui permaian itu, mereka juga belajar tentang pentingnya menjaga kelestarian alam dengan cara bermain.

Sebab, Kekua Buta merupakan permainan tradisional Bali yang mengajak anak-anak mengenal dan menyayangi binatang langka, salah satunya penyu. Permainan ini dapat dimainkan oleh 12 anak hingga 20 anak secara berkelompok. Setiap kelompok terdiri atas dua orang. Satu anak berperan sebagai kekua (anak yang lari dengan kedua tangan dengan mata ditutup). Sementara, satu anak berperan sebagai pendamping kekua yang mengangkat kedua kaki dan mengarahkan.

Narasumber pada Workshop Permainan Tradisional “Kakua Buta” (Penyu Buta) di Gedung Mario, Jumat 26 Juni 2026

Sebelum permainan dimulai, seluruh anak-anak bernyanyi, melantunkan lagu tentang pelestarian kekua atau penyu. Lagu dengan struktur melodi sederhana dan lirik yang berulang secara alami sangat mudah diikuti seluruh yang hadir. Dalam kebersamaan itu, mereka kemudian bernyanyi:

• Timpal-timpal ngiring lestariang beburone ane langka
(teman-teman ayo lestarikan bianatang langka)
• Timpal-timpal ngiring lestariang beburone ane langka
(teman-teman ayo lestarikan bianatang langka)
• Apa to…, apa to…, adane, ento kekua
(apa itu, apa itu, namanya penyu)
• Jalan lebang ka pasihe
(ayo lepas ke laut)
• Jemak batisne, ekutne egol-egol
(ambil kakinya, ekornya goyang-goyang)

Ketika lagu pada kalimat “jemak batisne, ekutne egol-egol” anak yang dibelakang mengangkat kedua kaki anak yang berperan sebagai kekua, lalu berlari. Masing-masing kelompok mengerahkan seluruh kekuatan untuk menjadi pemenang. Tidak sedikit anak yang berperan sebagai kekua itu keluar lintasan karena matanya tertutup (buta). Itu karena anak dibelakkang, tidak baik mengarahkan temannya, sehingga kekua keluar lintasan, bahkan jatuh. Tawa pun kembali pecah.

Permainan menggunakan sistem perlombaan. Kelompok yang paling cepat mencapai garis akhir dan tetap berada di dalam lintasan akan menjadi pemenang. Kelompok yang menang kemudian dikumpulkan, kemudian bertanding untuk menjadi penenang kembali, sehingga memperoleh satu kelompok yang terbaik. Meski sudah diberikan kesempatan bermain, namun ada saja yang tidak puas, sehingga melakukan secara berulang-ulang saking serunya.

Sejarah dan manfaat

Sebelum praktik berlangsung, para peserta mengikuti sesi pengenalan mengenai sejarah dan filosofi permainan. Narasumber I Nyoman Budarsana menjelaskan, Maplayanan Kakua Buta diciptakan oleh I Wayan Sumerta Dana Arta atau yang akrab disapa Wayan Mokoh pada tahun 2016. Permainan ini lahir sebagai media edukasi untuk mengenalkan satwa langka kepada generasi muda, terutama penyu yang populasinya perlu terus dijaga.

Menurut Budarsana, inspirasi permainan tersebut muncul ketika Wayan Mokoh menyaksikan kegiatan pelepasan tukik di Pantai Yeh Gangga, Tabanan. Saat itu, wisatawan mancanegara tampak antusias melepas anak-anak penyu menuju laut sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

“Semangat itulah yang ingin dikenalkan dan ditularkan kepada anak-anak, agar mereka tumbuh dengan kesadaran untuk menjaga binatang langka sekaligus melestarikan lingkungan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa penyu merupakan satwa yang dilindungi sehingga masyarakat memiliki tanggung jawab menjaga kebersihan pantai dan laut sebagai habitatnya.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, Budarsana menilai permainan tradisional memiliki peran yang semakin penting. Selain menjadi media rekreasi, permainan tradisional mampu menyeimbangkan tumbuh kembang anak melalui aktivitas fisik, membangun kemampuan sosial, melatih sportivitas, serta menjaga keberlangsungan warisan budaya Bali.

Atraksi maplayanan

Sementara itu, narasumber Dewa Gede Sudarma menjelaskan, gerakan dalam permainan Kakua Buta memberikan manfaat bagi kebugaran tubuh. Posisi berjalan menggunakan tangan sambil menopang berat badan mampu melatih kekuatan otot lengan, otot perut, otot punggung, daya tahan, serta keseimbangan tubuh.

“Permainan Kakua Buta dapat memperkuat otot lengan, otot perut, dan otot punggung. Selain menyenangkan, permainan ini juga menyehatkan,” katanya.

Workshop ini menunjukkan bahwa permainan tradisional bukan sekadar hiburan. Di balik tawa dan keceriaan anak-anak, tersimpan pelajaran tentang kerja sama, kepercayaan, kecintaan terhadap alam, serta pentingnya melestarikan budaya lokal agar tetap hidup di tengah perubahan zaman. [T]

Reporter/Penulis: Wahyu Mahaputra
Editor: Adnyana Ole

Tags: permainan anak-anakpermainan tradisional anak-anaktabanan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kembalinya Roh Teo-Estetika —Menguatkan Kembali Konsolidasi Sosial Masyarakat Banjar Bukit Buwung Kesiman Melalui Kesenian Dramatari Arja

Next Post

Menurunkan Standar, Meninggikan Prestise

Wahyu Mahaputra

Wahyu Mahaputra

Bernama lengkap I Putu Wahyu Mahaputra, akrab dipanggil WM Putra, lahir di Gianyar, 14 Maret 2004. Masyarakat sipil biasa yang baru belajar menulis dan gemar mendengarkan nada-nada minor, sedang menempuh pendidikan di program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Pendidikan Ganesha.

Related Posts

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails
Next Post
Menurunkan Standar, Meninggikan Prestise

Menurunkan Standar, Meninggikan Prestise

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin
Esai

Sapta Timira dan Godaan Seorang Pemimpin

KEPEMIMPINAN sejati bukan sekadar kemampuan memerintah, melainkan kesanggupan mengendalikan diri. Sebab, tantangan terbesar seorang pemimpin sering kali bukan datang dari...

by Raka Prama Putra
October 10, 2026
Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?
Ulas Rupa

Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?

KITA yang terlampau serius atau memang ongkos sebuah industri adalah kekakuan kreatifitas. Barangkali unek-unek semacam ini yang berputar-putar di kepalaku...

by Made Chandra
October 10, 2026
“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara
Esai

“De Liunan Lala-Lele!” — Efektivitas Orang Bali dalam Berbicara

"De Liunan Lala-Lele!" Kalimat itu sering saya dengar sebagai orang Bali, terutama ketika maksud lawan bicara dianggap kurang jelas, berputar-putar,...

by Angga Wijaya
October 10, 2026
China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga
Esai

China, Tibet, dan Bali: Ketika Pembangunan Kehilangan Mata Ketiga

China yang Membuat Dunia Terpesona China hari ini sulit untuk tidak dikagumi. Dalam beberapa dekade, negeri itu berubah menjadi salah...

by Agung Sudarsa
October 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

“In Money We Trust”, Kembalikan Baliku Padaku

SIDANG pembaca yang budiman, akhir-akhir ini ramai dibicarakan orang, menyoal lontaran Arya Wedakarna (AWK). Di tengah polemik tentang pengalaman sejumlah...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 9, 2026
Sandyakalaning Demokrasi — Sekumpulan Esai Sosial dan Politik
Buku Tatkala

Sandyakalaning Demokrasi — Sekumpulan Esai Sosial dan Politik

Judul: Sandyakalaning Demokrasi - Sekumpulan Esai Sosial dan Politik Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Teddy Chrisprimanata Putra ISBN: Masih...

by Buku Tatkala
October 9, 2026
 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki
Ulas Film

 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki

SUDAH bertahun-tahun semenjak film ini lahir, saya tak pernah sekalipun menonton film-film Ghibli. Karena terhalang kendala biaya, juga karena saya...

by Wisnu Oktaditya
October 9, 2026
Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University
Persona

Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

APA yang terjadi ketika tradisi dipakai sebagai ruang dialog dan ruang untuk bertanya secara kritis? Pertanyaan semacam itu terasa penting...

by Wayan Jengki Sunarta
October 9, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya
Panggung

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Kita Semua Sehat, Sampai Tubuh Menuntut Tagihannya

KAPAN terakhir kali kita bertanya, "Gimana kabar mental gue hari ini?" Kita hafal jadwal servis motor. Kita ingat tanggal bayar...

by Tri Nugroho Adi
October 8, 2026
Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca
Esai

Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca

MEMBACA selama ini kerap diposisikan sebagai keterampilan reseptif dalam pembelajaran bahasa. Bersama menyimak, membaca dipahami sebagai keterampilan untuk menerima bahasa,...

by I Kadek Adhi Dwipayana
October 8, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co