18 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gadis Kretek, Ubud, dan Sedikit Hantu-hantu: Perbincangan Singkat dengan Ratih Kumala

Kadek Sonia Piscayanti by Kadek Sonia Piscayanti
November 3, 2024
in Khas
Gadis Kretek, Ubud, dan Sedikit Hantu-hantu: Perbincangan Singkat dengan Ratih Kumala

Ratih Kumala (kiri) bersama Kadek Sonia Piscayanti | Foto: tatkala.co

MINGGU, 27 Oktober, sebelum Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) 2024 benar-benar berakhir, saya menyempatkan bertemu kembali dengan Agustinus Wibowo, penulis perjalanan yang tersohor itu dan Ratih Kumala penulis Gadis Kretek yang fenomenal itu. Saat itu, saya punya agenda singkat, ngobrol dengan Agustinus dan Ratih, di sela-sela program-program menarik di akhir UWRF.

Dengan kepadatan lalu lintas Ubud yang sering tanpa kenal lelah terjadi, berjanji bertemu kedua penulis ini pun jadi sulit. Saya mengirim whatsapp kepada Agustinus, bertanya dimanakah keberadaannya. Ketika dia menjawab masih di hotel, saya beranikan bertanya apakah bisa saya menjemputnya langsung.

Diapun setuju. Dari hotel saya menuju ke hotel Agustinus ternyata tidak jauh, dan bersama Agustinus ternyata Mbak Ratihpun ikut serta. Akhirnya pembicaraan mengalir di mobil selama perjalanan. Tentang segala hal.

Agustinus banyak bicara soal pengalamannya di Nepal. Saya dan Agustinus berbagi cerita soal Nepal, soal Pokhara dan Sarangkot, dan tentang keindahan budaya dan magisnya Nepal. Mbak Ratih di belakang tampaknya juga menyimak dan sesekali menimpali. Kami bicara soal hantu, soal mistis, soal kejadian Agustinus di Nepal yang di hotelnya kran air bergerak sendiri.

Mbak Ratih juga bicara soal TV yang menyala sendiri. Yang awalnya dikira hantu ternyata itu semacam alarm dari hotel untuk membangunkannya.

 Saya juga bicara soal kipas angin di kamar yang bergerak sendiri, lalu soal sendok yang tiba-tiba tersedia di atas meja, padahal belum diambil. Mungkin hantunya mau makan malam. Atau ibu saya yang bersama saya di kamar mulai pikun, sempat mengambil sendok tapi lupa. Intinya kami bicara hantu-hantu dengan seru.

Ratih Kumala (tengah) bersama Dee Lestari (kiri) dan saya (Kadek Sonia Piscayanti) | Foto: tatkala.co/Rusdy

Lalu mengalir ke soal karakter-karakter. Jenis-jenis karakter yang dipahami sangat mendalam oleh Agustinus dan menjadi serius kami bahas. Kami membahas tipe karakter INTJ, ENFP, campuran INTJ dan ENFP, dan atau kecenderungan lain. Keseruan itu diselingi dengan cerita soal keganjilan-keganjilan karakter tertentu yang dapat dianalisis dengan mendalam. 

Lalu kami bicara soal menulis. Tentang karakter. Tentang proses kreatif menulis. Saya sebagai sopir, merasa bersyukur bahwa Ubud macet dan kami harus memutar balik arah. Karena di dalam mobil kami jadi sempat bicara.

Saya menikmati perubahan rute yang lumayan jauh menuju venue festival. Lalu dalam tempo itu saya bertanya kepada Mbak Ratih secuil saja soal proses kreatif penulisan novel Gadis Kretek. Kurang lebih berapa lama proses riset dan menulisnya. Bagaimana Ratih menemukan karakter dan menghidupkannya.

***

Gadis Kretek adalah sebuah novel fiksi karya Ratih Kumala yang sukses membuat dunia sastra sekaligus film menjadi riuh-rendah. Difilmkan dengan judul yang sama oleh Kamila Andini, film Gadis Kretek menjadi sebuah perbincangan karena memenangkan penghargaan dimana-mana.

Ratih Kumala (kiri) di UWRF 2024 | Foto: tatkala.co/Rusdy

Gadis Kretek diterbitkan pertama kali tahun 2012 oleh Gramedia Pustaka Utama, lalu hingga akhir tahun 2023 ia telah dicetak sebanyak 12 kali, dengan cetakan bersampul series Netflix, yaitu cetakan ke 11 dan 12.

Di dalam novel ini, Ratih menyajikan sebagian sejarah dunia kretek di Indonesia, yang lekat dengan isu feminisme, ketika Jeng Yah sebagai perempuan menjadi pusat cerita, bahwa dia adalah perempuan yang tahu ingin menjadi apa, menjadi bagian dari sejarah peracik saus kretek.

Kala itu urusan rasa didominasi oleh laki-laki dan Jeng Yah dengan kesadaran sebagai perempuan memberontak tradisi itu dan bercita-cita meracik saus sendiri untuk menciptakan rasa ‘perempuan’ pada dunia kretek yang sangat laki-laki.

Perjuangan Jeng Yah sendiri sangat kompleks, ia menjadi pewaris usaha kretek ayahnya sekaligus tumbal bisnis ayahnya, sekaligus pejuang cinta sekaligus menjadi korban politik, dan menyerah pada kuasa takdirnya.

Kompleksitas konflik dalam Gadis Kretek ini sangat detail dan rumit, karena masing-masing karakter memiliki persoalan internal dan riwayat yang saling terkait. Seluruh latar historis novel ini menjadi sangat menyentuh dan mengakar pada Indonesia tahun 1960-1970an.

Ulang-alik karakter dengan segenap konflik batin mereka yang kompleks menjadikan novel ini penting dalam menautkan berbagai hal, isu feminisme, cinta, kapitalisme, politik dan budaya. Tak heran jika seriesnya di Netflix yang menghadirkan Dian Sastrowardoyo sebagai bintang menjadi perbincangan dimana-mana.

Dan series inipun diganjar penghargaan sebagai Best Mini Series di Seoul International Drama Awards 2024dan jugaAsian Contents Awards & Global OTT Awards 2024.Novel Gadis Kretek juga diberi penghargaan Chommanard Women’s Literary Award 2024dari Thailand.

***

Saya mendapat buku Gadis Kretek dari sebuah festival di Larantuka, yaitu Flores Writers Festival. Saya bertemu Eka Kurniawan, yang adalah suami dari penulis Gadis Kretek, Ratih Kumala. Saat itu Ratih tidak ikut ke Larantuka bersama Eka.

Dari perbincangan saya dengan Eka, saya tahu Ratih akan ke Ubud Writers and Readers Festival. Saya pun berjanji akan bertemu dan ngobrol dengannya di Ubud. Benar saja, kami akhirnya bertemu di Ubud. Bahkan satu mobil dan saya yang menyupirinya.

Menurut Ratih, ia menulis Gadis Kretek selama 4 tahun. Riset sekaligus menulis, menurut dia terjadi berbarengan karena dengan menulis sambil meriset dia bisa langsung membangun alur dan mengembangkan karakter.

Saya bersama Agustinus Wibowo | Foto: tatkala.co/Rusdy

Ia mengatakan bahwa ia penganut proses yang memulai dari mana saja, tidak dari introduction, middle, end. Dia bisa memulai dengan acak, tengah, akhir, depan, tengah lagi, dan seterusnya. Dia hanya punya alur dan batang cerita. Karakter ia kembangkan dengan telaten, dengan riset beberapa karakter yang ia gabungkan dan kembangkan lagi, menghidupkannya dengan fiksi.

Gadis Kretek menurut Ratih adalah sebuah fiksi, namun riset soal pabrik kretek memang benar adanya. Ia mencoba menghidupkan karakter dengan latar yang kuat dan alasan yang manusiawi. Cinta adalah penghubung memori di masa lalu dan masa depan.

Keberhasilan Ratih menurut saya adalah bahwa ia menjadikan sejarah manusia di masa lalu menjadi lebih terasa kontekstual dan menyentuh di masa kini. Fakta bahwa film ini mendapat banyak penghargaan menjadi sebuah bonus bagaimana fiksi hadir menjadi bagian dari sebuah kesaksian sejarah yang tidak dapat diabaikan posisinya.

Sesungguhnya saya masih ingin banyak menggali soal Gadis Kretek, namun kami ternyata telah tiba di parkir di venue. Dan Ratih bergegas mengejar panel yang ingin ia datangi, sementara saya dan Agustinus melanjutkan perbincangan di sebuah cafe, kami minum teh dan berbagi cerita.

Demikianlah UWRF mempertemukan kami, menautkan kami di mana-mana, di jalanan yang macet, di mobil, di cafe, di angan-benak-masa lalu-masa depan-dan masa antara yang kami coba pahami pelan-pelan. [T]

Reporter/Penulis: Kadek Sonia Piscayanti
Editor: Adnyana Ole

Melihat Fatris dari Pinggir
Saya Emerging Writer UWRF 2024, Namun Hidup Harus Tetap Berjalan: Sebuah Refleksi
Soesilo Toer, 100 Tahun Pramoedya Ananta Toer, dan Cerita Tak Biasa  di UWRF 2024
Berawal dari Musik, Puisi, Lalu Puisi-Musik: Perjumpaan Pertama dengan Tan Lioe Ie
Haru Menguar dengan Tetes atau Tanpa Tetes Air Mata : Dari Pemutaran Film Eksil di UWRF 2024
Bertemu Dee Lestari di UWRF 2024, Bertemu “Tanpa Rencana”, Sebuah Karya yang Jujur
Tags: apresiasi sastrafilmnovelRatih KumalaUbudUWRF 2024
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

 Salib | Cerpen Erik Bhiu

Next Post

Kelindan Mimpi dan Kenyataan: UWRF dari Mata Penulis Kemarin Sore

Kadek Sonia Piscayanti

Kadek Sonia Piscayanti

Penulis adalah dosen di Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja

Related Posts

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

by Emi Suy
May 11, 2026
0
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

Read moreDetails

Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
0
Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

LAMPU-lampu ruangan mendadak padam. Suasana di ballroom yang sedari awal riuh perlahan berubah sunyi. Ratusan pasang mata menoleh ke belakang...

Read moreDetails

Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

by Gading Ganesha
May 2, 2026
0
Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

JUMAT sore, bertepatan dengan Hari Buruh, 1 Mei, saya mampir ke Bichito sebuah kafe baru di Jalan Gajah Mada, Singaraja,...

Read moreDetails

Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

by I Nyoman Darma Putra
May 1, 2026
0
Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

PERINGATAN 100 tahun kelahiran sastrawan Bali modern I Made Sanggra diselenggarakan secara khidmat di kediamannya di Sukawati, bertepatan dengan hari...

Read moreDetails

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026
0
Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

Read moreDetails

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

Read moreDetails

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails
Next Post
Kelindan Mimpi dan Kenyataan: UWRF dari Mata Penulis Kemarin Sore

Kelindan Mimpi dan Kenyataan: UWRF dari Mata Penulis Kemarin Sore

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Perkuat Toleransi dan Semangat Persatuan’ —Begitu Kata Ketua MPR Ahmad Muzani saat Beri Kuliah Umum Kebangsaan di Institut Mpu Kuturan
Pendidikan

‘Perkuat Toleransi dan Semangat Persatuan’ —Begitu Kata Ketua MPR Ahmad Muzani saat Beri Kuliah Umum Kebangsaan di Institut Mpu Kuturan

KETUA MPR RI, Ahmad Muzani memberikan Kuliah Umum Kebangsaan kepada sivitas akademika Institut Mpu Kuturan (IMK) pada Jumat (15/5) sore....

by Son Lomri
May 15, 2026
Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo
Esai

Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo

“The man who wears the shoe knows best that it pinches and where it pinches, even if the expert shoemaker...

by Faris Widiyatmoko
May 15, 2026
Hikayat Rempah dalam Prasasti dan Lontar Bali
Liputan Khusus

Hikayat Rempah dalam Prasasti dan Lontar Bali

LIMA tahun lalu, kawan saya, Dian Suryantini—jurnalis sekaligus akademisi yang tinggal di Singaraja, Bali—bercerita tentang neneknya, Nyoman Landri, warga Banjar...

by Jaswanto
May 15, 2026
Leak Tanah Bali: Kiprah Teranyar Amplitherapy Nan Garang & Swakendali
Hiburan

Leak Tanah Bali: Kiprah Teranyar Amplitherapy Nan Garang & Swakendali

ALBUM penuh terbaru Amplitherapy bertajuk Leak Tanah Bali yang dijadwalkan terbit pada 16 Mei 2026 menandai babak baru perjalanan musikal...

by Nyoman Budarsana
May 15, 2026
Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan
Bahasa

Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan

PERNAHKAH Anda memperhatikan penulisan atau ejaan konten seseorang saat sedang berselancar di media sosial? Kesalahan tik atau saltik yang populer...

by I Made Sudiana
May 15, 2026
Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital
Ulas Musik

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital

DALAM lanskap rock progresif 1970-an, “Castle Walls” tampil sebagai balada megah yang sarat ketegangan emosional. Ditulis dan dinyanyikan oleh vokalis...

by Ahmad Sihabudin
May 14, 2026
Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
Ulas Buku

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
Esai

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
Panggung

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
Pop

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

by tatkala
May 14, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co