22 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gadis Kretek, Ubud, dan Sedikit Hantu-hantu: Perbincangan Singkat dengan Ratih Kumala

Kadek Sonia Piscayanti by Kadek Sonia Piscayanti
November 3, 2024
in Khas
Gadis Kretek, Ubud, dan Sedikit Hantu-hantu: Perbincangan Singkat dengan Ratih Kumala

Ratih Kumala (kiri) bersama Kadek Sonia Piscayanti | Foto: tatkala.co

MINGGU, 27 Oktober, sebelum Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) 2024 benar-benar berakhir, saya menyempatkan bertemu kembali dengan Agustinus Wibowo, penulis perjalanan yang tersohor itu dan Ratih Kumala penulis Gadis Kretek yang fenomenal itu. Saat itu, saya punya agenda singkat, ngobrol dengan Agustinus dan Ratih, di sela-sela program-program menarik di akhir UWRF.

Dengan kepadatan lalu lintas Ubud yang sering tanpa kenal lelah terjadi, berjanji bertemu kedua penulis ini pun jadi sulit. Saya mengirim whatsapp kepada Agustinus, bertanya dimanakah keberadaannya. Ketika dia menjawab masih di hotel, saya beranikan bertanya apakah bisa saya menjemputnya langsung.

Diapun setuju. Dari hotel saya menuju ke hotel Agustinus ternyata tidak jauh, dan bersama Agustinus ternyata Mbak Ratihpun ikut serta. Akhirnya pembicaraan mengalir di mobil selama perjalanan. Tentang segala hal.

Agustinus banyak bicara soal pengalamannya di Nepal. Saya dan Agustinus berbagi cerita soal Nepal, soal Pokhara dan Sarangkot, dan tentang keindahan budaya dan magisnya Nepal. Mbak Ratih di belakang tampaknya juga menyimak dan sesekali menimpali. Kami bicara soal hantu, soal mistis, soal kejadian Agustinus di Nepal yang di hotelnya kran air bergerak sendiri.

Mbak Ratih juga bicara soal TV yang menyala sendiri. Yang awalnya dikira hantu ternyata itu semacam alarm dari hotel untuk membangunkannya.

 Saya juga bicara soal kipas angin di kamar yang bergerak sendiri, lalu soal sendok yang tiba-tiba tersedia di atas meja, padahal belum diambil. Mungkin hantunya mau makan malam. Atau ibu saya yang bersama saya di kamar mulai pikun, sempat mengambil sendok tapi lupa. Intinya kami bicara hantu-hantu dengan seru.

Ratih Kumala (tengah) bersama Dee Lestari (kiri) dan saya (Kadek Sonia Piscayanti) | Foto: tatkala.co/Rusdy

Lalu mengalir ke soal karakter-karakter. Jenis-jenis karakter yang dipahami sangat mendalam oleh Agustinus dan menjadi serius kami bahas. Kami membahas tipe karakter INTJ, ENFP, campuran INTJ dan ENFP, dan atau kecenderungan lain. Keseruan itu diselingi dengan cerita soal keganjilan-keganjilan karakter tertentu yang dapat dianalisis dengan mendalam. 

Lalu kami bicara soal menulis. Tentang karakter. Tentang proses kreatif menulis. Saya sebagai sopir, merasa bersyukur bahwa Ubud macet dan kami harus memutar balik arah. Karena di dalam mobil kami jadi sempat bicara.

Saya menikmati perubahan rute yang lumayan jauh menuju venue festival. Lalu dalam tempo itu saya bertanya kepada Mbak Ratih secuil saja soal proses kreatif penulisan novel Gadis Kretek. Kurang lebih berapa lama proses riset dan menulisnya. Bagaimana Ratih menemukan karakter dan menghidupkannya.

***

Gadis Kretek adalah sebuah novel fiksi karya Ratih Kumala yang sukses membuat dunia sastra sekaligus film menjadi riuh-rendah. Difilmkan dengan judul yang sama oleh Kamila Andini, film Gadis Kretek menjadi sebuah perbincangan karena memenangkan penghargaan dimana-mana.

Ratih Kumala (kiri) di UWRF 2024 | Foto: tatkala.co/Rusdy

Gadis Kretek diterbitkan pertama kali tahun 2012 oleh Gramedia Pustaka Utama, lalu hingga akhir tahun 2023 ia telah dicetak sebanyak 12 kali, dengan cetakan bersampul series Netflix, yaitu cetakan ke 11 dan 12.

Di dalam novel ini, Ratih menyajikan sebagian sejarah dunia kretek di Indonesia, yang lekat dengan isu feminisme, ketika Jeng Yah sebagai perempuan menjadi pusat cerita, bahwa dia adalah perempuan yang tahu ingin menjadi apa, menjadi bagian dari sejarah peracik saus kretek.

Kala itu urusan rasa didominasi oleh laki-laki dan Jeng Yah dengan kesadaran sebagai perempuan memberontak tradisi itu dan bercita-cita meracik saus sendiri untuk menciptakan rasa ‘perempuan’ pada dunia kretek yang sangat laki-laki.

Perjuangan Jeng Yah sendiri sangat kompleks, ia menjadi pewaris usaha kretek ayahnya sekaligus tumbal bisnis ayahnya, sekaligus pejuang cinta sekaligus menjadi korban politik, dan menyerah pada kuasa takdirnya.

Kompleksitas konflik dalam Gadis Kretek ini sangat detail dan rumit, karena masing-masing karakter memiliki persoalan internal dan riwayat yang saling terkait. Seluruh latar historis novel ini menjadi sangat menyentuh dan mengakar pada Indonesia tahun 1960-1970an.

Ulang-alik karakter dengan segenap konflik batin mereka yang kompleks menjadikan novel ini penting dalam menautkan berbagai hal, isu feminisme, cinta, kapitalisme, politik dan budaya. Tak heran jika seriesnya di Netflix yang menghadirkan Dian Sastrowardoyo sebagai bintang menjadi perbincangan dimana-mana.

Dan series inipun diganjar penghargaan sebagai Best Mini Series di Seoul International Drama Awards 2024dan jugaAsian Contents Awards & Global OTT Awards 2024.Novel Gadis Kretek juga diberi penghargaan Chommanard Women’s Literary Award 2024dari Thailand.

***

Saya mendapat buku Gadis Kretek dari sebuah festival di Larantuka, yaitu Flores Writers Festival. Saya bertemu Eka Kurniawan, yang adalah suami dari penulis Gadis Kretek, Ratih Kumala. Saat itu Ratih tidak ikut ke Larantuka bersama Eka.

Dari perbincangan saya dengan Eka, saya tahu Ratih akan ke Ubud Writers and Readers Festival. Saya pun berjanji akan bertemu dan ngobrol dengannya di Ubud. Benar saja, kami akhirnya bertemu di Ubud. Bahkan satu mobil dan saya yang menyupirinya.

Menurut Ratih, ia menulis Gadis Kretek selama 4 tahun. Riset sekaligus menulis, menurut dia terjadi berbarengan karena dengan menulis sambil meriset dia bisa langsung membangun alur dan mengembangkan karakter.

Saya bersama Agustinus Wibowo | Foto: tatkala.co/Rusdy

Ia mengatakan bahwa ia penganut proses yang memulai dari mana saja, tidak dari introduction, middle, end. Dia bisa memulai dengan acak, tengah, akhir, depan, tengah lagi, dan seterusnya. Dia hanya punya alur dan batang cerita. Karakter ia kembangkan dengan telaten, dengan riset beberapa karakter yang ia gabungkan dan kembangkan lagi, menghidupkannya dengan fiksi.

Gadis Kretek menurut Ratih adalah sebuah fiksi, namun riset soal pabrik kretek memang benar adanya. Ia mencoba menghidupkan karakter dengan latar yang kuat dan alasan yang manusiawi. Cinta adalah penghubung memori di masa lalu dan masa depan.

Keberhasilan Ratih menurut saya adalah bahwa ia menjadikan sejarah manusia di masa lalu menjadi lebih terasa kontekstual dan menyentuh di masa kini. Fakta bahwa film ini mendapat banyak penghargaan menjadi sebuah bonus bagaimana fiksi hadir menjadi bagian dari sebuah kesaksian sejarah yang tidak dapat diabaikan posisinya.

Sesungguhnya saya masih ingin banyak menggali soal Gadis Kretek, namun kami ternyata telah tiba di parkir di venue. Dan Ratih bergegas mengejar panel yang ingin ia datangi, sementara saya dan Agustinus melanjutkan perbincangan di sebuah cafe, kami minum teh dan berbagi cerita.

Demikianlah UWRF mempertemukan kami, menautkan kami di mana-mana, di jalanan yang macet, di mobil, di cafe, di angan-benak-masa lalu-masa depan-dan masa antara yang kami coba pahami pelan-pelan. [T]

Reporter/Penulis: Kadek Sonia Piscayanti
Editor: Adnyana Ole

Melihat Fatris dari Pinggir
Saya Emerging Writer UWRF 2024, Namun Hidup Harus Tetap Berjalan: Sebuah Refleksi
Soesilo Toer, 100 Tahun Pramoedya Ananta Toer, dan Cerita Tak Biasa  di UWRF 2024
Berawal dari Musik, Puisi, Lalu Puisi-Musik: Perjumpaan Pertama dengan Tan Lioe Ie
Haru Menguar dengan Tetes atau Tanpa Tetes Air Mata : Dari Pemutaran Film Eksil di UWRF 2024
Bertemu Dee Lestari di UWRF 2024, Bertemu “Tanpa Rencana”, Sebuah Karya yang Jujur
Tags: apresiasi sastrafilmnovelRatih KumalaUbudUWRF 2024
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

 Salib | Cerpen Erik Bhiu

Next Post

Kelindan Mimpi dan Kenyataan: UWRF dari Mata Penulis Kemarin Sore

Kadek Sonia Piscayanti

Kadek Sonia Piscayanti

Penulis adalah dosen di Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja

Related Posts

Sastra Masuk Kurikulum: Guru Menjadi Kunci Penguatan Literasi di Sekolah

by Nyoman Budarsana
July 21, 2026
0
Sastra Masuk Kurikulum: Guru Menjadi Kunci Penguatan Literasi di Sekolah

PROGRAM Sastra Masuk Kurikulum menjadi salah satu isu penting yang mengemuka dalam rangkaian Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun...

Read moreDetails

Ketika Barang Bekas Menjelma Produk Bernilai Guna di Pameran Kreativitas Ignite Fest Kesbam 2026

by Dede Putra Wiguna
July 20, 2026
0
Ketika Barang Bekas Menjelma Produk Bernilai Guna di Pameran Kreativitas Ignite Fest Kesbam 2026

KALA itu, pada hari keempat Ignite Fest, Kamis, 16 Juli 2026, kawasan di depan aula hingga halaman SMKS Kesehatan Bali...

Read moreDetails

Menelisik Napas Puisi di Bali, Ketika Kata-Kata Bertahan Melawan Zaman

by Nyoman Budarsana
July 20, 2026
0
Menelisik Napas Puisi di Bali, Ketika Kata-Kata Bertahan Melawan Zaman

DI Beranda Pustaka Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII tahun 2026 yang dipenuhi percakapan hangat pada Sabtu (18/7), para penyair...

Read moreDetails

Lomba Lagu Pop Bali Festival Seni Bali Jani VIII 2026 Bak “Perang Bintang”

by Nyoman Budarsana
July 20, 2026
0
Lomba Lagu Pop Bali Festival Seni Bali Jani VIII 2026 Bak “Perang Bintang”

LOMBA Menyanyi Lagu Pop Bali dalam Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 berlangsung bak "perang bintang". Hampir seluruh...

Read moreDetails

BNN Kota Denpasar Ajak Murid Baru Tangkal Ancaman Narkoba di Ignite Fest Kesbam 2026

by Dede Putra Wiguna
July 19, 2026
0
BNN Kota Denpasar Ajak Murid Baru Tangkal Ancaman Narkoba di Ignite Fest Kesbam 2026

 “Hari ini kalian mungkin berpikir narkoba itu urusan orang lain. Padahal, yang dibutuhkan pengedar hanya satu celah, yaitu rasa penasaran.”...

Read moreDetails

Ignite Fest 2026, Wajah Baru MPLS di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
July 19, 2026
0
Ignite Fest 2026, Wajah Baru MPLS di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SORAK-sorai ratusan murid baru memenuhi Aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam). Sesekali tepuk tangan bergemuruh tatkala acara diselingi penampilan...

Read moreDetails

Lomba Cerpen Festival Seni Bali Jani 2026 Diikuti 172 Peserta, Juri Soroti Orisinalitas Karya di Era AI

by Nyoman Budarsana
July 18, 2026
0
Lomba Cerpen Festival Seni Bali Jani 2026 Diikuti 172 Peserta, Juri Soroti Orisinalitas Karya di Era AI

MINAT masyarakat terhadap dunia sastra kembali menunjukkan geliat yang menggembirakan. Lomba Menulis Cerpen dalam rangka Festival Seni Bali Jani (FSBJ)...

Read moreDetails

Tetap Harus Ada Pembaruan pada Pesta Kesenian Bali, Lewat Rekonstruksi dan Penciptaan Karya Baru

by Nyoman Budarsana
July 16, 2026
0
Tetap Harus Ada Pembaruan pada Pesta Kesenian Bali, Lewat Rekonstruksi dan Penciptaan Karya Baru

MEMASUKI penyelenggaraan ke-48, Pesta Kesenian Bali (PKB) telah menempuh perjalanan panjang sebagai festival seni budaya terbesar di Pulau Dewata. Selama...

Read moreDetails

Merawat Masa Depan Pesta Kesenian Bali Lewat Dialog Antargenerasi

by Nyoman Budarsana
July 16, 2026
0
Merawat Masa Depan Pesta Kesenian Bali Lewat Dialog Antargenerasi

MENJELANG usianya yang mengarah pada setengah abad, Pesta Kesenian Bali (PKB) dihadapkan pada tantangan yang tidak ringan. Festival seni terbesar...

Read moreDetails

Menjernihkan Informasi dan Mendokumentasikan Pesta Kesenian Bali Lewat Jurnalisme

by Nyoman Budarsana
July 16, 2026
0
Menjernihkan Informasi dan Mendokumentasikan Pesta Kesenian Bali Lewat Jurnalisme

DI tengah riuh tepuk tangan yang mengiringi setiap pementasan Pesta Kesenian Bali (PKB), ada pekerjaan lain yang berlangsung tanpa sorot...

Read moreDetails
Next Post
Kelindan Mimpi dan Kenyataan: UWRF dari Mata Penulis Kemarin Sore

Kelindan Mimpi dan Kenyataan: UWRF dari Mata Penulis Kemarin Sore

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Praticaya, Ketika Sang Dasamuka Berbalik Menatap Kita  —Catatan Baleganjur Duta Karangasem di Pesta Kesenian Bali 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Sastra Masuk Kurikulum: Guru Menjadi Kunci Penguatan Literasi di Sekolah
Khas

Sastra Masuk Kurikulum: Guru Menjadi Kunci Penguatan Literasi di Sekolah

PROGRAM Sastra Masuk Kurikulum menjadi salah satu isu penting yang mengemuka dalam rangkaian Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun...

by Nyoman Budarsana
July 21, 2026
“Di Bawah Pohon Sukun”, Teater Selem Putih Menghidupkan Kembali Pergulatan Lahirnya Pancasila
Panggung

“Di Bawah Pohon Sukun”, Teater Selem Putih Menghidupkan Kembali Pergulatan Lahirnya Pancasila

TEATER Selem Putih kembali menunjukkan kekuatan estetikanya dalam Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026. Melalui pementasan Di Bawah...

by Nyoman Budarsana
July 21, 2026
Ketua DPRD Kabupaten Buleleng Berikan Catatan Penting Mengenai Postur APBD serta Fenomena Pencatatan SiLPA
Pemerintahan

Ketua DPRD Kabupaten Buleleng Berikan Catatan Penting Mengenai Postur APBD serta Fenomena Pencatatan SiLPA

SINGARAJA | TATKALA.CO -- Ketua DPRD Kabupaten Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan penting mengenai postur APBD serta fenomena pencatatan...

by tatkala
July 20, 2026
Tubuh yang Dilukiskan, Tak Pernah Dimiliki —Membaca “Agem Ni Pollok” dalam Parade Monolog Festival Seni Bali Jani 2026
Ulas Pentas

Tubuh yang Dilukiskan, Tak Pernah Dimiliki —Membaca “Agem Ni Pollok” dalam Parade Monolog Festival Seni Bali Jani 2026

PARADE Monolog dalam Festival Seni Bali Jani 2016 yang digelar pada 14 Juli  di Gedung Ksirarnawa, dibuka pukul 17.00 Wita,...

by Satria Aditya
July 20, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

Siapa yang Berhak Menentukan Kebebasan Tubuh Perempuan? —-[Menanggapi Tulisan Surfian Rahmat AP]

SEJAK dulu, tubuh perempuan selalu menjadi objek analisis dan justifikasi orang lain. Kita sering mendengar komentar terhadap cara seorang perempuan...

by Early NHS
July 20, 2026
Membangun Buleleng, Membangun Ingatan Sejarah dan Membangun Masa Depan Kota dari Kawasan Titik Nol Singaraja
Opini

Potensi Ekonomi yang Menguap di Titik 0 Singaraja

PADA awal tahun 2026, sebuah proyek bernilai fantastis menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan masyarakat Buleleng. Nama proyek itu sebenarnya...

by I Gede Sena Putrawan
July 20, 2026
Ketika Barang Bekas Menjelma Produk Bernilai Guna di Pameran Kreativitas Ignite Fest Kesbam 2026
Khas

Ketika Barang Bekas Menjelma Produk Bernilai Guna di Pameran Kreativitas Ignite Fest Kesbam 2026

KALA itu, pada hari keempat Ignite Fest, Kamis, 16 Juli 2026, kawasan di depan aula hingga halaman SMKS Kesehatan Bali...

by Dede Putra Wiguna
July 20, 2026
Genesis: Rahim Bumi, Rahim Kehidupan —[Membaca Karya Keramik Ida Ayu Gede Artayani]
Ulas Rupa

Genesis: Rahim Bumi, Rahim Kehidupan —[Membaca Karya Keramik Ida Ayu Gede Artayani]

"Kita tidak mewarisi bumi dari leluhur. Kita meminjamnya dari anak cucu." Kalimat yang sering dikutip dalam berbagai diskusi lingkungan itu...

by Angga Wijaya
July 20, 2026
Anak Sang Zaman —[Tafsir ‘Child in Time’ dari Deep Purple]
Ulas Musik

Anak Sang Zaman —[Tafsir ‘Child in Time’ dari Deep Purple]

DALAM musik rock, ada lagu-lagu yang tidak hanya didengar, tetapi direnungkan. Salah satunya adalah Child in Time dari band legendaris...

by Ahmad Sihabudin
July 20, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Trauma KUD dan Hasrat Politik 2029 Lewat KDMP

POLEMIK seputar Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) hingga kini belum juga surut. Namun the show must go on. Program andalan...

by Chusmeru
July 20, 2026
Nasib Antek-Antek Ronaldo dan Real Madrid di Piala Dunia 2026
Esai

Nasib Antek-Antek Ronaldo dan Real Madrid di Piala Dunia 2026

ISTILAH antek-antek Ronaldo bukan saya yang bikin. Saya mencurinya dari unggahan akun virdian_aurellio di media sosial. Waktu Argentina comeback melawan...

by Rusdy Ulu
July 20, 2026
Menelisik Napas Puisi di Bali, Ketika Kata-Kata Bertahan Melawan Zaman
Khas

Menelisik Napas Puisi di Bali, Ketika Kata-Kata Bertahan Melawan Zaman

DI Beranda Pustaka Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII tahun 2026 yang dipenuhi percakapan hangat pada Sabtu (18/7), para penyair...

by Nyoman Budarsana
July 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co