2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gadis Kretek, Ubud, dan Sedikit Hantu-hantu: Perbincangan Singkat dengan Ratih Kumala

Kadek Sonia Piscayanti by Kadek Sonia Piscayanti
November 3, 2024
in Khas
Gadis Kretek, Ubud, dan Sedikit Hantu-hantu: Perbincangan Singkat dengan Ratih Kumala

Ratih Kumala (kiri) bersama Kadek Sonia Piscayanti | Foto: tatkala.co

MINGGU, 27 Oktober, sebelum Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) 2024 benar-benar berakhir, saya menyempatkan bertemu kembali dengan Agustinus Wibowo, penulis perjalanan yang tersohor itu dan Ratih Kumala penulis Gadis Kretek yang fenomenal itu. Saat itu, saya punya agenda singkat, ngobrol dengan Agustinus dan Ratih, di sela-sela program-program menarik di akhir UWRF.

Dengan kepadatan lalu lintas Ubud yang sering tanpa kenal lelah terjadi, berjanji bertemu kedua penulis ini pun jadi sulit. Saya mengirim whatsapp kepada Agustinus, bertanya dimanakah keberadaannya. Ketika dia menjawab masih di hotel, saya beranikan bertanya apakah bisa saya menjemputnya langsung.

Diapun setuju. Dari hotel saya menuju ke hotel Agustinus ternyata tidak jauh, dan bersama Agustinus ternyata Mbak Ratihpun ikut serta. Akhirnya pembicaraan mengalir di mobil selama perjalanan. Tentang segala hal.

Agustinus banyak bicara soal pengalamannya di Nepal. Saya dan Agustinus berbagi cerita soal Nepal, soal Pokhara dan Sarangkot, dan tentang keindahan budaya dan magisnya Nepal. Mbak Ratih di belakang tampaknya juga menyimak dan sesekali menimpali. Kami bicara soal hantu, soal mistis, soal kejadian Agustinus di Nepal yang di hotelnya kran air bergerak sendiri.

Mbak Ratih juga bicara soal TV yang menyala sendiri. Yang awalnya dikira hantu ternyata itu semacam alarm dari hotel untuk membangunkannya.

 Saya juga bicara soal kipas angin di kamar yang bergerak sendiri, lalu soal sendok yang tiba-tiba tersedia di atas meja, padahal belum diambil. Mungkin hantunya mau makan malam. Atau ibu saya yang bersama saya di kamar mulai pikun, sempat mengambil sendok tapi lupa. Intinya kami bicara hantu-hantu dengan seru.

Ratih Kumala (tengah) bersama Dee Lestari (kiri) dan saya (Kadek Sonia Piscayanti) | Foto: tatkala.co/Rusdy

Lalu mengalir ke soal karakter-karakter. Jenis-jenis karakter yang dipahami sangat mendalam oleh Agustinus dan menjadi serius kami bahas. Kami membahas tipe karakter INTJ, ENFP, campuran INTJ dan ENFP, dan atau kecenderungan lain. Keseruan itu diselingi dengan cerita soal keganjilan-keganjilan karakter tertentu yang dapat dianalisis dengan mendalam. 

Lalu kami bicara soal menulis. Tentang karakter. Tentang proses kreatif menulis. Saya sebagai sopir, merasa bersyukur bahwa Ubud macet dan kami harus memutar balik arah. Karena di dalam mobil kami jadi sempat bicara.

Saya menikmati perubahan rute yang lumayan jauh menuju venue festival. Lalu dalam tempo itu saya bertanya kepada Mbak Ratih secuil saja soal proses kreatif penulisan novel Gadis Kretek. Kurang lebih berapa lama proses riset dan menulisnya. Bagaimana Ratih menemukan karakter dan menghidupkannya.

***

Gadis Kretek adalah sebuah novel fiksi karya Ratih Kumala yang sukses membuat dunia sastra sekaligus film menjadi riuh-rendah. Difilmkan dengan judul yang sama oleh Kamila Andini, film Gadis Kretek menjadi sebuah perbincangan karena memenangkan penghargaan dimana-mana.

Ratih Kumala (kiri) di UWRF 2024 | Foto: tatkala.co/Rusdy

Gadis Kretek diterbitkan pertama kali tahun 2012 oleh Gramedia Pustaka Utama, lalu hingga akhir tahun 2023 ia telah dicetak sebanyak 12 kali, dengan cetakan bersampul series Netflix, yaitu cetakan ke 11 dan 12.

Di dalam novel ini, Ratih menyajikan sebagian sejarah dunia kretek di Indonesia, yang lekat dengan isu feminisme, ketika Jeng Yah sebagai perempuan menjadi pusat cerita, bahwa dia adalah perempuan yang tahu ingin menjadi apa, menjadi bagian dari sejarah peracik saus kretek.

Kala itu urusan rasa didominasi oleh laki-laki dan Jeng Yah dengan kesadaran sebagai perempuan memberontak tradisi itu dan bercita-cita meracik saus sendiri untuk menciptakan rasa ‘perempuan’ pada dunia kretek yang sangat laki-laki.

Perjuangan Jeng Yah sendiri sangat kompleks, ia menjadi pewaris usaha kretek ayahnya sekaligus tumbal bisnis ayahnya, sekaligus pejuang cinta sekaligus menjadi korban politik, dan menyerah pada kuasa takdirnya.

Kompleksitas konflik dalam Gadis Kretek ini sangat detail dan rumit, karena masing-masing karakter memiliki persoalan internal dan riwayat yang saling terkait. Seluruh latar historis novel ini menjadi sangat menyentuh dan mengakar pada Indonesia tahun 1960-1970an.

Ulang-alik karakter dengan segenap konflik batin mereka yang kompleks menjadikan novel ini penting dalam menautkan berbagai hal, isu feminisme, cinta, kapitalisme, politik dan budaya. Tak heran jika seriesnya di Netflix yang menghadirkan Dian Sastrowardoyo sebagai bintang menjadi perbincangan dimana-mana.

Dan series inipun diganjar penghargaan sebagai Best Mini Series di Seoul International Drama Awards 2024dan jugaAsian Contents Awards & Global OTT Awards 2024.Novel Gadis Kretek juga diberi penghargaan Chommanard Women’s Literary Award 2024dari Thailand.

***

Saya mendapat buku Gadis Kretek dari sebuah festival di Larantuka, yaitu Flores Writers Festival. Saya bertemu Eka Kurniawan, yang adalah suami dari penulis Gadis Kretek, Ratih Kumala. Saat itu Ratih tidak ikut ke Larantuka bersama Eka.

Dari perbincangan saya dengan Eka, saya tahu Ratih akan ke Ubud Writers and Readers Festival. Saya pun berjanji akan bertemu dan ngobrol dengannya di Ubud. Benar saja, kami akhirnya bertemu di Ubud. Bahkan satu mobil dan saya yang menyupirinya.

Menurut Ratih, ia menulis Gadis Kretek selama 4 tahun. Riset sekaligus menulis, menurut dia terjadi berbarengan karena dengan menulis sambil meriset dia bisa langsung membangun alur dan mengembangkan karakter.

Saya bersama Agustinus Wibowo | Foto: tatkala.co/Rusdy

Ia mengatakan bahwa ia penganut proses yang memulai dari mana saja, tidak dari introduction, middle, end. Dia bisa memulai dengan acak, tengah, akhir, depan, tengah lagi, dan seterusnya. Dia hanya punya alur dan batang cerita. Karakter ia kembangkan dengan telaten, dengan riset beberapa karakter yang ia gabungkan dan kembangkan lagi, menghidupkannya dengan fiksi.

Gadis Kretek menurut Ratih adalah sebuah fiksi, namun riset soal pabrik kretek memang benar adanya. Ia mencoba menghidupkan karakter dengan latar yang kuat dan alasan yang manusiawi. Cinta adalah penghubung memori di masa lalu dan masa depan.

Keberhasilan Ratih menurut saya adalah bahwa ia menjadikan sejarah manusia di masa lalu menjadi lebih terasa kontekstual dan menyentuh di masa kini. Fakta bahwa film ini mendapat banyak penghargaan menjadi sebuah bonus bagaimana fiksi hadir menjadi bagian dari sebuah kesaksian sejarah yang tidak dapat diabaikan posisinya.

Sesungguhnya saya masih ingin banyak menggali soal Gadis Kretek, namun kami ternyata telah tiba di parkir di venue. Dan Ratih bergegas mengejar panel yang ingin ia datangi, sementara saya dan Agustinus melanjutkan perbincangan di sebuah cafe, kami minum teh dan berbagi cerita.

Demikianlah UWRF mempertemukan kami, menautkan kami di mana-mana, di jalanan yang macet, di mobil, di cafe, di angan-benak-masa lalu-masa depan-dan masa antara yang kami coba pahami pelan-pelan. [T]

Reporter/Penulis: Kadek Sonia Piscayanti
Editor: Adnyana Ole

Melihat Fatris dari Pinggir
Saya Emerging Writer UWRF 2024, Namun Hidup Harus Tetap Berjalan: Sebuah Refleksi
Soesilo Toer, 100 Tahun Pramoedya Ananta Toer, dan Cerita Tak Biasa  di UWRF 2024
Berawal dari Musik, Puisi, Lalu Puisi-Musik: Perjumpaan Pertama dengan Tan Lioe Ie
Haru Menguar dengan Tetes atau Tanpa Tetes Air Mata : Dari Pemutaran Film Eksil di UWRF 2024
Bertemu Dee Lestari di UWRF 2024, Bertemu “Tanpa Rencana”, Sebuah Karya yang Jujur
Tags: apresiasi sastrafilmnovelRatih KumalaUbudUWRF 2024
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

 Salib | Cerpen Erik Bhiu

Next Post

Kelindan Mimpi dan Kenyataan: UWRF dari Mata Penulis Kemarin Sore

Kadek Sonia Piscayanti

Kadek Sonia Piscayanti

Penulis adalah dosen di Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Kelindan Mimpi dan Kenyataan: UWRF dari Mata Penulis Kemarin Sore

Kelindan Mimpi dan Kenyataan: UWRF dari Mata Penulis Kemarin Sore

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co