16 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Merawat Masa Depan Pesta Kesenian Bali Lewat Dialog Antargenerasi

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
July 16, 2026
in Khas
Merawat Masa Depan Pesta Kesenian Bali Lewat Dialog Antargenerasi

Diskusi Budaya Komunitas Wartawan dan Penulis Budaya (Kawiya) Bali bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Pesta Kesenian Bali 2026 | Foto: Istimewa

MENJELANG usianya yang mengarah pada setengah abad, Pesta Kesenian Bali (PKB) dihadapkan pada tantangan yang tidak ringan. Festival seni terbesar di Pulau Dewata itu dituntut bukan hanya mampu mempertahankan kemegahan panggung pertunjukannya, tetapi juga memastikan pengetahuan, nilai, dan ingatan budaya terus diwariskan kepada generasi berikutnya. Di tengah derasnya arus perubahan zaman, regenerasi seniman serta pertemuan antara tradisi dan inovasi menjadi kunci agar denyut PKB tetap hidup.

Gagasan itulah yang mengemuka dalam Diskusi Budaya yang diselenggarakan Komunitas Wartawan dan Penulis Budaya (Kawiya) Bali bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali di Gedung Perpustakaan Taman Budaya Bali, Denpasar, Jumat (19/6/2026). Menghadirkan Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.SKar., M.Hum., dan Dr. I Kadek Suartaya, S.SKar., M.Si., forum tersebut tidak hanya menengok perjalanan panjang PKB sejak kelahirannya, tetapi juga memetakan arah masa depannya sebagai ruang pelestarian, regenerasi, dan pengembangan kebudayaan Bali.

Bagi Prof. Arya Sugiartha, memahami masa depan PKB tidak bisa dilepaskan dari sejarah kelahirannya. Festival ini lahir dari situasi Bali pascatragedi kemanusiaan 1965–1966, ketika banyak seniman menjadi korban dan keberlangsungan kehidupan seni berada dalam ancaman. Dalam kondisi itulah muncul kesadaran untuk menyelamatkan ekosistem kesenian Bali.

Langkah awal diwujudkan melalui pembentukan Listibiya dan pendirian Akademi Seni Tari Indonesia (ASTI) pada 1967. Lembaga pendidikan tersebut menjadi ruang penting bagi proses regenerasi, memastikan pengetahuan dan keterampilan seni tetap diwariskan kepada generasi berikutnya.

Menurut mantan Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali itu, PKB sesungguhnya merupakan kelanjutan dari berbagai ikhtiar yang telah dirintis sebelumnya, termasuk Merdangga Utsawa Gong Kebyar dan Pesta Seni di Werdi Budaya. Upaya-upaya itu kemudian dipersatukan ketika Gubernur Bali Ida Bagus Mantra mengukuhkan festival tersebut dengan nama Pesta Kesenian Bali pada 1979.

Seiring perjalanan waktu, PKB berkembang jauh melampaui fungsi awalnya. Festival ini bukan lagi sekadar ruang pementasan seni, tetapi juga menjadi wahana edukasi, dokumentasi, dialog kebudayaan, hingga regenerasi seniman.

Dalam ekosistem itulah, menurut Arya Sugiartha, seniman senior memegang peran yang tidak tergantikan. Mereka bukan hanya pencipta karya, tetapi juga penjaga memori budaya, pembimbing, kurator, juri, sekaligus penghubung antara tradisi dan generasi baru.

“Seniman senior menjadi transmisi pengetahuan, termasuk etika berkesenian. Kreativitas harus tetap berjalan, tetapi tidak boleh mengabaikan nilai-nilai dan etika budaya Bali,” ujarnya.

Di sisi lain, ia melihat generasi muda membawa energi baru bagi perkembangan seni Bali. Bekal pendidikan formal, penguasaan teknologi digital, jejaring global, serta keberanian melakukan eksplorasi lintas disiplin menjadi modal penting untuk membawa seni Bali terus berkembang. Namun, inovasi tersebut, menurutnya, harus tetap berpijak pada akar tradisi.

Karena itu, ia menawarkan sejumlah strategi agar PKB tetap relevan pada masa mendatang, mulai dari program Maestro dan Murid Kreatif, digitalisasi dokumentasi karya dan pengetahuan seni, kolaborasi lintas generasi, hingga penguatan ruang dialog budaya.

“Keberhasilan PKB ke depan sangat ditentukan oleh kemampuan menjaga keseimbangan antara pelestarian dan inovasi. Inovasi bukan memutus rantai tradisi, melainkan mentransformasikan nilai tradisi ke dalam bahasa artistik yang relevan dengan zamannya,” tegasnya.

Namun, bagi Dr. I Kadek Suartaya, ada satu warisan penting yang selama ini belum mendapat perhatian yang memadai. Di balik setiap pertunjukan yang memukau, sesungguhnya terdapat proses berpikir panjang yang kerap luput didokumentasikan.

Menurutnya, PKB selama ini lebih banyak merekam kemegahan panggung daripada pemikiran para maestro yang melahirkan karya-karya tersebut. Padahal, gagasan, pengalaman, dan refleksi para seniman merupakan bagian penting dari perjalanan kebudayaan Bali.

Ia mencontohkan lahirnya Adi Merdangga pada 1984 yang berawal dari gagasan Gubernur Bali saat itu, Ida Bagus Mantra, untuk menghadirkan bentuk drumband yang berakar pada tradisi Bali, tetapi memiliki semangat modern. Gagasan tersebut kemudian dikembangkan oleh para seniman dan akademisi hingga menjadi salah satu karya monumental dalam perkembangan seni Bali.

“Yang sering terlupakan adalah proses berpikir di balik lahirnya karya tersebut. Jika pemikiran para maestro tidak didokumentasikan, kita akan kehilangan pengetahuan yang sangat berharga bagi generasi berikutnya,” katanya.

Karena itu, Suartaya memandang PKB perlu memperluas fungsinya. Festival budaya terbesar di Bali ini tidak hanya menjadi ruang apresiasi karya seni, tetapi juga tempat mendokumentasikan pemikiran, pengalaman, dan pengetahuan para tokoh seni yang selama puluhan tahun menjaga denyut kebudayaan Bali melalui berkarya, ngayah, dan berbagai aktivitas budaya lainnya.

“Kalau kita ingin PKB tetap relevan hingga puluhan tahun mendatang, maka yang harus dirawat bukan hanya karya-karyanya, tetapi juga pemikiran, gagasan, dan pengetahuan para maestro yang melahirkan karya-karya tersebut,” ujarnya.

Gagasan-gagasan tersebut mendapat sambutan dari Ketua Panitia Diskusi Budaya sekaligus Pembina Kawiya Bali, I Made Subrata. Menurutnya, penyelenggaraan diskusi merupakan bentuk kontribusi Kawiya Bali bersama PWI Bali dalam mendukung misi PKB untuk menggali, melestarikan, dan mengembangkan kesenian Bali. Forum seperti ini diharapkan dapat memperkuat literasi budaya sekaligus menjadi ruang refleksi menjelang perjalanan PKB menuju usia 50 tahun.

Ia menjelaskan, keterlibatan Kawiya Bali dalam kegiatan budaya telah berlangsung secara konsisten. Pada Festival Seni Bali Jani 2023, komunitas ini mementaskan teater Nguber Berita ke Nusa. Saat Bulan Bahasa Bali 2026, Kawiya Bali kembali menghadirkan teater Jaratkaru. Sementara pada PKB 2025, mereka menampilkan Arja Tak Jadi Mati yang dipadukan dengan diskusi budaya bersama Gong Suling Gita Semara Peliatan, Ubud.

Serangkaian PKB XLVIII Tahun 2026, Kawiya Bali bersama PWI Bali kembali memperluas ruang dialog melalui penyelenggaraan lima kali diskusi budaya dengan lima tema berbeda. Langkah tersebut menjadi ikhtiar agar PKB tidak hanya dikenang melalui kemeriahan panggungnya, tetapi juga melalui gagasan-gagasan yang lahir di baliknya.

Sebab, ketika sebuah pertunjukan usai dan tepuk tangan mereda, yang akan tetap tinggal adalah pengetahuan, ingatan, dan nilai-nilai yang diwariskan dari satu generasi kepada generasi berikutnya. Di situlah sesungguhnya masa depan PKB sedang dirawat.[T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Jaswanto

Tags: Komunitas Wartawan dan Penulis Budaya (Kawiya) BaliPersatuan Wartawan Indonesia (PWI) BaliPesta Kesenian BaliPesta Kesenian Bali 2026
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menjernihkan Informasi dan Mendokumentasikan Pesta Kesenian Bali Lewat Jurnalisme

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Menjernihkan Informasi dan Mendokumentasikan Pesta Kesenian Bali Lewat Jurnalisme

by Nyoman Budarsana
July 16, 2026
0
Menjernihkan Informasi dan Mendokumentasikan Pesta Kesenian Bali Lewat Jurnalisme

DI tengah riuh tepuk tangan yang mengiringi setiap pementasan Pesta Kesenian Bali (PKB), ada pekerjaan lain yang berlangsung tanpa sorot...

Read moreDetails

Nyoman Suma Argawa, Penjaga Rupa Utara —Menelusuri Jejak Maestro yang Setia pada Karakter Buleleng

by Komang Puja Savitri
July 15, 2026
0
Nyoman Suma Argawa, Penjaga Rupa Utara —Menelusuri Jejak Maestro yang Setia pada Karakter Buleleng

RUMAH itu kembali ramai, tetapi bukan karena bunyi pahat atau aroma cat yang biasa mengisi ruang-ruangnya. Sabtu, 11 Juli 2026...

Read moreDetails

Kajian 100 Tahun Kepariwisataan Budaya Bali (1927–2027)

by Nyoman Mariyana
July 15, 2026
0
Kajian 100 Tahun Kepariwisataan Budaya Bali (1927–2027)

Tema: Menelusuri Jejak Awal Kepariwisataan Budaya Bali dalam Perspektif Sejarah dan Kebudayaan Focus Group Discussion (FGD) Kajian 100 Tahun Pariwisata...

Read moreDetails

Kreativitas Tanpa Batas Warnai Lomba Tari Modern Festival Seni Bali Jani 2026

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
0
Kreativitas Tanpa Batas Warnai Lomba Tari Modern Festival Seni Bali Jani 2026

LOMBA Tari Modern dalam rangka Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 menghadirkan beragam karya yang mencerminkan perkembangan seni...

Read moreDetails

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
0
Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

DI tengah semarak pertunjukan seni yang mewarnai Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII, hadir sebuah ruang yang menawarkan pengalaman berbeda....

Read moreDetails

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
0
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

Read moreDetails

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
0
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

Read moreDetails

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
0
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

Read moreDetails

Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

FESTIVAL Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 dipastikan hadir lebih semarak. Festival yang menjadi ruang apresiasi seni modern, kontemporer,...

Read moreDetails

Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

PAGI itu, suasana Pantai Cemara, Sanur, mulai dipenuhi antusiasme. Meski sinar matahari sudah terasa menyengat, puluhan orang tetap bersemangat mengikuti...

Read moreDetails
Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Merawat Masa Depan Pesta Kesenian Bali Lewat Dialog Antargenerasi
Khas

Merawat Masa Depan Pesta Kesenian Bali Lewat Dialog Antargenerasi

MENJELANG usianya yang mengarah pada setengah abad, Pesta Kesenian Bali (PKB) dihadapkan pada tantangan yang tidak ringan. Festival seni terbesar...

by Nyoman Budarsana
July 16, 2026
Menjernihkan Informasi dan Mendokumentasikan Pesta Kesenian Bali Lewat Jurnalisme
Khas

Menjernihkan Informasi dan Mendokumentasikan Pesta Kesenian Bali Lewat Jurnalisme

DI tengah riuh tepuk tangan yang mengiringi setiap pementasan Pesta Kesenian Bali (PKB), ada pekerjaan lain yang berlangsung tanpa sorot...

by Nyoman Budarsana
July 16, 2026
Mungkinkah Korut Serang AS?
Esai

Kepemimpinan Transformasional sebagai Jantung Kebijakan Publik dan Komunikasi Politik Modern

TANTANGAN birokrasi di era disrupsi global saat ini menuntut perubahan fundamental dalam paradigma pengelolaan pemerintahan dan cara pemimpin berinteraksi dengan...

by Jerry Indrawan
July 16, 2026
Dunia adalah Cermin Kesadaran Manusia
Esai

Dunia adalah Cermin Kesadaran Manusia

Kita Melihat Dunia Sebagaimana Diri Kita Mengamati perilaku sang istri selama belasan tahun sebagai guru TK, saya punya ungkapan: Seorang...

by Agung Sudarsa
July 16, 2026
“Koloni”: Semut, Semesta, dan Seni Merawat Kehidupan
Ulas Buku

“Koloni”: Semut, Semesta, dan Seni Merawat Kehidupan

Novel Koloni pertama kali diluncurkan oleh Gramedia pada 22 Agustus 2025. Sejak diluncurkan hingga kini, novel ini terus mendapat perhatian...

by I Made Sujaya
July 16, 2026
Menyingkap Relasi Kuasa dalam Novel ‘Koloni’ Karya Ratih Kumala di Singaraja Literary Festival 2026
Panggung

Menyingkap Relasi Kuasa dalam Novel ‘Koloni’ Karya Ratih Kumala di Singaraja Literary Festival 2026

 “Bagi laki-laki yang masih menganut patriarki, saya sarankan jangan membaca buku ini.” Ucapan itu langsung disambut gelak tawa peserta bedah...

by Dede Putra Wiguna
July 16, 2026
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK
Esai

Satu Bahasa Dua Realitas: Mengapa Roy Suryo dan Jokowi Mustahil Saling Memahami?

DALAM panggung politik kontemporer Indonesia, perseteruan antara mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo, dan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi)...

by Nur Inayah Yushar
July 16, 2026
Spesifikasi dan Kelebihan Canon Pixma G1010
Gaya

Spesifikasi dan Kelebihan Canon Pixma G1010

PADA 30 Januari 2018, Canon Indonesia merilis printer terbaru yakni Printer PIXMA Ink Efficient G series.  Ada lima tipe printer...

by tatkala
July 16, 2026
Musikalisasi Puisi Festival Seni Bali Jani 2026, Menyelaraskan Kata, Nada, dan Jiwa
Panggung

Musikalisasi Puisi Festival Seni Bali Jani 2026, Menyelaraskan Kata, Nada, dan Jiwa

MENYAKSIKAN Lomba Musikalisasi Puisi dalam Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 bukan sekadar menikmati pertunjukan musik. Di atas...

by Nyoman Budarsana
July 16, 2026
Ketika Lagu Menjadi Cerita, “Sang Surya Sampun Metangi” Membawa Pesan Bali dalam Harmoni Musik
Panggung

Ketika Lagu Menjadi Cerita, “Sang Surya Sampun Metangi” Membawa Pesan Bali dalam Harmoni Musik

INI bukan sekadar konser musik. "Sang Surya Sampun Metangi" hadir layaknya sebuah perjalanan yang dituturkan melalui lagu. Setiap tembang mengalir...

by Nyoman Budarsana
July 16, 2026
Korupsi, Kekuasaan dan Keserakahan —Ketika Alam Sedang Bersih-Bersih
Esai

Korupsi, Kekuasaan dan Keserakahan —Ketika Alam Sedang Bersih-Bersih

"Power tends to corrupt, and absolute power corrupts absolutely." Kalimat legendaris dari Lord Acton itu kembali terasa relevan ketika bangsa...

by Agung Sudarsa
July 15, 2026
Sekolah Rakyat Vs Sekolah Reguler   
Esai

Dari Sekolah Sepi Menuju Sekolah Rakyat: Pendidikan Bukan Sekadar Transfer Informasi, tetapi Transformasi Kesadaran

Ironi Pendidikan di Tengah Semangat Membangun Masa Depan Berita tentang SDN 6 Bhuana Giri di Bali yang selama empat tahun...

by Agung Sudarsa
July 15, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co