5 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menjernihkan Informasi dan Mendokumentasikan Pesta Kesenian Bali Lewat Jurnalisme

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
July 16, 2026
in Khas
Menjernihkan Informasi dan Mendokumentasikan Pesta Kesenian Bali Lewat Jurnalisme

Diskusi Budaya Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali bersama Komunitas Wartawan Budaya (Kawiya) Bali dalam rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) | Foto: Istimewa

DI tengah riuh tepuk tangan yang mengiringi setiap pementasan Pesta Kesenian Bali (PKB), ada pekerjaan lain yang berlangsung tanpa sorot lampu. Sejumlah wartawan sibuk mencatat, memotret, mewawancarai, lalu merangkai peristiwa menjadi cerita yang kelak akan menjadi bagian dari ingatan kolektif tentang perjalanan kebudayaan Bali.

Namun, apakah tugas mereka selesai ketika berita tayang?

Pertanyaan itulah yang mengemuka dalam Diskusi Budaya bertajuk Peran Media dalam Publikasi dan Dokumentasi Pesta Kesenian Bali (PKB) yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali bersama Komunitas Wartawan Budaya (Kawiya) Bali dalam rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII di Gedung Perpustakaan Taman Budaya Bali, Denpasar, Senin (6/7).

Diskusi yang dipandu Dr. I Made Sujaya itu menghadirkan Dewan Kehormatan PWI Bali, Drs. IGM Dwikora Putra, dan Guru Besar Universitas Udayana, Prof. Dr. Nyoman Darma Putra. Keduanya mengingatkan bahwa di era media sosial, wartawan memikul tanggung jawab yang jauh lebih besar daripada sekadar melaporkan jalannya sebuah pertunjukan.

Bagi Dwikora Putra, pers harus hadir sebagai penjernih informasi. Ketika media sosial dipenuhi kabar yang belum tentu benar, media arus utama justru dituntut menjadi ruang verifikasi yang dapat dipercaya masyarakat.

Ia mencontohkan, setiap penyelenggaraan PKB hampir selalu diwarnai beredarnya informasi prematur mengenai peserta terbaik ataupun pemenang lomba sebelum pengumuman resmi disampaikan. Situasi seperti itu, menurutnya, tidak boleh diperparah dengan pemberitaan yang terburu-buru.

“Pers harus menjadi cleaning house. Jangan sampai masyarakat hanya mengonsumsi informasi yang belum tentu benar dari media sosial. Di sinilah media arus utama memiliki tanggung jawab untuk menjernihkan informasi,” ujarnya.

Lebih dari itu, Dwikora mengajak wartawan keluar dari pola liputan yang hanya berorientasi pada seremoni. Foto pertunjukan dan laporan kegiatan memang penting, tetapi belum cukup untuk merekam makna sebuah festival budaya sebesar PKB.

Menurut jurnalis yang telah berkecimpung di dunia pers sejak 1991 itu, peliputan PKB idealnya berlangsung dalam tiga tahap. Sebelum festival dimulai, media perlu mengulas tema, gagasan, serta proses kreatif yang melatarbelakanginya. Saat festival berlangsung, wartawan semestinya menangkap dinamika, perdebatan gagasan, hingga perkembangan seni yang lahir dari ruang-ruang pertunjukan. Sementara setelah festival usai, media masih memiliki tugas melakukan evaluasi sekaligus menyusun catatan kritis mengenai penyelenggaraan PKB.

Dengan cara itulah, pemberitaan tidak berhenti menjadi laporan peristiwa, melainkan berkembang menjadi dokumentasi intelektual yang dapat dibaca dan dipelajari pada masa mendatang.

Ia pun mengenang masa ketika media rutin menghadirkan ruang diskusi yang mempertemukan akademisi, budayawan, dan seniman dengan beragam pandangan mengenai PKB. Tradisi tersebut, menurutnya, perlu dihidupkan kembali agar ruang publik tetap dipenuhi dialog yang sehat tentang kebudayaan.

Pandangan serupa disampaikan Prof. Dr. Nyoman Darma Putra. Ia menilai perjalanan PKB selama puluhan tahun tidak akan terdokumentasikan dengan baik tanpa kehadiran media massa.

“Kalau tidak ada pemberitaan media, kita akan kehilangan banyak catatan tentang perjalanan PKB. Peran media sudah sangat jelas dan tidak perlu diragukan lagi,” katanya.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa dokumentasi kebudayaan masih menghadapi tantangan, terutama soal pembiayaan. Karena itu, ia mendorong sanggar maupun yayasan seni membangun kemitraan dengan sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Menurutnya, banyak perusahaan di Bali memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya, tetapi masih membutuhkan wadah yang tepat untuk menyalurkan dukungannya.

“Saya kira banyak perusahaan di Bali yang sebenarnya ingin menyalurkan CSR mereka. Dukungan itu bisa diarahkan untuk memperkuat publikasi dan dokumentasi kegiatan seni budaya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PWI Bali I Wayan Dira Arsana melihat peran wartawan budaya bukan hanya sebagai profesi, melainkan juga panggilan moral. Di tengah derasnya arus informasi dan perubahan zaman, jurnalis Bali dinilai memiliki tanggung jawab untuk ikut menjaga keberlangsungan budaya melalui karya jurnalistik yang akurat, mendalam, dan berkualitas.

Menurut Pemimpin Redaksi Bali Post tersebut, kehadiran Kawiya Bali menjadi angin segar karena membuka ruang kolaborasi antara wartawan, akademisi, dan pegiat budaya. Kolaborasi semacam itu diyakini dapat memperkaya perspektif pemberitaan sekaligus memperkuat identitas jurnalisme budaya di Bali.

Sejak proposal kegiatan disampaikan kepada PWI Bali, katanya, organisasi profesi itu langsung menyambut baik gagasan tersebut dan membangun sinergi agar forum diskusi dapat terlaksana.

“Ini menjadi upaya untuk mendekatkan kembali jurnalis pada fungsi utamanya. Jurnalis di Bali memiliki tanggung jawab moral terhadap keberdayaan budaya, yakni menyuarakan, membesarkan, dan menggaungkan berbagai potensi budaya melalui informasi yang berkualitas,” ujarnya.

Bagi Dira Arsana, ruang redaksi bukan sekadar tempat memproduksi berita. Di sanalah narasi tentang kebudayaan dibangun, dirawat, sekaligus diwariskan kepada generasi berikutnya. Karena itu, media tidak boleh semata-mata mengejar kepentingan bisnis atau kecepatan informasi, tetapi juga menjaga kualitas pemberitaan yang berpihak pada pelestarian budaya.

“Ruang-ruang media jangan hanya dikorbankan untuk kepentingan pemilik media. Kita juga harus hadir, berbicara, dan menggunakan dapur redaksi sebagai ruang untuk menjaga kesehatan budaya Bali melalui pemberitaan yang bertanggung jawab,” tegasnya.

Di situlah, diskusi itu mengingatkan bahwa panggung PKB tidak hanya milik para seniman. Wartawan pun memiliki panggungnya sendiri—bukan untuk tampil, melainkan untuk memastikan setiap gagasan, karya, dan denyut kebudayaan yang lahir dari festival ini tidak hilang ditelan waktu. Sebab ketika pertunjukan selesai dan lampu panggung dipadamkan, tulisan-tulisan merekalah yang akan tetap hidup, menjadi arsip, menjadi ingatan, dan menjadi jejak perjalanan budaya Bali bagi generasi yang akan datang.[T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Jaswanto

Tags: Kawiya BaliKomunitas Wartawan Budaya BaliPersatuan Wartawan IndonesiaPersatuan Wartawan Indonesia BaliPesta Kesenian BaliPesta Kesenian Bali 2026
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kepemimpinan Transformasional sebagai Jantung Kebijakan Publik dan Komunikasi Politik Modern

Next Post

Merawat Masa Depan Pesta Kesenian Bali Lewat Dialog Antargenerasi

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Buku “Under the Spell of the Batur Volcano” Dibincangkan di Batur Village Festival 2026 untuk Mengenang Kerja Akademik Brigitta Hauser-Schäublin

by Wahyu Mahaputra
August 5, 2026
0
Buku “Under the Spell of the Batur Volcano” Dibincangkan di Batur Village Festival 2026 untuk Mengenang Kerja Akademik Brigitta Hauser-Schäublin

TAK bisa dipungkiri, "Under the Spell of the Batur Volcano" adalah sebuah buku penting tentang Batur. Dalam buku itu Batur...

Read moreDetails

Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  

by I Nyoman Tingkat
August 4, 2026
0
Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  

SAYA bersyukur  menjadi Panyarikan Majelis Desa Adat (MDA) Kecamatan Kuta Selatan merangkap sebagai Kepala Sekolah yang membina  remaja SMA. Posisi...

Read moreDetails

Kader Dilatih Manfaatkan Ekosistem Google untuk Sistem Pelaporan Digital Kesehatan Balita dan Lansia

by Ashlikhatul Fuaddah
August 4, 2026
0
Kader Dilatih Manfaatkan Ekosistem Google untuk Sistem Pelaporan Digital Kesehatan Balita dan Lansia

TIM Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, yang diketuai oleh Ashlikhatul Fuaddah, pada Sabtu, 25 Juli 2026 menyelenggarakan kegiatan...

Read moreDetails

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails
Next Post
Merawat Masa Depan Pesta Kesenian Bali Lewat Dialog Antargenerasi

Merawat Masa Depan Pesta Kesenian Bali Lewat Dialog Antargenerasi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tabuh Pategak Saraswati: Lahir Dari Pengetahuan Audial Tabuh Pat Parianom Desa Adat Batur
Ulas Musik

Tabuh Pategak Saraswati: Lahir Dari Pengetahuan Audial Tabuh Pat Parianom Desa Adat Batur

SENIN tanggal 3 Agustus 2026 Institut Seni Indonesia (ISI) BALI melalui program Diseminasi Penelitian, Penciptaan, dan Diseminasi Seni-Desain (P2DSD) tahun...

by Wayan Diana Putra
August 5, 2026
Sepiring Nasi, Sekeping Legitimasi
Esai

Pertemuan Rutin, Agenda Lama: Pilkada Lewat DPRD, Lagi

PERTEMUAN itu seharusnya selesai sebagai berita protokoler. Pada Senin, 3 Agustus 2026, jajaran pimpinan MPR datang ke Istana Kepresidenan. Mereka...

by Luthfi Hasanal Bolqiah
August 5, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

BENEFICIAL OWNERSHIP (BO) ——Ketika Perseroan Menjadi Topeng Kepemilikan

"Di atas kertas, pemegang saham dapat berganti. Namun kendali sesungguhnya sering kali tetap berada di tangan orang yang tidak pernah...

by I Made Pria Dharsana
August 5, 2026
Buku “Under the Spell of the Batur Volcano” Dibincangkan di Batur Village Festival 2026 untuk Mengenang Kerja Akademik Brigitta Hauser-Schäublin
Khas

Buku “Under the Spell of the Batur Volcano” Dibincangkan di Batur Village Festival 2026 untuk Mengenang Kerja Akademik Brigitta Hauser-Schäublin

TAK bisa dipungkiri, "Under the Spell of the Batur Volcano" adalah sebuah buku penting tentang Batur. Dalam buku itu Batur...

by Wahyu Mahaputra
August 5, 2026
Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  
Khas

Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  

SAYA bersyukur  menjadi Panyarikan Majelis Desa Adat (MDA) Kecamatan Kuta Selatan merangkap sebagai Kepala Sekolah yang membina  remaja SMA. Posisi...

by I Nyoman Tingkat
August 4, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

NOL KILOMETER ̶S̶I̶N̶G̶A̶R̶A̶J̶A̶ BULELENG : Titik Start Berbenah, Bukan Sekadar Bersolek dan Beautifikasi

ADA banyak sambutan positif dan keceriaan di tengah peresmian tugu Nol Kilometer di depan Kantor Bupati Buleleng. Titik yang dibenahi...

by Sugi Lanus
August 4, 2026
Dwi Dvara: Antara Keagungan Ciptaan dan Hasrat Merusak dalam Diri Kita
Ulas Pentas

Dwi Dvara: Antara Keagungan Ciptaan dan Hasrat Merusak dalam Diri Kita

Di Ambang Dualitas Eksistensial Dalam ruang pertunjukan yang temaram, pendar cahaya proyektor perlahan menghidupkan bidang panggung. Karya pertunjukan bertajuk DWI...

by Dewa Made Ari Kurniawan
August 4, 2026
Kader Dilatih Manfaatkan Ekosistem Google untuk Sistem Pelaporan Digital Kesehatan Balita dan Lansia
Khas

Kader Dilatih Manfaatkan Ekosistem Google untuk Sistem Pelaporan Digital Kesehatan Balita dan Lansia

TIM Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, yang diketuai oleh Ashlikhatul Fuaddah, pada Sabtu, 25 Juli 2026 menyelenggarakan kegiatan...

by Ashlikhatul Fuaddah
August 4, 2026
SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd
Ulas Buku

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

by IRZI
August 3, 2026
Presiden di Dalam Kepala Saya
Esai

Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

by Angga Wijaya
August 3, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

by Chusmeru
August 3, 2026
Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co