16 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Melihat Fatris dari Pinggir

Pranita Dewi by Pranita Dewi
November 3, 2024
in Persona
Melihat Fatris dari Pinggir

Fatris MF di UWRF 2024 | Foto: tatkala.co/Rusdy

SIANG itu, saya dan Sonia (Kadek Sonia Piscayanti, penulis) datang ke Indus dengan terburu-buru. Udara Ubud yang biasanya tenang, rasanya malah seperti ikut mengejar kami. Mungkin karena acara Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) tahun 2024 ini punya magnet tersendiri, atau mungkin juga karena kami sedang mengejar sesuatu yang kami nanti-nantikan sendiri.

Tapi begitulah kami, suka tersesat dan terkadang terlambat, tapi selalu terkekeh menyaksikan apa yang membentang di hadapan kami.

Itu Sabtu, 26 Oktober 2024. UWRF sedang ramai-ramainya. Di depan kami, tangga putih menjulang, seperti jalur khusus untuk kami yang ingin mencicipi kejutan apa yang menanti di dalam. Itu adalah jalur menuju Indus Restaurant, salah satu tempat penyelenggaraan diskusi yang cukup istimewa di UWRF 2024.

Di ruang transit, ada deretan buku yang mengundang kami untuk berhenti sejenak. Buku-buku ini mengalihkan pandangan kami. Tapi misi kami sudah jelas: panel diskusi. Setelah puas melirik-lirik koleksi di rak, kami segera turun lagi menuju ruang panel.

Saat kami masuk, di panggung, ada sosok yang dari dulu namanya sering terdengar dan ceritanya sering kami baca, tapi baru kali ini wajahnya terpampang jelas di depan kami—Fatris MF. Ia duduk di tengah, wajahnya tampak segar.

Di sampingnya, duduk Juli Sastrawan (penulis) sebagai moderator, dan di sisi lain duduk Chriswan, si penerjemah legendaris UWRF, yang terkenal dengan gaya santainya: kaos putih, celana pendek cokelat, dan sandal jepit.

Chriswan adalah penerjemah yang cekatan dengan kata-katanya, lincah dan cepat, tanpa basa-basi.

Dari kiri: Juli Sastrawan, Fatris MF dan Chriswan dalam sesi diskusi Indonesia from The Edge | Foto: tatkala.co/Pranita Dewi

Dalam diskusi bertajuk “Fatris MF: Indonesia from The Edge” itu Fatris membuka cerita tentang petualangannya melintasi Indonesia yang jarang disorot media. Dari pulau-pulau yang hanya dikenal oleh mereka yang tinggal di sana, hingga desa-desa di mana tradisi terasa begitu kuat meski dunia semakin modern.

Kami—saya dan Sonia—berusahan duduk serius agak di pinggir, mendengar dan mencoba membaca sepenuh hati apa-apa yang dikatakan Fatris.

Salah satu cerita yang mencuri perhatian adalah tentang Lamalera, sebuah wilayah yang masih mempraktikkan tradisi berburu paus. “Lemafa,” katanya.

Dan saya mulai memperhatikan, mungkin saja ini nama yang hanya akan kita dengar di acara seperti ini. Lemafa bukan sekadar tokoh atau kisah, tapi sebuah simbol dari ketangguhan. Ia adalah sebutan bagi seorang ahli bidik paus di Larantuka—pemberani yang mampu menaklukkan ikan besar di laut dalam.

Tapi ini bukan soal pamer kekuatan, melainkan sebuah tradisi yang diwariskan turun-temurun. Bagi Lemafa, berburu paus adalah soal hidup bersama alam, tentang keseimbangan yang sulit dipahami orang kota.

Dalam tulisan Fatris pun, ia menuliskan bahwa pertarungan ini adalah pertarungan hidup dan mati, sehingga tidak susah menemukan Lamafa yang pulang dengan satu kaki, satu tangan, atau tubuh dengan luka sayatan.

Ini ang menarik. Di tengah cerita Fatris, ada yang bertanya tentang genre bukunya.

“Kalau buku ini masuk perpustakaan, rak mana yang cocok?”

Fatris sempat terdiam sejenak, tapi kemudian ia tersenyum dan menjawab, “Ini bukan buku ‘Travel How To’ yang cocok menghiasi ruang tamu Anda. Letakkan saja di mana pun, yang penting ada. Buku saya ini untuk mereka yang ingin tahu lebih dari sekadar pemandangan cantik.”

Ruangan langsung penuh dengan tawa ketika ia melanjutkan, “Indonesia ini bukan hanya Jakarta. Banyak sekali yang tak terlihat di luar sana, tapi hidupnya jauh lebih kaya dari yang kita kira.”

Fatris MF pada sesi diskusi yang berbeda di Rumah Kayu, UWRF 2024 | Foto: tatkala.co/Rusdy

Di sesi selanjutnya, Fatris menceritakan pertemuannya dengan seorang ibu di salah satu desa kecil. Ini salah satu cerita yang ia ingat betul dan tak pernah ia lupakan.

“Dulu, air bersih ada di mana-mana. Suamiku menjala ikan sebentar saja, dan itu cukup buat makan dua hari. Tapi sekarang? Ikan dibeli, air pun dibeli. Uang ada, tapi yang dulu gratis sekarang harus bayar,” ujar Fatris, menirukan keluhan si ibu dengan mimik serius, tapi penuh kesadaran.

Kata-kata itu terngiang di kepala saya. Ada ibu-ibu di luar sana yang mendadak harus beradaptasi dengan perubahan, bukan karena keinginan, tapi karena lingkungan yang tak lagi sama.

Mendengar cerita itu, saya bisa membayangkan bagaimana wajah ibu tersebut; matanya yang letih, mungkin sedikit kecewa, tapi tetap tangguh menghadapi realitas.

Tak lama kemudian, dalam diskusi itu, seorang bule mengangkat tangan dan bertanya tentang buku apa yang sebaiknya dibaca oleh pemerintah.

Pertanyaan itu membuat Fatris tertawa lepas. Dengan nada yang agak bercanda tapi tegas, dia menjawab, “Saya nggak tahu harus rekomendasi buku apa buat pemerintah. Saya nggak terbiasa ‘menjilat-jilat’ mereka,” ucapnya lantang, dan kami pun tertawa.

Chriswan dengan sigap menerjemahkan, “I do not want to ‘lick the ass’ of the government.”

Lagi-lagi ruangan penuh tawa.

Sesi diskusi Fatris yang selalu ramai di UWRF 2024 | Foto: tatkala.co/Rusdy

Menyaksikan Fatris berbicara, rasanya seperti mendengar suara Indonesia yang mungkin tak pernah kita dengar sehari-hari—suara dari pinggir yang jarang sekali mendapat tempat.

Ia berbicara tentang realitas, tentang tanah air yang kaya akan budaya dan kisah, tapi sering kali hanya dilihat dari sudut yang sempit. Fatris bukan sekadar seorang penulis perjalanan, dia adalah penggali kisah, pendengar yang sabar, dan penyampai pesan yang jujur.

Melalui ceritanya, kami tidak hanya melihat pemandangan, tapi juga mendengar napas, melihat wajah, dan merasakan hidup mereka yang berada di pinggir-pinggir negeri ini. [T]

Reporter/Penulis: Pranita Dewi
Editor: Adnyana Ole

Saya Emerging Writer UWRF 2024, Namun Hidup Harus Tetap Berjalan: Sebuah Refleksi
Soesilo Toer, 100 Tahun Pramoedya Ananta Toer, dan Cerita Tak Biasa  di UWRF 2024
Berawal dari Musik, Puisi, Lalu Puisi-Musik: Perjumpaan Pertama dengan Tan Lioe Ie
Haru Menguar dengan Tetes atau Tanpa Tetes Air Mata : Dari Pemutaran Film Eksil di UWRF 2024
Bertemu Dee Lestari di UWRF 2024, Bertemu “Tanpa Rencana”, Sebuah Karya yang Jujur
Tags: Fatris MfUbudUWRF 2024
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Masima Krama Toska: Membangun Kebersamaan

Next Post

Menikmati Musik dan Merayakan Motor Antik di Bali Rockin Blues Festival 2024

Pranita Dewi

Pranita Dewi

Penyair. Tinggal di Denpasar

Related Posts

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

Read moreDetails

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026
0
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

Read moreDetails

I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

by Made Susanta Dwitanaya
March 26, 2026
0
I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

NYALUK Sandi Kala (memasuki peralihan dari siang ke malam) di hari Pangrupukan di Desa  Tampaksiring, yang semakin tahun  semakin dikenal...

Read moreDetails

Tak Sekadar Bertanding, Gus Joni Rayakan Kreativitas di Kasanga Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
March 13, 2026
0
Tak Sekadar Bertanding, Gus Joni Rayakan Kreativitas di Kasanga Festival 2026

DI dalam stan pameran Kasanga Festival 2026 di Lapangan Puputan Badung, Denpasar, deretan ogoh-ogoh mini berdiri rapi menunggu penilaian. Suasana...

Read moreDetails

Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

RASA senang dan bangga tampak dalam wajahnya. Ketika namanya disebut untuk menerima penghargaan Bali Kerthi Nugraha Mahottama, kakinya melangkah dengan...

Read moreDetails

Wahyu Ardi Putra dan Bulan Bahasa Bali: Dari Drama Bali Modern ke Cerpen Bali Modern

by Made Adnyana Ole
February 28, 2026
0
Wahyu Ardi Putra dan Bulan Bahasa Bali: Dari Drama Bali Modern ke Cerpen Bali Modern

SUDAH sejak lama Wahyu Ardi dikenal sebagai sutradara dan penulis naskah drama modern, baik berbahasa Bali maupun bahasa Indonesia. Lalu,...

Read moreDetails

Ni Komang Pradnyawati, Lewat Konten Media Sosial “Elek” Raih Juara 1 di Bulan Bahasa Bali 2026

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
Ni Komang Pradnyawati, Lewat Konten Media Sosial “Elek” Raih Juara 1 di Bulan Bahasa Bali 2026

ANA seorang siswi yang tidak disebutkan secara jelas sekolahanya tidak menyukai bahasa Bali, bahkan tidak pernah memakai Bahasa itu dalam...

Read moreDetails

I Made Sunaryana Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali di Bulan Bahasa Bali 2026: Kesantunan Berbahasa Adalah Jalan Sunyi Menuju Penyempurnaan Jiwa

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
I Made Sunaryana Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali di Bulan Bahasa Bali 2026: Kesantunan Berbahasa Adalah Jalan Sunyi Menuju Penyempurnaan Jiwa

I Made Sunaryana terpilih sebagai Juara 1 Lomba Opini Berbahasa Bali dalam ajang Bulan Bahasa Bali VIII. Itu artinya, karya...

Read moreDetails

Cerpen ‘Mangmung Langit Bukarés’ Karya Aries Pidrawan Lahir dari Riset Sejarah —-Juara Satu Lomba Cerpen Bulan Bahasa Bali 2026

by Made Adnyana Ole
February 27, 2026
0
Cerpen ‘Mangmung Langit Bukarés’ Karya Aries Pidrawan Lahir dari Riset Sejarah —-Juara Satu Lomba Cerpen Bulan Bahasa Bali 2026

Sakewala, ada ané makleteg di tangkahné. “Bagus Sutedja sané nuwé panjak akéh, tur sugih, prasida  kamatiang, apa buin kulawargan tiangé, rumasuk Ngurah, pasti sing...

Read moreDetails
Next Post
Menikmati Musik dan Merayakan Motor Antik di Bali Rockin Blues Festival 2024

Menikmati Musik dan Merayakan Motor Antik di Bali Rockin Blues Festival 2024

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Perkuat Toleransi dan Semangat Persatuan’ —Begitu Kata Ketua MPR Ahmad Muzani saat Beri Kuliah Umum Kebangsaan di Institut Mpu Kuturan
Pendidikan

‘Perkuat Toleransi dan Semangat Persatuan’ —Begitu Kata Ketua MPR Ahmad Muzani saat Beri Kuliah Umum Kebangsaan di Institut Mpu Kuturan

KETUA MPR RI, Ahmad Muzani memberikan Kuliah Umum Kebangsaan kepada sivitas akademika Institut Mpu Kuturan (IMK) pada Jumat (15/5) sore....

by Son Lomri
May 15, 2026
Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo
Esai

Sepatu yang Kekecilan dan Pembelajaran dari Situbondo

“The man who wears the shoe knows best that it pinches and where it pinches, even if the expert shoemaker...

by Faris Widiyatmoko
May 15, 2026
Hikayat Rempah dalam Prasasti dan Lontar Bali
Liputan Khusus

Hikayat Rempah dalam Prasasti dan Lontar Bali

LIMA tahun lalu, kawan saya, Dian Suryantini—jurnalis sekaligus akademisi yang tinggal di Singaraja, Bali—bercerita tentang neneknya, Nyoman Landri, warga Banjar...

by Jaswanto
May 15, 2026
Leak Tanah Bali: Kiprah Teranyar Amplitherapy Nan Garang & Swakendali
Hiburan

Leak Tanah Bali: Kiprah Teranyar Amplitherapy Nan Garang & Swakendali

ALBUM penuh terbaru Amplitherapy bertajuk Leak Tanah Bali yang dijadwalkan terbit pada 16 Mei 2026 menandai babak baru perjalanan musikal...

by Nyoman Budarsana
May 15, 2026
Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan
Bahasa

Pesona Tulisan Tanpa Saltik di Tengah Budaya Instan

PERNAHKAH Anda memperhatikan penulisan atau ejaan konten seseorang saat sedang berselancar di media sosial? Kesalahan tik atau saltik yang populer...

by I Made Sudiana
May 15, 2026
Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital
Ulas Musik

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital

DALAM lanskap rock progresif 1970-an, “Castle Walls” tampil sebagai balada megah yang sarat ketegangan emosional. Ditulis dan dinyanyikan oleh vokalis...

by Ahmad Sihabudin
May 14, 2026
Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
Ulas Buku

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
Esai

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
Panggung

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
Pop

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

by tatkala
May 14, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co