4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Masima Krama Toska: Membangun Kebersamaan

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
November 2, 2024
in Esai
Masima Krama Toska: Membangun Kebersamaan

Siswa-siswi SMAN 2 Kuta Selatan sedang makan bersama | Foto: Dok. Penulis

SEJAK menempati gedung baru,SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska: Two South Kuta) pada Januari 2020 telah memiliki Program Makan Siang Bersama. Program itu berlangsung selama 2,5 bulan sebelum Pandemi Covid-19 melanda dunia, termasuk Indonesia, yang berakibat pada pembelajaran daring selama hampir 3 tahun. Sebelum menempati gedung baru, SMA Negeri 2 Kuta Selatan meminjam ruang belajar selama 6 bulan di SMA Negeri 1 Kuta Selatan.

Ide saya menginisiasi Program Makan Siang Bersama kala itu adalah untuk membangun kebersamaan. Apa yang saya gagas lima tahun silam, ternyata kini menjadi Program Nasional. Makan Siang Bersama di SMA Negeri 2 Kuta Selatan, kini memasuki babak baru dengan nama Program Masima Krama Toska (Makan Siang Bersama Keluarga Besar SMA Negeri 2 Kuta Selatan).

Program Masima Krama Toska kental dengan kearifan lokal Bali tanpa bermaksud untuk berpikir sempit kedaerahan. Namun, sebaliknya, memperkenalkan kearifan lokal Bali untuk menasional bahkan semakin mengglobal. Secara semantik, masima krama berarti melakukan silaturahmi.

Dalam konteks politik kekinian, seorang politikus masima krama untuk mendapatkan dukungan, biasanya dengan umpan yang menjanjikan walaupun terkesan provokatif bin instan. Ulah aluh, ulah elah.  Singkatnya pragmatis gelis.

Namun, tidak demikian halnya Program Masima Krama Toska di SMA Negeri 2 Kuta Selatan. Pertama, Program Masima Krama untuk menyukseskan program pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto dengan program makan siang bergizi. Sekolah di bawah naungan Kemendikdasmen wajib hukumnya menyukseskan program ini dalam rangka mendidik dan membangun kebiasaan positif di kalangan generasi muda. Ini adalah bagian dari bakti kepada guru wisesa.

Kedua, Program Masima Krama bertujuan mewujudkan sinergi Program Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) dan Gerakan Sekolah Sehat (GSS) yang getol dikampanyekan ke sekolah-sekolah.

Di Bali, Program PJAS diinisiasi oleh Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) diniatkan untuk memastikan makanan yang dijual di kantin sekolah aman dan bergizi tidak mengandung bahan berbahaya, misalnya borax.

Sementara itu, GSS diinisiasi oleh Direktorat SMA sebagai gerakan bersama diniatkan untuk melaksanakan kampanye Program 5 Sehat: Sehat bergizi, sehat fisik, sehat imunisasi, sehat jiwa, dan sehat lingkungan.

Ketiga, mewujudkan kebersamaan dan kesetaraan dalam pilihan menu makanan. Menu tidak mesti mahal asalkan diperlukan oleh tubuh untuk menjaga imun meningkatkan iman. Dengan demikian, belajar menjadi tenang untuk meraih prestasi sesuai dengan semangat Merdeka Belajar.

Keempat, mendidik para siswa agar tertib waktu untuk makan mulai dari sarapan, makan siang, dan makan malam. Selama ini, ditengarai banyak siswa yang tidak sarapan sebelum pergi ke sekolah. Alasannya, bermacam-macam: tidak terbiasa, tidak sempat, belum siap makanan di rumah. Dengan adanya Program Masima Krama di Toska, semua alasan itu terjawab.

Kelima, Masima Krama mencakup sarapan pagi (breakfast) dan makan siang (lunch) karena secara umum waktu dari pagi hingga sore disebut siang dan sisanya disebut malam. Ini sesuai dengan hukum Rotasi Bumi yang menyebabkan adanya siang dan malam. Hukum Rwabineda dalam konteks ini terang gelap yang sama temponya.

Dalam konteks Bali, dalam Program Masima Krama Toska terdapat nilai-nilai yang patut dikembangkan dan dilembagakan sebagai habitus. Mulai dari cara memperoleh makanan yang disarankan menurut Pustaka Hindu, adalah makanan yang satwika, yaitu makanan yang diperoleh dengan cara yang baik dan benar.

Makanan yang baik adalah makanan bergizi yang diperlukan tubuh dan tidak mesti mahal. Makanan yang benar adalah makanan yang diperoleh dengan semangat karma yoga (hasil kerja sebagai sarin pagaen, sarin pakaryan, sari kerja, kerja masari).

Dengan demikian, bukan saja makanan itu masuk ke mulut, melainkan juga mengalirkan vibrasi positif ke seluruh bagian tubuh melalui darah. Aliran darah ke seluruh organ tubuh berasal dari saripati makanan yang kita konsumsi yang memengaruhi vibrasi buana alit dan pancarannya terbaca ke luar.

Selain itu, perlu pula diperhatikan etika dengan belajar makan. Tetua sering menasihati untuk “malajah madaar”. Jangan sampai disindir dengan “madaar dogen sing bisa, apa buin magae”, kepada orang makan dan minum berlebihan sampai mabuk, tetapi kerjanya malas.

Etika lain yang perlu diperhatikan dalam Program Masima Krama dan makan pada umumnya dapat dibaca dalam Gaguritan Pati Jlamit (Pupuh Sinom) karya Ida Ketut Sudiasa (Ida Pedanda Gede Ketut Sidemen) dari Gria Kelodan Taman Sari Sanur. Dalam geguritan itu, terdapat etika makan dari mulai, makan, sampai selesai makan.  

Etika mulai makan diawali dengan berdoa yang dalam tradisi Bali dimulai dengan  mengaturkan banten saiban. “…rikala madahar, pang masari amretane, negak masila apang luhung, ada sesapan abedik, Ong maha mrta sapala nama swaha…” (Ketika makan agar bertuah, duduklah bersila dengan baik, ucapkan mantra “Ong maha mrta sapala nama swaha…”).

Kalau tidak didoakan makanan yang kita makan, kita disebut maling. “…yening tusing buka keto, awake kaucap maling” (kalau tidak didoakan, kita dicap maling).

Selanjutnya, posisi saat makan juga perlu diperhatikan. Secara implisit terbaca, saat makan yang utama menghadap ke utara atau ke timur. Ini sesuai dengan kiblat sembahyang umat Hindu pada umumnya. Makan pada hakikatnya adalah memuja dan berterima kasih kepada Dewa Amrtha.

Di dalam Gaguritan Patijlamit juga disebutkan beberapa istilah: makan sambil berdiri disebut nyeret—“…de pesan majalan, jele ento kahadanin, madan nyeret ane keto”. Makan sambil jongkok disebut ngaloglong. Bila makan berdiri disebut nglaler.

Selain itu, disebutkan pula kiblat saat makan. Bila menghadap selatan nidik disebut. Bila menghadap ke barat disebut mamantet. Bila makan mengambil dengan mulut disebut mlokpok, bila makan sambil tidur disebut ngamah. Nasihat tentang makan dalam geguritan ini juga disebut sebagai ritual dengan ungkapan “anggo ngupakara idup”.

Begitu pula selesai makan pun ada etikanya.“Suba suud madaar nasi, buin ingetang, da masehin lima di piringe lad  anggon cening, plih yani buka keto, nundung amrta kahadaning, yan suba suwud madahar, limane sasadang malu, di tlapakan batise dadua. Ento memah, lautang mabaseh jani, to pangancingan amrtha”.

Artinya, setelah selesai makan nasi, harap diingat, jangan mencuci tangan di piring yang dipakai makan, salah kalau itu dilakukan, menolak amrtha disebut, jika sudah selesai makan, tangan dikeringkan di kedua telapak kaki. Setelah itu barulah mencuci tangan di air mengalir, itulah pengunci amrtha.

Dalam konteks Program Masima Krama Toska, etika dalam makanjuga perlu ditanamkan. Sebab makanan yang mengalir ke dalam tubuh akan menjadi sari pikiran (manacika) yang menjadi dasar wacana dalam perkataan (wacika) dan selanjutnya menjadi dasar berbuat (kayika). Ketiganya itu disebut Trikaya Parisudha, sebagai landasan etika paling mendasar dalam ajaran Hindhu.

Selain mengembangkan etika, Program Masima Krama Toska adalah ajang membangun kebersamaan dan saling menyemangati. Nilai sebuah kebersamaan itu sangatlah mahal dalam komunitas belajar di sekolah.[T]

BACA artikel lain dari penulis NYOMAN TINGKAT

Canang Sari : Budaya Positif Dari Toska     
Bincang Buku Karya Siswa Toska : Menulis Untuk Keabadian    
Maju Bersama Indonesia Raya | Catatan Bulan Bahasa di SMAN 2 Kuta Selatan
Berguru ke Universitas Gadjah Mada Yogyakarta
Tags: Masima Krama ToskaPendidikanProgram makan siang gratisSMAN 2 Kuta Selatan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Refleksi 2 November: Mencari Makna di Balik Perubahan Teknologi

Next Post

Melihat Fatris dari Pinggir

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
0
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

Read moreDetails

Penyair Kelas Teri

by Arief Rahzen
October 4, 2026
0
Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

Read moreDetails

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails
Next Post
Melihat Fatris dari Pinggir

Melihat Fatris dari Pinggir

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co