14 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Refleksi 2 November: Mencari Makna di Balik Perubahan Teknologi

Petrus Imam Prawoto Jati by Petrus Imam Prawoto Jati
November 2, 2024
in Esai
Refleksi 2 November: Mencari Makna di Balik Perubahan Teknologi

Ilustrasi diolah tatkala.co dari Canva

PADA 2 November 2022, Indonesia resmi meninggalkan siaran televisi analog dan beralih ke siaran digital. Bagi sebagian besar dari kita, ini mungkin sekadar perubahan teknis—tapi apakah kita sudah benar-benar siap?

Di tengah antusiasme dan juga kebingungan masyarakat, kita perlu menggali lebih dalam, apa makna perubahan ini bagi kita sebagai sebuah bangsa? Apakah kita hanya sekadar “beralih” atau sebenarnya sedang dihadapkan pada sebuah momen yang bisa membawa kita ke dalam sebuah perjalanan besar menuju masa depan digital?

Pengalihan ini bukan hanya persoalan teknis yang menyoal gambar dan suara yang lebih jernih, tapi juga cerminan dari cara kita bergerak maju, beradaptasi, dan mengelola dampak dari perkembangan teknologi dalam kehidupan kita sehari-hari.

Sherry Turkle, seorang psikolog sosial sering mengingatkan bahwa teknologi seharusnya menghubungkan kita secara manusiawi, bukan malah membuat kita terjebak dalam alienasi (Turkle, 2011). Jadi, dalam konteks siaran digital, bagaimana kita bisa mengembangkan teknologi yang tidak hanya canggih tetapi juga mampu menyatukan, mendidik, dan memberdayakan masyarakat Indonesia?

Peluang Konten Lokal  di Era Digital

Dengan siaran digital, sebenarnya adalah membuka peluang yang semakin luas bagi konten lokal. Teknologi ini memungkinkan lebih banyak saluran penyiaran, sehingga produsen konten lokal, yang sebelumnya mungkin terabaikan, dapat memiliki ruang untuk berkembang. Namun, apa maknanya bagi masyarakat luas?

Dalam siaran digital, konten budaya lokal kini memiliki panggung baru untuk menampilkan kekayaan seni dan identitas yang menggambarkan Indonesia yang kaya. Namun, kita juga harus mengakui banyaknya tantangan yang dihadapi oleh para pengembang konten lokal ini. Ambil contoh misalnya, soal biaya produksi, penyiapan teknologi yang lebih canggih, dan persaingan dengan konten global yang telah mapan, di mana hal-hal tersebut bisa menjadi kendala tersendiri.

Nicholas Carr, seorang kritikus teknologi seringkali mengingatkan bahwa setiap teknologi baru membawa konsekuensinya sendiri, terutama bagi mereka yang kurang siap (Carr, 2010). Hal ini sepertinya juga berlaku di sini, bahwa konten lokal yang kurang didukung oleh kemajuan teknologi,  mungkin terpinggirkan oleh konten internasional yang lebih profesional.

Namun di sisi lain, potensi ekonomi dari siaran digital dapat berdampak pada perekonomian daerah. Misalnya, jika sebuah daerah mampu menyajikan konten yang unik, seperti budaya, kuliner, atau wisata lokal, dampaknya bisa sangat positif. Konten semacam ini bukan hanya memberikan hiburan, tapi juga berfungsi sebagai media promosi yang berdampak langsung pada roda perekonomian masyarakat lokal.

Peralihan ini juga merupakan upaya Indonesia untuk bersaing di tingkat global. Siaran digital membawa standar penyiaran kita ke level internasional, dan ini memungkinkan kita untuk berdiri sejajar dengan negara-negara lain dalam teknologi penyiaran.

Jaron Lanier, seorang pionir internet dalam karyanya sering membahas bahwa teknologi seharusnya memberi kita lebih banyak “pilihan”, bukan membatasi kita dalam satu cara berpikir atau berperilaku (Lanier, 2010). Siaran digital memberi kita kebebasan untuk mengekspresikan keunikan budaya lokal yang sangat kaya dan beragam ini, dengan membawa narasi kita sendiri ke panggung dunia.

Konsekuensinya, hal ini menuntut kita untuk berpikir lebih inovatif. Penyiar lokal perlu menyesuaikan diri dengan cara kerja digital, memanfaatkan platform yang lebih canggih, dan beradaptasi dengan cepat. Pemerintah dan pelaku industri harus memastikan bahwa siaran digital ini bukan sekadar “ikut-ikutan global”, tetapi menjadi langkah pasti untuk menuju industri penyiaran yang mandiri dan kompetitif.

Sementara itu, masyarakat diharapkan bisa melihat bahwa sesungguhnya digitalisasi ini adalah peluang bagi generasi muda untuk menciptakan dan menguasai teknologi, bukan hanya sebagai pengguna pasif, atau lebih prah lagi bahkan menjadi korban teknologi.

Kesadaran Digital dan Transformasi Masyarakat

Lebih dari sekadar teknologi, peralihan ini juga membawa suatu misi edukasi yang penting kepada masyarakat. Sherry Turkle pernah menekankan bahwa kita perlu mengembangkan hubungan yang lebih sehat dengan teknologi agar kita tetap bisa “menjaga kemanusiaan kita” di tengah derasnya arus digital (Turkle, 2015).

Peralihan ini seharusnya menjadi momen bagi masyarakat untuk semakin sadar akan peran teknologi dalam kehidupan mereka, bukan hanya dari sisi konsumsi konten melulu, tetapi juga dalam cara mereka memproduksi dan memproses informasi. Tidak pasif dalam penggunaan teknologi namun aktif dan proaktif.

Ada beberapa tantangan dalam hal ini. Banyak dari anggota masyarakat yang masih belum memiliki akses ke perangkat digital atau mungkin kurang mengerti dengan baik cara menggunakannya. Dalam era digital ini, tentu saja risiko kesenjangan akses teknologi menjadi semakin tinggi.

Seorang penulis teknologi, Douglas Rushkoff mengingatkan, bahwa teknologi tidak boleh hanya bermanfaat bagi segelintir orang, melainkan harus menciptakan kesempatan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat (Rushkoff, 2013). Pemerintah memiliki peran penting di sini, untuk mengatasi kesenjangan akses teknologi dan memastikan bahwa transformasi digital ini bisa inklusif, artinya terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat.

Transformasi digital ini adalah suatu panggilan untuk semua pihak, bukan hanya untuk penyedia teknologi saja, tetapi juga bagi masyarakat luas yang menggunakan teknologi tersebut. Di sinilah kesadaran digital menjadi penting, terutama dalam memahami cara kerja media dan dampaknya pada pemikiran kita sehari-hari. Dengan demikian, literasi digital tidak hanya penting bagi kalangan terdidik saja, tetapi bagi semua orang, siapa pun juga, yang terlibat dalam ekosistem digital di mana semuanya saling terhubung.

Lompatan Besar atau Sekadar Euforia Kosong

Pada akhirnya, kita harus jujur bahwa peralihan siaran televisi dari analog ke digital ini lebih dari sekadar urusan teknologi atau kualitas gambar. Ini adalah sebuah lompatan besar menuju masa depan digital, yang menuntut kita untuk tidak hanya mengikuti arus, tetapi berperan aktif, kritis, dan penuh kesadaran.

Nicholas Carr pernah mengingatkan betapa pentingnya kita mengukur dampak teknologi terhadap kehidupan manusia, bukan sekadar mengagumi kecanggihannya (Carr, 2014). Jika tidak, kita hanya akan menjadi penonton pasif yang kehilangan inti kemanusiaan di balik gemerlapnya digitalisasi. Ini adalah panggilan bagi kita semua, khususnya generasi muda, untuk mengembangkan kesadaran baru bahwa transformasi digital ini membawa dampak besar dalam tatanan sosial.

Teknologi bukan sekadar tren, tapi katalis yang mempengaruhi cara kita berpikir, berkomunikasi, dan melihat dunia. Tanpa pemahaman yang mendalam, peralihan ini bisa menjadi senjata yang merugikan kita sendiri. Apakah kita benar-benar siap menghadapi tantangan ini atau sekadar mengangguk tanpa paham konsekuensinya?

Kita tidak bisa menyambut era digital ini hanya dengan euforia kosong. Transformasi ini akan memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan hanya jika kita mau untuk belajar dan terus kritis. Mari kita berhenti menjadi penonton dan mulai menuntut hak serta tanggung jawab kita dalam dunia digital. Jika kita tidak memiliki kesiapan dan pemahaman yang matang, semua ini hanya akan menjadi tambahan beban dalam perjalanan kita sebagai masyarakat.

Sikap terbuka, tapi tetap kritis, adalah senjata kita untuk bergerak maju tidak hanya sebagai pengikut, tetapi sebagai masyarakat yang solid, siap, dan berdaya dalam menghadapi masa depan yang menantang. Selamat berjuang![T]

Transformasi Radio: Menolak Mati dalam Gelombang Digitalisasi
Media Sosial : Arena Perlawanan Rakyat Indonesia
Anak-anak dan Media: Antara Manfaat, Bahaya, dan Pembentukan Identitas
Tags: komunikasimediateknologi informasitelevisi analogtelevisi digital
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Semangkuk Gule dan 20 Ekor Kambing Muda untuk Kenikmatan Menonton Voli Tajun Cup

Next Post

Masima Krama Toska: Membangun Kebersamaan

Petrus Imam Prawoto Jati

Petrus Imam Prawoto Jati

Dosen Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah

Related Posts

Bahasa Bali, Bahasa Ibu yang Asing bagi Anak Bali —Catatan Orang di Luar Pagar atas Penyelenggaraan Festival Berbahasa Bali, Bulan Bahasa Bali dan FTBI

by Nanoq da Kansas
September 14, 2026
0
Bahasa Bali, Bahasa Ibu yang Asing bagi Anak Bali —Catatan Orang di Luar Pagar atas Penyelenggaraan Festival Berbahasa Bali, Bulan Bahasa Bali dan FTBI

SUDAH lama saya ingin membicarakan persoalan bahasa daerah, khususnya bahasa Bali, di tengah ingar-bingar berbagai lomba seni dan sastra berbahasa...

Read moreDetails

“In This Economy”: Ketika Ketakutan Finansial Mengalahkan Insting Biologis

by Faikar Ramadhan
September 14, 2026
0
“Anjirlah!” Gue Dicibir Gara-Gara Bilang “Anjir!”

SECARA biologis dan naluriah, dorongan untuk memelihara keberlanjutan spesies melalui reproduksi adalah fitrah paling mendasar bagi makhluk hidup. Namun, dalam...

Read moreDetails

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
0
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

Read moreDetails

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

Read moreDetails

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

by Sugi Lanus
September 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

Read moreDetails

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails
Next Post
Masima Krama Toska: Membangun Kebersamaan

Masima Krama Toska: Membangun Kebersamaan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bahasa Bali, Bahasa Ibu yang Asing bagi Anak Bali —Catatan Orang di Luar Pagar atas Penyelenggaraan Festival Berbahasa Bali, Bulan Bahasa Bali dan FTBI
Esai

Bahasa Bali, Bahasa Ibu yang Asing bagi Anak Bali —Catatan Orang di Luar Pagar atas Penyelenggaraan Festival Berbahasa Bali, Bulan Bahasa Bali dan FTBI

SUDAH lama saya ingin membicarakan persoalan bahasa daerah, khususnya bahasa Bali, di tengah ingar-bingar berbagai lomba seni dan sastra berbahasa...

by Nanoq da Kansas
September 14, 2026
“Anjirlah!” Gue Dicibir Gara-Gara Bilang “Anjir!”
Esai

“In This Economy”: Ketika Ketakutan Finansial Mengalahkan Insting Biologis

SECARA biologis dan naluriah, dorongan untuk memelihara keberlanjutan spesies melalui reproduksi adalah fitrah paling mendasar bagi makhluk hidup. Namun, dalam...

by Faikar Ramadhan
September 14, 2026
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik
Khas

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12
Ulas Film

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

PERKEMBANGAN teknologi yang pesat di era globalisasi menyita perhatian publik dari berbagai aspek, mulai dari ekonomi, transportasi, hiburan, hingga lembaga...

by Arya Dhamma Nanda
September 13, 2026
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi
Cerpen

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar
Puisi

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang
Esai

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali
Panggung

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali
Khas

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co