5 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Refleksi 2 November: Mencari Makna di Balik Perubahan Teknologi

Petrus Imam Prawoto Jati by Petrus Imam Prawoto Jati
November 2, 2024
in Esai
Refleksi 2 November: Mencari Makna di Balik Perubahan Teknologi

Ilustrasi diolah tatkala.co dari Canva

PADA 2 November 2022, Indonesia resmi meninggalkan siaran televisi analog dan beralih ke siaran digital. Bagi sebagian besar dari kita, ini mungkin sekadar perubahan teknis—tapi apakah kita sudah benar-benar siap?

Di tengah antusiasme dan juga kebingungan masyarakat, kita perlu menggali lebih dalam, apa makna perubahan ini bagi kita sebagai sebuah bangsa? Apakah kita hanya sekadar “beralih” atau sebenarnya sedang dihadapkan pada sebuah momen yang bisa membawa kita ke dalam sebuah perjalanan besar menuju masa depan digital?

Pengalihan ini bukan hanya persoalan teknis yang menyoal gambar dan suara yang lebih jernih, tapi juga cerminan dari cara kita bergerak maju, beradaptasi, dan mengelola dampak dari perkembangan teknologi dalam kehidupan kita sehari-hari.

Sherry Turkle, seorang psikolog sosial sering mengingatkan bahwa teknologi seharusnya menghubungkan kita secara manusiawi, bukan malah membuat kita terjebak dalam alienasi (Turkle, 2011). Jadi, dalam konteks siaran digital, bagaimana kita bisa mengembangkan teknologi yang tidak hanya canggih tetapi juga mampu menyatukan, mendidik, dan memberdayakan masyarakat Indonesia?

Peluang Konten Lokal  di Era Digital

Dengan siaran digital, sebenarnya adalah membuka peluang yang semakin luas bagi konten lokal. Teknologi ini memungkinkan lebih banyak saluran penyiaran, sehingga produsen konten lokal, yang sebelumnya mungkin terabaikan, dapat memiliki ruang untuk berkembang. Namun, apa maknanya bagi masyarakat luas?

Dalam siaran digital, konten budaya lokal kini memiliki panggung baru untuk menampilkan kekayaan seni dan identitas yang menggambarkan Indonesia yang kaya. Namun, kita juga harus mengakui banyaknya tantangan yang dihadapi oleh para pengembang konten lokal ini. Ambil contoh misalnya, soal biaya produksi, penyiapan teknologi yang lebih canggih, dan persaingan dengan konten global yang telah mapan, di mana hal-hal tersebut bisa menjadi kendala tersendiri.

Nicholas Carr, seorang kritikus teknologi seringkali mengingatkan bahwa setiap teknologi baru membawa konsekuensinya sendiri, terutama bagi mereka yang kurang siap (Carr, 2010). Hal ini sepertinya juga berlaku di sini, bahwa konten lokal yang kurang didukung oleh kemajuan teknologi,  mungkin terpinggirkan oleh konten internasional yang lebih profesional.

Namun di sisi lain, potensi ekonomi dari siaran digital dapat berdampak pada perekonomian daerah. Misalnya, jika sebuah daerah mampu menyajikan konten yang unik, seperti budaya, kuliner, atau wisata lokal, dampaknya bisa sangat positif. Konten semacam ini bukan hanya memberikan hiburan, tapi juga berfungsi sebagai media promosi yang berdampak langsung pada roda perekonomian masyarakat lokal.

Peralihan ini juga merupakan upaya Indonesia untuk bersaing di tingkat global. Siaran digital membawa standar penyiaran kita ke level internasional, dan ini memungkinkan kita untuk berdiri sejajar dengan negara-negara lain dalam teknologi penyiaran.

Jaron Lanier, seorang pionir internet dalam karyanya sering membahas bahwa teknologi seharusnya memberi kita lebih banyak “pilihan”, bukan membatasi kita dalam satu cara berpikir atau berperilaku (Lanier, 2010). Siaran digital memberi kita kebebasan untuk mengekspresikan keunikan budaya lokal yang sangat kaya dan beragam ini, dengan membawa narasi kita sendiri ke panggung dunia.

Konsekuensinya, hal ini menuntut kita untuk berpikir lebih inovatif. Penyiar lokal perlu menyesuaikan diri dengan cara kerja digital, memanfaatkan platform yang lebih canggih, dan beradaptasi dengan cepat. Pemerintah dan pelaku industri harus memastikan bahwa siaran digital ini bukan sekadar “ikut-ikutan global”, tetapi menjadi langkah pasti untuk menuju industri penyiaran yang mandiri dan kompetitif.

Sementara itu, masyarakat diharapkan bisa melihat bahwa sesungguhnya digitalisasi ini adalah peluang bagi generasi muda untuk menciptakan dan menguasai teknologi, bukan hanya sebagai pengguna pasif, atau lebih prah lagi bahkan menjadi korban teknologi.

Kesadaran Digital dan Transformasi Masyarakat

Lebih dari sekadar teknologi, peralihan ini juga membawa suatu misi edukasi yang penting kepada masyarakat. Sherry Turkle pernah menekankan bahwa kita perlu mengembangkan hubungan yang lebih sehat dengan teknologi agar kita tetap bisa “menjaga kemanusiaan kita” di tengah derasnya arus digital (Turkle, 2015).

Peralihan ini seharusnya menjadi momen bagi masyarakat untuk semakin sadar akan peran teknologi dalam kehidupan mereka, bukan hanya dari sisi konsumsi konten melulu, tetapi juga dalam cara mereka memproduksi dan memproses informasi. Tidak pasif dalam penggunaan teknologi namun aktif dan proaktif.

Ada beberapa tantangan dalam hal ini. Banyak dari anggota masyarakat yang masih belum memiliki akses ke perangkat digital atau mungkin kurang mengerti dengan baik cara menggunakannya. Dalam era digital ini, tentu saja risiko kesenjangan akses teknologi menjadi semakin tinggi.

Seorang penulis teknologi, Douglas Rushkoff mengingatkan, bahwa teknologi tidak boleh hanya bermanfaat bagi segelintir orang, melainkan harus menciptakan kesempatan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat (Rushkoff, 2013). Pemerintah memiliki peran penting di sini, untuk mengatasi kesenjangan akses teknologi dan memastikan bahwa transformasi digital ini bisa inklusif, artinya terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat.

Transformasi digital ini adalah suatu panggilan untuk semua pihak, bukan hanya untuk penyedia teknologi saja, tetapi juga bagi masyarakat luas yang menggunakan teknologi tersebut. Di sinilah kesadaran digital menjadi penting, terutama dalam memahami cara kerja media dan dampaknya pada pemikiran kita sehari-hari. Dengan demikian, literasi digital tidak hanya penting bagi kalangan terdidik saja, tetapi bagi semua orang, siapa pun juga, yang terlibat dalam ekosistem digital di mana semuanya saling terhubung.

Lompatan Besar atau Sekadar Euforia Kosong

Pada akhirnya, kita harus jujur bahwa peralihan siaran televisi dari analog ke digital ini lebih dari sekadar urusan teknologi atau kualitas gambar. Ini adalah sebuah lompatan besar menuju masa depan digital, yang menuntut kita untuk tidak hanya mengikuti arus, tetapi berperan aktif, kritis, dan penuh kesadaran.

Nicholas Carr pernah mengingatkan betapa pentingnya kita mengukur dampak teknologi terhadap kehidupan manusia, bukan sekadar mengagumi kecanggihannya (Carr, 2014). Jika tidak, kita hanya akan menjadi penonton pasif yang kehilangan inti kemanusiaan di balik gemerlapnya digitalisasi. Ini adalah panggilan bagi kita semua, khususnya generasi muda, untuk mengembangkan kesadaran baru bahwa transformasi digital ini membawa dampak besar dalam tatanan sosial.

Teknologi bukan sekadar tren, tapi katalis yang mempengaruhi cara kita berpikir, berkomunikasi, dan melihat dunia. Tanpa pemahaman yang mendalam, peralihan ini bisa menjadi senjata yang merugikan kita sendiri. Apakah kita benar-benar siap menghadapi tantangan ini atau sekadar mengangguk tanpa paham konsekuensinya?

Kita tidak bisa menyambut era digital ini hanya dengan euforia kosong. Transformasi ini akan memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan hanya jika kita mau untuk belajar dan terus kritis. Mari kita berhenti menjadi penonton dan mulai menuntut hak serta tanggung jawab kita dalam dunia digital. Jika kita tidak memiliki kesiapan dan pemahaman yang matang, semua ini hanya akan menjadi tambahan beban dalam perjalanan kita sebagai masyarakat.

Sikap terbuka, tapi tetap kritis, adalah senjata kita untuk bergerak maju tidak hanya sebagai pengikut, tetapi sebagai masyarakat yang solid, siap, dan berdaya dalam menghadapi masa depan yang menantang. Selamat berjuang![T]

Transformasi Radio: Menolak Mati dalam Gelombang Digitalisasi
Media Sosial : Arena Perlawanan Rakyat Indonesia
Anak-anak dan Media: Antara Manfaat, Bahaya, dan Pembentukan Identitas
Tags: komunikasimediateknologi informasitelevisi analogtelevisi digital
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Semangkuk Gule dan 20 Ekor Kambing Muda untuk Kenikmatan Menonton Voli Tajun Cup

Next Post

Masima Krama Toska: Membangun Kebersamaan

Petrus Imam Prawoto Jati

Petrus Imam Prawoto Jati

Dosen Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah

Related Posts

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
0
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

Read moreDetails

Penyair Kelas Teri

by Arief Rahzen
October 4, 2026
0
Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

Read moreDetails

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails
Next Post
Masima Krama Toska: Membangun Kebersamaan

Masima Krama Toska: Membangun Kebersamaan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co