23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Semangkuk Gule dan 20 Ekor Kambing Muda untuk Kenikmatan Menonton Voli Tajun Cup

Son Lomri by Son Lomri
November 2, 2024
in Kuliner
Semangkuk Gule dan 20 Ekor Kambing Muda untuk Kenikmatan Menonton Voli Tajun Cup

Mayoni dan seporsi gule-sate di Tajun Cup V | Foto: tatkala.co

INI momen yang juga tak bisa dilupakan dalam  turnamen voli Tajun Cup V di lapangan Giri Mukti, Desa Tajun, Kubutambahan, Buleleleng yang finalnya berlangsung Sabtu, 19 Oktober 2024.

Ketahuilah, di sepanjang tepi jalan menuju arena pertandingan stand kuliner rakyat berderet-deret sejak sore. Mulai dari lawar darah. Kemudian bakso, syiobak, jagung bakar, sosis bakar, hingga krebipeti alias burger dari Amerika juga terhidang di pinggir jalan.

Untuk itulah anak-anak mengantri untuk menonton voli sembari membawa berbagai jenis makanan-makanan trendi itu dengan senang hati. Satu lagi, ada krepes coklat juga.

Kesukaan bapak-bapak tentu berbeda. Sebelum menonton pertandingan para bapak lebih dulu bertengger di sebuah warung sate kambing. Ini warung favorit. Namanya, Warung Sate Kambing Men Tolet.

Beberapa sate dibakar, dan benar-benar menyeruak baunya. Sate terdiam di bara api panas, beberapa menit, lalu diangkat.

Mayoni dan suaminya di warung Men Tolet | Foto: tatkala.co/Son

Seorang lelaki tengah sibuk kipas-kipas sate. Sementara Kadek Mayoni (48), istri dari lelaki itu, terus sibuk menyiuk gule kambing menu favorit orang-orang Tajun itu ke dalam mangkuk. Sate itu dihidangkan bersama semangkuk gule dan sepiring nasi.

Aroma kambing muda dan empuk—dari sate dan gule, tidak bisa terhindar dari perut lapar sebelum menonton klub jagoan di turnamen itu. Tentu saja, sebuah persiapan yang bagus untuk mengganjal perut hingga tengah malam menonton final—samapai selesai.

“Kalau sate, itu di pagi hari buatnya, ditusuknya. Kami pakai kambing muda, sekitar 300 tusuk perhari, satu kambing perhari. Terkadang juga satu ekor kambing untuk dua hari kalau turnamen tak begitu ramai.” kata Kadek Mayoni, pemilik warung makan Men Tolet itu pada malam final, Sabtu, 19 Oktober.

Seporsi gule sate Men Totel | Foto: tatkala.co/Son

Rasa gule yang dibuat Mayoni, tentu beda dengan gule lain di warung sate yang lain. Gule yang ia buat dibumbui dengan bumbu genep khas Bali. Tajun, memiliki selera rasa yang kuat terhadap makanan, yaitu pedas. Sehingga gule yang dibuat oleh Kadek Mayoni itu cukup strong rasanya.

Daging, selain empuk juga bumbu dan rasa pedas menyecap ke setiap sela-sela daging begitu sempurna.

Di mangkok, tenggelam dalam kuah beberapa bagian tubuh daging kambing muda. Mulai dari daging bagian kaki, buntut, gaji, sedikit tulang, dan lainnya. Ketika menyiuk satu sendok masuk ke mulut itu, aroma bawang goreng menambahkan rasa enak tiada banding saat dikunyah. Apalagi ketika gaji, daging dan sedikit tulang muda bersamaan tersiuk ke sendok, kenikmatan semakin menjadi-jadi saat ditelan.

Semangkuk gule yang dibuat oleh Kadek Mayoni  itu juga setidaknya memberi hangat kepada tubuh dari angin malam, apalagi rasa pedas dari jahe dan cabai menyatu dengan pas. Di sana, ia telah banyak memiliki pelanggan setia—terutama di setiap pertandingan Tajun Cup V.

“Saya tak punya cabang. Selain turnamen voli, saya sesekali jualan di turnamen ayam (tejen maksudnya),” kata Mayoni.

Di sini, di Tajun Cup, selama 25 hari ia berjualan,  sekitar 20 kambing telah dihabiskannya.

“Selalu banyak orang yang datang kemari setiap harinya untuk gule, dan dengan orang yang sama lagi. Nih, kaya bapak ini (tunjuknya ke salah satu pengunjung) sering dia makan di sini, makanya perutnya gendut,” kata Kadek Mayoni melempar humor. Intimitas sosial memang terasa di Tajun Cup V. 

Sebelum menonton klub voli jagoan, santap sate gule kambing dulu | Foto: tatkala.co/Son

Kadek Mayoni Foto: tatkala.co/Son

Sekitar jam dua siang Kadek Mayoni mempersiapkan gule, setelah pagi ia berjibaku berjualan daging lebih dulu di pasar dan menjual beberapa pakaian OB. Kadek Mayoni barulah kemudian berjibaku dengan kompornya di dapur untuk gule yang ia jual pada malam turnamen voli.

Tangannya sudah terbiasa memasak gule. Setelah daging kambing dipotong kecil-kecil, ia mencuci dan meniriskannya sebentar menunggu bumbu genep dan santan di kuali matang dan mendidih. Setelah panas dan aroma keluar, daging itu dimasukannya kemudian.

Sekitar satu jam ia menunggu daging menyecap bumbu. Sebab itulah dagingnya empuk, juga terasa melekat bumbunya. Untuk semangkuk gule, ia bandrol 40 ribu termasuk nasi, tentu—dengan porsinya sangat banyak, pula rasanya sangat lezat—memberi citra kuliner yang mewah di sebuah desa.

Di sela-sela Tajun Cup, orang-orang bisa makan enak sepuasnya dengan harga di bawah standar bule.

Sate tusuk (atas) dan sate lilit (bawah). Enaknya | Foto: tatkala.co/Son

“Tapi itu, kuahnya harus betul-betul mateng, biar enggak cepet basi,” kata Kadek Mayoni  menjelaskan proses memasaknya, dan memastikan kualinya tetap segar tercium. “Baunya tetap enak kan? Karena masaknya harus benar-benar mateng. Biar meresap dan segar sampai tengah malam.”

Sementara pada sate lilit, daging kambing muda lebih dulu diblender bersamaan dengan bumbu genep dan sedikit minyak. Setelah menyatu itu, barulah ia eksekusi. Bara api membuka kelezatan yang baru pada pengalaman rasa bernama sate lilit.

Percayalah. Datanglah tahun depan, ya, Ton… [T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

Puncak Tajun Cup V: Trofi Juara Dibawa ke Panggung-Sembiran, Motor Diboyong ke Pamesan
Geblek Pari, Wisata Kuliner Rasa Alam Pedesaan di Kulon Progo
Laklak Beras Merah Jatiluwih: Tradisi dan Inovasi dalam Satu Gigitan
Tags: bola voliDesa Tajunkulinersate kambing
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Rumah Tusuk Sate | Cerpen Putri Santiadi

Next Post

Refleksi 2 November: Mencari Makna di Balik Perubahan Teknologi

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Belajar Mengenal Prancis dari Meja Makan

by Rusdy Ulu
October 8, 2026
0
Belajar Mengenal Prancis dari Meja Makan

BAGI orang Indonesia, keju bukan makanan yang hadir setiap hari di meja makan. Karena itu, ketika dua belas peserta berkumpul...

Read moreDetails

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
0
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

Read moreDetails

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

by Wahyu Mahaputra
September 28, 2026
0
Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

CUKUP dengan uang tiga ribu rupiah saja, segelas penuh minuman es santan yang creamy dan menyegarkan sudah bisa mengalir di...

Read moreDetails

Maklor dan Cilor, Jajanan Jadul yang Bertahan di Tikungan Jalan Merak Singaraja

by Putu Gangga Pradipta
September 4, 2026
0
Maklor dan Cilor, Jajanan Jadul yang Bertahan di Tikungan Jalan Merak Singaraja

MATAHARI pagi belum genap sejengkal naik ketika sebuah gerobak biru berhenti di pinggir Jalan Merak, Singaraja. Di belakangnya, truk-truk besar...

Read moreDetails

Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026

by Nyoman Budarsana
September 1, 2026
0
Ulam Carik, Jejak Kuliner Persawahan dalam Tanah Lot Art and Food Festival VI 2026

UDARA pagi terasa panas ketika rangkaian Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 memasuki penghujung acara. Usai menutup festival,...

Read moreDetails

Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

by Tri Nugroho Adi
August 9, 2026
0
Merawat Kebersamaan Melalui Tradisi ‘Sambelan’

"BU, kulo mung mbekto kuluban godhong kates nggih? Lha ya mung niku sing wonten teng  nggriyo ." (Bu, saya hanya...

Read moreDetails

Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar

by Jaswanto
June 17, 2026
0
Becek Tuban, Kuliner Jamuan Hari-Hari Besar

“BECEK lagi, becek lagi,” keluh istri saya setiap kali menghadiri hajatan di kampung—entah pernikahan, tujuh bulanan, kematian, sedekah bumi, khitanan,...

Read moreDetails

Serangga dalam Piring Makan Kita

by Jaswanto
April 25, 2026
0
Serangga dalam Piring Makan Kita

JIKA di Gunung Kidul orang-orang desa terbiasa menggoreng belalang, atau masyarakat Jawa Timur—khususnya di kawasan hutan jati—gemar menyantap kepompong ulat...

Read moreDetails

Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

by Putu Gangga Pradipta
April 12, 2026
0
Seporsi Nasi Cokot dan Senyum Fadillah —Menggigit Harapan di Trotoar Dewi Sartika Singaraja

MATAHARI baru saja mengintip di ufuk timur Kota Singaraja. Jarum jam menunjukkan pukul 07.00 WITA, namun denyut nadi di Jalan...

Read moreDetails
Next Post
Refleksi 2 November: Mencari Makna di Balik Perubahan Teknologi

Refleksi 2 November: Mencari Makna di Balik Perubahan Teknologi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co