“Koloni”: Semut, Semesta, dan Seni Merawat Kehidupan
Novel Koloni pertama kali diluncurkan oleh Gramedia pada 22 Agustus 2025. Sejak diluncurkan hingga kini, novel ini terus mendapat perhatian ...
Read moreDetailsNovel Koloni pertama kali diluncurkan oleh Gramedia pada 22 Agustus 2025. Sejak diluncurkan hingga kini, novel ini terus mendapat perhatian ...
Read moreDetails“Bagi laki-laki yang masih menganut patriarki, saya sarankan jangan membaca buku ini.” Ucapan itu langsung disambut gelak tawa peserta bedah ...
Read moreDetails“Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah ...
Read moreDetailsTIGA pembicara pada seminar sastra itu adalah sastrawan dan penulis hebat. Mereka adalah Ratih Kumala, Oka Rusmini dan Chynta Hariadi. Mereka ...
Read moreDetailsMINGGU, 27 Oktober, sebelum Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) 2024 benar-benar berakhir, saya menyempatkan bertemu kembali dengan Agustinus Wibowo, ...
Read moreDetailsKETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...
Read moreDetailsADA seorang guru sekaligus penulis senior asal Bali yang bernama Nyoman Tingkat. Suatu ketika, dengan permainan kata yang cerdas dan menggelitik, melalui unggahan...
Read moreDetailsDALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...
Read moreDetails

ADA perjalanan yang kita tempuh karena tugas. Ada perjalanan yang kita jalani karena kewajiban. Namun, sering kali justru di balik...
SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...
RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

TELEPON belum lama ditutup ketika Luh Sukerti kembali sibuk di depan tungku. Puluhan tusuk sate dibolak-balik di atas bara, dilumuri...
PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...
"YANG kami bangun bukan sekadar ruang publik yang indah, tetapi juga ruang yang mampu mengingatkan masyarakat akan perjalanan panjang Kota...
Copyright © 2016-2025, tatkala.co