2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
in Khas
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

Panel Diskusi ‘Posisi dan Potensi Sastra Indonesia dalam Lanskap Dunia’│Foto: Dok. SLF

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.”

Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah diskusi tentang posisi sastra Indonesia hari ini. Di tengah kemajuan kecerdasan buatan (AI), perubahan perilaku membaca, dan berkembangnya platform digital, ia justru melihat harapan sastra berada pada generasi muda yang selama ini acap dipandang sebelah mata.

Di Kawasan Museum Buleleng, Sabtu, 4 Juli 2026, perbincangan tentang sastra berlangsung hangat sekaligus reflektif. Panel bertajuk “Posisi dan Potensi Sastra Indonesia dalam Lanskap Dunia” menjadi salah satu rangkaian hari kedua Singaraja Literary Festival (SLF) 2026. Ratih Kumala, Sasti Gotama, dan JS Khairen hadir sebagai narasumber dengan Desi Nurani sebagai moderator. Selama hampir dua jam, pembahasan tidak hanya menyoroti sastra sebagai karya, tetapi juga perubahan ekosistem yang mengitarinya, mulai dari lahirnya penulis baru, bergesernya perilaku membaca, hingga tantangan di era kecerdasan buatan (AI).

Desi Nurani membuka diskusi dengan sebuah pertanyaan yang langsung mengarahkan percakapan ke inti persoalan: jika diminta menggambarkan posisi sastra Indonesia hari ini, apakah sastra sedang tumbuh atau justru menghadapi krisis?

Panel Diskusi ‘Posisi dan Potensi Sastra Indonesia dalam Lanskap Dunia’│Foto: Dok. SLF

Bagi JS Khairen, jawaban atas pertanyaan itu bergantung pada cara orang memaknai sastra. Ia mengawali dengan pengalaman pribadinya. Ketika tujuh novel pertamanya belum laris, ia lebih sering diundang ke forum-forum diskusi sastra. Namun, setelah karya-karyanya menjadi best seller, undangan justru lebih banyak datang dari kampus dan ruang-ruang publik lain.

Pengalaman itu, menurutnya, menunjukkan bahwa batas antara sastra dan pasar masih sering diperdebatkan. Namun, ada satu hal yang tidak bisa dibantah: Generasi Z memiliki posisi yang sangat penting dalam menjaga kehidupan sastra Indonesia. Mereka mungkin tidak banyak mengenal karya-karya sastra masa lalu, tetapi justru menjadi pembaca yang menghidupi sastra hari ini.

Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa generasi yang kini mulai menjadi penulis akan menghadapi tantangan baru yang belum pernah dihadapi generasi sebelumnya. Di era AI, persoalannya bukan hanya menghasilkan karya, tetapi juga membuktikan bahwa karya itu benar-benar lahir dari tangan dan pikiran sendiri.

Meski begitu, ia tetap optimistis. “Kalau autentik, AI itu nggak bisa niru. Semua penulis pasti punya signature-nya. Semua punya gaya yang tidak bisa ditiru AI,” tegasnya.

Panel Diskusi ‘Posisi dan Potensi Sastra Indonesia dalam Lanskap Dunia’│Foto: Dok. SLF

Ratih Kumala melihat persoalan dari sudut berbeda. Baginya, sastra Indonesia bukan sedang mengalami krisis, melainkan transformasi.

Transformasi itu tampak dari tema, genre, hingga cara penulis membangun kariernya. Jika dahulu seorang penulis harus bersaing ketat agar bisa dimuat di surat kabar atau diterbitkan penerbit besar, kini jalurnya jauh lebih beragam. Platform digital memberi ruang lebih luas bagi siapa pun untuk mulai menulis dan menemukan pembacanya sendiri.

“Perubahan medium justru membuka peluang baru. Penulis masa kini bahkan bisa hidup dari aktivitas menulis tanpa harus menjadi jurnalis atau menerbitkan buku secara konvensional. Platform seperti Wattpad dan berbagai media digital memungkinkan penulis membangun komunitas pembaca sekaligus memperoleh penghasilan. Interaksi yang terbangun dengan pembaca juga lebih intens sehingga mendorong lahirnya karya-karya yang lebih eksperimental,” ungkap Ratih Kumala.

Panel Diskusi ‘Posisi dan Potensi Sastra Indonesia dalam Lanskap Dunia’│Foto: Dok. SLF

Pandangan Ratih Kumala diamini Sasti Gotama. Penulis yang mengawali karier melalui platform digital itu mengaku dirinya menjadi salah satu bagian dari transformasi tersebut.

Menurut Sasti, perubahan tidak hanya terjadi pada medium publikasi, tetapi juga pada keberanian penulis bereksperimen. Kini ada buku yang dikemas menyerupai majalah, ada pula karya yang bermain dengan bentuk dan struktur yang sebelumnya nyaris tak terpikirkan.

Ia bahkan menyebut dirinya ‘tersesat’ ke dunia sastra karena berlatar belakang seorang dokter umum. Namun, justru latar belakang itulah yang memberi sudut pandang berbeda dalam menulis.

“Beragam pengalaman hidup, selalu menyimpan kemungkinan untuk diolah menjadi cerita yang autentik,” ucapnya.

Panel Diskusi ‘Posisi dan Potensi Sastra Indonesia dalam Lanskap Dunia’│Foto: Dok. SLF

Diskusi kemudian bergeser pada isu yang tak kalah penting, yakni bagaimana perubahan cara membaca memengaruhi proses kreatif seorang penulis.

Desi Nurani mengingatkan bahwa pembaca kini mengakses bacaan melalui banyak medium. Kebiasaan membaca pun berubah. Di tengah situasi itu, ia bertanya apakah para penulis akhirnya menyesuaikan diri dengan selera pasar atau tetap bertahan pada idealismenya.

JS Khairen menjawab dengan pengalaman yang justru bertolak belakang dari anggapan umum.

“Aku pernah menulis karya dengan keinginan pembaca, tapi tidak laku. Ketika aku menulis sebagai JS Khairen, justru laku.”

Menurutnya, pembaca pada akhirnya mencari orisinalitas dan ketulusan seorang penulis. Pasar akan menunggu karya yang benar-benar lahir dari identitas penulisnya sendiri.

Ratih Kumala memiliki pendekatan lebih kontekstual. Ia mengaku selalu berangkat dari idealisme dan kegelisahan pribadi ketika menulis novel. Namun, saat menulis skenario film, ia harus mempertimbangkan kebutuhan pasar karena medium tersebut memiliki karakter berbeda.

Panel Diskusi ‘Posisi dan Potensi Sastra Indonesia dalam Lanskap Dunia’│Foto: Dok. SLF

Sementara itu, Sasti Gotama mengakui bahwa seluruh karya yang ia tulis berawal dari kebutuhan untuk melakukan katarsis. Seiring waktu, muncul pula keinginan agar bukunya diterima pasar. Algoritma media sosial, menurutnya, membantu penulis membaca tren, sementara komunitas seperti bookstagram dan TikTok memperluas cara buku dipasarkan.

Kendati demikian, ia menyadari bahwa mengikuti selera pasar sepenuhnya bukan perkara mudah. Ia pernah mencoba, tetapi hasilnya kurang memuaskan. Pada akhirnya, ia meyakini karya yang lahir dari idealisme penulis sendiri lebih mudah menemukan pembaca. Kini, bukan hanya isi buku yang menarik perhatian publik, tetapi juga sosok penulisnya.

Menjelang akhir diskusi, satu benang merah terasa semakin jelas. Ketiga penulis itu boleh datang dari generasi, latar belakang, dan pengalaman yang berbeda. Namun, mereka bertemu pada satu keyakinan bahwa sastra Indonesia tidak sedang kehilangan arah.

Panel Diskusi ‘Posisi dan Potensi Sastra Indonesia dalam Lanskap Dunia’│Foto: Dok. SLF

Sastra Indonesia kini sedang bertransformasi. Perubahan itu menghadirkan tantangan baru: AI, algoritma, media sosial, hingga bergesernya perilaku membaca. Namun, di balik semua itu, selalu ada ruang bagi kejujuran, keberanian bereksperimen, dan suara-suara autentik yang membuat sastra tetap menemukan pembacanya.

Di halaman Museum Buleleng siang itu, percakapan tentang sastra bukan sekadar membahas buku atau penulis. Ia menjadi pengingat bahwa selama masih ada generasi yang membaca, menulis, dan percaya pada kekuatan cerita, sastra Indonesia akan terus bertumbuh, menemukan bentuk-bentuk baru, sekaligus menjaga denyut kehidupan yang membuatnya tetap relevan di tengah lanskap dunia yang terus berubah.[T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: JS KhairenRatih KumalaSasti GotamasastraSingaraja Literary FestivalSingaraja Literary Festival 2026
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

Next Post

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co