13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
in Khas
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

Panel Diskusi ‘Posisi dan Potensi Sastra Indonesia dalam Lanskap Dunia’│Foto: Dok. SLF

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.”

Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah diskusi tentang posisi sastra Indonesia hari ini. Di tengah kemajuan kecerdasan buatan (AI), perubahan perilaku membaca, dan berkembangnya platform digital, ia justru melihat harapan sastra berada pada generasi muda yang selama ini acap dipandang sebelah mata.

Di Kawasan Museum Buleleng, Sabtu, 4 Juli 2026, perbincangan tentang sastra berlangsung hangat sekaligus reflektif. Panel bertajuk “Posisi dan Potensi Sastra Indonesia dalam Lanskap Dunia” menjadi salah satu rangkaian hari kedua Singaraja Literary Festival (SLF) 2026. Ratih Kumala, Sasti Gotama, dan JS Khairen hadir sebagai narasumber dengan Desi Nurani sebagai moderator. Selama hampir dua jam, pembahasan tidak hanya menyoroti sastra sebagai karya, tetapi juga perubahan ekosistem yang mengitarinya, mulai dari lahirnya penulis baru, bergesernya perilaku membaca, hingga tantangan di era kecerdasan buatan (AI).

Desi Nurani membuka diskusi dengan sebuah pertanyaan yang langsung mengarahkan percakapan ke inti persoalan: jika diminta menggambarkan posisi sastra Indonesia hari ini, apakah sastra sedang tumbuh atau justru menghadapi krisis?

Panel Diskusi ‘Posisi dan Potensi Sastra Indonesia dalam Lanskap Dunia’│Foto: Dok. SLF

Bagi JS Khairen, jawaban atas pertanyaan itu bergantung pada cara orang memaknai sastra. Ia mengawali dengan pengalaman pribadinya. Ketika tujuh novel pertamanya belum laris, ia lebih sering diundang ke forum-forum diskusi sastra. Namun, setelah karya-karyanya menjadi best seller, undangan justru lebih banyak datang dari kampus dan ruang-ruang publik lain.

Pengalaman itu, menurutnya, menunjukkan bahwa batas antara sastra dan pasar masih sering diperdebatkan. Namun, ada satu hal yang tidak bisa dibantah: Generasi Z memiliki posisi yang sangat penting dalam menjaga kehidupan sastra Indonesia. Mereka mungkin tidak banyak mengenal karya-karya sastra masa lalu, tetapi justru menjadi pembaca yang menghidupi sastra hari ini.

Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa generasi yang kini mulai menjadi penulis akan menghadapi tantangan baru yang belum pernah dihadapi generasi sebelumnya. Di era AI, persoalannya bukan hanya menghasilkan karya, tetapi juga membuktikan bahwa karya itu benar-benar lahir dari tangan dan pikiran sendiri.

Meski begitu, ia tetap optimistis. “Kalau autentik, AI itu nggak bisa niru. Semua penulis pasti punya signature-nya. Semua punya gaya yang tidak bisa ditiru AI,” tegasnya.

Panel Diskusi ‘Posisi dan Potensi Sastra Indonesia dalam Lanskap Dunia’│Foto: Dok. SLF

Ratih Kumala melihat persoalan dari sudut berbeda. Baginya, sastra Indonesia bukan sedang mengalami krisis, melainkan transformasi.

Transformasi itu tampak dari tema, genre, hingga cara penulis membangun kariernya. Jika dahulu seorang penulis harus bersaing ketat agar bisa dimuat di surat kabar atau diterbitkan penerbit besar, kini jalurnya jauh lebih beragam. Platform digital memberi ruang lebih luas bagi siapa pun untuk mulai menulis dan menemukan pembacanya sendiri.

“Perubahan medium justru membuka peluang baru. Penulis masa kini bahkan bisa hidup dari aktivitas menulis tanpa harus menjadi jurnalis atau menerbitkan buku secara konvensional. Platform seperti Wattpad dan berbagai media digital memungkinkan penulis membangun komunitas pembaca sekaligus memperoleh penghasilan. Interaksi yang terbangun dengan pembaca juga lebih intens sehingga mendorong lahirnya karya-karya yang lebih eksperimental,” ungkap Ratih Kumala.

Panel Diskusi ‘Posisi dan Potensi Sastra Indonesia dalam Lanskap Dunia’│Foto: Dok. SLF

Pandangan Ratih Kumala diamini Sasti Gotama. Penulis yang mengawali karier melalui platform digital itu mengaku dirinya menjadi salah satu bagian dari transformasi tersebut.

Menurut Sasti, perubahan tidak hanya terjadi pada medium publikasi, tetapi juga pada keberanian penulis bereksperimen. Kini ada buku yang dikemas menyerupai majalah, ada pula karya yang bermain dengan bentuk dan struktur yang sebelumnya nyaris tak terpikirkan.

Ia bahkan menyebut dirinya ‘tersesat’ ke dunia sastra karena berlatar belakang seorang dokter umum. Namun, justru latar belakang itulah yang memberi sudut pandang berbeda dalam menulis.

“Beragam pengalaman hidup, selalu menyimpan kemungkinan untuk diolah menjadi cerita yang autentik,” ucapnya.

Panel Diskusi ‘Posisi dan Potensi Sastra Indonesia dalam Lanskap Dunia’│Foto: Dok. SLF

Diskusi kemudian bergeser pada isu yang tak kalah penting, yakni bagaimana perubahan cara membaca memengaruhi proses kreatif seorang penulis.

Desi Nurani mengingatkan bahwa pembaca kini mengakses bacaan melalui banyak medium. Kebiasaan membaca pun berubah. Di tengah situasi itu, ia bertanya apakah para penulis akhirnya menyesuaikan diri dengan selera pasar atau tetap bertahan pada idealismenya.

JS Khairen menjawab dengan pengalaman yang justru bertolak belakang dari anggapan umum.

“Aku pernah menulis karya dengan keinginan pembaca, tapi tidak laku. Ketika aku menulis sebagai JS Khairen, justru laku.”

Menurutnya, pembaca pada akhirnya mencari orisinalitas dan ketulusan seorang penulis. Pasar akan menunggu karya yang benar-benar lahir dari identitas penulisnya sendiri.

Ratih Kumala memiliki pendekatan lebih kontekstual. Ia mengaku selalu berangkat dari idealisme dan kegelisahan pribadi ketika menulis novel. Namun, saat menulis skenario film, ia harus mempertimbangkan kebutuhan pasar karena medium tersebut memiliki karakter berbeda.

Panel Diskusi ‘Posisi dan Potensi Sastra Indonesia dalam Lanskap Dunia’│Foto: Dok. SLF

Sementara itu, Sasti Gotama mengakui bahwa seluruh karya yang ia tulis berawal dari kebutuhan untuk melakukan katarsis. Seiring waktu, muncul pula keinginan agar bukunya diterima pasar. Algoritma media sosial, menurutnya, membantu penulis membaca tren, sementara komunitas seperti bookstagram dan TikTok memperluas cara buku dipasarkan.

Kendati demikian, ia menyadari bahwa mengikuti selera pasar sepenuhnya bukan perkara mudah. Ia pernah mencoba, tetapi hasilnya kurang memuaskan. Pada akhirnya, ia meyakini karya yang lahir dari idealisme penulis sendiri lebih mudah menemukan pembaca. Kini, bukan hanya isi buku yang menarik perhatian publik, tetapi juga sosok penulisnya.

Menjelang akhir diskusi, satu benang merah terasa semakin jelas. Ketiga penulis itu boleh datang dari generasi, latar belakang, dan pengalaman yang berbeda. Namun, mereka bertemu pada satu keyakinan bahwa sastra Indonesia tidak sedang kehilangan arah.

Panel Diskusi ‘Posisi dan Potensi Sastra Indonesia dalam Lanskap Dunia’│Foto: Dok. SLF

Sastra Indonesia kini sedang bertransformasi. Perubahan itu menghadirkan tantangan baru: AI, algoritma, media sosial, hingga bergesernya perilaku membaca. Namun, di balik semua itu, selalu ada ruang bagi kejujuran, keberanian bereksperimen, dan suara-suara autentik yang membuat sastra tetap menemukan pembacanya.

Di halaman Museum Buleleng siang itu, percakapan tentang sastra bukan sekadar membahas buku atau penulis. Ia menjadi pengingat bahwa selama masih ada generasi yang membaca, menulis, dan percaya pada kekuatan cerita, sastra Indonesia akan terus bertumbuh, menemukan bentuk-bentuk baru, sekaligus menjaga denyut kehidupan yang membuatnya tetap relevan di tengah lanskap dunia yang terus berubah.[T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: JS KhairenRatih KumalaSasti GotamasastraSingaraja Literary FestivalSingaraja Literary Festival 2026
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

Next Post

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
0
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

Read moreDetails

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
0
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

Read moreDetails

Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

FESTIVAL Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 dipastikan hadir lebih semarak. Festival yang menjadi ruang apresiasi seni modern, kontemporer,...

Read moreDetails

Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

PAGI itu, suasana Pantai Cemara, Sanur, mulai dipenuhi antusiasme. Meski sinar matahari sudah terasa menyengat, puluhan orang tetap bersemangat mengikuti...

Read moreDetails

Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

by Rohmah Nia Chandra Sari
July 9, 2026
0
Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

RANGKAIAN ajang bergengsi Pekan Seni Mahasiswa FISIP (PEKSIMASIF) 2026 yang berlangsung selama tiga hari, sejak 28 hingga 30 April 2026,...

Read moreDetails

Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

by Chandra Manikan
July 9, 2026
0
Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

SAMPAI HARI INI, pupuh itu mengendap lebih lama di pikiranku. Buku “Bali, Pandemi, Refleksi: Dinamika Politik Kebijakan dan Kritisme Komunitas”,...

Read moreDetails

Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 8, 2026
0
Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

“SETIAP penyair kalau ia menyuarakan lukanya, ia sebenarnya menyuarakan luka manusia.” Kalimat itu meluncur dari Yahya Umar, Sabtu, 4 Juli...

Read moreDetails

Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 7, 2026
0
Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

AROMA kopi yang baru diseduh bercampur dengan wangi siobak dan tipat santok menyambut setiap langkah pengunjung di belakang panggung utama...

Read moreDetails

Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

by Agung Sudarsa
July 7, 2026
0
Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

MINGGU, 21 Juni 2026, di Griya Yangloni milik Dokter Ida Bagus Kesnawa, MM, di Banjar Buruan, Gianyar, sebuah pengalaman sederhana...

Read moreDetails

Bagai Pasukan Perang, Tim Volunteer AVIRAMA “Kejar Sampah” di Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 6, 2026
0
Bagai Pasukan Perang, Tim Volunteer AVIRAMA “Kejar Sampah” di Singaraja Literary Festival 2026

BAGAI pasukan di medan perang, petugas kebersihan dalam ajang Singaraja Literary Festival (SLF) 2026 tak membiarkan sepotong sampah pun tertinggal....

Read moreDetails
Next Post
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co