3 November 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

COCA Ubud, Merajut Musik, Film, Kuliner, dan Seni dalam Satu Rumah Kreatif

tatkala by tatkala
November 3, 2026
in Pariwisata
COCA Ubud, Merajut Musik, Film, Kuliner, dan Seni dalam Satu Rumah Kreatif

COCA Selekta | Foto: COCA Ubud

DI Ubud, pengalaman menikmati musik, menonton film, menyantap hidangan, dan mengapresiasi seni kini memiliki satu ruang pertemuan. Namanya COCA Ubud. Berlokasi di Titik Dua Ubud, tempat ini resmi membuka pintunya pada 30 Oktober 2026 dengan membawa gagasan sebagai Ubud’s Creative House, sebuah rumah kreatif yang mempertemukan beragam pengalaman budaya dalam satu lingkungan.

COCA tidak sekadar menghadirkan sejumlah ruang dengan fungsi berbeda. Di dalamnya, musik, film independen, kuliner, dan seni dirangkai menjadi pengalaman yang saling terhubung. Pengunjung dapat datang untuk mendengarkan musik dari piringan hitam, menyaksikan film di ruang sinema, berbagi hidangan, atau menjelajahi karya seni. Empat pengalaman utama itu dirangkum melalui Listen, Watch, Eat, dan Explore.

Kehadiran COCA sekaligus menandai babak baru bagi Titik Dua. Keduanya kini menawarkan karakter pengalaman yang berbeda, tetapi saling melengkapi. Jika Titik Dua tetap mempertahankan suasana sebagai ruang untuk beristirahat dan berefleksi, COCA hadir dengan denyut yang lebih aktif melalui program kreatif, kolaborasi, dan kegiatan komunitas.

“COCA telah berkembang dari berbagai ruang, program, dan hubungan yang kami bangun di Titik Dua. Seiring perkembangan properti secara keseluruhan, kami ingin menghadirkan dua pengalaman yang saling melengkapi: Titik Dua sebagai ruang untuk beristirahat dan berefleksi, dan COCA sebagai ruang yang lebih aktif untuk eksplorasi budaya dan membangun koneksi. Melalui musik, film, kuliner, dan seni, kami berharap dapat menawarkan cara berbeda untuk menikmati tempat yang sama, sekaligus terus mengembangkan identitas COCA sebagai Ubud’s Creative House,” ujar Fonny Makatita, General Manager Titik Dua.

COCA Artspace | Foto: COCA Ubud

Pernyataan tersebut menggambarkan arah pengembangan COCA. Ruang ini tidak dibangun semata-mata untuk menambah pilihan hiburan di Ubud, tetapi juga untuk memperluas kemungkinan pertemuan antara hospitality, seni, budaya, dan komunitas. Gagasan itu tumbuh melalui perjalanan panjang yang berawal dari sebuah bar dan ruang sosial.

Dari Ruang Sosial Menuju Rumah Kreatif

Sebelum menjadi sebuah rumah kreatif, COCA bermula dari bar dan ruang sosial di lingkungan Titik Dua. Dalam perkembangannya, inisiatif tersebut menjadi bagian dari eksplorasi hotel untuk membangun konsep creative hotel, tempat pengalaman menginap dapat berkelindan dengan aktivitas seni dan budaya.

Salah satu pijakan awal perjalanan itu adalah COCA Selekta, sebuah vinyl listening bar yang tumbuh dari koleksi piringan hitam pribadi pemilik Titik Dua. Bersama kurator musik Munir, koleksi tersebut kemudian dikembangkan menjadi ruang dengar dengan pilihan musik yang dikurasi. Kehadiran in-house selector dan guest selector turut membuka perjumpaan antara musik Indonesia dan berbagai suara dari belahan dunia.

Dari musik, pengembangan COCA merambah ke ruang dan arsitektur. Bekas Barwa Gallery ditransformasikan melalui kolaborasi dengan arsitek Andra Matin menggunakan pendekatan adaptive reuse. Karakter asli bangunan, termasuk dinding bata lama, tetap dipertahankan dan dipadukan dengan elemen-elemen kontemporer. Dengan demikian, perubahan fungsi bangunan tidak menghapus jejak masa lalunya.

Sentuhan lain hadir melalui kolaborasi dengan BYO Living yang menghasilkan instalasi anyaman rotan di area mezzanine COCA Dining. Instalasi tersebut terinspirasi dari dialog kreatif Elevation dalam Venice Architecture Biennale 2018, kemudian diinterpretasikan kembali melalui filosofi Tri Hita Karana. Pertemuan antara material, desain, dan nilai budaya ini memperlihatkan bagaimana gagasan kreatif COCA juga diterjemahkan ke dalam ruang fisik.

COCA Selekta | Foto: COCA Ubud

Seiring waktu, berbagai program yang sebelumnya dikembangkan di Titik Dua ikut membentuk identitas COCA. COCA Theatre menjadi ruang pemutaran film independen dan pengalaman audiovisual, sedangkan COCA Artspace membuka kesempatan bagi pameran dan kolaborasi artistik. Sementara itu, COCA Dining melengkapi pengalaman melalui sajian kuliner Peranakan sepanjang hari, dengan perhatian pada kenikmatan makan dan tradisi berbagi hidangan.

Keempat ruang tersebut kini berada dalam satu lingkungan yang memungkinkan pengunjung berpindah dari satu pengalaman ke pengalaman lainnya. COCA Selekta menjadi tempat untuk mendengarkan musik melalui koleksi lebih dari 1.000 vinyl dan pilihan kurasi yang beragam. COCA Theatre, yang disebut sebagai sinema independen pertama di Bali dengan teknologi proyeksi laser, menghadirkan pemutaran film independen, pertunjukan langsung, serta pengalaman audiovisual. Ruang ini juga menjadi rumah bagi Ubud: Cinecurious, yang membuka kesempatan bagi penonton untuk mengenal film dan para pembuatnya di luar sirkuit sinema komersial.

Di sisi lain, COCA Dining menyajikan kuliner Peranakan sepanjang hari dengan inspirasi dari kekayaan kuliner Asia dan tradisi makan bersama. Suasananya dirancang santai dan terbuka, menyambut masyarakat lokal, wisatawan, maupun tamu hotel. Adapun COCA Artspace menjadi ruang seni kontemporer untuk pameran, instalasi, dan kolaborasi kreatif yang melanjutkan program-program pameran Titik Dua.

Keempatnya tidak berdiri sebagai ruang yang terpisah. Pengunjung dapat menikmati hidangan sembari melihat pameran, menghadiri sesi musik sebelum menonton film, atau kembali pada kesempatan lain untuk menemukan pengalaman berbeda. Pola kunjungan semacam ini membuat COCA menawarkan lebih dari satu alasan untuk datang.

Merayakan Suara Kreatif Indonesia

Pembukaan COCA Ubud juga ditandai dengan Opening Season yang berlangsung sepanjang Oktober dan November 2026. Rangkaian program ini mengeksplorasi budaya dan kreativitas Indonesia melalui film, seni pertunjukan, musik, dan kuliner. Sejumlah seniman, pekerja kreatif, serta komunitas dilibatkan untuk menghadirkan perjumpaan lintas disiplin.

Salah satu program utamanya adalah Kepulauan Ingatan: Perjalanan 45 Tahun Garin Nugroho. Program ini merayakan perjalanan kreatif sineas Garin Nugroho melalui pemutaran film, seni pertunjukan, musik, dan dialog budaya. Berlangsung pada 21 Oktober hingga 1 November, rangkaian tersebut menelusuri perjalanan sinema Garin dari berbagai periode kariernya.

COCA Theatre | Foto: COCA Ubud

Di dalamnya terdapat pemutaran film yang berlangsung sepanjang program, disertai pameran arsip audiovisual Garin Nugroho yang dikurasi Krisna Sudharma pada 29 Oktober hingga 1 November. Pameran ini menyoroti perjalanan sinema Garin, termasuk film Puisi Tak Terkuburkan (2000) dan Surat untuk Bidadari (1994). Pada 29 Oktober, Garin juga mengisi kelas master bertema Kebudayaan sebagai Potensi Sinematik. Sementara itu, program Mimbar Suara: Suara Yang Hilang yang berlangsung pada 29 Oktober hingga 1 November menghadirkan pertunjukan vokal dan monolog mengenai kehilangan, ingatan, serta hal-hal yang perlu ditemukan kembali.

Sebelum rangkaian tersebut, COCA juga menghadirkan Pesta Boneka on Wheels: Bali pada 16–18 Oktober. Program hasil kolaborasi dengan Papermoon Puppet Theatre dan para praktisi wayang Bali ini mempertemukan pertunjukan boneka dengan kegiatan bersama komunitas di Titik Dua. Pertemuan tersebut menjadi salah satu cara untuk membawa seni pertunjukan lebih dekat kepada masyarakat.

Pada 30 Oktober hingga 1 November, agenda berlanjut melalui Soft Launch Bali International Cinema Festival (BICIF). Selama tiga hari, festival ini menghadirkan pemutaran film dan diskusi yang membuka beragam perspektif tentang sinema. Rangkaian program ditutup dengan pemutaran khusus Samsara, film karya Garin Nugroho.

Musik mendapat ruang tersendiri melalui Tropical Trip: 10 Years of RAJAKELANA pada 7 November. Program ini merayakan satu dekade album solo perdana Mondo Gascaro melalui pertunjukan musik, pameran, dan sesi mendengarkan album. Perayaan tersebut menjadi kesempatan untuk menelusuri kembali perjalanan sebuah karya musik sekaligus pengalaman kreatif yang menyertainya.

Pada 14 November, COCA Theatre dijadwalkan menghadirkan Joko Anwar Retrospective, sebuah retrospektif yang menelusuri karya-karya sutradara Joko Anwar. Program ini berlangsung selama satu bulan dengan pilihan film yang memperlihatkan eksplorasi genre, suspense, satire, dan imajinasi dalam perkembangan sinema Indonesia. Secara khusus, Joko Anwar akan hadir di COCA pada 14 November untuk mengikuti pemutaran film dan sesi tanya jawab bersama penonton.

Rangkaian Opening Season kemudian berlanjut pada 15 November melalui CONFEST BALI 2026 bertajuk We Celebrate Us. Perayaan sepanjang hari ini mempertemukan makanan, budaya, dan komunitas di COCA. Informasi lebih lanjut mengenai program tersebut akan diumumkan kemudian.

COCA Dining | Foto: COCA Ubud

Melalui berbagai agenda itu, COCA berupaya membangun hubungan antara seniman, pembuat film, musisi, pelaku kuliner, dan komunitas kreatif. Program-program tersebut juga memperlihatkan bahwa ruang kreatif tidak cukup hanya disediakan secara fisik. Ia membutuhkan aktivitas, perjumpaan, dan kesempatan bagi orang-orang dengan latar belakang berbeda untuk saling berbagi gagasan.

Menemukan Pengalaman di Satu Tempat

Ke depan, COCA akan melanjutkan program pemutaran film, pertunjukan musik, pameran seni, dan kolaborasi kuliner. Dengan empat pengalaman utama yang saling terhubung, ruang ini diharapkan menjadi salah satu tempat pertemuan seni, budaya, dan komunitas di Ubud.

COCA Ubud berlokasi di Titik Dua Ubud, Jalan Cok Rai Pudak No. 48, Peliatan, Ubud, Gianyar, Bali 80571. Masing-masing ruang memiliki waktu operasional berbeda. COCA Selekta buka setiap hari pukul 16.00–00.00 WITA, COCA Theatre pukul 10.00–22.00 WITA dengan jadwal pemutaran yang dapat berubah, COCA Dining pukul 07.00–23.00 WITA, sedangkan COCA Artspace dapat dikunjungi pukul 11.00–18.00 WITA.

Pengunjung disarankan melakukan reservasi terlebih dahulu untuk COCA Dining, pemutaran film, dan program-program tertentu. Tiket COCA Theatre dapat diperoleh melalui theatre.titikdua.id. Untuk reservasi COCA Dining, COCA Selekta, maupun informasi umum, pengunjung dapat menghubungi WhatsApp +62 811 9693 9391 atau mengakses Instagram @cocaubud. Kunjungan tanpa reservasi tetap dimungkinkan dengan mengikuti ketersediaan tempat dan tiket.

Di tengah Ubud yang terus berkembang sebagai tujuan wisata dan ruang perjumpaan budaya, COCA menawarkan cara lain untuk menikmati sebuah destinasi. Orang-orang bisa datang bukan hanya untuk menginap atau bersantap, tetapi juga untuk mendengarkan, menonton, menjelajahi, dan berbagi pengalaman. Empat pintu pengalaman itu menjadi cara COCA merawat percakapan antara seni, budaya, dan kehidupan sehari-hari.[T]

Sumber: Rilis
Editor: Jaswanto

Tags: COCA Ubud
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Peringati Bulan Bahasa dan Sumpah Pemuda, Prima Mandiri School Asah Kreativitas dan Keberanian Siswa Lewat Berbagai Lomba

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
0
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

Read moreDetails

Premadewi Resort, Menemukan “Beauty of Ubud” dalam Kehangatan Alam dan Keramahtamahan Bali

by Nyoman Budarsana
August 12, 2026
0
Premadewi Resort, Menemukan “Beauty of Ubud” dalam Kehangatan Alam dan Keramahtamahan Bali

EMBUSAN angin menggoyangkan dedaunan. Dari balik pepohonan besar, embun pagi masih menyisakan kesejukan. Suara gemericik sungai terdengar di antara hijaunya...

Read moreDetails

International Housekeeper’s Conference, Exhibition & Bed Making Competition 2026 yang Digelar BPD IHKA Bali Diikuti 500 Peserta dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam

by Nyoman Budarsana
June 8, 2026
0
International Housekeeper’s Conference, Exhibition & Bed Making Competition 2026 yang Digelar BPD IHKA Bali Diikuti 500 Peserta dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam

Ketika diumumkan lomba dimulai, suasana ruangan mendadak dipenuhi suara riuh, sorak-sorai dan tepuk tangan sebagai dukungan dari penonton, suporter atau...

Read moreDetails

Tradisi Mebat dalam Nuansa Modern yang Hidup di Four Points by Sheraton Bali, Kuta

by Nyoman Budarsana
May 23, 2026
0
Tradisi Mebat dalam Nuansa Modern yang Hidup di Four Points by Sheraton Bali, Kuta

Sore itu, suasana di Four Points by Sheraton Bali tak seperti biasanya. Ketika para pekerja melakoni kegiatan budaya, yakni “ngebat”,...

Read moreDetails

The Sanur Lepas Tukik dengan Prosesi Budaya, Memperingati World Turtle Day Bali di Hari Tumpek Bubuh

by Nyoman Budarsana
May 23, 2026
0
The Sanur Lepas Tukik dengan Prosesi Budaya, Memperingati World Turtle Day Bali di Hari Tumpek Bubuh

Ini bukan upacara melukat atau kegiatan membersihkan diri dan alam semesta, tetapi acara melepas tukik. Pagi, Sabtu 23 Mei 2026,...

Read moreDetails

Housekeepers Bali Kolaborasi Hadapi Dampak Perang Timur Tengah

by Nyoman Budarsana
April 12, 2026
0
Housekeepers Bali Kolaborasi Hadapi Dampak Perang Timur Tengah

PERANG yang tengah terjadi di Timur Tengah sempat menjadi perbincangan oleh peserta seminar yang diorganisir Indonesian Housekeepers Association (IHKA) Bali...

Read moreDetails

BPD IHKA Bali Awali Agenda 2026 dengan Persembahyangan Bersama di Pura Mengening Gianyar

by Nyoman Budarsana
January 4, 2026
0
BPD IHKA Bali Awali Agenda 2026 dengan Persembahyangan Bersama di Pura Mengening Gianyar

BPD Indonesian Housekeeper's Association (IHKA) Bali secara resmi mengawali rangkaian agenda tahun 2026 dengan kegiatan melukat dan sembahyang bersama di...

Read moreDetails

BPD IHKA Bali Gelar International Housekeeper’s Conference & Exhibition

by Nyoman Budarsana
June 28, 2025
0
BPD IHKA Bali Gelar International Housekeeper’s Conference & Exhibition

Sudah menjadi tradisi, setiap kegiatan Badan Pimpinan Daerah Indonesian Housekeepers Association (BPD IHKA) Bali selalu diisi dengan pameran perlengkapan hotel...

Read moreDetails

Piagam Gumi Delod Ceking untuk Pariwisata Berkelanjutan   

by I Nyoman Tingkat
June 16, 2025
0
Piagam Gumi Delod Ceking untuk Pariwisata Berkelanjutan   

PERSOALAN Pariwisata di Gumi Delod Ceking adalah persoalan seputar SMA (Sampah, Macet, dan Air). Persoalan itu mencuat dalam Focus Group...

Read moreDetails

Anniversary Puri Gangga Resort ke-11, Pertahankan Konsep Tri Hita Karana

by tatkala
May 13, 2025
0
Anniversary Puri Gangga Resort ke-11, Pertahankan Konsep Tri Hita Karana

TAHUN 2025 ini Puri Gangga Resort genap berjalan selama 11 tahun. Perjalanan hingga 11 tahun ini tidaklah mudah di tengah...

Read moreDetails
Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

COCA Ubud, Merajut Musik, Film, Kuliner, dan Seni dalam Satu Rumah Kreatif
Pariwisata

COCA Ubud, Merajut Musik, Film, Kuliner, dan Seni dalam Satu Rumah Kreatif

DI Ubud, pengalaman menikmati musik, menonton film, menyantap hidangan, dan mengapresiasi seni kini memiliki satu ruang pertemuan. Namanya COCA Ubud....

by tatkala
November 3, 2026
Peringati Bulan Bahasa dan Sumpah Pemuda, Prima Mandiri School Asah Kreativitas dan Keberanian Siswa Lewat Berbagai Lomba
Pendidikan

Peringati Bulan Bahasa dan Sumpah Pemuda, Prima Mandiri School Asah Kreativitas dan Keberanian Siswa Lewat Berbagai Lomba

TIGA bendera kecil terangkat hampir bersamaan. Pertanyaan demi pertanyaan menguji ketangkasan para peserta. Ada yang sigap menjawab, ada pula yang...

by Dede Putra Wiguna
November 3, 2026
Mematan Yuyu: Ketika Buah Kopi Dibaca Melalui Mata Ketam
Esai

Mematan Yuyu: Ketika Buah Kopi Dibaca Melalui Mata Ketam

BAHASA masyarakat tradisional menyimpan cara pandang yang khas dalam memahami dunia. Alam tidak hanya menjadi ruang tempat manusia hidup dan...

by I Ketut Suar Adnyana
November 3, 2026
Road to Bali Digifest 2026, UPMI Bali Dorong Mahasiswa Berani Berinovasi
Pendidikan

Road to Bali Digifest 2026, UPMI Bali Dorong Mahasiswa Berani Berinovasi

KECERDASAN buatan atau artificial intelligence (AI) semakin dekat dengan kehidupan mahasiswa. Teknologi ini menawarkan kemudahan dalam belajar dan berkarya. Namun,...

by Dede Putra Wiguna
November 3, 2026
Tak Sekadar Memburu Juara, Jurnalis Muda Bali Belajar Memaknai Fakta di Pekan Jurnalistik UPMI Bali 2026
Pendidikan

Tak Sekadar Memburu Juara, Jurnalis Muda Bali Belajar Memaknai Fakta di Pekan Jurnalistik UPMI Bali 2026

FAKTA bisa menjadi cerita yang menggugah ketika berada di tangan yang tepat. Semangat itulah yang mengemuka dalam Pekan Jurnalistik Universitas...

by Dede Putra Wiguna
November 3, 2026
Yang Suci Dijaga, Yang Indah Dicipta — Tentang Pagerwesi, Spiritualitas, dan Festival Seni Budaya Kabupaten Badung 2026
Esai

Yang Suci Dijaga, Yang Indah Dicipta — Tentang Pagerwesi, Spiritualitas, dan Festival Seni Budaya Kabupaten Badung 2026

PADA hari ketika manusia diajak menegakkan pagar, sebuah panggung kebudayaan justru dibuka selebar-lebarnya. Rabu, 4 November 2026, menjadi sebuah momentum...

by I Gusti Made Darma Putra
November 2, 2026
Poem by Sugi Lanus | Yamuna
Poetry

Poem by Sugi Lanus | Yamuna

My Yamuna, I bow down to your love,which has kept me awake while drowning in your flow for thousands of...

by Sugi Lanus
November 2, 2026
Bentrok Tafsir: Ketika Teks Membelah Persepsi — Membicarakan Cerpen “Ketika Kentongan Dipukul di Balai Banjar” karya I Nyoman Rasta Sindhu
Kritik Sastra

Bentrok Tafsir: Ketika Teks Membelah Persepsi — Membicarakan Cerpen “Ketika Kentongan Dipukul di Balai Banjar” karya I Nyoman Rasta Sindhu

SATU cerpen mampu menghasilkan dua tafsir yang saling bertolak belakang. Fenomena ini muncul dan menarik perhatian saya ketika melakukan penilaian...

by I Kadek Adhi Dwipayana
November 2, 2026
Hal-Hal Tak Biasa dari Lontar “Kidung Bhuwana Wināśa” sebagai “Memory of the World”
Kritik Sastra

Hal-Hal Tak Biasa dari Lontar “Kidung Bhuwana Wināśa” sebagai “Memory of the World”

Sejarah Ditulis oleh Korban yang Kalah Karya sastra Kidung Bhuwana Wināśa ‘Nyanyian Kehancuran Dunia’ yang ditulis oleh Ida Pedanda Ngurah...

by Putu Eka Guna Yasa
November 2, 2026
Musik, Agama dan Politik
Esai

Musik, Agama dan Politik

ADA sebuah pertanyaan sederhana yang menggelitik di tengah polemik konser Andrea Bocelli di Indonesia: apakah musik itu punya identitas agama...

by Agung Sudarsa
November 2, 2026
Ketika Sampah Menemukan Kehidupan Baru dalam Pameran Seni “Re_Make” di ARTOTEL Sanur
Pameran

Ketika Sampah Menemukan Kehidupan Baru dalam Pameran Seni “Re_Make” di ARTOTEL Sanur

SUASANA ARTOTEL Sanur Bali tampak ramai pada Jumat (30/10/2026). Sejumlah pengunjung, baik masyarakat lokal maupun wisatawan mancanegara, terlihat mengamati berbagai...

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026
“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional
Khas

“The Nusantara Spice Odyssey” di Hotel Tugu Bali, Menghidupkan Kisah Nusantara Lewat Kuliner dan Tari Tradisional

CAHAYA lilin menerangi meja-meja yang dihiasi bunga. Para staf menyambut tamu yang berdatangan, sementara aroma hidangan perlahan mengisi ruang makan...

by Ayu Kahuatu Tamar
November 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co