2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Agung Sudarsa by Agung Sudarsa
June 22, 2026
in Khas
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman

TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan hari tersebut sebagai International Day of Yoga, sesungguhnya yang ingin diangkat bukanlah sekadar sebuah tradisi kuno dari India, melainkan sebuah cara hidup yang relevan bagi manusia modern.

Kita hidup pada zaman yang paradoks. Kemajuan teknologi memungkinkan manusia berkomunikasi dalam hitungan detik dengan siapa pun di seluruh dunia. Ilmu pengetahuan berkembang pesat, fasilitas kesehatan semakin canggih, dan berbagai kemudahan tersedia di ujung jari. Namun pada saat yang sama, kegelisahan, kecemasan, depresi, stres, dan perasaan kesepian justru meningkat.

Banyak orang memiliki segala sesuatu yang dibutuhkan untuk hidup nyaman, tetapi tidak memiliki kedamaian. Tubuh mungkin sehat, namun pikiran tidak tenang. Karier mungkin cemerlang, namun hubungan dengan sesama terasa hampa. Informasi melimpah, tetapi kebijaksanaan terasa semakin langka.

Dalam konteks inilah Yoga menemukan relevansinya kembali. Yoga menawarkan sesuatu yang sering terlupakan dalam kehidupan modern: kemampuan untuk meniti jalan ke dalam diri, sebuah ungkapan yang telah dipopulerkan oleh Guruji Anand Krishna sejak 1991, dengan mendirikan Yayasan Anand Ashram.

Yoga mengingatkan bahwa sumber kebahagiaan sejati tidak berada di luar diri, melainkan di dalam diri. Dunia luar penting, tetapi kualitas hidup manusia pada akhirnya ditentukan oleh kondisi batinnya sendiri. Karena itu, perayaan Hari Yoga Sedunia sesungguhnya bukan sekadar perayaan sebuah metode latihan, melainkan perayaan atas kemungkinan manusia untuk hidup lebih sadar, lebih damai, dan lebih utuh.

Yoga sebagai Jalan Hidup Holistik

Di Anand Ashram, pemahaman tentang Yoga selalu melampaui pengertian populer yang sering disamakan dengan asana semata. Guruji Anand Krishna berulang kali mengingatkan bahwa Yoga adalah Way of Life, sebuah jalan hidup. Asana hanyalah salah satu bagian kecil dari keseluruhan Yoga. Tubuh memang penting, tetapi manusia tidak hanya terdiri dari tubuh.

Dalam  Pancamaya Kosha, lima lapisan keberadaan manusia. Ada tubuh fisik (annamaya kosha), tubuh energi (pranamaya kosha), tubuh pikiran dan emosi (manomaya kosha), tubuh kebijaksanaan (vijnanamaya kosha), dan tubuh kebahagiaan (anandamaya kosha). Ketika seseorang hanya memperhatikan tubuh fisiknya, sementara energinya kacau, emosinya tak terkendali, pikirannya penuh konflik, dan jiwanya hampa, maka kesehatan yang diperoleh tidak pernah lengkap.

Karena itu Yoga mengajak manusia untuk bertumbuh secara menyeluruh. Nafas menjadi jembatan antara tubuh dan pikiran. Meditasi menjadi sebuah jalan hidup dalam keseharian. Kontemplasi menjadi jalan menuju kebijaksanaan. Pelayanan kepada sesama, juga seluruh kehidupan, menjadi manifestasi dalam kehidupan nyata.

Inilah yang membuat Yoga tetap hidup selama ribuan tahun. Yoga tidak menawarkan pelarian dari kehidupan, tetapi cara untuk menjalani kehidupan secara lebih sadar. Ketika seseorang benar-benar melakoni Yoga, ia tidak hanya menjadi lebih lentur secara fisik, tetapi juga lebih lentur menghadapi perubahan hidup. Ia tidak hanya memiliki keseimbangan tubuh, tetapi juga keseimbangan batin.

Kedamaian Dunia Berawal dari Kedamaian Diri

Tema One Earth Yoga & Meditation Festival tahun ini, “Live Yoga: The Path to Inner Peace and Global Harmony”, mengandung pesan yang sangat mendalam. Manusia sering berbicara tentang perdamaian dunia, tetapi lupa membangun perdamaian di dalam dirinya sendiri.

Kita menginginkan dunia tanpa konflik, tetapi masih menyimpan kemarahan dalam hati. Kita menginginkan masyarakat yang harmonis, tetapi sering gagal berdamai dengan anggota keluarga sendiri. Kita mengutuk kekerasan di tingkat global, namun masih memelihara kekerasan dalam pikiran, kata-kata dan tindakan sehari-hari.

Mahatma Gandhi pernah mengatakan bahwa jika kita ingin mengubah dunia, maka perubahan itu harus dimulai dari diri kita sendiri. Pesan serupa hadir dalam Yoga. Kedamaian bukanlah sesuatu yang diberikan oleh dunia kepada kita. Kedamaian adalah sesuatu yang kita bawa ke dunia. Ketika seseorang belajar mengelola pikirannya, mengendalikan emosinya, dan mengembangkan kesadaran yang lebih tinggi, ia menjadi sumber kedamaian bagi lingkungan sekitarnya.

Seorang individu yang damai akan membangun keluarga yang lebih damai. Keluarga yang damai akan melahirkan masyarakat yang lebih harmonis. Masyarakat yang harmonis menjadi fondasi bagi dunia yang lebih damai.

Perubahan besar selalu berawal dari perubahan kecil dalam kesadaran manusia. Karena itu Yoga sesungguhnya adalah gerakan transformasi sosial yang dimulai dari transformasi individu.

Merayakan Keberagaman dalam Semangat Satu Kemanusiaan

Salah satu hal yang menarik dalam perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud adalah kehadiran peserta dari berbagai negara, budaya, bahasa, dan keyakinan. Di tengah dunia yang sering terpecah oleh identitas, perbedaan agama, politik, ras, maupun kebangsaan, Yoga menghadirkan ruang perjumpaan yang unik. Tidak ada yang ditanya mengenai agamanya sebelum memasuki ruang latihan. Tidak ada yang diminta meninggalkan identitas budayanya. Tidak ada yang diwajibkan menerima suatu dogma tertentu. Yang dipertemukan adalah kemanusiaan itu sendiri.

Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi. Boddhicitta Hall beserta area taman di sekitarnya dipenuhi oleh peserta dari berbagai latar belakang. Mereka berasal dari berbagai negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Italia, Spanyol, Belgia, Australia, dan sejumlah negara lainnya. Para peserta mancanegara tersebut berbaur dengan peserta lokal dari Denpasar, Badung, Gianyar, Ubud, Tabanan, Singaraja, serta para siswa muda serta alumni dari One Earth School, Sekolah Satu Bumi yang didirikan oleh Anand Krishna.

Rangkaian acara diawali dengan pemutaran video profil Anand Ashram, yang dilanjutkan dengan tayangan mengenai dialog Ma Archana dengan Guruji Anand Krishna tentang Yoga sebagai jalan hidup yang holistik. Setelah itu, peserta mengikuti sesi utama berupa Ananda’s Integral Meditative (AIM) Yoga, sebuah metode latihan yang memadukan asana, pengaturan napas, meditasi, serta afirmasi positif sebagaimana dijabarkan dalam buku Yoga Sutra Patanjali dan Live Yoga karya Guruji Anand Krishna.

Usai sesi Yoga, peserta mengikuti Mantra Chanting Meditation, yang kemudian dilanjutkan dengan Agnihotra Fire Purification dan Nawa Graha Arati. Namun, suasana perayaan tidak berhenti pada praktik-praktik spiritual tersebut. Acara mencapai puncaknya dalam sebuah perayaan kebersamaan melalui tarian dan nyanyian yang terinspirasi dari budaya Sunda Sindhu Saraswati.

Tak lupa Tim musik Youth Anand Ashram bersama seluruh peserta kemudian menyanyikan lagu “We Are One”, sebuah lagu yang mengajak umat manusia membangun dunia berdasarkan nilai-nilai Peace, Love, and Harmony. Lagu tersebut mengingatkan bahwa kita semua hidup di bawah satu langit dan berpijak di atas satu bumi. Dari mana pun asal kita dan apa pun keyakinan yang kita anut, pada hakikatnya kita adalah satu keluarga besar umat manusia.

Sebelum acara diakhiri dengan makan malam bersama, para peserta yang belum pernah berkunjung ke Museum Samskriti Sindhu mendapatkan kesempatan untuk menikmati koleksi museum tersebut. Museum ini menyimpan berbagai artefak dan warisan budaya dunia yang masih hidup hingga saat ini, sekaligus menjadi ruang pembelajaran mengenai nilai-nilai universal yang menyatukan umat manusia.

Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud tahun ini tidak hanya menjadi ajang berkumpul dan berlatih Yoga bersama, tetapi juga menjadi momentum untuk meneguhkan kembali semangat persaudaraan universal. Melalui Yoga sebagai jalan hidup, peserta diajak

Kesadaran semacam ini sangat penting di era global saat ini. Tantangan yang dihadapi manusia—krisis lingkungan, konflik sosial, ketidakadilan ekonomi, hingga kesehatan mental—tidak dapat diselesaikan oleh satu bangsa atau satu kelompok saja.

Diperlukan kesadaran baru bahwa manusia adalah satu keluarga besar. Yoga membantu menumbuhkan kesadaran tersebut karena Yoga pada hakikatnya adalah seni menyatukan, bukan memisahkan.

Melakoni Yoga dalam Kehidupan Sehari-hari

Perayaan Hari Yoga Sedunia akhirnya akan kehilangan makna jika berhenti sebagai acara tahunan. Pertanyaan yang lebih penting adalah: bagaimana kita menghidupi semangat Yoga setelah acara selesai? Melakoni Yoga tidak selalu berarti menghabiskan waktu berjam-jam di atas matras. Yoga dapat hadir dalam tindakan-tindakan sederhana sehari-hari.

Ketika kita mendengarkan orang lain dengan penuh perhatian, itu adalah Yoga. Ketika kita mengendalikan amarah dan memilih kasih sayang, itu adalah Yoga. Ketika kita bekerja dengan integritas, melayani tanpa pamrih, menjaga lingkungan, menghormati sesama, dan mensyukuri kehidupan, itu pun adalah Yoga.Dalam perspektif ini, Yoga menjadi jalan menuju transformasi diri yang berkelanjutan.

Pada akhirnya, tujuan Yoga bukanlah kemampuan melakukan postur yang rumit, melainkan kemampuan menjadi manusia yang lebih sadar. Bukan sekadar tubuh yang lebih sehat, tetapi hati yang lebih lembut. Bukan sekadar pikiran yang lebih tenang, tetapi kesadaran yang lebih luas. Bukan sekadar pencapaian pribadi, tetapi kontribusi bagi kehidupan bersama.

Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud mengingatkan kembali bahwa kedamaian dunia tidak lahir dari ruang-ruang politik semata. Kedamaian dunia lahir dari jutaan individu yang menemukan kedamaian di dalam dirinya.

Di tengah kegelisahan zaman yang semakin kompleks, itulah hadiah terbesar yang dapat diberikan Yoga kepada umat manusia: kemampuan untuk kembali mengenal diri sendiri, menemukan kedamaian batin, dan membagikannya kepada dunia. [T]

Tags: Anand KrishnaUbudYoga
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Next Post

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa, SE, SH, MH adalah Wakil Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali bidang Sosial Budaya, Direktur LBH Manusia Merdeka, jurnalis indonesiaexpose.co.id, dan kandidat doktor di UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dengan disertasi: Inner Peace, Communal Love, Global Harmony: Yoga, Meditasi, dan Visi Anand Krishna tentang One Earth, One Sky, One Humankind

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat ---Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co