2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Agung Sudarsa by Agung Sudarsa
June 22, 2026
in Khas
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman

TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan hari tersebut sebagai International Day of Yoga, sesungguhnya yang ingin diangkat bukanlah sekadar sebuah tradisi kuno dari India, melainkan sebuah cara hidup yang relevan bagi manusia modern.

Kita hidup pada zaman yang paradoks. Kemajuan teknologi memungkinkan manusia berkomunikasi dalam hitungan detik dengan siapa pun di seluruh dunia. Ilmu pengetahuan berkembang pesat, fasilitas kesehatan semakin canggih, dan berbagai kemudahan tersedia di ujung jari. Namun pada saat yang sama, kegelisahan, kecemasan, depresi, stres, dan perasaan kesepian justru meningkat.

Banyak orang memiliki segala sesuatu yang dibutuhkan untuk hidup nyaman, tetapi tidak memiliki kedamaian. Tubuh mungkin sehat, namun pikiran tidak tenang. Karier mungkin cemerlang, namun hubungan dengan sesama terasa hampa. Informasi melimpah, tetapi kebijaksanaan terasa semakin langka.

Dalam konteks inilah Yoga menemukan relevansinya kembali. Yoga menawarkan sesuatu yang sering terlupakan dalam kehidupan modern: kemampuan untuk meniti jalan ke dalam diri, sebuah ungkapan yang telah dipopulerkan oleh Guruji Anand Krishna sejak 1991, dengan mendirikan Yayasan Anand Ashram.

Yoga mengingatkan bahwa sumber kebahagiaan sejati tidak berada di luar diri, melainkan di dalam diri. Dunia luar penting, tetapi kualitas hidup manusia pada akhirnya ditentukan oleh kondisi batinnya sendiri. Karena itu, perayaan Hari Yoga Sedunia sesungguhnya bukan sekadar perayaan sebuah metode latihan, melainkan perayaan atas kemungkinan manusia untuk hidup lebih sadar, lebih damai, dan lebih utuh.

Yoga sebagai Jalan Hidup Holistik

Di Anand Ashram, pemahaman tentang Yoga selalu melampaui pengertian populer yang sering disamakan dengan asana semata. Guruji Anand Krishna berulang kali mengingatkan bahwa Yoga adalah Way of Life, sebuah jalan hidup. Asana hanyalah salah satu bagian kecil dari keseluruhan Yoga. Tubuh memang penting, tetapi manusia tidak hanya terdiri dari tubuh.

Dalam  Pancamaya Kosha, lima lapisan keberadaan manusia. Ada tubuh fisik (annamaya kosha), tubuh energi (pranamaya kosha), tubuh pikiran dan emosi (manomaya kosha), tubuh kebijaksanaan (vijnanamaya kosha), dan tubuh kebahagiaan (anandamaya kosha). Ketika seseorang hanya memperhatikan tubuh fisiknya, sementara energinya kacau, emosinya tak terkendali, pikirannya penuh konflik, dan jiwanya hampa, maka kesehatan yang diperoleh tidak pernah lengkap.

Karena itu Yoga mengajak manusia untuk bertumbuh secara menyeluruh. Nafas menjadi jembatan antara tubuh dan pikiran. Meditasi menjadi sebuah jalan hidup dalam keseharian. Kontemplasi menjadi jalan menuju kebijaksanaan. Pelayanan kepada sesama, juga seluruh kehidupan, menjadi manifestasi dalam kehidupan nyata.

Inilah yang membuat Yoga tetap hidup selama ribuan tahun. Yoga tidak menawarkan pelarian dari kehidupan, tetapi cara untuk menjalani kehidupan secara lebih sadar. Ketika seseorang benar-benar melakoni Yoga, ia tidak hanya menjadi lebih lentur secara fisik, tetapi juga lebih lentur menghadapi perubahan hidup. Ia tidak hanya memiliki keseimbangan tubuh, tetapi juga keseimbangan batin.

Kedamaian Dunia Berawal dari Kedamaian Diri

Tema One Earth Yoga & Meditation Festival tahun ini, “Live Yoga: The Path to Inner Peace and Global Harmony”, mengandung pesan yang sangat mendalam. Manusia sering berbicara tentang perdamaian dunia, tetapi lupa membangun perdamaian di dalam dirinya sendiri.

Kita menginginkan dunia tanpa konflik, tetapi masih menyimpan kemarahan dalam hati. Kita menginginkan masyarakat yang harmonis, tetapi sering gagal berdamai dengan anggota keluarga sendiri. Kita mengutuk kekerasan di tingkat global, namun masih memelihara kekerasan dalam pikiran, kata-kata dan tindakan sehari-hari.

Mahatma Gandhi pernah mengatakan bahwa jika kita ingin mengubah dunia, maka perubahan itu harus dimulai dari diri kita sendiri. Pesan serupa hadir dalam Yoga. Kedamaian bukanlah sesuatu yang diberikan oleh dunia kepada kita. Kedamaian adalah sesuatu yang kita bawa ke dunia. Ketika seseorang belajar mengelola pikirannya, mengendalikan emosinya, dan mengembangkan kesadaran yang lebih tinggi, ia menjadi sumber kedamaian bagi lingkungan sekitarnya.

Seorang individu yang damai akan membangun keluarga yang lebih damai. Keluarga yang damai akan melahirkan masyarakat yang lebih harmonis. Masyarakat yang harmonis menjadi fondasi bagi dunia yang lebih damai.

Perubahan besar selalu berawal dari perubahan kecil dalam kesadaran manusia. Karena itu Yoga sesungguhnya adalah gerakan transformasi sosial yang dimulai dari transformasi individu.

Merayakan Keberagaman dalam Semangat Satu Kemanusiaan

Salah satu hal yang menarik dalam perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud adalah kehadiran peserta dari berbagai negara, budaya, bahasa, dan keyakinan. Di tengah dunia yang sering terpecah oleh identitas, perbedaan agama, politik, ras, maupun kebangsaan, Yoga menghadirkan ruang perjumpaan yang unik. Tidak ada yang ditanya mengenai agamanya sebelum memasuki ruang latihan. Tidak ada yang diminta meninggalkan identitas budayanya. Tidak ada yang diwajibkan menerima suatu dogma tertentu. Yang dipertemukan adalah kemanusiaan itu sendiri.

Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi. Boddhicitta Hall beserta area taman di sekitarnya dipenuhi oleh peserta dari berbagai latar belakang. Mereka berasal dari berbagai negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Italia, Spanyol, Belgia, Australia, dan sejumlah negara lainnya. Para peserta mancanegara tersebut berbaur dengan peserta lokal dari Denpasar, Badung, Gianyar, Ubud, Tabanan, Singaraja, serta para siswa muda serta alumni dari One Earth School, Sekolah Satu Bumi yang didirikan oleh Anand Krishna.

Rangkaian acara diawali dengan pemutaran video profil Anand Ashram, yang dilanjutkan dengan tayangan mengenai dialog Ma Archana dengan Guruji Anand Krishna tentang Yoga sebagai jalan hidup yang holistik. Setelah itu, peserta mengikuti sesi utama berupa Ananda’s Integral Meditative (AIM) Yoga, sebuah metode latihan yang memadukan asana, pengaturan napas, meditasi, serta afirmasi positif sebagaimana dijabarkan dalam buku Yoga Sutra Patanjali dan Live Yoga karya Guruji Anand Krishna.

Usai sesi Yoga, peserta mengikuti Mantra Chanting Meditation, yang kemudian dilanjutkan dengan Agnihotra Fire Purification dan Nawa Graha Arati. Namun, suasana perayaan tidak berhenti pada praktik-praktik spiritual tersebut. Acara mencapai puncaknya dalam sebuah perayaan kebersamaan melalui tarian dan nyanyian yang terinspirasi dari budaya Sunda Sindhu Saraswati.

Tak lupa Tim musik Youth Anand Ashram bersama seluruh peserta kemudian menyanyikan lagu “We Are One”, sebuah lagu yang mengajak umat manusia membangun dunia berdasarkan nilai-nilai Peace, Love, and Harmony. Lagu tersebut mengingatkan bahwa kita semua hidup di bawah satu langit dan berpijak di atas satu bumi. Dari mana pun asal kita dan apa pun keyakinan yang kita anut, pada hakikatnya kita adalah satu keluarga besar umat manusia.

Sebelum acara diakhiri dengan makan malam bersama, para peserta yang belum pernah berkunjung ke Museum Samskriti Sindhu mendapatkan kesempatan untuk menikmati koleksi museum tersebut. Museum ini menyimpan berbagai artefak dan warisan budaya dunia yang masih hidup hingga saat ini, sekaligus menjadi ruang pembelajaran mengenai nilai-nilai universal yang menyatukan umat manusia.

Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud tahun ini tidak hanya menjadi ajang berkumpul dan berlatih Yoga bersama, tetapi juga menjadi momentum untuk meneguhkan kembali semangat persaudaraan universal. Melalui Yoga sebagai jalan hidup, peserta diajak

Kesadaran semacam ini sangat penting di era global saat ini. Tantangan yang dihadapi manusia—krisis lingkungan, konflik sosial, ketidakadilan ekonomi, hingga kesehatan mental—tidak dapat diselesaikan oleh satu bangsa atau satu kelompok saja.

Diperlukan kesadaran baru bahwa manusia adalah satu keluarga besar. Yoga membantu menumbuhkan kesadaran tersebut karena Yoga pada hakikatnya adalah seni menyatukan, bukan memisahkan.

Melakoni Yoga dalam Kehidupan Sehari-hari

Perayaan Hari Yoga Sedunia akhirnya akan kehilangan makna jika berhenti sebagai acara tahunan. Pertanyaan yang lebih penting adalah: bagaimana kita menghidupi semangat Yoga setelah acara selesai? Melakoni Yoga tidak selalu berarti menghabiskan waktu berjam-jam di atas matras. Yoga dapat hadir dalam tindakan-tindakan sederhana sehari-hari.

Ketika kita mendengarkan orang lain dengan penuh perhatian, itu adalah Yoga. Ketika kita mengendalikan amarah dan memilih kasih sayang, itu adalah Yoga. Ketika kita bekerja dengan integritas, melayani tanpa pamrih, menjaga lingkungan, menghormati sesama, dan mensyukuri kehidupan, itu pun adalah Yoga.Dalam perspektif ini, Yoga menjadi jalan menuju transformasi diri yang berkelanjutan.

Pada akhirnya, tujuan Yoga bukanlah kemampuan melakukan postur yang rumit, melainkan kemampuan menjadi manusia yang lebih sadar. Bukan sekadar tubuh yang lebih sehat, tetapi hati yang lebih lembut. Bukan sekadar pikiran yang lebih tenang, tetapi kesadaran yang lebih luas. Bukan sekadar pencapaian pribadi, tetapi kontribusi bagi kehidupan bersama.

Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud mengingatkan kembali bahwa kedamaian dunia tidak lahir dari ruang-ruang politik semata. Kedamaian dunia lahir dari jutaan individu yang menemukan kedamaian di dalam dirinya.

Di tengah kegelisahan zaman yang semakin kompleks, itulah hadiah terbesar yang dapat diberikan Yoga kepada umat manusia: kemampuan untuk kembali mengenal diri sendiri, menemukan kedamaian batin, dan membagikannya kepada dunia. [T]

Tags: Anand KrishnaUbudYoga
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Next Post

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa, SE, SH, MH adalah Wakil Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali bidang Sosial Budaya, Direktur LBH Manusia Merdeka, jurnalis indonesiaexpose.co.id, dan kandidat doktor di UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dengan disertasi: Inner Peace, Communal Love, Global Harmony: Yoga, Meditasi, dan Visi Anand Krishna tentang One Earth, One Sky, One Humankind

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat ---Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co