13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Agung Sudarsa by Agung Sudarsa
June 22, 2026
in Khas
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman

TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan hari tersebut sebagai International Day of Yoga, sesungguhnya yang ingin diangkat bukanlah sekadar sebuah tradisi kuno dari India, melainkan sebuah cara hidup yang relevan bagi manusia modern.

Kita hidup pada zaman yang paradoks. Kemajuan teknologi memungkinkan manusia berkomunikasi dalam hitungan detik dengan siapa pun di seluruh dunia. Ilmu pengetahuan berkembang pesat, fasilitas kesehatan semakin canggih, dan berbagai kemudahan tersedia di ujung jari. Namun pada saat yang sama, kegelisahan, kecemasan, depresi, stres, dan perasaan kesepian justru meningkat.

Banyak orang memiliki segala sesuatu yang dibutuhkan untuk hidup nyaman, tetapi tidak memiliki kedamaian. Tubuh mungkin sehat, namun pikiran tidak tenang. Karier mungkin cemerlang, namun hubungan dengan sesama terasa hampa. Informasi melimpah, tetapi kebijaksanaan terasa semakin langka.

Dalam konteks inilah Yoga menemukan relevansinya kembali. Yoga menawarkan sesuatu yang sering terlupakan dalam kehidupan modern: kemampuan untuk meniti jalan ke dalam diri, sebuah ungkapan yang telah dipopulerkan oleh Guruji Anand Krishna sejak 1991, dengan mendirikan Yayasan Anand Ashram.

Yoga mengingatkan bahwa sumber kebahagiaan sejati tidak berada di luar diri, melainkan di dalam diri. Dunia luar penting, tetapi kualitas hidup manusia pada akhirnya ditentukan oleh kondisi batinnya sendiri. Karena itu, perayaan Hari Yoga Sedunia sesungguhnya bukan sekadar perayaan sebuah metode latihan, melainkan perayaan atas kemungkinan manusia untuk hidup lebih sadar, lebih damai, dan lebih utuh.

Yoga sebagai Jalan Hidup Holistik

Di Anand Ashram, pemahaman tentang Yoga selalu melampaui pengertian populer yang sering disamakan dengan asana semata. Guruji Anand Krishna berulang kali mengingatkan bahwa Yoga adalah Way of Life, sebuah jalan hidup. Asana hanyalah salah satu bagian kecil dari keseluruhan Yoga. Tubuh memang penting, tetapi manusia tidak hanya terdiri dari tubuh.

Dalam  Pancamaya Kosha, lima lapisan keberadaan manusia. Ada tubuh fisik (annamaya kosha), tubuh energi (pranamaya kosha), tubuh pikiran dan emosi (manomaya kosha), tubuh kebijaksanaan (vijnanamaya kosha), dan tubuh kebahagiaan (anandamaya kosha). Ketika seseorang hanya memperhatikan tubuh fisiknya, sementara energinya kacau, emosinya tak terkendali, pikirannya penuh konflik, dan jiwanya hampa, maka kesehatan yang diperoleh tidak pernah lengkap.

Karena itu Yoga mengajak manusia untuk bertumbuh secara menyeluruh. Nafas menjadi jembatan antara tubuh dan pikiran. Meditasi menjadi sebuah jalan hidup dalam keseharian. Kontemplasi menjadi jalan menuju kebijaksanaan. Pelayanan kepada sesama, juga seluruh kehidupan, menjadi manifestasi dalam kehidupan nyata.

Inilah yang membuat Yoga tetap hidup selama ribuan tahun. Yoga tidak menawarkan pelarian dari kehidupan, tetapi cara untuk menjalani kehidupan secara lebih sadar. Ketika seseorang benar-benar melakoni Yoga, ia tidak hanya menjadi lebih lentur secara fisik, tetapi juga lebih lentur menghadapi perubahan hidup. Ia tidak hanya memiliki keseimbangan tubuh, tetapi juga keseimbangan batin.

Kedamaian Dunia Berawal dari Kedamaian Diri

Tema One Earth Yoga & Meditation Festival tahun ini, “Live Yoga: The Path to Inner Peace and Global Harmony”, mengandung pesan yang sangat mendalam. Manusia sering berbicara tentang perdamaian dunia, tetapi lupa membangun perdamaian di dalam dirinya sendiri.

Kita menginginkan dunia tanpa konflik, tetapi masih menyimpan kemarahan dalam hati. Kita menginginkan masyarakat yang harmonis, tetapi sering gagal berdamai dengan anggota keluarga sendiri. Kita mengutuk kekerasan di tingkat global, namun masih memelihara kekerasan dalam pikiran, kata-kata dan tindakan sehari-hari.

Mahatma Gandhi pernah mengatakan bahwa jika kita ingin mengubah dunia, maka perubahan itu harus dimulai dari diri kita sendiri. Pesan serupa hadir dalam Yoga. Kedamaian bukanlah sesuatu yang diberikan oleh dunia kepada kita. Kedamaian adalah sesuatu yang kita bawa ke dunia. Ketika seseorang belajar mengelola pikirannya, mengendalikan emosinya, dan mengembangkan kesadaran yang lebih tinggi, ia menjadi sumber kedamaian bagi lingkungan sekitarnya.

Seorang individu yang damai akan membangun keluarga yang lebih damai. Keluarga yang damai akan melahirkan masyarakat yang lebih harmonis. Masyarakat yang harmonis menjadi fondasi bagi dunia yang lebih damai.

Perubahan besar selalu berawal dari perubahan kecil dalam kesadaran manusia. Karena itu Yoga sesungguhnya adalah gerakan transformasi sosial yang dimulai dari transformasi individu.

Merayakan Keberagaman dalam Semangat Satu Kemanusiaan

Salah satu hal yang menarik dalam perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud adalah kehadiran peserta dari berbagai negara, budaya, bahasa, dan keyakinan. Di tengah dunia yang sering terpecah oleh identitas, perbedaan agama, politik, ras, maupun kebangsaan, Yoga menghadirkan ruang perjumpaan yang unik. Tidak ada yang ditanya mengenai agamanya sebelum memasuki ruang latihan. Tidak ada yang diminta meninggalkan identitas budayanya. Tidak ada yang diwajibkan menerima suatu dogma tertentu. Yang dipertemukan adalah kemanusiaan itu sendiri.

Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi. Boddhicitta Hall beserta area taman di sekitarnya dipenuhi oleh peserta dari berbagai latar belakang. Mereka berasal dari berbagai negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Italia, Spanyol, Belgia, Australia, dan sejumlah negara lainnya. Para peserta mancanegara tersebut berbaur dengan peserta lokal dari Denpasar, Badung, Gianyar, Ubud, Tabanan, Singaraja, serta para siswa muda serta alumni dari One Earth School, Sekolah Satu Bumi yang didirikan oleh Anand Krishna.

Rangkaian acara diawali dengan pemutaran video profil Anand Ashram, yang dilanjutkan dengan tayangan mengenai dialog Ma Archana dengan Guruji Anand Krishna tentang Yoga sebagai jalan hidup yang holistik. Setelah itu, peserta mengikuti sesi utama berupa Ananda’s Integral Meditative (AIM) Yoga, sebuah metode latihan yang memadukan asana, pengaturan napas, meditasi, serta afirmasi positif sebagaimana dijabarkan dalam buku Yoga Sutra Patanjali dan Live Yoga karya Guruji Anand Krishna.

Usai sesi Yoga, peserta mengikuti Mantra Chanting Meditation, yang kemudian dilanjutkan dengan Agnihotra Fire Purification dan Nawa Graha Arati. Namun, suasana perayaan tidak berhenti pada praktik-praktik spiritual tersebut. Acara mencapai puncaknya dalam sebuah perayaan kebersamaan melalui tarian dan nyanyian yang terinspirasi dari budaya Sunda Sindhu Saraswati.

Tak lupa Tim musik Youth Anand Ashram bersama seluruh peserta kemudian menyanyikan lagu “We Are One”, sebuah lagu yang mengajak umat manusia membangun dunia berdasarkan nilai-nilai Peace, Love, and Harmony. Lagu tersebut mengingatkan bahwa kita semua hidup di bawah satu langit dan berpijak di atas satu bumi. Dari mana pun asal kita dan apa pun keyakinan yang kita anut, pada hakikatnya kita adalah satu keluarga besar umat manusia.

Sebelum acara diakhiri dengan makan malam bersama, para peserta yang belum pernah berkunjung ke Museum Samskriti Sindhu mendapatkan kesempatan untuk menikmati koleksi museum tersebut. Museum ini menyimpan berbagai artefak dan warisan budaya dunia yang masih hidup hingga saat ini, sekaligus menjadi ruang pembelajaran mengenai nilai-nilai universal yang menyatukan umat manusia.

Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud tahun ini tidak hanya menjadi ajang berkumpul dan berlatih Yoga bersama, tetapi juga menjadi momentum untuk meneguhkan kembali semangat persaudaraan universal. Melalui Yoga sebagai jalan hidup, peserta diajak

Kesadaran semacam ini sangat penting di era global saat ini. Tantangan yang dihadapi manusia—krisis lingkungan, konflik sosial, ketidakadilan ekonomi, hingga kesehatan mental—tidak dapat diselesaikan oleh satu bangsa atau satu kelompok saja.

Diperlukan kesadaran baru bahwa manusia adalah satu keluarga besar. Yoga membantu menumbuhkan kesadaran tersebut karena Yoga pada hakikatnya adalah seni menyatukan, bukan memisahkan.

Melakoni Yoga dalam Kehidupan Sehari-hari

Perayaan Hari Yoga Sedunia akhirnya akan kehilangan makna jika berhenti sebagai acara tahunan. Pertanyaan yang lebih penting adalah: bagaimana kita menghidupi semangat Yoga setelah acara selesai? Melakoni Yoga tidak selalu berarti menghabiskan waktu berjam-jam di atas matras. Yoga dapat hadir dalam tindakan-tindakan sederhana sehari-hari.

Ketika kita mendengarkan orang lain dengan penuh perhatian, itu adalah Yoga. Ketika kita mengendalikan amarah dan memilih kasih sayang, itu adalah Yoga. Ketika kita bekerja dengan integritas, melayani tanpa pamrih, menjaga lingkungan, menghormati sesama, dan mensyukuri kehidupan, itu pun adalah Yoga.Dalam perspektif ini, Yoga menjadi jalan menuju transformasi diri yang berkelanjutan.

Pada akhirnya, tujuan Yoga bukanlah kemampuan melakukan postur yang rumit, melainkan kemampuan menjadi manusia yang lebih sadar. Bukan sekadar tubuh yang lebih sehat, tetapi hati yang lebih lembut. Bukan sekadar pikiran yang lebih tenang, tetapi kesadaran yang lebih luas. Bukan sekadar pencapaian pribadi, tetapi kontribusi bagi kehidupan bersama.

Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud mengingatkan kembali bahwa kedamaian dunia tidak lahir dari ruang-ruang politik semata. Kedamaian dunia lahir dari jutaan individu yang menemukan kedamaian di dalam dirinya.

Di tengah kegelisahan zaman yang semakin kompleks, itulah hadiah terbesar yang dapat diberikan Yoga kepada umat manusia: kemampuan untuk kembali mengenal diri sendiri, menemukan kedamaian batin, dan membagikannya kepada dunia. [T]

Tags: Anand KrishnaUbudYoga
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Next Post

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa, SE, SH, MH adalah Wakil Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali bidang Sosial Budaya, Direktur LBH Manusia Merdeka, jurnalis indonesiaexpose.co.id, dan kandidat doktor di UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dengan disertasi: Inner Peace, Communal Love, Global Harmony: Yoga, Meditasi, dan Visi Anand Krishna tentang One Earth, One Sky, One Humankind

Related Posts

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
0
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

Read moreDetails

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
0
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

Read moreDetails

Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

FESTIVAL Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 dipastikan hadir lebih semarak. Festival yang menjadi ruang apresiasi seni modern, kontemporer,...

Read moreDetails

Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

PAGI itu, suasana Pantai Cemara, Sanur, mulai dipenuhi antusiasme. Meski sinar matahari sudah terasa menyengat, puluhan orang tetap bersemangat mengikuti...

Read moreDetails

Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

by Rohmah Nia Chandra Sari
July 9, 2026
0
Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

RANGKAIAN ajang bergengsi Pekan Seni Mahasiswa FISIP (PEKSIMASIF) 2026 yang berlangsung selama tiga hari, sejak 28 hingga 30 April 2026,...

Read moreDetails

Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

by Chandra Manikan
July 9, 2026
0
Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

SAMPAI HARI INI, pupuh itu mengendap lebih lama di pikiranku. Buku “Bali, Pandemi, Refleksi: Dinamika Politik Kebijakan dan Kritisme Komunitas”,...

Read moreDetails

Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 8, 2026
0
Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

“SETIAP penyair kalau ia menyuarakan lukanya, ia sebenarnya menyuarakan luka manusia.” Kalimat itu meluncur dari Yahya Umar, Sabtu, 4 Juli...

Read moreDetails

Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 7, 2026
0
Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

AROMA kopi yang baru diseduh bercampur dengan wangi siobak dan tipat santok menyambut setiap langkah pengunjung di belakang panggung utama...

Read moreDetails

Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

by Agung Sudarsa
July 7, 2026
0
Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

MINGGU, 21 Juni 2026, di Griya Yangloni milik Dokter Ida Bagus Kesnawa, MM, di Banjar Buruan, Gianyar, sebuah pengalaman sederhana...

Read moreDetails

Bagai Pasukan Perang, Tim Volunteer AVIRAMA “Kejar Sampah” di Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 6, 2026
0
Bagai Pasukan Perang, Tim Volunteer AVIRAMA “Kejar Sampah” di Singaraja Literary Festival 2026

BAGAI pasukan di medan perang, petugas kebersihan dalam ajang Singaraja Literary Festival (SLF) 2026 tak membiarkan sepotong sampah pun tertinggal....

Read moreDetails
Next Post
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat ---Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual
Pameran

Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual

PERUPA Bali Made Wiradana kembali menegaskan perjalanan artistiknya melalui pameran tunggal bertajuk Kacatri yang digelar di Santrian Art Gallery, Sanur....

by I Gede Made Surya Darma
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co