2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Vito Prasetyo by Vito Prasetyo
June 22, 2026
in Esai
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Ilustrasi tatkala.co

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara membutuhkan fondasi fiskal yang kuat agar mampu menjaga stabilitas pembangunan. Salah satu strategi yang semakin relevan adalah perluasan basis pajak, yaitu upaya meningkatkan jumlah wajib pajak dan objek pajak tanpa semata-mata menaikkan tarif pajak yang sudah ada.

Di tengah gejolak ekonomi saat ini, sangat diperlukan langkah strategis dalam upaya peningkatan fiskal, demi mendorong pemasukan sumber keuangan negara. Sebagaimana diketahui, bahwa sumber pendapatan negara terbesar berasal dari pendapatan pajak (fiskal). Artinya, kebijakan pemerintah sangat memengaruhi keberhasilan daya serap pendapatan negara. Salah satu yang bisa ditawarkan adalah melakukan fiskal ekspansif.

Perluasan basis pajak bukan sekadar instrumen untuk meningkatkan penerimaan negara, melainkan bagian dari strategi membangun ketahanan fiskal jangka panjang. Ketahanan fiskal diperlukan agar negara memiliki ruang yang cukup untuk membiayai pendidikan, kesehatan, infrastruktur, perlindungan sosial, serta menghadapi berbagai krisis yang dapat muncul sewaktu-waktu.

Globalisasi ekonomi menciptakan peluang sekaligus tantangan bagi otoritas fiskal. Perkembangan ekonomi digital memungkinkan transaksi lintas negara berlangsung tanpa batas geografis yang jelas. Banyak aktivitas ekonomi yang menghasilkan keuntungan besar tetapi belum sepenuhnya terjangkau oleh sistem perpajakan konvensional. Tantangan ini harus diantisipasi di tengah dinamika global, sebab bisa jadi menyebabkan efek domino yang ekstrim.

Di sisi lain, masih terdapat sektor informal yang cukup besar di negara berkembang, termasuk Indonesia. Pelaku usaha mikro dan kecil sering kali belum terintegrasi secara optimal ke dalam sistem administrasi perpajakan. Akibatnya, beban pajak cenderung ditanggung oleh kelompok wajib pajak yang sama secara berulang, sementara potensi penerimaan dari sektor lain belum tergarap maksimal.

Tantangan lainnya adalah rendahnya tingkat kepatuhan sukarela akibat persepsi negatif masyarakat terhadap pajak. Sebagian warga masih melihat pajak sebagai beban, bukan sebagai instrumen gotong royong nasional untuk membiayai pelayanan publik.

Dalam penerapan kebijakan untuk memperluas basis pajak, juga perlu menggunakan pendekatan Power Sharing dalam kebijakan pajak. Perluasan basis pajak akan lebih efektif apabila dijalankan melalui pendekatan power sharing atau pembagian peran yang seimbang antara pemerintah, dunia usaha, masyarakat sipil, akademisi, dan pemerintah daerah. Termasuk otoritas moneter harus terlibat aktif.

Pemerintah pusat berperan menyusun regulasi yang adil dan sederhana. Pemerintah daerah dapat membantu pemutakhiran data ekonomi masyarakat. Dunia usaha berkontribusi melalui kepatuhan dan transparansi. Akademisi menyediakan kajian ilmiah untuk menyempurnakan kebijakan, sedangkan masyarakat berpartisipasi melalui pengawasan penggunaan anggaran negara. Akses informasi yang akurat, tentu memberi respons positif dari masyarakat.

Dalam perspektif ini, pajak tidak lagi dipandang sebagai hubungan sepihak antara negara dan warga negara, melainkan sebagai kontrak sosial yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Semakin tinggi partisipasi berbagai pihak, semakin besar pula legitimasi kebijakan perpajakan.

Ada baiknya kita mengenal beberapa pandangan pakar tentang ketahanan fiskal, antara lain:

Ekonom pemenang Nobel, Joseph Stiglitz, menegaskan bahwa sistem perpajakan yang baik harus mampu menciptakan keseimbangan antara efisiensi ekonomi dan keadilan sosial. Menurutnya, negara membutuhkan sumber penerimaan yang cukup untuk menyediakan barang publik yang berkualitas.

Sementara itu, Richard Musgrave, yang dikenal sebagai salah satu tokoh utama teori keuangan publik modern, menjelaskan bahwa fungsi fiskal negara mencakup alokasi sumber daya, distribusi pendapatan, dan stabilisasi ekonomi. Ketiga fungsi tersebut sulit dijalankan apabila basis penerimaan pajak terlalu sempit.

Pandangan serupa juga dikemukakan oleh Vito Tanzi yang menilai bahwa negara-negara modern membutuhkan administrasi perpajakan yang luas, efisien, dan adaptif terhadap perubahan ekonomi global agar mampu menjaga keberlanjutan fiskal.

Dari beberapa pandangan di atas, maka solusi untuk memperluas basis pajak, dapat dilakukan dengan beberapa langkah, yakni:

Pertama, memperkuat integrasi data ekonomi melalui digitalisasi administrasi perpajakan. Pemanfaatan teknologi dapat membantu mengidentifikasi potensi pajak secara lebih akurat tanpa meningkatkan beban administrasi masyarakat.

Kedua, mendorong formalitas usaha mikro dan kecil melalui insentif, kemudahan perizinan, dan edukasi perpajakan. Ketika pelaku usaha merasakan manfaat formalisasi, kepatuhan akan tumbuh secara alami.

Ketiga, memperluas literasi fiskal sejak pendidikan dasar hingga perguruan tinggi. Kesadaran bahwa pajak merupakan instrumen pembangunan harus menjadi bagian dari budaya kewarganegaraan.

Keempat, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran negara. Masyarakat cenderung lebih patuh membayar pajak ketika mereka dapat melihat secara nyata manfaat yang dihasilkan dari kontribusi tersebut.

Kelima, mengoptimalkan perpajakan ekonomi digital dan transaksi lintas batas dengan tetap menjaga iklim investasi yang kondusif. Langkah ini penting agar perkembangan ekonomi baru dapat berkontribusi terhadap penerimaan negara secara proporsional.

Jika langkah-langkah di atas dijalankan, maka pertanyaannya: apa manfaat bagi masyarakat dalam perluasan basis pajak sebagai strategi ketahanan fiskal di tengah dinamika global?

Perluasan basis pajak yang dilakukan secara adil akan menghasilkan manfaat yang luas bagi masyarakat. Penerimaan negara yang meningkat memungkinkan pemerintah memperkuat layanan kesehatan, memperluas akses pendidikan berkualitas, membangun infrastruktur yang merata, serta menyediakan perlindungan sosial bagi kelompok rentan.

Selain itu, basis pajak yang lebih luas menciptakan prinsip keadilan karena beban pembiayaan negara tidak hanya ditanggung oleh kelompok tertentu. Semakin banyak pihak yang berpartisipasi sesuai kemampuan ekonominya, semakin ringan pula tekanan terhadap wajib pajak yang selama ini telah patuh. Pada akhirnya, ketahanan fiskal bukan sekadar persoalan angka dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ketahanan fiskal adalah kemampuan bangsa menjaga kesinambungan pembangunan di tengah berbagai guncangan global. Perluasan basis pajak menjadi salah satu jalan strategis untuk mencapai tujuan tersebut, asalkan dijalankan melalui tata kelola yang transparan, kolaboratif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian, pajak tidak hanya menjadi sumber penerimaan negara, tetapi juga fondasi bagi terwujudnya keadilan sosial dan kemajuan bersama. [T]

Penulis: Vito Prasetyo
Editor: Adnyana Ole

Tags: keuanganpajak
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mengagumi Mobil Mini

Next Post

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Vito Prasetyo

Vito Prasetyo

Lahir di Makassar, Februari 1964. Kini tinggal di Kabupaten Malang. Pernah kuliah di IKIP Makassar.

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co