22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Vito Prasetyo by Vito Prasetyo
June 22, 2026
in Esai
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Ilustrasi tatkala.co

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara membutuhkan fondasi fiskal yang kuat agar mampu menjaga stabilitas pembangunan. Salah satu strategi yang semakin relevan adalah perluasan basis pajak, yaitu upaya meningkatkan jumlah wajib pajak dan objek pajak tanpa semata-mata menaikkan tarif pajak yang sudah ada.

Di tengah gejolak ekonomi saat ini, sangat diperlukan langkah strategis dalam upaya peningkatan fiskal, demi mendorong pemasukan sumber keuangan negara. Sebagaimana diketahui, bahwa sumber pendapatan negara terbesar berasal dari pendapatan pajak (fiskal). Artinya, kebijakan pemerintah sangat memengaruhi keberhasilan daya serap pendapatan negara. Salah satu yang bisa ditawarkan adalah melakukan fiskal ekspansif.

Perluasan basis pajak bukan sekadar instrumen untuk meningkatkan penerimaan negara, melainkan bagian dari strategi membangun ketahanan fiskal jangka panjang. Ketahanan fiskal diperlukan agar negara memiliki ruang yang cukup untuk membiayai pendidikan, kesehatan, infrastruktur, perlindungan sosial, serta menghadapi berbagai krisis yang dapat muncul sewaktu-waktu.

Globalisasi ekonomi menciptakan peluang sekaligus tantangan bagi otoritas fiskal. Perkembangan ekonomi digital memungkinkan transaksi lintas negara berlangsung tanpa batas geografis yang jelas. Banyak aktivitas ekonomi yang menghasilkan keuntungan besar tetapi belum sepenuhnya terjangkau oleh sistem perpajakan konvensional. Tantangan ini harus diantisipasi di tengah dinamika global, sebab bisa jadi menyebabkan efek domino yang ekstrim.

Di sisi lain, masih terdapat sektor informal yang cukup besar di negara berkembang, termasuk Indonesia. Pelaku usaha mikro dan kecil sering kali belum terintegrasi secara optimal ke dalam sistem administrasi perpajakan. Akibatnya, beban pajak cenderung ditanggung oleh kelompok wajib pajak yang sama secara berulang, sementara potensi penerimaan dari sektor lain belum tergarap maksimal.

Tantangan lainnya adalah rendahnya tingkat kepatuhan sukarela akibat persepsi negatif masyarakat terhadap pajak. Sebagian warga masih melihat pajak sebagai beban, bukan sebagai instrumen gotong royong nasional untuk membiayai pelayanan publik.

Dalam penerapan kebijakan untuk memperluas basis pajak, juga perlu menggunakan pendekatan Power Sharing dalam kebijakan pajak. Perluasan basis pajak akan lebih efektif apabila dijalankan melalui pendekatan power sharing atau pembagian peran yang seimbang antara pemerintah, dunia usaha, masyarakat sipil, akademisi, dan pemerintah daerah. Termasuk otoritas moneter harus terlibat aktif.

Pemerintah pusat berperan menyusun regulasi yang adil dan sederhana. Pemerintah daerah dapat membantu pemutakhiran data ekonomi masyarakat. Dunia usaha berkontribusi melalui kepatuhan dan transparansi. Akademisi menyediakan kajian ilmiah untuk menyempurnakan kebijakan, sedangkan masyarakat berpartisipasi melalui pengawasan penggunaan anggaran negara. Akses informasi yang akurat, tentu memberi respons positif dari masyarakat.

Dalam perspektif ini, pajak tidak lagi dipandang sebagai hubungan sepihak antara negara dan warga negara, melainkan sebagai kontrak sosial yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Semakin tinggi partisipasi berbagai pihak, semakin besar pula legitimasi kebijakan perpajakan.

Ada baiknya kita mengenal beberapa pandangan pakar tentang ketahanan fiskal, antara lain:

Ekonom pemenang Nobel, Joseph Stiglitz, menegaskan bahwa sistem perpajakan yang baik harus mampu menciptakan keseimbangan antara efisiensi ekonomi dan keadilan sosial. Menurutnya, negara membutuhkan sumber penerimaan yang cukup untuk menyediakan barang publik yang berkualitas.

Sementara itu, Richard Musgrave, yang dikenal sebagai salah satu tokoh utama teori keuangan publik modern, menjelaskan bahwa fungsi fiskal negara mencakup alokasi sumber daya, distribusi pendapatan, dan stabilisasi ekonomi. Ketiga fungsi tersebut sulit dijalankan apabila basis penerimaan pajak terlalu sempit.

Pandangan serupa juga dikemukakan oleh Vito Tanzi yang menilai bahwa negara-negara modern membutuhkan administrasi perpajakan yang luas, efisien, dan adaptif terhadap perubahan ekonomi global agar mampu menjaga keberlanjutan fiskal.

Dari beberapa pandangan di atas, maka solusi untuk memperluas basis pajak, dapat dilakukan dengan beberapa langkah, yakni:

Pertama, memperkuat integrasi data ekonomi melalui digitalisasi administrasi perpajakan. Pemanfaatan teknologi dapat membantu mengidentifikasi potensi pajak secara lebih akurat tanpa meningkatkan beban administrasi masyarakat.

Kedua, mendorong formalitas usaha mikro dan kecil melalui insentif, kemudahan perizinan, dan edukasi perpajakan. Ketika pelaku usaha merasakan manfaat formalisasi, kepatuhan akan tumbuh secara alami.

Ketiga, memperluas literasi fiskal sejak pendidikan dasar hingga perguruan tinggi. Kesadaran bahwa pajak merupakan instrumen pembangunan harus menjadi bagian dari budaya kewarganegaraan.

Keempat, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran negara. Masyarakat cenderung lebih patuh membayar pajak ketika mereka dapat melihat secara nyata manfaat yang dihasilkan dari kontribusi tersebut.

Kelima, mengoptimalkan perpajakan ekonomi digital dan transaksi lintas batas dengan tetap menjaga iklim investasi yang kondusif. Langkah ini penting agar perkembangan ekonomi baru dapat berkontribusi terhadap penerimaan negara secara proporsional.

Jika langkah-langkah di atas dijalankan, maka pertanyaannya: apa manfaat bagi masyarakat dalam perluasan basis pajak sebagai strategi ketahanan fiskal di tengah dinamika global?

Perluasan basis pajak yang dilakukan secara adil akan menghasilkan manfaat yang luas bagi masyarakat. Penerimaan negara yang meningkat memungkinkan pemerintah memperkuat layanan kesehatan, memperluas akses pendidikan berkualitas, membangun infrastruktur yang merata, serta menyediakan perlindungan sosial bagi kelompok rentan.

Selain itu, basis pajak yang lebih luas menciptakan prinsip keadilan karena beban pembiayaan negara tidak hanya ditanggung oleh kelompok tertentu. Semakin banyak pihak yang berpartisipasi sesuai kemampuan ekonominya, semakin ringan pula tekanan terhadap wajib pajak yang selama ini telah patuh. Pada akhirnya, ketahanan fiskal bukan sekadar persoalan angka dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ketahanan fiskal adalah kemampuan bangsa menjaga kesinambungan pembangunan di tengah berbagai guncangan global. Perluasan basis pajak menjadi salah satu jalan strategis untuk mencapai tujuan tersebut, asalkan dijalankan melalui tata kelola yang transparan, kolaboratif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian, pajak tidak hanya menjadi sumber penerimaan negara, tetapi juga fondasi bagi terwujudnya keadilan sosial dan kemajuan bersama. [T]

Penulis: Vito Prasetyo
Editor: Adnyana Ole

Tags: keuanganpajak
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mengagumi Mobil Mini

Next Post

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Vito Prasetyo

Vito Prasetyo

Lahir di Makassar, Februari 1964. Kini tinggal di Kabupaten Malang. Pernah kuliah di IKIP Makassar.

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co