31 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengapa ‘Tidak Punya Modal’ Adalah Kebohongan Terbesar Calon Pengusaha?

I Made Prasetya Wiguna Mahayasa by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
June 29, 2026
in Esai
Mengapa ‘Tidak Punya Modal’ Adalah Kebohongan Terbesar Calon Pengusaha?

I Made Prasetya Wiguna Mahayasa

DALAM berbagai diskusi mengenai kewirausahaan, ada satu narasi yang terus berulang seperti sebuah gema yang tak kunjung reda. Ketika seorang calon wirausaha ditanya mengenai apa yang menghambat langkah pertamanya, jawaban yang terlontar hampir selalu bermuara pada satu alasan klasik, seperti “Saya tidak punya modal.”

Kalimat ini sering diucapkan dengan nada pasrah, seolah-olah ketiadaan uang tunai adalah tembok tebal yang secara otomatis mematikan semua potensi kreatif.

Paradoks ini terus mengusik benak saya, hingga kemudian saya menemukan sebuah cermin refleksi dalam buku Entrepreneurial Noble Thinking: Seni Berpikir untuk Melejitkan Karier, karya Wisnu S. Dewobroto (2024). Ada satu titik di mana saya tertegun ketika membaca pemikiran beliau bahwa sebenarnya sumber daya itu bertebaran di mana-mana.

Membaca lembar demi lembar buku tersebut memantik sebuah pertanyaan mendasar dalam diri saya; kenapa ya, kita begitu terpaku pada apa yang tidak ada di tangan, sampai kita buta terhadap gunung modal yang sebenarnya sedang kita duduki?

Perspektif ini menjadi sangat personal bagi saya. Sebagai seorang penyandang tunanetratuli. Saya menyadari bahwa jika saya menggunakan kacamata “modal adalah uang dan kesempurnaan fisik,” maka saya seharusnya sudah berhenti bermimpi sejak awal. Namun, buku ini seolah memvalidasi apa yang saya jalani, yakni bahwa kewirausahaan bukanlah soal seberapa besar angka di rekening bank, melainkan soal bagaimana kita merakit keberanian dari sisa-sisa apa yang kita miliki.

Pergolakan batin terbesar saya bermula dari sebuah label sosial. Banyak orang percaya pada mitos bahwa seorang tunanetra pastilah memiliki pendengaran yang sangat tajam.

Namun, realitas saya justru sebaliknya; saya juga menghadapi hambatan pendengaran. Di titik ini, saya berada di persimpangan yang sunyi. Saya tidak bisa menggunakan bahasa isyarat karena hambatan penglihatan, dan saya pun tidak bisa membaca live caption teks karena alasan yang sama. Di Indonesia, standarisasi komunikasi untuk tunanetratuli masih menjadi tantangan besar.

Dalam keterbatasan itu, saya dipaksa untuk berhenti meratapi apa yang hilang dan mulai mengaudit apa yang tersisa. Saya melakukan sebuah eksperimen sederhana yang kemudian mengubah hidup saya. Saat menggunakan alat bantu dengar konvensional . Suara memang terdengar lebih keras, namun tetap tidak fokus pada lawan bicara. Akhirnya, saya mencoba memanfaatkan perangkat yang sudah saya miliki, seperti gawai, aplikasi Zoom Meeting, dan sepasang headset.

Melalui kombinasi sederhana ini, saya menciptakan “alat bantu dengar” mandiri yang memungkinkan suara lawan bicara masuk langsung ke telinga dengan jernih. Eksperimen ini berhasil. Inilah bentuk nyata dari pemanfaatan sumber daya di sekitar kita yang sering kali dianggap remeh. Tanpa modal jutaan rupiah untuk teknologi khusus, saya menemukan jalan keluar hanya dengan mengakalinya secara kreatif. Keberhasilan komunikasi inilah yang kemudian memberi saya rasa percaya diri untuk menjalankan roda usaha.

Seni berpikir untuk memanfaatkan apa yang ada ini pulalah yang membawa saya membangun sekolah musik Sunar Sanggita. Kala itu, modal fisik saya jauh dari kata ideal. Saya hanya memiliki sebuah keyboard tua peninggalan kakek dan sebuah ruang tamu sederhana tanpa penyejuk udara. Tidak ada gedung kedap suara atau instrumen mewah. Namun, di sanalah saya belajar sebuah kejujuran, bahwa saya tidak perlu menunggu kondisi menjadi sempurna untuk memulai. Kesempurnaan sering kali hanyalah alasan yang kita buat untuk menunda langkah.

Membaca pemikiran dalam buku Entrepreneurial Noble Thinking menyadarkan saya bahwa kita perlu jujur pada diri sendiri. Sering kali, alasan “tidak punya modal” hanyalah sebuah perisai untuk melindungi diri dari rasa takut akan kegagalan atau ketidaknyamanan. Modal itu tidak tunggal; ia ada di dalam gawai yang kita genggam, di dalam relasi yang kita bina, dan yang terpenting, di dalam kemampuan kita untuk terus belajar dari setiap tantangan yang ada.

Tulisan ini bukanlah sebuah ajakan untuk mengecilkan realitas kesulitan ekonomi, melainkan sebuah undangan untuk melakukan audit terhadap diri sendiri. Jika sebuah perangkat sederhana dan kemauan untuk mencari cara bisa menggerakkan roda usaha bagi seseorang dengan hambatan ganda seperti saya, maka saya percaya setiap orang sebenarnya sudah memiliki bekal yang lebih dari cukup.

Modal sejati bukanlah tumpukan uang di bank, melainkan ketangguhan untuk tetap berjalan dan kecerdikan dalam merangkai keterbatasan menjadi sebuah kemungkinan baru. Berhentilah menunggu situasi menjadi sempurna. Mulailah dengan apa yang ada di tangan Anda hari ini, karena pada akhirnya, modal terbesar kita adalah keberanian untuk mengakui bahwa kita sebenarnya sanggup memulai. [T]

Sumber Bacaan:

Entrepreneurial Noble Thinking: Seni Berpikir untuk Melejitkan Karier — Wisnu S. Dewobroto. Podomoro University Press, 2024.

Tags: bisnisekonomiEkonomi dan Bisnispengusaha
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Merawat Harapan Optimistis Lewat Kalimat Adjektival

Next Post

‘Intermedialitas Dialektis’ —Karya Rupa Putu Fajar Arcana & Cerpen Cindy Wijaya

I Made Prasetya Wiguna Mahayasa

I Made Prasetya Wiguna Mahayasa

I Made Prasetya Wiguna Mahayasa, S.Pd., M.M, biasa dipanggil Wiguna. Ia adalah pengusaha tunanetra tuli (deafblind) asal Denpasar, Bali. Selain sebagai pengusaha, ia juga aktif memperjuangkan isu-isu tentang wirausaha disabilitas dan isu terkait tunanetra tuli di Indonesia.

Related Posts

Saraswati dan Kenaikan Kelas

by I Wayan Yudana
October 31, 2026
0
Saraswati dan Kenaikan Kelas

ADA suasana yang hampir selalu sama setiap kali tahun pelajaran berakhir. Wajah-wajah murid tampak sumringah ketika menerima rapor. Sebagian tersenyum...

Read moreDetails

Duta Pustaka Bergerak: Dosen UPNVJ Dorong Gen-Z SMAN 7 Kota Bengkulu Jatuh Cinta pada Perpustakaan Digital

by tatkala
October 31, 2026
0
Duta Pustaka Bergerak: Dosen UPNVJ Dorong Gen-Z SMAN 7 Kota Bengkulu Jatuh Cinta pada Perpustakaan Digital

BAGAIMANA jika perpustakaan sekolah tidak lagi sekadar ruang sunyi berisi rak buku, tetapi tempat yang "hidup" dan ada di genggaman...

Read moreDetails

Buku-Buku yang Dipuja, Sudahkah Kita Baca?

by Dede Putra Wiguna
October 31, 2026
0
Buku-Buku yang Dipuja, Sudahkah Kita Baca?

ADA satu hari ketika buku-buku diupacarai. Buku pelajaran, buku cerita, kitab suci, hingga lontar-lontar tua mendapat perlakuan istimewa. Semuanya ditata...

Read moreDetails

Saraswati dan Wajah Kedamaian Bali — Ketika Ilmu Pengetahuan Diuji oleh Realitas Kehidupan

by Luh Irma Susanthi
October 31, 2026
0
Saraswati dan Wajah Kedamaian Bali — Ketika Ilmu Pengetahuan Diuji oleh Realitas Kehidupan

BALI dikenal sebagai Pulau Dewata, sebuah pulau yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga kekayaan tradisi, spiritualitas, dan nilai-nilai...

Read moreDetails

Di Ruang Tunggu Kehidupan

by Ahmad Sihabudin
October 30, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

PAGI itu, saya kembali terbangun dengan pikiran yang sama: hari ini harus ke rumah sakit mana lagi? Hampir setengah tahun...

Read moreDetails

Elegi Rumah Pusaka Bernama Papua

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, saya mengajak anda semua main ke sebuah rumah yang sangat luas. Rumah ini sangat asri, halamannya...

Read moreDetails

Alvin Tedjo: Potensi, Kesadaran, dan Ujian Waktu

by Agung Sudarsa
October 29, 2026
0
Alvin Tedjo: Potensi, Kesadaran, dan Ujian Waktu

Potensi Manusia dan Lingkungan yang Membentuknya Kisah Alvin Tedjo menarik untuk direnungkan, bukan semata-mata karena ia merupakan keturunan Indonesia yang...

Read moreDetails

Dari Ujian Menuju Kedewasaan: Saat  Cinta Tidak Lagi Menuntut Kesempurnaan

by Tri Nugroho Adi
October 29, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Tidak semua masalah dalam hubungan dapat diselesaikan dengan percakapan ringan atau kompromi sederhana. Fase Ujian Perjalanan relasi cinta pasangan yang...

Read moreDetails

Tembok Besar Indonesia Itu Bernama Etnosentrisme [Catatan Hari Sumpah Pemuda]

by Chusmeru
October 28, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BANYAK yang mengira, setelah Sumpah Pemuda tahun 1928 persoalan bangsa yang majemuk ini telah selesai. Banyak pula yang berharap, setelah...

Read moreDetails

Sudah di Lajur Kiri, Malah Mau Disalip dari Kiri

by Angga Wijaya
October 27, 2026
0
Sudah di Lajur Kiri, Malah Mau Disalip dari Kiri

BERKENDARA di jalanan Denpasar dan Badung, Bali, belakangan ini membuat saya ketar-ketir. Saya beberapa kali mengalami situasi ketika sudah berkendara...

Read moreDetails
Next Post
‘Intermedialitas Dialektis’ —Karya Rupa Putu Fajar Arcana & Cerpen Cindy Wijaya

‘Intermedialitas Dialektis’ ---Karya Rupa Putu Fajar Arcana & Cerpen Cindy Wijaya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Saraswati dan Kenaikan Kelas
Esai

Saraswati dan Kenaikan Kelas

ADA suasana yang hampir selalu sama setiap kali tahun pelajaran berakhir. Wajah-wajah murid tampak sumringah ketika menerima rapor. Sebagian tersenyum...

by I Wayan Yudana
October 31, 2026
Duta Pustaka Bergerak: Dosen UPNVJ Dorong Gen-Z SMAN 7 Kota Bengkulu Jatuh Cinta pada Perpustakaan Digital
Esai

Duta Pustaka Bergerak: Dosen UPNVJ Dorong Gen-Z SMAN 7 Kota Bengkulu Jatuh Cinta pada Perpustakaan Digital

BAGAIMANA jika perpustakaan sekolah tidak lagi sekadar ruang sunyi berisi rak buku, tetapi tempat yang "hidup" dan ada di genggaman...

by tatkala
October 31, 2026
Legenda Warung Kopi Tak Bernama di Kota Pelabuhan, Seberang Gardu Listrik Belanda
Kuliner

Legenda Warung Kopi Tak Bernama di Kota Pelabuhan, Seberang Gardu Listrik Belanda

PAGI-PAGI, Jalan Surapati di Singaraja memiliki kehidupan yang berbeda. Di antara bangunan-bangunan tua yang menyimpan ingatan masa kolonial, ada sebuah...

by I Wayan Artika
October 31, 2026
Ketika Novel “Yang Mulia (The Majesties)” karya Tiffany Tsao Pulang Kampung
Panggung

Ketika Novel “Yang Mulia (The Majesties)” karya Tiffany Tsao Pulang Kampung

HUJAN deras mengguyur Ubud pada Sabtu sore, 24 Oktober 2026. Namun, di Rumah Kayu, Taman Baca Ubud, suasana tetap hangat...

by Dede Putra Wiguna
October 31, 2026
Buku-Buku yang Dipuja, Sudahkah Kita Baca?
Esai

Buku-Buku yang Dipuja, Sudahkah Kita Baca?

ADA satu hari ketika buku-buku diupacarai. Buku pelajaran, buku cerita, kitab suci, hingga lontar-lontar tua mendapat perlakuan istimewa. Semuanya ditata...

by Dede Putra Wiguna
October 31, 2026
Saraswati dan Wajah Kedamaian Bali — Ketika Ilmu Pengetahuan Diuji oleh Realitas Kehidupan
Esai

Saraswati dan Wajah Kedamaian Bali — Ketika Ilmu Pengetahuan Diuji oleh Realitas Kehidupan

BALI dikenal sebagai Pulau Dewata, sebuah pulau yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga kekayaan tradisi, spiritualitas, dan nilai-nilai...

by Luh Irma Susanthi
October 31, 2026
Taman Pecangakan Disulap Jadi Playground Kreatif, Jembrana Creative Festival Digelar Dua Hari
Budaya

Taman Pecangakan Disulap Jadi Playground Kreatif, Jembrana Creative Festival Digelar Dua Hari

AKHIR pekan ini, Taman Pecangakan di jantung Kota Negara, Jembrana, punya agenda yang berbeda dari biasanya. Selama dua hari, Sabtu–Minggu,...

by tatkala
October 30, 2026
Belanda Menyebutnya Ekspedisi, Bali Menyebutnya Agresi: Pertarungan Narasi tentang Perang di Bali 1846-1950 — Dari Tur dan Diskusi Buku “Merebut Bali” karya Anne-Lot Hoek
Khas

Belanda Menyebutnya Ekspedisi, Bali Menyebutnya Agresi: Pertarungan Narasi tentang Perang di Bali 1846-1950 — Dari Tur dan Diskusi Buku “Merebut Bali” karya Anne-Lot Hoek

SETIDAKNYA 7,05 juta wisatawan mancanegara melintasi pintu gerbang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai setiap tahunnya. Bali telah lama...

by Wahyu Mahaputra
October 30, 2026
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik
Esai

Di Ruang Tunggu Kehidupan

PAGI itu, saya kembali terbangun dengan pikiran yang sama: hari ini harus ke rumah sakit mana lagi? Hampir setengah tahun...

by Ahmad Sihabudin
October 30, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Elegi Rumah Pusaka Bernama Papua

SIDANG pembaca yang budiman, saya mengajak anda semua main ke sebuah rumah yang sangat luas. Rumah ini sangat asri, halamannya...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 30, 2026
Pekan CERIA di Jimbaran, Merawat Alam dan Budaya dari Imajinasi Anak-Anak
Khas

Pekan CERIA di Jimbaran, Merawat Alam dan Budaya dari Imajinasi Anak-Anak

WAJAH-wajah polos penuh semangat memenuhi Jimbaran Hub, Kuta Selatan, Badung, Bali, pada Kamis pagi, 29 Oktober 2026. Sisa air hujan...

by Nyoman Budarsana
October 30, 2026
Alvin Tedjo: Potensi, Kesadaran, dan Ujian Waktu
Esai

Alvin Tedjo: Potensi, Kesadaran, dan Ujian Waktu

Potensi Manusia dan Lingkungan yang Membentuknya Kisah Alvin Tedjo menarik untuk direnungkan, bukan semata-mata karena ia merupakan keturunan Indonesia yang...

by Agung Sudarsa
October 29, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co