23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Di Puncak Tegeh Kaman 

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
September 3, 2024
in Esai
Di Puncak Tegeh Kaman 

Foto : Pemancar TVRI Bukit Bakung berdekatan dengan Kampus Poltekpar Bali ( Foto IBP Puja)

PERJALANAN pulang pergi setiap hari sekolah dari Jalan Darmawangsa  Desa Adat Kutuh ke Banjar  Mumbul Desa Adat Bualu melalui Jalan Taman Giri, wilayah Kuta Selatan, sungguh menyenangkan terutama bila pagi cerah, sore terang, dan malam bulan bintang berbinar. Perjalanan ini  saya nikmati dengan penuh syukur  menuju  tempat tugas di SMA Negeri 2 Kuta Selatan yang berdiri 3 September 2019. Selasa Pon Waregadian, 3  September 2024, genap berusia 5 tahun, yang dalam bahasa Latin disebut Lustrum. Oleh karena, Indonesia Africa Forum (IAF) digelar 2 – 4 September 2024, di Kawasan Wisata ITDC Nusa Dua berdasarkan Instruksi Kapolda Bali maka pembelajaran di sekolah seputar Kecamatan Kuta Selatan  dilaksanakan secara daring. Lustrum pun diundur ke Jumat, 6 September 2024.

Perjalanan dari rumah ke sekolah sekitar 15 menit dengan sepeda motor bila jalanan lancar tak macet. Maka sekitar menit ke-5 dari rumah, sampailah saya di Puncak Tegeh Kaman. Di Puncak Tegeh Kaman banyak penanda yang menarik dan memikat menghentikan keliaran pikiran saya untuk sampai pada renungan. Dulu pada era 1970-an di situlah pertama berdiri pemancar TVRI Bukit Bakung.

Padahal, sesungguhnya Bukit Bakung itu  berada di Desa Ungasan. Namun karena nomenklaturnya tidak diubah, sampai kini disebut Pemancar TVRI Bukit Bakung, padahal mestinya bernama Pemancar TVRI Tegeh Kaman, sesuai dengan nama klasiran tanah berdasarkan peta wilayah. Itu daya tarik pertama : Kesalahan yang diabadikan mengingatkan saya dengan Williem Shakespeare, dalam novel Romeo Juliet, “Apa Arti Sebuah Nama?”

Daya tarik kedua, Puncak Tegeh Kaman menjadi   tempat pertemuan orang-orang dari dari Desa Adat Kampial dan Desa Adat Kutuh   menonton acara TVRI. Di sinilah, anak-anak Delod Ceking mulai berkenalan dengan film Si Unyil dengan tokoh Pak Raden dan Pak Ogah. Sampai kini, Pak Raden dan SI Unyil dilekatkan pada nama orang Kutuh, tanpa mengabadikan nama Pak Ogah. Pertemuan itu juga melahirkan pernikahan dini di kedua desa.

Teman sekelas saya, Kelas IV SD sudah kawin, ada pula kakak kelas yang kawin saat Kelas VI. Itu terjadi pada 1978 menjelang perpanjangan kenaikan kelas. Pada mulanya, Kenaikan Kelas setiap Desember yang ditandai dengan bermekaran Bunga Plamboyan tak ubahnya  Bunga Sakura di Jepang kala musim semi. Walaupun teman-teman saya kawin muda, kini mereka sudah beranak dan bercucu, sehat lahir batin berkat cintanya bersemi di Pemancar TVRI Bukit Bakung.

Ketiga, sekitar 300 meter dari Puncak Tegeh Kaman berdiri Perguruan Tinggi Pariwisata terbesar di Bali yaitu Politeknik Pariwisata Bali (Poltekpar dulu : STP sebagai reinkarnasi dari BPLP dan Trainning School) yang pada awalnya berdiri  di kawasan BTDC (kini : ITDC Nusa Dua). Kini Poltekpar  telah  memiliki Hotel Kamala persis di sudut Timur Laut area Kampus dengan view supercantik. Bila cuaca pagi terang benderang, Gunung Agung dari Timur Laut Bali hingga Gunung Batu Karu di Barat Laut memberikan suguhan  lukisan alam  yang memanjakan pandangan.

Pemancar TVRI Bukit Bakung berdekatan dengan Kampus Poltekpar Bali \ Foto IBP Puja

Lebih-lebih, bila Purnama Raya sinar rembulan berpesta cahaya bintang-gemintang dengan kelap-kelip cahaya lampu Tol Bali Mandara seakan menyambut kedatangan tetamu dari berbagai negeri dengan pesta riang gembira disaksikan Para Dewata, di Pulau Sorga. Sore menjelang sunset, Kampus Poltekpar juga menyajikan lukisan siluet berwarna jingga keperakan yang membuat mata tiada lelah menatap ciptaan Ilahi. Di tangan Dr. Ida Bagus Putu Puja, Direktur Poltekpar Bali, membuat taksu kampus kian berkarisma dan berbinar diburu orang segala negeri.  Bahkan Menteri Pariwisata Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, menjadikan Poltekpar Bali sebagai Kantor saat Work From Home (WFH) masa Pandemi Covid-19.

Kembali perjalanan ke SMA  Negeri 2 Kuta Selatan yang beken disebut Toska (Two South Kuta), saya nikmati dengan keriangan sebagai mana layaknya dulu ayah mencangkul ke kebun dini hari saat galang kangin atau melaut tengah malam dengan berpedoman pada tatenger ilmu perbintangan. Maka sekolah pun saya ibaratkan kebun dan laut.

Sebagai kebun, sekolah adalah tempat petani penggarap (baca : guru) yang suntuk menyenangkan dan menenangkan bibit-bibit untuk bertumbuh dan berkembang (baca : murid) sambil mencabuti gulma pengganggunya dengan penuh cinta kasih sehingga kelak bunganya wangi buahnya ranum untuk persembahanan buat Indonesia Raya.  

Sebagai laut, sekolah adalah tempat bermain surfing bercengkrama dengan ombak berbuih putih di permukaan yang indah dipandang mata. Selanjutnya, menyelam di kedalaman samudera ilmu pengetahuan yang mahaluas agar mendapat mutiara terpilih sebagai pelita untuk menyinari dunia demi kebahagiaan lahir batin, sekala niskala. Dari gelap goa peteng (awidya) menuju terang cahaya (widya).  

Inspirasi itulah yang diangkat melalui Tari Sisya Natya Jnani, tari siswa terpelajar, sebagai Tari Maskot Kebesaran SMA Negeri 2 Kuta Selatan. Tari Maskot ini diterjemahkan dari perpaduan visi misi, logo, dan moto sekolah, oleh I Komang Adi Pranata, S.Sn., M.Sn. dengan penata tabuh I Putu Pradnya, S.Sn., M.Sn. dibawakan oleh 7 penari wanita dari ekstrakurikuler Seni Tari Bali dengan iringan Ekstrakurikuler  Seni  Tabuh. Tarian ini akan di-lounching perdana pada Jumat Umanis Uku Waregadian, 6 September 2024, saat puncak HUT V.

Penundaan 3 hari perayaan Lustrum SMA Negeri 2 Kuta Selatan dari 3 September 2024 menjadi  6 September 2024 pun bermakna ganda dan bersejarah. Pertama, di satu sisi menyukseskan IAF untuk menghindari kemacetan di Jalan sepanjang By Pass Ngurah Rai Nusa Dua, di sisi lain siswa dan guru juga dilibatkan dalam penyambutan delegasi dengan tiga titik kumpul : Bandara Ngurah Rai, Pintu Keluar Tol Bali Mandara Nusa Dua, dan Gerbang Kawasan ITDC Nusa Dua. Keterlibatan mereka sebagai bagian dari Merdeka Belajar berbasis budaya Bali melalui penyambutan dengan Tabuh Bleganjur. Belajar menyenangkan menuju bahagia sesuai dengan salam Ki Hadjar Dewantara : Salam dan Bahagia.

Kedua, penundaan itu juga mendekatkan perayaan Lustrum menuju Hari Aksara Internasional yang jatuh pada 8 September 2024. Hari Aksara Internasional adalah cikal bakal Gerakan Literasi Dunia (GLD), Gerakan Literasi Nasional (GLN), dan Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Melalui GLS seluruh kerja-kerja bidang pendidikan dan kebudayaan digemakan, pembelajaran dielaborasi untuk  menghasilkan panen raya pendidikan menyambut generasi emas 2045.

Maka melalui Puncak Tegeh Kamanlah semua itu dikabarkan dan dipancarteruskan ke seantero dunia untuk membaca peradaban Bali melalui Chanel informasi tanpa batas.  Puncak Tegeh Kaman telah mengglobalkan Gumi Delod Ceking dalam saluran informasi dunia ibarat sperma bertemu sel telur melahirkan manusia yang mengimani agamanya, mengindahkan seni budayanya, dan menuntut ilmu pengetahuan dan teknologi secara humanis. Dengan agama hidup terarah, dengan seni hidup diperindah, dengan Iptek hidup dipermudah. Satyam, Siwam, Sundaram. Itulah yang hendak dituju Toska. Selamat Ulang Tahun V Toska. Salam : Wiweka Jaya Sadhu! [T]

BACA artikel lain dari penulis NYOMAN TINGKAT

Sumur Peradaban Itu Bernama “Suukan”
Bak Inpres dan Cubang Air di Gumi Delod Ceking   
“Bangbang” di Gumi Delod Ceking   
Gumi Delod Ceking dan Dadu yang Terbalik
Berguru ke “Ngampan” Delod Ceking  
Antara Pura Gunung Payung dan Pura Batu Pageh  
Pura Gunung Payung di Gumi Delod Ceking
Gumi Delod Ceking Sebagai Pusat Perguruan
Ibu Tapa dan Pura Penataran Kampial, Keistimewaan Lain dari Gumi Delod Ceking 
Tags: desa adat bualudesa adat kutuhGumi Delod Cekingkuta selatan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sisi Gelap Demokrasi: Mengapa Kita Tidak Boleh Terlalu Percaya pada Demokrasi

Next Post

12.000 Pohon untuk Kurangi Emisi Karbon – Ini Program HUT ke-12 AirNav Indonesia

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
12.000 Pohon untuk Kurangi Emisi Karbon – Ini Program HUT ke-12 AirNav Indonesia

12.000 Pohon untuk Kurangi Emisi Karbon – Ini Program HUT ke-12 AirNav Indonesia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co