2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sisi Gelap Demokrasi: Mengapa Kita Tidak Boleh Terlalu Percaya pada Demokrasi

Elpeni Fitrah by Elpeni Fitrah
September 3, 2024
in Esai
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

MINDSET saya tentang politik cuma satu: BUSUK! Sebab itu saya tak pernah terperangkap pada penghormatan secara berlebihan terhadap tokoh atau kelompok tertentu, apalagi partai politik.

Banyak orang merasa terpukul, jengkel, sebal, kesal, emosi, atau segala bahasa serupa untuk menyebut marah pada situasi politik nasional akhir-akhir ini. Saya tidak. Untunglah saya terselamatkan dari rupa-rupa perasaan yang mencekik mental itu.

Saya hanya sedih jika praktik politik kita lebih banyak mendakwahkan intoleransi dan menyebarluaskan kebencian. Tak heran, seiring dengan sedang berlangsungnya tahapan Pilkada di Indonesia, kita jadi akrab dengan banyak kata-kata ajaib, semacam: Mulyono and the gang, Raja Jawa, Kotak Kosong, dan bahkan Dinasti Politik. 

Apa mau dikata, demokrasi rupanya menyimpan begitu banyak sisi gelap. Dia selama ini sering dipuja sebagai sistem pemerintahan ideal, namun kadang kita lupa untuk bersikap kritis terhadapnya. Dan, inilah maksud disajikannya tulisan ini, mereflesikan sisi lain dari demokrasi yang sering kali luput dari perhatian. Semoga ini bisa menjadi bahan diskusi, lebih mendorong kita untuk berpikir kritis, dan tidak menerima demokrasi begitu saja sebagai sistem yang sempurna.  

Penting bagi kita untuk memahami sisi gelap demokrasi agar dapat memperkuat sistem ini dan mencegah penyalahgunaannya.

Peringatan dari Tokoh Klasik

Tokoh-tokoh klasik telah lama memperingatkan kita tentang bahaya demokrasi. Plato, dalam karyanya “Republik”, mengkritik demokrasi sebagai sistem yang rentan terhadap manipulasi oleh para demagog. Ia berpendapat bahwa masyarakat awam tidak selalu memiliki pengetahuan atau kebijaksanaan untuk membuat keputusan politik yang tepat.

Bukti historis menunjukkan bahwa kekhawatiran Plato tidak tak berdasar, seperti terlihat dalam kasus naiknya Hitler ke kekuasaan melalui proses demokratis di Jerman. Dengan demikian, kita perlu menyadari bahwa suara mayoritas tidak selalu menghasilkan keputusan terbaik untuk masyarakat.

Aristoteles juga menyoroti kelemahan demokrasi dalam konsepnya tentang “tirani mayoritas”. Ia berpendapat bahwa dalam sistem demokrasi, kepentingan mayoritas dapat menindas hak-hak minoritas. Alasannya, ketika suara terbanyak menjadi satu-satunya legitimasi kekuasaan, kelompok minoritas berisiko kehilangan suara dan perlindungan.

Kita dapat melihat contoh nyata dari fenomena ini dalam kasus diskriminasi terhadap minoritas etnis atau agama di berbagai negara demokratis. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memastikan bahwa demokrasi tidak hanya tentang aturan mayoritas, tetapi juga tentang perlindungan hak-hak minoritas.

Alexis de Tocqueville, dalam karyanya “De la démocratie en Amérique (Democracy in America)”, memperingatkan tentang bahaya konformitas dalam masyarakat demokratis. Dia berpendapat bahwa tekanan sosial dalam demokrasi dapat menciptakan “tirani opini publik” yang membatasi kebebasan individu dan keragaman pemikiran. Kita dapat melihat manifestasi dari peringatan ini dalam fenomena cancel culture dan polarisasi politik yang semakin tajam di era media sosial.

Akibatnya, ruang untuk dialog dan kompromi yang seharusnya menjadi inti dari proses demokratis justru semakin menyempit, mengancam fondasi demokrasi itu sendiri.

Kelemahan Demokrasi Modern

Populisme dan demagoguery merupakan ancaman serius bagi demokrasi modern. Para pemimpin populis sering mengeksploitasi ketakutan dan kemarahan publik untuk mendapatkan kekuasaan, sambil menawarkan solusi sederhana untuk masalah kompleks. Contoh nyata dari fenomena ini dapat dilihat dalam kasus Venezuela di bawah kepemimpinan Hugo Chavez.

Chavez naik ke kekuasaan melalui proses demokratis dengan janji-janji populis, namun pemerintahannya justru berujung pada erosi institusi demokratis dan krisis ekonomi berkepanjangan. Kasus ini menunjukkan bahwa demokrasi tanpa checks and balances yang kuat dapat dengan mudah dimanipulasi oleh pemimpin yang kharismatik namun otoriter.

Ketidakstabilan dan ketidakefisienan dalam pengambilan keputusan juga menjadi kelemahan sistem demokrasi. Proses konsensus yang panjang dan sering kali berlarut-larut dapat menghambat implementasi kebijakan yang diperlukan dengan cepat.

Kita dapat melihat contoh ini dalam kasus krisis ekonomi Yunani pada tahun 2009, di mana perdebatan politik yang berkepanjangan dan ketidakmampuan untuk mencapai konsensus memperlambat respons terhadap krisis, memperparah dampaknya terhadap masyarakat. Oleh karena itu, kita perlu menemukan keseimbangan antara partisipasi demokratis dan efisiensi dalam pengambilan keputusan.

Konteks Indonesia

Dalam konteks Indonesia, tantangan demokrasi terlihat semakin kompleks. Polarisasi politik yang tajam, terutama yang terlihat dalam Pemilu 2019 dan 2024, menunjukkan bahwa demokrasi kita masih rentan terhadap manipulasi elit dan sentimen primordial. Alasan di balik fenomena ini adalah masih lemahnya budaya politik dan pendidikan kewarganegaraan di masyarakat.

Kita dapat melihat buktinya dari maraknya politik identitas dan berita palsu yang sering kali mendominasi wacana publik. Akibatnya, kualitas demokrasi Indonesia terancam mengalami kemunduran jika tidak ada upaya serius untuk mengatasi tantangan-tantangan ini.

Dinasti politik merupakan fenomena yang sering muncul dalam sistem demokrasi, menunjukkan sisi gelap lain dari sistem ini. Dalam dinasti politik, kekuasaan cenderung terkonsentrasi pada satu keluarga atau kelompok kecil yang saling berhubungan, yang dapat bertahan selama beberapa generasi.

Alasan di balik munculnya dinasti politik adalah kombinasi dari nama besar keluarga, jaringan politik yang kuat, dan akses terhadap sumber daya kampanye yang besar. Kita dapat melihat contoh nyata dari fenomena ini di berbagai negara demokratis, termasuk Amerika Serikat dengan keluarga Kennedy dan Bush, Filipina dengan keluarga Marcos dan Aquino, serta di Indonesia sendiri dengan munculnya berbagai dinasti politik di tingkat pusat dan daerah.

Akibatnya, dinasti politik dapat mengancam prinsip meritokrasi dalam demokrasi, membatasi kesempatan bagi individu berbakat di luar lingkaran kekuasaan, dan berpotensi menciptakan oligarki yang bertentangan dengan semangat demokrasi itu sendiri.

Untuk memperkuat sistem demokrasi di Indonesia, kita perlu mengambil langkah-langkah konkret. Pertama, penguatan pendidikan politik dan literasi media bagi masyarakat harus menjadi prioritas. Alasannya, warga negara yang kritis dan well-informed adalah fondasi bagi demokrasi yang sehat. Kedua, penguatan institusi checks and balances, seperti peradilan yang independen dan pers yang bebas, sangat penting untuk mencegah penyalahgunaan kekuasaan.

Bukti dari negara-negara dengan demokrasi yang mapan menunjukkan bahwa institusi-institusi ini berperan krusial dalam menjaga keseimbangan kekuasaan. Dengan langkah-langkah ini, kita dapat berharap untuk membangun sistem demokrasi yang lebih tangguh dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Meskipun demokrasi tetap menjadi sistem pemerintahan yang paling menjanjikan, kita tidak boleh buta terhadap kelemahannya. Pemahaman kritis terhadap sisi gelap demokrasi justru akan membantu kita memperkuat dan menyempurnakan sistem ini. Bukti dari berbagai kasus di dunia dan pengalaman Indonesia sendiri menunjukkan bahwa demokrasi bukanlah sistem yang sempurna dan selalu membutuhkan perbaikan terus-menerus.

Oleh karena itu, tugas kita sebagai warga negara adalah untuk terus bersikap kritis, partisipatif, dan bertanggung jawab dalam proses demokrasi, sambil terus berupaya memperkuat institusi dan budaya demokrasi di negeri ini. [T]

Baca artikel lain dari penulis ELPENI FITRAH

Refleksi Kemerdekaan dan Warisan Diplomasi Indonesia untuk Dunia
Pesan untuk Pak Presiden Baru: Jangan Hanya Berusaha Mencegah Perang, Kita Harus Bersiap untuk Berperang
Pengunduran Biden dan Tantangan Berat Harris Menuju AS-1
‘Adat Dunia Balas Berbalas, Adat Hidup Tolong Menolong’ dalam konteks Geopolitik Kontemporer
Tags: demokrasiPolitik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Singaraja Literary Festival, Sebuah Reuni dan Pertemuan yang Hangat — Catatan Volunteer

Next Post

Di Puncak Tegeh Kaman 

Elpeni Fitrah

Elpeni Fitrah

Ketua Jurusan Hubungan Internasional, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
Di Puncak Tegeh Kaman 

Di Puncak Tegeh Kaman 

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co