14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pengunduran Biden dan Tantangan Berat Harris Menuju AS-1

Elpeni Fitrah by Elpeni Fitrah
July 23, 2024
in Esai
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional

DALAM sebuah momen yang akan dikenang sepanjang sejarah politik Amerika, Presiden Joe Biden mengumumkan pengunduran dirinya dari pencalonan presiden 2024 pada Minggu (21/7). Keputusan ini, yang mengejutkan banyak pihak, menandai titik balik dramatis di lanskap politik AS dan membuka jalan bagi pertarungan kekuasaan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Biden, yang kini mendukung Wakil Presiden Kamala Harris sebagai penerusnya, tidak hanya melepaskan ambisi pribadinya, tetapi juga memicu transformasi mendalam dalam dinamika kekuatan Partai Demokrat. Langkah ini, meski dipuji oleh beberapa pihak sebagai tindakan negarawan yang bijaksana, juga menimbulkan pertanyaan serius tentang stabilitas kepemimpinan dan arah kebijakan Amerika di masa depan.

Alasan Mundur

Faktor usia dan kesehatan menjadi alasan utama yang dikemukakan Biden. Di usia 82 tahun pada awal masa jabatan kedua yang potensial, kekhawatiran tentang stamina fisik dan ketajaman mentalnya semakin menguat. Menurut ulasan praktisi Kesehatan, risiko demensia meningkat secara signifikan setelah usia 80 tahun, dengan sekitar 30-50% individu di atas 85 tahun menunjukkan gejala kognitif. Meski tidak ada indikasi spesifik bahwa Biden mengalami penurunan kognitif serius, serangkaian kesalahan ucap dan momen kebingungan yang terekam kamera telah menjadi bahan perdebatan publik yang intens.

Namun, di balik narasi kesehatan, terdapat realitas politik yang tak kalah menggigit. Survei internal Partai Demokrat menunjukkan erosi dukungan yang mengkhawatirkan. Data terbaru dari Pew Research Center mengungkap penurunan tajam dukungan Demokrat terhadap Biden dari 90% menjadi 60% hanya dalam waktu beberapa bulan. Lebih mengkhawatirkan lagi, hanya 45% pemilih berusia 18-29 tahun yang menyatakan dukungan untuk pencalonan kembali Biden.

Fenomena ini mencerminkan kegagalan Biden dalam mempertahankan koalisi luas yang membawanya ke Gedung Putih pada 2020. Generasi muda dan kalangan progresif, yang dulu menjadi tulang punggung kemenangannya, kini mempertanyakan relevansi visinya di era pasca-pandemi. Kebijakan Biden dalam isu-isu seperti perubahan iklim, krisis Rusia-Ukraina, Ketegangan di Gaza, masalah imigran, reformasi kepolisian, dan penghapusan utang mahasiswa dianggap terlalu moderat oleh banyak aktivis progresif.

Dampak terhadap Partai Demokrat

Keputusan Biden membuka Kotak Pandora politik yang berpotensi mengubah wajah Partai Demokrat. Di satu sisi, ini adalah momentum untuk meremajakan kepemimpinan dan menyuntikkan energi baru ke dalam partai yang sering dikritik karena terlalu bergantung pada figur-figur senior. Kamala Harris, dengan latar belakangnya sebagai wanita berkulit berwarna pertama yang menjabat sebagai Wakil Presiden AS, mewakili wajah Amerika yang lebih inklusif dan beragam.

Namun, transisi ini juga berisiko memicu perpecahan internal yang berbahaya. Partai Demokrat, dengan spektrum ideologinya yang luas dari sayap kiri progresif hingga sentris moderat, kini dihadapkan pada tugas berat menyatukan berbagai faksi yang sering bertentangan. Harris, yang selama ini dikenal memiliki pandangan yang cenderung progresif namun pragmatis, harus mampu menjembatani jurang ideologis ini tanpa kehilangan identitas politiknya sendiri.

Peluang dan Tantangan Harris

Sebagai calon pengganti Biden, Harris membawa potensi sekaligus kerentanan yang signifikan. Pengalamannya sebagai Jaksa Agung California dan Senator AS memberikan kredibilitas dalam pemerintahan dan pembuatan kebijakan. Meski demikian, menurut survei terkini dari berbagai lembaga, termasuk CBS News, NBC News, dan Fox News, persaingan antara Harris dan Trump terpantau amat ketat, dengan selisih hanya 2-3%. Angka ini mencerminkan polarisasi yang mendalam dalam masyarakat Amerika dan tantangan besar yang harus dihadapi Harris dalam memperluas basis dukungannya.

Kunci kemenangan Harris terletak pada kemampuannya memobilisasi basis Demokrat tradisional sambil memperluas jangkauan ke pemilih independen dan moderat yang sering menjadi penentu dalam pemilihan presiden AS. Selain itu, dia harus mengembangkan platform yang memadukan pragmatisme Biden dengan visi progresif yang lebih ambisius untuk menarik berbagai segmen pemilih. Fokus pada isu-isu seperti pemulihan ekonomi pasca-pandemi, keadilan sosial, dan kepemimpinan global yang kuat bisa menjadi formula pemenangan. Namun, Harris juga harus berhati-hati agar tidak terjebak dalam retorika yang terlalu kiri yang bisa mengalienasi pemilih moderat.

Dari perspektif global, transisi kepemimpinan ini akan diawasi dengan seksama oleh komunitas internasional. Kebijakan luar negeri AS, dari hubungan dengan China hingga penanganan konflik di Timur Tengah, bisa mengalami pergeseran signifikan di bawah kepemimpinan Harris. Sebagai contoh, pendekatan Harris terhadap China diperkirakan akan lebih keras dibandingkan Biden, terutama dalam isu hak asasi manusia dan persaingan teknologi. Ini bisa berdampak pada dinamika geopolitik global, termasuk aliansi AS di kawasan Indo-Pasifik.

Lebih jauh lagi, pengunduran Biden dan naiknya Harris ke panggung utama politik AS bukan sekadar pergantian pemain dalam teater politik Amerika. Ini adalah momen definisi ulang nilai-nilai demokrasi Amerika dan posisinya di kancah global. Harris kini menghadapi tugas amat sulit: tidak hanya harus memenangkan pemilihan melawan lawan tangguh, tetapi juga menyatukan negara yang terpecah-belah dan memulihkan kepercayaan terhadap institusi demokrasi Amerika. [T]

Baca artikel lain dari penulis ELPENI FITRAH

‘Adat Dunia Balas Berbalas, Adat Hidup Tolong Menolong’ dalam konteks Geopolitik Kontemporer
Refleksi di Hari Media Sosial Nasional
“Putin-Kim Summit”: Manuver Geopolitik Rusia Mengimbangi AS
Hijab vs Identitas Nasional: Pertaruhan Besar Tajikistan
Tags: Amerika Serikatpolitik Amerikapolitik luar negeriUSA
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mae Salong, Desa Thailand Rasa China

Next Post

Menepis Simplifikasi MBKM di Perguruan Tinggi

Elpeni Fitrah

Elpeni Fitrah

Ketua Jurusan Hubungan Internasional, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto

Related Posts

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

Read moreDetails

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

by Sugi Lanus
May 9, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

Read moreDetails

Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

by Jro Gde Sudibya
May 8, 2026
0
Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

Tanggapan terhadap esai "Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama", tatkala.co, 8 Mei 2026 --- PENDIDIKAN...

Read moreDetails
Next Post
Menepis Simplifikasi MBKM di Perguruan Tinggi

Menepis Simplifikasi MBKM di Perguruan Tinggi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co