23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

Asep Kurnia by Asep Kurnia
April 20, 2026
in Esai
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

Asep Kurnia

KITA dan siapa pun, akan begitu tercengang dengan berbagai perubahan fisik (lingkungan geografis) yang begitu cepat serta sporadis termasuk perubahan sikap dan  karakteristik masyarakat Baduy dari sikap pasif menjadi aktif, dari menghindar menjadi menjemput, dari menolak jadi menerima bahkan dari sederhana, ikhlas bersahaja mengarah pada sikap money oriented. Semua itu bisa dibuktikan saat berkunjung dan melihat  tanah ulayat mereka (Saba Budaya Baduy).

Pastinya kita akan lebih tercengang dan khawatir lagi ketika melihat kenyataan bahwa di kekinian suku Baduy yang tidak lagi sesederhana, sekuat dan setegas dahulu dalam menjaga keseimbangan dan keharmonisan alam.  Ditambah munculnya indikasi yang kurang sedap yaitu tanda-tanda atau gejala alamiah mulai meluntur atau melemahnya sikap mereka dalam melaksanakan hukum adat, karena ada beberapa hukum adat yang dirasakan sudah expired atau tidak lagi sesuai zaman dan kebutuhan (memodifikasi hukum adat dengan melanggar hukum adat yang sistimatik).

Ekspektasi Kepemilikan Teknologi Digital Warga Baduy

Bagi pemerhati pasti  akan muncul kekhawatiran bahwa di Baduy sedang terjadi degradasi dan transisi budaya yang lebih mengarah pada meredup atau rusaknya berbagai budaya lokal unggulan yang sudah  kita anggap sebagai labolatorium sekaligus  percontohan budaya adiluhung. Bahkan nurani penulis mempertanyakan  sampai pada level apakah kini derajat kesehatan dan keajegan Baduy sudah begitu rusak terganggu oleh hama intervensi dan penyakit modernisasi  ?

Kemajuan ilmu pengetahuan dan percepatan perkembangan  teknologi digital telah dirasakan begitu masif merambah ke berbagai lapisan masyarakat. Bukan hanya di perkotaan saja, tetapi sudah lebih jauh merangsek  ke pedesaan dan pedalaman termasuk pada wilayah suku Baduy. Pengaruhnya begitu dahsyat dalam merubah tatanan sosial,  ekonomi  bahkan menggeser paradigma berpikir sampai mengubah pola kehidupan serta peradaban mereka.

Penggunaan alat digital modern oleh warga adat di wilayah hukum adat Baduy sudah tidak bisa terelakkan lagi. Intensitas dan frekuensi pembelian sekaligus pemanfaatan hand phone oleh warga masyarakat Baduy sudah melampaui dari ekspektasi ideal.

Mereka sudah tidak lagi risi, takut atau malu untuk berpenampilan sebagai pengguna setia Hand Phone,  bahkan ada kesan lebih pada berlomba-lomba memiliki HP  yang multitipe. Kini, memiliki HP bagi warga  Baduy  bukan lagi sekedar sebagai asesoris (gaya hidup)  tetapi sudah menjadi kebutuhan media komunikasi terefektif dan efisien hidup mereka, bahkan multimanfaat termasuk untuk melancarkan bisnis perdagangan mereka.

Situasi yang digambarkan di atas tentunya merupakan bukti konkret bahwa digitalisasi telah mampu mengubah pola hidup mereka dari anti hidup modern menjadi pengguna bahkan penikmat alat modern. Dan tentunya bisa kita sebut bahwa masyarakat Baduy sudah menerima sebagian dari modernisasi dalam arti menerina beberapa pola hidup modern yang diterapkan dikehidupan sehari-hari mereka walaupun masih dengan cara selektivitas yang ketat.

Kini mereka (sebagian besar), kalau pakai teori estimasi sekitar 75 ℅ warga Baduy sudah tidak bisa lagi hidup tanpa HP. Telepon genngam sudah menjadi istri kedua bagi kaum pria atau suami kedua bagi seorang wanita dewasa Baduy, dan menjadi sahabat karib bagi anak-anak Baduy. Kecuali warga Baduy Dalam yang masih belum secara vulgar diperbolehkan memiliki HP.

Jika sudah seperti itu, kita bisa membaca atau menafsirkan bahkan sudah bisa memprediksi bagaimana nasib , arah, dan kisah masa depan budaya lokal Baduy ?

Efek Ganda Destinasi Wisata Budaya Baduy

Digulirkannya program destinasi wisata tujuan utamanya adalah bagaimana meningkatkan geliat ekonomi setempat agar pendapatan (income per capita ) masyarakat meningkat yang akhirnya kesejahteraan masyarakat pun meningkat . Baduy di beberapa tahun lalu sudah menerima dan menyetujui wilayahnya dijadikan areal destinasi wisata dengan batasan diksi ‘Wisata Budaya Baduy’ yang kemudian diperjelas dan dipertegas  menjadi “Saba Budaya Baduy”.

Serupa tapi tak sama bahwa kesepakatan menerima program destinasi wisata adalah demi dan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Baduy melalui adanya peningkatan pendapatan individu warga Baduy sekaligus meningkatkan geliat perekonomian wilayah atau desa-desa pendamping  suku Baduy melalui intensitas kunjungan para wisatawan.

Sebagai bukti mereka merespon  program wisata, tokoh adat memberi izin dibukanya beberapa titik jalur atau pos tambahan menuju Baduy termasuk  membuka pos  termudah dan terdekat menuju Baduy Dalam.

Kini,  wisatawan sudah bukan lagi diangka 100 tapi sudah ribuan yang datang ke Baduy perminggunya. Intensitas pengunjung Baduy begitu tinggi  dan beragam. Pada titik fokus ini selain  memberikan dampak yang signifikan terhadap  peningkatan kesejahteraan  masyarakat Baduy, namun disisi lain  muncul dampak negatif terhadap keajegan adat istiadat atau budaya adilihung mereka. Polusi dan transisi budaya serta akulturasi budaya kini terjadi di Baduy tanpa  bisa  ditolak dan akhirnya  penurunan kharisma budaya lokal merekapun tidak bisa dihindari.

Narasi singkat di atas hanyalah memaparkan situasi singkat kekinian suku Baduy akibat  pengaruh digitalasasi dan destinasi wisata yang mereka terima. Apakah  situasi tersebut lebih memungkinan  pada terjadi kerusakan atau kesempurnaan budaya lokal Baduy, kita hanya bisa bicara sebatas wait and see ! [T]

  • Ditulis di Padepokan  Sisi Leuit Perbatasan  Baduy
Tags: Provinsi BantenSuku Baduy
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Next Post

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

Asep Kurnia

Asep Kurnia

Pemerhati Baduy, tinggal di tapal batas Baduy

Related Posts

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

Read moreDetails

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

by Pande Susan
August 19, 2026
0
Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

Read moreDetails

Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

by Dede Putra Wiguna
August 18, 2026
0
Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

SETIAP kali upacara bendera dimulai, ada orang-orang yang berdiri di bawah matahari dan ada pula yang di bawah tenda. Yang...

Read moreDetails
Next Post
Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co