22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

Asep Kurnia by Asep Kurnia
April 20, 2026
in Esai
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

Asep Kurnia

KITA dan siapa pun, akan begitu tercengang dengan berbagai perubahan fisik (lingkungan geografis) yang begitu cepat serta sporadis termasuk perubahan sikap dan  karakteristik masyarakat Baduy dari sikap pasif menjadi aktif, dari menghindar menjadi menjemput, dari menolak jadi menerima bahkan dari sederhana, ikhlas bersahaja mengarah pada sikap money oriented. Semua itu bisa dibuktikan saat berkunjung dan melihat  tanah ulayat mereka (Saba Budaya Baduy).

Pastinya kita akan lebih tercengang dan khawatir lagi ketika melihat kenyataan bahwa di kekinian suku Baduy yang tidak lagi sesederhana, sekuat dan setegas dahulu dalam menjaga keseimbangan dan keharmonisan alam.  Ditambah munculnya indikasi yang kurang sedap yaitu tanda-tanda atau gejala alamiah mulai meluntur atau melemahnya sikap mereka dalam melaksanakan hukum adat, karena ada beberapa hukum adat yang dirasakan sudah expired atau tidak lagi sesuai zaman dan kebutuhan (memodifikasi hukum adat dengan melanggar hukum adat yang sistimatik).

Ekspektasi Kepemilikan Teknologi Digital Warga Baduy

Bagi pemerhati pasti  akan muncul kekhawatiran bahwa di Baduy sedang terjadi degradasi dan transisi budaya yang lebih mengarah pada meredup atau rusaknya berbagai budaya lokal unggulan yang sudah  kita anggap sebagai labolatorium sekaligus  percontohan budaya adiluhung. Bahkan nurani penulis mempertanyakan  sampai pada level apakah kini derajat kesehatan dan keajegan Baduy sudah begitu rusak terganggu oleh hama intervensi dan penyakit modernisasi  ?

Kemajuan ilmu pengetahuan dan percepatan perkembangan  teknologi digital telah dirasakan begitu masif merambah ke berbagai lapisan masyarakat. Bukan hanya di perkotaan saja, tetapi sudah lebih jauh merangsek  ke pedesaan dan pedalaman termasuk pada wilayah suku Baduy. Pengaruhnya begitu dahsyat dalam merubah tatanan sosial,  ekonomi  bahkan menggeser paradigma berpikir sampai mengubah pola kehidupan serta peradaban mereka.

Penggunaan alat digital modern oleh warga adat di wilayah hukum adat Baduy sudah tidak bisa terelakkan lagi. Intensitas dan frekuensi pembelian sekaligus pemanfaatan hand phone oleh warga masyarakat Baduy sudah melampaui dari ekspektasi ideal.

Mereka sudah tidak lagi risi, takut atau malu untuk berpenampilan sebagai pengguna setia Hand Phone,  bahkan ada kesan lebih pada berlomba-lomba memiliki HP  yang multitipe. Kini, memiliki HP bagi warga  Baduy  bukan lagi sekedar sebagai asesoris (gaya hidup)  tetapi sudah menjadi kebutuhan media komunikasi terefektif dan efisien hidup mereka, bahkan multimanfaat termasuk untuk melancarkan bisnis perdagangan mereka.

Situasi yang digambarkan di atas tentunya merupakan bukti konkret bahwa digitalisasi telah mampu mengubah pola hidup mereka dari anti hidup modern menjadi pengguna bahkan penikmat alat modern. Dan tentunya bisa kita sebut bahwa masyarakat Baduy sudah menerima sebagian dari modernisasi dalam arti menerina beberapa pola hidup modern yang diterapkan dikehidupan sehari-hari mereka walaupun masih dengan cara selektivitas yang ketat.

Kini mereka (sebagian besar), kalau pakai teori estimasi sekitar 75 ℅ warga Baduy sudah tidak bisa lagi hidup tanpa HP. Telepon genngam sudah menjadi istri kedua bagi kaum pria atau suami kedua bagi seorang wanita dewasa Baduy, dan menjadi sahabat karib bagi anak-anak Baduy. Kecuali warga Baduy Dalam yang masih belum secara vulgar diperbolehkan memiliki HP.

Jika sudah seperti itu, kita bisa membaca atau menafsirkan bahkan sudah bisa memprediksi bagaimana nasib , arah, dan kisah masa depan budaya lokal Baduy ?

Efek Ganda Destinasi Wisata Budaya Baduy

Digulirkannya program destinasi wisata tujuan utamanya adalah bagaimana meningkatkan geliat ekonomi setempat agar pendapatan (income per capita ) masyarakat meningkat yang akhirnya kesejahteraan masyarakat pun meningkat . Baduy di beberapa tahun lalu sudah menerima dan menyetujui wilayahnya dijadikan areal destinasi wisata dengan batasan diksi ‘Wisata Budaya Baduy’ yang kemudian diperjelas dan dipertegas  menjadi “Saba Budaya Baduy”.

Serupa tapi tak sama bahwa kesepakatan menerima program destinasi wisata adalah demi dan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Baduy melalui adanya peningkatan pendapatan individu warga Baduy sekaligus meningkatkan geliat perekonomian wilayah atau desa-desa pendamping  suku Baduy melalui intensitas kunjungan para wisatawan.

Sebagai bukti mereka merespon  program wisata, tokoh adat memberi izin dibukanya beberapa titik jalur atau pos tambahan menuju Baduy termasuk  membuka pos  termudah dan terdekat menuju Baduy Dalam.

Kini,  wisatawan sudah bukan lagi diangka 100 tapi sudah ribuan yang datang ke Baduy perminggunya. Intensitas pengunjung Baduy begitu tinggi  dan beragam. Pada titik fokus ini selain  memberikan dampak yang signifikan terhadap  peningkatan kesejahteraan  masyarakat Baduy, namun disisi lain  muncul dampak negatif terhadap keajegan adat istiadat atau budaya adilihung mereka. Polusi dan transisi budaya serta akulturasi budaya kini terjadi di Baduy tanpa  bisa  ditolak dan akhirnya  penurunan kharisma budaya lokal merekapun tidak bisa dihindari.

Narasi singkat di atas hanyalah memaparkan situasi singkat kekinian suku Baduy akibat  pengaruh digitalasasi dan destinasi wisata yang mereka terima. Apakah  situasi tersebut lebih memungkinan  pada terjadi kerusakan atau kesempurnaan budaya lokal Baduy, kita hanya bisa bicara sebatas wait and see ! [T]

  • Ditulis di Padepokan  Sisi Leuit Perbatasan  Baduy
Tags: Provinsi BantenSuku Baduy
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Next Post

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

Asep Kurnia

Asep Kurnia

Pemerhati Baduy, tinggal di tapal batas Baduy

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

Kartini, Shakti, dan Kesadaran yang Terlupa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co